
PEMALANG – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal direalisasikan oleh TIM KKN Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kecamatan Moga. Pada Minggu, 12 Juli 2026, mereka resmi meluncurkan program kerja unggulan bertajuk EKONAS (Ekonomi Kreatif dari Limbah Nanas). Acara peluncuran ini melibatkan kolaborasi aktif antara mahasiswa KKN, perangkat desa, serta warga dari Desa Moga dan Desa Banyumudal.
Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di pemukiman warga tersebut diawali dengan Senam Sehat Bersama pada pagi hari. Musik yang enerjik dan gerakan instruktur yang dinamis menarik kehadiran puluhan warga yang memadati lokasi sejak pagi.
Menurut perwakilan mahasiswa, King Ahmad Cahyono, selain untuk menjaga kebugaran fisik, senam bersama ini dirancang sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat.
Setelah kegiatan senam, agenda langsung bergeser ke sesi inti, yaitu Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan EKONAS. Langkah ini menjadi penting mengingat buah nanas merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kecamatan Moga, namun kulit dan bagian limbahnya kerap kali dibuang begitu saja tanpa nilai guna. Melalui program EKONAS, TIM KKN UMUS mendemonstrasikan cara mengolah limbah nanas tersebut menjadi produk sabun kreatif bernilai ekonomi tinggi.
Produk EKONAS yang diperkenalkan hadir dalam bentuk varian Briliant Ekonas dengan metode pengolahan kreatif. Sabun berbasis limbah kulit nanas ini memiliki beberapa keunggulan teknis, di antaranya efisien membersihkan lemak, memiliki aroma nanas segar alami (Pina-Scent), serta lembut di tangan dengan formulasi pH seimbang untuk mencegah iritasi.

Inovasi teknologi ekstraksi yang diterapkan mahasiswa KKN UMUS memungkinkan diversifikasi produk menjadi beberapa varian aplikasi, meliputi:
Sabun Cair Tangan Mewah
Sabun Mandi Batang Artisan
Sabun Cair Tubuh Aromatik
Pembersih Alat Makan Premium
Koordinator Desa (Kordes), King IDI Salis, menyampaikan bahwa antusiasme warga dalam sesi pelatihan ini sangat tinggi. Berbagai elemen masyarakat turut hadir memeriahkan dan mempraktikkan langsung proses pembuatan produk EKONAS. Di antaranya tampak hadir Ibu Sri Rejeki selaku Ibu RW 03, Ibu RT 02, serta tokoh masyarakat dan ibu-ibu kader setempat yang menyimak setiap instruksi dari mahasiswa.
Program berbasis ekonomi sirkular dan keramahan lingkungan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat karena dinilai memberikan solusi yang aplikatif bagi pengurangan sampah organik sekaligus membuka peluang kemitraan UMKM baru.
”Program seperti ini sangat kami butuhkan. Selain mengurangi sampah organik di lingkungan kami, pelatihan EKONAS membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu di sini untuk menambah pemasukan keluarga dengan bahan baku yang sangat mudah didapat,” ujar Ibu Sri Rejeki di sela-sela kegiatan praktikum pembuatan produk.