Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS dan Taman Baca Tipar Berkolaborasi Bangun Ekosistem Literasi Berbasis Dongeng Lokal di Margasari

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL — .Penguatan budaya literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan bacaan yang dekat dengan kehidupan anak. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) bersama Taman Baca Tipar membangun kolaborasi melalui Program Literasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengusung pendekatan berbasis dongeng lokal sebagai strategi inovatif meningkatkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kegiatan koordinasi yang berlangsung di Taman Baca Tipar, Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Sabtu (18/7). Pertemuan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa KKN UMUS, serta pengelola Taman Baca Tipar, Farkhaeni, guna mematangkan pelaksanaan Festival Mendongeng Anak yang akan menjadi puncak rangkaian program pengabdian masyarakat.

Dalam forum tersebut, seluruh pihak menyepakati konsep kegiatan, jadwal pelaksanaan, sasaran peserta, hingga pembagian tugas agar program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Festival mendongeng dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari gerakan literasi berbasis budaya lokal yang berorientasi pada keberlanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan budaya baca, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UMUS turut menyerahkan bantuan koleksi buku kepada Taman Baca Tipar. Penyerahan tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan serta memperluas akses literasi bagi anak-anak dan masyarakat Desa Margasari.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kecamatan Margasari sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMUS, Robert Rizki Yono, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini merupakan usaha bersama untuk membangun gerakan literasi berbasis dongeng lokal sebagai bentuk partisipasi aktif dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat di Desa Margasari dan Desa Dukuh Tengah. Bacaan yang dekat dengan budaya lokal diyakini mampu meningkatkan ketertarikan anak untuk membaca sekaligus mengenal identitas budayanya,” ujarnya.

Robert menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem literasi yang adaptif terhadap kebutuhan lokal.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kolaborasi ini merupakan komitmen bersama antara UMUS dan masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak melalui pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Program tersebut juga berangkat dari realitas masih rendahnya kemampuan literasi membaca di Indonesia. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor kemampuan membaca peserta didik Indonesia tercatat sebesar 359, masih berada di bawah rata-rata negara-negara OECD yang mencapai 476. Kondisi tersebut diperkuat dengan meningkatnya intensitas penggunaan gawai oleh anak-anak yang menjadi tantangan tersendiri dalam menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UMUS menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran yang tidak berhenti pada pelaksanaan festival. Selama masa pengabdian, mahasiswa berhasil menyusun dua buku dongeng berbasis potensi lokal berjudul Petualangan Marga dan Sari: Jejak Kebaikan di Desa Margasari serta Legenda Suradirana: Jejak Kearifan Lokal Desa Dukuh Tengah. Keduanya dilengkapi dengan modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran digital berbentuk flipbook interaktif, serta video animasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru, taman baca, maupun masyarakat secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025