
BREBES – Auditorium Gedung Utama Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dipenuhi antusiasme penonton dalam pementasan drama “Benta-Benti” yang dipersembahkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMUS. Kegiatan yang dibimbing oleh Drs. Ghufroni, M.Pd. ini merupakan luaran akhir Mata Kuliah Apresiasi Kajian Drama yang dirancang sebagai implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE).
Melalui kolaborasi dengan UKM Teater Brambang UMUS, mahasiswa diberikan ruang untuk mengaktualisasikan capaian pembelajaran dalam bentuk karya nyata yang dapat dinikmati publik. Sebagai bagian dari pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori drama dan apresiasi sastra secara konseptual, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi melalui proses kreatif yang komprehensif, mulai dari pembacaan naskah, interpretasi tokoh, penyusunan artistik, manajemen pertunjukan, kerja kolaboratif, hingga pementasan di atas panggung.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena menghasilkan luaran yang terukur, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri kreatif.

Drama Benta-Benti mengangkat kisah kehidupan masyarakat desa yang menghadapi kemarau panjang, ketimpangan sosial, serta konflik antara kepentingan ekonomi dan nilai kemanusiaan. Melalui alur cerita yang kuat dan penuh makna, mahasiswa berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, kebersamaan, serta ketulusan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Konflik yang diperankan oleh para tokoh mampu menggambarkan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga memberikan pengalaman reflektif bagi para penonton.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, pegiat seni, serta para pecinta sastra yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pementasan. Penampilan para pemeran yang mampu menghidupkan karakter, didukung tata panggung, tata suara, dan penghayatan yang baik, membuat suasana auditorium terasa hidup dan penuh emosi dari awal hingga akhir pertunjukan.
Ketua Program Studi PBSI UMUS, Robet Rizkiyono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh mahasiswa yang telah bekerja keras mempersiapkan pementasan tersebut. Menurutnya, kegiatan teater merupakan bagian penting dalam pembelajaran PBSI karena mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. “Pementasan drama seperti ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam karya nyata.
Kami sangat mengapresiasi semangat, kerja sama, dan kreativitas mahasiswa PBSI yang telah menampilkan pertunjukan berkualitas dan sarat nilai edukatif. Ini menunjukkan bahwa sastra dapat hidup dan memberi makna melalui panggung pertunjukan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., menilai bahwa kegiatan seni pertunjukan merupakan salah satu bentuk pembelajaran transformatif yang mampu membentuk karakter mahasiswa secara utuh. “Drama bukan hanya tentang kemampuan berakting, tetapi juga tentang membangun empati, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap realitas sosial.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi insan akademik yang humanis, kreatif, dan berbudaya. FKIP UMUS akan terus mendukung kegiatan akademik berbasis praktik yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berkarakter,” tuturnya.
Dosen pengampu sekaligus pembimbing kegiatan, Drs. Ghufroni, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa selama proses latihan hingga pementasan berlangsung. Menurutnya, teater merupakan media pembelajaran yang efektif untuk mengasah kemampuan berbahasa, apresiasi sastra, kreativitas, serta sensitivitas mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.