
YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Atikah Mumpuni, M.Pd., berhasil menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model REAPQ (Read, Encode, Annotate, Ponder, Question) Berbantuan Teks Multimoda Interaktif dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar.”
Sidang terbuka tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Atikah Mumpuni yang selama ini dikenal sebagai dosen PGSD FKIP UMUS dengan rekam jejak penelitian yang kuat di bidang literasi, pembelajaran bahasa, dan pendidikan dasar.

Disertasi yang dikembangkan menawarkan inovasi pembelajaran membaca pemahaman melalui model REAPQ, yang mengintegrasikan aktivitas membaca, mengodekan informasi, memberikan anotasi, melakukan refleksi mendalam, serta menyusun pertanyaan kritis dengan dukungan teks multimoda interaktif. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengonstruksi makna dari berbagai bentuk informasi digital.
Dalam paparannya, Atikah Mumpuni menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakteristik generasi digital. Melalui model REAPQ berbantuan teks multimoda interaktif, siswa didorong menjadi pembaca aktif yang mampu berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif dalam memahami informasi.

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari keluarga besar FKIP UMUS. Hadir dalam sidang terbuka tersebut Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., serta Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nurpratiwiningsih, M.Pd., yang memberikan dukungan langsung kepada promovendus. Keduanya merupakan bagian dari sivitas akademika FKIP UMUS yang selama ini aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik di lingkungan kampus.
Didik Tri Setiyoko menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UMUS dalam meningkatkan kualitas dosen melalui studi lanjut dan penguatan budaya riset. Menurutnya, lahirnya doktor-doktor baru akan memperkuat kontribusi UMUS dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang pendidikan dasar yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sementara itu, Laelia Nurpratiwiningsih menilai bahwa hasil penelitian disertasi tersebut memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi membaca yang saat ini menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Keberhasilan Atikah Mumpuni meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FKIP dan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.
Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk terus berinovasi dalam menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Dengan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan inovasi pendidikan berbasis riset, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
