Universitas Muhadi Setiabudi

Universitas Muhadi Setiabudi Fasilitasi Rekreasi Edukatif bagi 50 Anak Yatim di Waterboom Ciblon

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi merealisasikan komitmen sosialnya dengan menghadirkan pengalaman belajar kontekstual bagi anak-anak yatim. Sebanyak 50 anak dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Insan Mukti Amanah Wanasari mengikuti kegiatan rekreasi di Waterboom Ciblon Brebes, yang merupakan bagian dari Dedy Jaya Group.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sosial sebelumnya, yakni buka bersama dan santunan. Realisasi agenda ini merupakan pemenuhan janji yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua Yayasan, KH Muhadi Setiabudi, untuk memberikan pengalaman rekreasi yang bermakna bagi anak-anak tersebut.

Koordinator kegiatan, Muhammad Sugeng Prayitno, menyampaikan bahwa pemenuhan harapan anak-anak menjadi fokus utama dalam agenda kali ini.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan anak-anak bisa kita wujudkan hari ini. Ini bukan sekadar rekreasi, tetapi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat pengalaman sosial mereka,” ujar Sugeng.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Koordinator kegiatan, Muhammad Sugeng Prayitno, menyampaikan bahwa pemenuhan harapan anak-anak menjadi fokus utama dalam agenda kali ini.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan anak-anak bisa kita wujudkan hari ini. Ini bukan sekadar rekreasi, tetapi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat pengalaman sosial mereka,” ujar Sugeng.

Pendampingan dari tim Humas kampus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Selain aspek hiburan, rekreasi ini dipandang sebagai media pembelajaran nonformal yang penting dalam perkembangan psikososial anak, terutama dalam membangun rasa percaya diri, interaksi sosial, serta kesejahteraan emosional.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa agenda tersebut selaras dengan nilai Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

​“Kami ingin kehadiran kampus tidak hanya dirasakan di ruang akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan sosial,” ungkap Dr. Roby.

​Secara akademis, kegiatan ini mencerminkan pendekatan experiential learning. Anak-anak tidak hanya menerima bantuan material, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya perkembangan kognitif dan afektif mereka.

Rekreasi terstruktur seperti ini dinilai mampu meningkatkan well-being anak serta memperkuat memori positif dalam proses tumbuh kembang mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga pendidikan, yayasan, dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam menciptakan program-program yang bersifat transformatif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025