
BREBES — Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (Bimtek Juleha) ke-12 Kabupaten Brebes kembali menjadi ruang strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu ini diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai latar belakang, dengan harapan setelah mengikuti pelatihan peserta siap menjadi juru sembelih halal yang profesional dan memiliki sertifikasi kompetensi.
Hari pertama kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes dengan agenda penguatan aspek teoretis, regulatif, dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Sementara hari kedua dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jatibarang Brebes melalui praktik langsung penyembelihan sesuai standar syariat Islam, higiene sanitasi, dan prosedur veteriner.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Brebes serta dihadiri berbagai unsur lintas sektoral, antara lain perwakilan Polres Brebes dan Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Dari unsur TNI, hadir Kodim 0713/Brebes, Peltu Ujang Taiyo, S.M. yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Salah satu sesi inspiratif diisi oleh KH Muhadi Setiabudi dengan materi “Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Sukses”. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa profesi Juru Sembelih Halal (Juleha) tidak hanya dipandang sebagai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki prospek ekonomi yang besar dalam pengembangan industri halal nasional.

“Seorang Juleha harus memiliki kompetensi, integritas, dan visi kewirausahaan. Dari keterampilan ini dapat lahir peluang usaha jasa pemotongan halal, distribusi pangan halal, hingga pengelolaan usaha berbasis halal yang profesional,” ungkapnya.
Selain itu, narasumber dari DPKH Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait standar operasional penyembelihan, kesehatan hewan, dan pengawasan veteriner. Materi turut diperkaya oleh pemateri lain seperti Kusmanto, M.Pd dan Chasan Mudofar.
Dari unsur akademisi, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) diwakili oleh Muamar, M.Pd.I dan Abdul Bashar, S.TP., M.TP. Kehadiran akademisi ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi masyarakat, khususnya pada bidang halal, keamanan pangan, dan pemberdayaan profesi berbasis sertifikasi.

“Seorang Juleha harus memiliki kompetensi, integritas, dan visi kewirausahaan. Dari keterampilan ini dapat lahir peluang usaha jasa pemotongan halal, distribusi pangan halal, hingga pengelolaan usaha berbasis halal yang profesional,” ungkapnya.
Selain itu, narasumber dari DPKH Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait standar operasional penyembelihan, kesehatan hewan, dan pengawasan veteriner. Materi turut diperkaya oleh pemateri lain seperti Kusmanto, M.Pd dan Chasan Mudofar.
Dari unsur akademisi, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) diwakili oleh Muamar, M.Pd.I dan Abdul Bashar, S.TP., M.TP. Kehadiran akademisi ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi masyarakat, khususnya pada bidang halal, keamanan pangan, dan pemberdayaan profesi berbasis sertifikasi.

Secara akademis, Bimtek Juleha ke-12 ini merepresentasikan model applied learning dan community engagement, yaitu integrasi antara teori, regulasi, nilai keislaman, dan praktik lapangan. Dengan jumlah peserta sekitar 60 orang, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan SDM Juleha yang kompeten, tersertifikasi, serta siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan industri halal yang semakin berkembang.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Brebes memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan.