
BREBES – Komitmen penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan daerah kembali diwujudkan melalui penerjunan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Senin, (8/6).
Penerjunan ini menandai dimulainya pelaksanaan periode pertama program magang mahasiswa dalam mendukung pelaporan data dukung Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Sebanyak mahasiswa dari FKIP UMUS resmi mulai bertugas di lingkungan Bapperida Kabupaten Brebes untuk mendukung berbagai aktivitas strategis, khususnya dalam proses inventarisasi, verifikasi, digitalisasi, serta pengelolaan data inovasi daerah. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Penerjunan mahasiswa periode pertama ini sekaligus menjadi refleksi bahwa peran mahasiswa FKIP tidak lagi terbatas pada ruang pedagogis dan pembelajaran di kelas. Di era transformasi digital dan tata kelola berbasis data, mahasiswa calon pendidik juga dituntut memiliki kemampuan multidisipliner, mulai dari literasi teknologi, pengelolaan administrasi digital, hingga komunikasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Dekan FKIP UMUS menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan birokrasi pemerintahan merupakan pengalaman akademik yang sangat relevan dengan paradigma pembelajaran abad ke-21, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar membaca dinamika sosial, tata kelola kebijakan, serta praktik pengelolaan data pembangunan secara nyata.
Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. memberikan apresiasi terhadap dimulainya penerjunan mahasiswa FKIP pada periode pertama ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang semakin menekankan pembelajaran kontekstual dan berdampak. “Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga harus hadir di ruang-ruang pengabdian dan pembangunan.
Keterlibatan mahasiswa FKIP di Bapperida menjadi bukti bahwa calon pendidik juga memiliki kapasitas dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis inovasi dan data. Ini adalah pengalaman akademik yang akan memperkaya kompetensi mereka sebagai lulusan yang adaptif dan solutif,” ujar Dr. Roby.
Sementara itu, pihak Bapperida Kabupaten Brebes menyambut baik kehadiran mahasiswa FKIP UMUS sebagai bagian dari kolaborasi strategis yang diharapkan mampu mempercepat proses dokumentasi dan pelaporan inovasi daerah.
Selain membantu kebutuhan administratif dan digitalisasi data, mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan energi baru, kreativitas, dan perspektif segar dalam mendukung publikasi inovasi daerah yang lebih progresif dan berdampak. Program penerjunan ini dipandang sebagai bentuk nyata implementasi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat produksi pengetahuan, tetapi juga aktor penting dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Bagi FKIP UMUS, momentum ini sekaligus mempertegas eksistensinya sebagai fakultas yang tidak hanya mencetak pendidik profesional, tetapi juga sumber daya manusia yang siap berkontribusi di berbagai lini pembangunan masyarakat.