Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Hadiri Pendampingan Peta Jalan Menuju Kampus Unggul: Akselerasi Mutu di Era Kompetisi Global

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEKALONGAN – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan langkah strategisnya dalam kancah pendidikan tinggi nasional. Melalui kehadiran pimpinan dan tim penjaminan mutu, UMUS secara aktif mengikuti agenda “Pendampingan Peta Jalan Menuju Kampus Unggul” yang diinisiasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. Acara bergengsi ini dipusatkan di Auditorium Universitas Pekalongan (Unikal) pada Rabu, 29 April 2026.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perguruan tinggi harus memiliki determinasi yang kuat untuk bertransformasi. Ia menyatakan bahwa pendampingan ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah agar PTS di Jawa Tengah tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga melompat secara kualitas melalui akreditasi Unggul.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Delegasi UMUS dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., bersama Pusat Akreditasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Drs. Ghufroni, M.Pd. Kehadiran dua tokoh sentral akademik UMUS ini menunjukkan urgensi dan keseriusan institusi dalam membedah rute menuju akreditasi tertinggi.

​Kegiatan pendampingan ini menjadi sangat eksklusif dengan hadirnya dua narasumber bereputasi nasional yang memiliki rekam jejak panjang dalam transformasi perguruan tinggi. Mereka adalah Dr. Hari Prasetyo, M.T. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Prof. Nova Rijati, M.Kom. dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Kampus Unggul adalah kampus yang tahu di mana posisinya hari ini dan tahu persis di mana ia akan berada lima tahun ke depan. Peta jalan harus memuat indikator kinerja utama (IKU) yang terukur, mulai dari rasio dosen berkualifikasi doktor hingga jumlah publikasi internasional yang disitasi,” ujar Dr. Hari di hadapan para peserta.

​Di sisi lain, Prof. Nova Rijati menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam mencapai predikat Unggul di tahun 2026. Menurutnya, akreditasi Unggul di masa depan akan sangat bergantung pada sejauh mana kampus mampu mengadopsi ekosistem digital. Prof. Nova memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen akademik dan bagaimana hal tersebut dapat mempercepat proses pelaporan mutu ke LLDIKTI maupun BAN-PT.

​Merespons paparan para pakar, Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., menyatakan bahwa poin-poin yang disampaikan narasumber menjadi cermin sekaligus bahan evaluasi bagi UMUS. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menyelaraskan persepsi seluruh civitas akademika mengenai standar “Unggul” itu sendiri.

Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dari kedua narasumber yang yang membuka mata kami bahwa untuk menjadi unggul, UMUS harus memperkuat jati diri dan keunikan institusi. Kami tidak hanya mengejar angka, tapi membangun ekosistem akademik yang sehat di Brebes,” kata Dr. Toharudin.

​Dengan mengikuti kegiatan pendampingan tersebut UMUS Brebes kini memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk menata masa depan. Perjalanan menuju “Kampus Unggul” memang penuh tantangan, namun dengan peta jalan yang presisi, gerbang menuju kualitas pendidikan berstandar global kini semakin terbuka lebar bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025