BREBES – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali melaksanakan kegiatan pembagian bingkisan talikasih Ramadhan bagi segenap civitas akademika.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut menjadi bagian dari tradisi institusional yang terus dijaga sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan di lingkungan kampus.
Bingkisan talikasih secara simbolis diserahkan langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh para wakil rektor. Penyerahan simbolis ini mencerminkan komitmen pimpinan universitas dalam membangun kultur akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan spiritualitas.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan pembagian bingkisan talikasih Ramadhan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh universitas sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dengan seluruh civitas akademika.
“Agenda talikasih Ramadhan ini merupakan tradisi yang setiap tahun kami laksanakan di lingkungan kampus. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di antara civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa bulan Ramadhan memberikan ruang refleksi bagi seluruh elemen kampus untuk menumbuhkan nilai empati, kebersamaan, serta semangat berbagi sebagai bagian dari karakter moral yang harus terus dijaga dalam kehidupan akademik.
Kegiatan ini pun disambut dengan penuh antusias oleh civitas akademika yang hadir. Sejumlah dosen dekan dan kaprodi, tenaga kependidikan, OB dan team security menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan universitas atas perhatian dan kepedulian yang terus diberikan kepada keluarga besar kampus.
Salah satu perwakilan dosen menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bermakna secara material, tetapi juga memiliki nilai moral dan emosional yang kuat bagi civitas akademika.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan universitas atas perhatian yang diberikan kepada seluruh dosen dan karyawan. Kegiatan talikasih Ramadhan ini menjadi bukti bahwa hubungan kekeluargaan di lingkungan kampus tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, para karyawan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kebahagiaan tersendiri, terlebih karena dilaksanakan dalam suasana Ramadhan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan keberkahan.
Melalui agenda tahunan ini, Universitas Muhadi Setiabudi terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang humanis dan berkarakter. Tradisi berbagi di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat memperkuat ukhuwah serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara seluruh civitas akademika dalam menjalankan peran dan pengabdiannya di dunia pendidikan.
JAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional dalam upaya transformasi menjadi institusi pendidikan berkelas dunia (World Class University). Pada Selasa (10/3/2026), jajaran pimpinan tertinggi UMUS melakukan kunjungan strategis ke Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, tepatnya di Direktorat Intelijen Keimigrasian, guna mempertegas peran universitas sebagai penjamin utama (sponsor) bagi mahasiswa asing.
Langkah ini bukan sekadar urusan administratif rutin, melainkan manifestasi dari visi besar UMUS dalam memperkuat ekosistem internasionalisasi pendidikan di Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan UMUS ini disambut sebagai bentuk kepatuhan institusi terhadap regulasi keamanan negara sekaligus upaya menjemput bola dalam menyederhanakan birokrasi bagi talenta-talenta global yang menimba ilmu di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung hangat namun formal ini dihadiri langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., serta Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMUS, Indira Waraningtyas, M.Si.
Dalam forum tersebut, Dr. Roby Setiadi menegaskan bahwa status UMUS sebagai penjamin mahasiswa asing dari Afganistan membawa tanggung jawab moral dan hukum yang besar.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan negara kepada perguruan tinggi untuk mendatangkan warga negara asing harus dijaga dengan sistem pengawasan yang presisi namun tetap humanis.
“Kami hadir di Direktorat Intelijen Keimigrasian untuk menyamakan persepsi. UMUS berkomitmen bahwa setiap mahasiswa asing yang kami undang bukan hanya datang untuk belajar, tetapi juga menjadi duta bagi negaranya yang taat pada hukum Indonesia. Sebagai penjamin, kami bertanggung jawab penuh atas keberadaan dan kegiatan mereka selama di tanah air,” ujar Dr. Roby di sela-sela pertemuan.
Diskusi yang berlangsung di lantai gedung Direktorat Jenderal Imigrasi tersebut juga menyoroti pentingnya integrasi data antara pangkalan data pendidikan tinggi dengan sistem keimigrasian.
Hadir pihak Kemendiktinsaintek Pokja Penguatan Kelembagaan A.A. Sodikin menyampaikan bahwa di era digital ini, pemantauan keberadaan mahasiswa asing harus dilakukan secara real-time.
“UMUS harus mengembangkan sistem internal yang terkoneksi dengan pelaporan KUI, sehingga jika ada perubahan status akademik atau masa berlaku izin tinggal, pihak imigrasi mendapatkan informasi yang akurat dan cepat,” tambahnya.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi yang tengah gencar melakukan modernisasi layanan melalui skema E-Visa dan pengawasan intelijen yang lebih preventif. Dengan adanya koordinasi langsung ini, UMUS memastikan bahwa seluruh mahasiswa internasionalnya memiliki legalitas yang tak bercela, mulai dari Izin Tinggal Terbatas (ITAS) hingga urusan pelaporan keberadaan di wilayah Brebes dan sekitarnya.
Kesiapan Akademik dan Budaya
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Dr. Moh , M.Pd., menyoroti sisi kualitas akademik yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa asing.
Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya soal mendatangkan orang luar, tetapi juga menyiapkan kurikulum yang mampu bersaing secara global.
“Penjaminan yang kami lakukan bukan hanya soal stempel di paspor. Kami menjamin bahwa mahasiswa asing mendapatkan kualitas pendidikan terbaik. Sinkronisasi dengan imigrasi hari ini memastikan bahwa proses belajar mereka tidak terganggu oleh kendala administratif yang berbelit,” jelas Dr. Toharudin.
Ia menambahkan bahwa UMUS saat ini tengah menyiapkan skema beasiswa internasional yang lebih luas untuk menarik minat mahasiswa dari kawasan Asia Tenggara, dan Afrika.
“Kehadiran mahasiswa asing memperkaya atmosfer akademik kami. Mahasiswa lokal kami bisa belajar berinteraksi secara global tanpa harus keluar negeri, inilah esensi dari Internationalization at Home,” tuturnya.
Koordinasi langsung dengan Direktorat Intelijen Imigrasi pusat memberikan kami panduan terbaru mengenai prosedur keamanan dan pengawasan. “Kami di KUI berperan sebagai jembatan. Kami memastikan mahasiswa asing merasa nyaman seperti di rumah sendiri, namun tetap dalam koridor aturan yang sangat ketat mengenai aktivitas mereka di Indonesia.”
Dalam pertemuan tersebut, KUI UMUS juga disarankan proaktif dalam melaporkan dinamika mahasiswa asing secara berkala. Pola komunikasi dua arah ini berharap menjadi percontohan bagi perguruan tinggi swasta lainnya di wilayah Jawa Tengah dalam menangani isu-isu keimigrasian. Langkah UMUS ini diprediksi akan memberikan dampak domino yang positif bagi pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Brebes.
Dengan semakin banyaknya mahasiswa internasional yang tinggal secara legal dan aman, ekonomi lokal akan terstimulasi. Lebih jauh lagi, hal ini meningkatkan indeks daya saing pendidikan Indonesia di mata dunia.
Pihak Direktorat Intelijen Imigrasi pusat dalam kesempatan tersebut menyambut baik komitmen pimpinan UMUS. Sinergi antara otoritas keamanan (imigrasi) dan institusi pendidikan (UMUS) dianggap sebagai benteng pertahanan negara dalam menyaring pengaruh asing, sekaligus pintu gerbang bagi investasi intelektual global.
“Kami ingin menunjukkan bahwa universitas di daerah, seperti UMUS di Brebes, memiliki standar manajemen internasional yang sama baiknya dengan kampus-kampus di ibu kota. Kita punya fasilitas, kita punya SDM, dan yang terpenting, kita punya integritas dalam mematuhi regulasi negara,” tegas Dr. Roby Setiadi menutup pernyataannya.
Kunjungan pada Selasa, 10 Maret 2026 ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) internal UMUS yang lebih mutakhir, yang menyerap masukan dari hasil koordinasi di Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa UMUS tidak bermain-main dalam visinya untuk “Go International”.
Dengan kepemimpinan yang progresif dan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antar-lembaga, Universitas Muhadi Setiabudi kini berdiri tegak sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui tata kelola warga negara asing yang tertib dan bertanggung jawab.
BENGKULU – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes resmi menjalin kolaborasi akademik dengan Universitas Bengkulu (UNIB). Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui sinergi di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan formal tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Pihak UMUS Brebes diwakili oleh Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc. selaku Staf Ahli Rektor bidang Riset dan Inovasi. Sementara itu, Universitas Bengkulu diwakili oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S.Si., M.Si.
Dalam bidang pendidikan, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan kurikulum bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan kualitas pembelajaran berbasis riset. Melalui kemitraan ini, kedua universitas berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(Dok. Pribadi)
Pada aspek penelitian, kedua perguruan tinggi sepakat untuk memperkuat riset bersama yang berorientasi pada solusi atas permasalahan di masyarakat. Sinergi keilmuan ini mencakup bidang sains, teknologi, hingga pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal. Langkah ini dipandang sebagai momentum penting untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah serta memperluas jejaring riset di tingkat nasional.
Selain akademik dan riset, kerja sama ini juga menyasar penguatan program pengabdian kepada masyarakat. Melalui pemberdayaan berbasis hasil penelitian, kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan dapat menghadirkan solusi komprehensif terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tengah masyarakat.
Salah satu agenda strategis yang disepakati adalah kolaborasi dalam penyelenggaraan International Conference. Forum ilmiah ini direncanakan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan serta membangun jejaring internasional.
Sinergi antara UMUS Brebes dan Universitas Bengkulu ini menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi memerlukan kerja sama yang kuat. Dengan semangat keterbukaan, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
BENGKULU – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memberikan kontribusi penting dalam proses penegakan hukum nasional. Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., pakar dari UMUS Brebes, hadir sebagai Saksi Ahli Bidang Lingkungan dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pertambangan batubara di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Kamis (5/3/2026).
Kehadiran Prof. Pranoto memberikan dimensi teknis dan akademis yang penting bagi majelis hakim dalam membedah kasus yang melibatkan aktivitas pertambangan di Provinsi Bengkulu tersebut. Selain Prof. Pranoto, persidangan juga menghadirkan Dr. Hamzah Hatrix, S.H, M.H dari Universitas Bengkulu sebagai Saksi Ahli Bidang Hukum Pidana.
Menanggapi jalannya persidangan, 12 terdakwa termasuk Bebby Hussy dkk resmi mengajukan plea bargain atau pengakuan bersalah. Langkah hukum ini diikuti dengan komitmen tertulis untuk memulihkan total kerugian keuangan negara yang mencapai Rp159.812.890.712,91.
Dalam dokumen yang ditandatangani para terdakwa, diakui adanya kekhilafan dalam rangkaian perkara yang meliputi korupsi, pencucian uang (TPPU), penyuapan, hingga perintangan penyidikan.
Pemulihan kerugian negara tersebut akan dilakukan melalui beberapa sumber dana:
Dana Sitaan: Rp110.643.869.746,29 yang saat ini sudah berada di bawah pengawasan penyidik.
Dana Tambahan: Komitmen penyerahan dana dari rekening PT Inti Bara Perdana dan rekening pribadi Sakya Hussy senilai total lebih dari Rp20 miliar.
Sisa Kewajiban: Kekurangan sebesar Rp28.309.608.981,71 dijadwalkan lunas paling lambat pada 13 Maret 2026.
Sebagai langkah antisipasi, para terdakwa juga menyatakan kesediaan jika sisa kewajiban tersebut belum terpenuhi tepat waktu, maka aset berupa stok batubara (stockpile) PT Inti Bara Perdana di Pulau Baai sebanyak 126.471,5 metrik ton akan dilelang untuk menutupi kerugian negara.
BREBES — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II kepada sekolah mitra pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara paralel di SMP Islam At Toyyib 45 Brebes dan SMA Negeri 1 Bulakamba. Penyerahan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada penguatan kompetensi calon guru.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Melalui PLP II, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami manajemen sekolah serta dinamika interaksi di lingkungan akademik. Program ini dirancang agar mahasiswa mampu menyelaraskan teori kebahasaan dengan praktik kontekstual.
Kaprodi PBSI UMUS, Robert Rizki Yono, M.Pd., menjelaskan bahwa terjunnya mahasiswa ke lapangan adalah tahapan penting dalam siklus akademik.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
”Mahasiswa bukan sekadar mengajar, tetapi mereka sedang melakukan internalisasi nilai-nilai profesi. Kami berharap mereka mampu melakukan refleksi pedagogis secara berkelanjutan sesuai tuntutan guru abad ke-21,” ujar Robert.
Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., turut memberikan respons positif terkait keberlanjutan program ini. Menurutnya, kerja sama dengan sekolah mitra merupakan instrumen utama dalam menjaga kualitas lulusan FKIP.
”Sinergi institusional antara FKIP UMUS dan sekolah-sekolah di Brebes harus terus diperkuat. Ini adalah upaya bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia dan mencetak pendidik yang siap menghadapi kompleksitas di satuan pendidikan,” tegas Didik.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP II, Nurchalistiani Budiana, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah mitra atas komitmennya dalam mendukung penguatan kompetensi profesional mahasiswa PBSI FKIP UMUS. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap tantangan pembelajaran literasi di era digital.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kepala SMP Islam At Toyyib 45 Brebes, H. Dedi Romli Triputa, Lc, MSI, serta Kepala SMA Negeri 1 Bulakamba, Sri Ningsih, M.Pd., menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Pihak sekolah berharap mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan budaya sekolah, menjaga etika profesi, serta berkontribusi aktif dalam kegiatan pembelajaran maupun administrasi akademik.
Dengan penyerahan resmi ini, mahasiswa PBSI FKIP UMUS akan melaksanakan praktik kependidikan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman empiris yang bermakna dalam membangun kesiapan profesional sebagai calon pendidik masa depan.
BREBES — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi kembali melaksanakan program magang mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik. Pada periode ini, mahasiswa Program Studi Manajemen melaksanakan kegiatan magang di dua instansi strategis, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes (DPMPTSP) dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopundag) Kabupaten Brebes
Program magang ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa, khususnya dalam memahami tata kelola administrasi manajemen perkantoran, sistem pelayanan publik, serta manajemen usaha dan perdagangan daerah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga wawasan mengenai budaya kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme di lingkungan instansi pemerintahan.
Dosen pembimbing lapangan, Hendri Sucipto, M.Si, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak instansi yang telah menerima mahasiswa dengan baik.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPMPTSP dan Dinkopundag Kabupaten Brebes atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi, khususnya Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa yang melaksanakan magang di DPMPTSP, Nisrina, mengaku sangat senang dapat terlibat langsung dalam aktivitas pelayanan perizinan dan administrasi.
“Saya sangat senang bisa magang di DPMPTSP karena mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana teori-teori manajemen yang dipelajari di bangku kuliah dapat diaplikasikan dalam dunia kerja, khususnya dalam pelayanan publik dan sistem administrasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Mutia, mahasiswa yang ditempatkan di Dinkopundag Kabupaten Brebes, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan magang tersebut. Ia mendapatkan pengalaman langsung dalam pendampingan UMKM, khususnya pada aspek manajemen pemasaran
“Magang di dinas UMKM sangat bermanfaat. Kami diajarkan langsung tentang manajemen pemasaran melalui sentra produk lokal UMKM Lapak Emane, mulai dari branding kemasan hingga promosi online secara langsung. Pengalaman ini sangat membantu saya memahami strategi pemasaran secara praktik,” jelas Mutia.
Melalui program magang ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dan praktik, meningkatkan kompetensi profesional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus nanti.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) secara resmi menerjunkan 61 mahasiswa dalam kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP II) di enam sekolah dasar yang berada di wilayah Kecamatan Wanasari dan sekitarnya.
Sekolah mitra yang menjadi lokasi pelaksanaan PLP II meliputi SD N Kupu 01, SD N Kupu 02, SD N Siasem 03, SD N Siasem 02, SD N Dumeling 01, dan SD N Klampok 05. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis praktik yang bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., menegaskan bahwa PLP II menjadi momentum penting dalam proses pembentukan identitas profesional mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi belajar menjadi guru secara utuh—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd., menambahkan bahwa PLP II dirancang sebagai ruang integrasi antara teori dan praktik. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran inovatif, memanfaatkan media berbasis teknologi, serta membangun interaksi edukatif yang efektif dengan peserta didik sekolah dasar.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Atikah Mumpuni, M.Pd., Diah Sunarsih, M.Pd., Rilla Melyana Fitri, M.Pd., dan Nurchalistiani Budiana, M.Pd., yang secara aktif melakukan supervisi, monitoring, serta refleksi akademik terhadap praktik pembelajaran mahasiswa.
Melalui PLP II ini, UMUS menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru sekolah dasar yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Di tengah dinamika pembelajaran era digital, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun perangkat ajar yang sistematis, tetapi juga menghadirkan suasana kelas yang menarik—bahkan ketika perhatian siswa harus “bersaing” dengan dunia digital yang semakin dekat dengan keseharian mereka.
Kegiatan PLP II ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara UMUS dan sekolah mitra dalam membangun ekosistem pendidikan dasar yang berkualitas di Kecamatan Wanasari dan sekitarnya.
TEGAL – Tiga organisasi Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), yakni KSPM Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), KSPM Harkat Negeri, dan ICPS UPS, sukses melaksanakan kegiatan studi banding sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa di bidang pasar modal.
Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi, Ashim Majduddin, yang menjadi penggerak utama terselenggaranya acara. Dalam keterangannya, Ashim menyampaikan bahwa studi banding ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wadah untuk saling berbagi pengalaman, strategi, serta program kerja unggulan masing-masing organisasi.
“Acara ini menjadi momentum untuk saling belajar dan memperluas wawasan, khususnya dalam pengembangan program kerja KSPM agar lebih inovatif dan berdampak,” ujarnya.
(Dok. KSPM UMUS)
Acara ini bertempat di Aula Harkat Negeri yang sekaligus menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan studi banding tersebut. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pembina dari masing-masing KSPM, yakni Yanti Puji Astutie, S.E., M.Si., CMA selaku Pembina ICPS UPS, Krisdiyawati, S.E., M.Ak selaku Pembina KSPM Harkat Negeri, serta Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si selaku Pembina KSPM Universitas Muhadi Setiabudi.
Dalam sambutannya, Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun kolaborasi antarkampus.
“Kegiatan studi banding seperti ini sangat baik untuk memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat jejaring antarorganisasi, serta menjadi sarana evaluasi dan pengembangan program kerja ke depan,” ungkapnya.
(Dok. KSPM UMUS)
Pada sesi pemaparan materi, KSPM Universitas Muhadi Setiabudi menyampaikan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan. Pemaparan tersebut disampaikan oleh Maulidiya, Ashim Majduddin, dan Najwa Aulia Rahmah. Mereka menjelaskan berbagai program strategis, mulai dari edukasi pasar modal, peningkatan literasi investasi mahasiswa, hingga penguatan internal organisasi.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta dari KSPM Harkat Negeri dan ICPS UPS turut berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, strategi kaderisasi, serta pelaksanaan kegiatan edukatif di kampus masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antar-KSPM sehingga mampu bersama-sama meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di kalangan generasi muda. Studi banding ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarmahasiswa dapat menjadi langkah strategis dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan berdampak.
Seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Lembaga Mahasiswa (Lemawa) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana di Kecamatan Bumiayu melalui skema donasi terbuka (open donation). Bantuan tersebut difokuskan pada pengadaan air bersih dan bahan pokok yang disalurkan langsung pada Selasa, 18 Februari 2026.
Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, tim mahasiswa mengarahkan distribusi bantuan air bersih ke Desa Adisana. Desa ini menjadi prioritas utama karena hingga saat ini belum mendapatkan pasokan air bersih yang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
(Dok. Ormawa UMUS)
Sebanyak 4 tangki air bersih, dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter, telah didistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan di desa tersebut. Selain air bersih, sisa dana donasi juga dialokasikan untuk pengadaan paket sembako.
Selain di Desa Adisana, sebagian bantuan sembako juga diserahkan kepada Pemerintah Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, untuk kemudian disalurkan kepada warga yang terdampak. Mahasiswa terjun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
(Dok. Ormawa UMUS)
Inisiator kegiatan dari BEM Universitas, Rizalul Zikri, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bentuk kepedulian sosial mahasiswa.
”Langkah ini memang penting untuk membantu meringankan beban warga saat ini. Namun, harapan kami ke depan bukan sekadar tentang pemberian bantuan yang terus-menerus, melainkan bagaimana bencana ini dapat dimitigasi secara cepat dan berkelanjutan agar dampak bencana serupa di masa depan dapat diminimalisir,” ujar Rizalul.
Aksi kolektif ini diharapkan dapat memicu sinergi yang lebih kuat antara akademisi dan pemerintah dalam menangani dampak bencana di wilayah Brebes dan sekitarnya.
BREBES – Sebagai bentuk nyata implementasi nilai kemanusiaan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himpunan) Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar aksi penggalangan dana bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Senin (16/2).
Aksi solidaritas ini dipimpin langsung oleh Ketua Himpunan Manajemen, Agung Afid Maulana, dengan didampingi oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen UMUS, Slamet Bambang Riono, M.M.
Kaprodi Manajemen, Slamet Bambang Riono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengumpulan donasi, melainkan manifestasi dari nilai empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
”Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan di tingkat lokal,” ujar Slamet Bambang.
Dana yang berhasil dihimpun dari seluruh sivitas akademika UMUS dan partisipasi masyarakat umum rencananya akan disalurkan melalui lembaga penyalur bantuan yang kredibel. Hal ini dilakukan demi menjamin distribusi bantuan yang transparan, efektif, dan tepat sasaran bagi warga terdampak di Desa Padasari.
Ketua Himpunan Manajemen, Agung Afid Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersedia menyisihkan sebagian rezekinya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Padasari yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana tanah bergerak,” ungkap Agung.
Secara strategis, aksi ini menjadi salah satu agenda utama dalam program kerja Himpunan Manajemen. Melalui gerakan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu berperan aktif sebagai agen perubahan (agent of change) yang responsif terhadap dinamika sosial dan bencana alam di masyarakat.