Universitas Muhadi Setiabudi

Hangat Penuh Makna: Halal Bi Halal FKIP UMUS Perkuat Ukhuwah Akademik dan Sinergi Kelembagaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Dalam nuansa Syawal yang sarat makna reflektif, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal pada Jumat (03/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di kediaman Dekan FKIP di Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, dan dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar FKIP UMUS.

Momentum Halal Bi Halal tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga sebagai ruang kultural-akademik untuk memperkuat relasi sosial, membangun komunikasi yang lebih humanis, serta merevitalisasi nilai-nilai kebersamaan pasca-Idulfitri 1447 H. Suasana kekeluargaan yang hangat terasa sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan harmoni yang terbangun di lingkungan akademik FKIP.

Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan silaturahmi sebagai fondasi penguatan budaya organisasi di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh civitas akademika yang telah hadir, serta mengajak untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik balik dalam meningkatkan etos kerja, kolaborasi, dan loyalitas institusional.

“Halal Bi Halal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan medium strategis untuk membangun soliditas internal, memperkuat nilai kebersamaan, dan memperteguh komitmen kita dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I UMUS, Moh. Toharudin, M.Pd. yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya kegiatan sosial-keagamaan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan sinergi kelembagaan. Dalam perspektif manajerial, ia menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan semacam ini memiliki implikasi positif terhadap peningkatan kinerja, profesionalitas, serta kualitas layanan pendidikan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen FKIP UMUS untuk terus beradaptasi dengan dinamika pendidikan yang semakin kompleks, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan musafahah, di mana seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan dalam suasana penuh kehangatan. Doa bersama turut dipanjatkan sebagai bentuk harapan akan keberkahan, kelancaran, serta kemajuan bagi seluruh civitas akademika FKIP UMUS ke depan.

Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi bukti nyata bahwa harmonisasi hubungan interpersonal di lingkungan kampus memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Fakultas Teknik UMUS “Naik Level”: Bongkar Rahasia Kota Cerdas di Jakarta Smart City

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

JAKARTA – Dalam upaya memperkuat literasi teknologi dan kapasitas inovasi mahasiswa di era transformasi digital, Fakultas Teknik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kunjungan industri strategis ke Jakarta Smart City yang berlokasi di Balai Kota DKI Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh 62 mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Sipil, serta dipimpin langsung oleh Dr. Abdul Hamid yang didampingi oleh Ketua Program Studi Teknik Informatika dan Ketua Program Studi Teknik Sipil.

Kunjungan ini menjadi momentum akademik yang signifikan, karena mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga menyaksikan secara langsung praktik pengelolaan kota berbasis teknologi di DKI Jakarta sebagai representasi living laboratory konsep smart city di Indonesia.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendalami bagaimana pemanfaatan big data, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta teknologi sensor mampu mengintegrasikan sistem pelayanan publik dengan infrastruktur fisik secara efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa mendapatkan penguatan wawasan langsung dari Naufal selaku tenaga ahli Jakarta Smart City yang hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan secara komprehensif mengenai ekosistem smart city, mulai dari integrasi data lintas sektor, pemanfaatan Internet of Things (IoT), hingga strategi pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy) dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, banjir, dan pelayanan publik.

Dalam keterangannya, Dr. Abdul Hamid, MT menegaskan bahwa pembangunan kota cerdas mensyaratkan sinergi multidisipliner, khususnya antara teknik informatika dan teknik sipil. Mahasiswa Teknik Informatika diarahkan untuk memahami integrasi sistem digital, keamanan siber, serta analitik data dalam pelayanan publik, sementara mahasiswa Teknik Sipil mengkaji implementasi teknologi dalam manajemen transportasi, mitigasi bencana, dan penguatan infrastruktur adaptif. Sinergi ini mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan kota dari berbasis fisik menuju berbasis sistem dan data.

(HUMAS UMUS Brebes)

Selama kunjungan, mahasiswa juga berkesempatan mengamati operasional command center Jakarta Smart City yang memantau dinamika kota secara real-time. Berbagai inovasi yang dipaparkan meliputi integrasi layanan publik digital untuk mempercepat respons pemerintah, penerapan Internet of Things (IoT) dalam pemantauan lingkungan seperti sistem deteksi banjir, serta penggunaan analisis data untuk mendukung kebijakan publik berbasis bukti (data-driven policy). Selain itu, optimalisasi transportasi perkotaan melalui analitik data turut menjadi contoh konkret bagaimana teknologi berperan dalam meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset inovatif yang kontekstual dan aplikatif, serta memperkuat daya saing lulusan di tengah dinamika global. Fakultas Teknik UMUS berkomitmen untuk terus mengintegrasikan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga adaptif dan solutif.

Dengan berakhirnya kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu mentransformasikan wawasan yang diperoleh menjadi gagasan kreatif dalam proyek akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital nasional serta mewujudkan ekosistem kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan. 

Dosen Teknik Informatika UMUS Brebes Terpilih Menjadi Reviewer Nasional P2MW 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​BREBES – Program Studi Teknik Informatika (TI) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mencatatkan prestasi di kancah nasional melalui penetapan salah satu dosennya, Agyztia Premana, M.Kom., sebagai Reviewer Nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Hal ini dikonfirmasi setelah melalui serangkaian proses seleksi ketat yang dilakukan oleh kementerian terkait untuk menjaring tenaga ahli yang berkompeten.

Penunjukan ini merupakan posisi yang penting mengingat P2MW adalah inisiatif strategis pemerintah dalam mencetak wirausaha muda dari lingkungan perguruan tinggi. Sebagai seorang pendidik di bidang teknologi informasi, peran Agyztia akan sangat krusial dalam memberikan tinjauan teknis serta evaluasi terhadap proposal-proposal mahasiswa yang kini banyak menitikberatkan pada inovasi digital dan technopreneurship.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Secara teknis, tanggung jawab sebagai Reviewer Nasional meliputi penilaian kelayakan usaha, pemberian bimbingan metodologi pengembangan bisnis, hingga pengawasan implementasi dana hibah yang diberikan kepada mahasiswa. Kehadiran representasi dari UMUS Brebes dalam jajaran reviewer nasional ini mempertegas bahwa kualitas akademik dosen di daerah memiliki daya saing yang setara dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.

Capaian ini juga diharapkan membawa dampak internal bagi Universitas Muhadi Setiabudi, khususnya bagi mahasiswa Teknik Informatika, untuk lebih termotivasi dalam mengembangkan ide-ide kreatif yang solutif. Dengan adanya dosen yang terlibat langsung dalam proses kurasi nasional, transfer pengetahuan mengenai standar kualitas kewirausahaan nasional diharapkan dapat terserap dengan lebih baik di lingkungan kampus.

Amanah ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus memastikan bahwa program kewirausahaan mahasiswa berjalan sesuai dengan koridor inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Dosen FEB UMUS Brebes Lolos Seleksi Administrasi Calon Reviewer Nasional P2MW 2026

(Dok. Pribadi)

BREBES – Hendri Sucipto, M.Si., dosen dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, dinyatakan lolos seleksi administrasi calon reviewer nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026.

​Kabar tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi nomor 1034/DST/B2/DT.01.03/2026 tanggal 2 April 2026. Dari total 466 pendaftar se-Indonesia, Hendri Sucipto menjadi salah satu dari 311 peserta yang berhasil memenuhi kriteria administrasi untuk melaju ke tahap berikutnya.

​Lolosnya Hendri Sucipto dalam seleksi ini merupakan langkah penting bagi UMUS Brebes, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dalam memperkuat eksistensi dosen di kancah nasional. Sebagai tenaga pendidik di bidang manajemen, keterlibatan beliau sebagai calon reviewer nasional diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa di lingkungan kampus.

​Tahapan seleksi selanjutnya akan dilaksanakan secara daring. Pihak kementerian melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan akan mengirimkan rincian teknis dan jadwal kegiatan melalui email resmi peserta yang telah terdaftar.

​Program P2MW merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk mendorong lahirnya wirausaha muda di perguruan tinggi melalui pendampingan yang terstruktur. Peran seorang reviewer sangat sentral dalam melakukan penilaian dan pembinaan terhadap proposal usaha mahasiswa yang masuk.

​Partisipasi dosen UMUS dalam rekrutmen ini menunjukkan bahwa civitas akademika di daerah memiliki kompetensi yang bersaing untuk berkontribusi pada kebijakan dan program pendidikan tinggi di tingkat nasional. 

Gandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prodi Teknik Sipil UMUS Perkuat Riset Inovasi Material Bangunan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BOGOR – Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis riset melalui kunjungan industri strategis ke Badan Riset dan Inovasi Nasional di Bogor.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Teknik Sipil, M. Yunus, S.ST., M.T., serta diikuti oleh puluhan mahasiswa Fakultas Teknik sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman lapangan.

Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan pendekatan link and match antara dunia akademik dan lembaga riset nasional, khususnya dalam merespons dinamika perkembangan teknologi konstruksi yang semakin kompleks dan berbasis inovasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam keterangannya, M. Yunus menegaskan bahwa interaksi langsung dengan para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional merupakan bagian penting dari proses transformasi pembelajaran teknik sipil. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek teoretis, tetapi juga harus mampu memahami konteks aplikatif dari ilmu yang dipelajari.

“Mahasiswa perlu menyaksikan secara langsung bagaimana konsep mekanika teknik, rekayasa struktur, dan ilmu material diterjemahkan ke dalam riset berbasis teknologi tinggi. Hal ini penting untuk membentuk engineering mindset yang inovatif, adaptif, dan solutif,” ujarnya.

Selama kunjungan, delegasi UMUS melakukan observasi terhadap fasilitas laboratorium pengujian material dan struktur, serta berdiskusi dengan para peneliti terkait pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi material lokal yang memiliki potensi sebagai bahan bangunan ramah lingkungan dengan performa tinggi.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis antara UMUS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Beberapa agenda kolaboratif yang menjadi perhatian meliputi pengembangan riset bersama, pendampingan tugas akhir mahasiswa, serta peluang magang berbasis riset di lingkungan BRIN.

Adapun isu-isu strategis yang menjadi fokus dalam diskusi antara lain:

  • Inovasi Material Berbasis Limbah Industri sebagai alternatif campuran beton berkelanjutan
  • Rekayasa Struktur Tahan Gempa untuk mendukung pembangunan di wilayah rawan bencana
  • Standardisasi dan Sertifikasi Material guna menjamin mutu dan keamanan konstruksi nasional
  • Akselerasi Transformasi Akademik Fakultas Teknik

Dekan Fakultas Teknik UMUS memberikan apresiasi atas inisiatif Prodi Teknik Sipil dalam menjalin sinergi dengan lembaga riset nasional. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi akseleratif dalam meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dalam ekosistem industri dan riset.

“Kunjungan ini mencerminkan orientasi baru pendidikan tinggi yang tidak lagi bersifat teaching university semata, tetapi bergerak menuju research-based university yang adaptif terhadap tantangan global,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman empiris yang mampu memperkaya perspektif akademik mereka, sekaligus menjadi stimulus dalam mengembangkan ide-ide inovatif di bidang konstruksi. Jejaring yang terbangun juga menjadi modal sosial penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dengan demikian, kolaborasi antara UMUS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong lahirnya inovasi material bangunan yang berkelanjutan, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional di masa depan.

Halal Bihalal Civitas Akademika UMUS Brebes: Penguatan Nilai Spiritual dan Harmoni Kelembagaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Dalam suasana penuh kehangatan pasca Idulfitri 1447 H, civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan kohesi kelembagaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi, yang memberikan sambutan, tausiah, sekaligus memimpin doa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., jajaran wakil rektor, para dekan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan kampus.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sambutannya, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi menegaskan bahwa Halal Bihalal memiliki makna substansial sebagai upaya penyucian diri (tazkiyatun nafs) dan penguatan ukhuwah dalam kehidupan akademik. Ia menekankan bahwa kampus sebagai institusi pendidikan tinggi harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam praktik akademik dan kehidupan kelembagaan.

“Momentum Syawal ini hendaknya kita jadikan sebagai ruang introspeksi sekaligus rekonstruksi diri, agar seluruh civitas akademika mampu meningkatkan integritas, etos kerja, dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan berbasis nilai keislaman,” ungkapnya dalam tausiah yang sarat nilai reflektif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi,D.Kom.MM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal yang dinilai mampu mempererat silaturahmi dan membangun suasana harmonis di lingkungan kampus. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga soliditas dan kebersamaan antar elemen civitas akademika.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi musafahah (saling bersalaman) yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan keharuan. Momen ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang merefleksikan nilai luhur saling memaafkan dan memperkuat ikatan emosional di antara seluruh peserta.

Sebagai penutup, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi memimpin doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes agar senantiasa menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan humanis.

Melalui kegiatan ini, UMUS Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial di tengah dinamika tantangan global.

Membangun Resiliensi Digital: Langkah Strategis Prodi TI UMUS Perkuat Keamanan Siber Nasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Dalam upaya menyelaraskan kurikulum akademik dengan dinamika industri teknologi informasi yang kian kompleks, Program Studi Teknik Informatika (TI) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melakukan kunjungan strategis ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi ancaman keamanan siber di masa depan.

Ketua Program Studi Teknik Informatika UMUS, Bambang Irawan, menyatakan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga otoritas keamanan siber nasional menjadi krusial di era transformasi digital.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memahami bagaimana kedaulatan data nasional dijaga dan bagaimana standar keamanan siber diterapkan secara nyata di lapangan,” ujarnya.

Selama kunjungan tersebut, delegasi UMUS berkesempatan mendalami berbagai aspek krusial, mulai dari perlindungan infrastruktur informasi vital hingga pentingnya literasi keamanan siber bagi masyarakat luas. Hasil dari kunjungan ini akan diimplementasikan ke dalam pemutakhiran kurikulum prodi, sehingga lulusan TI UMUS memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Dekan Fakultas Teknik UMUS, Dr. Abdul Hamid, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kunjungan saja, tetapi dapat berlanjut pada program konkret seperti magang, riset bersama, hingga sertifikasi kompetensi mahasiswa di bidang keamanan siber,” ungkapnya.

Keamanan siber kini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan pilar penting dalam ketahanan nasional. Melalui sinergi dengan BSSN, Universitas Muhadi Setiabudi berkomitmen untuk:

  • Penguatan Kompetensi Lulusan: Mengintegrasikan standar operasional keamanan siber ke dalam praktikum mahasiswa.
  • Riset Kolaboratif: Membuka peluang penelitian bagi dosen dan mahasiswa terkait pengembangan algoritma kriptografi dan deteksi ancaman digital.
  • Pengabdian Masyarakat: Mengedukasi warga Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengenai pentingnya menjaga privasi data di ruang digital.

Kunjungan ini juga diikuti oleh jajaran pimpinan program studi di lingkungan Fakultas Teknik, di antaranya Ketua Program Studi Teknik Informatika serta Ketua Program Studi Teknik Sipil yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi dan penjajakan kerja sama lintas bidang.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadikan Universitas Muhadi Setiabudi sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang informatika, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian barat.

Dengan adanya kunjungan industri ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru dari kampus yang mampu berkontribusi dalam menjaga ruang siber Indonesia agar tetap aman dan produktif. “Tugas kita adalah memastikan bahwa teknologi yang kita kembangkan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” tutup Bambang Irawan selaku Kaprodi TI UMUS.

Gandeng Akademisi UMUS, Pemkab Brebes Susun Dokumen Lingkungan Strategis

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes memperkuat dasar kebijakan lingkungan hidup dengan melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra intelektual dalam penyusunan Dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD).

Rapat pendahuluan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Lantai 2 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang berbasis data dan analisis ilmiah.

​Kehadiran Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) yang diwakili oleh Prof. Pranoto menjadi unsur penting dalam memastikan dokumen yang disusun memiliki kedalaman substantif dan aplikatif. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini menjadi kunci agar SLHD tidak sekadar menjadi laporan rutin, melainkan instrumen pengambilan keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam rapat tersebut, pihak akademisi memberikan arahan penting mengenai delapan matra lingkungan yang harus menjadi prioritas penanganan di Kabupaten Brebes:

  • Keanekaragaman hayati. 
  • Kualitas air dan kualitas udara. 
  • Kondisi laut dan pesisir. 
  • Lahan dan hutan. 
  • Pengelolaan sampah dan limbah. 
  • Perubahan iklim serta risiko bencana.

Untuk membedah kompleksitas tantangan lingkungan di Brebes, akademisi mendorong penggunaan metodologi DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response). Pendekatan ini memungkinkan analisis yang holistik, sehingga dokumen SLHD nantinya tidak hanya menjawab apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga mengungkap alasan di baliknya serta solusi kebijakan yang diperlukan.  

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Meskipun terdapat target penyelesaian dokumen dalam waktu satu bulan, akademisi mengingatkan agar percepatan tersebut tidak mengorbankan kualitas data dan kedalaman analisis. Transformasi dari paradigma pelaporan kinerja menjadi gambaran kondisi lingkungan yang komprehensif menuntut koordinasi yang kuat antar Perangkat Organisasi Daerah (POD).

​Melalui kolaborasi transparan berbasis ilmu pengetahuan ini, diharapkan SLHD benar-benar menjadi pijakan kuat menuju Kabupaten Brebes yang lebih lestari dan berkelanjutan. 

Santuni Anak Yatim Civitas Akademika UMUS: Harmoni Kepedulian, Spirit Ramadhan, dan Momentum Ulang Tahun Ketua Yayasan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh segenap civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi momentum penguatan nilai-nilai kepedulian sosial, spiritualitas Ramadhan, serta silaturahmi antar unsur akademik dan yayasan.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Yayasan Muhadi Setiabudi, yaitu Bapak Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi, Ibu Hj. Ati Sri Subekti, Ibu Hj. Yanti Ria Anggraeni, serta Ibu Hj. Dian Ayu Merisawati. Kehadiran keluarga yayasan tersebut menambah kehangatan suasana, sekaligus menunjukkan komitmen kuat yayasan dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan kampus.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Turut hadir pula jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, S.Kom., M.M., serta Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., bersama para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anak-anak yatim yang menjadi penerima santunan.

Dalam rangkaian acara tersebut, Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi menyampaikan tausyiah Ramadhan yang sarat makna. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat nilai kepedulian, solidaritas sosial, serta kepekaan terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ia menyampaikan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan kemanusiaan.

“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan akhlak mulia. Menyantuni anak yatim adalah bagian dari pendidikan nilai kemanusiaan yang harus terus kita rawat,” tutur beliau dalam tausyiahnya yang disambut penuh khidmat oleh para hadirin.

Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, yang secara simbolis diserahkan langsung oleh jajaran rektorat bersama keluarga besar Yayasan Muhadi Setiabudi. Momen tersebut berlangsung penuh haru, ketika senyum kebahagiaan terpancar dari wajah para penerima santunan.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian intelektual, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

“Ramadhan mengajarkan kita tentang empati, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap civitas akademika UMUS dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat,” ungkapnya.

Menariknya, kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut juga diwarnai dengan momen istimewa. Di penghujung acara, seluruh hadirin memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Yayasan, Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi, yang bertepatan dengan hari kelahiran beliau pada momentum Ramadhan kali ini.

Dengan penuh kehangatan, civitas akademika UMUS bersama keluarga yayasan menyampaikan doa terbaik agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta terus menjadi inspirasi dalam memajukan dunia pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana pun berubah menjadi penuh haru dan kebahagiaan ketika para hadirin bersama-sama melantunkan doa, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan atas dedikasi beliau dalam membangun dan membesarkan Universitas Muhadi Setiabudi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah, yang semakin mempererat kebersamaan dan spiritualitas di antara seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai religius, sosial, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Civitas Akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes Berbagi Takjil Ramadhan: Wujud Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kebersamaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh segenap civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melalui kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kampus pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran rektorat, dosen, mahasiswa, serta pengurus organisasi kemahasiswaan LDK Nurul Ilmi UMUS.

Aksi sosial ini menjadi salah satu agenda Ramadhan yang tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas seremonial, tetapi juga sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara, serta masyarakat sekitar yang melintas di kawasan depan kampus.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kehadiran jajaran pimpinan universitas dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan akademik. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sosial yang konkret bagi mahasiswa untuk menumbuhkan karakter kepedulian, kebersamaan, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Rektor Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes merupakan bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial serta penguatan karakter kemanusiaan di lingkungan perguruan tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi momentum strategis bagi dunia pendidikan untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan akademik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki empati terhadap masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan kita tentang makna berbagi, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa kampus harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Sipil, Abdul Hamid, S.T., M.T., menilai bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membagikan makanan berbuka puasa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.

“Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi takjil ini, civitas akademika belajar bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan pembagian takjil ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan adanya aksi kepedulian tersebut. Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat citra perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dengan semangat Ramadhan yang penuh keberkahan, civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes berharap kegiatan berbagi ini dapat terus menjadi tradisi positif yang tidak hanya mempererat kebersamaan internal kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. 

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025