Universitas Muhadi Setiabudi

KSPM FEB UMUS Rayakan Dies Natalis ke-6: Wujud Konsistensi dalam Meningkatkan Literasi Pasar Modal di Kalangan Mahasiswa

Dalam semangat memperkuat literasi keuangan dan mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam pengembangan pasar modal, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar perayaan Dies Natalis ke-6, Senin 27 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk merefleksikan perjalanan panjang KSPM sebagai wadah pengembangan ilmu, praktik investasi, dan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

Didirikan sejak tahun 2019, KSPM FEB UMUS kini telah berkembang menjadi pusat kegiatan strategis di lingkungan fakultas, yang secara konsisten menyelenggarakan berbagai seminar, workshop, simulasi investasi, serta kolaborasi dengan lembaga industri keuangan nasional.

Perayaan Dies Natalis ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB UMUS, Bapak Dumadi, M.M., yang dalam sambutannya mengapresiasi semangat dan kontribusi KSPM dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang pasar modal.

“Enam tahun adalah bukti nyata bahwa KSPM FEB UMUS telah tumbuh sebagai organisasi pembelajaran yang produktif, kreatif, dan berkontribusi nyata terhadap penguatan literasi keuangan mahasiswa,” ujar Dumadi dalam sambutannya.

Keberhasilan KSPM FEB UMUS tidak lepas dari peran aktif pembina organisasi, Bapak Hendri Sucipto, M.Si., yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi agar kegiatan KSPM tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga aplikatif sesuai kebutuhan dunia industri keuangan.

Dengan mengusung tema “Meningkatkan Literasi Keuangan dan Peran Aktif Mahasiswa dalam Pengembangan Pasar Modal”, Dies Natalis ke-6 ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas anggota dalam memahami dinamika pasar modal serta peran strategis mahasiswa sebagai agen literasi keuangan di masyarakat.

Menurut Ketua Pelaksana, Kayla dari Program Studi Akuntansi, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah silaturahmi dan refleksi organisasi. Rangkaian acara meliputi seminar dan talkshow dengan narasumber praktisi pasar modal, pengumuman capaian dan prestasi KSPM, hingga sesi inspiratif bersama alumni.

Turut hadir Ketua KSPM pertama, A. Farizal, S.M., yang memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya pengalaman berorganisasi dalam membentuk profesionalisme dan jejaring di dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Upgrading Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) untuk memperkuat struktur dan kapasitas organisasi di tingkat program studi, yang turut didukung oleh jajaran pimpinan organisasi mahasiswa kampus.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi kemahasiswaan Universitas Muhadi Setiabudi, antara lain:

  • Ketua BEM Universitas, Rizalul Zikri
  • Ketua DPM Universitas, Ilma
  • Plt DPM FEB, Afi
  • Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rio

Kehadiran mereka memperkuat semangat sinergi antarlembaga kemahasiswaan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan progresif.

Dalam sambutannya, Ketua KSPM FEB UMUS, Gladi, mahasiswa Akuntansi semester 5, menegaskan komitmen KSPM untuk terus berinovasi dalam menciptakan kegiatan edukatif yang relevan dengan tantangan zaman.

“Kami akan terus menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk memahami pasar modal secara komprehensif, serta menjembatani teori akademik dengan praktik dunia nyata,” ujar Gladi.

Perayaan Dies Natalis ke-6 ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, kolaborasi, dan dedikasi dalam dunia pasar modal di kalangan mahasiswa FEB UMUS terus tumbuh dan berkembang.

Selamat Ulang Tahun yang ke-6 untuk KSPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi!
Semoga terus menjadi pelopor dalam pengembangan literasi pasar modal dan pendidikan ekonomi yang berdaya saing di tingkat nasional.

UMUS Berangkatkan Mahasiswa Perdana ke Taiwan untuk Program Magang Internasional

 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan langkah progresif dalam mewujudkan visi internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Program Magang Internasional.

Pada Minggu, 26 Oktober 2025, dua mahasiswa UMUS secara resmi diberangkatkan ke Evergreen Hotel, Taiwan, untuk mengikuti program magang luar negeri. Prosesi pemberangkatan berlangsung di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang.

Pemberangkatan mahasiswa kali ini didampingi langsung oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., serta Ibu Elsara selaku pendamping dari universitas.

Kehadiran pimpinan universitas dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMUS dalam memastikan kelancaran serta kesiapan mahasiswa sebelum berangkat ke negara tujuan.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa program magang internasional ini merupakan bentuk nyata dari upaya UMUS dalam memperluas jejaring kerja sama global dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di tingkat internasional.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja global, tetapi juga menjadi sarana penguatan karakter dan profesionalisme di kancah internasional.

Program magang ini menjadi pemberangkatan perdana bagi mahasiswa UMUS ke Taiwan. Ke depan, universitas telah merencanakan gelombang pemberangkatan berikutnya ke berbagai perusahaan mitra di Taiwan, seperti di bidang logistik, laundry, dan perhotelan. Hal ini sejalan dengan komitmen UMUS untuk memperluas partisipasi mahasiswa dalam program magang internasional lintas sektor industri.

Kepala Bagian Kemahasiswaan, Agiesta Premana, M.Kom., menambahkan bahwa program ini juga merupakan implementasi dari kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), khususnya pada aspek magang dan studi independen berskala internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMUS diharapkan dapat mengasah kompetensi praktis, kemampuan adaptasi, serta wawasan global yang sangat dibutuhkan dalam era kompetisi global saat ini.

Sementara itu, Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pendampingan langsung pada pemberangkatan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan mahasiswa secara mental dan administratif. Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menjadi duta akademik yang membawa semangat unggul, beretika, dan berintegritas selama mengikuti program magang di luar negeri.

Pemberangkatan ini menjadi momentum penting bagi UMUS dalam memperkuat reputasinya sebagai universitas yang berorientasi pada mutu, relevansi global, dan pengembangan karier mahasiswa. Melalui langkah ini, UMUS Brebes berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga berdaya saing di tingkat internasional.

UMUS Brebes Raih Prestasi di Ajang Lomba Lintas Alam Bhumi Wijaya Kusuma 2025

Tiga mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, yakni Moh. Adin Maulana, Samsul Ma’arif, dan Yusdi Nugraha, bersama tiga anggota Karang Taruna Brebes berhasil mengharumkan nama kampus dalam ajang Lomba Lintas Alam Bhumi Wijaya Kusuma 2025 yang digelar di Kabupaten Cilacap baru baru ini.

Dengan tema “Meniti Semesta, Menjaga Ibu Pertiwi,” kegiatan ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk meneguhkan semangat cinta alam, solidaritas, serta kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh berbagai komunitas dan perguruan tinggi dari seluruh Pulau Jawa. Para peserta diuji ketangguhan fisik, kekompakan tim, serta kemampuan membaca medan dalam rute yang menantang — mulai dari jalur hutan, sungai, hingga perbukitan. Dalam kompetisi tersebut, tim UMUS Brebes tampil tangguh dan penuh semangat hingga akhirnya meraih penghargaan Juara Best Kategori Regu.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMUS Brebes tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan yang menumbuhkan karakter, kerja sama, dan kepedulian sosial terhadap alam.

Dalam dokumentasi kegiatan, Moh. Adin Maulana, Samsul Ma’arif, dan Yusdi Nugraha tampak berdiri dengan penuh kebanggaan di depan panggung kemenangan, memegang piala sebagai simbol perjuangan dan dedikasi mereka terhadap bumi. Gestur dan ekspresi mereka menggambarkan semangat juang dan penghormatan kepada alam, seolah menyampaikan pesan bahwa menjaga bumi bukan sekadar tindakan, melainkan panggilan jiwa.

Salah satu anggota tim, Moh. Adin Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar tentang arti perjuangan dan solidaritas.

“Kami merasa bangga bisa membawa nama UMUS Brebes ke ajang nasional ini. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini mengajarkan kami tentang pentingnya mencintai dan menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral kita,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kampus memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih mahasiswa tersebut. Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan positif yang mengasah karakter, kepemimpinan, serta kepekaan sosial.

Melalui kegiatan seperti Lomba Lintas Alam Bhumi Wijaya Kusuma, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan komitmen untuk menjaga keberlanjutan bumi, sejalan dengan nilai-nilai intelektual dan humanistik yang dijunjung tinggi oleh UMUS Brebes.

Mahasiswa Agribisnis UMUS Brebes Terapkan Teknologi Pasca Panen, Dukung Pertanian Modern

Upaya nyata dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Brebes ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Pada Senin, 20 Oktober 2025, mereka turun langsung ke area persawahan untuk melaksanakan praktikum mata kuliah Pangan dan Teknologi Pasca Panen, dengan fokus pada penerapan teknologi panen modern.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa ini melibatkan praktik penggunaan mesin panen kombinasi (combine harvester) yang berfungsi ganda sebagai pemotong, perontok, dan pemilah gabah. Mesin ungu yang terlihat dalam foto menjadi simbol efisiensi yang ditawarkan teknologi ini, mampu memangkas waktu panen secara signifikan dibanding metode tradisional.

Dalam suasana yang penuh semangat dan di bawah langit mendung, para mahasiswa, didampingi dosen, antusias berinteraksi dengan mesin panen tersebut. Kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Brebes, Ir. M. Furqon Amperawan, M.P, tampak bersama mereka.

Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kehilangan hasil panen, sebuah kontribusi penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Kepala Program Studi Agribisnis UMUS, Khusnul Khotimah, S.P., M.Sc. dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen prodi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai aspek manajerial agribisnis, tetapi juga piawai dalam penguasaan dan penerapan teknologi di tingkat petani.

“Penerapan combine harvester adalah salah satu solusi untuk menjawab tantangan kelangkaan tenaga kerja panen dan juga menekan biaya operasional. Mahasiswa kami harus menjadi agen perubahan yang membawa inovasi ini langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme tampak jelas dari raut wajah mahasiswa dan dosen yang berpose bersama di tengah hamparan sawah yang baru dipanen. Penggunaan teknologi pasca panen seperti combine harvester diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani lokal untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi post-harvest loss, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi UMUS dalam mendukung pertanian maju dan mandiri. 

Universitas Muhadi Setiabudi Wisuda 256 Lulusan, Cetak Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menggelar upacara wisuda ke-9 pada hari Kamis, 23 Oktober 2025. Sebanyak 256 wisudawan dari berbagai program studi dikukuhkan, menandai komitmen UMUS dalam mencetak sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak, dan siap bersaing di kancah global.

Acara wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk pendiri dan Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi, Dr. (Hc) H. Muhadi Setiabudi bersama Ibu. Turut hadir pula anggota keluarga yayasan, IHj. Yanti Anggraeni, S.E., M.M dan IHj. Dian Ayu Merisawati, S.E., M.M.

Kehadiran perwakilan instansi pemerintah dan mitra juga memperkuat acara tersebut. Bupati Brebes diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Caridah, M. Pd. Selain itu, hadir pula perwakilan dari unsur TNI dan Polri, yakni Kapolres diwakili Kapolsek dan Kodim Brebes diwakili Kasdim.

Kolaborasi antar perguruan tinggi diwakili oleh Dr. apt Heru Nurcahyo, S.Farm, M.Sc, Dekan Sekolah Vokasi dari Universitas Harapan Bersama (Harber), serta Wakil Direktur 2 PKTJ, Sugianto. Sejumlah mitra perbankan seperti Bank BRI, Bank BSI, dan Bank BJB juga turut memberikan dukungan.

Dalam laporannya, total wisudawan yang dikukuhkan mencapai 256 orang, yang berasal dari 10 program studi .

Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi, dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya.

“Alhamdulillah, Wisuda ke-9 Universitas Muhadi Setiabudi Brebes menjadi bukti nyata komitmen kita dalam mencetak generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para wisudawan, “Selamat kepada seluruh wisudawan atas kerja keras dan perjuangannya. Teruslah berkarya, berkontribusi, dan menjaga nama baik almamater tercinta.”

Sementara itu, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom, M.M, mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan.

“Wisuda bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian. Lulusan UMUS harus siap menghadapi tantangan global dengan ilmu, iman, dan karakter kuat,” tegasnya.
Rektor juga memberikan motivasi penutup, “Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan — banggakan almamater dengan karya dan prestasi.”

Dengan bertambahnya 256 alumni baru, UMUS Brebes optimis lulusannya akan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa, siap menghadapi tantangan global dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat.

Pelatihan SDM Koperasi Sawit Hadirkan Guru Besar UMUS Brebes, Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para supervisor Koperasi Usaha Mulya Medang Sari, Kalimantan Tengah, yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Pemalang, merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme di sektor perkebunan kelapa sawit.

Dengan menghadirkan Guru Besar Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, serta perwakilan ICMI Setya Teguh Yuwana sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan perspektif akademik dan praktis yang sangat relevan terhadap tantangan di lapangan.

Fokus pelatihan yang menyoroti aspek pasca panen dan replanting kelapa sawit menjadi sangat penting, mengingat kedua tahapan ini berperan langsung terhadap produktivitas, keberlanjutan, dan kualitas hasil perkebunan. Melalui materi yang komprehensif, peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang teknik pengelolaan tandan buah segar pasca panen yang efisien serta strategi replanting yang ramah lingkungan dan berorientasi pada hasil jangka panjang.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi melalui wadah ICMI menunjukkan sinergi positif dalam upaya penguatan kapasitas SDM di daerah.

Keberhasilan pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya kegiatan lanjutan—sebagai tahap kedua dari rangkaian program pengembangan SDM—dengan cakupan materi yang lebih luas dan pendalaman teknis yang lebih terarah.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat kelembagaan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di sektor perkebunan kelapa sawit. Sinergi antara ICMI, UMUS, dan Koperasi Usaha Mulya Medang Sari layak diapresiasi dan terus dikembangkan demi tercapainya kemandirian serta keberlanjutan usaha perkebunan di Kalimantan Tengah.

Universitas Muhadi Setiabudi Lolos KMI Expo XVI 2025 dengan Inovasi Minuman Bunga Telang

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meloloskan tim mahasiswanya sebagai peserta pameran dan presentasi KMI Award dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI Tahun 2025.

Kepastian ini didapatkan setelah adanya surat pengumuman resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktisains) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tertanggal 17 Oktober 2025.

Berdasarkan daftar peserta yang lolos, kelompok usaha dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) yang berhasil terpilih adalah TELANGTEA dengan produk inovatifnya: “Telangtea Powder Inovasi Minuman Sehat dan Praktis Berbahan Dasar Bunga Telang dengan Beragam Varian Rasa”.

(Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Inovasi ini menunjukkan komitmen UMUS dalam mendorong mahasiswa untuk menciptakan produk wirausaha yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memiliki nilai kesehatan dan kepraktisan.

Bunga telang sendiri dikenal kaya akan manfaat kesehatan, dan TELANGTEA berhasil mengolahnya menjadi produk serbuk minuman yang mudah dikonsumsi dengan variasi rasa yang menarik.

Siap Berlaga di Universitas Tidar

Dengan kelulusan ini, tim TELANGTEA UMUS berhak mengikuti rangkaian kegiatan KMI Expo XVI dan berkompetisi dalam ajang KMI Award yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-21 November 2025 di Universitas Tidar, Kota Magelang.

Perguruan tinggi yang kelompok usahanya telah dinyatakan lolos diwajibkan untuk segera melakukan pendaftaran ulang melalui laman resmi Kesejahteraan Kemendikbudristek, mengisi Surat Kesanggupan mengikuti KMI Expo XVI 2025, serta mengunggah data kelompok usaha paling lambat tanggal 12 November 2025.

Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi seluruh sivitas akademika UMUS untuk terus mengembangkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dari Brebes mampu bersaing dan berinovasi di kancah nasional.

Monitoring dan Evaluasi Hibah Penelitian Tahun Anggaran 2025 DPPM Kemdiktisaintek: Dorong Kualitas Riset dan Inovasi Akademik

Direktorat Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Senin, 20 Oktober 2025, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Penelitian Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari upaya memastikan mutu, relevansi, dan capaian luaran penelitian dosen penerima pendanaan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan pelaksanaan penelitian serta memberikan masukan konstruktif bagi peneliti dalam menyempurnakan hasil risetnya.

Monitoring dan evaluasi tahun ini menghadirkan dua pakar akademik sebagai tim pemonev, yaitu Prof. Dr. Edy Suprianto, S.E., M.Si., Akt. dan Prof. Dr. Mutamimah, S.E., M.Si. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, serta berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas riset perguruan tinggi di Indonesia.

Evaluasi Skema Penelitian Fundamental Reguler

Dalam kegiatan monev, beberapa penelitian yang berasal dari Skema Penelitian Fundamental Reguler dipresentasikan oleh para dosen penerima hibah. Skema ini berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dasar yang menjadi fondasi bagi riset-riset terapan di masa depan. Adapun peneliti yang mengikuti sesi evaluasi dalam skema ini antara lain:

1. Andi Yulianto
2. Ghufroni
3. Suci Nur Utami
4. Azizah Indriyani
5. Hany Uswatun Nisa
6. Atikah Mumpuni
7. Prasetyo Yuli Kurniawan

Para peneliti memaparkan progres capaian penelitian, termasuk metodologi, hasil sementara, kendala yang dihadapi, serta rencana penyelesaian luaran sesuai target. Tim pemonev memberikan sejumlah masukan strategis terkait peningkatan kualitas analisis data, relevansi publikasi ilmiah, dan peluang paten hasil riset.

Evaluasi Skema Penelitian Dosen Pemula

Selain itu, kegiatan monev juga mencakup evaluasi untuk Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang ditujukan bagi dosen yang baru memulai karier risetnya. Skema ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kapasitas penelitian dosen muda agar mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan.

Adapun para peneliti yang termasuk dalam skema PDP tahun 2025 yaitu:

  1. Tri Linda Antika
  2. Khusnul Khotimah
  3. Fitriana Kartika Sari
  4. Akbar Nuur Purnama Darma Wahana
  5. Hendri Sucipto
  6. Mohammad Jusuf Randi

Dalam presentasinya, para dosen pemula menyampaikan kemajuan penelitian dan strategi penyelesaian luaran sesuai jadwal. Tim pemonev memberikan arahan mengenai pentingnya penyusunan metodologi yang lebih sistematis, penguatan referensi ilmiah terkini, serta strategi publikasi pada jurnal bereputasi.

Komitmen Peningkatan Kualitas Penelitian

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Edy Suprianto menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar mekanisme administratif, melainkan sarana penting untuk meningkatkan mutu riset di perguruan tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi para peneliti untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi riset mereka terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Mutamimah menambahkan bahwa penguatan ekosistem riset memerlukan sinergi antara peneliti, institusi, dan pemerintah. “Pendampingan yang berkelanjutan melalui monev akan membantu peneliti memaksimalkan potensi risetnya, baik dalam bentuk publikasi, inovasi, maupun hilirisasi hasil penelitian,” ungkapnya.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Hibah Penelitian Tahun Anggaran 2025 ini menegaskan komitmen DPPM Kemdiktisaintek dalam mendorong terciptanya riset-riset berkualitas tinggi yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga nilai strategis bagi pembangunan nasional. Melalui sinergi antara peneliti dan tim pemonev, diharapkan luaran penelitian dapat tercapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Brebes Garap Proyek Sampah Rp 4,4 Triliun, Libatkan Pakar UMUS Kembangkan Biogas dan Kemandirian Desa

 Pemerintah Kabupaten Brebes mengambil langkah ambisius dalam mengatasi persoalan sampah dengan merencanakan pembangunan pabrik pengolahan sampah senilai Rp 4,4 triliun.

Proyek kolosal ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes dengan pihak swasta, PT TRIBALIV, dan dirancang sebagai solusi strategis yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Inti dari proyek ini adalah penerapan Sistem Biogas sebagai teknologi utama pengolahan sampah. Untuk menjamin landasan ilmiah yang kuat dan mempercepat implementasi, Pemkab Brebes melibatkan pakar dari dunia akademik.

Salah satu tokoh sentral dalam kolaborasi ini adalah Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, seorang Ahli Lingkungan dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Prof. Pranoto dan timnya akan berkolaborasi dengan Guru Besar Bio Molekul dari Universitas Airlangga Surabaya dalam pengembangan dan pendampingan teknologi biogas.

Keterlibatan UMUS ini menggarisbawahi komitmen Pemkab Brebes untuk mengintegrasikan keahlian lokal dalam proyek energi terbarukan ini.

ESEM_UMUS: Solusi Sampah di Daerah Terpencil Berbasis Pemberdayaan

Menyadari bahwa pabrik utama mungkin sulit menjangkau wilayah terpencil, Prof. Pranoto dan UMUS turut mengembangkan model solusi unik yang diberi nama EDU-SEMESTA UMUS (ESEM_UMUS). Model ini dirancang khusus untuk pemberdayaan dan edukasi masyarakat, memfokuskan pengolahan sampah sesuai karakteristik lokal dan potensi ekonomi desa.

“ESEM_UMUS adalah upaya membawa solusi pengelolaan sampah langsung ke tingkat desa, menjadikannya bagian dari kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Prof. Pranoto.

Model ESEM_UMUS memiliki dua inovasi utama yang menjadi percontohan:
• Pengolahan Sampah Organik (PAS-PROBIOTIK): Sampah organik diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik menggunakan teknologi probiotik yang ramah lingkungan dan sangat aplikatif di tingkat desa.
• Pengolahan Sampah Anorganik: Sampah plastik dikonversi menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara Pertalite. Teknologi konversi ini berpotensi besar memperkuat kemandirian energi di tingkat lokal.

Desa Dukuhjeruk Jadi Pilot Project Kemandirian Sampah

Desa Dukuhjeruk, Kecamatan Banjarharjo, telah dipilih sebagai lokasi percontohan (pilot project) untuk implementasi model ESEM_UMUS. Di desa ini, akan dilakukan implementasi teknologi PAS-Probiotik, pengolahan plastik menjadi BBM skala desa, serta kegiatan edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan komunitas. Hasil dari percontohan ini akan menjadi dasar penyusunan model replikasi yang berkelanjutan untuk diterapkan di desa-desa lain di Brebes.

Gabungan antara pembangunan pabrik pengolahan sampah senilai Rp 4,4 triliun dan implementasi ESEM_UMUS di daerah terpencil diharapkan menghasilkan solusi komprehensif. Selain mengatasi pencemaran, proyek ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, mencapai kemandirian energi lokal, dan meningkatkan ekonomi sirkular di Kabupaten Brebes.

UMUS Brebes Gelar Serah Terima Mahasiswa Baru Jalur KIP Kuliah Aspirasi Partai Golkar: Wujud Nyata Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui kegiatan Serah Terima Mahasiswa Baru Jalur KIP Kuliah dari Aspirasi Partai Golkar Pusat. Program ini merupakan hasil inisiatif dan dukungan dari H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si, anggota DPR RI Komisi X, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak bangsa.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 6 Oktober 2025, di Kampus UMUS Brebes ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya dr. Dewa Taruna Nugraha, dokter RSUD Kabupaten Brebes, serta jajaran pimpinan universitas: Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, M.Kom, dan Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. yang juga memberikan sambutan mewakili Rektor UMUS.

Turut hadir Kepala PMB UMUS Hendri Sucipto, M.M., Bagian Kemahasiswaan Agiesta Premana, M.Kom, Dekan Fakultas Teknik Dr. Abdul Hamid, M.T., serta perwakilan dari Bank Tabungan Negara (BTN) selaku mitra penyalur dana bantuan KIP Kuliah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa program KIP Kuliah ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dalam memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Indonesia.

“UMUS berkomitmen untuk menjadi kampus yang inklusif, yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan sosial. Program KIP Kuliah ini menjadi jembatan bagi banyak anak daerah untuk meraih mimpi tanpa dibatasi faktor ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si. menyampaikan apresiasi kepada UMUS Brebes atas dukungannya dalam menyalurkan program aspirasi ini.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak bangsa yang gagal kuliah karena persoalan ekonomi. Melalui KIP Kuliah aspirasi ini, kami berharap UMUS dapat terus melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis daftar mahasiswa penerima KIP Kuliah aspirasi kepada pihak universitas serta sesi foto bersama. Suasana penuh semangat dan haru mewarnai momen tersebut, mencerminkan tekad bersama dalam memajukan pendidikan yang berkeadilan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMUS Brebes kembali menegaskan posisinya sebagai kampus penggerak pemerataan pendidikan tinggi di wilayah Pantura dan Jawa Tengah, sejalan dengan visi universitas untuk membangun sumber daya manusia unggul di era digital dan global. 

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025