Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Brebes Fasilitasi Seleksi Aparat Desa Luwungragi: Sinergi Akademik dan Pemerintahan Desa untuk Tata Kelola yang Profesional

LP3M UMUS Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui kegiatan seleksi terbuka calon aparat Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui kegiatan seleksi terbuka calon aparat Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Kegiatan strategis ini dilaksanakan langsung di lingkungan kampus UMUS sebagai wujud nyata kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintahan lokal.

Seleksi yang digelar diikuti oleh puluhan peserta yang telah lolos tahapan administrasi sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, peserta harus melewati tiga tahapan penting: tes pengetahuan umum, keterampilan komputer, dan wawancara mendalam. Ketiga komponen tersebut dirancang untuk menilai kesiapan calon aparat desa baik dari sisi kognitif, teknis, maupun interpersonal.

Ketua Panitia Seleksi, Drs. Achmad Fatawi, menekankan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. “Kami mengedepankan prinsip fairness. Setiap peserta diberikan ruang untuk menunjukkan kapasitasnya secara maksimal,” ungkapnya.

Ketua LP3M UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. “Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk turut membina desa-desa dalam menjaring SDM yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab dinamika pembangunan desa masa kini,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., MM., menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang dibangun antara kampus dan pemerintah desa. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran UMUS sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“Kami menyambut baik keterlibatan UMUS dalam proses seleksi ini sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang berbasis kompetensi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat direplikasi di desa-desa lain, sehingga universitas hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial,” tegas Dr. Roby.

Pelaksanaan seleksi di kampus UMUS juga memberi nilai tambah dari sisi lingkungan penilaian yang kondusif dan berbasis akademik, dengan dukungan fasilitas kampus yang modern dan representatif. Hadir dalam kegiatan ini unsur-unsur penting seperti Pemdes Luwungragi, Camat Bulakamba, perwakilan Polsek dan Koramil setempat, serta tim teknis dari LP3M UMUS.

Pemerintah Desa Luwungragi menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyatakan harapannya agar hasil seleksi dapat menghasilkan aparat desa yang memiliki integritas tinggi serta mampu mengakselerasi pembangunan desa secara partisipatif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes menegaskan posisi strategisnya sebagai mitra aktif pemerintah desa dalam menciptakan tata kelola desa yang adaptif, kompeten, dan berbasis nilai-nilai akademik

UMUS Jalin Kolaborasi Strategis di Desa Dukuh Jeruk: Wujudkan EDU-SEMESTA untuk Pemberdayaan Berkelanjutan

Rombongan UMUS Brebes melakukan kunjungan resmi ke Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pada awal Juni 2025. (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperluas jangkauan program pemberdayaan berbasis pendidikan tinggi dengan melakukan kunjungan resmi ke Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pada awal Juni 2025. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat desa melalui inisiatif unggulan EDU-SEMESTA UMUS (Edukasi dan Pemberdayaan untuk Semesta Berkelanjutan).

Hadir dalam rombongan UMUS antara lain Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc. (Guru Besar UMUS), Dumadi, M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS), serta Dr. Sutikno (Ketua Program Studi Magister Manajemen FEB UMUS). Kunjungan ini tidak hanya menjadi forum silaturahmi akademik, tetapi juga sebagai momentum strategis dalam menjajaki potensi kerja sama lintas sektor.

EDU-SEMESTA UMUS merupakan model inovatif pengabdian masyarakat berbasis pendidikan, teknologi tepat guna, dan pelestarian lingkungan. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan lokal dengan solusi global, seperti ketahanan pangan, pengembangan agrowisata, dan pengelolaan sampah terpadu. Semua itu sejalan dengan misi UMUS dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“EDU-SEMESTA bukan hanya program pengabdian, tetapi juga gerakan sosial berbasis ilmu pengetahuan untuk membangun desa secara berkelanjutan,” ujar Prof. Pranoto dalam sambutannya.

Selain memperkenalkan program EDU-SEMESTA, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan penjajakan awal terkait rekrutmen calon mahasiswa Program Sarjana dan Magister dari kalangan masyarakat Desa Dukuh Jeruk dan sekitarnya. Hal ini menjadi bagian dari upaya UMUS untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi warga desa yang memiliki potensi besar namun terkendala akses informasi dan fasilitas.

Kepala Desa Dukuh Jeruk menyambut hangat kedatangan tim UMUS dan menyatakan dukungannya atas kerja sama ini. “Kami sangat antusias dengan rencana kolaborasi ini. Harapannya, masyarakat desa dapat lebih dekat dengan dunia pendidikan tinggi dan memperoleh manfaat nyata dari keberadaan UMUS di wilayah Brebes,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan langkah konkret tim UMUS dalam mengembangkan EDU-SEMESTA.

“Saya mengapresiasi kunjungan tim dosen ke Desa Dukuh Jeruk sebagai bentuk nyata dari komitmen UMUS untuk hadir bersama masyarakat. Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pendekatan berbasis lokalitas dan keberlanjutan,” ungkap Dr. Roby.

Kolaborasi antara UMUS dan Pemerintah Desa Dukuh Jeruk ini diharapkan menjadi model kemitraan yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama dalam konteks penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan visi transformatif, UMUS membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang hadir tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat menjembatani harapan, pengetahuan, dan masa depan yang lebih baik bagi semua

Civitas Akademika UMUS Brebes Laksanakan Pemotongan Sapi dan Kambing: Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Penyembelihan hewan kurban sapi di kampus UMUS Brebes. (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban di lingkungan kampus.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai keislaman sekaligus penguatan solidaritas sosial di kalangan civitas akademika UMUS.

Pada kesempatan tersebut, telah disembelih 1 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang merupakan hasil gotong royong sivitas kampus.

Kegiatan diawali dengan istighosah dan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Moh Toharudin, dihadiri oleh Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, M.Kom., Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, PhD ., serta para dekan dan jajaran fakultas, mahasiswa LDK Nurul Ilmi, serta tak ketinggalan ketua panitia qurban tahun ini dari DKM Nurul Ilmi Bapak Ghufroni, M.Pd.

Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Idul Kurban di UMUS bukan hanya sebatas pelaksanaan ibadah, tetapi juga merupakan sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan kepedulian sosial antar seluruh elemen kampus.

 “Idul Kurban adalah momen penting bagi kita untuk merefleksikan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial,” ujar Dr. Roby.

“Di UMUS Brebes, kegiatan ini menjadi wahana untuk memperkuat ikatan silaturahmi antara dosen, karyawan, dan mahasiswa,” tambahnya.

Daging hasil penyembelihan kurban dibagikan kepada warga kampus serta masyarakat sekitar lingkungan UMUS sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat yang luas, serta menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama,” tambah Dr. Roby.

Kegiatan ini mempertegas peran UMUS sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga berkomitmen dalam membina nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

UMUS Berkontribusi dalam Pemantauan Hewan Kurban: Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Jaminan Kesehatan dan Kehalalan

UMUS Brebes menunjukkan kiprah akademiknya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pemantauan hewan kurban. (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menunjukkan kiprah akademiknya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pemantauan hewan kurban.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara UMUS dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, dengan tujuan memastikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini memenuhi standar kesehatan hewan, kesejahteraan hewan, serta prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan UMUS, Yan El Rizal, M.Sc., dalam keterangannya di Gedung Fakultas pada Kamis (6/06), menegaskan bahwa pelibatan mahasiswa sebagai relawan petugas pemantau hewan kurban merupakan langkah konkret institusi pendidikan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

“Pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban kali ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes menggandeng Prodi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS untuk turut serta dalam pemantauan, mulai dari lokasi penjualan hingga tempat pemotongan, khususnya di luar Rumah Potong Hewan (RPH),” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan teknis dan pengawasan terhadap pelaksanaan kurban yang sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat veteriner dan syariat Islam.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Abdul Bashar, M.TP., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak hanya bersifat partisipatif, namun juga edukatif. “Ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung di lapangan. Mahasiswa mengimplementasikan materi perkuliahan, khususnya pada mata kuliah Pengolahan Daging dan Susu serta Manajemen Pangan Halal, untuk menjamin pelaksanaan penyembelihan yang sesuai syariat, prinsip kesejahteraan hewan, dan standar sanitasi distribusi daging,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman empiris yang sangat relevan dengan kompetensi keilmuan dan profesionalisme mahasiswa dalam bidang pangan, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan nyata di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, drh. Ismu Subroto, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan hewan kurban tahun ini melibatkan tim lintas sektor yang terdiri dari staf bidang peternakan, tenaga UPT Puskeswan, serta mahasiswa Prodi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS.

“Tim akan diterjunkan ke 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes untuk melaksanakan pendataan dan pemeriksaan hewan kurban secara menyeluruh,” ujarnya dalam Apel Akbar Juleha yang turut dihadiri Dandim 0713/Brebes dan peserta Bimtek Juru Sembelih Halal (Juleha).

Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah ini, diharapkan kualitas pelaksanaan kurban dapat semakin terjamin, tidak hanya dari aspek religius dan sosial, namun juga dari aspek ilmiah dan teknis yang mendukung prinsip kesehatan masyarakat dan keamanan pangan nasional. 

Mahasiswa UMUS Brebes dari PALAMUST Turut Sukseskan Aksi “Mageri Segoro” Bersama Gubernur Jateng

Aksi tanam mangrove dalam kegiatan “Mageri Segoro” yang digelar di Pantai Randusanga, Brebes, pada Kamis (5/6). (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat antusias mengikuti aksi tanam mangrove dalam kegiatan “Mageri Segoro” yang digelar di Pantai Randusanga, Brebes, pada Kamis (5/6). Kegiatan ini berlangsung serentak di 17 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.

Aksi ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, DPRD, komunitas, pelajar, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM PA) PALAMUST turut ambil bagian aktif dalam kegiatan ini.

Dengan mengenakan atribut khas pecinta alam, para anggota PALAMUST bersama ratusan peserta lainnya menanam pohon mangrove sebagai bentuk nyata perlawanan terhadap abrasi dan kerusakan lingkungan pesisir. Aksi ini bukan sekadar simbolik, tetapi juga cerminan semangat generasi muda dalam mendukung solusi berkelanjutan untuk isu lingkungan hidup.

Ketua PALAMUST, Yusdi Nugraha, menyampaikan bahwa keterlibatan komunitasnya dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk terjun langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.

“Kami percaya bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai generasi penerus. Melalui kegiatan ini, kami ingin menginspirasi lebih banyak anak muda untuk peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Pihak kampus UMUS Brebes melalui perwakilan yang hadir di lokasi menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam “Mageri Segoro” merupakan implementasi dari visi Kampus Berdampak. Kampus didorong untuk tidak hanya melahirkan lulusan berkualitas, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan dalam menyelesaikan persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya mengejar publikasi atau peringkat global. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan pengabdian UMUS Brebes untuk lingkungan,” ujar perwakilan kampus.

Partisipasi UKM PALAMUST dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain mencerminkan semangat pengabdian mahasiswa, keikutsertaan ini turut memperkuat citra perguruan tinggi sebagai pendorong perubahan sosial yang positif.

“Mageri Segoro” menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis lintas generasi, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga laut, pesisir, dan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

UMUS Brebes Gagas PUI Jalawastulogi, Perkuat IPTEK Berbasis Budaya Lokal

Dr. Roby Setiadi bersama Staf Ahli Rektor UMUS, Prof. Dr. Pranoto, dan Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus progresif yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal. Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., UMUS merancang pendirian Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Jalawastulogi, sebuah wadah integratif antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan lokal.

PUI Jalawastulogi digagas sebagai pusat kajian dan pengembangan yang berbasis nilai-nilai budaya masyarakat Nusantara, khususnya dari wilayah Brebes dan sekitarnya. “Kami ingin menjadikan Jalawastulogi bukan sekadar pusat penelitian, tetapi juga simpul peradaban lokal yang mampu bersaing dalam kancah nasional dan global,” ujar Dr. Roby dalam pernyataan resminya.

Sebagai langkah awal yang strategis, Dr. Roby Setiadi bersama Staf Ahli Rektor UMUS, Prof. Dr. Pranoto, dan Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali inspirasi dan praktik terbaik dalam tata kelola, program kerja, dan keberlanjutan pusat unggulan berbasis kebudayaan.

“Kami banyak belajar dari pengalaman UNS dalam mengelola Javanologi sebagai pusat unggulan nasional. Harapannya, Jalawastulogi bisa tumbuh sebagai PUI yang adaptif, inovatif, dan tetap menjunjung akar tradisi,” kata Prof. Pranoto.

Prof. KP Sahid Hadinagoro, PhD, Ketua PUI Javanologi UNS, menyambut baik inisiatif UMUS Brebes. “Kami sangat mengapresiasi visi UMUS dalam mendirikan PUI Jalawastulogi. Ini adalah langkah maju yang signifikan untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal. Javanologi siap berbagi pengalaman dan berkolaborasi dengan Jalawastulogi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan budaya dan ilmu pengetahuan di Indonesia,” ujarnya

Kunjungan ini juga membahas potensi kerja sama antara UMUS dan UNS dalam bidang riset, publikasi, pertukaran akademik, dan pengembangan kebijakan kebudayaan.

foto bersama Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon

Momentum kunjungan kerja Rektor UMUS ke Surakarta dimanfaatkan secara optimal oleh Dr. Roby Setiadi untuk bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, S.S., yang saat itu tengah menghadiri acara kebudayaan di kota tersebut.

Pertemuan ini menjadi sarana strategis untuk mendapatkan dukungan moral dan kelembagaan dari pemerintah pusat, serta menjalin kolaborasi antara perguruan tinggi, kementerian, dan komunitas lokal. “Nantinya, kami berencana mengundang Dr. Fadli Zon sebagai penasihat kehormatan dalam pengembangan PUI Jalawastulogi. Pak Fadli adalah figur nasional yang punya kepedulian besar terhadap kebudayaan lokal. Kami berharap beliau bisa ikut mengawal lahirnya Jalawastulogi sebagai gerakan intelektual dan kultural dari Brebes untuk Indonesia,” ungkap Dr. Roby.

Ke depan, UMUS Brebes menargetkan agar PUI Jalawastulogi menjadi pusat unggulan yang mampu melahirkan berbagai inovasi IPTEK berbasis kearifan lokal. Dalam waktu dekat, tim pengembang akan menyusun dokumen akademik, roadmap kelembagaan, perencanaan SDM dan infrastruktur, serta proposal pengajuan resmi ke Kemenristek/BRIN.

“PUI Jalawastulogi adalah bukti bahwa UMUS tidak hanya membangun akademik, tapi juga membangun karakter dan kebudayaan bangsa,” tegas Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi.

Dengan tekad kuat dan kolaborasi luas, UMUS Brebes terus membuktikan peran strategisnya dalam membumikan ilmu, membudayakan teknologi, dan memanusiakan peradaban.

Dua Guru Besar FEB UMUS Isi Kuliah Umum, Dorong Transformasi SDM dan Literasi Keuangan Digital

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kuliah umum bertema aktual pada Selasa, 3 Juni 2025. (Foto: Dok Humas UMUS)

 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kuliah umum bertema aktual pada Selasa, 3 Juni 2025.

Acara ini menghadirkan dua Guru Besar FEB UMUS: Prof. Dr. Edy Supriyanto, SE, M.Si., Akt dan Prof. Dr. Mutamimah, SE, M.Si dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Agribisnis, dan Akuntansi, serta dihadiri oleh para dosen dan pimpinan program studi. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMUS, Dr. Mohammad Toharudin, M.Pd., yang mewakili Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi. Dalam sambutannya, Dr. Toharudin menyampaikan bahwa bergabungnya Prof. Edy dan Prof. Mutamimah sebagai bagian dari civitas akademika UMUS menjadi langkah penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan FEB.

“Kehadiran dua Guru Besar ini adalah bentuk komitmen UMUS dalam membangun ekosistem akademik yang unggul. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa FEB dalam menjawab tantangan global,” ujar Dr. Toharudin. 

Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Dr. Edy Supriyanto membawakan materi berjudul “Transformasi Laporan Keuangan di Indonesia”. Ia menjelaskan dinamika perkembangan standar akuntansi keuangan nasional yang mengarah pada konvergensi dengan standar internasional, serta tantangan digitalisasi dalam sistem pelaporan keuangan modern.

Sementara itu, Prof. Dr. Mutamimah menyampaikan materi bertajuk “Dinamika Manajemen Keuangan di Era Digital: Peluang dan Tantangan”.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kuliah umum bertema aktual pada Selasa, 3 Juni 2025. (Foto: Dok Humas UMUS)

Ia menyoroti urgensi penguasaan teknologi keuangan (financial technology) dan kemampuan manajerial berbasis data dalam menghadapi transformasi ekonomi digital yang semakin cepat.

Acara ini turut dihadiri oleh Kaprodi Manajemen, Slamet Bambang Riyono, MM, Kaprodi Akuntansi, Roni, M.Ak., Kaprodi Agribisnis Khusnul Khotimah, S.P, M.Sc., dan Ketua Program Studi Magister Manajemen, Dr. Sutikno, MM., serta dosen-dosen FEB.

Dalam sambutannya, Dr. Sutikno menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan bahwa kehadiran para guru besar akan memperkaya wawasan akademik serta membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan kurikulum.

“Ini adalah bagian dari strategi akademik untuk membangun sinergi antara keilmuan dan praktik. Mahasiswa S1 maupun S2 harus mampu mengikuti dinamika ilmu ekonomi modern yang terus berkembang,” jelas Dr. Sutikno. 

Sementara itu, Kaprodi Akuntansi, Roni, M.Ak., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kuliah umum ini.

“Kami sangat mendukung dan merasa terhormat atas kehadiran dua Guru Besar di tengah-tengah kami. Ini menjadi inspirasi besar bagi mahasiswa kami untuk lebih serius menekuni bidang akuntansi dan manajemen di tengah era digital,” ujar Roni.

Acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Kuliah umum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik FEB UMUS untuk terus berkembang menjadi pusat pendidikan ekonomi dan bisnis yang adaptif, inovatif, dan berkualitas.

UMUS Brebes Jalin Koordinasi dengan LLDIKTI Wilayah VI untuk Penyamaan Persepsi Implementasi Kebijakan Kampus Berdampak di Wilayah Bregasmalangkal

Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh Toharudin, M.Pd, melakukan kunjungan resmi ke Kantor LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (28/5/2025). (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan “Kampus Berdampak” yang diinisiasi oleh Kemediktisaintek .

Dalam rangka penyamaan persepsi dan sinergi implementasi kebijakan tersebut, Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh Toharudin, M.Pd, melakukan kunjungan resmi ke Kantor LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (28/5/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Toharudin disambut langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha LLDIKTI Wilayah VI, Adhrial Refaddin, M.PP. Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk mendiskusikan arah kebijakan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam mendorong kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bregasmalangkal (Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang, dan Pekalongan)

Dr. Moh Toharudin menyampaikan bahwa UMUS siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan kampus sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan lokal. “Kami di UMUS berkomitmen menguatkan kolaborasi dengan stakeholder wilayah untuk memastikan kampus tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga pusat solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Adhrial Refaddin menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan LLDIKTI untuk memastikan kebijakan pusat bisa diimplementasikan sesuai konteks wilayah. “Kampus Berdampak bukan hanya jargon, tapi harus diterjemahkan dalam program yang menyentuh masyarakat. LLDIKTI akan terus mendampingi dan memfasilitasi kampus-kampus di Jateng agar tetap relevan dan solutif,” jelasnya.

Pertemuan ini juga menjadi momen untuk membahas peluang pengembangan program Tri Dharma berbasis potensi dan kebutuhan lokal, termasuk penguatan kolaborasi lintas institusi di wilayah Bregasmalangkal.

Dengan terjalinnya komunikasi dan kesepahaman ini, diharapkan langkah konkret implementasi Kampus Berdampak di wilayah Jawa Tengah dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Sinergi Pendidikan: UMUS Brebes dan Pemkot Tegal Perkuat Komitmen Bangun SDM Unggul

UMUS Brebes dan Pemkot Tegal resmi memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pertemuan strategis yang digelar di Pendopo Balai Kota Tegal. Selasa 27 Mei 2025. (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dan Pemerintah Kota Tegal resmi memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pertemuan strategis yang digelar di Pendopo Balai Kota Tegal, Selasa 27 Mei 2025.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya bagi generasi muda dan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tegal.

Dari pihak UMUS Brebes hadir Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., Wakil Rektor I Dr. Moh Toharudin, Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., serta jajaran Sekretariat Rektor. Mereka disambut langsung oleh Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Dewi Umaroh, serta pejabat lainnya seperti Pak Zainal dan M. Suharto.

Salah satu program unggulan yang dibahas dalam kerja sama ini adalah dukungan UMUS terhadap Program Pak Dedy Yon, yang membuka akses pendidikan tinggi bagi pemuda Kota Tegal melalui pemberian beasiswa dan pendampingan akademik. Inisiatif ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan ekonomi yang kerap menghambat semangat belajar generasi muda.

“UMUS hadir bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembangunan SDM lokal. Kami siap mendampingi anak-anak muda Tegal menggapai masa depan melalui pendidikan tinggi,” ujar Rektor Dr. Roby Setiadi.

Kerja sama ini juga mencakup penguatan kapasitas ASN melalui Program Magister Manajemen UMUS, yang dirancang untuk mendukung profesionalisme dan transformasi pelayanan publik di lingkungan Pemkot Tegal.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UMUS. “Kami ingin membangun Tegal bukan hanya lewat infrastruktur, tetapi melalui SDM yang berkualitas. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting bagi Tegal yang lebih cerdas dan berdaya saing,” tegasnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen berkelanjutan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah demi masa depan Kota Tegal yang lebih cerah.

UMUS Brebes Torehkan Prestasi Nasional: 16 Proposal Dosen Raih Hibah Penelitian dan Pengabdian 2025

16 proposal dari dosen UMUS berhasil meraih hibah kompetitif dalam skema Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2025. (Dok. HUMAS UMUS BREBES)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Melalui proses seleksi nasional yang ketat, sebanyak 16 proposal dari dosen UMUS berhasil meraih hibah kompetitif dalam skema Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Hibah Penelitian: Wujud Komitmen pada Pengembangan Keilmuan dan Inovasi

Sebanyak 13 proposal penelitian dari dosen UMUS berhasil memperoleh pendanaan, dengan rincian sebagai berikut:

Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP):

Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR):

Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM): Sinergi Akademisi dan Masyarakat

Selain itu, tiga proposal pengabdian kepada masyarakat dari UMUS juga dinyatakan layak menerima pendanaan:

Apresiasi dan Harapan

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini serta menegaskan pentingnya keberlanjutan riset dan pengabdian berbasis kebutuhan lokal dan pendekatan solutif-inovatif.

“Dosen-dosen UMUS terus menunjukkan dedikasi dan semangat berkarya melalui berbagai riset dan kegiatan pengabdian yang relevan dengan tantangan zaman. Lebih dari itu, kami terus mendorong terciptanya sinergitas antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sebagai bagian integral dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kolaborasi ini kami yakini sebagai kunci untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Brebes dan sekitarnya,” ujar Rektor UMUS.

Keberhasilan ini merupakan refleksi dari semangat kolaborasi, penguatan budaya ilmiah, serta dukungan kelembagaan yang strategis dalam menghadapi tantangan era disrupsi dan transformasi digital dalam pendidikan tinggi

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025