Universitas Muhadi Setiabudi

Monev KKN UMUS 2026 Perkuat Kualitas Pengabdian, Pastikan Program Berdampak di Kabupaten Tegal dan Pemalang

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menjamin mutu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi implementasi program kerja mahasiswa sekaligus memastikan seluruh kegiatan KKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Pada tahun 2026, mahasiswa KKN UMUS melaksanakan pengabdian di 12 desa yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Di Kabupaten Tegal, lokasi KKN meliputi Desa Randusari, Surakidul, Margasari, Dukuh Tengah, Penyalahan, Sumbarang, dan Cibuyur yang berada di Kecamatan Margasari. Sementara di Kabupaten Pemalang, mahasiswa ditempatkan di Desa Mereng (Kecamatan Warungpring), Banyumudal dan Moga (Kecamatan Moga), serta Kebongede dan Peguyangan (Kecamatan Bantarbolang).

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dihadiri oleh Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, M.M., didampingi para Wakil Rektor, Kepala LPPM UMUS Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tim Monitoring dan Evaluasi KKN, serta panitia pelaksana KKN, yaitu Elinda Umisara, M.Pd. dan Andi Yulianto, S.Si., M.M.. Turut hadir pula perwakilan pemerintah desa dari masing-masing lokasi KKN di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program pengabdian. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, dosen, panitia, dan pemerintah desa tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mengawal pelaksanaan KKN agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri,” kegiatan Monev tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi ruang refleksi akademik bagi mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan strategi penguatan program agar lebih berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Tim monitoring melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai program unggulan mahasiswa di setiap desa. Aspek yang dievaluasi meliputi kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, tingkat partisipasi warga, kualitas kolaborasi dengan pemerintah desa, inovasi yang dihasilkan, serta potensi keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Dalam sambutannya, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.M., menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari dampak positif, keberlanjutan inovasi, serta kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa Monitoring dan Evaluasi merupakan instrumen penting dalam sistem penjaminan mutu pengabdian kepada masyarakat. Melalui Monev, LPPM memastikan setiap kelompok KKN menjalankan program secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan KKN pada tahun-tahun mendatang.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak (Impactful University) yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dosen pembimbing, mahasiswa, dan masyarakat di Kabupaten Tegal maupun Kabupaten Pemalang diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pengabdian yang inovatif dan berbasis potensi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025