Universitas Muhadi Setiabudi

Gen Z Tak Sekadar Self Reward, HIMAAKSI UMUS Dorong Mahasiswa Melek Finansial lewat Seminar Literasi Keuangan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah tren gaya hidup generasi muda yang semakin dinamis dan kerap dipengaruhi fenomena fear of missing out (FOMO), mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAAKSI) sukses menyelenggarakan seminar literasi keuangan bertajuk “Gen Z & Money: Antara Self Reward dan Financial Freedom” yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 70 peserta ini berhasil mencapai target kehadiran yang telah ditetapkan panitia. Seminar dipimpin oleh Ketua Umum HIMAAKSI, Najwa Aulia Rahmah dengan Ketua Pelaksana Alena Najwa Nawari. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi dan berlangsung dengan partisipasi aktif dari mahasiswa.

Menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni Kukuh Harisman, seminar ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan generasi Z. Dalam pemaparannya, Kukuh menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah budaya konsumtif yang berkembang melalui media sosial dan kecenderungan mengikuti gaya hidup orang lain. “Generasi muda perlu memiliki kesadaran finansial agar tidak terjebak pada pola konsumsi berlebihan. Self reward boleh, tetapi tetap harus dibarengi dengan perencanaan keuangan jangka panjang,” jelas Kukuh Harisman.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui seminar ini, peserta diajak memahami strategi pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur menggunakan formula 10-20-30-40, yaitu pembagian keuangan untuk tabungan, investasi, kebutuhan pokok, hingga pengeluaran gaya hidup secara proporsional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini menuju financial freedom.

Sebagai dosen sekaligus akademisi di lingkungan kampus, Hendri Sucipto, M.M., turut memberikan pandangannya terkait pentingnya kegiatan literasi finansial bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan kini menjadi bagian penting dari kecakapan hidup yang harus dimiliki generasi muda.

“Mahasiswa saat ini hidup di tengah arus informasi dan tren gaya hidup yang bergerak sangat cepat. Kemampuan mengelola keuangan menjadi life skill yang wajib dimiliki. Seminar seperti ini menjadi ruang edukatif agar mahasiswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga konsep self reward tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan tujuan finansial di masa depan,” ujar Hendri Sucipto, M.M. Ia menambahkan, mahasiswa—khususnya di bidang akuntansi—tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dalam praktik pengelolaan keuangan yang sehat, baik secara personal maupun profesional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain mendapatkan materi dari OJK, peserta juga memperoleh edukasi mengenai produk dan layanan keuangan dari Pegadaian. Seminar semakin menarik dengan adanya program open account yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai layanan keuangan secara langsung sebagai bentuk edukasi praktik.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia turut menghadirkan sesi kuis interaktif dan tanya jawab. Berbagai hadiah diberikan kepada peserta yang aktif bertanya maupun peserta dengan nilai tertinggi pada kuis, menjadikan suasana seminar lebih komunikatif, edukatif, sekaligus sesuai dengan karakter pembelajaran generasi Z.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, sponsor, dan seluruh peserta. Seminar ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Bank BJB, PT BPR Muhadi Setiabudi, Pegadaian, Snek Kita, SM Bakery, dan Ron 88.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025