
TEGAL – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal menghadirkan akademisi dari Universitas Muhadi Setiabudi dalam Webinar Kamis Belajar (misBela) Seri 18 yang digelar pada Kamis (11/6). Kegiatan edukatif ini merupakan program rutin yang ditayangkan setiap hari Kamis guna terus meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat. Pada seri ke-18 ini, kolaborasi yang dibangun berfokus untuk mengupas tuntas materi penting mengenai ekonomi sirkular berbasis lingkungan melalui tema “Konsep Wastepreneurship: Kolaborasinya antara Membangkitkan Inisiatif Masyarakat, Teknologi Tepat Guna dan Daya Guna Ekonomi Sampah.”

Dosen UMUS Brebes yang hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Dr. Drs. Pranoto. Kompetensi dan kepakaran beliau dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana mengubah tata kelola sampah dari sekadar persoalan lingkungan menjadi peluang kewirausahaan yang bernilai ekonomis tinggi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi melalui opening speech oleh Mujahidin, dan dipandu oleh Bro Ryan selaku host dari internal BKPSDM. Kolaborasi pemikiran antara instansi pemerintah dan akademisi UMUS Brebes ini menjadi langkah penting dalam mengedukasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat luas. Melalui pemaparan materi tersebut, peserta diajak memahami integrasi antara mobilisasi inisiatif warga dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan daya guna ekonomi sampah

Diskusi interaktif ini berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.15 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BKPSDM Kabupaten Tegal. Selain mendapatkan ilmu aplikatif dari pakar UMUS Brebes, peserta yang mengisi daftar hadir elektronik juga memperoleh penghargaan berupa e-sertifikat 3 Jam Pelajaran (JP). Melalui webinar ini, diharapkan lahir dampak nyata bagi masyarakat dan aparatur pemerintah dalam membangun paradigma baru pengelolaan sampah yang lebih produktif, inovatif, dan bernilai ekonomi.
Konsep wastepreneurship yang mengintegrasikan inisiatif masyarakat, teknologi tepat guna, dan penguatan ekonomi sirkular diyakini mampu mendorong terbentuknya ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Kehadiran akademisi UMUS Brebes dalam forum strategis ini sekaligus menegaskan komitmen kampus sebagai perguruan tinggi berdampak yang aktif menghadirkan solusi akademik atas persoalan riil di masyarakat. Dengan dukungan dosen-dosen kompeten, jejaring kemitraan yang luas, serta semangat mencetak generasi unggul dan adaptif, UMUS Brebes terus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.