Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Brebes Dukung Inovasi Daerah, Mahasiswa Magang Diterjunkan untuk Pelaporan IID 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komitmen penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali ditunjukkan melalui pelibatan mahasiswa dalam mendukung tata kelola inovasi daerah. Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi menggandeng Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes untuk mengirimkan mahasiswa magang guna membantu pelaporan data dukung Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026.

Kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan Universitas Muhadi Setiabudi mengenai penyelenggaraan program magang mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta hilirisasi hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sinergi tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah berbasis inovasi. 

Sebanyak 25 mahasiswa akan diterjunkan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Juni hingga Agustus 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana aktualisasi kompetensi generasi muda dalam mendukung transformasi birokrasi yang semakin berbasis data, teknologi, dan digitalisasi pelayanan publik. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sebanyak 25 mahasiswa akan diterjunkan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Juni hingga Agustus 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana aktualisasi kompetensi generasi muda dalam mendukung transformasi birokrasi yang semakin berbasis data, teknologi, dan digitalisasi pelayanan publik. 

Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan strategis, mulai dari inventarisasi, verifikasi, digitalisasi, hingga pengunggahan data dukung inovasi daerah. Selain itu, mereka juga akan membantu dokumentasi serta publikasi kegiatan inovasi daerah Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan era saat ini, ketika kemampuan literasi digital, pengelolaan data, serta kreativitas pengembangan konten menjadi kompetensi penting dalam dunia kerja maupun birokrasi modern. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Bapperida Kabupaten Brebes juga menekankan pentingnya kesiapan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan aplikasi perkantoran, pengelolaan administrasi data, kemampuan editing video, serta pengelolaan konten digital. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah di era kekinian tidak lagi hanya membutuhkan sumber daya manusia yang kuat secara administratif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan ekosistem digital.  Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Brebes kepada mahasiswa UMUS dalam mendukung pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bentuk nyata implementasi link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Universitas Muhadi Setiabudi. Kami mengapresiasi langkah kolaboratif Pemerintah Kabupaten Brebes, khususnya Bapperida, yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar langsung dalam ekosistem pembangunan daerah. Ini bukan sekadar program magang, tetapi pembelajaran autentik untuk membangun kompetensi akademik, digital, dan kepemimpinan sosial mahasiswa,” ujar Dr. Roby.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kampus pada era transformasi digital harus hadir tidak hanya sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan berbasis inovasi. Menurutnya, pengalaman lapangan seperti ini akan memperkuat kesiapan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, kolaboratif, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja abad ke-21.

Program magang ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pelaporan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Brebes, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami praktik pembangunan secara langsung. Dengan demikian, kampus tidak lagi diposisikan sekadar sebagai ruang akademik, melainkan turut berperan aktif dalam mendorong inovasi dan pembangunan daerah yang lebih progresif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025