
BREBES – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan pembekalan lomba resensi buku koleksi perpustakaan pada Kamis, 16 April 2026 di Aula Perpustakaan Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lomba resensi buku tahun 2026 yang ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Brebes.
Secara substantif, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kompetisi, melainkan juga sebagai instrumen penguatan budaya literasi serta optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar yang kontekstual.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Robert Rizki Yono, M.Pd., C.Ed., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhadi Setiabudi.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa literasi membaca tidak dapat direduksi semata-mata sebagai aktivitas membaca, tetapi harus dipahami sebagai proses kognitif yang mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan teks. Perspektif tersebut menjadi landasan dalam penyampaian materi yang meliputi strategi pemilihan buku bacaan, penguatan literasi membaca, serta ketentuan lomba resensi buku koleksi perpustakaan.
Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa pemilihan buku bacaan merupakan tahapan awal yang bersifat determinatif terhadap kualitas pemahaman dan hasil resensi. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk mampu memilih bahan bacaan yang tidak hanya sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan dan kebutuhan intelektual mereka.
Dalam kerangka ini, resensi diposisikan bukan sebagai aktivitas reproduksi isi bacaan, melainkan sebagai bentuk artikulasi pemikiran kritis yang menuntut kemampuan analisis dan argumentasi yang memadai.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang dialogis. Interaksi antara peserta dan narasumber menunjukkan adanya keterlibatan intelektual yang cukup intens, yang tercermin melalui pertanyaan-pertanyaan yang tidak hanya bersifat klarifikatif, tetapi juga eksploratif. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pembekalan tidak hanya berfungsi sebagai media transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang diskursif dalam membangun kesadaran literasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program lomba resensi buku yang telah dimulai sejak Januari 2026. Dalam konteks yang lebih luas, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang tidak sekadar menyediakan sumber informasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya berpikir kritis.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Muhadi Setiabudi, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., memandang bahwa kegiatan lomba resensi buku memiliki signifikansi pedagogis yang penting. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam mengonstruksi serta mengomunikasikan gagasan. Dalam perspektif pendidikan, resensi dapat dipahami sebagai bentuk latihan intelektual yang mengintegrasikan kemampuan memahami, menilai, dan merepresentasikan pengetahuan secara terstruktur.
Dengan demikian, kegiatan pembekalan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan karya resensi yang kompetitif, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pelajar yang memiliki kapasitas literasi yang lebih komprehensif. Literasi dalam konteks ini tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai kemampuan membaca, melainkan sebagai kemampuan membangun cara berpikir yang reflektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai realitas pengetahuan.