
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes guna memperkuat strategi promosi pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
BP2D dibentuk sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Brebes. Kehadiran lembaga ini menjadi penting dalam menjawab tantangan promosi wisata di era digital yang menuntut inovasi, kreativitas, serta pendekatan berbasis data dan teknologi. Dalam hal ini, UMUS berkontribusi melalui pendekatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Andi Yulianto, M.M. selaku perwakilan UMUS, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam BP2D menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi dalam promosi wisata.
“Kami mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga turut mendampingi implementasi program di lapangan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., turut memberikan pandangannya terkait pembentukan BP2D. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan pariwisata daerah.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Brebes, namun diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam strategi promosi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Lebih lanjut, Fajar Adi Widiarso menjelaskan bahwa BP2D diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun citra positif pariwisata Brebes di tingkat regional maupun nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UMUS, program pengembangan pariwisata di Brebes diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kabupaten Brebes sendiri memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan pantai, wisata budaya yang sarat nilai kearifan lokal, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi tersebut dapat dikemas secara lebih menarik dan profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
UMUS juga berencana mengintegrasikan program-program akademik, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan agenda pengembangan pariwisata daerah. Mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam membantu digitalisasi promosi wisata desa, pembuatan konten kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.
Melalui keterlibatan dalam BP2D, UMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Brebes.