Universitas Muhadi Setiabudi

Mahasiswa FEB Universitas Muhadi Setiabudi Laksanakan Magang di DPMPTSP dan Dinkopundag Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi kembali melaksanakan program magang mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik. Pada periode ini, mahasiswa Program Studi Manajemen melaksanakan kegiatan magang di dua instansi strategis, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes (DPMPTSP) dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopundag) Kabupaten Brebes

Program magang ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa, khususnya dalam memahami tata kelola administrasi manajemen perkantoran, sistem pelayanan publik, serta manajemen usaha dan perdagangan daerah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga wawasan mengenai budaya kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme di lingkungan instansi pemerintahan.

Dosen pembimbing lapangan, Hendri Sucipto, M.Si, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak instansi yang telah menerima mahasiswa dengan baik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPMPTSP dan Dinkopundag Kabupaten Brebes atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi, khususnya Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa yang melaksanakan magang di DPMPTSP, Nisrina, mengaku sangat senang dapat terlibat langsung dalam aktivitas pelayanan perizinan dan administrasi.

“Saya sangat senang bisa magang di DPMPTSP karena mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana teori-teori manajemen yang dipelajari di bangku kuliah dapat diaplikasikan dalam dunia kerja, khususnya dalam pelayanan publik dan sistem administrasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Mutia, mahasiswa yang ditempatkan di Dinkopundag Kabupaten Brebes, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan magang tersebut. Ia mendapatkan pengalaman langsung dalam pendampingan UMKM, khususnya pada aspek manajemen pemasaran

“Magang di dinas UMKM sangat bermanfaat. Kami diajarkan langsung tentang manajemen pemasaran melalui sentra produk lokal UMKM Lapak Emane, mulai dari branding kemasan hingga promosi online secara langsung. Pengalaman ini sangat membantu saya memahami strategi pemasaran secara praktik,” jelas Mutia.

Melalui program magang ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dan praktik, meningkatkan kompetensi profesional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus nanti.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. 

UMUS Terjunkan 61 Mahasiswa PGSD dalam PLP II diKecamatan Wanasari

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

 BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) secara resmi menerjunkan 61 mahasiswa dalam kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP II) di enam sekolah dasar yang berada di wilayah Kecamatan Wanasari dan sekitarnya.

Sekolah mitra yang menjadi lokasi pelaksanaan PLP II meliputi SD N Kupu 01, SD N Kupu 02, SD N Siasem 03, SD N Siasem 02, SD N Dumeling 01, dan SD N Klampok 05. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis praktik yang bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., menegaskan bahwa PLP II menjadi momentum penting dalam proses pembentukan identitas profesional mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi belajar menjadi guru secara utuh—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd., menambahkan bahwa PLP II dirancang sebagai ruang integrasi antara teori dan praktik. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran inovatif, memanfaatkan media berbasis teknologi, serta membangun interaksi edukatif yang efektif dengan peserta didik sekolah dasar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Atikah Mumpuni, M.Pd., Diah Sunarsih, M.Pd., Rilla Melyana Fitri, M.Pd., dan Nurchalistiani Budiana, M.Pd., yang secara aktif melakukan supervisi, monitoring, serta refleksi akademik terhadap praktik pembelajaran mahasiswa.

Melalui PLP II ini, UMUS menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru sekolah dasar yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Di tengah dinamika pembelajaran era digital, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun perangkat ajar yang sistematis, tetapi juga menghadirkan suasana kelas yang menarik—bahkan ketika perhatian siswa harus “bersaing” dengan dunia digital yang semakin dekat dengan keseharian mereka.

Kegiatan PLP II ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara UMUS dan sekolah mitra dalam membangun ekosistem pendidikan dasar yang berkualitas di Kecamatan Wanasari dan sekitarnya. 

Sinergi Tiga KSPM! UMUS, Harkat Negeri, dan ICPS UPS Gelar Studi Banding Inspiratif

(Dok. KSPM UMUS)

TEGAL – Tiga organisasi Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), yakni KSPM Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), KSPM Harkat Negeri, dan ICPS UPS, sukses melaksanakan kegiatan studi banding sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa di bidang pasar modal.

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi, Ashim Majduddin, yang menjadi penggerak utama terselenggaranya acara. Dalam keterangannya, Ashim menyampaikan bahwa studi banding ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wadah untuk saling berbagi pengalaman, strategi, serta program kerja unggulan masing-masing organisasi.

“Acara ini menjadi momentum untuk saling belajar dan memperluas wawasan, khususnya dalam pengembangan program kerja KSPM agar lebih inovatif dan berdampak,” ujarnya.

(Dok. KSPM UMUS)

Acara ini bertempat di Aula Harkat Negeri yang sekaligus menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan studi banding tersebut. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pembina dari masing-masing KSPM, yakni Yanti Puji Astutie, S.E., M.Si., CMA selaku Pembina ICPS UPS, Krisdiyawati, S.E., M.Ak selaku Pembina KSPM Harkat Negeri, serta Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si selaku Pembina KSPM Universitas Muhadi Setiabudi.

Dalam sambutannya, Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun kolaborasi antarkampus.

“Kegiatan studi banding seperti ini sangat baik untuk memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat jejaring antarorganisasi, serta menjadi sarana evaluasi dan pengembangan program kerja ke depan,” ungkapnya.

(Dok. KSPM UMUS)

Pada sesi pemaparan materi, KSPM Universitas Muhadi Setiabudi menyampaikan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan. Pemaparan tersebut disampaikan oleh Maulidiya, Ashim Majduddin, dan Najwa Aulia Rahmah. Mereka menjelaskan berbagai program strategis, mulai dari edukasi pasar modal, peningkatan literasi investasi mahasiswa, hingga penguatan internal organisasi.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta dari KSPM Harkat Negeri dan ICPS UPS turut berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, strategi kaderisasi, serta pelaksanaan kegiatan edukatif di kampus masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antar-KSPM sehingga mampu bersama-sama meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di kalangan generasi muda. Studi banding ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarmahasiswa dapat menjadi langkah strategis dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan berdampak.

(Dok. KSPM UMUS)

Ormawa dan Lemawa UMUS Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako di Bumiayu

(Dok. Ormawa UMUS)

Seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Lembaga Mahasiswa (Lemawa) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana di Kecamatan Bumiayu melalui skema donasi terbuka (open donation). Bantuan tersebut difokuskan pada pengadaan air bersih dan bahan pokok yang disalurkan langsung pada Selasa, 18 Februari 2026.

​Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, tim mahasiswa mengarahkan distribusi bantuan air bersih ke Desa Adisana. Desa ini menjadi prioritas utama karena hingga saat ini belum mendapatkan pasokan air bersih yang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

(Dok. Ormawa UMUS)

​Sebanyak 4 tangki air bersih, dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter, telah didistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan di desa tersebut. Selain air bersih, sisa dana donasi juga dialokasikan untuk pengadaan paket sembako.

​Selain di Desa Adisana, sebagian bantuan sembako juga diserahkan kepada Pemerintah Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, untuk kemudian disalurkan kepada warga yang terdampak. Mahasiswa terjun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

(Dok. Ormawa UMUS)

​Inisiator kegiatan dari BEM Universitas, Rizalul Zikri, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bentuk kepedulian sosial mahasiswa.

​”Langkah ini memang penting untuk membantu meringankan beban warga saat ini. Namun, harapan kami ke depan bukan sekadar tentang pemberian bantuan yang terus-menerus, melainkan bagaimana bencana ini dapat dimitigasi secara cepat dan berkelanjutan agar dampak bencana serupa di masa depan dapat diminimalisir,” ujar Rizalul.

​Aksi kolektif ini diharapkan dapat memicu sinergi yang lebih kuat antara akademisi dan pemerintah dalam menangani dampak bencana di wilayah Brebes dan sekitarnya.

Wujudkan Kepedulian, Mahasiswa Manajemen UMUS Brebes Salurkan Bantuan untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Sebagai bentuk nyata implementasi nilai kemanusiaan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himpunan) Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar aksi penggalangan dana bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Senin (16/2).

​Aksi solidaritas ini dipimpin langsung oleh Ketua Himpunan Manajemen, Agung Afid Maulana, dengan didampingi oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen UMUS, Slamet Bambang Riono, M.M.

​Kaprodi Manajemen, Slamet Bambang Riono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengumpulan donasi, melainkan manifestasi dari nilai empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​”Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan di tingkat lokal,” ujar Slamet Bambang.

​Dana yang berhasil dihimpun dari seluruh sivitas akademika UMUS dan partisipasi masyarakat umum rencananya akan disalurkan melalui lembaga penyalur bantuan yang kredibel. Hal ini dilakukan demi menjamin distribusi bantuan yang transparan, efektif, dan tepat sasaran bagi warga terdampak di Desa Padasari.

​Ketua Himpunan Manajemen, Agung Afid Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersedia menyisihkan sebagian rezekinya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Padasari yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana tanah bergerak,” ungkap Agung.

​Secara strategis, aksi ini menjadi salah satu agenda utama dalam program kerja Himpunan Manajemen. Melalui gerakan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu berperan aktif sebagai agen perubahan (agent of change) yang responsif terhadap dinamika sosial dan bencana alam di masyarakat. 

Mahasiswi ITP UMUS Tembus Finalis Mas Mba Batik Jateng 2026, Rektor: Bukti Kualitas Mahasiswa Kami Luar Biasa

(Dok. Pribadi)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Kali ini, Rida Ridatul Adawiyah, mahasiswi semester 2 program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), berhasil terpilih sebagai Finalis dalam ajang bergengsi “Mas, Mba Batik Jawa Tengah 2026”.

​Kompetisi tahunan tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Royal Luxe Pageant ini diikuti oleh 182 peserta dari berbagai daerah. Keberhasilan Rida menembus babak final menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMUS mampu bersaing di level tertinggi, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam pelestarian budaya.

​Setelah menyisihkan ratusan pesaing, Rida dijadwalkan akan bertolak ke Semarang untuk mengikuti masa karantina intensif sebelum menghadapi malam Grand Final. Dukungan penuh pun mengalir dari pihak kampus untuk mahasiswi berprestasi ini.

​Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian Rida. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan visi UMUS dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif dan kompetitif.

​”Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Rida Ridatul Adawiyah. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UMUS, khususnya dari prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, memiliki kepercayaan diri dan kualitas diri yang sejajar dengan mahasiswa dari kota-kota besar lainnya di Jawa Tengah,” ujar Dr. Roby.

​Beliau juga menambahkan bahwa universitas akan terus mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di segala bidang. “Ini adalah momentum promosi yang baik bagi UMUS bahwa kami adalah institusi yang mendukung penuh talenta mahasiswa. Selamat berjuang di karantina Semarang, harumkan nama Brebes dan almamater di Grand Final nanti.”

​Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes sebagai salah satu perguruan tinggi unggul di Jawa Tengah yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan pengembangan soft skills dan pelestarian budaya lokal seperti batik.

Gandeng UMUS, MSB Cinema Gelar Presentasi Sinopsis dan Preview Film Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

MSB Cinema sukses menyelenggarakan agenda strategis dalam rangka memperkuat ekosistem industri kreatif di Kabupaten Brebes. Dengan menggandeng Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) sebagai mitra tempat dan kolaborasi akademik, acara bertajuk “Presentasi Sinopsis Film Lokal Daerah dan Preview Film Lokal Brebesan” digelar pada Sabtu (14/02/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Sinematografer Brebes ini mengambil tempat di Gedung Universitas Muhadi Setiabudi. Langkah ini diambil untuk mendorong kemajuan perfilman lokal melalui sinergi antara praktisi industri kreatif dengan dunia pendidikan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Fokus utama acara ini adalah pemaparan gagasan kreatif serta preview eksklusif film bertajuk “Mbutik”. Melalui karya ini, MSB Cinema ingin menunjukkan bahwa sineas lokal Brebes memiliki daya saing tinggi dalam menciptakan karya yang inovatif dan berkelanjutan.

Ketua Panitia, Dyandre Helga Fairuzzahran, didampingi Sekretaris Nur Rama Data Kapentas, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kampus UMUS bertujuan untuk membuka ruang diskusi antara pembuat film dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Meski berstatus sebagai mitra tempat, UMUS memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., didampingi oleh sejumlah civitas akademika dan dosen, termasuk Hj. Yanti Ria Anggraeni, S.E., M.M.

Kehadiran jajaran pimpinan dan dosen ini menunjukkan dukungan moral terhadap perkembangan industri kreatif di wilayah Brebes, sekaligus memberikan masukan dari sudut pandang akademis terhadap konten film yang dipresentasikan.

Tingkatkan Kualitas SDM, BKPSDM Kabupaten Tegal Perkuat Sinergi Pendidikan dengan UMUS Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Fakultas Teknik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan resmi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah guna mendorong peningkatan kualifikasi akademik Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Kunjungan yang dipimpin oleh perwakilan BKPSDM Kabupaten Tegal, Agus Triono, disambut langsung oleh jajaran pimpinan UMUS, di antaranya Dr. Muhamad Hasdar, Dr. Abdul Khamid, dan Wahidin, M.T.

​Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap ASN Pemerintah Kabupaten Tegal yang saat ini sedang menempuh studi lanjut di Program Studi Teknik Sipil UMUS. Langkah ini diambil guna memastikan para abdi negara tersebut dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan standar akademik yang terjaga.

​Pihak BKPSDM menegaskan bahwa peningkatan kompetensi melalui jalur pendidikan tinggi harus selaras dengan kebutuhan organisasi di lingkungan Pemda.

​Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa UMUS kini menjadi destinasi studi favorit bagi ASN di wilayah Tegal dan sekitarnya. Hal ini didorong oleh kualitas institusi yang telah mengantongi akreditasi “Unggul” dan “Baik Sekali” pada sejumlah program studinya.

​”Akreditasi ini menjadi jaminan kualitas bagi kami. Dengan terpenuhinya syarat administratif dan mutu pendidikan, peluang ASN Pemda Tegal untuk melanjutkan pendidikan ke UMUS kini terbuka semakin lebar,” ungkap perwakilan BKPSDM.

​Selain urusan akademik formal, kedua belah pihak menjajaki kolaborasi strategis melalui program Webinar “Kamis Belajar (MisBela)”. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi ASN dengan menghadirkan dosen-dosen pakar dari UMUS sebagai narasumber.

​Bagi UMUS, keterlibatan dalam MisBela merupakan bentuk nyata implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sementara bagi Pemda Kabupaten Tegal, ini adalah langkah efisien dalam memperbarui pengetahuan pegawainya di berbagai bidang teknis dan manajerial.

​Pertemuan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, demi mencetak SDM aparatur yang lebih kompeten dan profesional di masa depan. 

Perkuat Basis Data Ekonomi Nasional, Pimpinan UMUS Ikut Serta dalam FGD Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS Kabupaten Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah dinamika ekonomi global yang kian tak menentu, akurasi data menjadi “kompas” utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Menyadari hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan Sensus Ekonomi (SE) Selasa, 10 Februari 2026.

Acara yang berlangsung khidmat di Meeting Room King Royal Hotel Brebes ini menjadi momentum penting karena mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari akademisi, birokrat, hingga praktisi bisnis.

​Hadir sebagai akademisi dalam diskusi tersebut adalah pimpinan akademik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. Kehadirannya bukan sekadar representasi institusi pendidikan, melainkan wujud nyata keterlibatan intelektual dalam memastikan transisi menuju Indonesia Emas 2045 berpijak pada data yang valid dan tepercaya.

Kepala BPS Kabupaten Brebes, Windy Prabowo Setyawan, S.Si., M.A., dalam sambutan pembukanya menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 adalah hajatan sepuluh tahunan yang memiliki urgensi tinggi. Menurutnya, SE2026 tidak hanya memotret wajah ekonomi daerah, tetapi juga memetakan potensi usaha kecil hingga korporasi besar yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. BPS membutuhkan mata dan telinga dari dunia akademisi untuk membantu literasi data, serta dukungan dari pemerintah daerah melalui OPD dan tokoh agama untuk memastikan masyarakat terbuka terhadap pendataan ini,” ujar Windy Prabowo di hadapan para undangan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Dr. Akrom Jangka Daosat, M.S.I, yang memberikan perspektif menarik mengenai keterkaitan ekonomi umat dengan kebijakan publik. Selain itu, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Brebes serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Brebes juga tampak antusias memberikan masukan terkait kondisi riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi panel, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal suksesnya Sensus Ekonomi 2026. Sebagai pimpinan akademik di UMUS, ia menegaskan bahwa data yang dihasilkan oleh BPS nantinya akan menjadi bahan mentah yang sangat berharga bagi riset-riset akademis yang dapat memberikan solusi nyata bagi kemiskinan dan pengangguran di Brebes.

​”Dunia kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kami di UMUS berkomitmen untuk menerjunkan mahasiswa dan dosen dalam membantu sosialisasi SE2026. Data yang akurat adalah kunci. Tanpa data yang benar, intervensi kebijakan ekonomi yang kami teliti pun tidak akan tepat sasaran,” ungkap Dr. Moh Toharudin dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan bahwa UMUS terus memperkuat peran Pojok Statistik sebagai pusat literasi data bagi mahasiswa. Hal ini selaras dengan upaya BPS dalam menciptakan masyarakat yang “melek data.”

Pengurus Apindo Brebes yang hadir juga memberikan apresiasi atas pelibatan pelaku usaha dalam FGD ini. Menurut mereka, pengusaha seringkali ragu untuk memberikan data ekonomi karena kekhawatiran terkait privasi atau perpajakan. Di sinilah peran penting komunikasi yang ditekankan dalam FGD tersebut.

Kepala Kemenag Brebes, menambahkan bahwa pendekatan persuasif melalui tokoh agama dan penyuluh di lapangan dapat membantu BPS menembus hambatan psikologis masyarakat. “Ekonomi adalah bagian dari kemaslahatan umat. Jika data ekonominya baik, maka perencanaan program kesejahteraan rakyat pun akan lebih efisien,” tuturnya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan beberapa poin strategis, di antaranya:
Integrasi Data: Perlunya sinkronisasi data antar OPD di Kabupaten Brebes agar tidak terjadi tumpang tindih informasi.
Literasi Massif: Kampanye Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan mahasiswa UMUS dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Brebes sebagai agen perubahan di tingkat desa.
Digitalisasi Pendataan: Pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat proses entri data dan meminimalisir kesalahan manusia (human error).

Pimpinan OPD Kabupaten Brebes menyatakan kesiapannya untuk menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan dan desa guna mendukung petugas lapangan BPS saat pelaksanaan sensus nantinya. Sinergi ini diharapkan mampu membuat Brebes menjadi salah satu kabupaten dengan kualitas data ekonomi terbaik di Jawa Tengah.

FGD ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap tahapan SE2026. Dr. Moh Toharudin kembali menegaskan bahwa Universitas Muhadi Setiabudi akan selalu terbuka menjadi mitra strategis BPS dalam pengolahan dan analisis data lanjutan.

Pertemuan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah simfoni kolaborasi antara birokrasi, akademisi, dan praktisi Kabupaten Brebes optimistis mampu memberikan kontribusi signifikan bagi basis data ekonomi nasional.
​”Sensus Ekonomi 2026 adalah milik kita bersama. Hasilnya bukan untuk BPS, tapi untuk pembangunan Indonesia yang lebih merata dan berkeadilan,” tutup Windy Prabowo Setyawan dalam pernyataan penutupnya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Hadir di Rakor LLDIKTI VI, Rektor UMUS Tekankan Akselerasi Transformasi Pendidikan Berbasis Inovasi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SURAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes turut mengambil peran strategis dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Surakarta, Rabu (11/02/2026).

Pertemuan bergengsi ini menjadi momentum penting bagi UMUS untuk menyelaraskan visi dengan kebijakan LLDIKTI Wilayah VI dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

Mengusung tema “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah: Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan,” acara ini menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pembangunan daerah. Slogan “Kampus Berdampak, Daerah Berdaya” menjadi ruh utama dalam diskusi yang dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Tengah tersebut.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kehadiran UMUS dalam forum ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman.

“UMUS siap menjadi garda depan dalam mengimplementasikan transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Bagi kami, teknologi dan manajemen yang efektif adalah kunci untuk memastikan pendidikan yang kita berikan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Dr. Roby Setiadi.

Ia juga menambahkan, “Sesuai dengan arahan LLDIKTI VI, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar lulusan UMUS tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan pemberdayaan di daerah.” (*)

Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, UMUS optimis dapat mempercepat peningkatan mutu akademik dan memperluas jaringan kerja sama strategis, baik di tingkat wilayah maupun nasional, demi mewujudkan visi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif. 

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025