PATTAYA, THAILAND – Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Siswo Wibowo, turut ambil bagian dalam ajang internasional One2One Conference Scheduler IFN Global Connect 2026 yang diselenggarakan pada Rabu–Sabtu, 8–11 April 2026 di Pattaya, Thailand.
Kegiatan ini merupakan konferensi tahunan perdana yang diselenggarakan oleh IFN (International Freight Network), yang menghadirkan para anggota dan pelaku industri logistik dari berbagai penjuru dunia.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta terlibat dalam berbagai agenda strategis, seperti sesi networking, pertemuan bisnis satu-satu (one-to-one meetings), serta diskusi peluang kerja sama global.
(Dok. Pribadi)
IFN Global Connect 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran informasi dan pengembangan bisnis, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun hubungan profesional jangka panjang antar pelaku industri logistik internasional. Suasana dinamis Kota Pattaya yang menjadi lokasi kegiatan turut memberikan pengalaman berkesan melalui kombinasi antara agenda bisnis dan interaksi sosial yang produktif. Keikutsertaan Siswo Wibowo dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan global, khususnya dalam bidang manajemen dan logistik internasional. Selain itu, partisipasi ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa UMUS dalam meningkatkan kompetensi dan jejaring internasional sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Diharapkan, pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi pengembangan akademik maupun praktik manajerial, serta membawa manfaat bagi institusi dan masyarakat luas.
BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 15 proposal dosen berhasil lolos pendanaan hibah Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Keberhasilan ini diumumkan berdasarkan surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026. Dari total tersebut, terdiri atas 10 proposal penelitian dan 5 proposal pengabdian kepada masyarakat.
(Dok. LPPM UMUS)
Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti meningkatnya kualitas riset dosen UMUS sekaligus komitmen institusi dalam mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar angka kelulusan, tetapi refleksi dari keseriusan dosen dalam menghasilkan riset yang relevan, solutif, dan berbasis potensi lokal, khususnya Brebes,” ujarnya.
(Dok. LPPM UMUS)
Ragam Inovasi Penelitian
Sepuluh proposal penelitian yang lolos mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pangan, lingkungan, hingga pendidikan berbasis teknologi. Beberapa di antaranya meliputi:
Fortifikasi protein berbasis kacang tunggak untuk mengatasi malnutrisi balita
Pemanfaatan limbah kulit bawang merah Brebes sebagai produk nutraseutikal
Integrasi gamifikasi dalam pembelajaran matematika
Pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dan budaya lokal
Inovasi karbon aktif dari limbah pertanian untuk solusi air bersih
Selain itu, terdapat pula riset tentang agribisnis sirkular, penguatan karakter berbasis AI, hingga pengembangan sistem pembelajaran berbasis IoT dan deep learning.
(Dok. LPPM UMUS)
Sementara itu, lima proposal pengabdian kepada masyarakat menitikberatkan pada pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal. Program yang diusulkan antara lain:
Pelatihan pembuatan filter air bersih di kawasan pesisir
Model pertanian hidroponik berkelanjutan
Program digital green school berbasis edukasi lingkungan
Inkubasi batik mangrove zero limbah untuk UMKM pesisir
Produksi mi basah fungsional berbasis bawang merah Brebes
Seluruh program ini mengusung pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dorongan Transformasi Perguruan Tinggi
Menurut Prasetyo, capaian ini juga sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi melalui program Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk lebih adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap masyarakat.
“Harapannya, hasil riset dan pengabdian ini tidak berhenti pada luaran akademik saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dan memberi manfaat luas,” tambahnya.
Dengan keberhasilan ini, LPPM UMUS optimistis dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian, sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu akademik melalui penyelenggaraan rapat pemenuhan dokumen akreditasi Program Studi Magister Manajemen. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Utama lantai dasar Gedung Pascasarjana UMUS Brebes, dengan suasana yang serius namun tetap cair dan produktif—mencerminkan dinamika kerja akademik kekinian yang adaptif dan kolaboratif.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, yang dalam arahannya menekankan bahwa proses akreditasi bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan strategi institusional dalam membangun kualitas berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan saat ini diarahkan secara sistematis untuk mencapai akreditasi unggul sebagai standar tertinggi mutu pendidikan tinggi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Kita tidak sedang mengejar status semata, tetapi membangun ekosistem akademik yang benar-benar berkualitas. Akreditasi unggul adalah konsekuensi logis dari kerja kolektif yang konsisten dan terukur,” ungkapnya.
Rapat ini turut didampingi oleh Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III yang memberikan penguatan dari aspek tata kelola, sumber daya, serta pengembangan kelembagaan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul membutuhkan orkestrasi lintas sektor yang solid dan terintegrasi.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dumadi, M.M., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya sinergi lintas unit. Ia mengingatkan bahwa dokumen akreditasi harus tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga kuat secara substansi dan mampu merepresentasikan praktik baik (best practices) yang telah dijalankan.
Dengan gaya komunikatifnya, ia menyampaikan, “Akreditasi unggul itu bukan sulap yang instan, tapi hasil dari ‘rekaman jejak’ kerja kita yang konsisten. Jadi jangan sampai dokumen kita terlihat rapi, tapi miskin cerita kualitas.”
Peserta rapat terdiri dari unsur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta para kepala biro dan lembaga di lingkungan UMUS Brebes. Diskusi berlangsung aktif dengan fokus pada pemetaan capaian indikator kinerja, validasi data dukung, serta strategi pemenuhan standar akreditasi berbasis luaran (outcome-based accreditation).
Adapun beberapa poin strategis yang menjadi perhatian utama meliputi:
Penguatan evidence-based document yang autentik, relevan, dan terverifikasi.
Sinkronisasi data antarunit untuk memastikan konsistensi dan kredibilitas informasi.
Optimalisasi peran tridarma perguruan tinggi sebagai basis utama penilaian akreditasi.
Penyiapan narasi kinerja yang mampu menunjukkan daya saing program studi dalam konteks nasional maupun global.
Dalam penutupannya, Dr. Moh. Toharudin kembali menegaskan bahwa perjalanan menuju akreditasi unggul adalah proses jangka panjang yang membutuhkan ketekunan dan kolaborasi. “Ini bukan kerja instan, tapi kerja cerdas dan kerja bersama. Kalau kita solid, insyaallah akreditasi unggul bukan sekadar target, tapi keniscayaan,” pungkasnya.
Melalui rapat ini, diharapkan seluruh elemen yang terlibat dapat bergerak secara terarah, sinergis, dan berorientasi mutu dalam menyelesaikan pemenuhan dokumen akreditasi. Lebih dari sekadar capaian administratif, langkah ini menjadi bagian dari transformasi UMUS Brebes dalam mewujudkan institusi pendidikan tinggi yang unggul, kredibel, dan berdaya saing tinggi di era global.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Seminar Pasar Modal Level 2 yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Investor Muda melalui Sekolah Pasar Modal Level 2.”
Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan praktis mahasiswa dalam memahami dinamika investasi di pasar modal.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang III, Muhamad Hasdar, S.Pt., M.Sc., Ph.D., yang didampingi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dumadi, S.Mn., M.M. Turut hadir dalam kegiatan ini para Ketua Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Agribisnis, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan universitas.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Muhamad Gilang Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB UMUS. Ia menyampaikan bahwa seminar ini tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman konseptual mahasiswa terkait pasar modal, tetapi juga menjadi kelanjutan dari pembelajaran pada level sebelumnya. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi analitis dalam pengambilan keputusan investasi.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pembina KSPM, Hendri Sucipto, M.Si., yang menekankan pentingnya keberlanjutan program ini sebagai wahana edukasi finansial yang inklusif. Ia bahkan mendorong perluasan peserta hingga ke tingkat SMA/SMK guna menanamkan literasi investasi sejak dini sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Seminar ini menghadirkan dua narasumber profesional, yakni Akhmad Nuranyanto dari Deputi Kepala Wilayah Jawa Tengah I Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia, serta Muhamad Adu Windiarto selaku Executive Trainer Phintraco Sekuritas. Keduanya mengupas secara komprehensif mengenai strategi investasi, analisis risiko, serta pentingnya literasi finansial dalam menghadapi volatilitas pasar.
Melalui kegiatan ini, FEB UMUS tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai agen transformasi dalam membangun generasi investor muda yang cerdas, adaptif, dan berorientasi pada pengelolaan keuangan yang berkelanjutan. Seminar ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa di pasar modal serta memperkuat budaya investasi yang berbasis pengetahuan dan kehati-hatian.
TEGAL – Dalam nuansa Syawal yang sarat makna reflektif, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal pada Jumat (03/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di kediaman Dekan FKIP di Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, dan dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar FKIP UMUS.
Momentum Halal Bi Halal tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga sebagai ruang kultural-akademik untuk memperkuat relasi sosial, membangun komunikasi yang lebih humanis, serta merevitalisasi nilai-nilai kebersamaan pasca-Idulfitri 1447 H. Suasana kekeluargaan yang hangat terasa sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan harmoni yang terbangun di lingkungan akademik FKIP.
Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan silaturahmi sebagai fondasi penguatan budaya organisasi di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh civitas akademika yang telah hadir, serta mengajak untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik balik dalam meningkatkan etos kerja, kolaborasi, dan loyalitas institusional.
“Halal Bi Halal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan medium strategis untuk membangun soliditas internal, memperkuat nilai kebersamaan, dan memperteguh komitmen kita dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” ungkapnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I UMUS, Moh. Toharudin, M.Pd. yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya kegiatan sosial-keagamaan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan sinergi kelembagaan. Dalam perspektif manajerial, ia menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan semacam ini memiliki implikasi positif terhadap peningkatan kinerja, profesionalitas, serta kualitas layanan pendidikan.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen FKIP UMUS untuk terus beradaptasi dengan dinamika pendidikan yang semakin kompleks, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan musafahah, di mana seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan dalam suasana penuh kehangatan. Doa bersama turut dipanjatkan sebagai bentuk harapan akan keberkahan, kelancaran, serta kemajuan bagi seluruh civitas akademika FKIP UMUS ke depan.
Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi bukti nyata bahwa harmonisasi hubungan interpersonal di lingkungan kampus memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
JAKARTA – Dalam upaya memperkuat literasi teknologi dan kapasitas inovasi mahasiswa di era transformasi digital, Fakultas Teknik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kunjungan industri strategis ke Jakarta Smart City yang berlokasi di Balai Kota DKI Jakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh 62 mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Sipil, serta dipimpin langsung oleh Dr. Abdul Hamid yang didampingi oleh Ketua Program Studi Teknik Informatika dan Ketua Program Studi Teknik Sipil.
Kunjungan ini menjadi momentum akademik yang signifikan, karena mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga menyaksikan secara langsung praktik pengelolaan kota berbasis teknologi di DKI Jakarta sebagai representasi living laboratory konsep smart city di Indonesia.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendalami bagaimana pemanfaatan big data, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta teknologi sensor mampu mengintegrasikan sistem pelayanan publik dengan infrastruktur fisik secara efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa mendapatkan penguatan wawasan langsung dari Naufal selaku tenaga ahli Jakarta Smart City yang hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan secara komprehensif mengenai ekosistem smart city, mulai dari integrasi data lintas sektor, pemanfaatan Internet of Things (IoT), hingga strategi pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy) dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, banjir, dan pelayanan publik.
Dalam keterangannya, Dr. Abdul Hamid, MT menegaskan bahwa pembangunan kota cerdas mensyaratkan sinergi multidisipliner, khususnya antara teknik informatika dan teknik sipil. Mahasiswa Teknik Informatika diarahkan untuk memahami integrasi sistem digital, keamanan siber, serta analitik data dalam pelayanan publik, sementara mahasiswa Teknik Sipil mengkaji implementasi teknologi dalam manajemen transportasi, mitigasi bencana, dan penguatan infrastruktur adaptif. Sinergi ini mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan kota dari berbasis fisik menuju berbasis sistem dan data.
(HUMAS UMUS Brebes)
Selama kunjungan, mahasiswa juga berkesempatan mengamati operasional command center Jakarta Smart City yang memantau dinamika kota secara real-time. Berbagai inovasi yang dipaparkan meliputi integrasi layanan publik digital untuk mempercepat respons pemerintah, penerapan Internet of Things (IoT) dalam pemantauan lingkungan seperti sistem deteksi banjir, serta penggunaan analisis data untuk mendukung kebijakan publik berbasis bukti (data-driven policy). Selain itu, optimalisasi transportasi perkotaan melalui analitik data turut menjadi contoh konkret bagaimana teknologi berperan dalam meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset inovatif yang kontekstual dan aplikatif, serta memperkuat daya saing lulusan di tengah dinamika global. Fakultas Teknik UMUS berkomitmen untuk terus mengintegrasikan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga adaptif dan solutif.
Dengan berakhirnya kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu mentransformasikan wawasan yang diperoleh menjadi gagasan kreatif dalam proyek akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital nasional serta mewujudkan ekosistem kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.
BREBES – Program Studi Teknik Informatika (TI) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mencatatkan prestasi di kancah nasional melalui penetapan salah satu dosennya, Agyztia Premana, M.Kom., sebagai Reviewer Nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Hal ini dikonfirmasi setelah melalui serangkaian proses seleksi ketat yang dilakukan oleh kementerian terkait untuk menjaring tenaga ahli yang berkompeten.
Penunjukan ini merupakan posisi yang penting mengingat P2MW adalah inisiatif strategis pemerintah dalam mencetak wirausaha muda dari lingkungan perguruan tinggi. Sebagai seorang pendidik di bidang teknologi informasi, peran Agyztia akan sangat krusial dalam memberikan tinjauan teknis serta evaluasi terhadap proposal-proposal mahasiswa yang kini banyak menitikberatkan pada inovasi digital dan technopreneurship.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Secara teknis, tanggung jawab sebagai Reviewer Nasional meliputi penilaian kelayakan usaha, pemberian bimbingan metodologi pengembangan bisnis, hingga pengawasan implementasi dana hibah yang diberikan kepada mahasiswa. Kehadiran representasi dari UMUS Brebes dalam jajaran reviewer nasional ini mempertegas bahwa kualitas akademik dosen di daerah memiliki daya saing yang setara dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.
Capaian ini juga diharapkan membawa dampak internal bagi Universitas Muhadi Setiabudi, khususnya bagi mahasiswa Teknik Informatika, untuk lebih termotivasi dalam mengembangkan ide-ide kreatif yang solutif. Dengan adanya dosen yang terlibat langsung dalam proses kurasi nasional, transfer pengetahuan mengenai standar kualitas kewirausahaan nasional diharapkan dapat terserap dengan lebih baik di lingkungan kampus.
Amanah ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus memastikan bahwa program kewirausahaan mahasiswa berjalan sesuai dengan koridor inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
BREBES – Hendri Sucipto, M.Si., dosen dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, dinyatakan lolos seleksi administrasi calon reviewer nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026.
Kabar tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi nomor 1034/DST/B2/DT.01.03/2026 tanggal 2 April 2026. Dari total 466 pendaftar se-Indonesia, Hendri Sucipto menjadi salah satu dari 311 peserta yang berhasil memenuhi kriteria administrasi untuk melaju ke tahap berikutnya.
Lolosnya Hendri Sucipto dalam seleksi ini merupakan langkah penting bagi UMUS Brebes, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dalam memperkuat eksistensi dosen di kancah nasional. Sebagai tenaga pendidik di bidang manajemen, keterlibatan beliau sebagai calon reviewer nasional diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa di lingkungan kampus.
Tahapan seleksi selanjutnya akan dilaksanakan secara daring. Pihak kementerian melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan akan mengirimkan rincian teknis dan jadwal kegiatan melalui email resmi peserta yang telah terdaftar.
Program P2MW merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk mendorong lahirnya wirausaha muda di perguruan tinggi melalui pendampingan yang terstruktur. Peran seorang reviewer sangat sentral dalam melakukan penilaian dan pembinaan terhadap proposal usaha mahasiswa yang masuk.
Partisipasi dosen UMUS dalam rekrutmen ini menunjukkan bahwa civitas akademika di daerah memiliki kompetensi yang bersaing untuk berkontribusi pada kebijakan dan program pendidikan tinggi di tingkat nasional.
BOGOR – Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis riset melalui kunjungan industri strategis ke Badan Riset dan Inovasi Nasional di Bogor.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Teknik Sipil, M. Yunus, S.ST., M.T., serta diikuti oleh puluhan mahasiswa Fakultas Teknik sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman lapangan.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan pendekatan link and match antara dunia akademik dan lembaga riset nasional, khususnya dalam merespons dinamika perkembangan teknologi konstruksi yang semakin kompleks dan berbasis inovasi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam keterangannya, M. Yunus menegaskan bahwa interaksi langsung dengan para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional merupakan bagian penting dari proses transformasi pembelajaran teknik sipil. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek teoretis, tetapi juga harus mampu memahami konteks aplikatif dari ilmu yang dipelajari.
“Mahasiswa perlu menyaksikan secara langsung bagaimana konsep mekanika teknik, rekayasa struktur, dan ilmu material diterjemahkan ke dalam riset berbasis teknologi tinggi. Hal ini penting untuk membentuk engineering mindset yang inovatif, adaptif, dan solutif,” ujarnya.
Selama kunjungan, delegasi UMUS melakukan observasi terhadap fasilitas laboratorium pengujian material dan struktur, serta berdiskusi dengan para peneliti terkait pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi material lokal yang memiliki potensi sebagai bahan bangunan ramah lingkungan dengan performa tinggi.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis antara UMUS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Beberapa agenda kolaboratif yang menjadi perhatian meliputi pengembangan riset bersama, pendampingan tugas akhir mahasiswa, serta peluang magang berbasis riset di lingkungan BRIN.
Adapun isu-isu strategis yang menjadi fokus dalam diskusi antara lain:
Inovasi Material Berbasis Limbah Industri sebagai alternatif campuran beton berkelanjutan
Rekayasa Struktur Tahan Gempa untuk mendukung pembangunan di wilayah rawan bencana
Standardisasi dan Sertifikasi Material guna menjamin mutu dan keamanan konstruksi nasional
Akselerasi Transformasi Akademik Fakultas Teknik
Dekan Fakultas Teknik UMUS memberikan apresiasi atas inisiatif Prodi Teknik Sipil dalam menjalin sinergi dengan lembaga riset nasional. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi akseleratif dalam meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dalam ekosistem industri dan riset.
“Kunjungan ini mencerminkan orientasi baru pendidikan tinggi yang tidak lagi bersifat teaching university semata, tetapi bergerak menuju research-based university yang adaptif terhadap tantangan global,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman empiris yang mampu memperkaya perspektif akademik mereka, sekaligus menjadi stimulus dalam mengembangkan ide-ide inovatif di bidang konstruksi. Jejaring yang terbangun juga menjadi modal sosial penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan demikian, kolaborasi antara UMUS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong lahirnya inovasi material bangunan yang berkelanjutan, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional di masa depan.
BREBES – Dalam suasana penuh kehangatan pasca Idulfitri 1447 H, civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan kohesi kelembagaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi, yang memberikan sambutan, tausiah, sekaligus memimpin doa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., jajaran wakil rektor, para dekan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam sambutannya, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi menegaskan bahwa Halal Bihalal memiliki makna substansial sebagai upaya penyucian diri (tazkiyatun nafs) dan penguatan ukhuwah dalam kehidupan akademik. Ia menekankan bahwa kampus sebagai institusi pendidikan tinggi harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam praktik akademik dan kehidupan kelembagaan.
“Momentum Syawal ini hendaknya kita jadikan sebagai ruang introspeksi sekaligus rekonstruksi diri, agar seluruh civitas akademika mampu meningkatkan integritas, etos kerja, dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan berbasis nilai keislaman,” ungkapnya dalam tausiah yang sarat nilai reflektif.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sementara itu, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi,D.Kom.MM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal yang dinilai mampu mempererat silaturahmi dan membangun suasana harmonis di lingkungan kampus. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga soliditas dan kebersamaan antar elemen civitas akademika.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi musafahah (saling bersalaman) yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan keharuan. Momen ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang merefleksikan nilai luhur saling memaafkan dan memperkuat ikatan emosional di antara seluruh peserta.
Sebagai penutup, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi memimpin doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes agar senantiasa menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan humanis.
Melalui kegiatan ini, UMUS Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial di tengah dinamika tantangan global.