Universitas Muhadi Setiabudi

Monitoring dan Evaluasi Hibah Penelitian Tahun Anggaran 2025 DPPM Kemdiktisaintek: Dorong Kualitas Riset dan Inovasi Akademik

Direktorat Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Senin, 20 Oktober 2025, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Penelitian Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari upaya memastikan mutu, relevansi, dan capaian luaran penelitian dosen penerima pendanaan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan pelaksanaan penelitian serta memberikan masukan konstruktif bagi peneliti dalam menyempurnakan hasil risetnya.

Monitoring dan evaluasi tahun ini menghadirkan dua pakar akademik sebagai tim pemonev, yaitu Prof. Dr. Edy Suprianto, S.E., M.Si., Akt. dan Prof. Dr. Mutamimah, S.E., M.Si. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, serta berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas riset perguruan tinggi di Indonesia.

Evaluasi Skema Penelitian Fundamental Reguler

Dalam kegiatan monev, beberapa penelitian yang berasal dari Skema Penelitian Fundamental Reguler dipresentasikan oleh para dosen penerima hibah. Skema ini berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dasar yang menjadi fondasi bagi riset-riset terapan di masa depan. Adapun peneliti yang mengikuti sesi evaluasi dalam skema ini antara lain:

1. Andi Yulianto
2. Ghufroni
3. Suci Nur Utami
4. Azizah Indriyani
5. Hany Uswatun Nisa
6. Atikah Mumpuni
7. Prasetyo Yuli Kurniawan

Para peneliti memaparkan progres capaian penelitian, termasuk metodologi, hasil sementara, kendala yang dihadapi, serta rencana penyelesaian luaran sesuai target. Tim pemonev memberikan sejumlah masukan strategis terkait peningkatan kualitas analisis data, relevansi publikasi ilmiah, dan peluang paten hasil riset.

Evaluasi Skema Penelitian Dosen Pemula

Selain itu, kegiatan monev juga mencakup evaluasi untuk Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang ditujukan bagi dosen yang baru memulai karier risetnya. Skema ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kapasitas penelitian dosen muda agar mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan.

Adapun para peneliti yang termasuk dalam skema PDP tahun 2025 yaitu:

  1. Tri Linda Antika
  2. Khusnul Khotimah
  3. Fitriana Kartika Sari
  4. Akbar Nuur Purnama Darma Wahana
  5. Hendri Sucipto
  6. Mohammad Jusuf Randi

Dalam presentasinya, para dosen pemula menyampaikan kemajuan penelitian dan strategi penyelesaian luaran sesuai jadwal. Tim pemonev memberikan arahan mengenai pentingnya penyusunan metodologi yang lebih sistematis, penguatan referensi ilmiah terkini, serta strategi publikasi pada jurnal bereputasi.

Komitmen Peningkatan Kualitas Penelitian

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Edy Suprianto menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar mekanisme administratif, melainkan sarana penting untuk meningkatkan mutu riset di perguruan tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi para peneliti untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi riset mereka terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Mutamimah menambahkan bahwa penguatan ekosistem riset memerlukan sinergi antara peneliti, institusi, dan pemerintah. “Pendampingan yang berkelanjutan melalui monev akan membantu peneliti memaksimalkan potensi risetnya, baik dalam bentuk publikasi, inovasi, maupun hilirisasi hasil penelitian,” ungkapnya.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Hibah Penelitian Tahun Anggaran 2025 ini menegaskan komitmen DPPM Kemdiktisaintek dalam mendorong terciptanya riset-riset berkualitas tinggi yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga nilai strategis bagi pembangunan nasional. Melalui sinergi antara peneliti dan tim pemonev, diharapkan luaran penelitian dapat tercapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Brebes Garap Proyek Sampah Rp 4,4 Triliun, Libatkan Pakar UMUS Kembangkan Biogas dan Kemandirian Desa

 Pemerintah Kabupaten Brebes mengambil langkah ambisius dalam mengatasi persoalan sampah dengan merencanakan pembangunan pabrik pengolahan sampah senilai Rp 4,4 triliun.

Proyek kolosal ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes dengan pihak swasta, PT TRIBALIV, dan dirancang sebagai solusi strategis yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Inti dari proyek ini adalah penerapan Sistem Biogas sebagai teknologi utama pengolahan sampah. Untuk menjamin landasan ilmiah yang kuat dan mempercepat implementasi, Pemkab Brebes melibatkan pakar dari dunia akademik.

Salah satu tokoh sentral dalam kolaborasi ini adalah Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, seorang Ahli Lingkungan dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Prof. Pranoto dan timnya akan berkolaborasi dengan Guru Besar Bio Molekul dari Universitas Airlangga Surabaya dalam pengembangan dan pendampingan teknologi biogas.

Keterlibatan UMUS ini menggarisbawahi komitmen Pemkab Brebes untuk mengintegrasikan keahlian lokal dalam proyek energi terbarukan ini.

ESEM_UMUS: Solusi Sampah di Daerah Terpencil Berbasis Pemberdayaan

Menyadari bahwa pabrik utama mungkin sulit menjangkau wilayah terpencil, Prof. Pranoto dan UMUS turut mengembangkan model solusi unik yang diberi nama EDU-SEMESTA UMUS (ESEM_UMUS). Model ini dirancang khusus untuk pemberdayaan dan edukasi masyarakat, memfokuskan pengolahan sampah sesuai karakteristik lokal dan potensi ekonomi desa.

“ESEM_UMUS adalah upaya membawa solusi pengelolaan sampah langsung ke tingkat desa, menjadikannya bagian dari kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Prof. Pranoto.

Model ESEM_UMUS memiliki dua inovasi utama yang menjadi percontohan:
• Pengolahan Sampah Organik (PAS-PROBIOTIK): Sampah organik diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik menggunakan teknologi probiotik yang ramah lingkungan dan sangat aplikatif di tingkat desa.
• Pengolahan Sampah Anorganik: Sampah plastik dikonversi menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara Pertalite. Teknologi konversi ini berpotensi besar memperkuat kemandirian energi di tingkat lokal.

Desa Dukuhjeruk Jadi Pilot Project Kemandirian Sampah

Desa Dukuhjeruk, Kecamatan Banjarharjo, telah dipilih sebagai lokasi percontohan (pilot project) untuk implementasi model ESEM_UMUS. Di desa ini, akan dilakukan implementasi teknologi PAS-Probiotik, pengolahan plastik menjadi BBM skala desa, serta kegiatan edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan komunitas. Hasil dari percontohan ini akan menjadi dasar penyusunan model replikasi yang berkelanjutan untuk diterapkan di desa-desa lain di Brebes.

Gabungan antara pembangunan pabrik pengolahan sampah senilai Rp 4,4 triliun dan implementasi ESEM_UMUS di daerah terpencil diharapkan menghasilkan solusi komprehensif. Selain mengatasi pencemaran, proyek ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, mencapai kemandirian energi lokal, dan meningkatkan ekonomi sirkular di Kabupaten Brebes.

UMUS Brebes Gelar Serah Terima Mahasiswa Baru Jalur KIP Kuliah Aspirasi Partai Golkar: Wujud Nyata Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui kegiatan Serah Terima Mahasiswa Baru Jalur KIP Kuliah dari Aspirasi Partai Golkar Pusat. Program ini merupakan hasil inisiatif dan dukungan dari H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si, anggota DPR RI Komisi X, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak bangsa.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 6 Oktober 2025, di Kampus UMUS Brebes ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya dr. Dewa Taruna Nugraha, dokter RSUD Kabupaten Brebes, serta jajaran pimpinan universitas: Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, M.Kom, dan Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. yang juga memberikan sambutan mewakili Rektor UMUS.

Turut hadir Kepala PMB UMUS Hendri Sucipto, M.M., Bagian Kemahasiswaan Agiesta Premana, M.Kom, Dekan Fakultas Teknik Dr. Abdul Hamid, M.T., serta perwakilan dari Bank Tabungan Negara (BTN) selaku mitra penyalur dana bantuan KIP Kuliah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa program KIP Kuliah ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dalam memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Indonesia.

“UMUS berkomitmen untuk menjadi kampus yang inklusif, yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan sosial. Program KIP Kuliah ini menjadi jembatan bagi banyak anak daerah untuk meraih mimpi tanpa dibatasi faktor ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si. menyampaikan apresiasi kepada UMUS Brebes atas dukungannya dalam menyalurkan program aspirasi ini.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak bangsa yang gagal kuliah karena persoalan ekonomi. Melalui KIP Kuliah aspirasi ini, kami berharap UMUS dapat terus melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis daftar mahasiswa penerima KIP Kuliah aspirasi kepada pihak universitas serta sesi foto bersama. Suasana penuh semangat dan haru mewarnai momen tersebut, mencerminkan tekad bersama dalam memajukan pendidikan yang berkeadilan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMUS Brebes kembali menegaskan posisinya sebagai kampus penggerak pemerataan pendidikan tinggi di wilayah Pantura dan Jawa Tengah, sejalan dengan visi universitas untuk membangun sumber daya manusia unggul di era digital dan global. 

Mahasiswa UMUS Brebes Bawa Revolusi Digital ke SD Negeri 3 Tanahbaya: Pemahaman Komputer Siswa Melonjak Drastis!

Tim pengabdian masyarakat (PkM) dari Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, sukses besar dalam menjembatani kesenjangan digital di tingkat pendidikan dasar, belum lama ini.

Melalui program intensif di SD Negeri 3 Tanahbaya, tim yang dipimpin oleh Muhammad Yunus dan Kharisma Dwi Pratiwi ini berhasil meningkatkan pemahaman dasar perangkat komputer siswa kelas 4 secara signifikan.

Program PkM ini dilaksanakan sebagai respons atas masalah utama yang dihadapi sekolah: minimnya pemahaman siswa terhadap teknologi komputer. Hal ini dipicu oleh keterbatasan sarana dan tidak adanya tenaga pengajar yang kompeten, membuat sebagian besar siswa hanya mengenal komputer sebagai alat bermain game.

Peran Mahasiswa dan Dosen Mengubah Persepsi

Tim PkM merancang serangkaian kegiatan yang menarik, dimulai dari observasi, pemberian materi yang didukung oleh gambar nyata, kuis interaktif, hingga praktik langsung menggunakan perangkat komputer. Langkah awal adalah pelaksanaan Pretest untuk mengukur pengetahuan awal siswa. Hasilnya cukup memprihatinkan, di mana nilai rata-rata siswa hanya berkisar antara 29 hingga 33, menegaskan rendahnya paparan mereka terhadap teknologi.
Namun, setelah sesi pembelajaran yang interaktif dan praktik langsung, hasilnya sungguh mencengangkan. Berdasarkan skor Posttest, nilai rata-rata siswa melonjak tinggi, mencapai kisaran 72 hingga 80. Kenaikan dramatis ini menunjukkan keberhasilan metode yang diterapkan.

Mahasiswa UMUS membimbing siswa untuk dapat:
• Mengidentifikasi dan menyebutkan fungsi berbagai perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
• Melakukan prosedur dasar pengoperasian, seperti menyalakan dan mematikan komputer dengan benar.
• Menggunakan perangkat input dasar, seperti keyboard untuk mengetik dan mouse untuk menggerakkan kursor, meskipun masih memerlukan pendampingan.

Antusiasme Tinggi, Potensi Besar untuk Masa Depan

Antusiasme yang ditunjukkan oleh siswa-siswi SD Negeri 3 Tanahbaya selama kegiatan berlangsung menjadi sorotan utama. Mereka sangat bersemangat saat mencoba langsung perangkat komputer dan berinteraksi dalam sesi tanya jawab. Hal ini membuktikan bahwa pengenalan komputer sejak usia dini sangat krusial untuk meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan era digital.

Hasil pengabdian ini juga memberikan temuan penting bagi pihak sekolah. Keterbatasan sarana menjadi faktor utama kesenjangan pengetahuan. Oleh karena itu, tim PkM menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan dan mengintegrasikan komputer dalam pembelajaran. Program ini juga membuka potensi besar untuk pengembangan materi lanjutan.
“Siswa menunjukkan semangat tinggi untuk mengenal dunia digitalisasi, ini adalah peluang bagi guru untuk mengajarkan penguasaan aplikasi perkantoran dasar di masa depan,” ujar tim PkM.

Melalui inisiatif proaktif dari mahasiswa dan dosen Teknik Informatika UMUS, SD Negeri 3 Tanahbaya kini memiliki fondasi awal yang kuat dalam literasi teknologi, mempersiapkan generasi muda Brebes untuk bersaing di masa depan yang semakin berbasis digital.

Dies Natalis ke-13 Universitas Muhadi Setiabudi Brebes Digelar Sederhana dan Penuh Kehangatan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan peringatan Dies Natalis ke-13 di Auditorium kampus dengan suasana sederhana namun penuh makna, Kamis, 02 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan fakultas, ketua program studi, serta tenaga kependidikan.

Dari pihak Yayasan, hadir Ketua Yayasan, Dr (HC) KH. Muhadi Setiabudi didampingi istrinya dan putrinya, Dian Ayu Merisawati SH MH. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan perayaan sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh Yayasan terhadap perjalanan UMUS dalam membangun pendidikan tinggi di Brebes.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M menegaskan bahwa Dies Natalis bukan hanya momen seremonial, melainkan refleksi perjalanan panjang UMUS dalam melahirkan generasi berkarakter dan berdaya saing.

“Usia ke-13 adalah momentum untuk memperkuat komitmen akademik dan memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan, Dr (HC) KH. Muhadi Setiabudi, yang kemudian diserahkan kepada perwakilan civitas akademika sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan masa depan UMUS yang lebih cerah.

Rangkaian acara juga diisi dengan doa dan tawasul yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin. Doa bersama ini menambah suasana khidmat sekaligus menjadi wujud harapan agar perjalanan UMUS senantiasa mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT.

Acara ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung hangat, mempererat silaturahmi antara pimpinan universitas, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan Yayasan.

Momentum Dies Natalis ke-13 ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi UMUS dalam memperkuat identitas akademik, meningkatkan inovasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan di Brebes dan bangsa Indonesia

UMUS Brebes Dorong Mahasiswa Melek Investasi Melalui Sekolah Pasar Modal Level 1

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang melek finansial dengan mengadakan acara “Sekolah Pasar Modal Level 1” pada Senin, 22 September 2025.

Bertempat di Ruang Auditorium UMUS, kegiatan ini mengusung tema “Kenali Pasar Modal, Bangun Masa Depan dari Sekarang” dan dihadiri ratusan mahasiswa yang antusias.

Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Mohammad Adi Windiarko, Executive Trainer dari Phintraco Sekuritas, dan Akhmad Nuranyanto, Deputi Kepala Wilayah Jawa Tengah 1 – KP BEI Jawa Tengah 1.

Keduanya berbagi pengetahuan mendalam tentang pentingnya berinvestasi sejak dini, khususnya di pasar modal. Sementara itu, posisi moderator diisi oleh Ashim Majduddin yang memandu jalannya diskusi dengan interaktif.

Dalam paparannya, Mohammad Adi Windiarko menekankan bahwa pasar modal tidak hanya untuk kalangan profesional, tetapi juga bisa diakses oleh mahasiswa.

“Berinvestasi di pasar modal memberikan kesempatan emas untuk mengembangkan aset dalam jangka panjang. Mulai saja dengan modal kecil dan kenali risikonya. Phintraco Sekuritas siap memfasilitasi mahasiswa yang ingin belajar dan memulai,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Akhmad Nuranyanto menambahkan bahwa edukasi adalah kunci utama. “Banyak orang ragu berinvestasi karena takut penipuan. Itulah mengapa literasi keuangan dan pemahaman akan pasar modal menjadi sangat penting. Kami di OJK terus berupaya memastikan ekosistem investasi di Indonesia aman dan terpercaya, sehingga masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat berinvestasi dengan tenang,” jelas Akhmad.

Para peserta mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini, di antaranya sertifikat, makanan ringan, serta ilmu yang sangat bermanfaat dan kesempatan untuk memperluas relasi. Untuk mempermudah mahasiswa memulai langkah investasi, panitia juga menyediakan pendaftaran pembukaan akun saham.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa UMUS untuk terjun langsung ke dunia investasi yang legal dan terpercaya, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan sejak muda.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak universitas. Hendri Sucipto, M.M., salah satu dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMUS, menyampaikan dukungannya.

“Kami sangat bangga dengan inisiatif ini. Kegiatan seperti Sekolah Pasar Modal sangat penting untuk melengkapi teori yang didapat mahasiswa di bangku kuliah dengan praktik nyata. Ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” kata Hendri.

Ia menambahkan, investasi adalah bagian dari literasi keuangan yang wajib dikuasai generasi muda. “Tujuannya bukan hanya mencari keuntungan, tapi juga belajar mengelola risiko dan mengambil keputusan finansial yang cerdas.”

KKN UMUS Olah Bunga Telang Jadi Minuman Sehat, Dosen Pembimbing Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menunjukkan inovasi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dengan mengolah bunga telang menjadi produk minuman sehat yang kekinian. Kegiatan ini berlangsung di Desa Semaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang belum lama ini.

Bunga telang yang sebelumnya hanya dipandang sebagai tanaman hias, kini diolah menjadi minuman herbal menyegarkan seperti es teh bunga telang. Inisiatif mahasiswa KKN UMUS ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan, Bambang Irawan, M.Kom, menegaskan pentingnya penguatan inovasi berbasis potensi lokal. “Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berbaur dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa. Bunga telang adalah contoh nyata bagaimana sumber daya lokal bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Program ini melibatkan ibu-ibu PKK dan kelompok ibu rumah tangga setempat. Kolaborasi ini menghasilkan keterampilan baru dalam mengolah bunga telang menjadi teh herbal sehat. Aryanti, salah satu perwakilan PKK Desa Semaya, menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat senang diajari cara membuat teh herbal dari bunga telang. Selain enak dan menyehatkan, kami juga bisa mencoba menjadikannya usaha rumahan,” ungkapnya.

Lebih jauh, produk minuman bunga telang hasil inovasi mahasiswa KKN UMUS telah berhasil lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Capaian ini menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki kualitas dan potensi pengembangan yang berdaya saing.

Program KKN ini tidak hanya memperkenalkan manfaat kesehatan bunga telang, tetapi juga mengajarkan masyarakat cara mengolah dan mengembangkannya menjadi peluang usaha. Dengan demikian, kegiatan ini sejalan dengan visi UMUS dalam mencetak mahasiswa yang adaptif, inovatif, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dosen UMUS Berbagi Ilmu Pembelajaran Mendalam dalam Digitalisasi Pendidikan

Dosen dan Wakil Rektor 1 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Dr. Moh Toharudin, M.Pd, menjadi narasumber dalam Workshop Pembelajaran Mendalam dalam Digitalisasi Proses Pendidikan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengoptimalkan teknologi digital untuk proses belajar mengajar yang lebih efektif dan interaktif.

Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bekerjasama dengan DPR RI Komisi X H. Agung Widiantoro, S.J., M.Si diikuti oleh ratusan peserta darivkepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar pada Selasa, 16 September 2025.

Dalam paparannya, Dr. Moh Toharudin, M.Pd menyampaikan materinya secara komprehensif bagaimana integrasi pembelajaran mendalam dalam pengertian pedagogisnya dapat diterapkan dalam proses digitalisasi pendidikan di sekolah dasar. Pembelajaran mendalam di sini tidak hanya merujuk pada teknologi AI, tetapi juga pada metode pengajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, melampaui sekadar menghafal.
​Sistem pendidikan tradisional sering kali berfokus pada pembelajaran dangkal (surface learning), di mana siswa hanya menghafal fakta dan konsep tanpa pemahaman yang mendalam. Akibatnya, mereka kesulitan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi dunia nyata. Hasil PISA (Programme for International Student Assessment) Tahun 2018 menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih di bawah rata-rata OECD (Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), yang mengindikasikan perlunya pergeseran paradigma pembelajaran.

​Digitalisasi pendidikan di sekolah dasar bukan hanya tentang menyediakan perangkat teknologi, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem belajar yang adaptif, personal, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Dalam konteks ini, pembelajaran mendalam menawarkan kerangka kerja pedagogis yang kuat untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dengan mengintegrasikan teknologi digital, guru dapat memfasilitasi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menumbuhkan keterampilan esensial seperti pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi.

Konsep Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi
​Secara konseptual, istilah pembelajaran mendalam memiliki dua makna yang berbeda namun saling terkait:

Pendekatan Pedagogis: Ini adalah makna yang ditekankan dalam konteks pendidikan. Pembelajaran mendalam adalah kerangka pembelajaran yang dirancang untuk mendorong siswa agar berpikir secara kritis dan analitis. Tujuannya adalah agar siswa mampu menghubungkan konsep dengan pengalaman pribadi, mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks baru, dan menjadi pembelajar seumur hidup. Hal ini mencakup pembelajaran bermakna (meaningful learning), pembelajaran penuh perhatian (mindful learning), dan pembelajaran kolaboratif.

Teknologi AI: Dalam ranah kecerdasan buatan, pembelajaran mendalam (deep learning) mengacu pada algoritma yang mampu menganalisis data dalam jumlah besar dan belajar dari pola-pola yang kompleks, mirip cara kerja otak manusia. Sistem ini dapat digunakan untuk personalisasi pembelajaran, deteksi dini kesulitan belajar, dan otomatisasi evaluasi (Saputra, 2025).

Integrasi kedua konsep ini dalam digitalisasi pendidikan menciptakan sinergi yang kuat. Teknologi AI dapat berfungsi sebagai alat untuk memfasilitasi pendekatan pembelajaran mendalam, misalnya melalui sistem personalisasi yang menyajikan materi sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar siswa.

​Manfaat Integrasi di Sekolah Dasar
​Penerapan pembelajaran mendalam yang didukung oleh digitalisasi dapat memberikan berbagai manfaat signifikan di sekolah dasar: ​Personalisasi Pembelajaran: Sistem berbasis AI dapat menganalisis data kinerja siswa dan mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan mereka. Misalnya, jika seorang siswa kesulitan dengan konsep pecahan, sistem dapat secara otomatis merekomendasikan latihan interaktif atau video penjelasan tambahan. Ini memungkinkan setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhannya, bukan dengan pendekatan satu ukuran untuk semua.

Peningkatan Keterampilan Abad ke-21: Pembelajaran mendalam mendorong proyek-proyek yang membutuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Dengan memanfaatkan perangkat digital seperti papan tulis interaktif, aplikasi kolaborasi, dan platform berbasis proyek, siswa dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah kompleks.

Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong kemampuan literasi dan numerasi.
Akses ke Sumber Belajar yang Lebih Kaya: Digitalisasi membuka pintu bagi siswa untuk mengakses berbagai sumber daya digital, seperti video edukasi, simulasi interaktif, dan tur virtual. Hal ini membuat materi pelajaran lebih menarik dan mudah dipahami.
​Analisis Data Real-Time: Platform digital menyediakan wawasan berharga bagi guru tentang kemajuan siswa. Guru dapat memantau kinerja, mengidentifikasi pola kesulitan, dan menyesuaikan strategi pengajaran secara real-time.

​Tantangan dan Rekomendasi
​Meskipun menjanjikan, integrasi pembelajaran mendalam dalam digitalisasi pendidikan di sekolah dasar menghadapi sejumlah tantangan: (1) Kesenjangan Akses Teknologi dan Infrastruktur: Tidak semua sekolah, terutama di daerah terpencil, memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan koneksi internet yang stabil. Kondisi ini dapat memperburuk kesenjangan pendidikan; (2) ​Kesiapan dan Kompetensi Guru: Banyak guru memiliki pemahaman yang terbatas tentang konsep pembelajaran mendalam, baik secara pedagogis maupun teknologis. Kurangnya pelatihan yang memadai menjadi hambatan utama dalam implementasi yang sukses; (3) Privasi dan Keamanan Data: Penggunaan teknologi yang mengumpulkan data siswa menimbulkan isu privasi yang serius. Diperlukan kebijakan dan protokol yang ketat untuk melindungi informasi pribadi siswa dari penyalahgunaan.

Implikasi
​Integrasi pembelajaran mendalam dalam digitalisasi proses pendidikan di sekolah dasar adalah langkah transformatif yang sangat potensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendekatan ini dapat membantu siswa berkembang dari sekadar “pembelajar dangkal” menjadi “pembelajar mendalam” yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. ​Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah dan guru.

Mahasiswa Pascasarjana Manajemen UMUS Brebes Siap Gaspol! Launching Kuliah Perdana & Matrikulasi 2025/2026

Suasana semangat mewarnai Ruang Senat Pascasarjana UMUS Brebes lantai dasar, saat Fakultas Ekonomi dan Bisnis resmi menggelar Launching Kuliah Perdana, Kuliah Umum, dan Matrikulasi Program Pascasarjana Manajemen Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu, 13 September 2025.

Semua mahasiswa Pascasarjana Manajemen hadir untuk memulai perjalanan akademik mereka.

Acara dibuka dengan sambutan hangat Dekan FEB UMUS, Dumadi, MM, dan dihadiri secara langsung Wakil Rektor 3, Mohammad Hasdar, MSc, PhD, yang menekankan pentingnya pembekalan akademik awal sebagai fondasi kesuksesan di jenjang Pascasarjana.

Sesi Kuliah Umum menghadirkan narasumber inspiratif, Dadan Herdiana, SH, MKn, yang membahas topik-topik terkini terkait manajemen modern dan kepemimpinan strategis. Selain itu, Kapordi Magister Manajemen, Dr. Sutikno, M.Pd, memberikan pengantar terkait silabus dan metodologi penelitian agar mahasiswa siap menghadapi tantangan perkuliahan.

Program Matrikulasi digelar untuk memudahkan adaptasi mahasiswa baru, mulai dari pengenalan silabus, metodologi penelitian, hingga penggunaan platform pembelajaran digital. Semua ini bertujuan agar mahasiswa siap tempur sebelum memasuki perkuliahan inti.

Salah satu mahasiswa menyampaikan, “Kegiatan ini keren banget! Kami jadi tahu apa yang diharapkan, sekaligus lebih siap menghadapi tantangan Pascasarjana Manajemen.”

Dengan kegiatan ini, UMUS Brebes menegaskan komitmen menghadirkan pembelajaran berkualitas, relevan dengan industri, dan inovatif, serta membangun ekosistem akademik progresif dan penuh semangat bagi mahasiswa Pascasarjana Manajemen.

UMUS dan Kemendikdasmen Jalin Kerja Sama, Tingkatkan Kualifikasi Akademik Guru Sekolah Dasar

 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes bersama Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah, dan Kebudayaan (Kemendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti sepakat menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Langkah ini ditandai dengan Penandatanganan Kerjasama yang berfokus pada program pemenuhan kualifikasi akademik S-1/D-4 bagi para guru Sekolah Dasar (SD) di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang belum menempuh gelar sarjana.

​Penandatanganan yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi Kompleks Kementrian pendidikan Dasar dan Menengah Jakarta, Jumat (12/9/2025), pihak UMUS ini dihadiri Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Moh Toharudin , M.Pd serta dari Kemendikdasmen dihadiri langsung oleh Prof. Abdul Mu’ti.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. “Peningkatan kualifikasi guru adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan kita. Kolaborasi ini menjadi komitmen nyata kami untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan guru yang profesional dan kompeten,” ujarnya.

Program kerja sama ini akan memfasilitasi guru-guru yang belum memiliki kualifikasi S-1/D-4 agar dapat melanjutkan pendidikan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar salah satunya di Universitas Muhadi Setiabudi Brebes dengan skema khusus. Hal ini diharapkan bisa membantu para guru untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan, sekaligus memperkaya pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengajar.

Dr. Moh Toharudin menyambut baik kebijakan Kemendikdasmen, program ini sejalan dengan program kerja UMUS dalam menaikkan standar kompetensi guru di seluruh Indonesia. Program ini merupakan wujud nyata komitmen UMUS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif dari Kemendikdasmen ini. Program ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga langkah konkret kita bersama untuk memastikan bahwa para guru Sekolah Dasar memiliki kualifikasi yang memadai. Dengan begitu, mereka dapat memberikan pengajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman,” tegasnya.

Dengan ditandatanganinya kerja sama ini, UMUS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak guru-guru berkualitas. Program ini diharapkan segera berjalan dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan dasar.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025