
BREBES — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan Seminar Nasional FEB UMUS 2026 dengan tema “Strategi Agile Leadership dan Transformasi Digital dalam Menghadapi Disrupsi Bisnis Global”, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Dyah Kusumastuti, M.Sc., Guru Besar Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, sebagai Narasumber Utama sekaligus Academic Reviewer.
Seminar nasional tersebut menjadi forum akademik bagi dosen, mahasiswa sarjana dan pascasarjana untuk memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan adaptif, transformasi digital, pengembangan kapabilitas organisasi, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat, kompleks, dan berbasis teknologi.
Ketua Program Studi Magister Manajemen FEB UMUS, Dr. Slamet Riyanto, S.Ag., M.M., yang mewakili Dekan FEB UMUS, menyampaikan bahwa transformasi digital tidak semestinya dipahami hanya sebagai pengadaan atau penggunaan teknologi. Transformasi perlu menyentuh strategi, proses bisnis, budaya organisasi, kompetensi sumber daya manusia, tata kelola, serta cara organisasi menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan.

“Organisasi membutuhkan agile leadership, yaitu kepemimpinan yang mampu membaca perubahan, belajar dengan cepat, mengambil keputusan berbasis data, membangun kolaborasi, memberdayakan tim, dan tetap menjaga dimensi etika serta kemanusiaan dalam proses transformasi,” disampaikan dalam sambutan pembukaan.
Dalam pembahasan seminar, transformasi digital ditempatkan sebagai agenda strategis organisasi. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), analitik data, otomatisasi, dan platform digital membuka peluang peningkatan produktivitas dan inovasi, namun implementasinya perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi, perubahan pola kerja, penguatan tata kelola, serta kemampuan organisasi mengelola risiko perubahan.
Seminar juga menekankan pentingnya kelincahan organisasi. Agile leadership dibutuhkan agar pimpinan tidak hanya merespons perubahan setelah terjadi, tetapi mampu membangun organisasi yang cepat belajar, responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan, serta mampu melakukan eksperimen dan inovasi secara terukur.
Bagi FEB dan Program Studi Magister Manajemen UMUS, hasil seminar ini menjadi masukan untuk terus menguatkan keterkaitan antara pendidikan manajemen dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Pembelajaran di perguruan tinggi diarahkan agar mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi mampu melakukan diagnosis masalah, merumuskan alternatif strategis, mengambil keputusan berbasis bukti, dan mengembangkan solusi yang relevan dengan perubahan teknologi.

Forum ini juga memperkuat perhatian terhadap pengembangan UMKM dan perekonomian daerah. Digitalisasi dapat menjadi instrumen penting bagi UMKM untuk memperluas pasar, memperbaiki layanan pelanggan, meningkatkan efisiensi, dan membangun keputusan berbasis data. Namun keberhasilan transformasi tetap memerlukan kesiapan sumber daya manusia, kepemimpinan, model bisnis yang tepat, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan.
Dari rangkaian pembahasan seminar, terdapat beberapa agenda tindak lanjut yang menjadi perhatian akademik FEB UMUS, antara lain penguatan materi agile leadership dan transformasi digital dalam pembelajaran, peningkatan literasi AI dan data, pengembangan studi kasus bisnis berbasis persoalan nyata, penguatan kolaborasi akademik, serta perluasan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung transformasi UMKM dan organisasi di daerah.
Dr. Slamet Riyanto menegaskan bahwa seminar nasional diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gagasan yang dihasilkan perlu diterjemahkan ke dalam pengembangan kurikulum, penelitian, pembelajaran, kerja sama, dan program pemberdayaan masyarakat yang terukur.
Melalui Seminar Nasional FEB UMUS 2026, FEB UMUS menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan jejaring akademik menjadi penting agar transformasi digital memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

POIN HASIL SEMINAR
- Agile leadership perlu dikembangkan sebagai kapabilitas strategis untuk mempercepat pembelajaran, kolaborasi, adaptasi, dan pengambilan keputusan organisasi.
- Transformasi digital harus diposisikan sebagai transformasi strategi, proses, manusia, budaya, dan tata kelola—bukan sekadar adopsi teknologi.
- Pemanfaatan AI dan analitik data perlu disertai peningkatan kompetensi SDM, tata kelola, etika, keamanan, dan manajemen risiko.
- Perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum dan pembelajaran berbasis kasus agar lulusan memiliki kemampuan strategis, digital, analitis, kolaboratif, dan adaptif.
- Kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah, dunia usaha, UMKM, dan jejaring akademik perlu diperluas untuk mendorong transformasi ekonomi daerah.