
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperluas langkah internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penguatan jejaring akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.
Kali ini, UMUS menjajaki pengembangan kerja sama strategis dengan King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, khususnya melalui School of Food Industry KMITL. Penjajakan tersebut dilakukan oleh Muhamad Hasdar, Ph.D., Wakil Rektor III UMUS, yang juga merupakan alumni KMITL, bersama Dr. Orachorn Mekkerdchoo, Wakil Dekan School of Food Industry KMITL bidang kerja sama dan akademik.
Pertemuan kedua pihak menjadi ruang dialog untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara konkret dan berkelanjutan. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari student exchange, international internship, collaborative research, joint publication, pengembangan kapasitas akademik, hingga berbagai aktivitas yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara sivitas akademika kedua institusi.
Dari Jejaring Menuju Kolaborasi Nyata
Wakil Rektor III UMUS, Muhamad Hasdar, Ph.D., mengatakan bahwa penguatan hubungan dengan KMITL merupakan bagian dari komitmen UMUS dalam membuka akses internasional yang semakin luas bagi mahasiswa dan dosen. “Kerja sama ini merupakan salah satu langkah UMUS untuk memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik yang lebih maju dan berstandar internasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri,” ujar Muhamad Hasdar.
Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada hubungan kelembagaan. Kolaborasi perlu diarahkan pada program yang memiliki dampak akademik terukur, baik terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa maupun produktivitas dan kapasitas akademik dosen. Karena itu, penjajakan bersama KMITL diarahkan tidak hanya pada mobilitas mahasiswa melalui pertukaran dan magang internasional, tetapi juga pada riset kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengembangan kompetensi dosen, serta transfer pengetahuan dan teknologi.
Kolaborasi dengan School of Food Industry KMITL memiliki relevansi strategis terutama bagi pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pangan UMUS. Kekuatan akademik dan pengalaman KMITL di bidang industri pangan membuka ruang kolaborasi yang luas dalam pengembangan ilmu dan teknologi pangan, gizi, kesehatan, keamanan dan mutu pangan, teknologi pengolahan, inovasi produk pangan, hingga penelitian multidisipliner. Kerja sama tersebut juga berpotensi mempertemukan keunggulan dan isu penelitian yang berkembang di masing-masing institusi.
Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya berorientasi pada aktivitas akademik jangka pendek, tetapi dapat diarahkan pada lahirnya ekosistem riset internasional yang produktif dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa UMUS, peluang mengikuti student exchange maupun internship internasional dapat menjadi pengalaman akademik yang bernilai. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang perkuliahan, tetapi juga berkesempatan beradaptasi dengan kultur akademik berbeda, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, membangun jejaring global, serta meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.