
BREBES – Fakultas Teknik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menjadi ruang pertemuan strategis dalam Rapat Penguatan Kelembagaan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, kehutanan, lingkungan hidup, Forum DAS, dan perguruan tinggi dalam upaya memperkuat tata kelola DAS Pemali secara terpadu dan berkelanjutan.
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mengaktifkan kembali peran dan fungsi Forum DAS Pemali sebagai wadah koordinasi multipihak. Agenda tersebut sesuai dengan undangan resmi BPDAS Pemali Jratun mengenai Rapat Peningkatan Kelembagaan Forum DAS Pemali.
Pertemuan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis. Dari BPDAS Pemali Jratun hadir Medawati, S.Hut. Unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dihadiri Kepala Dinas Mochamad Sodik, S.S.TP., M.Si. bersama Rojikin, S.Si.

Dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Provinsi Jawa Tengah hadir dua orang perwakilan, salah satunya Rokip, S.Hut., M.T. Sementara unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diwakili Miswari, S.Hut. Unsur kelembagaan DAS turut diperkuat dengan kehadiran Suparno, M.T. dari Forum DAS Provinsi Jawa Tengah dan Dr. Abdul Hamid, M.T. dari Forum DAS Pemali. Kehadiran lintas lembaga tersebut mencerminkan semangat collaborative governance, yakni pengelolaan lingkungan yang dibangun melalui koordinasi dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan.
Forum tersebut menjadi strategis karena pengelolaan DAS tidak hanya berkaitan dengan persoalan aliran air. Di dalamnya terdapat dimensi konservasi sumber daya alam, tata guna lahan, rehabilitasi hutan dan lahan, keberlanjutan lingkungan, aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, hingga mitigasi risiko ekologis.
Dalam konteks tersebut, Fakultas Teknik UMUS Brebes menjadi ruang akademik yang relevan untuk mempertemukan gagasan, kebijakan, dan kebutuhan implementatif di lapangan. Perguruan tinggi dapat mengambil posisi strategis melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, inovasi teknologi, edukasi lingkungan, serta penyediaan rekomendasi berbasis data dalam mendukung tata kelola DAS yang berkelanjutan.
Momentum ini sekaligus memperkuat relasi antara dunia akademik dan pemangku kebijakan. Persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Sinergi pemerintah, Forum DAS, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi modal penting untuk menghasilkan tata kelola lingkungan yang partisipatif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Rapat penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali peran strategis Forum DAS Pemali sebagai simpul koordinasi multipihak, sekaligus mendorong lahirnya agenda kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat di wilayah DAS Pemali.
DAS bukan sekadar aliran air dari hulu menuju hilir. DAS merupakan ruang kehidupan yang mempertemukan manusia, lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan antargenerasi. Karena itu, menjaga DAS pada hakikatnya adalah menjaga keberlanjutan kehidupan.