Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Kembangkan SIRA, Digitalisasi Rekognisi Pembelajaran Tipe A

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali mempertegas komitmennya dalam menghadirkan inovasi dan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengembangan dan peluncuran Sistem Informasi Rekognisi Tipe A (SIRA), sebuah platform digital terpadu yang dirancang khusus untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan tata kelola program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A secara transparan, akuntabel, dan efisien.

​Pengembangan sistem digital ini menjadi jawaban atas tingginya minat masyarakat, praktisi, serta tenaga profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur konversi pengalaman kerja dan pelatihan formal maupun nonformal. Melalui integrasi teknologi ini, proses penyetaraan capaian pembelajaran tidak lagi terkendala oleh prosedur administratif yang panjang dan manual.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Acara sosialisasi sekaligus koordinasi teknis pengoperasian sistem SIRA diselenggarakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat UMUS Brebes. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Jajaran Rektorat, BAAK, Ketua Program Studi, dan kepala LP3M.

Dalam sambutan pembukanya, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan SIRA merupakan bagian dari komitmen UMUS dalam merespons regulasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait fleksibilitas jalur belajar di perguruan tinggi. RPL Tipe A memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan atas hasil belajar yang diperoleh dari pendidikan nonformal, informal, maupun pengalaman kerja sebagai pemenuhan satuan kredit semester (SKS).

​Selama ini, tantangan utama pelaksanaan RPL adalah proses verifikasi portofolio yang membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra. Hadirnya SIRA memotong birokrasi yang tidak efisien tanpa mengurangi mutu asesmen. Sistem ini memastikan seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, pengunggahan dokumen portofolio, penilaian oleh tim asesor, hingga penetapan perolehan SKS terdokumen dengan rapi dan dapat dipantau secara real-time,” ujar Dr. Moh Toharudin.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Beliau juga menekankan bahwa transparansi dalam asesmen RPL sangat penting untuk menjaga kualitas lulusan. Dengan SIRA, kriteria penilaian dan indikator capaian pembelajaran dapat diakses secara terbuka oleh tim asesor dan calon mahasiswa, sehingga memperkecil risiko ketidaksesuaian standar akademik.

Dari sudut pandang kemahasiswaan dan kemitraan, Wakil Rektor 3 Muhammad Hasdar, Ph.D menyampaikan bahwa keberadaan SIRA menjadi nilai tambah bagi UMUS dalam membangun jejaring kerja sama dengan dunia industri, instansi pemerintah daerah, serta organisasi profesi. Banyak tenaga kerja di wilayah Brebes, Tegal, dan sekitarnya yang memiliki pengalaman lapangan mumpuni namun belum mengantongi gelar akademik formal.

Pengembangan sistem inovatif ini dibidani langsung oleh Kepala Badan Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UMUS, Nur Ariesanto, M.Kom. Hadirnya SIRA menjadi jawaban atas tingginya minat masyarakat, praktisi, serta tenaga profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur konversi pengalaman kerja dan pelatihan formal maupun nonformal. Melalui integrasi teknologi rancangan BAAK ini, proses penyetaraan capaian pembelajaran tidak lagi terkendala oleh prosedur administratif yang panjang dan manual.

Sebanyak 10 Kepala Program Studi yang hadir menyambut positif peluncuran platform ini. Para Kaprodi menilai SIRA memudahkan penetapan matriks kesepadanan antara pengalaman kerja pemohon dengan mata kuliah yang ada dalam kurikulum program studi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru