Universitas Muhadi Setiabudi

Civitas Akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes Berbagi Takjil Ramadhan: Wujud Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kebersamaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh segenap civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melalui kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kampus pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran rektorat, dosen, mahasiswa, serta pengurus organisasi kemahasiswaan LDK Nurul Ilmi UMUS.

Aksi sosial ini menjadi salah satu agenda Ramadhan yang tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas seremonial, tetapi juga sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara, serta masyarakat sekitar yang melintas di kawasan depan kampus.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kehadiran jajaran pimpinan universitas dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan akademik. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sosial yang konkret bagi mahasiswa untuk menumbuhkan karakter kepedulian, kebersamaan, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Rektor Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes merupakan bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial serta penguatan karakter kemanusiaan di lingkungan perguruan tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi momentum strategis bagi dunia pendidikan untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan akademik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki empati terhadap masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan kita tentang makna berbagi, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa kampus harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Sipil, Abdul Hamid, S.T., M.T., menilai bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membagikan makanan berbuka puasa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.

“Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi takjil ini, civitas akademika belajar bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan pembagian takjil ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan adanya aksi kepedulian tersebut. Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat citra perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dengan semangat Ramadhan yang penuh keberkahan, civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes berharap kegiatan berbagi ini dapat terus menjadi tradisi positif yang tidak hanya mempererat kebersamaan internal kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025