UMUS

AKREDITASI B

Entrepreneur, Profesional, Inovatif dan Kearifan Lokal (EPIK)

UMUS TV
ALUMNI

RELIGIUS KAMPUS, UMUS SELENGGARAKAN PENGAJIAN ANTI GEMPA DAN MANAQIB SYAIKH ABDUL QODIR AL JAILANI

UMUS Brebes melaksanakan kegiatan Pengajian Anti Gempa dan Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani kolaborasi dengan Jam’iyah Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya Silsilah 38 yang dipimpin Guru Mursyid Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS (yang dikenal dengan sebutan Abah Aos)dan pendamping khusus Prof K.H. Budi Rahman Hakim Al Amiin, MSW., Ph.D. (Abah Jagat Al Khoolish), bertempat digedung auditorium UMUS, pengajian dilaksanakan pada Sabtu pagi 17 Juni 2023 dimulai sejak jam 03.00 Wib melaksanakan sholat malam hingga 30 menit menjelang sholat subuh, ribuan jamaah dari berbagai provinsi melantunkan dzikir jahr kalimat thoyibah “Laailaha Illalloh”. Ribuan jamaah berdatangan dari beberapa daerah, baik Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimeawa Yogyakarta, Sumatera maupun Sulawesi, mereka sudah datang ke kampus UMUS 1 hari sebelum dimulai kegiatan pengajian ini. Mereka mencari keberkahan dalam kegiatan pengajian ini.

Prof K.H. Budi Rahman Hakim Al Amiin, MSW., Ph.D. (Abah Jagat Al Khoolish), menyampaikan Khidmah ilmiyahnya, dimulai dengan piujian kepada Alloh SWT sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman as., Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas Universitas Muhadi Setiabudi yang membukakan pintu untuk kegiatan Pengajian Anti Gempa di Universitas. Beliau inga tapa yang disampaikan gur Mursyid Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin QS, kalau Thoriqoh disampaikan oleh kyai maka masyarakat akan melihat sebelah mata, tetapi kalau amaliyah thoriqoh disampaikan oleh intelektual atau kademisi Doktor, profesor dari Perguruan Tinggi maka masyarakat akan membuka kedua mata. Alhamdulillah sekarang para Wakil talqin TQN Ponpes Suryalaya sudah hampir 20 guru besar, dan doktor yang sudah lebih 30 orang. Sehingga dakwah thoriqoh sudar beragam, inilah perwujudan dawuh pangersa Abah Anom terbukti. beliau menyampaikan bahwa hadis Nabi Saw: “Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”. Artinya bahwa islam dimulai dalam keadan asing sebagaimana keadaan di Mekkah dan di Madinah ketika awal-awal hijrah. Islam tidak diketahui dan tidak ada yang mengamalkan kecuali sedikit orang saja. Kemudian ia mulai tersebar dan orang-orang masuk (Islam) dengan jumlah yang banyak dan dominan di atas agama-agama yang lain. Dan Islam akan kembali asing di akhir zaman, sebagaimana awal kemunculannya. Ia tidak dikenal dengan baik kecuali oleh sedikit orang dan tidak diterapkan sesuai dengan yang disyariatkan kecuali sedikit dari manusia dan mereka asing. Dan Nabi SAW bersabda: “Maka beruntunglah bagi orang-orang yang asing” (HR. Muslim).

Kegiatan selanjutnya adalah amaliyah sholat isyroq dan sholat-sholat sunah, ditutup dengan doa. Pengajian anti gempa dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi. Acara dilanjutkan Pengajian manaqib dalam rangka merayakan sembilan kemenangan La’alakun tattaqun, Nuzuul Qur’an, Lalitul Qodar, Idul Fitri, Minnal ‘Aidin Wal Faiizin, Maulid dan Maulud Nabi Muhammad Saw, kejayan agama dan Negara, ketahanan nasional NKRI, Kejayaan agama dan Peradaban Dunia. Untuk itu acara Pengajian Anti Gempa Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani di Universitas Muhadi Setiabudi Brebes pada tanggal 17 Juni 2023.

Ketua Yayasan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, bahwa Universitas Muhadi Setiabudi mengapresiasi kegiatan Pengajian Anti Gempa dan Manaqib yang diselenggarakan atas Kerjasama dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) dengan Madrosah TQN Ponpes Suryalaya di Brebes, Tegal Raya dan Pemalang (Bregaslang) berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan di kampus UMUS setiap tahun, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada guru mursyid Pangersa Abah Aos, dan seluruh Ikhwan dan akhwat yang hadir serta ketua Yayasan dalam sambutannya memohon agar didoakan hajat UMUS khususnya dalam pendirian Fakultas Kedokteran, Pascasarjana Magister Manajemen, Magister Pendidikan Dasar, dan Pendirian sekolah vokasi agar segera terwujud.

Khidmah ilmiah Pangersa Abah Aos Qs menyampaikan tausiyahnya, bahwa manusia dikasih dua kali mati dua kali hidup. Mati pertama, empat bulan dikandungan ibu, mati kedua dikamar tidur/kamar mati Hadis ke 9325: annaum akhul maut, tidur itu saudaranya mati. Sering tidur sering mati, banyak tidur banyak mati. Sebentar tidur sebentar mati. Hidup pertama 5 bulan dikandungan ibu sampai hari ini, dan hidup kedua setelah di Talqin “laailahaillalloh”. Talqin itu menghidupkan orang mati, atau membangunkan orang tidur, kalua sudah ditalqin maka hidup terus. Meskipun kyai itu punya Pesantren serratus lantai, atau kyai nomor satu sekolong langit kalua belum talqin maka masih mati kedua, belum hidup belum dibangunkan. Pangersa Abah Aos menyampaikan hari perdana Pengajian Anti Gempa di UMUs maka tahun depan diagendakan untuk pengajian lagi di UMUS. Pengajian ditutup do’a dan mushofahah (dmt).

Leave a Reply

Your email address will not be published.