Universitas Muhadi Setiabudi

Perusahaan Jepang Berikan Kuliah Tamu di Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menerima kunjungan Nippon Academy asal Jepang dalam rangka penguatan kerja sama akademik dan industri. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen, sekaligus interview mahasiswa untuk mengikuti program internship (magang) di Jepang.

Presiden Direktur Nippon Academy Hasegawa Shohei tersebut menyampaikan materi terkait perkembangan industri pangan di Jepang, inovasi teknologi pengolahan pangan, standar mutu dan keamanan pangan, serta Pertanian dan kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Nippon Academy juga secara resmi menawarkan program internship internasional bagi mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan.

Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja langsung di lingkungan industri Jepang, meningkatkan keterampilan teknis, etos kerja, serta wawasan global mahasiswa.

Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Abdul Bashar, M.TP menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan industri.

“Melalui kuliah tamu dan penawaran internship ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja internasional serta peluang karier di industri pangan global,” ujarnya.

Lebih lanjut Dekan Pangan dan Ilmu Kesehatan Dr. Yan El Rizal U.D., M.Sc, menyampaikan bahwa program studi harus adaptif dan responsif untuk membuat peluang-peluang karir bagi mahasiswa.

“Internship menjadi program yang harus disiapkan oleh program studi agar mahasiswa berdaya saing bukan saja di tingkat nasional tapi di dunia kerja internasional”.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan perusahaan Jepang, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan berkomitmen untuk terus membuka jejaring internasional guna mendukung lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Akselerasi Mutu Institusi, Warek 1 UMUS Benchmark Strategis ke UNISSULA

Dalam upaya mempercepat transformasi kualitas pendidikan tinggi dan penguatan tata kelola akademik, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melakukan kunjungan kerja strategis ke Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang pada Rabu, 14 Januari 2026. Fokus utama dari pertemuan ini adalah melakukan benchmarking (studi banding) terkait akselerasi mutu institusi dan pengembangan kurikulum berbasis industri masa depan.

​Rombongan UMUS dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd, di dampingi Prof. Dr. Edy Suprianto, M.Si, Prof. Dr. Mutamimah, M.Si. dan Rila Melyana Fitri, M.Pd. Kedatangan tim disambut hangat oleh Wakil Rektor I UNISSULA, Dr. Abdul Basir, M.Pd., Prof. Dr. Imam Kusmaryono, M.Pd, dan Dr. Ahmad Salim, M.Ak di Gedung Biro Rektorat Kampus Kaligawe, Semarang.

Pertemuan yang berlangsung khidmat namun interaktif ini menjadi momentum penting bagi UMUS untuk menyerap praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh UNISSULA sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Jawa Tengah yang telah meraih akreditasi Unggul.

Dalam sambutannya, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. menyampaikan bahwa pemilihan UNISSULA sebagai mitra benchmark didasari oleh prestasi konsisten universitas tersebut dalam mempertahankan mutu akademik dan kecepatan adaptasi terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami hadir di UNISSULA dengan semangat untuk belajar. UMUS saat ini sedang berada pada fase akselerasi. Kami menyadari bahwa untuk mencapai mutu institusi yang kompetitif, kita tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada transformasi besar dalam tata kelola akademik, dan UNISSULA memiliki sistem yang sudah sangat matang untuk kita diskusikan bersama,” ujar Dr. Toharudin di hadapan jajaran pimpinan UNISSULA.

Salah satu poin krusial yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah strategi percepatan peningkatan Jabatan Fungsional Akademik (Jabfa) dosen, khususnya menuju jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Dr. Toharudin menekankan bahwa UMUS berkomitmen penuh untuk mendorong para dosen agar segera mencapai Lektor Kepala dan meraih gelar profesor melalui sistem pendampingan yang terintegrasi. Beliau menyadari bahwa kekuatan sebuah institusi akademik sangat ditentukan oleh jumlah SDM yang memiliki kualifikasi jabatan fungsional tertinggi.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Ahmad Salim, M.Ak., memaparkan keberhasilan UNISSULA dalam memanen Guru Besar secara masif melalui program akselerasi yang sistematis. UNISSULA menerapkan skema insentif publikasi internasional bereputasi dan tim asistensi khusus yang membantu dosen dalam memenuhi persyaratan administrasi maupun substansi karya ilmiah. Strategi ini dipadukan dengan pemantauan melalui sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang ketat untuk memastikan setiap dosen memiliki peta jalan (roadmap) karir akademik yang jelas dan terukur.”

“Selamat datang kepada kolega kami dari UMUS. Bagi UNISSULA, berbagi ilmu adalah bagian dari pengabdian. Mutu bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan proses yang terus menerus. Kami mengedepankan nilai ‘Budaya Akademik Bermutu’ di mana setiap elemen, mulai dari dosen hingga tenaga kependidikan, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga akreditasi dan layanan,” papar Dr. Abdul Basir.

Prof. Dr. Imam Kusmaryono , M.Pd menambahkan bahwa kunci dari keberhasilan akademik saat ini adalah fleksibilitas kurikulum. “Kami di UNISSULA terus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dasar institusi kami,” tambahnya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga menyentuh strategi meraih akreditasi internasional. Dr. Toharudin tampak antusias menggali informasi mengenai langkah-langkah UNISSULA dalam memetakan program studi potensial untuk mendapatkan rekognisi global.

“UMUS ingin melihat potret masa depan. Dengan belajar ke UNISSULA, kami mendapatkan gambaran konkret bagaimana menyusun roadmap menuju akreditasi unggul. Diskusi hari ini memberikan kami perspektif baru tentang pentingnya sinkronisasi antara capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan pasar global,” jelas Warek 1 UMUS tersebut.

Kunjungan ini tidak hanya berakhir pada diskusi teoritis. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan kolaborasi yang lebih konkret. Dr. Abdul Basir menyatakan kesiapan UNISSULA untuk mendampingi UMUS dalam berbagai program pengembangan kapasitas dosen dan pengelolaan administrasi akademik.
​”Kami sangat terbuka untuk kerja sama lebih lanjut, baik dalam hal pertukaran dosen, kolaborasi riset, maupun pendampingan sistem penjaminan mutu. Sinergi antar perguruan tinggi swasta adalah kunci untuk memajukan pendidikan nasional,” tegas Dr. Basir.

​Di sisi lain, Dr. Moh Toharudin merasa optimistis bahwa hasil dari benchmark hari ini akan segera diimplementasikan di UMUS. Beliau menargetkan akan ada pembaruan beberapa kebijakan akademik di UMUS yang mengadopsi efisiensi yang telah dilihat di UNISSULA.

Dua Mahasiswa Anggota KSPM UMUS Brebes Kunjungi Bursa Efek Indonesia, Perkuat Literasi Pasar Modal

Dalam rangka meningkatkan pemahaman praktis mengenai dunia pasar modal, dua mahasiswa anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Ashim Majduddin dan Maulidiya, melaksanakan kunjungan edukatif ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.

Kunjungan ini menjadi salah satu upaya nyata KSPM UMUS Brebes untuk memperkuat literasi keuangan serta menumbuhkan minat mahasiswa terhadap investasi sejak dini.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung sistem dan mekanisme perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan pemaparan materi mengenai peran Bursa Efek Indonesia dalam perekonomian nasional, perkembangan instrumen investasi, serta peluang dan tantangan dunia pasar modal di era digital saat ini.

Dengan pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang praktik pasar modal di lapangan.

Pembina KSPM UMUS Brebes, Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan bahwa agenda kunjungan ke Bursa Efek Indonesia ini memiliki nilai strategis bagi seluruh mahasiswa, khususnya anggota KSPM. Menurut beliau, kegiatan seperti ini mampu membentuk pola pikir kritis, meningkatkan rasa ingin tahu terhadap dunia investasi, serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan wawasan ekonomi dan keuangan.

Lebih lanjut, Hendri Sucipto menekankan bahwa generasi muda saat ini perlu memiliki kesiapan menghadapi perkembangan ekonomi modern. Oleh karena itu, literasi pasar modal harus diperkenalkan sejak dini agar mahasiswa mampu menjadi investor cerdas serta agen edukasi keuangan di lingkungan sekitarnya.

Ashim Majduddin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena dapat melihat langsung aktivitas di Bursa Efek Indonesia. Ia merasa kegiatan ini memberikan motivasi baru untuk terus belajar dan mendalami dunia investasi. Senada dengan itu, Maulidiya mengungkapkan bahwa kunjungan ini membuka wawasan baru tentang peluang karier dan pentingnya peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui kegiatan ini, KSPM UMUS Brebes berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif dan inovatif guna mencetak mahasiswa yang melek investasi, berpikir visioner, serta siap berkontribusi dalam perkembangan pasar modal Indonesia di masa mendatang. 

Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan, Anggota DPR RI Komisi X Kunjungi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan silaturahmi Dr. H. Agung Widyantoro, MH, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar, dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergi strategis di bidang pendidikan tinggi.

Kegiatan ini bertempat di lantai dasar Gedung Pascasarjana, Ruang Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, dan berlangsung dalam suasana hangat, khidmat, serta penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. H. Agung Widyantoro, MH disambut langsung oleh Ketua Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. (HC). KH. Muhadi Setiabudi, beserta Ibu, serta didampingi jajaran pimpinan universitas. Turut hadir Rektor UMUS Brebes Dr. Roby Setiadi, S.Kom., MM, Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, M.Pd, Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, M.Kom, dan Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, MSc., PhD.

Sebagai Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, riset, dan inovasi, Dr. H. Agung Widyantoro, MH menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Diskusi yang berlangsung mencakup penguatan tata kelola perguruan tinggi, pengembangan tridharma perguruan tinggi, serta respons institusi pendidikan tinggi terhadap tantangan transformasi digital dan Society 5.0.

Ketua Yayasan UMUS Brebes, Dr. (HC). KH. Muhadi Setiabudi, menyampaikan bahwa silaturahmi ini memiliki nilai strategis sebagai wahana memperkuat kebersamaan, menyelaraskan visi, serta memperluas jejaring kolaborasi demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., MM, menegaskan komitmen Universitas Muhadi Setiabudi Brebes untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk legislatif, sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi.

Kunjungan silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam membangun kerja sama berkelanjutan antara dunia akademik dan pemangku kebijakan, sekaligus memperkokoh peran Universitas Muhadi Setiabudi Brebes sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Budaya Riset Menguat, 81 Usulan Hibah Penelitian dan Pengabdian Dosen UMUS Tahun 2026 Meningkat Signifikan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mencatatkan capaian positif dalam pengusulan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2026. Berdasarkan data rekapitulasi usulan, total proposal yang diajukan dosen UMUS mencapai 81 usulan, yang terdiri atas 59 usulan hibah penelitian dan 22 usulan hibah pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan UMUS.

Pada skema hibah penelitian, dosen UMUS mengajukan total 59 proposal yang tersebar pada berbagai skema pendanaan. Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) menjadi skema yang paling dominan dengan 27 proposal, disusul Penelitian Dosen Pemula (PDP) sebanyak 26 proposal. Selain itu, terdapat 5 proposal Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi (PKPT) dan 1 proposal Penelitian Terapan Multidisiplin (PTM). Komposisi ini menunjukkan keseimbangan antara penguatan kapasitas dosen pemula dan pengembangan riset lanjutan yang bersifat kolaboratif dan aplikatif.

Ditinjau dari sebaran program studi, Program Studi Manajemen menjadi penyumbang usulan penelitian terbanyak dengan 13 proposal, diikuti oleh ITP dengan 9 proposal dan PBSI dengan 8 proposal. Program studi lain seperti Agribisnis, Akuntansi, dan PGSD masing-masing mengusulkan 5 proposal, sementara Farmasi, Gizi, Teknik Informatika, dan Teknik Sipil turut berkontribusi aktif dengan jumlah usulan yang relatif merata. Sebaran ini menunjukkan bahwa kegiatan penelitian telah berkembang secara inklusif di hampir seluruh program studi UMUS.

Selain penelitian, aktivitas pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan geliat yang signifikan. Pada tahun 2026, dosen UMUS mengusulkan 22 proposal hibah pengabdian dengan variasi skema yang cukup beragam. Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mendominasi dengan 14 proposal, diikuti Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) sebanyak 4 proposal. Skema lain yang turut diusulkan meliputi Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) sebanyak 2 proposal, Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) 1 proposal, serta Pengabdian Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PMUD) 1 proposal.

Secara kelembagaan, kontribusi terbesar usulan pengabdian datang dari Program Studi Manajemen dan PBSI yang masing-masing mengusulkan 5 proposal. Program Studi Gizi dan Teknik Informatika juga menunjukkan partisipasi aktif dengan masing-masing 3 proposal, sementara Akuntansi dan PGSD menyumbang masing-masing 2 proposal. Keterlibatan lintas program studi ini mencerminkan orientasi pengabdian UMUS yang semakin kontekstual dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Tingginya jumlah usulan hibah penelitian dan pengabdian pada tahun 2026 menandakan meningkatnya produktivitas akademik serta kesadaran dosen UMUS terhadap pentingnya riset dan pengabdian yang berdampak. Ke depan, UMUS terus mendorong peningkatan kualitas substansi proposal, penguatan kolaborasi lintas disiplin, serta hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian agar memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan pembangunan daerah.

Pimpinan UMUS Kunjungi Anggota Komisi X DPR RI, Dorong Transformasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

 

Pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melakukan kunjungan dan audiensi dengan Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Agung Widyantoro, M.Si., di Teras Padi, Bumiayu, Brebes. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan legislatif dalam mendorong transformasi sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Moh Toharudin, M.Pd., Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Otong Saeful Bachri, M.Kom., M.M., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Muhamad Hasdar, Ph.D. Turut serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd.

Dalam paparannya, Rektor UMUS Dr. Roby Setiadi menegaskan bahwa UMUS saat ini tengah melakukan akselerasi transformasi kelembagaan guna menjawab tantangan disrupsi global di bidang pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi di daerah harus mengambil peran aktif dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing.

“Perguruan tinggi tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Sinergi dengan Komisi X DPR RI menjadi jembatan penting agar kebijakan nasional selaras dengan kebutuhan riil daerah, khususnya dalam menyiapkan SDM yang kompetitif secara global,” ujarnya.

Roby menambahkan, UMUS telah menyusun peta jalan pengembangan menuju 2045 dengan fokus pada penguatan teknologi informasi, tata kelola modern, dan pengembangan kompetensi lulusan yang adaptif.

Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang lincah dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menjelaskan bahwa UMUS mulai mengintegrasikan kearifan lokal Brebes dengan standar kompetensi nasional melalui implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, perguruan tinggi harus menjadi pusat solusi bagi persoalan daerah, khususnya di bidang pertanian dan pengentasan kemiskinan, melalui riset terapan dan program pengabdian masyarakat yang terintegrasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Otong Saeful Bachri menekankan perlunya dukungan kebijakan legislatif dalam penguatan infrastruktur dan keberlanjutan perguruan tinggi swasta di daerah. Menurutnya, tata kelola keuangan yang akuntabel perlu ditopang oleh regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pengembangan SDM.

“Investasi pada pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. UMUS berkomitmen menjalankan pengelolaan yang transparan dan efisien,” ujarnya.

Dari aspek kemahasiswaan, Wakil Rektor III Muhamad Hasdar menyoroti pentingnya perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Ia berharap Komisi X DPR RI dapat terus memperjuangkan kebijakan afirmatif bagi mahasiswa daerah.

“Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi,” katanya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Dr. H. Agung Widyantoro menyampaikan apresiasinya terhadap langkah progresif UMUS. Ia menilai UMUS memiliki potensi besar sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah barat Jawa Tengah.

“Saya melihat komitmen dan energi pembaruan dari pimpinan UMUS. Komisi X DPR RI memiliki tanggung jawab untuk memastikan perguruan tinggi seperti UMUS mendapatkan ruang yang memadai dalam kebijakan regulasi maupun anggaran,” ujarnya.

Agung menegaskan bahwa berbagai masukan dari UMUS akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara UMUS dan Komisi X DPR RI. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan tinggi di daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

LP3M UMUS Gelar Safari Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah DPPM TA 2026

Lembaga Penelitian, Pembelajaran, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan Safari Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah DPPM Tahun Anggaran 2026 bagi dosen-dosen fakultas di lingkungan UMUS.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dari 8 – 12 Desember 2026 dengan menyasar seluruh fakultas sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan kuantitas proposal hibah penelitian dan pengabdian yang kompetitif di tingkat nasional.

Pendampingan ini dirancang sebagai forum asistensi intensif yang mengintegrasikan pemahaman kebijakan terbaru DPPM, penguatan substansi proposal, serta penyelarasan tema penelitian dan pengabdian dengan arah kebijakan riset nasional dan roadmap penelitian UMUS.

Tim LP3M memberikan pendampingan langsung mulai dari perumusan judul, pemetaan kebaruan, penyusunan rumusan masalah, metodologi, hingga strategi luaran dan hilirisasi hasil kegiatan.

Ketua LP3M UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun budaya riset dan pengabdian yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui safari pendampingan, dosen tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek administratif proposal, tetapi juga didorong untuk memperkuat landasan ilmiah, relevansi sosial, serta potensi dampak dan keberlanjutan program yang diusulkan.

Antusiasme dosen terlihat dari diskusi aktif selama sesi pendampingan, khususnya dalam mengkaji kesesuaian skema hibah dengan kompetensi keilmuan dan rekam jejak penelitian masing-masing pengusul. Banyak dosen memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan telaah kritis terhadap proposal yang sedang disusun, sekaligus memperoleh masukan strategis agar proposal lebih kompetitif dan selaras dengan kriteria penilaian DPPM.

Melalui kegiatan Safari Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah DPPM TA 2026 ini, LP3M UMUS berharap terjadi peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah proposal yang diajukan maupun tingkat keberhasilan pendanaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang universitas dalam memperkuat peran dosen sebagai penghasil pengetahuan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat.

Universitas Muhadi Setiabudi Perkuat Sinergi Akademik dan Dunia Usaha melalui Kerja Sama dengan Koperasi Usaha Mulya Kalimantan Tengah

Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan (FPIKES) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Koperasi Usaha Mulya Kalimantan Tengah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan implementasi tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada kolaborasi akademik, inovasi terapan, dan pemberdayaan masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Muhadi Setiabudi, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan Dr. Yan El Rizal Unizilatirrizqi, M.Sc., serta Prof. Pranoto selaku Staf Ahli Rektor. Turut hadir Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Anggray Duvita Wahyani, M.Gizi, Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Abdul Bashar, M.P., serta para dosen di lingkungan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan.

Dari pihak mitra, Koperasi Usaha Mulya Kalimantan Tengah dihadiri oleh delapan orang perwakilan yang dipimpin oleh Nurhasim selaku Ketua Koperasi, dengan Suwarno sebagai Pengawas Koperasi. Kehadiran jajaran pengurus koperasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lapangan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMUS menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan link and match antara perguruan tinggi dan dunia usaha, khususnya dalam penguatan riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan relevansi kompetensi lulusan.

Pada sesi akhir kegiatan, dilaksanakan diskusi akademik yang membahas peluang implementasi kerja sama, termasuk pengembangan teknologi tepat guna di bidang pangan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan, di antaranya peninjauan alat dan sistem pengolahan sampah sebagai bagian dari upaya inovasi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kerja sama antara Universitas Muhadi Setiabudi dan Koperasi Usaha Mulya Kalimantan Tengah diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menghasilkan program-program konkret yang berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi dan lingkungan masyarakat.

UMUS Brebes Jalin Kerja Sama Internasional dengan Nippon Academy di Gunma, Jepang

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama dengan Nippon Academy, Jepang. Kegiatan ini berlangsung pada 10–14 November 2025 di kampus Nippon Academy, Otemachi 1-11-4, Maebashi, Gunma 371-0026, Jepang.

Dalam kunjungan tersebut, UMUS diwakili oleh Wakil Rektor III, Muhamad Hasdar, didampingi oleh Abdul Khamid dan Wahidin. Delegasi UMUS disambut hangat oleh pimpinan Nippon Academy, yaitu Board Chairman Mayuko Ohno dan President Director Hasegawa Shohei.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah terbangun sejak 2021 dan kini diperluas pada sejumlah bidang strategis. Ruang lingkup kolaborasi meliputi Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup:

Pendidikan: pengembangan kurikulum, pertukaran pengetahuan, serta peluang belajar lintas negara.

Penelitian: kolaborasi riset internasional antara dosen dan mahasiswa.

Pengabdian kepada Masyarakat: penguatan program pemberdayaan berbasis teknologi dan budaya.

Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup fasilitasi program internship (magang) bagi mahasiswa UMUS di Jepang pada berbagai sektor, seperti pertanian, pengolahan makanan, dan konstruksi. Nippon Academy juga membuka peluang bagi alumni UMUS untuk direkrut bekerja di Jepang sebagai bagian dari pengembangan karier internasional.

Sebagai bentuk dukungan, Nippon Academy turut menyediakan fasilitas pembelajaran bahasa Jepang bagi mahasiswa UMUS guna mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja dan adaptasi budaya di Jepang.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan UMUS, memperluas peluang internasional bagi mahasiswa, serta mendukung komitmen UMUS dalam mengembangkan pendidikan yang berdaya saing global.

Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS Brebes Ikuti Magang di Hotel Marriott Taiwan

Dua mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, yaitu Sri Silvia Sasabilah dan Siti Refa Adinda Kartika, resmi berangkat ke Taiwan untuk mengikuti program magang di Hotel Marriott, salah satu jaringan hotel berbintang lima yang memiliki standar operasional internasional.

Melalui program ini, kedua mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan sistem perhotelan modern, termasuk tata boga, manajemen pelayanan, serta standar higienitas dan keamanan pangan di industri hospitality kelas dunia. Kesempatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMUS mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri global.

Selama menjalani magang, Sri Silvia dan Refa Adinda mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari akomodasi mes yang nyaman, lingkungan kerja profesional, hingga pendampingan dari para supervisor berpengalaman di Marriott Taiwan. Selain itu, biaya keberangkatan mereka juga sepenuhnya ditanggung, termasuk tiket pesawat pulang–pergi, sehingga mereka dapat fokus meningkatkan kompetensi dan keterampilan.

Program magang internasional ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan daya saing lulusan, serta memperkuat hubungan kerja sama antara UMUS Brebes dengan industri hospitality di luar negeri. Melalui pengalaman ini, kedua mahasiswa membawa harapan besar untuk kembali dan memberikan kontribusi lebih bagi dunia pangan dan perhotelan di Indonesia.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025