Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Ambil Peran dalam Promosi Pariwisata Brebes melalui BP2D

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

 BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes guna memperkuat strategi promosi pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

BP2D dibentuk sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Brebes. Kehadiran lembaga ini menjadi penting dalam menjawab tantangan promosi wisata di era digital yang menuntut inovasi, kreativitas, serta pendekatan berbasis data dan teknologi. Dalam hal ini, UMUS berkontribusi melalui pendekatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Andi Yulianto, M.M. selaku perwakilan UMUS, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam BP2D menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi dalam promosi wisata.

“Kami mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga turut mendampingi implementasi program di lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., turut memberikan pandangannya terkait pembentukan BP2D. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan pariwisata daerah.

“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Brebes, namun diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam strategi promosi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Lebih lanjut, Fajar Adi Widiarso menjelaskan bahwa BP2D diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun citra positif pariwisata Brebes di tingkat regional maupun nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UMUS, program pengembangan pariwisata di Brebes diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Kabupaten Brebes sendiri memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan pantai, wisata budaya yang sarat nilai kearifan lokal, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif. 

Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi tersebut dapat dikemas secara lebih menarik dan profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

UMUS juga berencana mengintegrasikan program-program akademik, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan agenda pengembangan pariwisata daerah. Mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam membantu digitalisasi promosi wisata desa, pembuatan konten kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.

Melalui keterlibatan dalam BP2D, UMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Brebes.

LPPPM UMUS Koordinasi dengan Bapperida Empat Kabupaten untuk Persiapan KKN 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 melalui kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

Kegiatan koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan program KKN dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus memastikan kontribusi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Adapun tema KKN 2026 yang diusung adalah “Inovasi melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.”

Baca Juga:Dorong Budaya Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Brebes Gandeng Dosen PBSI UMUS Bekali Pelajar Menulis Resensi Buku

Ketua LPPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam merancang program kerja mahasiswa yang kontekstual dan aplikatif.

“Pendekatan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci agar program KKN tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga solutif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam forum tersebut, masing-masing Bapperida memaparkan fokus pembangunan daerah. Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Tegal secara khusus menyoroti pentingnya program digitalisasi dan penerapan aplikasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, penguatan layanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis teknologi. Sementara itu, Kabupaten Brebes menitikberatkan pada sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan, dan Kabupaten Pemalang mengarahkan perhatian pada pengembangan potensi pariwisata serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain itu, dibahas pula aspek teknis pelaksanaan KKN, termasuk penentuan lokasi desa sasaran, skema pendampingan, serta integrasi program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Pendekatan partisipatif dan berbasis data menjadi prinsip utama dalam perencanaan kegiatan.

Pelaksanaan KKN UMUS tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 30 Juni hingga 8 Agustus 2026. Rentang waktu tersebut diharapkan cukup untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan program kerja secara optimal sekaligus membangun interaksi yang konstruktif dengan masyarakat.

Melalui sinergi ini, LPPPM UMUS berharap KKN 2026 dapat menjadi instrumen pengabdian yang tidak hanya meningkatkan kapasitas mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.

Dorong Budaya Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Brebes Gandeng Dosen PBSI UMUS Bekali Pelajar Menulis Resensi Buku

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan pembekalan lomba resensi buku koleksi perpustakaan pada Kamis, 16 April 2026 di Aula Perpustakaan Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lomba resensi buku tahun 2026 yang ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Brebes.

Secara substantif, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kompetisi, melainkan juga sebagai instrumen penguatan budaya literasi serta optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar yang kontekstual.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Robert Rizki Yono, M.Pd., C.Ed., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhadi Setiabudi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa literasi membaca tidak dapat direduksi semata-mata sebagai aktivitas membaca, tetapi harus dipahami sebagai proses kognitif yang mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan teks. Perspektif tersebut menjadi landasan dalam penyampaian materi yang meliputi strategi pemilihan buku bacaan, penguatan literasi membaca, serta ketentuan lomba resensi buku koleksi perpustakaan.

Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa pemilihan buku bacaan merupakan tahapan awal yang bersifat determinatif terhadap kualitas pemahaman dan hasil resensi. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk mampu memilih bahan bacaan yang tidak hanya sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan dan kebutuhan intelektual mereka.

Dalam kerangka ini, resensi diposisikan bukan sebagai aktivitas reproduksi isi bacaan, melainkan sebagai bentuk artikulasi pemikiran kritis yang menuntut kemampuan analisis dan argumentasi yang memadai.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang dialogis. Interaksi antara peserta dan narasumber menunjukkan adanya keterlibatan intelektual yang cukup intens, yang tercermin melalui pertanyaan-pertanyaan yang tidak hanya bersifat klarifikatif, tetapi juga eksploratif. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pembekalan tidak hanya berfungsi sebagai media transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang diskursif dalam membangun kesadaran literasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program lomba resensi buku yang telah dimulai sejak Januari 2026. Dalam konteks yang lebih luas, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang tidak sekadar menyediakan sumber informasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya berpikir kritis.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Muhadi Setiabudi, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., memandang bahwa kegiatan lomba resensi buku memiliki signifikansi pedagogis yang penting. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam mengonstruksi serta mengomunikasikan gagasan. Dalam perspektif pendidikan, resensi dapat dipahami sebagai bentuk latihan intelektual yang mengintegrasikan kemampuan memahami, menilai, dan merepresentasikan pengetahuan secara terstruktur.

Dengan demikian, kegiatan pembekalan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan karya resensi yang kompetitif, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pelajar yang memiliki kapasitas literasi yang lebih komprehensif. Literasi dalam konteks ini tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai kemampuan membaca, melainkan sebagai kemampuan membangun cara berpikir yang reflektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai realitas pengetahuan.

UMUS Ambil Peran dalam Promosi Pariwisata Brebes melalui BP2D

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes guna memperkuat strategi promosi pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

BP2D dibentuk sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Brebes. Kehadiran lembaga ini menjadi penting dalam menjawab tantangan promosi wisata di era digital yang menuntut inovasi, kreativitas, serta pendekatan berbasis data dan teknologi. Dalam hal ini, UMUS berkontribusi melalui pendekatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Andi Yulianto, M.M. selaku perwakilan UMUS, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam BP2D menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi dalam promosi wisata.

“Kami mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga turut mendampingi implementasi program di lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., turut memberikan pandangannya terkait pembentukan BP2D. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan pariwisata daerah.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Brebes, namun diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam strategi promosi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Lebih lanjut, Fajar Adi Widiarso menjelaskan bahwa BP2D diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun citra positif pariwisata Brebes di tingkat regional maupun nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UMUS, program pengembangan pariwisata di Brebes diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Kabupaten Brebes sendiri memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan pantai, wisata budaya yang sarat nilai kearifan lokal, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif. 
Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi tersebut dapat dikemas secara lebih menarik dan profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
UMUS juga berencana mengintegrasikan program-program akademik, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan agenda pengembangan pariwisata daerah. Mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam membantu digitalisasi promosi wisata desa, pembuatan konten kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.

Melalui keterlibatan dalam BP2D, UMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Brebes.

Perkuat Kompetensi Global, 10 Mahasiswa UMUS Ikuti Magang Internasional di Taiwan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

JAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali merealisasikan program internasionalisasi pendidikan dengan memberangkatkan 10 mahasiswa untuk mengikuti program internship (magang) di Taiwan. Program yang berlangsung selama enam bulan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan keahlian praktis di skala internasional.

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, memberikan apresiasi atas keberangkatan para mahasiswa tersebut. Roby menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

​“Program internship ke Taiwan ini adalah bukti konkret bahwa UMUS terus membuka diri terhadap kolaborasi global. Kami ingin mahasiswa memiliki wawasan luas dan mentalitas yang kuat agar siap bersaing di pasar kerja internasional setelah lulus nanti,” ujar Dr. Roby Setiadi.

​Rombongan mahasiswa berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13 April 2026. Setibanya di Taiwan, mereka akan menjalani fase orientasi dan pelatihan intensif selama satu minggu guna beradaptasi dengan budaya kerja serta lingkungan profesional setempat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Para peserta akan ditempatkan di Le Ble Dor, sebuah jaringan restoran terkemuka dengan standar operasional internasional. Pengalaman ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan teori akademik dengan dinamika industri nyata.

​Peserta program kali ini memiliki komposisi yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan:
​5 Mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan
​4 Mahasiswa Program Studi Manajemen
​1 Mahasiswa Program Studi Agribisnis

​Wakil Rektor III UMUS, Muhamad Hasdar, menambahkan bahwa magang ini merupakan medium pembelajaran autentik yang memungkinkan mahasiswa mengasah keterampilan profesional serta membangun jejaring internasional.

​Koordinator Magang Taiwan UMUS, Elsara, menyoroti ketatnya proses seleksi yang meliputi wawancara hingga pengurusan administrasi yang kompleks. “Proses ini menjadi pembelajaran penting mengenai ketekunan dan disiplin mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ungkapnya.

​Keberangkatan ini merupakan gelombang ke-8, yang menandakan konsistensi UMUS dalam mengembangkan program internasionalisasi. Keberlanjutan program ini juga mencerminkan capaian positif dari para alumni sebelumnya yang telah mengikuti magang di Taiwan.

​Melalui program ini, UMUS memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi, kemampuan adaptif, serta kesiapan dalam menghadapi transformasi dunia kerja di era globalisasi.

Mahasiswa S2 Manajemen UMUS Ikuti IFN Global Connect 2026 di Thailand

(Dok. IFN Global Connect)

PATTAYA, THAILAND – Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Siswo Wibowo, turut ambil bagian dalam ajang internasional One2One Conference Scheduler IFN Global Connect 2026 yang diselenggarakan pada Rabu–Sabtu, 8–11 April 2026 di Pattaya, Thailand.

Kegiatan ini merupakan konferensi tahunan perdana yang diselenggarakan oleh IFN (International Freight Network), yang menghadirkan para anggota dan pelaku industri logistik dari berbagai penjuru dunia.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta terlibat dalam berbagai agenda strategis, seperti sesi networking, pertemuan bisnis satu-satu (one-to-one meetings), serta diskusi peluang kerja sama global.

(Dok. Pribadi)

IFN Global Connect 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran informasi dan pengembangan bisnis, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun hubungan profesional jangka panjang antar pelaku industri logistik internasional. Suasana dinamis Kota Pattaya yang menjadi lokasi kegiatan turut memberikan pengalaman berkesan melalui kombinasi antara agenda bisnis dan interaksi sosial yang produktif.
Keikutsertaan Siswo Wibowo dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan global, khususnya dalam bidang manajemen dan logistik internasional. Selain itu, partisipasi ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa UMUS dalam meningkatkan kompetensi dan jejaring internasional sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Diharapkan, pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi pengembangan akademik maupun praktik manajerial, serta membawa manfaat bagi institusi dan masyarakat luas.

15 Proposal Lolos Pendanaan, LPPM UMUS Tegaskan Komitmen Riset dan Pengabdian Berbasis Kearifan Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 15 proposal dosen berhasil lolos pendanaan hibah Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.

Keberhasilan ini diumumkan berdasarkan surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026. Dari total tersebut, terdiri atas 10 proposal penelitian dan 5 proposal pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. LPPM UMUS)

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti meningkatnya kualitas riset dosen UMUS sekaligus komitmen institusi dalam mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar angka kelulusan, tetapi refleksi dari keseriusan dosen dalam menghasilkan riset yang relevan, solutif, dan berbasis potensi lokal, khususnya Brebes,” ujarnya.

(Dok. LPPM UMUS)

Ragam Inovasi Penelitian

Sepuluh proposal penelitian yang lolos mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pangan, lingkungan, hingga pendidikan berbasis teknologi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Fortifikasi protein berbasis kacang tunggak untuk mengatasi malnutrisi balita
  • Pemanfaatan limbah kulit bawang merah Brebes sebagai produk nutraseutikal
  • Integrasi gamifikasi dalam pembelajaran matematika
  • Pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dan budaya lokal
  • Inovasi karbon aktif dari limbah pertanian untuk solusi air bersih

Selain itu, terdapat pula riset tentang agribisnis sirkular, penguatan karakter berbasis AI, hingga pengembangan sistem pembelajaran berbasis IoT dan deep learning.

(Dok. LPPM UMUS)

Sementara itu, lima proposal pengabdian kepada masyarakat menitikberatkan pada pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal. Program yang diusulkan antara lain:

  • Pelatihan pembuatan filter air bersih di kawasan pesisir
  • Model pertanian hidroponik berkelanjutan
  • Program digital green school berbasis edukasi lingkungan
  • Inkubasi batik mangrove zero limbah untuk UMKM pesisir
  • Produksi mi basah fungsional berbasis bawang merah Brebes

Seluruh program ini mengusung pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dorongan Transformasi Perguruan Tinggi

Menurut Prasetyo, capaian ini juga sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi melalui program Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk lebih adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap masyarakat.

“Harapannya, hasil riset dan pengabdian ini tidak berhenti pada luaran akademik saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dan memberi manfaat luas,” tambahnya.

Dengan keberhasilan ini, LPPM UMUS optimistis dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian, sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.

Rapat Strategis Pemenuhan Dokumen Akreditasi Magister Manajemen UMUS Brebes: Akselerasi Menuju Akreditasi Unggul

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu akademik melalui penyelenggaraan rapat pemenuhan dokumen akreditasi Program Studi Magister Manajemen. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Utama lantai dasar Gedung Pascasarjana UMUS Brebes, dengan suasana yang serius namun tetap cair dan produktif—mencerminkan dinamika kerja akademik kekinian yang adaptif dan kolaboratif.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, yang dalam arahannya menekankan bahwa proses akreditasi bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan strategi institusional dalam membangun kualitas berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan saat ini diarahkan secara sistematis untuk mencapai akreditasi unggul sebagai standar tertinggi mutu pendidikan tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kita tidak sedang mengejar status semata, tetapi membangun ekosistem akademik yang benar-benar berkualitas. Akreditasi unggul adalah konsekuensi logis dari kerja kolektif yang konsisten dan terukur,” ungkapnya.

Rapat ini turut didampingi oleh Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III yang memberikan penguatan dari aspek tata kelola, sumber daya, serta pengembangan kelembagaan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul membutuhkan orkestrasi lintas sektor yang solid dan terintegrasi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dumadi, M.M., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya sinergi lintas unit. Ia mengingatkan bahwa dokumen akreditasi harus tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga kuat secara substansi dan mampu merepresentasikan praktik baik (best practices) yang telah dijalankan.

Dengan gaya komunikatifnya, ia menyampaikan, “Akreditasi unggul itu bukan sulap yang instan, tapi hasil dari ‘rekaman jejak’ kerja kita yang konsisten. Jadi jangan sampai dokumen kita terlihat rapi, tapi miskin cerita kualitas.”

Peserta rapat terdiri dari unsur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta para kepala biro dan lembaga di lingkungan UMUS Brebes. Diskusi berlangsung aktif dengan fokus pada pemetaan capaian indikator kinerja, validasi data dukung, serta strategi pemenuhan standar akreditasi berbasis luaran (outcome-based accreditation).

Adapun beberapa poin strategis yang menjadi perhatian utama meliputi:

  • Penguatan evidence-based document yang autentik, relevan, dan terverifikasi.
  • Sinkronisasi data antarunit untuk memastikan konsistensi dan kredibilitas informasi.
  • Optimalisasi peran tridarma perguruan tinggi sebagai basis utama penilaian akreditasi.
  • Penyiapan narasi kinerja yang mampu menunjukkan daya saing program studi dalam konteks nasional maupun global.

Baca Juga:Fakultas Teknik UMUS “Naik Level”: Bongkar Rahasia Kota Cerdas di Jakarta Smart City

Dalam penutupannya, Dr. Moh. Toharudin kembali menegaskan bahwa perjalanan menuju akreditasi unggul adalah proses jangka panjang yang membutuhkan ketekunan dan kolaborasi. “Ini bukan kerja instan, tapi kerja cerdas dan kerja bersama. Kalau kita solid, insyaallah akreditasi unggul bukan sekadar target, tapi keniscayaan,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh elemen yang terlibat dapat bergerak secara terarah, sinergis, dan berorientasi mutu dalam menyelesaikan pemenuhan dokumen akreditasi. Lebih dari sekadar capaian administratif, langkah ini menjadi bagian dari transformasi UMUS Brebes dalam mewujudkan institusi pendidikan tinggi yang unggul, kredibel, dan berdaya saing tinggi di era global.

FEB UMUS Perkuat Literasi Finansial Mahasiswa melalui Seminar Pasar Modal Level 2

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Seminar Pasar Modal Level 2 yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Investor Muda melalui Sekolah Pasar Modal Level 2.”

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan praktis mahasiswa dalam memahami dinamika investasi di pasar modal.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang III, Muhamad Hasdar, S.Pt., M.Sc., Ph.D., yang didampingi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dumadi, S.Mn., M.M. Turut hadir dalam kegiatan ini para Ketua Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Agribisnis, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan universitas.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Muhamad Gilang Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB UMUS. Ia menyampaikan bahwa seminar ini tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman konseptual mahasiswa terkait pasar modal, tetapi juga menjadi kelanjutan dari pembelajaran pada level sebelumnya. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi analitis dalam pengambilan keputusan investasi.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pembina KSPM, Hendri Sucipto, M.Si., yang menekankan pentingnya keberlanjutan program ini sebagai wahana edukasi finansial yang inklusif. Ia bahkan mendorong perluasan peserta hingga ke tingkat SMA/SMK guna menanamkan literasi investasi sejak dini sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Seminar ini menghadirkan dua narasumber profesional, yakni Akhmad Nuranyanto dari Deputi Kepala Wilayah Jawa Tengah I Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia, serta Muhamad Adu Windiarto selaku Executive Trainer Phintraco Sekuritas. Keduanya mengupas secara komprehensif mengenai strategi investasi, analisis risiko, serta pentingnya literasi finansial dalam menghadapi volatilitas pasar.

Melalui kegiatan ini, FEB UMUS tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai agen transformasi dalam membangun generasi investor muda yang cerdas, adaptif, dan berorientasi pada pengelolaan keuangan yang berkelanjutan. Seminar ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa di pasar modal serta memperkuat budaya investasi yang berbasis pengetahuan dan kehati-hatian.

Hangat Penuh Makna: Halal Bi Halal FKIP UMUS Perkuat Ukhuwah Akademik dan Sinergi Kelembagaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Dalam nuansa Syawal yang sarat makna reflektif, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal pada Jumat (03/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di kediaman Dekan FKIP di Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, dan dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar FKIP UMUS.

Momentum Halal Bi Halal tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga sebagai ruang kultural-akademik untuk memperkuat relasi sosial, membangun komunikasi yang lebih humanis, serta merevitalisasi nilai-nilai kebersamaan pasca-Idulfitri 1447 H. Suasana kekeluargaan yang hangat terasa sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan harmoni yang terbangun di lingkungan akademik FKIP.

Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan silaturahmi sebagai fondasi penguatan budaya organisasi di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh civitas akademika yang telah hadir, serta mengajak untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik balik dalam meningkatkan etos kerja, kolaborasi, dan loyalitas institusional.

“Halal Bi Halal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan medium strategis untuk membangun soliditas internal, memperkuat nilai kebersamaan, dan memperteguh komitmen kita dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I UMUS, Moh. Toharudin, M.Pd. yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya kegiatan sosial-keagamaan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan sinergi kelembagaan. Dalam perspektif manajerial, ia menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan semacam ini memiliki implikasi positif terhadap peningkatan kinerja, profesionalitas, serta kualitas layanan pendidikan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen FKIP UMUS untuk terus beradaptasi dengan dinamika pendidikan yang semakin kompleks, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan musafahah, di mana seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan dalam suasana penuh kehangatan. Doa bersama turut dipanjatkan sebagai bentuk harapan akan keberkahan, kelancaran, serta kemajuan bagi seluruh civitas akademika FKIP UMUS ke depan.

Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi bukti nyata bahwa harmonisasi hubungan interpersonal di lingkungan kampus memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025