Universitas Muhadi Setiabudi

LPPM UMUS Gelar Penandatanganan Kontrak Hibah DPPM Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan penandatanganan kontrak hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen penerima pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menegaskan komitmen institusi terhadap penguatan budaya akademik, peningkatan produktivitas riset, serta implementasi pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan penandatanganan kontrak ini diikuti oleh para dosen penerima hibah yang berhasil lolos dalam skema pendanaan kompetitif nasional. Berdasarkan hasil seleksi pendanaan Tahun Anggaran 2026, Universitas Muhadi Setiabudi berhasil memperoleh 15 hibah pendanaan, yang terdiri atas 10 skema penelitian dan 5 skema pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pada bidang penelitian, capaian tersebut meliputi 8 judul pada skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan 2 judul pada skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR). Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UMUS memperoleh pendanaan untuk 4 judul skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dan 1 judul skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP).

Ketua LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini merupakan indikator positif atas meningkatnya kualitas proposal dosen UMUS dalam merespons kompetisi hibah nasional yang semakin selektif. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan semakin kuatnya ekosistem penelitian dan pengabdian di lingkungan universitas yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan kebermanfaatan.

“Pendanaan hibah ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi merupakan amanah akademik yang harus diwujudkan melalui pelaksanaan penelitian dan pengabdian yang berkualitas, tepat sasaran, serta menghasilkan luaran yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, maupun masyarakat,” ujarnya.

Penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan formal yang menandai dimulainya pelaksanaan seluruh program hibah. Melalui proses ini, para dosen penerima hibah diharapkan memiliki komitmen yang kuat terhadap tata kelola pelaksanaan kegiatan, ketepatan waktu, akuntabilitas penggunaan anggaran, pencapaian target luaran, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh DPPM Kemendiktisaintek.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., turut memberikan apresiasi atas capaian dosen-dosen UMUS yang berhasil memperoleh pendanaan hibah nasional. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan semangat akademik sivitas akademika dalam membangun tradisi penelitian dan pengabdian yang unggul.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Lebih lanjut, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas proposal, memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Dengan terselenggaranya kegiatan penandatanganan kontrak ini, Universitas Muhadi Setiabudi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas.

Mahasiswa UMUS Antusias Ikuti Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan: Cerdas Finansial melalui Tabungan Emas di Era Modern

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang adaptif dan melek finansial melalui penyelenggaraan Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan bertema “Cerdas Finansial dengan Tabungan Emas di Era Modern” yang digelar di Kampus 2 UMUS Brebes.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi dengan antusiasme tinggi sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Seminar yang berlangsung interaktif tersebut dimoderatori oleh mahasiswi Kampus 2 UMUS, Bunga Camelia, yang mampu membangun suasana diskusi menjadi komunikatif, hangat, dan akademis. Kehadiran moderator muda dari kalangan mahasiswa menjadi representasi bahwa generasi Gen Z tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas dalam memimpin forum ilmiah secara profesional.

Pada sesi pemaparan materi, Rifky Ramadhan, S.E. selaku pembicara pertama menekankan pentingnya literasi finansial di tengah perkembangan era digital dan gaya hidup konsumtif generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat, salah satunya melalui investasi yang aman dan terjangkau seperti tabungan emas.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, M. Badrun Zaman, M.H. sebagai pembicara kedua menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berbicara mengenai akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami dan memanfaatkannya secara bijak. Ia menambahkan bahwa tabungan emas menjadi salah satu instrumen investasi yang relevan di era modern karena dinilai stabil, mudah diakses, serta mampu menjadi solusi perencanaan keuangan jangka panjang bagi generasi muda.

Kegiatan seminar ini menjadi ruang edukatif yang mempertemukan wawasan akademik dengan kebutuhan praktis mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengelolaan keuangan, investasi, serta kesiapan menghadapi dinamika ekonomi digital.

Melalui seminar ini, Universitas Muhadi Setiabudi berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial, pola pikir produktif, dan kemampuan mengambil keputusan ekonomi yang cerdas di era modern. 

Universitas Muhadi Setiabudi Jadi Ruang Edukasi Finansial melalui Sosialisasi Produk Bank BJB

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

 BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi bekerja sama dengan Bank BJB menggelar kegiatan sosialisasi produk dan layanan perbankan bagi tenaga kependidikan serta dosen dari berbagai program studi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi finansial dan penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan sektor perbankan di era transformasi digital.

Acara berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri langsung oleh pimpinan Bank BJB Cabang Brebes, Puji Hesti Handayani, S.E., yang memberikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen bank bjb dalam mendukung kebutuhan finansial civitas akademika.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi keuangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Fitri selaku perwakilan Divisi Dana dan Jasa Konsumer dari kantor pusat bank BJB.

Pada sesi pemaparan, ia menjelaskan berbagai produk unggulan bank bjb, mulai dari layanan tabungan, fasilitas pembiayaan, layanan transaksi digital, hingga berbagai inovasi perbankan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat modern, khususnya kalangan akademisi dan tenaga pendidik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dari pihak kampus, sambutan disampaikan oleh Dr. (Cand) Otong Syaeful Bachri, M.M. yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga perbankan menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial di tengah perkembangan ekonomi digital.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. bersama seluruh tenaga kependidikan dan dosen dari tiap program studi di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi lebih dalam terkait layanan dan peluang kerja sama dengan bank BJB.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif peserta, panitia turut menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para penanya. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi produk perbankan, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan antara dunia pendidikan dan sektor industri jasa keuangan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang edukasi finansial yang relevan dengan kebutuhan zaman. Diharapkan civitas akademika semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas, adaptif, dan berbasis teknologi sejalan dengan tantangan pendidikan serta perkembangan masyarakat digital saat ini. 

Seminar Nasional Pendidikan UMUS Bahas Transformasi Pendidikan Menuju Industri 5.0

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan di Auditorium Utama UMUS Brebes, Kamis (7/5/2026), dengan mengangkat tema “Transformasi Pendidikan untuk Industri 5.0 dalam Menyiapkan Lulusan yang Tangguh dan Adaptif.”

Kegiatan seminar nasional ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi, alumni, mahasiswa, serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA/SMK se-Kabupaten Brebes. Seminar berlangsung penuh antusiasme dan menjadi ruang strategis dalam membahas arah pendidikan Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan dunia industri modern.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan dari Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan dalam membangun generasi unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.

“Perguruan tinggi harus mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, serta daya saing tinggi di era industri 5.0,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Seminar nasional ini juga menghadirkan sambutan sekaligus paparan utama dari Prof. Apt. I Ketut Adnyana, Ph.D. yang membahas transformasi pendidikan tinggi di era society 5.0. Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran, penguatan literasi digital, serta kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

Turut hadir memberikan sambutan dan paparan, Dr. H. Abdul Fikri, M.M. yang menyampaikan pentingnya kebijakan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Adapun narasumber pertama, Edi Suryono, S.E., membawakan materi bertema “Peran Pendidikan pada Berkembangnya Industri di Daerah dalam Mensuplai SDM yang Berkualitas.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa dunia pendidikan perlu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Abdul Khamid, M.T., mengangkat tema “Mengangkat Kualitas Pendidikan Daerah dalam Mendorong Berkembangnya Industri di Daerah.” Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan daerah menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pertumbuhan industri lokal dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Kegiatan seminar dipandu oleh moderator Muamar, M.Pd.I. yang membawakan jalannya acara secara komunikatif, interaktif, dan penuh energi sehingga suasana seminar berlangsung hidup dan dinamis.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, gagasan, serta pandangan terkait tantangan pendidikan di era digital dan kebutuhan industri masa depan. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik di akhir sesi tanya jawab.
Melalui seminar nasional ini, UMUS berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan mampu membangun sinergi antara dunia akademik, pemerintah, serta industri dalam menciptakan lulusan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global.

UMUS Gelar Seminar Nasional Hardiknas 2026: Mengupas Karakteristik Siswa Gen Alpha di Era Digital

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Himpunan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Himpro PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Memahami Karakteristik Siswa Gen Alpha di Era Digital”.

Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis dalam merespons dinamika pendidikan di tengah transformasi digital yang semakin masif.

Seminar yang diikuti oleh sekitar 300 peserta ini melibatkan siswa-siswi kelas XI dan XII SMA/SMK dari berbagai sekolah, serta mahasiswa aktif dari Program Studi PGSD dan PBSI. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu pendidikan kontemporer, khususnya terkait karakteristik generasi Alpha yang lahir dan tumbuh di tengah ekosistem digital.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ketua pelaksana kegiatan, Anastasha Fadilah, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini dirancang sebagai wadah literasi edukatif bagi calon pendidik dan peserta didik untuk memahami pendekatan pembelajaran yang relevan dengan karakter generasi masa kini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan perspektif baru dalam membangun strategi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himpro PGSD, Khofifah Yulianasari, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan pendidik dalam menghadapi perubahan karakteristik peserta didik di era digital.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ia menegaskan bahwa guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memahami psikologi dan pola interaksi generasi Alpha yang cenderung visual, interaktif, dan berbasis teknologi.

Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP UMUS, Dr. (Cand) Didik Trusetyoko, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya transformasi pendidikan yang selaras dengan perkembangan zaman. Selain itu, ia juga memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada para siswa SMA/SMK untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, khususnya di FKIP UMUS yang telah terakreditasi unggul.

“Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan. FKIP siap menjadi ruang tumbuh bagi calon pendidik profesional,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Program Studi PGSD, Dr. (Cand) Laelia Nur Pratiwiningsih, M.Pd., Ketua Program Studi PBSI, Robet Rizkiyono, M.Pd., serta jajaran dosen di lingkungan FKIP Universitas Muhadi Setiabudi Brebes yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ilmiah ini.

Seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Muamar, M.Pd.I, mengangkat materi tentang karakteristik unik generasi Alpha di era digital.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa generasi Alpha memiliki kecenderungan sebagai digital native dengan pola pikir cepat, visual-oriented, serta memiliki ketergantungan tinggi terhadap stimulasi digital. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan mereka melalui integrasi teknologi dan strategi pembelajaran yang inovatif.

Narasumber kedua, Kustiah, M.Pd., membahas peran guru dan orang tua dalam mendampingi generasi Alpha. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak, terutama dalam menyaring informasi digital, membangun literasi, serta menanamkan nilai-nilai moral dan sosial di tengah derasnya arus teknologi.

Secara keseluruhan, seminar ini tidak hanya menjadi momentum refleksi dalam memperingati Hardiknas, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dunia akademik dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Dengan memahami karakteristik generasi Alpha, diharapkan para pendidik dan calon pendidik mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara holistik. 

Akademisi UMUS Berpartisipasi dalam Bimtek Juleha ke-12 Brebes 2026: Perkuat Kompetensi dan Dorong Sertifikasi Juru Sembelih Halal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (Bimtek Juleha) ke-12 Kabupaten Brebes kembali menjadi ruang strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu ini diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai latar belakang, dengan harapan setelah mengikuti pelatihan peserta siap menjadi juru sembelih halal yang profesional dan memiliki sertifikasi kompetensi.

Hari pertama kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes dengan agenda penguatan aspek teoretis, regulatif, dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Sementara hari kedua dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jatibarang Brebes melalui praktik langsung penyembelihan sesuai standar syariat Islam, higiene sanitasi, dan prosedur veteriner.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Brebes serta dihadiri berbagai unsur lintas sektoral, antara lain perwakilan Polres Brebes dan Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Dari unsur TNI, hadir Kodim 0713/Brebes, Peltu Ujang Taiyo, S.M. yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi.

Salah satu sesi inspiratif diisi oleh KH Muhadi Setiabudi dengan materi “Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Sukses”. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa profesi Juru Sembelih Halal (Juleha) tidak hanya dipandang sebagai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki prospek ekonomi yang besar dalam pengembangan industri halal nasional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Seorang Juleha harus memiliki kompetensi, integritas, dan visi kewirausahaan. Dari keterampilan ini dapat lahir peluang usaha jasa pemotongan halal, distribusi pangan halal, hingga pengelolaan usaha berbasis halal yang profesional,” ungkapnya.

Selain itu, narasumber dari DPKH Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait standar operasional penyembelihan, kesehatan hewan, dan pengawasan veteriner. Materi turut diperkaya oleh pemateri lain seperti Kusmanto, M.Pd dan Chasan Mudofar.

Dari unsur akademisi, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) diwakili oleh Muamar, M.Pd.I dan Abdul Bashar, S.TP., M.TP. Kehadiran akademisi ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi masyarakat, khususnya pada bidang halal, keamanan pangan, dan pemberdayaan profesi berbasis sertifikasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Seorang Juleha harus memiliki kompetensi, integritas, dan visi kewirausahaan. Dari keterampilan ini dapat lahir peluang usaha jasa pemotongan halal, distribusi pangan halal, hingga pengelolaan usaha berbasis halal yang profesional,” ungkapnya.

Selain itu, narasumber dari DPKH Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait standar operasional penyembelihan, kesehatan hewan, dan pengawasan veteriner. Materi turut diperkaya oleh pemateri lain seperti Kusmanto, M.Pd dan Chasan Mudofar.

Dari unsur akademisi, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) diwakili oleh Muamar, M.Pd.I dan Abdul Bashar, S.TP., M.TP. Kehadiran akademisi ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi masyarakat, khususnya pada bidang halal, keamanan pangan, dan pemberdayaan profesi berbasis sertifikasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Secara akademis, Bimtek Juleha ke-12 ini merepresentasikan model applied learning dan community engagement, yaitu integrasi antara teori, regulasi, nilai keislaman, dan praktik lapangan. Dengan jumlah peserta sekitar 60 orang, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan SDM Juleha yang kompeten, tersertifikasi, serta siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan industri halal yang semakin berkembang.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Brebes memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan.

Universitas Muhadi Setiabudi Fasilitasi Rekreasi Edukatif bagi 50 Anak Yatim di Waterboom Ciblon

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi merealisasikan komitmen sosialnya dengan menghadirkan pengalaman belajar kontekstual bagi anak-anak yatim. Sebanyak 50 anak dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Insan Mukti Amanah Wanasari mengikuti kegiatan rekreasi di Waterboom Ciblon Brebes, yang merupakan bagian dari Dedy Jaya Group.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sosial sebelumnya, yakni buka bersama dan santunan. Realisasi agenda ini merupakan pemenuhan janji yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua Yayasan, KH Muhadi Setiabudi, untuk memberikan pengalaman rekreasi yang bermakna bagi anak-anak tersebut.

Koordinator kegiatan, Muhammad Sugeng Prayitno, menyampaikan bahwa pemenuhan harapan anak-anak menjadi fokus utama dalam agenda kali ini.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan anak-anak bisa kita wujudkan hari ini. Ini bukan sekadar rekreasi, tetapi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat pengalaman sosial mereka,” ujar Sugeng.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Koordinator kegiatan, Muhammad Sugeng Prayitno, menyampaikan bahwa pemenuhan harapan anak-anak menjadi fokus utama dalam agenda kali ini.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan anak-anak bisa kita wujudkan hari ini. Ini bukan sekadar rekreasi, tetapi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat pengalaman sosial mereka,” ujar Sugeng.

Pendampingan dari tim Humas kampus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Selain aspek hiburan, rekreasi ini dipandang sebagai media pembelajaran nonformal yang penting dalam perkembangan psikososial anak, terutama dalam membangun rasa percaya diri, interaksi sosial, serta kesejahteraan emosional.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa agenda tersebut selaras dengan nilai Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

​“Kami ingin kehadiran kampus tidak hanya dirasakan di ruang akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan sosial,” ungkap Dr. Roby.

​Secara akademis, kegiatan ini mencerminkan pendekatan experiential learning. Anak-anak tidak hanya menerima bantuan material, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang memperkaya perkembangan kognitif dan afektif mereka.

Rekreasi terstruktur seperti ini dinilai mampu meningkatkan well-being anak serta memperkuat memori positif dalam proses tumbuh kembang mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga pendidikan, yayasan, dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam menciptakan program-program yang bersifat transformatif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

UMUS Hadiri Pendampingan Peta Jalan Menuju Kampus Unggul: Akselerasi Mutu di Era Kompetisi Global

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEKALONGAN – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan langkah strategisnya dalam kancah pendidikan tinggi nasional. Melalui kehadiran pimpinan dan tim penjaminan mutu, UMUS secara aktif mengikuti agenda “Pendampingan Peta Jalan Menuju Kampus Unggul” yang diinisiasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. Acara bergengsi ini dipusatkan di Auditorium Universitas Pekalongan (Unikal) pada Rabu, 29 April 2026.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perguruan tinggi harus memiliki determinasi yang kuat untuk bertransformasi. Ia menyatakan bahwa pendampingan ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah agar PTS di Jawa Tengah tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga melompat secara kualitas melalui akreditasi Unggul.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Delegasi UMUS dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., bersama Pusat Akreditasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Drs. Ghufroni, M.Pd. Kehadiran dua tokoh sentral akademik UMUS ini menunjukkan urgensi dan keseriusan institusi dalam membedah rute menuju akreditasi tertinggi.

​Kegiatan pendampingan ini menjadi sangat eksklusif dengan hadirnya dua narasumber bereputasi nasional yang memiliki rekam jejak panjang dalam transformasi perguruan tinggi. Mereka adalah Dr. Hari Prasetyo, M.T. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Prof. Nova Rijati, M.Kom. dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Kampus Unggul adalah kampus yang tahu di mana posisinya hari ini dan tahu persis di mana ia akan berada lima tahun ke depan. Peta jalan harus memuat indikator kinerja utama (IKU) yang terukur, mulai dari rasio dosen berkualifikasi doktor hingga jumlah publikasi internasional yang disitasi,” ujar Dr. Hari di hadapan para peserta.

​Di sisi lain, Prof. Nova Rijati menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam mencapai predikat Unggul di tahun 2026. Menurutnya, akreditasi Unggul di masa depan akan sangat bergantung pada sejauh mana kampus mampu mengadopsi ekosistem digital. Prof. Nova memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen akademik dan bagaimana hal tersebut dapat mempercepat proses pelaporan mutu ke LLDIKTI maupun BAN-PT.

​Merespons paparan para pakar, Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., menyatakan bahwa poin-poin yang disampaikan narasumber menjadi cermin sekaligus bahan evaluasi bagi UMUS. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menyelaraskan persepsi seluruh civitas akademika mengenai standar “Unggul” itu sendiri.

Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dari kedua narasumber yang yang membuka mata kami bahwa untuk menjadi unggul, UMUS harus memperkuat jati diri dan keunikan institusi. Kami tidak hanya mengejar angka, tapi membangun ekosistem akademik yang sehat di Brebes,” kata Dr. Toharudin.

​Dengan mengikuti kegiatan pendampingan tersebut UMUS Brebes kini memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk menata masa depan. Perjalanan menuju “Kampus Unggul” memang penuh tantangan, namun dengan peta jalan yang presisi, gerbang menuju kualitas pendidikan berstandar global kini semakin terbuka lebar bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya.

UKM KSR PMI Unit UMUS Gelar Aksi Donor Darah untuk Kemanusiaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan donor darah pada Senin, 27 April 2026. Mengusung tema “Satu Aksi Nyata, Bergerak untuk Kemanusiaan,” acara ini dipusatkan di depan area Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap ketersediaan stok darah di wilayah Brebes dan sekitarnya. Melalui aksi ini, diharapkan kesadaran civitas akademika akan pentingnya berbagi melalui donor darah dapat terus meningkat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Ketua Pelaksana, Nur Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa, dosen, serta staf universitas yang ingin berkontribusi langsung bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa. Beliau menekankan bahwa peran mahasiswa dalam aksi kemanusiaan memiliki nilai edukasi yang besar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dedikasi mahasiswa UMUS dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. Donor darah bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian penting dari pengabdian kepada sesama. Kami berharap aksi ini dapat menginspirasi seluruh civitas akademika untuk terus konsisten dalam menebar manfaat bagi orang banyak,” ujar Dr. Roby Setiadi.

Pelaksanaan kegiatan ini juga berada di bawah pengawasan langsung Komandan KSR, Ariella Zahra Ashari, untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan adanya agenda ini, UMUS terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. 

BEM FEB UMUS Gandeng Eska Unggul Indonesia Bedah Peran Pemuda di Era AI

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (BEM FEB UMUS) Brebes menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Merawat Indonesia: Peran Strategis Generasi Muda di Era AI” pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan yang bertempat di Aula Gedung Pascasarjana UMUS ini terlaksana atas kolaborasi dengan Eska Unggul Indonesia.

​Ketua BEM FEB UMUS, Rio Febrian, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan mendalam serta kesiapan mental dalam menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

​”Kami bekerja sama dengan Eska Unggul Indonesia yang dipimpin oleh Herwanto, S.Kom., M.A.P., untuk menghadirkan narasumber berskala nasional. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan perspektif luas mengenai posisi dan peran mereka di tengah disrupsi teknologi,” ujar Rio.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Dua pakar dihadirkan sebagai pembicara utama, yakni Iskandar Saharuddin dari Penabulu Jakarta dan Andika Rikarno Putra dari CKI Semarang. Jalannya diskusi dipandu oleh peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang, Sri Rahayu, sebagai moderator.

​Mewakili Dekan FEB UMUS, Kaprodi Manajemen Slamet Bambang Riono, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa pemahaman terhadap teknologi kecerdasan buatan sudah menjadi kebutuhan dasar. Ia menilai literasi AI sangat penting bagi mahasiswa untuk menunjang produktivitas akademik maupun profesional.

​”Mahasiswa perlu mengenal AI, terutama untuk pemanfaatan positif dalam menunjang tugas perkuliahan. Di era digital ini, generasi muda bukan sekadar penonton, melainkan penggerak perubahan. Sudah saatnya melakukan upgrade pola pikir dan mengambil peran nyata bagi masa depan Indonesia melalui kegiatan literasi seperti ini,” papar Slamet.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Antusiasme peserta nampak pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Fokus pembahasan mencakup berbagai dimensi AI, mulai dari aspek etika penggunaan, peluang wirausaha berbasis digital, hingga tantangan nyata yang akan dihadapi tenaga kerja muda di masa depan.

​Melalui seminar ini, BEM FEB UMUS berharap para peserta tidak hanya memiliki kecakapan teknologi, namun juga mampu memanfaatkan instrumen AI secara bijak dan produktif demi kemajuan bangsa

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025