Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Peringati Hari Gizi Nasional ke-66 Lewat Seminar “Safe Food, Better Life”

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 dengan menggelar seminar bertema “Safe Food, Better Life: Integrasi HACCP dalam Pangan Bergizi”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.

Seminar tersebut diikuti oleh ahli gizi SPPG, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu pangan dan gizi. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan, khususnya terkait penerapan keamanan pangan dalam praktik sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Rifatul Masrikhiyah, S.TP., M.Gizi, dosen Gizi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Nurly Qurrota Aini, S.Gz., M.Gizi, ahli gizi dari RSUI Mutiara Bunda. Keduanya memaparkan pentingnya penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai pendekatan preventif untuk menjamin keamanan pangan sejak proses produksi hingga konsumsi.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Gizi UMUS, Anggray Duvita Wahyani, S.Gz., M.Gizi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Gizi Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam menjawab tantangan gizi masyarakat.

Ia menekankan bahwa isu keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya di lingkungan akademik tetapi juga di masyarakat luas.

“Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa, ahli gizi, dan masyarakat umum dapat memahami bahwa pangan bergizi harus dibarengi dengan jaminan keamanan. Inilah esensi dari tema Safe Food, Better Life yang kita gaungkan bersama,” ujar Anggray Duvita Wahyani.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (PIKES) UMUS, Dr. Yan El Rizal UD., M.Sc., memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan gizi dan kesehatan masyarakat saat ini, terutama dalam memastikan pangan yang dikonsumsi tidak hanya bernilai gizi tinggi tetapi juga aman.

“Seminar ini memberikan edukasi yang penting dan aplikatif. Keamanan pangan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari kualitas gizi, sehingga pemahaman tentang HACCP perlu terus diperluas,” ungkapnya.

Pada sesi materi, Rifatul Masrikhiyah menegaskan bahwa pangan bergizi tidak akan bermakna apabila tidak aman untuk dikonsumsi. Integrasi prinsip HACCP dinilai mampu meminimalkan risiko kontaminasi biologis, kimia, dan fisik yang berdampak pada kesehatan.

Senada dengan itu, Nurly Qurrota Aini menyoroti pentingnya penerapan HACCP di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, guna mendukung proses penyembuhan pasien dan meningkatkan mutu layanan gizi.

Melalui seminar ini, UMUS berharap peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara keamanan pangan dan gizi seimbang. Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Safe Food, Better Life.

Transformasi Budaya Riset: Mahasiswa PGSD UMUS Hibahkan Laporan PTK ke Perpustakaan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mengambil langkah konkret dalam mewujudkan visi sebagai kampus berbasis riset (Research-Based University). Pada Rabu (28/1/2026), mahasiswa Semester 5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) secara resmi menyerahkan kumpulan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) orisinal mereka kepada UPT Perpustakaan UMUS.

Langkah ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan sebuah terobosan untuk mengubah tugas kuliah menjadi aset pengetahuan yang dapat diakses oleh publik ilmiah secara luas.

​Selama ini, laporan penelitian mahasiswa sering kali hanya berakhir sebagai tumpukan berkas tak tersentuh. Namun, di bawah arahan dosen pakar pendidikan, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., paradigma tersebut diubah total.

​”Kami ingin menciptakan ekosistem di mana mahasiswa bangga akan karyanya. Dengan menyerahkan laporan ini ke perpustakaan, mereka sedang membangun rekam jejak intelektual. Ini adalah langkah awal mewujudkan UMUS sebagai kampus riset yang membumi,” ujar Dr. Toharudin dalam sambutannya.

Selama satu semester penuh, para mahasiswa terjun langsung ke berbagai sekolah dasar di wilayah Brebes untuk membedah masalah nyata di lapangan—mulai dari rendahnya minat baca hingga pemanfaatan media pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang tengah tren di tahun 2026.

Beberapa poin penting dalam riset mereka meliputi:
​Inovasi Model Pembelajaran: Penerapan Problem Based Learning dan Project Based Learning.
​Kearifan Lokal: Penggunaan budaya khas Brebes sebagai media pembelajaran tematik.
​Solusi Spesifik: Strategi peningkatan numerasi di sekolah-sekolah pesisir.

Natasya, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan bahwa bimbingan ketat yang mereka terima memacu validitas data yang tinggi. “Kami diajarkan bahwa setiap data harus valid karena akan menjadi rujukan bagi adik tingkat dan praktisi pendidikan,” tuturnya.

​Pihak UPT Perpustakaan UMUS menyambut hangat penyerahan ini. Koleksi riset terapan ini diproyeksikan menjadi referensi primer bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyusun skripsi. Secara institusional, pengarsipan karya ilmiah yang sistematis ini juga menjadi poin krusial dalam penilaian akreditasi program studi.

Dr. Toharudin menekankan bahwa guru masa depan harus memiliki jiwa peneliti yang reflektif dan solutif. Dengan tradisi baru ini, PGSD UMUS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih menjadi agen perubahan yang kredibel melalui literasi dan riset nyata.
​Gerakan ini diharapkan menular ke program studi lain di UMUS, sehingga semangat “Kampus Berbasis Riset” tidak lagi sekadar jargon, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari ruang kelas dan diabadikan di rak perpustakaan.

UMUS Cetak Doktor Baru: Dr. Yan El Rizal Raih IPK Sempurna 4,00 Lewat Inovasi Pakan Itik

Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes. Dr. Yan El Rizal Unzilatirrizqi D., S.Si., M.Sc., salah satu putra terbaik sekaligus dosen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), sukses menyabet gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan predikat Cumlaude dan IPK Sempurna 4,00.

Prestasi gemilang ini diraih melalui riset inovatif yang menyulap limbah kulit bawang merah menjadi solusi pakan ternak fungsional.

Brebes dikenal sebagai tulang punggung bawang merah nasional yang menyumbang sekitar 18,5% produksi Indonesia. Namun, di balik kejayaan tersebut, gunungan limbah kulit bawang seringkali menjadi masalah lingkungan yang belum teratasi.

Dalam disertasinya, Dr. Yan berhasil membuktikan bahwa limbah yang dianggap “tak bernilai” tersebut mengandung senyawa bioaktif tinggi seperti Flavonoid, Quercetin, dan Antioksidan Alami.

“Senyawa ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Bukan hanya untuk manusia, tapi juga krusial bagi kesehatan hewan ternak,” ujar Dr. Yan dalam laporan risetnya.

Solusi Itik Rendah Kolesterol
​Riset yang didampingi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes ini memberikan hasil yang cukup mengejutkan bagi industri peternakan:

  • Penurunan Kolesterol: Penambahan ekstrak kulit bawang merah efektif menurunkan kadar kolesterol pada itik pedaging.
  • Dosis Optimal: Temuan kunci riset menunjukkan bahwa dosis 5% adalah takaran paling optimal untuk menekan angka kolesterol, baik dalam darah maupun jaringan daging itik.

Hasil ini menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan daging itik yang lebih sehat dan rendah lemak.

​Sidang terbuka ini berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan serta dosen UMUS yang datang memberikan dukungan moral.

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M.,menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut.
​”Prestasi Dr. Yan El Rizal dengan IPK 4,00 adalah kebanggaan luar biasa bagi UMUS. Ini membuktikan bahwa dosen kita mampu bersaing di level nasional dengan inovasi yang aplikatif. Kami berharap ilmu ini segera diimplementasikan untuk membantu UMKM dan peternak di Brebes agar memiliki nilai tambah ekonomi yang nyata,” ungkap Dr. Roby Setiadi.

​Inovasi ini dirancang agar mudah diadopsi oleh masyarakat. Melalui proses sederhana—mulai dari pengumpulan, pengeringan, hingga pengolahan menjadi tepung—para peternak dan pelaku UMKM dapat menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan kualitas produk ternak mereka.

Dengan lahirnya doktor baru ini, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang fokus pada solusi masalah lokal berbasis ilmu pengetahuan.

UMUS Konsisten Cetak Talenta Global, Kembali Terbangkan Mahasiswa Magang ke Taiwan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali membuktikan konsistensinya dalam memperluas jejaring internasional. Untuk kesekian kalinya, kampus kebanggaan masyarakat Brebes ini menerbangkan mahasiswa terbaiknya ke luar negeri, kali ini melalui program internship profesional di Taiwan.

Keberlanjutan program ini menjadi bukti nyata bahwa UMUS telah memiliki sistem pembinaan yang matang dan kepercayaan yang tinggi dari mitra industri global.

Pada pengiriman kali ini, dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Muhamad Rizal Fadilah dan Ramadhan Saputra, resmi memulai debut profesional mereka di LI SHEIA ENTERPRISE CO., LTD, Taiwan, sejak Senin (26/1).

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyatakan bahwa pengiriman mahasiswa ke luar negeri telah menjadi bagian dari tradisi akademik yang terus diperkuat.

“Ini bukan pertama kalinya, dan dipastikan bukan yang terakhir. Keberhasilan mahasiswa kita menembus industri Taiwan secara konsisten adalah indikator bahwa kualitas lulusan UMUS semakin diakui oleh pasar kerja internasional,” tegas Dr. Roby.

​Kepercayaan industri di Taiwan terhadap mahasiswa UMUS tidak terlepas dari etos kerja dan kompetensi yang ditunjukkan oleh angkatan-angkatan sebelumnya. Hal ini pula yang membuat pihak industri berani memberikan fasilitas kelas wahid bagi mahasiswa UMUS, mulai dari akomodasi, uang saku, hingga tiket penerbangan gratis.

Agyztia Premana, M.Kom., selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Beasiswa, menambahkan bahwa pihaknya terus mengawal setiap tahapan seleksi agar standar kualitas tetap terjaga. “Kami menjaga amanah dan kepercayaan mitra internasional dengan mengirimkan mahasiswa yang benar-benar siap secara mental dan skill,” ujarnya.

​Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, MSc., Ph.D., berharap keberangkatan Rizal dan Ramadhan yang menyusul jejak senior-senior mereka ini dapat menjadi pelecut semangat bagi mahasiswa lain.
​Dengan rutinitas pengiriman mahasiswa magang internasional ini, UMUS kian mantap bertransformasi menjadi Global University yang tidak hanya jago di tingkat lokal, tapi juga kompetitif di level mancanegara.

​Goes to School, Warek 1 UMUS Berikan Motivasi dan Pentingnya Pendidikan Tinggi

 

Menyongsong era disrupsi dan ketatnya persaingan dunia kerja di masa depan, Universitas Muhadi Brebes (UMUS) terus bergerilya melakukan literasi pendidikan ke berbagai sekolah menengah di wilayah Jawa Tengah. Pada Jumat, 23 Januari 2026, tim “UMUS Goes to School” menyambangi Kabupaten Tegal untuk menggelar sesi motivasi akbar bagi ratusan siswa yang bertempat di Aula Utama MAN 1 Tegal, Slawi.

​Hadir sebagai pembicara utama, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., didampingi oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Rila Melyana Fitri, M.Pd. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sebagai investasi jangka panjang bagi generasi Z.

Dalam paparannya di hadapan para siswa kelas XII, Dr. Moh Toharudin menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan gelar, melainkan proses transformasi pola pikir.

Menurutnya, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di daerah harus terus ditingkatkan agar daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) lokal mampu berbicara di level nasional maupun internasional.

“Adik-adik sekalian, dunia tahun 2026 dan seterusnya tidak lagi hanya bertanya apa ijazahmu, tapi apa yang bisa kamu kerjakan dengan ilmu tersebut. Namun, untuk memiliki kompetensi yang mumpuni, kalian butuh ekosistem akademis yang tepat. Di situlah peran universitas,” ujar Dr. Toharudin dengan penuh semangat.

Ia juga menyoroti fenomena “langsung kerja” setelah lulus sekolah yang sering kali menjebak lulusan pada pekerjaan dengan upah rendah tanpa jenjang karier yang jelas. “Kami ingin mengubah pola pikir bahwa kuliah itu mahal atau sulit. UMUS hadir untuk memberikan akses seluas-luasnya, karena pendidikan adalah hak dasar yang akan memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.

Senada dengan Warek 1, Rila Melyana Fitri, M.Pd., yang merupakan pakar di bidang pendidikan dasar, memberikan sudut pandang mengenai peluang karier di dunia pendidikan. Mengingat ia adalah dosen PGSD, Rila menyoroti betapa besarnya kebutuhan akan tenaga pendidik yang profesional dan melek teknologi di masa depan.

​”Menjadi mahasiswa di bidang pendidikan, seperti PGSD, bukan hanya belajar mengajar di depan kelas. Kita belajar psikologi anak, manajemen kelas, hingga pengembangan konten digital. Di UMUS, kami menyiapkan calon guru yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki empati tinggi,” jelas Rila.

Ia juga memberikan tips praktis bagi siswa MAN 1 Tegal dalam memilih program studi. Rila menyarankan agar siswa mengenali potensi diri sejak dini dan tidak sekadar ikut-ikutan tren. “Pilihlah jurusan yang membuat kalian merasa ‘hidup’ saat mempelajarinya. Jika kalian suka berinteraksi dan ingin membentuk karakter bangsa, bidang kependidikan adalah jawabannya,” tuturnya di sela-sela sesi tanya jawab.

​Komitmen UMUS untuk Masyarakat Tegal dan Indonesia, ​kegiatan “Goes to School” ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhadi Setiabudi Brebes untuk mendekatkan diri kepada masyarakat di wilayah Slawi, Tegal, dan sekitarnya. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMUS menawarkan berbagai skema pendaftaran jalur mandiri, beasiswa, mulai dari Beasiswa KIP-Kuliah, beasiswa prestasi, hingga beasiswa bagi hafidz Al-Qur’an.

Dr. Toharudin menjelaskan bahwa UMUS saat ini telah melakukan banyak inovasi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri (Link and Match). Hal ini dilakukan agar masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan semakin singkat.

“Kami memiliki laboratorium yang lengkap, dosen-dosen praktisi, dan kerja sama dengan berbagai instansi. Siswa dari MAN 1 Tegal memiliki potensi yang luar biasa. Banyak alumni dari sini yang terbukti memiliki kedisiplinan tinggi dan akhlakul karimah yang baik, yang mana itu adalah modal utama di kampus kami,” ungkap pria yang akrab disapa Doktor Toha tersebut.

​Antusiasme dan Dialog Interaktif. Suasana aula tampak hidup saat sesi dialog dibuka. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai cara membagi waktu antara kuliah dan organisasi, serta bagaimana menyikapi biaya pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, tim UMUS memberikan jawaban yang solutif. Dr. Toharudin menegaskan bahwa saat ini banyak jalan menuju bangku kuliah. Pemerintah dan pihak kampus telah menyediakan banyak subsidi. “Jangan jadikan biaya sebagai tembok penghalang. Jadikan itu sebagai tantangan yang harus ditembus dengan prestasi,” tegasnya.

Pihak sekolah MAN 1 Tegal menyambut baik kehadiran jajaran akademisi UMUS. Kepala Sekolah Dr. Kasturi, M.Pd mengungkapkan bahwa bimbingan motivasi langsung dari pejabat universitas seperti Wakil Rektor memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa yang sedang dalam masa bimbang menentukan masa depan.

Di akhir acara, Dr. Moh Toharudin dan Rila Melyana Fitri memberikan apresiasi berupa cinderamata kepada siswa-siswi yang aktif selama sesi berlangsung. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan layanan konsultasi gratis mengenai pemilihan program studi yang dibuka oleh tim pendaftaran UMUS di lokasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Kabupaten Tegal, khususnya dari lulusan Madrasah Aliyah, dapat meningkat secara signifikan pada tahun akademik 2026/2027. UMUS berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis sekolah-sekolah dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.

UMUS Brebes Gagas Inovasi ESEM-UMUS: Ubah Sampah Jadi BBM dan Pakan Ternak

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes membuktikan perannya dalam pengabdian masyarakat melalui terobosan pengelolaan sampah terintegrasi. Bekerja sama dengan DLH Kabupaten Brebes dan PT TRIBALIV, UMUS meluncurkan model EDU-SEMESTA (ESEM_UMUS), sebuah solusi berbasis edukasi dan pemberdayaan untuk mengatasi persoalan lingkungan di wilayah terpencil.

Rektorat UMUS melalui tenaga ahlinya, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., menekankan bahwa keterlibatan akademisi adalah kunci agar proyek pengolahan sampah senilai Rp 4,4 triliun ini tidak hanya mengandalkan teknologi mesin, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi warga.

UMUS Hadirkan Teknologi Tepat Guna

Di bawah supervisi para pakar, UMUS memperkenalkan dua inovasi utama yang menjadi jantung dari skema ESEM_UMUS:
​PAS-PROBIOTIK: Inovasi pengolahan sampah organik di tingkat desa menjadi pupuk organik dan pakan ternak berkualitas.
​Konversi Plastik menjadi BBM: UMUS menginisiasi teknologi skala desa yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak setara Pertalite, menciptakan kemandirian energi lokal.

Desa Dukuhjeruk: Laboratorium Sosial UMUS

Sebagai bentuk nyata implementasi keilmuan, UMUS menetapkan Desa Dukuhjeruk, Kecamatan Banjarharjo sebagai pilot project. Di lokasi ini, UMUS terjun langsung memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan teknologi kepada komunitas lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini aplikatif. Mahasiswa dan dosen terlibat dalam menyusun model replikasi agar kesuksesan di Dukuhjeruk bisa diterapkan di seluruh desa di Brebes,” ujar Prof. Pranoto.

​Melalui model ESEM_UMUS ini, UMUS Brebes berupaya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar “membuang sampah” menjadi “mengolah berkah”. Hasil dari pengolahan sampah ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan desa melalui konsep ekonomi sirkular.

Kolaborasi ini mempertegas posisi UMUS sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap isu-isu krusial daerah, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi Brebes menuju daerah bebas sampah yang mandiri energi. 

Brebes Bangun Pabrik Sampah Rp 4,4 Triliun dan Gandeng Pakar UMUS untuk Solusi Biogas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam menangani persoalan sampah melalui pembangunan pabrik pengolahan senilai Rp 4,4 triliun. Proyek ambisius yang bekerja sama dengan PT TRIBALIV ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan melalui sistem biogas yang modern dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, S.STP., M.Si, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan sampah di berbagai tingkatan. Hal ini juga merespons sanksi administratif dari Menteri Lingkungan Hidup terkait penghentian sistem pembuangan terbuka (open dumping) di TPA Kaliwlingi.

Kolaborasi Pakar dan Teknologi Lokal

Pengembangan teknologi biogas dalam proyek ini melibatkan kolaborasi ilmiah yang kuat. Pemkab Brebes menggandeng pakar lingkungan dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, serta pakar bio molekul dari Universitas Airlangga Surabaya untuk memastikan landasan ilmiah dan percepatan implementasi teknologi.

Selain pabrik utama, Pemkab Brebes juga meluncurkan model EDU-SEMESTA UMUS (ESEM_UMUS) sebagai solusi bagi wilayah terpencil yang jauh dari lokasi pabrik. Model ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dengan dua inovasi unggulan:
PAS-PROBIOTIK: Mengubah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
Konversi Plastik: Mengolah sampah anorganik menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara Pertalite.

Pilot Project di Desa Dukuhjeruk

Sebagai langkah awal, Desa Dukuhjeruk di Kecamatan Banjarharjo dipilih menjadi lokasi percontohan (pilot project). Di desa ini, masyarakat akan diberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan untuk mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah secara mandiri sebelum nantinya direplikasi ke desa-desa lain di seluruh Brebes.

“Gabungan antara pabrik skala besar dan model pemberdayaan di desa diharapkan mampu menciptakan kemandirian energi lokal serta meningkatkan ekonomi sirkular bagi masyarakat,” tulis dokumen perencanaan tersebut.

Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan

Sebagai bentuk gerak cepat, DLH Kabupaten Brebes juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Aula Kecamatan Brebes. Dalam agenda tersebut, Prof. Pranoto dihadirkan sebagai narasumber utama untuk memberikan pengarahan strategis mengenai pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

Perusahaan Jepang Berikan Kuliah Tamu di Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menerima kunjungan Nippon Academy asal Jepang dalam rangka penguatan kerja sama akademik dan industri. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen, sekaligus interview mahasiswa untuk mengikuti program internship (magang) di Jepang.

Presiden Direktur Nippon Academy Hasegawa Shohei tersebut menyampaikan materi terkait perkembangan industri pangan di Jepang, inovasi teknologi pengolahan pangan, standar mutu dan keamanan pangan, serta Pertanian dan kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Nippon Academy juga secara resmi menawarkan program internship internasional bagi mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan.

Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja langsung di lingkungan industri Jepang, meningkatkan keterampilan teknis, etos kerja, serta wawasan global mahasiswa.

Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Abdul Bashar, M.TP menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan industri.

“Melalui kuliah tamu dan penawaran internship ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja internasional serta peluang karier di industri pangan global,” ujarnya.

Lebih lanjut Dekan Pangan dan Ilmu Kesehatan Dr. Yan El Rizal U.D., M.Sc, menyampaikan bahwa program studi harus adaptif dan responsif untuk membuat peluang-peluang karir bagi mahasiswa.

“Internship menjadi program yang harus disiapkan oleh program studi agar mahasiswa berdaya saing bukan saja di tingkat nasional tapi di dunia kerja internasional”.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan perusahaan Jepang, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan berkomitmen untuk terus membuka jejaring internasional guna mendukung lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Akselerasi Mutu Institusi, Warek 1 UMUS Benchmark Strategis ke UNISSULA

Dalam upaya mempercepat transformasi kualitas pendidikan tinggi dan penguatan tata kelola akademik, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melakukan kunjungan kerja strategis ke Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang pada Rabu, 14 Januari 2026. Fokus utama dari pertemuan ini adalah melakukan benchmarking (studi banding) terkait akselerasi mutu institusi dan pengembangan kurikulum berbasis industri masa depan.

​Rombongan UMUS dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd, di dampingi Prof. Dr. Edy Suprianto, M.Si, Prof. Dr. Mutamimah, M.Si. dan Rila Melyana Fitri, M.Pd. Kedatangan tim disambut hangat oleh Wakil Rektor I UNISSULA, Dr. Abdul Basir, M.Pd., Prof. Dr. Imam Kusmaryono, M.Pd, dan Dr. Ahmad Salim, M.Ak di Gedung Biro Rektorat Kampus Kaligawe, Semarang.

Pertemuan yang berlangsung khidmat namun interaktif ini menjadi momentum penting bagi UMUS untuk menyerap praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh UNISSULA sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Jawa Tengah yang telah meraih akreditasi Unggul.

Dalam sambutannya, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. menyampaikan bahwa pemilihan UNISSULA sebagai mitra benchmark didasari oleh prestasi konsisten universitas tersebut dalam mempertahankan mutu akademik dan kecepatan adaptasi terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami hadir di UNISSULA dengan semangat untuk belajar. UMUS saat ini sedang berada pada fase akselerasi. Kami menyadari bahwa untuk mencapai mutu institusi yang kompetitif, kita tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada transformasi besar dalam tata kelola akademik, dan UNISSULA memiliki sistem yang sudah sangat matang untuk kita diskusikan bersama,” ujar Dr. Toharudin di hadapan jajaran pimpinan UNISSULA.

Salah satu poin krusial yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah strategi percepatan peningkatan Jabatan Fungsional Akademik (Jabfa) dosen, khususnya menuju jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Dr. Toharudin menekankan bahwa UMUS berkomitmen penuh untuk mendorong para dosen agar segera mencapai Lektor Kepala dan meraih gelar profesor melalui sistem pendampingan yang terintegrasi. Beliau menyadari bahwa kekuatan sebuah institusi akademik sangat ditentukan oleh jumlah SDM yang memiliki kualifikasi jabatan fungsional tertinggi.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Ahmad Salim, M.Ak., memaparkan keberhasilan UNISSULA dalam memanen Guru Besar secara masif melalui program akselerasi yang sistematis. UNISSULA menerapkan skema insentif publikasi internasional bereputasi dan tim asistensi khusus yang membantu dosen dalam memenuhi persyaratan administrasi maupun substansi karya ilmiah. Strategi ini dipadukan dengan pemantauan melalui sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang ketat untuk memastikan setiap dosen memiliki peta jalan (roadmap) karir akademik yang jelas dan terukur.”

“Selamat datang kepada kolega kami dari UMUS. Bagi UNISSULA, berbagi ilmu adalah bagian dari pengabdian. Mutu bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan proses yang terus menerus. Kami mengedepankan nilai ‘Budaya Akademik Bermutu’ di mana setiap elemen, mulai dari dosen hingga tenaga kependidikan, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga akreditasi dan layanan,” papar Dr. Abdul Basir.

Prof. Dr. Imam Kusmaryono , M.Pd menambahkan bahwa kunci dari keberhasilan akademik saat ini adalah fleksibilitas kurikulum. “Kami di UNISSULA terus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dasar institusi kami,” tambahnya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga menyentuh strategi meraih akreditasi internasional. Dr. Toharudin tampak antusias menggali informasi mengenai langkah-langkah UNISSULA dalam memetakan program studi potensial untuk mendapatkan rekognisi global.

“UMUS ingin melihat potret masa depan. Dengan belajar ke UNISSULA, kami mendapatkan gambaran konkret bagaimana menyusun roadmap menuju akreditasi unggul. Diskusi hari ini memberikan kami perspektif baru tentang pentingnya sinkronisasi antara capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan pasar global,” jelas Warek 1 UMUS tersebut.

Kunjungan ini tidak hanya berakhir pada diskusi teoritis. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan kolaborasi yang lebih konkret. Dr. Abdul Basir menyatakan kesiapan UNISSULA untuk mendampingi UMUS dalam berbagai program pengembangan kapasitas dosen dan pengelolaan administrasi akademik.
​”Kami sangat terbuka untuk kerja sama lebih lanjut, baik dalam hal pertukaran dosen, kolaborasi riset, maupun pendampingan sistem penjaminan mutu. Sinergi antar perguruan tinggi swasta adalah kunci untuk memajukan pendidikan nasional,” tegas Dr. Basir.

​Di sisi lain, Dr. Moh Toharudin merasa optimistis bahwa hasil dari benchmark hari ini akan segera diimplementasikan di UMUS. Beliau menargetkan akan ada pembaruan beberapa kebijakan akademik di UMUS yang mengadopsi efisiensi yang telah dilihat di UNISSULA.

Dua Mahasiswa Anggota KSPM UMUS Brebes Kunjungi Bursa Efek Indonesia, Perkuat Literasi Pasar Modal

Dalam rangka meningkatkan pemahaman praktis mengenai dunia pasar modal, dua mahasiswa anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Ashim Majduddin dan Maulidiya, melaksanakan kunjungan edukatif ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.

Kunjungan ini menjadi salah satu upaya nyata KSPM UMUS Brebes untuk memperkuat literasi keuangan serta menumbuhkan minat mahasiswa terhadap investasi sejak dini.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung sistem dan mekanisme perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan pemaparan materi mengenai peran Bursa Efek Indonesia dalam perekonomian nasional, perkembangan instrumen investasi, serta peluang dan tantangan dunia pasar modal di era digital saat ini.

Dengan pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang praktik pasar modal di lapangan.

Pembina KSPM UMUS Brebes, Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan bahwa agenda kunjungan ke Bursa Efek Indonesia ini memiliki nilai strategis bagi seluruh mahasiswa, khususnya anggota KSPM. Menurut beliau, kegiatan seperti ini mampu membentuk pola pikir kritis, meningkatkan rasa ingin tahu terhadap dunia investasi, serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan wawasan ekonomi dan keuangan.

Lebih lanjut, Hendri Sucipto menekankan bahwa generasi muda saat ini perlu memiliki kesiapan menghadapi perkembangan ekonomi modern. Oleh karena itu, literasi pasar modal harus diperkenalkan sejak dini agar mahasiswa mampu menjadi investor cerdas serta agen edukasi keuangan di lingkungan sekitarnya.

Ashim Majduddin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena dapat melihat langsung aktivitas di Bursa Efek Indonesia. Ia merasa kegiatan ini memberikan motivasi baru untuk terus belajar dan mendalami dunia investasi. Senada dengan itu, Maulidiya mengungkapkan bahwa kunjungan ini membuka wawasan baru tentang peluang karier dan pentingnya peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui kegiatan ini, KSPM UMUS Brebes berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif dan inovatif guna mencetak mahasiswa yang melek investasi, berpikir visioner, serta siap berkontribusi dalam perkembangan pasar modal Indonesia di masa mendatang. 

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025