
BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di berbagai desa lokasi KKN di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam memastikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
Tim Monitoring dan Evaluasi turun langsung ke lapangan untuk meninjau implementasi program kerja mahasiswa, berdialog dengan pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, serta masyarakat penerima manfaat. Pendekatan ini dilakukan tidak hanya untuk mengukur ketercapaian program, tetapi juga mengidentifikasi praktik-praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi pada pelaksanaan KKN berikutnya.

Dalam proses evaluasi, sejumlah kepala desa memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UMUS yang dinilai mampu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Berbagai program pemberdayaan, edukasi kesehatan, penguatan UMKM, literasi digital, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan dinilai memberikan nilai tambah bagi pembangunan desa.
Di sisi lain, Tim Monev juga mencatat berbagai masukan strategis sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan KKN. Sinkronisasi antara program kerja mahasiswa dengan prioritas pembangunan desa, keberlanjutan program setelah KKN berakhir, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi beberapa poin penting yang mendapat perhatian dalam evaluasi.
Ketua LPPM UMUS menegaskan bahwa Monitoring dan Evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen peningkatan mutu pengabdian kepada masyarakat.

“KKN harus menjadi laboratorium sosial yang mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, evaluasi dilakukan agar setiap program benar-benar relevan, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.”
Pelaksanaan Monev juga menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan memecahkan persoalan riil di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, LPPM UMUS berharap pelaksanaan KKN tidak hanya menghasilkan luaran program, tetapi juga memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Semangat kolaborasi yang dibangun selama KKN 2026 menjadi bukti bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menghadirkan solusi, memberdayakan potensi lokal, serta mengakselerasi pembangunan desa menuju masyarakat yang mandiri, produktif dan berdaya saing.