
BREBES – Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 melalui kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.
Kegiatan koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan program KKN dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus memastikan kontribusi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Adapun tema KKN 2026 yang diusung adalah “Inovasi melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.”
Ketua LPPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam merancang program kerja mahasiswa yang kontekstual dan aplikatif.
“Pendekatan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci agar program KKN tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga solutif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, masing-masing Bapperida memaparkan fokus pembangunan daerah. Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Tegal secara khusus menyoroti pentingnya program digitalisasi dan penerapan aplikasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, penguatan layanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis teknologi. Sementara itu, Kabupaten Brebes menitikberatkan pada sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan, dan Kabupaten Pemalang mengarahkan perhatian pada pengembangan potensi pariwisata serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Selain itu, dibahas pula aspek teknis pelaksanaan KKN, termasuk penentuan lokasi desa sasaran, skema pendampingan, serta integrasi program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Pendekatan partisipatif dan berbasis data menjadi prinsip utama dalam perencanaan kegiatan.
Pelaksanaan KKN UMUS tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 30 Juni hingga 8 Agustus 2026. Rentang waktu tersebut diharapkan cukup untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan program kerja secara optimal sekaligus membangun interaksi yang konstruktif dengan masyarakat.
Melalui sinergi ini, LPPPM UMUS berharap KKN 2026 dapat menjadi instrumen pengabdian yang tidak hanya meningkatkan kapasitas mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.