
Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 dengan menggelar seminar bertema “Safe Food, Better Life: Integrasi HACCP dalam Pangan Bergizi”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.
Seminar tersebut diikuti oleh ahli gizi SPPG, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu pangan dan gizi. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan, khususnya terkait penerapan keamanan pangan dalam praktik sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Rifatul Masrikhiyah, S.TP., M.Gizi, dosen Gizi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Nurly Qurrota Aini, S.Gz., M.Gizi, ahli gizi dari RSUI Mutiara Bunda. Keduanya memaparkan pentingnya penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai pendekatan preventif untuk menjamin keamanan pangan sejak proses produksi hingga konsumsi.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Gizi UMUS, Anggray Duvita Wahyani, S.Gz., M.Gizi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Gizi Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam menjawab tantangan gizi masyarakat.
Ia menekankan bahwa isu keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya di lingkungan akademik tetapi juga di masyarakat luas.

“Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa, ahli gizi, dan masyarakat umum dapat memahami bahwa pangan bergizi harus dibarengi dengan jaminan keamanan. Inilah esensi dari tema Safe Food, Better Life yang kita gaungkan bersama,” ujar Anggray Duvita Wahyani.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (PIKES) UMUS, Dr. Yan El Rizal UD., M.Sc., memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan gizi dan kesehatan masyarakat saat ini, terutama dalam memastikan pangan yang dikonsumsi tidak hanya bernilai gizi tinggi tetapi juga aman.
“Seminar ini memberikan edukasi yang penting dan aplikatif. Keamanan pangan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari kualitas gizi, sehingga pemahaman tentang HACCP perlu terus diperluas,” ungkapnya.
Pada sesi materi, Rifatul Masrikhiyah menegaskan bahwa pangan bergizi tidak akan bermakna apabila tidak aman untuk dikonsumsi. Integrasi prinsip HACCP dinilai mampu meminimalkan risiko kontaminasi biologis, kimia, dan fisik yang berdampak pada kesehatan.
Senada dengan itu, Nurly Qurrota Aini menyoroti pentingnya penerapan HACCP di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, guna mendukung proses penyembuhan pasien dan meningkatkan mutu layanan gizi.
Melalui seminar ini, UMUS berharap peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara keamanan pangan dan gizi seimbang. Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Safe Food, Better Life.