
Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mengambil langkah konkret dalam mewujudkan visi sebagai kampus berbasis riset (Research-Based University). Pada Rabu (28/1/2026), mahasiswa Semester 5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) secara resmi menyerahkan kumpulan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) orisinal mereka kepada UPT Perpustakaan UMUS.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan sebuah terobosan untuk mengubah tugas kuliah menjadi aset pengetahuan yang dapat diakses oleh publik ilmiah secara luas.
Selama ini, laporan penelitian mahasiswa sering kali hanya berakhir sebagai tumpukan berkas tak tersentuh. Namun, di bawah arahan dosen pakar pendidikan, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., paradigma tersebut diubah total.
”Kami ingin menciptakan ekosistem di mana mahasiswa bangga akan karyanya. Dengan menyerahkan laporan ini ke perpustakaan, mereka sedang membangun rekam jejak intelektual. Ini adalah langkah awal mewujudkan UMUS sebagai kampus riset yang membumi,” ujar Dr. Toharudin dalam sambutannya.
Selama satu semester penuh, para mahasiswa terjun langsung ke berbagai sekolah dasar di wilayah Brebes untuk membedah masalah nyata di lapangan—mulai dari rendahnya minat baca hingga pemanfaatan media pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang tengah tren di tahun 2026.
Beberapa poin penting dalam riset mereka meliputi:
Inovasi Model Pembelajaran: Penerapan Problem Based Learning dan Project Based Learning.
Kearifan Lokal: Penggunaan budaya khas Brebes sebagai media pembelajaran tematik.
Solusi Spesifik: Strategi peningkatan numerasi di sekolah-sekolah pesisir.
Natasya, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan bahwa bimbingan ketat yang mereka terima memacu validitas data yang tinggi. “Kami diajarkan bahwa setiap data harus valid karena akan menjadi rujukan bagi adik tingkat dan praktisi pendidikan,” tuturnya.
Pihak UPT Perpustakaan UMUS menyambut hangat penyerahan ini. Koleksi riset terapan ini diproyeksikan menjadi referensi primer bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyusun skripsi. Secara institusional, pengarsipan karya ilmiah yang sistematis ini juga menjadi poin krusial dalam penilaian akreditasi program studi.
Dr. Toharudin menekankan bahwa guru masa depan harus memiliki jiwa peneliti yang reflektif dan solutif. Dengan tradisi baru ini, PGSD UMUS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih menjadi agen perubahan yang kredibel melalui literasi dan riset nyata.
Gerakan ini diharapkan menular ke program studi lain di UMUS, sehingga semangat “Kampus Berbasis Riset” tidak lagi sekadar jargon, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari ruang kelas dan diabadikan di rak perpustakaan.