Universitas Muhadi Setiabudi

Brebes Bangun Pabrik Sampah Rp 4,4 Triliun dan Gandeng Pakar UMUS untuk Solusi Biogas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam menangani persoalan sampah melalui pembangunan pabrik pengolahan senilai Rp 4,4 triliun. Proyek ambisius yang bekerja sama dengan PT TRIBALIV ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan melalui sistem biogas yang modern dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, S.STP., M.Si, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan sampah di berbagai tingkatan. Hal ini juga merespons sanksi administratif dari Menteri Lingkungan Hidup terkait penghentian sistem pembuangan terbuka (open dumping) di TPA Kaliwlingi.

Kolaborasi Pakar dan Teknologi Lokal

Pengembangan teknologi biogas dalam proyek ini melibatkan kolaborasi ilmiah yang kuat. Pemkab Brebes menggandeng pakar lingkungan dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, serta pakar bio molekul dari Universitas Airlangga Surabaya untuk memastikan landasan ilmiah dan percepatan implementasi teknologi.

Selain pabrik utama, Pemkab Brebes juga meluncurkan model EDU-SEMESTA UMUS (ESEM_UMUS) sebagai solusi bagi wilayah terpencil yang jauh dari lokasi pabrik. Model ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dengan dua inovasi unggulan:
PAS-PROBIOTIK: Mengubah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
Konversi Plastik: Mengolah sampah anorganik menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara Pertalite.

Pilot Project di Desa Dukuhjeruk

Sebagai langkah awal, Desa Dukuhjeruk di Kecamatan Banjarharjo dipilih menjadi lokasi percontohan (pilot project). Di desa ini, masyarakat akan diberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan untuk mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah secara mandiri sebelum nantinya direplikasi ke desa-desa lain di seluruh Brebes.

“Gabungan antara pabrik skala besar dan model pemberdayaan di desa diharapkan mampu menciptakan kemandirian energi lokal serta meningkatkan ekonomi sirkular bagi masyarakat,” tulis dokumen perencanaan tersebut.

Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan

Sebagai bentuk gerak cepat, DLH Kabupaten Brebes juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Aula Kecamatan Brebes. Dalam agenda tersebut, Prof. Pranoto dihadirkan sebagai narasumber utama untuk memberikan pengarahan strategis mengenai pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025