
Pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melakukan kunjungan dan audiensi dengan Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Agung Widyantoro, M.Si., di Teras Padi, Bumiayu, Brebes. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan legislatif dalam mendorong transformasi sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Moh Toharudin, M.Pd., Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Otong Saeful Bachri, M.Kom., M.M., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Muhamad Hasdar, Ph.D. Turut serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd.
Dalam paparannya, Rektor UMUS Dr. Roby Setiadi menegaskan bahwa UMUS saat ini tengah melakukan akselerasi transformasi kelembagaan guna menjawab tantangan disrupsi global di bidang pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi di daerah harus mengambil peran aktif dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing.
“Perguruan tinggi tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Sinergi dengan Komisi X DPR RI menjadi jembatan penting agar kebijakan nasional selaras dengan kebutuhan riil daerah, khususnya dalam menyiapkan SDM yang kompetitif secara global,” ujarnya.
Roby menambahkan, UMUS telah menyusun peta jalan pengembangan menuju 2045 dengan fokus pada penguatan teknologi informasi, tata kelola modern, dan pengembangan kompetensi lulusan yang adaptif.

Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang lincah dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menjelaskan bahwa UMUS mulai mengintegrasikan kearifan lokal Brebes dengan standar kompetensi nasional melalui implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Kami mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, perguruan tinggi harus menjadi pusat solusi bagi persoalan daerah, khususnya di bidang pertanian dan pengentasan kemiskinan, melalui riset terapan dan program pengabdian masyarakat yang terintegrasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Otong Saeful Bachri menekankan perlunya dukungan kebijakan legislatif dalam penguatan infrastruktur dan keberlanjutan perguruan tinggi swasta di daerah. Menurutnya, tata kelola keuangan yang akuntabel perlu ditopang oleh regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pengembangan SDM.
“Investasi pada pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. UMUS berkomitmen menjalankan pengelolaan yang transparan dan efisien,” ujarnya.
Dari aspek kemahasiswaan, Wakil Rektor III Muhamad Hasdar menyoroti pentingnya perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Ia berharap Komisi X DPR RI dapat terus memperjuangkan kebijakan afirmatif bagi mahasiswa daerah.
“Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Dr. H. Agung Widyantoro menyampaikan apresiasinya terhadap langkah progresif UMUS. Ia menilai UMUS memiliki potensi besar sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah barat Jawa Tengah.
“Saya melihat komitmen dan energi pembaruan dari pimpinan UMUS. Komisi X DPR RI memiliki tanggung jawab untuk memastikan perguruan tinggi seperti UMUS mendapatkan ruang yang memadai dalam kebijakan regulasi maupun anggaran,” ujarnya.
Agung menegaskan bahwa berbagai masukan dari UMUS akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara UMUS dan Komisi X DPR RI. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan tinggi di daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.