
BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 15 proposal dosen berhasil lolos pendanaan hibah Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Keberhasilan ini diumumkan berdasarkan surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026. Dari total tersebut, terdiri atas 10 proposal penelitian dan 5 proposal pengabdian kepada masyarakat.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti meningkatnya kualitas riset dosen UMUS sekaligus komitmen institusi dalam mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar angka kelulusan, tetapi refleksi dari keseriusan dosen dalam menghasilkan riset yang relevan, solutif, dan berbasis potensi lokal, khususnya Brebes,” ujarnya.

Ragam Inovasi Penelitian
Sepuluh proposal penelitian yang lolos mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pangan, lingkungan, hingga pendidikan berbasis teknologi. Beberapa di antaranya meliputi:
- Fortifikasi protein berbasis kacang tunggak untuk mengatasi malnutrisi balita
- Pemanfaatan limbah kulit bawang merah Brebes sebagai produk nutraseutikal
- Integrasi gamifikasi dalam pembelajaran matematika
- Pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dan budaya lokal
- Inovasi karbon aktif dari limbah pertanian untuk solusi air bersih
Selain itu, terdapat pula riset tentang agribisnis sirkular, penguatan karakter berbasis AI, hingga pengembangan sistem pembelajaran berbasis IoT dan deep learning.

Sementara itu, lima proposal pengabdian kepada masyarakat menitikberatkan pada pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal. Program yang diusulkan antara lain:
- Pelatihan pembuatan filter air bersih di kawasan pesisir
- Model pertanian hidroponik berkelanjutan
- Program digital green school berbasis edukasi lingkungan
- Inkubasi batik mangrove zero limbah untuk UMKM pesisir
- Produksi mi basah fungsional berbasis bawang merah Brebes
Seluruh program ini mengusung pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dorongan Transformasi Perguruan Tinggi
Menurut Prasetyo, capaian ini juga sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi melalui program Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk lebih adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap masyarakat.
“Harapannya, hasil riset dan pengabdian ini tidak berhenti pada luaran akademik saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dan memberi manfaat luas,” tambahnya.
Dengan keberhasilan ini, LPPM UMUS optimistis dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian, sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.