Universitas Muhadi Setiabudi

Perkuat Basis Data Ekonomi Nasional, Pimpinan UMUS Ikut Serta dalam FGD Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS Kabupaten Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah dinamika ekonomi global yang kian tak menentu, akurasi data menjadi “kompas” utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Menyadari hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan Sensus Ekonomi (SE) Selasa, 10 Februari 2026.

Acara yang berlangsung khidmat di Meeting Room King Royal Hotel Brebes ini menjadi momentum penting karena mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari akademisi, birokrat, hingga praktisi bisnis.

​Hadir sebagai akademisi dalam diskusi tersebut adalah pimpinan akademik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. Kehadirannya bukan sekadar representasi institusi pendidikan, melainkan wujud nyata keterlibatan intelektual dalam memastikan transisi menuju Indonesia Emas 2045 berpijak pada data yang valid dan tepercaya.

Kepala BPS Kabupaten Brebes, Windy Prabowo Setyawan, S.Si., M.A., dalam sambutan pembukanya menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 adalah hajatan sepuluh tahunan yang memiliki urgensi tinggi. Menurutnya, SE2026 tidak hanya memotret wajah ekonomi daerah, tetapi juga memetakan potensi usaha kecil hingga korporasi besar yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. BPS membutuhkan mata dan telinga dari dunia akademisi untuk membantu literasi data, serta dukungan dari pemerintah daerah melalui OPD dan tokoh agama untuk memastikan masyarakat terbuka terhadap pendataan ini,” ujar Windy Prabowo di hadapan para undangan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Dr. Akrom Jangka Daosat, M.S.I, yang memberikan perspektif menarik mengenai keterkaitan ekonomi umat dengan kebijakan publik. Selain itu, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Brebes serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Brebes juga tampak antusias memberikan masukan terkait kondisi riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi panel, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal suksesnya Sensus Ekonomi 2026. Sebagai pimpinan akademik di UMUS, ia menegaskan bahwa data yang dihasilkan oleh BPS nantinya akan menjadi bahan mentah yang sangat berharga bagi riset-riset akademis yang dapat memberikan solusi nyata bagi kemiskinan dan pengangguran di Brebes.

​”Dunia kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kami di UMUS berkomitmen untuk menerjunkan mahasiswa dan dosen dalam membantu sosialisasi SE2026. Data yang akurat adalah kunci. Tanpa data yang benar, intervensi kebijakan ekonomi yang kami teliti pun tidak akan tepat sasaran,” ungkap Dr. Moh Toharudin dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan bahwa UMUS terus memperkuat peran Pojok Statistik sebagai pusat literasi data bagi mahasiswa. Hal ini selaras dengan upaya BPS dalam menciptakan masyarakat yang “melek data.”

Pengurus Apindo Brebes yang hadir juga memberikan apresiasi atas pelibatan pelaku usaha dalam FGD ini. Menurut mereka, pengusaha seringkali ragu untuk memberikan data ekonomi karena kekhawatiran terkait privasi atau perpajakan. Di sinilah peran penting komunikasi yang ditekankan dalam FGD tersebut.

Kepala Kemenag Brebes, menambahkan bahwa pendekatan persuasif melalui tokoh agama dan penyuluh di lapangan dapat membantu BPS menembus hambatan psikologis masyarakat. “Ekonomi adalah bagian dari kemaslahatan umat. Jika data ekonominya baik, maka perencanaan program kesejahteraan rakyat pun akan lebih efisien,” tuturnya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan beberapa poin strategis, di antaranya:
Integrasi Data: Perlunya sinkronisasi data antar OPD di Kabupaten Brebes agar tidak terjadi tumpang tindih informasi.
Literasi Massif: Kampanye Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan mahasiswa UMUS dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Brebes sebagai agen perubahan di tingkat desa.
Digitalisasi Pendataan: Pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat proses entri data dan meminimalisir kesalahan manusia (human error).

Pimpinan OPD Kabupaten Brebes menyatakan kesiapannya untuk menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan dan desa guna mendukung petugas lapangan BPS saat pelaksanaan sensus nantinya. Sinergi ini diharapkan mampu membuat Brebes menjadi salah satu kabupaten dengan kualitas data ekonomi terbaik di Jawa Tengah.

FGD ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap tahapan SE2026. Dr. Moh Toharudin kembali menegaskan bahwa Universitas Muhadi Setiabudi akan selalu terbuka menjadi mitra strategis BPS dalam pengolahan dan analisis data lanjutan.

Pertemuan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah simfoni kolaborasi antara birokrasi, akademisi, dan praktisi Kabupaten Brebes optimistis mampu memberikan kontribusi signifikan bagi basis data ekonomi nasional.
​”Sensus Ekonomi 2026 adalah milik kita bersama. Hasilnya bukan untuk BPS, tapi untuk pembangunan Indonesia yang lebih merata dan berkeadilan,” tutup Windy Prabowo Setyawan dalam pernyataan penutupnya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025