
Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui kegiatan Capacity Building bagi Kelompok Ekonomi Subsisten di Desa Randusanga Kulon. Menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, program ini fokus pada inovasi pengolahan aneka produk berbahan baku rumput laut.
Langkah strategis ini merupakan sinergi antara akademisi, otoritas moneter, dan pemerintah desa untuk mengubah wajah ekonomi pesisir dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi pusat produksi olahan bernilai tambah
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci yang mempertegas pentingnya kolaborasi pentahelix:
Wadli,S,TP.,M.Si. (Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS) selaku pakar teknologi pangan.
Riana Ciptawati (Kepala Pengembangan UMKM BI Tegal).
Afan (Lurah Randusanga Kulon).
Pengurus BUMDes Jagakerti Randusanga Kulon.

Dalam sesi materi, Wadli,S,TP.,M.Si. menekankan bahwa sentuhan teknologi pangan adalah kunci agar produk UMKM desa mampu bersaing di pasar modern. UMUS Brebes hadir untuk menjembatani celah antara potensi alam yang melimpah dengan standar keamanan pangan yang ketat.
”Kami berkomitmen mendorong transformasi dari ekonomi subsisten menuju ekonomi produktif. Rumput laut harus diposisikan sebagai bahan baku strategis, bukan sekadar komoditas mentah,” tegas Wadli.
Kepala Pengembangan UMKM BI Tegal, Riana Ciptawati, menilai peran perguruan tinggi seperti UMUS sangat vital dalam memperkuat literasi usaha dan inovasi produk. Menurutnya, UMKM yang tangguh lahir dari pondasi kompetensi yang kuat.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Randusanga Kulon, Afan, mengapresiasi langkah nyata UMUS dalam mendampingi warganya. Ia berharap sinergi ini berkelanjutan agar kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dapat segera terwujud melalui optimalisasi BUMDes.