
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes. Dr. Yan El Rizal Unzilatirrizqi D., S.Si., M.Sc., salah satu putra terbaik sekaligus dosen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), sukses menyabet gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan predikat Cumlaude dan IPK Sempurna 4,00.
Prestasi gemilang ini diraih melalui riset inovatif yang menyulap limbah kulit bawang merah menjadi solusi pakan ternak fungsional.
Brebes dikenal sebagai tulang punggung bawang merah nasional yang menyumbang sekitar 18,5% produksi Indonesia. Namun, di balik kejayaan tersebut, gunungan limbah kulit bawang seringkali menjadi masalah lingkungan yang belum teratasi.
Dalam disertasinya, Dr. Yan berhasil membuktikan bahwa limbah yang dianggap “tak bernilai” tersebut mengandung senyawa bioaktif tinggi seperti Flavonoid, Quercetin, dan Antioksidan Alami.
“Senyawa ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Bukan hanya untuk manusia, tapi juga krusial bagi kesehatan hewan ternak,” ujar Dr. Yan dalam laporan risetnya.

Solusi Itik Rendah Kolesterol
Riset yang didampingi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes ini memberikan hasil yang cukup mengejutkan bagi industri peternakan:
- Penurunan Kolesterol: Penambahan ekstrak kulit bawang merah efektif menurunkan kadar kolesterol pada itik pedaging.
- Dosis Optimal: Temuan kunci riset menunjukkan bahwa dosis 5% adalah takaran paling optimal untuk menekan angka kolesterol, baik dalam darah maupun jaringan daging itik.
Hasil ini menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan daging itik yang lebih sehat dan rendah lemak.

Sidang terbuka ini berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan serta dosen UMUS yang datang memberikan dukungan moral.
Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M.,menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut.
”Prestasi Dr. Yan El Rizal dengan IPK 4,00 adalah kebanggaan luar biasa bagi UMUS. Ini membuktikan bahwa dosen kita mampu bersaing di level nasional dengan inovasi yang aplikatif. Kami berharap ilmu ini segera diimplementasikan untuk membantu UMKM dan peternak di Brebes agar memiliki nilai tambah ekonomi yang nyata,” ungkap Dr. Roby Setiadi.
Inovasi ini dirancang agar mudah diadopsi oleh masyarakat. Melalui proses sederhana—mulai dari pengumpulan, pengeringan, hingga pengolahan menjadi tepung—para peternak dan pelaku UMKM dapat menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan kualitas produk ternak mereka.
Dengan lahirnya doktor baru ini, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang fokus pada solusi masalah lokal berbasis ilmu pengetahuan.