
Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal terhadap pelaksanaan program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Batch III Tahun Anggaran 2025, pada Selasa, 18 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari siklus pengelolaan hibah pengabdian untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan rencana kerja, indikator capaian, serta memberikan dampak nyata kepada masyarakat mitra. Pelaksanaan monev dilakukan secara hybrid, yaitu melalui tatap muka langsung dan daring, guna menjangkau lokasi kegiatan pengabdian yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim penilai terdiri atas Prof. Dr. Edy Suprianto, M.Si., Akt. dan Prof. Dr. Mutamimah, M.Si. sebagai reviewer eksternal. Para penilai melakukan evaluasi terhadap beberapa program unggulan yang didanai melalui hibah internal universitas dengan skema yang beragam, mulai dari Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM hingga Pengabdian Masyarakat Pemula.
Beberapa program yang mendapat perhatian dalam kegiatan Monev tersebut antara lain:
1. Nasiruddin, S.Ag., M.M. dengan judul “Edukasi dan Pendampingan Produksi Briket dari Sekam Bakar sebagai Sumber Energi Terbarukan”. Program ini mengedepankan konsep energi bersih melalui pemanfaatan limbah pertanian.
2. Roni, S.E., M.M., Ak. yang mengusung tema “Edukasi dan Pendampingan Produksi Garam Bata untuk Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Garam Lokal”, sebagai bentuk inovasi ekonomi lokal pesisir Brebes.
3. Muhammad Syaifulloh, S.Pd., M.M. dengan kegiatan “Hilirisasi Batik Salem berbasis Eco-Friendly Product untuk Penguatan Daya Saing Produk Unggulan Daerah Kabupaten Brebes Menuju Indonesia Emas 2045”, fokus pada transformasi industri kreatif lokal.
4. Sulasyi Setyaningsih, S.Gz., M.Si. melalui program “SIMBA Balita – Edukasi dan Pembuatan Siklus Menu Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Balita Prasejahtera”, yang menitikberatkan pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat.

Menurut Prasetyo Yuli Kurniawan, kegiatan Monev internal ini tidak hanya berfungsi sebagai kontrol administratif, tetapi juga sebagai sarana penguatan kualitas program pengabdian. “Kegiatan ini menjadi forum pembelajaran bagi dosen pelaksana agar terus meningkatkan relevansi dan keberlanjutan program di masyarakat. Setiap kegiatan harus dapat ditransformasikan menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di daerah lain,” ungkapnya.
Hasil Monev menunjukkan bahwa sebagian besar program telah berjalan baik dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat mitra, baik dalam aspek peningkatan kapasitas, pemberdayaan ekonomi, maupun inovasi lingkungan. LP3M UMUS berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil evaluasi dengan pembinaan lanjutan serta memperkuat ekosistem pengabdian berbasis bukti di tingkat universitas.
Pelaksanaan Monev Internal Batch III ini menjadi bukti keseriusan UMUS dalam menjamin akuntabilitas, keberlanjutan, dan kualitas kegiatan pengabdian yang mendukung visi universitas sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis riset ilmiah.