Universitas Muhadi Setiabudi

KKN Fest UMUS Kolaborasi Lima Desa di Kecamatan Belik: Seminar Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Energi Terbarukan

Penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa tahun 2025 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, berlangsung istimewa dengan konsep Seminar KKN Fest, Kamis (21/08/2025).

Lima desa lokasi pengabdian, yakni Desa Gunungjaya, Desa Badak, Desa Kuta, Desa Mendelem, dan Desa Gunungtiga, berkolaborasi dalam forum akademis yang menampilkan capaian, inovasi, serta gagasan pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Camat Belik, Muhammad Maksum, S.IP, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pembangunan desa.

“KKN Fest ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi inovatif, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan dan energi,” ungkapnya.

Acara turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Pemalang, Dr. Drs. Moh. Sidik, M.Si, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, S.Km., beserta seluruh kepala desa dari lima desa lokasi KKN.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memberikan penguatan bahwa hasil pengabdian mahasiswa dapat menjadi bahan pertimbangan strategis dalam arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor lingkungan hidup.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc dan Abdul Bashar, M.TP. Pranoto memaparkan materi bertajuk “Transformasi Sampah Organik dan Anorganik menjadi Bahan Bakar Minyak sebagai Solusi Energi Berkelanjutan”.

Ia menekankan bahwa sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai permasalahan, melainkan peluang besar untuk menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan melalui teknologi tepat guna.

Sementara itu, Abdul Bashar memberikan perspektif praktis mengenai strategi implementasi pengelolaan sampah di tingkat desa. Dalam materinya, ia menjelaskan model penerapan waste management berbasis masyarakat yang memungkinkan desa-desa untuk berdaya secara mandiri.

“Pengelolaan sampah tidak hanya sebatas solusi lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” tegas Abdul Bashar.

Seminar KKN Fest ini menjadi ajang refleksi keberhasilan program KKN yang tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat, tetapi juga menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam isu strategis global, yakni pengelolaan lingkungan dan energi hijau.

Antusiasme peserta, baik dari perangkat desa, masyarakat, maupun mahasiswa, menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk melanjutkan inisiatif yang telah dibangun.

Dengan terwujudnya kolaborasi lima desa melalui KKN Fest, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan desa, sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Pemalang yang lebih maju, mandiri, dan ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025