
Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menjadi saksi lahirnya sinergi inovatif antara dua perguruan tinggi ternama: Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) dan Telkom University (TEL-U). Program EDU SEMESTA (ESEM) UMUS yang dikomandoi oleh Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc bersama Roni, M.Si dan Akbar NPD Wahawana, S.E., M.Sy, berpadu dengan program Pengembangan Lumbung Pangan Berbasis Energi Bersih TEL-U yang digawangi oleh Prof. AT. Hanuranto, Prof. Jangkung Raharjo, Drs. Suwandi, M.Si, Drs. Nachwan, M.Si, serta satu peneliti pendukung.
Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan dua bidang yang saling melengkapi: pendekatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kurikulum dari ESEM, serta keunggulan teknis TEL-U dalam desain, riset, dan penerapan teknologi energi bersih. Dengan dukungan akademis yang kuat, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model percontohan ketahanan pangan desa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sinergi Peran yang Komplementer
ESEM UMUS membawa pengalaman dalam membangun kapasitas masyarakat, menyusun modul pelatihan, serta mengintegrasikan nilai-nilai edukasi dalam program pemberdayaan. Sementara itu, TEL-U memberikan dukungan pada aspek teknis, mulai dari perancangan sistem energi terbarukan, instalasi peralatan, hingga monitoring kinerja.
Pendekatan lintas disiplin ini dinilai mampu:
- Memperkuat posisi Dukuh Jeruk sebagai pusat percontohan lumbung pangan modern.
- Meningkatkan kepercayaan pemangku kebijakan dan pemberi hibah untuk replikasi program di wilayah lain.
- Menghadirkan sumber daya manusia terlatih melalui pelibatan dosen-peneliti dan mahasiswa kedua kampus.
Manfaat Nyata untuk Masyarakat Dukuh Jeruk
Implementasi lumbung pangan berbasis energi bersih di Dukuh Jeruk diharapkan memberikan manfaat langsung, antara lain:
- Keamanan pangan meningkat melalui fasilitas penyimpanan dan pengolahan berbasis energi terbarukan seperti solar dryer dan cold storage bertenaga surya atau biogas.
- Pengurangan biaya dan emisi melalui penggantian bahan bakar fosil dengan sumber energi ramah lingkungan.
- Peningkatan kapasitas SDM lokal lewat pelatihan manajemen, operasional teknologi, dan akuntansi usaha mikro.
- Nilai tambah produk pertanian yang lebih kompetitif di pasar melalui sertifikasi “berenergi bersih”.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meskipun memiliki potensi besar, inisiatif ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti koordinasi multi-stakeholder, kesiapan masyarakat, pembiayaan berkelanjutan, pemeliharaan teknis, serta perizinan. Tim gabungan merekomendasikan:
Pembentukan struktur tata kelola proyek yang jelas.
- Pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan demo teknologi.
- Penyusunan model bisnis lumbung yang berkelanjutan.
- Sertifikasi kader lokal untuk menjamin pemeliharaan jangka panjang.
- Kolaborasi erat dengan Pemda Brebes sejak tahap perencanaan.
Tahapan Implementasi
Program ini akan dilaksanakan dalam tiga fase utama:
- Persiapan (0–2 bulan) — Penandatanganan MoU, pembentukan tim pelaksana, survei awal, dan pemetaan mitra lokal.
- Pilot (3–9 bulan) — Pemasangan unit energi bersih, pelatihan operasional, dan uji coba sistem.
- Evaluasi & Replikasi (9–18 bulan) — Analisis teknis, ekonomi, dan sosial untuk mempersiapkan replikasi ke desa lain.
Indikator Keberhasilan
Keberhasilan program akan diukur melalui penurunan kehilangan pascapanen, efisiensi biaya energi, jumlah petani terlatih, peningkatan pendapatan kelompok tani, dan uptime perangkat energi bersih di atas 90% selama enam bulan.
Dalam kesempatan terpisah, Dr. Roby Setiadi, M.M., selaku Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis ini. Ia menegaskan bahwa UMUS berkomitmen menjadi motor penggerak inovasi berbasis riset yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan dan transisi energi di tingkat desa.
“Kolaborasi dengan Telkom University ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di lapangan,” ujarnya.
Dengan peran yang terstruktur, desain partisipatif, dan strategi keberlanjutan finansial, kolaborasi UMUS–TEL-U berpeluang menjadi model integratif nasional untuk menggabungkan pendidikan komunitas dengan teknologi energi bersih. Jika berhasil, Desa Dukuh Jeruk tidak hanya menjadi lebih tangguh dalam ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pionir transisi energi rendah emisi di tingkat desa.