Universitas Muhadi Setiabudi

Desa Pangkah Menuju Pionir Energi Baru Terbarukan: UMUS Dorong Transformasi Hijau dan Kemandirian Energi

Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, kini berpotensi mencatat sejarah sebagai pionir pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di tingkat lokal. Potensi ini mengemuka melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) yang mengusung tema “Desa Mandiri Energi untuk Masa Depan Berkelanjutan.”

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pangkah ini menghadirkan Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, C.EIA, C.WS, C.APC, Guru Besar UMUS, dan Nassirudin, M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus Pembimbing KKN. Keduanya memberikan wawasan strategis dan inspirasi bagi masyarakat untuk mengambil langkah nyata menuju kemandirian energi berbasis potensi lokal.

Prof. Pranoto menegaskan bahwa pergeseran global dari ketergantungan energi fosil menuju energi terbarukan adalah keniscayaan. “Desa yang mampu memproduksi energinya sendiri akan memiliki daya tawar ekonomi dan sosial yang kuat. Dengan memanfaatkan potensi EBT, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Nassirudin menekankan bahwa keberhasilan EBT tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan juga strategi pemberdayaan ekonomi. “Penerapan EBT bisa membuka lapangan kerja baru, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan membangun rantai nilai ekonomi berbasis energi bersih. Di sinilah peran mahasiswa KKN sebagai penghubung antara teori akademis dan praktik lapangan,” jelasnya.

Ketua Kelompok KKN Desa Pangkah, Yusdi Nugraha, menyampaikan bahwa masyarakat desa menyambut antusias program ini. Ia berharap pendampingan UMUS tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut hingga tahap implementasi teknologi EBT di desa. “Kami ingin Desa Pangkah menjadi contoh nyata bahwa desa mampu mandiri secara energi dan memberi manfaat bagi warganya,” ungkap Yusdi.

Program KKN ini menjadi bukti komitmen UMUS dalam menghadirkan kontribusi strategis bagi masyarakat, bukan sekadar interaksi sosial, tetapi juga transfer teknologi tepat guna dan jejaring kemitraan. Dengan dukungan penuh akademisi, pemerintah desa, dan partisipasi warga, Desa Pangkah diharapkan mampu menjadi model desa mandiri energi yang menginspirasi daerah lain di Tegal, bahkan di tingkat nasional.

Langkah ini menegaskan bahwa pengembangan EBT di desa bukan hanya visi, tetapi misi bersama menuju masa depan yang hijau, mandiri, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025