Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Menggebrak! Teater Brambang “Hidup” dalam Virtual Reality, Perkuat Budaya Jalawastu di Era Digital

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan Virtual Reality (VR) Apresiasi Drama bertajuk “Saling Menggerakkan Empati dan Emosi di Jalawastu”, UMUS menyematkan Teater Brambang sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang adaptif di era digital.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Drs. Ghufroni, M.Pd, dosen sekaligus pegiat budaya, bersama tim dosen Elinda Umisara, M.Pd dan Ali Sofyan, ST, M.Kom. Program ini merupakan bentuk implementasi hasil penelitian dari skema Hibah Penelitian Fundamental yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMUS.

Acara yang diselenggarakan di kawasan adat Jalawastu ini dihadiri berbagai pihak, termasuk Bapak Wisto Widodo atau yang akrab dikenal sebagai Keliwon Suryajaya selaku tokoh adat setempat, para warga Jalawastu, mahasiswa, serta sejumlah dosen UMUS. Hadir pula Apito Lahire, sastrawan yang turut memberikan perspektif sastra dalam konteks penguatan narasi budaya lokal. Kehadiran Sinok dan Sitong Kabupaten Brebes semakin memperkuat misi kegiatan ini untuk mengangkat local wisdom Jalawastu agar lebih dikenal di kancah nasional bahkan internasional.

UMUS di bawah kepemimpinan Dr. Roby Setiadi, S.Kom., MM telah menjalin kerja sama strategis melalui Memorandum of Understanding (MoU) sejak 2018 dengan berbagai pihak, termasuk komunitas adat Jalawastu, guna mendukung program pelestarian budaya yang terintegrasi dengan pengembangan pendidikan tinggi. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat bagi berbagai inisiatif akademis berbasis kearifan lokal yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurut Drs. Ghufroni, M.Pd, penyematan Teater Brambang dalam format VR tidak hanya menjadi sarana inovatif untuk mengapresiasi seni drama, tetapi juga menjadi media efektif dalam membangun empati dan mengelola regulasi emosi generasi muda. “Kami ingin karya budaya lokal tidak hanya berhenti sebagai warisan, tetapi juga bertransformasi menjadi bagian dari literasi global yang relevan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Melalui sinergi antara teknologi, seni, dan kearifan lokal, UMUS berharap program ini dapat menjadi model pengembangan pembelajaran kreatif berbasis local wisdom yang mampu meningkatkan citra Jalawastu sebagai destinasi budaya berkelas dunia, sekaligus memperkuat posisi UMUS dalam mendukung penguatan karakter mahasiswa melalui inovasi akademik yang kontekstual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025