UMUS

AKREDITASI B

Entrepreneur, Profesional, Inovatif
dan Kearifan Lokal (EPIK)

UMUS TV
INTERNASIONAL
ALUMNI

GO INTERNATIONAL  13 MAHASISWA UMUS BREBES  INTERNSHIP MBKM BERSERTIFIKAT KE JEPANG

UMUS-Sejumlah 13 Mahasiswa UMUS dilepas untuk melaksanakan internship/magang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Bersertifikat ke Jepang.  Mahasiswa UMUS tersebut terdiri dari 13 mahasiswa Fakultas Sains & Teknologi yang akan melaksanakan magang di beberapa perusahaan dalam bidang pertanian di berbagai kota di jepang.  Para mahasiswa ini akan melaksanakan magang antara 8 hingga 12 bulan.  Mahasiswa UMUS yang akan mengikuti magang tersebut dilepas dalam Seremonial Pelepasan Mahasiswa di Aula Rapat Rektorat.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Yayasan (Dr (HC) Muhadi Setiabudi), Rektor (Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M.) dan Wakil Rektor 1, 2 dan 3 serta Dekan Fakultas Sains & Teknologi (Wadli, S.TP., M.Si) Kepala UPT Humas (Abdul Bashar), dan Ketua Prodi ITP (Yan El Rizal Unzilatirrizqi D., M.Sc.). Ketua Prodi Agribisnis ( Suci Nur Utami, M.Si)

Program internship ini dapat terlaksana atas kerjasama antara Fakultas Sains & Teknologi UMUS dan Nippon Academy.  Selain itu fakultas juga akan menandatangani perjanjian kerja sama dengan setiap perusahaan yang menjadi tempat magang mahasiswa.

Program magang ke Jepang ini menjadi sangat istimewa karena UMUS menjadi Universitas Swasta yang pertama melaksanakan program ini.  Selain itu, UMUS juga telah siap dengan berbagai persyaratan dan dokumen khususnya terkait dengan MBKM sehingga setelah melalui berbagai proses baik seleksi maupun pelatihan Bahasa akhirnya 13 mahasiswa UMUS ini diberangkatan.

Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama ini.  Rektor mengatakan bahwa kebijakan MBKM membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar di luar program studi, sehingga diharapkan tidak hanya menguasai konseptual teoritis semata, melainkan juga belajar dalam konteks yang nyata yakni di masyarakat, dunia industri, dan dunia usaha.  Kepada 13 mahasiswa UMUS yang akan berangkat Rektor berpesan agar mereka dapat mengambil banyak kesempatan untuk belajar bukan hanya substansi keilmuannya melainkan juga pada aspek softskillnya.  “Selamat belajar dalam program ini dan tunjukkanlah yang terbaik karena saudara tidak hanya mewakili diri saudara sendiri akan tetapi juga almamater serta bangsa dan negara,” jelasnya. 

Dukungan senada disampaikan Dekan Fakultas Sains & Teknologi UMUS. Program Internship ke Jepang sangat bagus karena membuka pengalaman dan ilmu mahasiswa secara langsung. “Para mahasiswa belajar mandiri dan menerapkan teori yang mereka pelajari di jepang, ini bagus sekali” paparnya.

Ketua Yayasan  Dr (HC) Muhadi Setiabudi menyampaikan program ini akan terus di dukung oleh yayasan untuk dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa dalam melakukan percepatan dalam meningkatkan kapasitas diri dengan menimba ilmu dan pengalaman di negeri Sakura. “Kita buktikan kepada semua orang walaupun kampus kita berada di daerah namun kualitas dan kuantitas kita tidak bisa diremehkan, buktinya mahasiswa kita bisa Go Internasional”. Pungkasnya.

Acara dihadiri pula oleh keluarga besar UMUS di Brebes, para orang tua. Para mahasiswa tampak sangat antusias menjelang keberangkatan. Satu persatu berpamitan kepada Rektor UMUS yang menghantar ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. (HUMAS).

DI HOTEL GRAND DIAN BREBES FAKULTAS KESEHATAN UMUS MENGIKUTI PELATIHAN TABLE MANNER

Peserta Pelatihan Table Manner mendapatkan sertifikat kompetensi

UMUS – Universitas Muhadi Setiabudi kembali mengasah skill mahasiswanya melalui berbagai pelatihan. kali ini giliran mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan FIKES UMUS yang mendapat kesempatan untuk berlatih Table Manner di salah satu hotel ternama di wilayah Kabupaten Brebes yakni Grand Dian Hotel Brebes.

Kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES UMUS) ini bertujuan untuk mengenalkan tata cara dan etika makan saat jamuan formal kepada para mahasiswa yang nantinya akan menjadi seorang Public Relations Officer. Pelatihan yang diikuti oleh 30 mahasiswa Ilmu Kesehatan ini juga dihadiri oleh tiga dosen FIKES apt. Rifqi Ferry Balfas, M.Farm. Diah Ratnasari, S.Pd., M.Gizi dan Rifatul Masrikhiyah, S.TP., M.Gizi Serta salah satu Staf Kehumasan UMUS, M. Badruz Zaman S.Kom.

‘’Tabel manner itu adalah aturan etika yang dipergunakan pada saat makan, yang mana memberikan petunjuk-petunjuk yang benar dalam penggunaan alat makan. Perbedaan budaya makan dapat membuat aturan tersebut berubah-ubah yang bertujuan menambah wawasan seseorang tentang etika budaya bangsa-bangsa lain,’’ ungkap Any Kusumaeni Manager Grand Dian Hotel Brebes, yang menjadi narasumber dalam pelatihan yang diadakan di Hotel Grand Dian, Rabu (25/5/2022).

Pelatihan yang berlangsung hampir 2 jam tersebut, diawali dengan penjelasan tata cara makan dalam jamuan formal, mulai dari cara melipat serbet di meja, cara menggunakan peralatan makan di atas meja, hingga etika makan formal. Tak hanya sekedar teori, para mahasiswa juga diajak untuk langsung mempraktekkan teori tersebut melalui jamuan ala hotel yang terbagi menjadi beberapa tahapan, seperti makanan pembuka (appetizer), sup (soup), makanan utama (main course), makanan penutup (dessert) hingga teh. Mahasiswa disuguhkan berbagai menu hotel seperti apple saladpumpkin souproast beef medallion with smash potatoes dan mango pudding.

Suasana pelatihan yang dibangun Any Kusumaeni, karena seringkali wanita yang memiliki pengalaman puluhan tahun bekerja di Grand Dian hotel ini melontarkan candaan-candaannya yang membuat mahasiswa tersenyum bahkan tertawa. Sehingga mencairkan ketegangan yang tersisa karena harus mempraktekkan tata cara table manner yang benar. Untuk jamuan formal ini, mahasiswa pun tampil beda, menggunakan pakaian formal seperti jas, celana bahan dan dress.

Namun, Any Kusumaeni tak hanya mengenalkan etika makan saja, ia menambahkan hal penting lain yang ada pada pelatihan tersebut. ‘’Intinya adalah membuat kalian percaya diri. Percaya diri terhadap masa depan kalian. If your want to be a successful person, with the top people so you have to know the top standard, the International standard. Apalagi sebagai seorang yang nanti berhubungan dengan banyak orang. Jangan mempermalukan bahkan merugikan perusahaan, karena tata cara makan itu memperlihatkan bagaimana diri kita sebenarnya,’’ tegasnya sambil menutup pelatihan Table Manner. (Humas)

Mahasiswa/i Pecinta Alam UMUS Brebes Dibekali Navrat

Puluhan mahasiswa/i Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pembekalan Navrat dari anggota Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes. Jumat sore (1/11/2019).

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Turiman bahwa, kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya dalam rangka pembinaan wilayah khususnya pendampingan belajar dan mengajar kepada pelajar atau mahasiswa/i.

“Sebanyak 25 orang Mahasiswa dan Mahasiswi UMUS pecinta alam (Mapala), dibekali materi Navigasi Darat (Navrat) guna mendukung kegiatan pendidikan dasar III Palamust di lapangan,” ucap Turiman.

Ditambahkannya, pengajaran yang dilakukan berdasarkan undangan untuk mengisi materi dari pihak Unit Kegiatan Mahasiswa dan Ketua Umum Palamust, Ahmad Tri Amaludin.

Tampak Serma Yusuf dan Serda Anang Jatmiko, sedang memberikan materi yang pengetahuan dasar peta serta pengenalan kompas siang dan malam.

Dijelaskan sedikit oleh pemateri, Serma Yusuf, bahwa navigasi di darat bertujuan untuk memetakan medan guna menentukan arah perjalanan yang tepat.

“Kita harus memahami dimana posisi kita berada serta mengenali objek-objek disekitar kita dengan peta sederhana. Ini akan sangat berguna terutama bagi para petualang alam,” terangnya kepada Jurnalis Suaramedia.id, Aan Setyawan.

Selanjutnya, jika telah mampu membaca warna dan tanda-tanda di peta dengan benar, maka kita dapat membayangkan kondisi nyatanya di alam.

Diharapkan Yusuf, agar mendapatkan kesempatan lebih di lain waktu sehingga dapat menularkan paket komplit ilmu yang dimiliki prajurit yang meliputi membaca peta, menggunakan kompas, mengukur azimuth dan jarak, membaca koordinat, resection dan intersection, orientasi medan serta menggambar peta secara sederhana.

“Semoga dengan edukasi yang dilaksanakan selama satu setengah jam ini, para Mapala dari UMUS kedepan mempunyai gambaran jika melaksanakan outbond di lapangan,” pungkasnya.