Universitas Muhadi Setiabudi

Hadir di Rakor LLDIKTI VI, Rektor UMUS Tekankan Akselerasi Transformasi Pendidikan Berbasis Inovasi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SURAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes turut mengambil peran strategis dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Surakarta, Rabu (11/02/2026).

Pertemuan bergengsi ini menjadi momentum penting bagi UMUS untuk menyelaraskan visi dengan kebijakan LLDIKTI Wilayah VI dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

Mengusung tema “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah: Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan,” acara ini menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pembangunan daerah. Slogan “Kampus Berdampak, Daerah Berdaya” menjadi ruh utama dalam diskusi yang dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Tengah tersebut.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kehadiran UMUS dalam forum ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman.

“UMUS siap menjadi garda depan dalam mengimplementasikan transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Bagi kami, teknologi dan manajemen yang efektif adalah kunci untuk memastikan pendidikan yang kita berikan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Dr. Roby Setiadi.

Ia juga menambahkan, “Sesuai dengan arahan LLDIKTI VI, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar lulusan UMUS tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan pemberdayaan di daerah.” (*)

Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, UMUS optimis dapat mempercepat peningkatan mutu akademik dan memperluas jaringan kerja sama strategis, baik di tingkat wilayah maupun nasional, demi mewujudkan visi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif. 

Akselerasi Mutu Riset, Pimpinan LPPM UMUS Perkuat Jejaring di UAD, USD, dan UGM

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat ekosistem akademik. Bersama Forum LPPM Perguruan Tinggi Jawa Tengah, jajaran pimpinan LPPM UMUS melakukan kunjungan kolaboratif ke tiga kampus besar di Yogyakarta pada 10-11 Februari 2026.

​Delegasi UMUS dipimpin langsung oleh Ketua LPPM, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., didampingi oleh Kepala Pusat Publikasi, Andi Yulianto, MM., M.Si., serta Kepala Pusat Penelitian, Elinda Umisara, M.Pd. Kehadiran tim lengkap ini menegaskan keseriusan UMUS dalam membedah tata kelola riset dari hulu hingga hilir.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kunjungan dimulai di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), di mana fokus diskusi tertuju pada strategi peningkatan publikasi ilmiah bereputasi. Andi Yulianto, MM., M.Si. selaku Kapus Publikasi, secara aktif mendalami sistem pendampingan jurnal internasional yang diterapkan di UAD guna diadaptasi di lingkungan UMUS.

Selanjutnya, di Universitas Sanata Dharma (USD), rombongan meninjau praktik baik riset bidang humaniora dan etika penelitian. Sementara itu, kunjungan di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi momentum bagi Elinda Umisara, M.Pd. selaku Kapus Penelitian, untuk mengeksplorasi pengelolaan pusat studi dan kolaborasi riset multidisiplin yang menjawab tantangan global.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Ketua LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan kolaboratif ini merupakan bagian dari transformasi institusi untuk meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kami tidak hanya membawa pulang teori, tetapi strategi konkret. Sinergi dengan UAD, USD, dan UGM ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat di UMUS, sehingga kontribusi kami bagi masyarakat Jawa Tengah semakin nyata,” ujar Prasetyo.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hilirisasi Potensi Pesisir: UMUS Brebes dan Bank Indonesia Dorong Transformasi Produk Rumput Laut di Randusanga Kulon

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui kegiatan Capacity Building bagi Kelompok Ekonomi Subsisten di Desa Randusanga Kulon. Menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, program ini fokus pada inovasi pengolahan aneka produk berbahan baku rumput laut.

​Langkah strategis ini merupakan sinergi antara akademisi, otoritas moneter, dan pemerintah desa untuk mengubah wajah ekonomi pesisir dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi pusat produksi olahan bernilai tambah

​Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci yang mempertegas pentingnya kolaborasi pentahelix:
​Wadli,S,TP.,M.Si. (Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS) selaku pakar teknologi pangan.
​Riana Ciptawati (Kepala Pengembangan UMKM BI Tegal).
​Afan (Lurah Randusanga Kulon).
​Pengurus BUMDes Jagakerti Randusanga Kulon.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sesi materi, Wadli,S,TP.,M.Si. menekankan bahwa sentuhan teknologi pangan adalah kunci agar produk UMKM desa mampu bersaing di pasar modern. UMUS Brebes hadir untuk menjembatani celah antara potensi alam yang melimpah dengan standar keamanan pangan yang ketat.
​”Kami berkomitmen mendorong transformasi dari ekonomi subsisten menuju ekonomi produktif. Rumput laut harus diposisikan sebagai bahan baku strategis, bukan sekadar komoditas mentah,” tegas Wadli.

Kepala Pengembangan UMKM BI Tegal, Riana Ciptawati, menilai peran perguruan tinggi seperti UMUS sangat vital dalam memperkuat literasi usaha dan inovasi produk. Menurutnya, UMKM yang tangguh lahir dari pondasi kompetensi yang kuat.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Randusanga Kulon, Afan, mengapresiasi langkah nyata UMUS dalam mendampingi warganya. Ia berharap sinergi ini berkelanjutan agar kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dapat segera terwujud melalui optimalisasi BUMDes.

Modernisasi Pertanian, Mahasiswa Agribisnis UMUS Praktik Kendalikan Hama Pakai Drone

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Program Studi Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mendorong mahasiswa untuk akrab dengan teknologi mutakhir. Terbaru, para mahasiswa terjun langsung ke lahan pertanian di Desa Cikandang, Kecamatan Kersana, untuk mempraktikkan pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan teknologi drone pertanian, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Perlindungan Tanaman. Di bawah bimbingan Ir. M. Furqon Amperawan, M.P., mahasiswa tidak hanya sekadar mengamati, tetapi terlibat langsung dalam operasional teknologi yang dinilai jauh lebih efektif, efisien, dan presisi dibandingkan metode konvensional.

​Dosen pengampu, Ir. M. Furqon Amperawan, M.P., menjelaskan bahwa pengenalan teknologi ini sangat krusial untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan di sektor pertanian.
​“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi mempraktikkan langsung pemanfaatan drone bersama petani. Ini penting agar mereka memahami tantangan dan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Furqon.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Agribisnis FEB UMUS, Khusnul Khatimah, S.P., M.Sc., menegaskan bahwa kurikulum berbasis teknologi adalah strategi utama dalam mencetak lulusan yang adaptif. Menurutnya, penguasaan teknologi drone menjadi bekal berharga agar mahasiswa memiliki keterampilan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian modern.

​Penerapan metode belajar di luar kelas ini disambut antusias oleh para peserta. Nila Musfiroh, mahasiswa semester 2, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
​”Kami senang karena perkuliahan tidak hanya di dalam kelas, tapi langsung praktik menggunakan teknologi modern,” tuturnya. Sementara itu, Niken Anggun, mahasiswa lainnya, menilai kegiatan ini memberinya gambaran konkret tentang arah perkembangan dunia tani masa depan.

​Melalui praktik lapangan ini, Prodi Agribisnis UMUS berharap dapat melahirkan SDM pertanian yang:
​Inovatif: Mampu mencari solusi kreatif atas masalah pertanian.
​Profesional: Memiliki etos kerja dan pemahaman teknis yang kuat.
​Responsif Teknologi: Tidak gagap terhadap perkembangan alat mesin pertanian (alsintan) modern.
​Dengan langkah ini, UMUS berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang siap membawa perubahan positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Mahasiswa PGSD UMUS Brebes Sukses Bangun Bisnis Penangkaran Burung dan Ternak Jangkrik

(Dok. Pribadi)

Kreativitas mahasiswa di era modern kini tak lagi terbatas di ruang kelas. Ali Nuralif, mahasiswa semester 6 Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes membuktikan bahwa kesibukan akademik bukan penghalang untuk merintis kemandirian ekonomi. Di sela jadwal kuliahnya yang padat, Ali sukses mengelola bisnis pengembangbiakan burung kicau dan ternak jangkrik di Karangsari, Bulakamba, Kabupaten Brebes.

​Ali memilih fokus pada penangkaran burung jenis Kacer dan Murai Batu, dua komoditas yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan pangsa pasar yang stabil di kalangan penghobi burung. Namun, yang menarik adalah kecerdikannya dalam mengintegrasikan lini bisnis.

(Dok. Pribadi)

Ia juga mengembangkan ternak jangkrik sebagai usaha pendukung. Langkah ini dinilai strategis karena dua alasan:
​Efisiensi Biaya: Jangkrik menjadi pakan alami bagi burung hasil tangkarannya.
​Siklus Cepat: Jangkrik memiliki masa panen yang relatif singkat, sehingga perputaran modal menjadi lebih dinamis.

​Sebagai calon guru SD, Ali memandang wirausaha ini sebagai laboratorium hidup untuk melatih soft skills. Kedisiplinan dan tanggung jawab yang ia terapkan di kandang diakuinya selaras dengan karakter yang dibutuhkan seorang pendidik.
​”Manajemen waktu menjadi kunci utama. Usaha ini saya jalankan di luar jam perkuliahan, sehingga fokus akademik tetap terjaga. Ini justru melatih rasa tanggung jawab saya,” ujar Ali.

(Dok. Pribadi)

​Model bisnis yang dijalankan Ali mencerminkan kemampuan dalam membaca peluang pasar sekaligus mengelola sumber daya lokal secara optimal. Ketekunan Ali menunjukkan bahwa wirausaha dan perkuliahan bisa berjalan beriringan jika direncanakan dengan matang.

Kiprah mahasiswa semester 6 ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain di wilayah Brebes dan sekitarnya. Dengan berwirausaha sejak dini, mahasiswa tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga memiliki bekal kemandirian untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Mahasiswa Manajemen UMUS Praktik Kelola Modal dan Pemasaran di Perpustakaan Kampus

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melakukan terobosan metode pembelajaran pada mata kuliah Manajemen UMKM dan Perusahaan. Alih-alih terpaku di ruang kelas konvensional, para mahasiswa diajak menyelami dunia usaha melalui praktik langsung yang dipusatkan di Perpustakaan UMUS, belum lama ini.

Di bawah bimbingan dosen pengampu, Hendri Sucipto, M.Si., suasana perpustakaan disulap menjadi ruang laboratorium bisnis yang dinamis. Mahasiswa tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung disuguhi simulasi pengelolaan permodalan dan strategi pemasaran untuk usaha kecil.

​Pemilihan perpustakaan sebagai lokasi belajar bukan tanpa alasan. Hendri Sucipto menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki basis data yang kuat saat menyusun konsep bisnis.

“Mahasiswa perlu memahami cara menghitung kebutuhan modal, mengatur arus kas, hingga menentukan strategi pemasaran. Dengan belajar di perpustakaan, mereka bisa langsung mengakses rujukan jurnal dan buku relevan untuk memperkuat analisis mereka,” ujar Hendri.

(Dok HUMAS UMUS Brbes)

Dalam sesi tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk:

  • Menyusun perencanaan modal usaha.
  • Menentukan struktur harga produk yang kompetitif.
  • ​Merancang strategi promosi yang efektif dan aplikatif.

Metode pembelajaran yang interaktif ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Juita Limbong, salah satu mahasiswa, mengaku lebih mudah menyerap materi karena suasana belajar yang tidak monoton. Hal senada diungkapkan oleh Nur Hikmahwati.
​”Kami jadi tahu bahwa mengelola usaha butuh perencanaan matang, terutama soal keuangan. Bimbingan Pak Hendri sangat membantu kami memahami langkah-langkah praktisnya,” tutur Nur.

​Pihak pengelola Perpustakaan UMUS turut mendukung penuh inisiatif ini. Kegiatan tersebut dinilai berhasil mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang kolaborasi akademik yang mendukung kreativitas, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
​Melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif ini, lulusan Manajemen UMUS diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang profesional serta siap menghadapi tantangan nyata di dunia industri. 

UMUS Brebes Perkuat Jejaring Akademik Mahasiswa melalui Studi Banding HIMPRO PGSD, Tekankan Kolaborasi sebagai Ruang Belajar Nyata

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat peran strategis organisasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan studi banding yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMPRO PGSD) UMUS Brebes periode 2025/2026 bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA (HMPS PIPA) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal periode 2025/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Benih Pengetahuan, Memetik Hasil Kolaborasi” ini diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Universitas Pancasakti Tegal. Studi banding ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, pengalaman organisasi, serta memperluas jejaring akademik lintas perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina HIMPRO PGSD UMUS Brebes, Ibu Diah Sunarsih, M.Pd, serta Ketua Program Studi Pendidikan IPA UPS Tegal, Fahmi Fatkhomi, M.Pd. Turut hadir Ketua Umum HIMPRO PGSD UMUS Brebes Khofifah Yuliana Sari, Ketua Umum HMPS PIPA UPS Tegal Salsa Bilahasna, Ketua Pelaksana kegiatan Annis Fadhila, serta jajaran pengurus dan anggota dari kedua himpunan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Ketua Umum HIMPRO PGSD UMUS Brebes dan Ketua Umum HMPS PIPA UPS Tegal. Dalam sambutannya, para pimpinan organisasi mahasiswa menekankan pentingnya sinergi, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari penguatan soft skills dan kepemimpinan mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pembina HIMPRO PGSD UMUS Brebes, Ibu Diah Sunarsih, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan studi banding merupakan bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang belajar nyata yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan kolaboratif mahasiswa.

“Studi banding ini bukan sekadar bertukar program kerja, tetapi menjadi proses menanam nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Organisasi mahasiswa harus berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan agar mahasiswa, khususnya calon guru PGSD, memiliki kesiapan akademik dan sosial secara seimbang,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan IPA UPS Tegal, Fahmi Fatkhomi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap agar kerja sama antarmahasiswa dapat terus berlanjut dan berkembang ke arah kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang kemahasiswaan maupun akademik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMUS Brebes, Ibu Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd. Menurutnya, kegiatan studi banding antarhimpunan mahasiswa merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Prodi PGSD. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kolaboratif lintas perguruan tinggi mampu membentuk calon guru yang adaptif, komunikatif, dan memiliki kemampuan kerja sama yang kuat.

Apresiasi serupa turut disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMUS Brebes, Didik Trisetyoko, M.Pd. Meski tidak hadir secara langsung, beliau menyampaikan dukungan dan apresiasinya saat ditemui di sela-sela kesibukan akademik dan kelembagaan.

Menurutnya, kegiatan studi banding antarorganisasi mahasiswa merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan budaya kolaborasi, memperluas wawasan organisasi, serta memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.

Agenda inti kegiatan diisi dengan sesi sharing organisasi yang membahas program kerja unggulan, tata kelola organisasi, dinamika kepengurusan, serta inovasi kegiatan kemahasiswaan. Sesi ini berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan selanjutnya diisi dengan pembacaan kesan dan pesan dari perwakilan masing-masing himpunan sebagai bentuk refleksi bersama.

Sebagai simbol persahabatan dan penguatan sinergi, kedua himpunan saling menyerahkan kenang-kenangan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama, pembuatan konten kreatif, serta salam-salaman guna mempererat tali silaturahmi antarmahasiswa.

Melalui kegiatan studi banding ini, UMUS Brebes berharap terbangun hubungan kelembagaan yang semakin erat antara HIMPRO PGSD UMUS Brebes dan HMPS PIPA UPS Tegal. Semangat berbagi pengetahuan, pengalaman organisasi, dan kolaborasi lintas disiplin diharapkan menjadi fondasi lahirnya program-program inovatif yang berkontribusi pada pengembangan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing di masa depan.

UMUS Perkuat Akuntabilitas KIP Kuliah Aspirasi Lewat Evaluasi Ketat

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi dan kualitas tata kelola bantuan pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui agenda Pembinaan dan Evaluasi KIP Kuliah Aspirasi Angkatan 2025 yang digelar di Ruang Senat Pascasarjana UMUS, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan rutin tiap semester ini diikuti oleh 59 mahasiswa penerima beasiswa. Selain sebagai bentuk kewajiban institusi terhadap LLDikti Wilayah VI, evaluasi ini menjadi barometer krusial untuk menentukan keberlanjutan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa di semester mendatang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMUS, Mohammad Hasdar, MSc., Ph.D., didampingi staf Bagian Kemahasiswaan Agiezta Premana, M.Kom., serta Kepala PMB UMUS, Hendri Sucipto, M.M. Istimewanya, agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, yang memberikan dukungan langsung terhadap efektivitas program aspirasi tersebut di lingkungan kampus.

“KIP Kuliah Aspirasi bukan sekadar bantuan finansial, melainkan instrumen strategis untuk pemerataan akses pendidikan tinggi. Mahasiswa wajib menjaga integritas, disiplin, dan capaian akademik sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah negara,” tegas Mohammad Hasdar dalam sambutannya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sesi teknis, Agiezta Premana, M.Kom. memaparkan sejumlah poin evaluasi yang menjadi syarat mutlak keberlanjutan beasiswa, di antaranya:

  • ​Kepatuhan Regulasi: Memenuhi standar IPK minimal yang ditetapkan.
  • Kedisiplinan Administratif: Ketepatan waktu dalam pelaporan laporan perkembangan studi.
  • ​Integritas Personal: Keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan karakter.

Kehadiran pihak Komisi X DPR RI semakin mempertegas sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa beasiswa KIP Kuliah tepat sasaran dan transparan bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu namun memiliki potensi akademik unggul.

​Melalui evaluasi ini, UMUS tidak hanya membidik prestasi angka di atas kertas, tetapi juga mendorong angkatan 2025 untuk tumbuh menjadi lulusan yang berdaya saing dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Dengan tata kelola yang akuntabel dan berorientasi mutu, UMUS optimis mampu menjalankan mandat pembangunan pendidikan nasional serta menghasilkan SDM yang berkualitas bagi bangsa. 

Perkuat Kolaborasi Akademik, FBS Undiksha dan FKIP UMUS Brebes Jalin MoU dalam Kegiatan KKL

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali menjalin kerja sama akademik dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa.

Kolaborasi ini mempertemukan dua fakultas yang sama-sama telah mengantongi akreditasi Unggul, sebagai wujud komitmen bersama dalam penguatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dan karakter. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 1 Februari 2026.

Kegiatan KKL diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester VI FKIP UMUS Brebes, serta mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keterlibatan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi ini menciptakan ruang kolaborasi akademik yang memperkaya perspektif keilmuan sekaligus memperkuat praktik pembelajaran lintas institusi.
Hadir mewakili FKIP UMUS Brebes, Dekan FKIP Didik Trisetyoko, M.Pd, didampingi Ketua Program Studi PGSD Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd, Ketua Program Studi PBSI Robert Rizkiyono, M.Pd, Kepala LP3M Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd, serta sejumlah dosen di lingkungan PGSD dan PBSI.

Dari pihak Undiksha, kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd, Ketua Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum, Sekretaris Jurusan Dr. I Ketut Paramarta, S.S., serta Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Ni Made Rai Wisudariani, M.Pd.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan visiting lecture sebagai forum akademik lintas kampus yang berlangsung interaktif. Dosen FKIP UMUS Brebes, Mu’amar, M.Pd.I, menyampaikan materi bertema “Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal sebagai Sarana Pendidikan Karakter”, yang menekankan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembentukan nilai-nilai karakter peserta didik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Dr. I Wayan Arsita dari Undiksha memaparkan materi mengenai bahasa dan kearifan lokal sebagai fondasi pelestarian budaya dan penguatan pendidikan karakter. Paparan kedua narasumber tersebut disambut antusias oleh peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi aktif antara mahasiswa UMUS Brebes dan mahasiswa Undiksha dengan para narasumber.

Melalui sesi ini, mahasiswa menggali lebih dalam penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal, integrasi bahasa dan budaya daerah dalam pembelajaran, serta relevansinya dalam konteks pendidikan masa kini.

Melalui kegiatan KKL yang terintegrasi dengan penandatanganan MoU dan visiting lecture interaktif ini, FBS Undiksha dan FKIP UMUS Brebes yang sama-sama terakreditasi Unggul berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penguatan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pembentukan karakter peserta didik sekaligus peningkatan kompetensi mahasiswa calon pendidik di era global. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Perkuat Sinergi Akademis, Kapolres Brebes Sambangi Kampus UMUS

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam upaya memperkokoh kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan kunjungan silaturahmi resmi ke Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada Kamis, 29 Januari 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektor UMUS tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam menjaga stabilitas wilayah serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Brebes.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kapolres Brebes hadir didampingi oleh jajaran pejabat utama (PJU) Polres Brebes, di antaranya, AKP Suhermanto, S.H. (Kasat Intelkam),
​Kompol Mulyono, S.H., M.H. (Kabag Ren) dan Iptu Indra (Kasi Humas).

Rombongan disambut hangat oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., yang didampingi oleh ketiga Wakil Rektor: Dr. Moh. Toharudin (Bidang I), Otong Syaeful Bachri, M.Kom. (Bidang II), dan Mohammad Hasdar, Ph.D. (Bidang III).

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni biasa. Ada beberapa poin krusial yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut:

  • Stabilitas Keamanan: Memastikan lingkungan kampus tetap kondusif sebagai pusat pembelajaran.
  • Penguatan Edukasi Kebangsaan: Menanamkan nilai-nilai nasionalisme guna menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa.
  • Kolaborasi Akademik: Peluang sinergi dalam kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan peran kepolisian sebagai mitra edukasi hukum dan ketertiban.

“Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran hukum yang kuat,” ujar perwakilan rombongan dalam sesi tersebut.

Pertemuan ditutup dengan suasana akrab, menandai babak baru kerja sama yang lebih erat antara Polres Brebes dan UMUS dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025