Universitas Muhadi Setiabudi

Universitas Muhadi Setiabudi Laksanakan Dua Kegiatan Nasional: Penguatan Akademik dan Akselerasi Wirausaha Mahasiswa

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi masa depan melalui pelaksanaan dua kegiatan nasional yang melibatkan pemangku kebijakan tingkat kementerian, akademisi nasional, serta ratusan wirausaha muda Indonesia.

Pembentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam Kabinet Merah Putih 2024–2029 menjadi momentum penting bagi UMUS untuk memperkuat kiprah di bidang tridharma. Kemdiktisaintek merupakan kementerian baru yang fokus mengelola pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi nasional.

1. Penguatan Kapasitas Riset dan Publikasi Internasional

Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMUS melalui ketuanya, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menginisiasi penyelenggaraan workshop nasional yang bertujuan memperkuat kultur riset dan penulisan ilmiah dosen.

Dalam kegiatan tersebut, UMUS menghadirkan sejumlah tokoh strategis nasional, antara lain:

  • Prof. apt. I Ketut Adnyana, Ph.D – Direktur DPPM Kemdiktisaintek
  • Dr. H. Agung Wigiantoro, M.H – Anggota Komisi X DPR RI
  • Prof. Dr. Dra. Okid Parama Astirin, M.Si – Reviewer Nasional

Melalui sesi pembinaan intensif, para narasumber memberikan penguatan mengenai peningkatan kualitas publikasi internasional, tata kelola penelitian berbasis outcome, serta reformasi kurikulum yang selaras dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong perubahan nyata dalam budaya akademik UMUS, khususnya dalam meningkatkan produktivitas publikasi bereputasi dan kualitas luaran penelitian.

2. Akselerasi Wirausaha Mahasiswa di Ajang KMI Expo 2025

Pada saat yang sama, bidang kemahasiswaan UMUS di bawah koordinasi Hasdar Muhamad, Ph.D., mencatat prestasi membanggakan melalui keberhasilan tim wirausaha mahasiswa lolos ke KMI Expo 2025 yang diselenggarakan di Universitas Tidar.

Produk inovatif Telang Tea Powder, yang diusung dalam kategori subproposal Wirausaha Mahasiswa Indonesia (WMI), berhasil masuk ke tahap nasional. Untuk memperkuat pendampingan, UMUS menugaskan Hendri Sucipto, M.Si. sebagai mentor resmi dalam ajang bergengsi tersebut.

KMI Expo 2025 diikuti oleh kurang lebih 200 wirausaha muda Indonesia, menjadikannya arena strategis bagi mahasiswa UMUS untuk memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi kewirausahaan, serta memperkenalkan produk unggulan kampus di tingkat nasional.

UMUS Semakin Berdaya Saing

Rektor UMUS menegaskan bahwa dua kegiatan berskala nasional ini merupakan refleksi komitmen universitas untuk menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya dalam penguatan akademik, tetapi juga dalam penciptaan ekosistem inovasi dan kewirausahaan mahasiswa.

UMUS menargetkan agar capaian ini menjadi pijakan untuk masuk lebih jauh dalam kompetisi riset nasional, publikasi internasional, dan pengembangan start-up mahasiswa berbasis kearifan lokal dan teknologi.

Pengabdian Masyarakat UMUS Brebes: Atasi Gizi Kurang Balita Sitanggal Melalui Edukasi dan Demo Masak Rolade Ikan

Permasalahan gizi kurang pada anak usia 6–59 bulan di Desa Sitanggal, Brebes, mendapatkan perhatian serius melalui kegiatan penyuluhan dan pemberian makanan tambahan (PMT) yang digelar di aula desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya intervensi gizi berbasis pangan lokal, yang diharapkan mampu meningkatkan status gizi balita di wilayah tersebut.

Acara ini dihadiri oleh kader Posyandu dan bidan desa setempat, serta melibatkan akademisi dari Program Studi Gizi Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS). Dua dosen, Ibu Diah Ratnasari, M.Gizi., dan Findhy Dwita Kumala, S.ST., M.Gz., menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Edukasi Gizi dan Prinsip MPASI 4T

Dalam sesi penyuluhan, kedua narasumber menekankan pentingnya asupan gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal yang tersedia melimpah di lingkungan desa. Selain itu, peserta, terutama para ibu, dibekali edukasi mendalam mengenai Prinsip MPASI 4T, yaitu:
* Tepat waktu
* Tepat jumlah
* Tepat jenis
* Tepat cara pemberian

Demo Masak Rolade Ikan Kuniran: PMT Tinggi Protein

Sebagai bagian krusial dari intervensi, dilakukan demo memasak inovasi PMT terbaru: Rolade Ikan Kuniran. Inovasi ini dirancang khusus sebagai PMT yang tinggi protein dan memiliki tingkat penerimaan yang baik oleh anak-anak.

Bahan utama rolade ini adalah ikan kuniran, sumber protein dan Omega-3 lokal yang melimpah di perairan pesisir Brebes. Daging ikan dicampur dengan bahan lain seperti tepung tapioka, telur, wortel, dan bayam, kemudian dikukus hingga matang.
“Rolade ikan kuniran ini kami pilih karena teksturnya yang lembut sehingga aman bagi balita, memiliki kandungan gizi tinggi, serta memiliki daya tahan 2–3 hari jika disimpan dalam pendingin,” ujar salah satu dosen.

Inovasi rolade ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara mandiri, baik oleh keluarga untuk konsumsi sehari-hari maupun oleh kelompok UMKM desa sebagai produk lokal penunjang kesehatan anak.

Kegiatan diakhiri dengan distribusi contoh rolade kepada seluruh peserta. Sebagai komitmen tindak lanjut, seluruh kader Posyandu dan bidan desa bersepakat untuk melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, memastikan intervensi ini memberikan dampak positif pada status gizi balita di Desa Sitanggal.

UMUS Gelar Open Rekrutmen Alumni Bersama Dedy Jaya Group: Sinergi Kampus–Industri untuk Penguatan Daya Saing Lulusan

 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan tinggi dan industri melalui kegiatan Open Recruitment Alumni yang diselenggarakan bekerja sama dengan Divisi SDM Dedy Jaya Group.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Senat Pascasarjana, lantai dasar, dan diikuti oleh puluhan alumni dari berbagai angkatan yang siap berkompetisi untuk mengisi posisi administrasi dan keuangan di lingkungan perusahaan tersebut.

Kegiatan rekrutmen dipimpin langsung oleh Kepala Tracer Study UMUS, Zam Zam Katsir, S.P., M.P., yang menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya sistematis kampus dalam meningkatkan employability lulusan. Dari pihak Dedy Jaya Group, hadir Willy Andrianto, S.E., yang memimpin proses seleksi bersama empat pewawancara profesional yang telah ditugaskan untuk menilai kesiapan kompetensi para alumni.

Kolaborasi strategis ini menjadi bukti nyata dari harapan besar Ketua Yayasan UMUS, Dr. (H.C.) KH. Muhadi Setiabudi, yang terus mendorong unit-unit usaha yang berada di bawah naungannya untuk memberikan ruang karier bagi sarjana-sarjana lulusan UMUS dari berbagai disiplin ilmu. Beliau menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memperoleh akses kesempatan kerja yang relevan dengan kompetensinya agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, hubungan kemitraan antara UMUS dan Dedy Jaya Group merupakan contoh konkret link and match yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberi ruang aktualisasi kompetensi bagi para alumni.

“Sinergi kampus dan industri seperti ini harus terus diperkuat. UMUS berkomitmen menghadirkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bekerja sesuai tuntutan era digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMUS menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berdampak (impactful university), tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga dalam membuka akses kesempatan kerja yang luas bagi para lulusannya. Program rekrutmen ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mempersiapkan sumber daya manusia Brebes yang unggul dan siap bersaing di dunia profesional.

Telang Tea Pamitan Menuju Produk Nasional!, Rektor UMUS Dukung Lompatan Besar Wirausaha Mahasiswa

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya kewirausahaan mahasiswa. Pada gelaran KMI EXPO 2025, ajang wirausaha nasional terbesar bagi mahasiswa Indonesia, UMUS menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari wilayah Pantura yang berhasil melaju ke tahap pamitan menuju Magelang dengan produk unggulan Telang Tea.

Prestasi ini menegaskan posisi UMUS sebagai kampus yang konsisten mencetak inovator muda berdaya saing nasional.

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kampus terus mengamplifikasi ekosistem wirausaha melalui fasilitasi pendanaan baik dari internal maupun eksternal, termasuk hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Menurutnya dukungan ini merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam membangun iklim inovasi, kreativitas, dan produktivitas mahasiswa.

“UMUS berkomitmen menghadirkan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya ide bisnis dan komersialisasi produk mahasiswa. Ini bagian dari visi strategis kami membentuk generasi wirausahawan yang adaptif dan berdaya saing,” tutur Dr. Roby.

Tidak hanya dukungan pendanaan, Rektor bersama jajaran pimpinan UMUS juga aktif membangun jejaring kemitraan dengan industri, alumni, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dalam akses pasar, permodalan, serta kolaborasi pengembangan usaha.

Pendamping produk unggulan mahasiswa, Hendri Sucipto, M.Si., turut memberikan kontribusi besar dalam penguatan ekosistem kewirausahaan kampus. Ia mendorong integrasi kegiatan wirausaha ke dalam kurikulum sehingga produk-produk inovatif mahasiswa dapat lahir dari proses akademik yang terstruktur. Kiprahnya dalam pengembangan UMKM lokal pun terbukti melalui keberhasilannya memajukan Remojong, produk pentolan khas Brebes.

Sementara itu, Agyztia Premana, M.Kom., selaku pengelola kemahasiswaan, menekankan bahwa keberadaan Inkubator Bisnis UMUS telah menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dalam mengembangkan startup dan produk komersial.

“Alhamdulillah, dari tahun 2019 hingga 2025, UMUS masih konsisten bertahan di tingkat nasional dalam capaian prestasi wirausaha mahasiswa. Ini bukti bahwa ekosistem yang kita bangun berjalan efektif,” ungkapnya.

Dukungan penuh juga datang dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Hasdar Muhamad, Ph.D., yang mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program-program ini tidak hanya memacu kreativitas, tetapi juga menumbuhkan budaya inovasi agar UMUS dapat terus melahirkan produk unggulan.

UMUS sebagai Rumah Inovasi Anak Muda Brebes

Dengan torehan prestasi yang tidak pernah putus, UMUS semakin mengukuhkan diri sebagai perguruan tinggi yang berdampak—melahirkan inovator muda, menguatkan ekosistem UMKM, dan membawa produk daerah menuju panggung nasional.

Mahasiswa UMUS Brebes Bikin Bangga! Ikuti SERAP 2025 dan Tampil di Hadapan Reviewer Profesional Bapperida

Geliat riset dan inovasi di Kabupaten Brebes semakin terasa dengan diselenggarakannya Seminar Riset dan Inovasi Pemerintah (SERAP) 2025 yang mengusung tema “Penguatan Kebijakan Berbasis Kajian dan Inovasi untuk Mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif dan Akuntabel.”

Kegiatan bergengsi yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes ini dihadiri berbagai kampus dari Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, salah satunya Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS).

Acara ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk menyampaikan ide serta hasil kajian yang berpotensi mendukung penguatan kebijakan pemerintah daerah.

Mahasiswa Semester 3 UMUS Mencuri Perhatian Reviewer

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah kehadiran mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen UMUS Brebes, yang tampil percaya diri membawa karya penelitian mereka.

Reviewer utama pada sesi pemaparan artikel, Andi Yulianto, S.Si., M.M., yang juga merupakan dosen UMUS, mengungkapkan kekaguman dan kebanggaannya.

“Luar biasa! Mahasiswa semester tiga sudah mampu berdiri dan berkontribusi dalam forum riset seperti ini. Ini bukti bahwa generasi muda UMUS memiliki potensi riset yang sangat kuat,” ujar Andi Yulianto dalam kesannya.

Tiga Mahasiswa Manajemen UMUS Tampil dengan Topik Penting dan Berdampak

Pada kesempatan SERAP tahun ini, beberapa mahasiswa UMUS tampil sebagai pemakalah:

  1. Ashim Majduddin – Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Ashim membawakan materi berjudul “Evaluasi Kesukaan, Preferensi Makanan, dan Keamanan Konsumsi pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Brebes.”

Penelitian ini menyoroti bagaimana penerima manfaat program MBG menilai kualitas, rasa, serta aspek keamanan makanan yang disediakan pemerintah. Kajian ini dinilai penting mengingat program MBG menjadi salah satu prioritas pengentasan gizi di Brebes.

  1. Maulidiya & Alhikam Haradhilla – Dampak Program Beasiswa KIP-K

Keduanya memaparkan penelitian berjudul“Pengaruh Program Beasiswa KIP-K terhadap Motivasi Belajar dan Keberlanjutan Studi Mahasiswa di Kabupaten Brebes.”

Studi ini menjelaskan bagaimana peran beasiswa KIP-K dalam mendorong mahasiswa kurang mampu untuk tetap berprestasi dan melanjutkan studinya hingga selesai. Hasil penelitian mereka dinilai mampu menjadi bahan pertimbangan peningkatan efektivitas program beasiswa di daerah.

Prodi Pendidikan Sekolah Dasar UMUS Juga Turut Berkontribusi

Tidak hanya dari Prodi Manajemen, mahasiswa dari Prodi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) juga ikut serta dalam mempresentasikan gagasan penelitian mereka.

Nama-nama seperti Khofifah Yuliana Sari, Annisa Salsabila, dan Nabela Ikawati turut memperkaya diskusi ilmiah dengan topik pendidikan yang relevan bagi Brebes.

Keterlibatan mahasiswa lintas prodi ini menunjukkan bahwa UMUS Brebes memiliki komitmen kuat dalam mencetak generasi akademisi yang kritis, inovatif, dan siap terjun memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah.

Bapperida Brebes Apresiasi Semangat Mahasiswa

Pihak Bapperida Kabupaten Brebes menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh pemakalah, khususnya mahasiswa muda yang telah berani menyampaikan hasil risetnya. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik.

“Kami berharap SERAP bisa menjadi langkah awal mahasiswa untuk lebih aktif melakukan riset-riset strategis yang dapat mendukung tata kelola pemerintahan,” ujar panitia Bapperida.

UMUS Brebes: Melahirkan Peneliti Muda yang Siap Berinovasi

Keikutsertaan mahasiswa semester 3 dalam forum sebesar ini menjadi bukti bahwa UMUS Brebes terus mendorong budaya ilmiah sejak dini.

Para peserta pulang membawa pengalaman berharga, jejaring baru, serta semangat tinggi untuk melanjutkan penelitian ke tahap yang lebih serius, termasuk publikasi ilmiah.

Acara SERAP hari ini tidak hanya sekadar seminar, tetapi juga menjadi panggung kebanggaan bagi UMUS Brebes—bahwa mahasiswa muda mampu berdiri sejajar dengan akademisi dan peneliti senior dalam ruang ilmiah yang kompetitif. 

UMUS Masuk Klaster Madya Klasterisasi Perguruan Tinggi 2026: Bukti Akselerasi Mutu Riset dan Pengabdian

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd (Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi menempati Klaster Madya dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0968/C3/DT.05.00/2025, yang mengevaluasi kinerja riset dan pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi pada periode 2022–2024.

Penetapan klaster dilakukan melalui analisis berbasis data SINTA (Science and Technology Index), dengan mempertimbangkan berbagai indikator strategis seperti kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, intensitas kegiatan penelitian, dampak pengabdian kepada masyarakat, kekayaan intelektual, serta produktivitas penulisan buku akademik. Hasil pemetaan tersebut menempatkan UMUS sejajar dengan perguruan tinggi nasional lainnya yang konsisten menguatkan ekosistem riset dan inovasi pada kategori Klaster Madya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari budaya akademik yang terus ditingkatkan di lingkungan UMUS.

“Masuknya UMUS ke Klaster Madya menunjukkan bahwa kinerja penelitian dan pengabdian dosen semakin terarah, terukur, dan berdampak. Kami akan terus memperkuat riset kolaboratif, pengembangan kekayaan intelektual, serta publikasi bereputasi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa capaian ini menjadi pijakan penting dalam akselerasi mutu akademik universitas.

“Klaster Madya bukan sekadar kategori, tetapi milestone yang menegaskan bahwa UMUS berada pada jalur pengembangan yang tepat. Kami berkomitmen memperluas jejaring kerja sama riset, mendorong inovasi, serta meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Roby menambahkan bahwa hasil klasterisasi ini akan diintegrasikan dalam penyusunan roadmap penelitian dan pengabdian jangka panjang, yang berpijak pada kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan global terhadap perguruan tinggi berbasis riset.

Dengan capaian ini, UMUS memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dalam bidang riset dan pengabdian, serta berkomitmen memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan pendidikan di Jawa Tengah dan Indonesia.

UMUS Turun ke Pesisir Kaliwlingi: Dosen Gizi UMUS Dampingi Ibu Balita Susun Siklus Menu Sehat dan Murah

Pada Rabu pagi yang cerah, 12 November 2025, suasana Posyandu Sentosa 1 di Desa Kaliwlingi tampak lebih ramai dari biasanya. Para ibu balita mulai berdatangan sambil menggendong anak-anak mereka, sementara para kader posyandu mempersiapkan meja dan alat peraga edukasi gizi. Di tengah dinamika desa pesisir yang akrab dengan semilir angin dan suara perahu nelayan, kegiatan pengabdian masyarakat dari Program Studi Gizi Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menjadi momen penting yang sangat dinantikan.

Kegiatan ini dipimpin oleh dua dosen Prodi Gizi, Sulasyi Setyaningsih dan Yuniarti Dewi Rahmawati, yang sejak awal memiliki perhatian besar terhadap isu gizi anak di wilayah pesisir. Dengan mengusung tema “Edukasi dan Pembuatan Siklus Menu Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Balita Prasejahtera,” program ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan-tantangan gizi yang masih membayangi masyarakat Kaliwlingi.

Realitas Gizi Balita di Pesisir Kaliwlingi

Desa Kaliwlingi adalah kawasan yang kaya sumber daya laut, tetapi tidak semua keluarga memiliki akses merata terhadap pangan bergizi. Keterbatasan ekonomi, minimnya variasi konsumsi harian, dan rendahnya pengetahuan gizi membuat sebagian balita berisiko mengalami gizi kurang maupun stunting. Para dosen UMUS melihat kondisi ini bukan sekadar angka statistik, tetapi sebagai panggilan nyata untuk hadir dan memberi perubahan.

“Sering kali masalah gizi bukan karena tidak ada bahan pangan, tetapi karena pengetahuan dan kebiasaan konsumsi yang belum tepat,” ungkap salah satu kader saat sesi diskusi. Pernyataan sederhana itu menjadi refleksi bagaimana edukasi gizi sangat diperlukan di masyarakat.

Membangun Pemahaman: Gizi Seimbang yang Sederhana dan Terjangkau

Dalam sesi awal, para dosen memberikan edukasi tentang prinsip gizi seimbang dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami. Ibu-ibu diajak memahami kebutuhan zat gizi anak sesuai usia, pentingnya variasi warna makanan, serta cara memilih bahan pangan murah namun tetap bernutrisi.

Sulasyi menjelaskan, “Gizi seimbang bukan soal makanan mahal. Yang terpenting adalah bagaimana ibu-ibu bisa memadukan bahan lokal dengan tepat agar anak mendapatkan nutrisi lengkap.” Peserta terlihat antusias; beberapa ibu bahkan menanyakan apakah ikan kecil hasil sampingan tangkapan laut bisa menjadi sumber protein untuk MP-ASI—sebuah bukti bahwa edukasi benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

Menyusun Siklus Menu 10–14 Hari: Dari Desa, untuk Balita Desa

Sesi selanjutnya adalah kegiatan yang paling ditunggu: pendampingan menyusun siklus menu 10–14 hari. Dengan kertas warna-warni, daftar bahan pangan lokal, dan panduan porsi balita, para peserta bersama dosen merancang menu yang realistis dan aplikatif.

Menu yang disusun memperhatikan:

  • ketersediaan pangan lokal Kaliwlingi,
  • daya beli keluarga prasejahtera,
  • kebutuhan energi dan protein balita, serta
  • variasi rasa dan tekstur agar anak tidak mudah bosan.

Dalam suasana penuh keakraban, ibu-ibu berdiskusi merancang menu mulai dari bubur ikan lokal, tumis sayur sederhana, hingga camilan berbasis buah. Kegiatan ini bukan hanya bersifat top-down, tetapi menjadi ruang kolaboratif antara dosen, kader, dan masyarakat.

Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi praktik. Para dosen menunjukkan cara mengolah MP-ASI rumahan yang sederhana namun bernilai gizi tinggi. Peserta mencoba membuat bubur ikan lokal yang lembut, perkedel tempe sayur, dan puding buah tanpa tambahan gula. Aroma masakan memenuhi ruangan posyandu, sementara para ibu memperhatikan setiap langkah dengan saksama.

“Begini ternyata cara membuat MP-ASI yang benar, tidak terlalu encer dan tetap kaya rasa,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum. Bagi banyak ibu, ini bukan sekadar pelatihan, tetapi pengalaman yang membuka wawasan baru.

Harapan yang Ditanamkan dari Sebuah Kegiatan Sederhana

Di akhir kegiatan, Sulasyi dan Yuniarti menekankan pentingnya keberlanjutan. Mereka berharap materi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi para kader dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Posyandu Sentosa 1 memberikan apresiasi mendalam, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko gizi buruk pada balita di desa pesisir. Ia berharap UMUS dapat terus mendampingi masyarakat agar perubahan perilaku gizi dapat berlangsung secara konsisten.

Komitmen UMUS: Membangun Kesehatan dari Akar Rumput

Program Studi Gizi UMUS Brebes menegaskan bahwa pengabdian masyarakat seperti ini bukanlah kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen akademisi dalam membangun kesehatan dari akar rumput. Di tengah tantangan gizi yang masih menghantui beberapa wilayah, kehadiran perguruan tinggi sebagai mitra perubahan sangatlah penting.

Edukasi, penyusunan menu, dan pelatihan pengolahan pangan sederhana hanyalah langkah awal. Namun dari langkah kecil itu, tumbuh harapan besar: balita Kaliwlingi tumbuh lebih sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih cerah berkat peran bersama antara masyarakat dan dunia pendidikan.

UMUS Brebes Ubah Limbah Sekam Padi Luwungragi Jadi Briket Energi Terbarukan dan Peluang Ekonomi

Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, menjadi tempat kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadirkan solusi energi ramah lingkungan. Melalui program “Produksi Briket dari Sekam Bakar sebagai Sumber Energi Terbarukan”, tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes berupaya memberdayakan masyarakat desa dengan memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini terbuang percuma.

Program ini dipimpin oleh Nasiruddin, S.Ag., M.M., dosen ketua sekaligus penggerak pemberdayaan masyarakat. Bersama tim yang terdiri dari dosen anggota yaitu Wadli, S.TP., M.Si dosen Teknologi Pangan dan Dumadi, S.Mn., M.M dosen Akuntansi beserta mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu dari prodi Akuntansi, Manajemen, dan Agribisnis.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari KEMDIKTISAINTEK skema BEM Berdampak . Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, tim hadir untuk memberikan pelatihan teknis sekaligus pendampingan usaha kepada warga Desa Luwungragi.

Mengubah Limbah Jadi Berkah

Sebagai salah satu sentra penghasil padi di wilayah Brebes, Desa Luwungragi menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar setiap musim panen. Sayangnya, sebagian besar sekam tersebut dibakar begitu saja, menimbulkan polusi udara dan membuang potensi energi. Dari kondisi itulah, muncul ide untuk mengolah sekam menjadi briket arang sekam, bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa dikenalkan pada proses pembuatan briket mulai dari pengeringan, karbonisasi, penggilingan, pencampuran, hingga pencetakan dan pengeringan akhir. Kegiatan ini juga memperkenalkan alat teknologi tepat guna, seperti Tungku Karbonisasi Sekam Modular (TKSM) dan Pencetak Briket Sekam Otomatis Skala Rumah Tangga (PBS-ART).

Dampak Nyata di Masyarakat

Melalui pendampingan berkelanjutan, warga kini mampu memproduksi briket secara mandiri dengan kualitas yang stabil. Produk hasil pelatihan diberi label “Briket Sekam Tani Subur”, sebagai identitas lokal Desa Luwungragi. Selain menjadi solusi pengelolaan limbah, usaha ini juga mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama bagi peserta PKBM dan kelompok tani setempat.

“Tujuan kami bukan hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi menanamkan nilai kemandirian dan keberlanjutan. Kami ingin masyarakat dapat mengelola sumber daya yang ada menjadi potensi ekonomi yang terus berkembang,” ujar Nasiruddin, M.M.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan teknis masyarakat. Kapasitas produksi briket meningkat hingga lima kali lipat dibanding sebelumnya, dan produk yang dihasilkan telah mulai dipasarkan di desa-desa sekitar. Selain itu, masyarakat kini lebih memahami pentingnya energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Menuju Desa Mandiri Energi

Program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Tim UMUS juga menyiapkan strategi pemasaran digital dan pembentukan kelompok usaha bersama agar produksi briket dapat berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, Desa Luwungragi kini bergerak menuju desa mandiri energi, memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber daya baru.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus, masyarakat, dan pemerinta dapat melahirkan inovasi sederhana yang berdampak besar — mengubah limbah menjadi energi, dan pengetahuan menjadi kesejahteraan. 

UMUS Brebes Go International: Dosen Bertolak ke Fuji Co.Ltd Jepang, Bawa Misi Peningkatan Kualitas Produk Lokal

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam skala global melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional. Tepat pada Senin (10/11/2025), delegasi penting dari UMUS bertolak menuju Gunma, Jepang, untuk menjalin kerja sama dan berdiskusi intensif dengan pihak Fuji Co.Ltd, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk karangan bunga dan dekorasi.

Kunjungan ini berfokus pada upaya transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas, khususnya dalam menjaga kualitas produk karangan bunga dan merumuskan cara packaging yang sesuai dengan standar internasional—sebuah langkah strategis untuk membuka peluang pasar ekspor bagi produk-produk lokal Brebes.

Delegasi UMUS yang berangkat ke Gunma, Jepang, diisi oleh jajaran pimpinan dan pakar di bidangnya. Mereka adalah:
• Dr. Abdul Hamid, M.T. (Dekan Fakultas Teknik)
• Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama)
• H. Wahidin, M.T. (Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat)

Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi tertinggi atas keberangkatan tim dosen dalam misi PkM Internasional ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan Fuji Co.Ltd di Jepang adalah upaya nyata kampus dalam mewujudkan visi sebagai Entrepreneur Campus.

“Misi ke Gunma ini adalah langkah sangat strategis untuk UMUS. Kami tidak hanya mengirimkan dosen untuk berdiskusi, tetapi untuk membawa pulang ilmu dan teknologi terbaik tentang standar kualitas dan packaging yang diterapkan di level global. Ini adalah upaya kami dalam memperkuat ekosistem entrepreneurship di Brebes. Dengan belajar langsung dari Fuji Co.Ltd, kami yakin produk karangan bunga mitra UMKM kami akan siap menghadapi persaingan internasional. Inilah bukti nyata komitmen UMUS dalam menghasilkan lulusan dan program yang berdampak global.”

Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menembus batasan geografis untuk memberdayakan masyarakat.

“Kunjungan ke Fuji Co.Ltd ini bukan sekadar studi banding, melainkan adalah investasi ilmu untuk komunitas kami. Kami membawa misi besar: bagaimana produk karangan bunga yang dihasilkan oleh mitra UMKM di Brebes dapat memiliki kualitas finishing dan packaging yang setara dengan produk Jepang. Diskusi ini akan menjadi cetak biru bagi kurikulum pelatihan Pengabdian Masyarakat kami ke depan, yang ujung-ujungnya akan membuka lebar jendela ekspor bagi produk lokal Brebes. Kami berterima kasih atas sambutan Fuji Co.Ltd.”

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, H. Wahidin, M.T., yang akan langsung mengimplementasikan hasil diskusi di lapangan, memberikan pandangan yang lebih aplikatif.

“Fokus utama kami adalah membawa pulang pengetahuan konkret tentang standar kebersihan material dan teknik shrink-wrapping atau vacuum packaging yang efisien. Di sini, kami belajar bahwa kualitas tidak hanya tentang produknya, tetapi juga cara kita menghargai dan melindungi produk itu hingga sampai ke tangan konsumen. Standar Jepang ini akan segera kami sosialisasikan dan terapkan dalam program PkM kami bersama para pelaku usaha karangan bunga lokal di Brebes.”

Pengabdian Masyarakat Internasional ini diharapkan dapat menciptakan multiplier effect, tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga menaikkan kepercayaan diri pelaku usaha lokal Brebes untuk bersaing di pasar global.

Mahasiswa UMUS Raih Juara 4 Lomba Inovasi Desa KKN Bappedalitbang Kabupaten Tegal 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dalam ajang Lomba Inovasi Desa KKN yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Tegal.

Tim KKN UMUS berhasil meraih Juara 4 melalui karya inovatif bertajuk “Tong Pembakar Sampah Minim Asap Penghasil Minyak” yang dipresentasikan pada kegiatan final di Gedung Dadali Bappedalitbang Kabupaten Tegal belum lama ini.

Inovasi ini merupakan hasil program kerja mahasiswa KKN di Desa Grobog Wetan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yang dirancang untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah rumah tangga di pedesaan. Dengan rancangan tong pembakar yang efisien dan ramah lingkungan, alat ini mampu mengurangi emisi asap sekaligus menghasilkan minyak hasil pirolisis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Tim UMUS terdiri atas tiga mahasiswa lintas program studi, yaitu Azkiyatul Maulida (Teknik Informatika), Ahmad Nur Ikhsan Fadillah (Teknik Sipil), dan Tri Murniasih (Teknik Sipil). Mereka tampil percaya diri mempresentasikan ide inovatif tersebut di hadapan dewan juri yang terdiri dari para peneliti dan praktisi teknologi terapan daerah.

Dosen pendamping tim, Wahidin, M.T., yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UMUS, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata sinergi antara pengabdian masyarakat, riset terapan, dan pemberdayaan mahasiswa.

“Inovasi ini lahir dari semangat mahasiswa untuk memecahkan masalah nyata di desa mitra. UMUS mendorong setiap mahasiswa KKN agar menghasilkan solusi kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keberhasilan tim KKN UMUS dalam kompetisi ini menegaskan komitmen universitas dalam mendukung program Kampus Merdeka serta membangun budaya inovasi di tingkat mahasiswa. UMUS terus mendorong integrasi riset, teknologi tepat guna, dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan solusi konkret bagi tantangan pembangunan daerah.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025