Universitas Muhadi Setiabudi

Tingkatkan Kompetensi Pengajar Global, Dosen UMUS Ikuti Workshop BIPA

 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menunjukkan komitmennya dalam menyongsong era pendidikan global. Sebanyak 30 dosen UMUS dari berbagai program studi berpartisipasi dalam Workshop Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan pada 14 Agustus 2025.

​Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para dosen dengan metode pengajaran bahasa Indonesia yang efektif dan inovatif bagi mahasiswa asing. Dengan penguasaan materi BIPA, para dosen diharapkan dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan ramah bagi mahasiswa internasional.

Rektor UMUS Dr. Roby Setiadi, S.Kom, M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari strategi universitas untuk meningkatkan daya saing global.

“Saat ini, UMUS sudah memiliki program kerja sama dengan beberapa universitas di luar negeri diantaranya Jepang, Belanda, Malaysia, dan India. Workshop BIPA ini menjadi langkah strategis untuk memastikan dosen kami siap dan kompeten dalam menyambut kedatangan mahasiswa asing, baik dalam program pertukaran pelajar maupun program sarjana,” ujarnya.

Wakil Rektor 1 UMUS Dr. Moh Toharudin, M.Pd menyampaikan tujuan workshop BIPA ini adalah untuk membekali para dosen dengan metode pengajaran bahasa Indonesia yang efektif dan inovatif bagi mahasiswa asing. Dengan penguasaan materi BIPA, para dosen diharapkan dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan ramah bagi mahasiswa internasional. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk mempersiapkan para dosen dalam menghadapi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memungkinkan mahasiswa asing mengambil mata kuliah di UMUS, serta mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia kepada dunia.

Dr. Wati Istanti, M.Pd sebagai narasumber menyampaikan bahwa workshop meliputi: Metode pengajaran BIPA berbasis komunikasi. ​Penyusunan materi ajar dan kurikulum BIPA yang menarik. Pengenalan budaya Indonesia sebagai bagian integral dari pembelajaran bahasa. Simulasi praktik mengajar langsung.

Para peserta menyambut antusias kegiatan ini. Salah satu peserta workshop mengungkapkan, “Workshop ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar teknik mengajar, tetapi juga memahami tantangan yang dihadapi penutur asing saat belajar bahasa Indonesia. Ini akan sangat membantu kami dalam berinteraksi dengan mereka di kelas nanti.”

Dengan diselenggarakannya workshop ini, UMUS berharap dapat memperkuat reputasinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi global dan siap berkontribusi dalam mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia di kancah internasional.

LP3M UMUS Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah Melalui Coaching Klinik Artikel Jurnal Internasional Bereputasi.

Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar kegiatan Coaching Klinik Artikel Jurnal Internasional Bereputasi pada Selasa, 19 Agustus 2025. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Senat Gedung Pascasarjana UMUS ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan dihadiri dosen penerima hibah penelitian LP3M.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama sekaligus guru besar Program Studi Magister Manajemen UMUS, yakni Prof. Dr. Mutamimah, M.Si. dan Prof. Dr. Edy Supriyanto, M.Si.. Keduanya memberikan arahan teknis, pendampingan, serta strategi praktis dalam menyiapkan artikel ilmiah agar dapat menembus jurnal internasional bereputasi.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan beberapa aspek penting, di antaranya standar penulisan artikel sesuai kaidah akademik internasional, pemilihan jurnal yang tepat, strategi menghadapi proses peer review, hingga penerapan academic English dan etika publikasi.

“Penulisan artikel ilmiah tidak hanya soal hasil riset, tetapi juga bagaimana menyajikannya secara sistematis, argumentatif, dan sesuai standar internasional,” ungkap Prof. Mutamimah.

Suasana coaching klinik berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari penyusunan kerangka artikel, pengolahan serta penyajian data penelitian, hingga strategi publikasi di jurnal bereputasi seperti Scopus dan Web of Science. Prof. Edy Supriyanto juga menekankan pentingnya konsistensi riset dan jejaring akademik internasional agar peluang publikasi semakin terbuka.

Melalui program ini, LP3M UMUS berharap dapat memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan kualitas publikasi dosen di ranah global. Ketua LP3M UMUS dalam sambutannya menegaskan bahwa coaching klinik ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk mendorong para dosen lebih produktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdaya saing internasional.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi UMUS dalam memperkokoh reputasi akademiknya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional, sejalan dengan visi perguruan tinggi menuju universitas yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi global.

Mahasiswa S2 Magister Manajemen UMUS Brebes Gelar Kuliah Bersama Mahasiswa Asing

Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menyelenggarakan kegiatan kuliah bersama dengan mahasiswa asing dari berbagai negara pada Jumat, 15 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya internasionalisasi kampus sekaligus media memperkenalkan budaya lokal Brebes ke ranah global.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Magister Manajemen UMUS menampilkan beragam kekayaan daerah Brebes, antara lain pengenalan proses pembuatan telur asin sebagai produk unggulan, memperkenalkan lagu-lagu daerah, hingga pembacaan puisi dalam bahasa Brebesan. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan pengetahuan tentang pengelolaan SDM dalam menggerakkan budaya Brebes.

Kuliah bersama ini dihadiri oleh mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai negara, meliputi Pakistan, Thailand, Kyrgyzstan, Mesir, Myanmar, Afghanistan, serta mahasiswa S2 Magister Manajemen UMUS Brebes. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif, penuh antusiasme, dan mencerminkan semangat pertukaran budaya maupun pengetahuan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Bapak Dr. Sutikno, M.Pd. selaku Ka.Prodi Magister Manajemen memperkenalkan Tembang Macapat dan Bapak Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc. turut memberikan materi mengenai Edu Semesta dan lingkungan. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan, keberlanjutan lingkungan, serta peran generasi muda dalam menjaga ekosistem global. Materi ini semakin memperkaya wawasan peserta kuliah bersama, sekaligus menguatkan relevansi akademik dengan isu-isu internasional terkini.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa asing tentang budaya Brebes, tetapi juga meningkatkan kemampuan mahasiswa UMUS dalam membangun jejaring internasional. “Melalui kuliah bersama ini, kami ingin mahasiswa memiliki rasa bangga terhadap budaya daerah sekaligus siap bersaing di kancah global,” ungkap salah satu dosen pendamping.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan interaksi lintas budaya, di mana mahasiswa asing berkesempatan mencoba menyanyikan lagu daerah yang diperkenalkan, serta berdialog mengenai peluang kerja sama akademik dan budaya di masa mendatang. 

Perkuat Sinergi Internasional, UMUS Gelar Sharing Session Mahasiswa Asing dengan Pimpinan

Perkuat sinergi Internasional, UMUS gelar sharing session antara mahasiswa asing dengan pimpinan. (Foto: Humas UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik global dengan menggelar acara Sharing Session Mahasiswa Asing dengan Pimpinan Akademik.

Acara yang dilangsungkan belum lama ini menjadi wadah penting bagi para mahasiswa internasional untuk berinteraksi langsung dengan jajaran rektorat dan menyampaikan aspirasi mereka.

​Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., beserta wakil rektor dan dekan, menjadi bukti nyata perhatian UMUS terhadap komunitas internasionalnya.

Dalam sambutannya, Rektor UMUS menekankan betapa pentingnya peran mahasiswa asing dalam membawa keberagaman budaya dan perspektif ke kampus.

​”Kehadiran kalian adalah cerminan kepercayaan global terhadap kualitas pendidikan di UMUS. Kami ingin mendengar langsung dari kalian, masukan apa saja yang bisa membuat pengalaman studi kalian lebih baik,” ujar Rektor.

“Forum ini bukan hanya untuk kami memberikan informasi, tetapi yang lebih utama adalah untuk kami mendengarkan,” lanjutnya.

​Mendengar Langsung dari Mahasiswa

​Para mahasiswa asing dari berbagai negara, termasuk Myanmar, Vietnam, Thailand, Ghana, Nigeria, Mesir, Pakistan, Afganistan, dan Kirgistan, antusias berbagi pengalaman mereka.

Mereka mengapresiasi suasana kampus yang ramah dan dukungan penuh dari para dosen dan mahasiswa UMUS. Namun, mereka juga secara terbuka menyampaikan beberapa tantangan, seperti adaptasi budaya, sistem administrasi, hingga kebutuhan fasilitas pendukung.

​Misalnya, seorang mahasiswa Nurtilek dari Kirgistan mengutarakan betapa terbantunya ia dengan bimbingan dosen yang sabar, sementara Nooriya mahasiswa dari Afganistan memberikan saran tentang peningkatan layanan administrasi bagi mahasiswa internasional. Masukan-masukan ini disambut baik oleh pimpinan UMUS sebagai bahan evaluasi konstruktif.

​Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Moh Toharudin, M.Pd, menegaskan bahwa setiap masukan yang diterima akan ditindaklanjuti.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menciptakan lingkungan akademik yang inklusif serta suportif. Tujuan kami adalah memastikan setiap mahasiswa, baik domestik maupun internasional, mendapatkan pengalaman belajar yang optimal di UMUS,” jelasnya.

​Acara sharing session ini ditutup dengan suasana santai dan akrab, di mana pimpinan UMUS dan mahasiswa asing berfoto bersama dan menikmati makan siang.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mempererat hubungan dan menjadikan UMUS sebagai destinasi studi yang semakin menarik bagi pelajar dari berbagai penjuru dunia.

Semarak Kompetisi Internasional di UMUS Summercamp 2025: Sportivitas dan Persahabatan dalam Bingkai Global

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi berwawasan global melalui penyelenggaraan UMUS Summercamp 2025, sebuah ajang kompetisi olahraga internasional yang mengusung semangat sportivitas, persahabatan, dan kolaborasi antarbangsa.

Kegiatan yang digelar belum lama ini mempertemukan mahasiswa dari sepuluh negara, menjadikannya momentum penting dalam penguatan jejaring internasional UMUS.

Mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia hadir memeriahkan perlombaan, antara lain Nazgul Anvarbek Kyzy (Kyrgyzstan), Rokayah Luebawasa (Thailand), Bright Akpalu (Ghana), Tran Thi Khanh Vi (Vietnam), Sunusi Dauda (Nigeria), hingga Mohga Mohamed Fouad Mohamed (Mesir). Kehadiran mereka menegaskan bahwa UMUS tidak hanya menjadi ruang belajar akademis, tetapi juga arena perjumpaan budaya dan penguatan nilai-nilai global citizenship.

Tiga cabang olahraga dipertandingkan dengan antusiasme tinggi:

  • Badminton (tunggal dan ganda campuran)
  • Tenis Meja (putra dan putri)
  • Catur (kategori terbuka)

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMUS Summercamp 2025 tidak hanya berfungsi sebagai ruang kompetisi olahraga, tetapi juga wahana pertukaran budaya, penguatan jejaring akademik, serta upaya membangun semangat kebersamaan lintas bangsa.

“UMUS berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif yang menjunjung tinggi nilai global, serta memfasilitasi mahasiswa dalam mengasah kompetensi akademik maupun non-akademik di tingkat internasional,” tegasnya.

Dengan semangat sportivitas dan persahabatan, UMUS Summercamp 2025 menorehkan catatan penting dalam sejarah internasionalisasi kampus di Brebes. Ajang ini membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan peradaban yang menyatukan berbagai latar belakang budaya dalam harmoni global.

Punakawan Papat Mitra FKIP UMUS dan PKK Kota Baru Gelar Penyambutan Mahasiswa Asing

Dalam rangka memperkuat jejaring internasional sekaligus menumbuhkan kearifan lokal di tengah masyarakat, komunitas budaya Punakawan Papat berkolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes serta PKK RT 04 RW 20, Kelurahan Kota Baru, yang diketuai oleh Ibu Erlin. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa asing yang tengah mengikuti program akademik di wilayah Brebes.

Kehadiran mahasiswa asing disambut hangat melalui sajian kesenian tradisional yang dikemas dengan nuansa edukatif dan kebersamaan. PKK RT 04 RW 20 turut mengambil peran aktif, mulai dari penyediaan jamuan lokal hingga mendukung pengenalan budaya masyarakat setempat. Sinergi ini menunjukkan bahwa penguatan identitas budaya dapat berjalan seiring dengan proses internasionalisasi pendidikan tinggi.


Dalam kesempatan tersebut, FKIP UMUS diwakili oleh Drs. Ghufroni, M.Pd dan Dr. Sutikno, yang menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, komunitas budaya, dan organisasi masyarakat dalam menyukseskan program akademik berskala internasional.

“Kolaborasi ini bukan hanya memperkenalkan kearifan lokal kepada mahasiswa asing, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran bersama bagi masyarakat,” ungkap Drs. Ghufroni, M.Pd.

Ketua PKK RT 04 RW 20, Ibu Erlin, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga sarana pemberdayaan perempuan dalam mendukung diplomasi budaya.

“Melalui momentum ini, kami ingin memperlihatkan bahwa masyarakat lokal mampu menjadi tuan rumah yang ramah dan berdaya dalam menyongsong era global,” ujarnya.

Kegiatan penyambutan ini menandai langkah konkret bahwa pendidikan, budaya, dan masyarakat dapat berjalan beriringan, membangun citra positif daerah sekaligus memperluas cakrawala mahasiswa asing mengenai keindahan budaya Nusantara.

Workshop OBE Dorong UMUS Susun Kurikulum Prodi Berbasis Capaian

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi dan memastikan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, Rabu 13 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh para dekan, ketua program studi, dan dosen dari berbagai jurusan, dengan menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum, pakar kurikulum OBE dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi kurikulum merupakan komitmen institusi dalam merespons tantangan global sekaligus memenuhi standar pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa penerapan kurikulum berbasis capaian bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik menambahkan bahwa workshop ini menjadi bagian dari persiapan implementasi kurikulum baru pada tahun akademik 2025, yang dirancang agar dapat segera diterapkan di seluruh program studi.

“Kurikulum berbasis capaian akan memastikan proses pembelajaran lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan industri serta masyarakat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prof. Rohmadi menjelaskan bahwa pendekatan OBE menempatkan learning outcomes sebagai landasan utama dalam perancangan kurikulum. Melalui metode ini, setiap program studi diharapkan mampu merumuskan Program Learning Outcomes (PLO) dan Course Learning Outcomes (CLO) yang terintegrasi, serta mengembangkan strategi asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif dan simulasi penyusunan kurikulum, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam merancang kurikulum berbasis OBE.

Dengan terselenggaranya workshop ini, UMUS optimistis dapat segera mengimplementasikan kurikulum OBE secara menyeluruh di semua program studi. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan akreditasi, tetapi juga memperkuat posisi UMUS sebagai perguruan tinggi yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Kolaborasi Strategis UMUS dan Telkom University Wujudkan Lumbung Pangan Berbasis Energi Bersih di Dukuh Jeruk

Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menjadi saksi lahirnya sinergi inovatif antara dua perguruan tinggi ternama: Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) dan Telkom University (TEL-U). Program EDU SEMESTA (ESEM) UMUS yang dikomandoi oleh Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc bersama Roni, M.Si dan Akbar NPD Wahawana, S.E., M.Sy, berpadu dengan program Pengembangan Lumbung Pangan Berbasis Energi Bersih TEL-U yang digawangi oleh Prof. AT. Hanuranto, Prof. Jangkung Raharjo, Drs. Suwandi, M.Si, Drs. Nachwan, M.Si, serta satu peneliti pendukung.

Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan dua bidang yang saling melengkapi: pendekatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kurikulum dari ESEM, serta keunggulan teknis TEL-U dalam desain, riset, dan penerapan teknologi energi bersih. Dengan dukungan akademis yang kuat, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model percontohan ketahanan pangan desa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sinergi Peran yang Komplementer

ESEM UMUS membawa pengalaman dalam membangun kapasitas masyarakat, menyusun modul pelatihan, serta mengintegrasikan nilai-nilai edukasi dalam program pemberdayaan. Sementara itu, TEL-U memberikan dukungan pada aspek teknis, mulai dari perancangan sistem energi terbarukan, instalasi peralatan, hingga monitoring kinerja.

Pendekatan lintas disiplin ini dinilai mampu:

  • Memperkuat posisi Dukuh Jeruk sebagai pusat percontohan lumbung pangan modern.
  • Meningkatkan kepercayaan pemangku kebijakan dan pemberi hibah untuk replikasi program di wilayah lain.
  • Menghadirkan sumber daya manusia terlatih melalui pelibatan dosen-peneliti dan mahasiswa kedua kampus.

Manfaat Nyata untuk Masyarakat Dukuh Jeruk

Implementasi lumbung pangan berbasis energi bersih di Dukuh Jeruk diharapkan memberikan manfaat langsung, antara lain:

  • Keamanan pangan meningkat melalui fasilitas penyimpanan dan pengolahan berbasis energi terbarukan seperti solar dryer dan cold storage bertenaga surya atau biogas.
  • Pengurangan biaya dan emisi melalui penggantian bahan bakar fosil dengan sumber energi ramah lingkungan.
  • Peningkatan kapasitas SDM lokal lewat pelatihan manajemen, operasional teknologi, dan akuntansi usaha mikro.
  • Nilai tambah produk pertanian yang lebih kompetitif di pasar melalui sertifikasi “berenergi bersih”.

Tantangan dan Strategi Mitigasi

Meskipun memiliki potensi besar, inisiatif ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti koordinasi multi-stakeholder, kesiapan masyarakat, pembiayaan berkelanjutan, pemeliharaan teknis, serta perizinan. Tim gabungan merekomendasikan:

Pembentukan struktur tata kelola proyek yang jelas.

  • Pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan demo teknologi.
  • Penyusunan model bisnis lumbung yang berkelanjutan.
  • Sertifikasi kader lokal untuk menjamin pemeliharaan jangka panjang.
  • Kolaborasi erat dengan Pemda Brebes sejak tahap perencanaan.

Tahapan Implementasi

Program ini akan dilaksanakan dalam tiga fase utama:

  1. Persiapan (0–2 bulan) — Penandatanganan MoU, pembentukan tim pelaksana, survei awal, dan pemetaan mitra lokal.
  2. Pilot (3–9 bulan) — Pemasangan unit energi bersih, pelatihan operasional, dan uji coba sistem.
  3. Evaluasi & Replikasi (9–18 bulan) — Analisis teknis, ekonomi, dan sosial untuk mempersiapkan replikasi ke desa lain.

Indikator Keberhasilan

Keberhasilan program akan diukur melalui penurunan kehilangan pascapanen, efisiensi biaya energi, jumlah petani terlatih, peningkatan pendapatan kelompok tani, dan uptime perangkat energi bersih di atas 90% selama enam bulan.

Dalam kesempatan terpisah, Dr. Roby Setiadi, M.M., selaku Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis ini. Ia menegaskan bahwa UMUS berkomitmen menjadi motor penggerak inovasi berbasis riset yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan dan transisi energi di tingkat desa.

“Kolaborasi dengan Telkom University ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di lapangan,” ujarnya.

Dengan peran yang terstruktur, desain partisipatif, dan strategi keberlanjutan finansial, kolaborasi UMUS–TEL-U berpeluang menjadi model integratif nasional untuk menggabungkan pendidikan komunitas dengan teknologi energi bersih. Jika berhasil, Desa Dukuh Jeruk tidak hanya menjadi lebih tangguh dalam ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pionir transisi energi rendah emisi di tingkat desa. 

KKN UMUS Brebes Dorong Legalitas UMKM melalui Layanan Gratis di Desa Gunungjaya

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pada Senin, 11 Agustus 2025, tim KKN Desa Gunungjaya menggelar kegiatan layanan legalitas usaha gratis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat dan sekitarnya.

Program ini memberikan pendampingan langsung untuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Sertifikat Halal.

Langkah ini bertujuan mempermudah pelaku usaha memenuhi persyaratan legalitas, sehingga produk mereka dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurut Abdul Wahid, Ketua KKN Desa Gunungjaya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan status usaha, tetapi juga membangun kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya legalitas sebagai jaminan mutu dan kepercayaan konsumen.

“Legalitas yang lengkap akan memudahkan UMKM menembus pasar yang lebih besar dan membuka peluang kemitraan,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan, Slamet Bambang Riono, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan lembaga pendukung, termasuk perwakilan Annur Center Pemalang.

“Kami berharap program ini dapat direplikasi di desa-desa lain, sehingga pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan legalitas usaha bisa meluas,” jelasnya.

Para peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Biasanya bingung dan takut ribet urus ini-itu, tapi sekarang dibimbing langsung dan gratis pula,” ungkap Ibu Yanti, pengusaha keripik pisang asal Desa Gunungjaya.

Acara yang dihadiri para kepala dusun, tokoh masyarakat, dan mitra pendukung ini juga didokumentasikan melalui foto dan pamflet yang telah dipublikasikan di akun resmi KKN Desa Gunungjaya.

Inovasi Mahasiswa KKN UMUS, KWT Talok Antusias Sambut Alat Penabur Pupuk Modern

 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang bertugas di Desa Talok, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, memperkenalkan inovasi pertanian yang berpotensi mengubah cara petani memupuk lahan. Inovasi tersebut berupa alat penabur pupuk modern yang disambut antusias oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Talok.

Bertempat di rumah salah satu anggota KWT, para mahasiswa menggelar demonstrasi penggunaan alat yang terbuat dari pipa PVC (pralon) ini. Dirancang sederhana namun efektif, alat tersebut memiliki bobot ringan dan sistem kerja praktis, sehingga pupuk dapat tersebar merata tanpa mengharuskan petani membungkuk.

Ketua Tim KKN, Eko Fuji Pangestu, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memperlihatkan langsung manfaat penggunaan alat di lapangan. “Dengan alat ini, waktu pemupukan bisa dipangkas, tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit, dan hasil taburannya lebih rapi,” ujarnya.

Para anggota KWT terlihat antusias mencoba alat tersebut. Banyak yang merasakan perbedaan signifikan dibandingkan metode manual yang selama ini mereka lakukan. Salah satu anggota KWT mengungkapkan bahwa pemupukan secara tradisional kerap menguras tenaga.

“Biasanya dari ujung ke ujung sawah harus membungkuk terus, lama dan capek. Mungkin dengan adanya alat ini bisa membantu meringankan pekerjaan kami,” tuturnya.

Inovasi sederhana dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes berhasil mencuri perhatian warga Desa Talok, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Lewat ide kreatif, mereka menghadirkan alat penabur pupuk modern yang siap mengubah cara petani, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT), dalam mengelola lahan.

Dosen pembimbing lapangan KKN UMUS, Rila Melyana Fitri, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi atas ide tersebut. “Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus mahal dan rumit. Yang terpenting adalah sesuai kebutuhan masyarakat, mudah diaplikasikan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan,” katanya.

Melalui inovasi ini, para mahasiswa berharap alat penabur pupuk modern bisa menjadi solusi praktis bagi petani Desa Talok, mendorong peningkatan efisiensi kerja, serta mendukung produktivitas hasil panen.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025