Universitas Muhadi Setiabudi

Tim KKN UMUS Kecamatan Moga Perkuat Kolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Pemalang untuk Akselerasi Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Tim KKN Kecamatan Moga mengusung tema “Moga Berkah dan Barokah: Kolaborasi Service Learning untuk Penguatan Desa Wisata, UMKM, Pertanian, Kesehatan Masyarakat, dan Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal” sebagai komitmen menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak, adaptif, dan berkelanjutan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Agiezta Premana, M.Kom. Program yang dilaksanakan di Desa Banyumudal dan Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang ini diawali dengan kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pemalang. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menyelaraskan program kerja mahasiswa dengan arah pembangunan daerah sehingga pelaksanaan KKN mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di bawah arahan Agiezta Premana, M.Kom., mahasiswa didorong untuk mengimplementasikan pendekatan service learning, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan desa.

Kolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Pemalang menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program kerja selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berdampak serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program prioritas meliputi penguatan desa wisata, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pertanian, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan literasi digital berbasis potensi lokal. Seluruh program dirancang melalui pendekatan partisipatif sehingga masyarakat menjadi subjek utama dalam setiap proses pemberdayaan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui semangat “Moga Berkah dan Barokah”, Tim KKN Kecamatan Moga optimistis mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi desa, mengembangkan potensi wisata, serta mempercepat transformasi digital di Desa Banyumudal dan Desa Moga.

Pelaksanaan KKN ini sekaligus menjadi implementasi komitmen UMUS sebagai Kampus Berdampak, yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan pendampingan Agiezta Premana, M.Kom., Tim KKN Kecamatan Moga diharapkan mampu menjalankan program pengabdian yang berkelanjutan, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.

UMUS Wujudkan Kampus Berdampak, pembekalan 271 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi di Empat Kabupaten melalui SMART-KKN

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak melalui penyelenggaraan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti 271 mahasiswa. Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS Brebes di Aula UMUS, Rabu (25/6), menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon.

Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri,” pembekalan tahun ini menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga wahana penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian. Jadilah agen perubahan yang mampu membangun kolaborasi, menjaga nama baik almamater, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Untuk memperkaya perspektif peserta, pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Riset dan Publikasi LPPM UMUS Brebes, Andi Yulianto, S.Si., M.M. Sesi ini menghadirkan Dwi Kusumayanti, S.K.M., M.K.M., Peneliti Ahli Muda Bapperida Kabupaten Cirebon, Nurul Hidayat, S.H., M.T., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Brebes, Sulistyaminah, S.Sos., M.E., Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan Bapperida Kabupaten Tegal, serta Deri Surachman, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Pemalang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keempat narasumber membahas strategi pembangunan daerah, penguatan riset dan inovasi, serta pentingnya penyusunan program KKN yang berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat. Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kebermanfaatan, keberlanjutan program, serta kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Andi Yulianto, S.Si., M.M. juga memaparkan implementasi SMART-KKN, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi tata kelola Kuliah Kerja Nyata yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh proses pelaksanaan KKN, mulai dari penyusunan program kerja, pengisian logbook harian, unggah dokumentasi, pelaporan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi secara real-time oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurut Andi, kehadiran SMART-KKN merupakan salah satu inovasi UMUS dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Melalui SMART-KKN, proses pelaksanaan dan pelaporan KKN menjadi lebih mudah, cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain memudahkan mahasiswa dan DPL, aplikasi ini juga menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala LPPM UMUS Brebes, Dr. (Cand.) Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., mengapresiasi seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah mitra, yang telah mendukung penyelenggaraan KKN Tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dan berdampak.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal, menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan wilayah, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kehadiran SMART-KKN juga menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam menghadirkan tata kelola KKN yang modern, berbasis teknologi, dan selaras dengan semangat Kampus Berdampak,” ungkapnya.

Selama masa pengabdian, 271 mahasiswa UMUS akan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan, penguatan UMKM, hingga digitalisasi desa sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah penempatan. Melalui pembekalan ini, UMUS kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.

Dengan dukungan SMART-KKN dan kolaborasi bersama pemerintah daerah di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon, pelaksanaan KKN 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya inovasi dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

UMUS Brebes Diabadikan dalam Perangko Prisma PT Pos Indonesia, Ketua Yayasan dan Rektor Jadi Ikon Pendidikan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menorehkan kebanggaan. PT Pos Indonesia Cabang Brebes melalui Arifiyan menyerahkan Perangko Prisma kepada Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., sebagai simbol apresiasi atas dedikasi dan kontribusi UMUS dalam memajukan dunia pendidikan.

Perangko Prisma tersebut menampilkan foto Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi dan Rektor UMUS Brebes yang diabadikan dalam perangko resmi Indonesia. Kehadiran perangko ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus dokumentasi sejarah atas kiprah tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes.

Penyerahan Perangko Prisma berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna. Arifiyan menyampaikan bahwa Perangko Prisma merupakan inovasi PT Pos Indonesia yang memungkinkan tokoh, institusi, maupun peristiwa penting untuk diabadikan dalam media filateli yang memiliki nilai historis dan koleksi.

“Perangko bukan sekadar alat pengiriman surat, tetapi juga menjadi media yang dapat merekam perjalanan dan kontribusi seseorang maupun lembaga bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Pos Indonesia Cabang Brebes atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghormatan yang diberikan melalui Perangko Prisma tidak hanya ditujukan kepada figur yang ditampilkan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan bagi seluruh keluarga besar UMUS. Baca Juga: Family Gathering FEB UMUS 2026: Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Tri Dharma “Ini merupakan kebanggaan bagi UMUS Brebes.

Perangko ini menjadi simbol perjalanan panjang yang dibangun bersama oleh yayasan, civitas akademika, mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Semoga menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMUS Brebes berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diabadikannya Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi dan Rektor UMUS dalam Perangko Prisma menjadi bukti bahwa dedikasi di bidang pendidikan mampu mendapatkan pengakuan dan apresiasi yang lebih luas.

Melalui Perangko Prisma ini, semangat pengabdian dan perjuangan dalam membangun pendidikan yang dilakukan oleh Yayasan Muhadi Setiabudi dan UMUS Brebes kini turut terukir dalam lembar filateli Indonesia.

Momentum ini semakin mengukuhkan posisi UMUS Brebes sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif membangun inspirasi, karakter, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebuah penghormatan yang sederhana, namun sarat makna, karena mengabadikan dedikasi pendidikan dalam sebuah karya yang akan dikenang lintas generasi.

Kepala LPPM UMUS Dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah 4 Forkom LPPM Jawa Tengah

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SEMARANG — Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah 4 Forum Komunikasi (Forkom) LPPM Perguruan Tinggi Jawa Tengah Periode 2026–2030.

Prosesi pengukuhan yang didasarkan pada Keputusan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Nomor 691/LL6/AL.04/2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., di Gedung H Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, Senin (22/6/2026).

Sebagai Koordinator Wilayah 4, Prasetyo membawahi koordinasi perguruan tinggi di kawasan eks-Karesidenan Pekalongan, Tegal, Brebes, hingga Kendal. Ia mengemban tugas memperkuat sinergi, komunikasi, dan kolaborasi antarlembaga penelitian dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Prasetyo menyampaikan bahwa amanah baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kelembagaan dan mengembangkan program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga dengan dikukuhkannya kepengurusan periode baru ini, kapasitas penelitian dan pengabdian masyarakat dapat terus ditingkatkan. UMUS siap bersinergi dengan perguruan tinggi lain, khususnya di Wilayah 4, dalam mengembangkan inovasi secara berkelanjutan,” ungkap Prasetyo.

Selain mengukuhkan koordinator wilayah, agenda ini juga meresmikan jajaran pengurus pusat Forkom LPPM Jateng, di antaranya Drs. Agus Wibowo, S.H., M.Si. (Untag Semarang) sebagai Ketua Umum dan Dr. Iswoyo, S.Pt., M.P. (Universitas Semarang) sebagai Sekretaris Umum.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam arahannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menekankan pentingnya pembentukan konsorsium penelitian lintas perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, hilirisasi inovasi, serta menghasilkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Tim Riset dan Pengembangan LLDIKTI Wilayah VI, pengurus forum periode sebelumnya, serta perwakilan dari sekitar 40 LPPM perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Jawa Tengah.

LPPM UMUS Sosialisasikan SMART-KKN kepada Tim Monitoring dan Evaluasi KKN 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar kegiatan sosialisasi SMART-KKN (Sistem Manajemen Administrasi dan Registrasi Terpadu-KKN) kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi digital dalam pengelolaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar lebih efektif, terintegrasi, dan akuntabel.

Pada tahun ini, KKN UMUS mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.” Tema tersebut menjadi arah pelaksanaan berbagai program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh tim monitoring dan evaluasi memahami mekanisme operasional sistem yang akan digunakan selama pelaksanaan KKN 2026. Melalui pemanfaatan SMART-KKN, berbagai proses administrasi dan pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dikelola melalui satu platform digital yang terintegrasi.

Menariknya, SMART-KKN merupakan inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh Tim Panitia KKN UMUS Tahun 2026 (Andi Yulianto, S.SI., M.M. sebagai developer dan Elinda Umisara, M.Pd. sebagai konseptor sistem) sebagai respons terhadap kebutuhan pengelolaan KKN yang semakin kompleks dan dinamis. Pengembangan sistem ini dilakukan untuk mendukung digitalisasi tata kelola KKN, mulai dari proses registrasi peserta hingga monitoring dan evaluasi kegiatan di lapangan. Kehadiran SMART-KKN menjadi wujud komitmen panitia dalam menghadirkan layanan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kemudahan pengguna.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan SMART-KKN merupakan bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kualitas tata kelola program pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi informasi. Menurutnya, digitalisasi pengelolaan KKN menjadi kebutuhan penting untuk mendukung efektivitas koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, tim monitoring dan evaluasi, serta pengelola KKN.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“SMART-KKN dirancang untuk menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih tertata, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh pihak yang terlibat. Melalui sistem ini, proses administrasi, monitoring, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya. Dalam kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai fitur utama yang tersedia pada SMART-KKN.

Sistem tersebut mencakup layanan registrasi peserta, pengelolaan data kelompok dan lokasi KKN, penugasan dosen pembimbing lapangan, monitoring kegiatan mahasiswa, unggah laporan, dokumentasi kegiatan, hingga penyusunan laporan monitoring dan evaluasi secara digital.

Tim Monitoring dan Evaluasi KKN 2026 diberikan pelatihan terkait penggunaan dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan perkembangan kegiatan mahasiswa secara real time. Melalui fitur tersebut, tim monev dapat mengakses informasi mengenai kehadiran mahasiswa, progres program kerja, laporan kegiatan, serta berbagai dokumentasi yang diunggah dari lokasi KKN.

Selain memberikan kemudahan dalam proses pengawasan, SMART-KKN juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan selama pelaksanaan program. Data yang tersimpan secara terpusat memungkinkan LPPM dan tim monev melakukan analisis terhadap capaian kegiatan, identifikasi kendala di lapangan, serta penyusunan rekomendasi perbaikan untuk pelaksanaan KKN pada periode berikutnya.

Diskusi yang berlangsung selama sosialisasi menunjukkan antusiasme peserta terhadap implementasi sistem baru tersebut. Berbagai masukan disampaikan untuk penyempurnaan fitur dan penguatan aspek teknis agar SMART-KKN dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui implementasi SMART-KKN, LPPM UMUS berharap pelaksanaan KKN Tahun 2026 dapat berlangsung dengan tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berbasis data. Kehadiran sistem ini juga menjadi bagian dari transformasi digital institusi dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

SMART-KKN diharapkan tidak hanya menjadi sarana administrasi dan pelaporan, tetapi juga menjadi platform kolaborasi yang memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelaksanaan KKN yang berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan. Pengembangan sistem ini sekaligus menunjukkan kemampuan dan inovasi internal UMUS dalam menghasilkan solusi digital yang mendukung peningkatan mutu layanan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa PBSI UMUS Sukses Pentaskan Drama “Benta-Benti”, Wujudkan Luaran OBE melalui Panggung Teater

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Auditorium Gedung Utama Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dipenuhi antusiasme penonton dalam pementasan drama “Benta-Benti” yang dipersembahkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMUS. Kegiatan yang dibimbing oleh Drs. Ghufroni, M.Pd. ini merupakan luaran akhir Mata Kuliah Apresiasi Kajian Drama yang dirancang sebagai implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE).

Melalui kolaborasi dengan UKM Teater Brambang UMUS, mahasiswa diberikan ruang untuk mengaktualisasikan capaian pembelajaran dalam bentuk karya nyata yang dapat dinikmati publik. Sebagai bagian dari pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori drama dan apresiasi sastra secara konseptual, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi melalui proses kreatif yang komprehensif, mulai dari pembacaan naskah, interpretasi tokoh, penyusunan artistik, manajemen pertunjukan, kerja kolaboratif, hingga pementasan di atas panggung.

Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena menghasilkan luaran yang terukur, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri kreatif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Drama Benta-Benti mengangkat kisah kehidupan masyarakat desa yang menghadapi kemarau panjang, ketimpangan sosial, serta konflik antara kepentingan ekonomi dan nilai kemanusiaan. Melalui alur cerita yang kuat dan penuh makna, mahasiswa berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, kebersamaan, serta ketulusan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Konflik yang diperankan oleh para tokoh mampu menggambarkan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga memberikan pengalaman reflektif bagi para penonton.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, pegiat seni, serta para pecinta sastra yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pementasan. Penampilan para pemeran yang mampu menghidupkan karakter, didukung tata panggung, tata suara, dan penghayatan yang baik, membuat suasana auditorium terasa hidup dan penuh emosi dari awal hingga akhir pertunjukan.

Ketua Program Studi PBSI UMUS, Robet Rizkiyono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh mahasiswa yang telah bekerja keras mempersiapkan pementasan tersebut. Menurutnya, kegiatan teater merupakan bagian penting dalam pembelajaran PBSI karena mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. “Pementasan drama seperti ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam karya nyata.

Kami sangat mengapresiasi semangat, kerja sama, dan kreativitas mahasiswa PBSI yang telah menampilkan pertunjukan berkualitas dan sarat nilai edukatif. Ini menunjukkan bahwa sastra dapat hidup dan memberi makna melalui panggung pertunjukan,” ujarnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., menilai bahwa kegiatan seni pertunjukan merupakan salah satu bentuk pembelajaran transformatif yang mampu membentuk karakter mahasiswa secara utuh. “Drama bukan hanya tentang kemampuan berakting, tetapi juga tentang membangun empati, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap realitas sosial.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi insan akademik yang humanis, kreatif, dan berbudaya. FKIP UMUS akan terus mendukung kegiatan akademik berbasis praktik yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berkarakter,” tuturnya.

Dosen pengampu sekaligus pembimbing kegiatan, Drs. Ghufroni, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa selama proses latihan hingga pementasan berlangsung. Menurutnya, teater merupakan media pembelajaran yang efektif untuk mengasah kemampuan berbahasa, apresiasi sastra, kreativitas, serta sensitivitas mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Dosen FKIP UMUS Brebes Raih Gelar Doktor di UNY, Kembangkan Model REAPQ Berbantuan Teks Multimoda Interaktif

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Atikah Mumpuni, M.Pd., berhasil menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model REAPQ (Read, Encode, Annotate, Ponder, Question) Berbantuan Teks Multimoda Interaktif dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar.”

Sidang terbuka tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Atikah Mumpuni yang selama ini dikenal sebagai dosen PGSD FKIP UMUS dengan rekam jejak penelitian yang kuat di bidang literasi, pembelajaran bahasa, dan pendidikan dasar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Disertasi yang dikembangkan menawarkan inovasi pembelajaran membaca pemahaman melalui model REAPQ, yang mengintegrasikan aktivitas membaca, mengodekan informasi, memberikan anotasi, melakukan refleksi mendalam, serta menyusun pertanyaan kritis dengan dukungan teks multimoda interaktif. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengonstruksi makna dari berbagai bentuk informasi digital.

Dalam paparannya, Atikah Mumpuni menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakteristik generasi digital. Melalui model REAPQ berbantuan teks multimoda interaktif, siswa didorong menjadi pembaca aktif yang mampu berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif dalam memahami informasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari keluarga besar FKIP UMUS. Hadir dalam sidang terbuka tersebut Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., serta Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nurpratiwiningsih, M.Pd., yang memberikan dukungan langsung kepada promovendus. Keduanya merupakan bagian dari sivitas akademika FKIP UMUS yang selama ini aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik di lingkungan kampus.

Didik Tri Setiyoko menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UMUS dalam meningkatkan kualitas dosen melalui studi lanjut dan penguatan budaya riset. Menurutnya, lahirnya doktor-doktor baru akan memperkuat kontribusi UMUS dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang pendidikan dasar yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Laelia Nurpratiwiningsih menilai bahwa hasil penelitian disertasi tersebut memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi membaca yang saat ini menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Keberhasilan Atikah Mumpuni meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FKIP dan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk terus berinovasi dalam menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Dengan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan inovasi pendidikan berbasis riset, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa KKN UMUS Brebes Lakukan Survei Lapangan di Warungpring Pemalang untuk Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan survei lapangan di Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, sebagai langkah awal dalam melakukan pemetaan potensi wilayah dan identifikasi kebutuhan masyarakat sebelum pelaksanaan program kerja KKN. Kegiatan survei ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan program pengabdian yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Selain melakukan observasi lapangan, mahasiswa juga menjalin silaturahmi dan koordinasi dengan unsur pemerintah kecamatan serta tokoh masyarakat guna membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Rombongan mahasiswa KKN diterima secara langsung oleh Budiarjo, S.IP., M.M., selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Warungpring. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Abdul Khamid, yang memberikan arahan terkait pelaksanaan program KKN agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah setempat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dr. Abdul Khamid menjelaskan bahwa survei lapangan merupakan tahapan strategis untuk memastikan setiap program yang dirancang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan. Melalui proses identifikasi potensi serta permasalahan yang ada, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program kerja yang inovatif, aplikatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui program KKN ini, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya berkontribusi di Kabupaten Brebes, UMUS juga terus memperluas peran pengabdiannya ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Mahasiswa KKN yang berasal dari berbagai program studi diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menghadirkan gagasan kreatif, inovasi teknologi tepat guna, serta program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Potensi lokal Warungpring yang beragam menjadi peluang besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kehadiran mahasiswa KKN UMUS merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat posisi UMUS sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah, serta berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. “KKN bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami dinamika masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” demikian semangat yang terus diusung oleh UMUS dalam setiap pelaksanaan program pengabdiannya.

UMUS Brebes, PKTJ, dan Pemkot Tegal Satukan Aksi: Sungai Kemiri Dijernihkan dengan Eco-Enzim

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Sinergi tiga lembaga dalam upaya pelestarian lingkungan hidup kembali diperlihatkan melalui kolaborasi antara Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, dan Pemerintah Kota Tegal dalam aksi penjernihan Sungai Kemiri menggunakan eco-enzim, Jumat (5/6/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia. Kegiatan dipusatkan di kawasan selokan Abdul Syukur yang berada di depan PKTJ Kampus 2, yang terhubung dengan aliran Sungai Kemiri dan menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Mengusung tema “Kolaborasi Hijau untuk Sungai Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kesadaran ekologis berbasis aksi nyata melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. Kehadiran pimpinan UMUS menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik dalam memperkuat gerakan keberlanjutan melalui pengabdian kepada masyarakat dan edukasi lingkungan.

Dari unsur PKTJ Tegal, kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur Bambang Istiyanto, S.SiT., M.T., bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Direktur I Edi Purwanto, A.TD., M.T., Wakil Direktur II Sugianto, A.TD., M.M., serta Wakil Direktur III Dr. Setya Wijayanta, S.Pd.T., M.T. Kehadiran jajaran pimpinan PKTJ memperkuat semangat institusi pendidikan vokasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal memberikan dukungan penuh melalui kehadiran Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., yang membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir pula unsur teknis pemerintah daerah, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan secara kolaboratif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, sambutan Direktur PKTJ dan Rektor UMUS Brebes, pembukaan resmi oleh Wali Kota Tegal, edukasi pemanfaatan eco-enzim, hingga aksi bersama berupa penuangan eco-enzim di aliran Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, pembersihan bantaran sungai, serta penanaman pohon bersama civitas akademika, relawan lingkungan, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan kolaboratif ini juga dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS Brebes, para relawan pecinta lingkungan, serta civitas akademika PKTJ Tegal yang turut berpartisipasi aktif dalam aksi penjernihan sungai. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pelestarian lingkungan di lapangan.

Salah satu paparan penting dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Prof. Pranoto, Guru Besar UMUS Brebes sekaligus Staf Ahli Rektor, yang selama ini aktif melakukan riset di bidang eco-enzim untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Prof. Pranoto menjelaskan bahwa eco-enzim merupakan hasil fermentasi bahan organik yang memiliki manfaat ekologis, termasuk membantu memperbaiki kualitas air, mengurangi pencemaran, serta mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Menurutnya, pemanfaatan eco-enzim tidak hanya menjadi solusi alternatif dalam menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai gerakan sosial berbasis masyarakat. “Kesadaran lingkungan harus dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Eco-enzim menjadi salah satu inovasi sederhana, murah, dan berbasis sains yang dapat diterapkan secara luas,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi akademik dengan pemerintah dan institusi lain mampu menghadirkan dampak positif yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan UMUS Brebes dalam aksi penjernihan Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur di depan PKTJ Kampus 2 merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keberlanjutan lingkungan.

Dr. Roby menambahkan, pemanfaatan eco-enzim dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kontekstual bagi mahasiswa agar memiliki kepedulian ekologis dan kemampuan problem solving terhadap isu lingkungan di masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa UMUS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena masa depan pembangunan tidak hanya bicara ekonomi, tetapi juga keberlanjutan,” tambahnya.

Kolaborasi tiga lembaga ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan dampak berkelanjutan, seperti peningkatan kualitas air di kawasan Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik, tumbuhnya gerakan lingkungan berbasis komunitas, hingga penguatan riset dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi ramah lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini semakin mempertegas komitmen UMUS Brebes sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada penguatan akademik, UMUS juga aktif membangun budaya kampus hijau (green campus) melalui riset terapan, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Bagi generasi muda yang ingin berkembang di kampus yang unggul sekaligus memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, UMUS Brebes hadir sebagai pilihan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Gen Z Tak Sekadar Self Reward, HIMAAKSI UMUS Dorong Mahasiswa Melek Finansial lewat Seminar Literasi Keuangan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah tren gaya hidup generasi muda yang semakin dinamis dan kerap dipengaruhi fenomena fear of missing out (FOMO), mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAAKSI) sukses menyelenggarakan seminar literasi keuangan bertajuk “Gen Z & Money: Antara Self Reward dan Financial Freedom” yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 70 peserta ini berhasil mencapai target kehadiran yang telah ditetapkan panitia. Seminar dipimpin oleh Ketua Umum HIMAAKSI, Najwa Aulia Rahmah dengan Ketua Pelaksana Alena Najwa Nawari. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi dan berlangsung dengan partisipasi aktif dari mahasiswa.

Menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni Kukuh Harisman, seminar ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan generasi Z. Dalam pemaparannya, Kukuh menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah budaya konsumtif yang berkembang melalui media sosial dan kecenderungan mengikuti gaya hidup orang lain. “Generasi muda perlu memiliki kesadaran finansial agar tidak terjebak pada pola konsumsi berlebihan. Self reward boleh, tetapi tetap harus dibarengi dengan perencanaan keuangan jangka panjang,” jelas Kukuh Harisman.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui seminar ini, peserta diajak memahami strategi pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur menggunakan formula 10-20-30-40, yaitu pembagian keuangan untuk tabungan, investasi, kebutuhan pokok, hingga pengeluaran gaya hidup secara proporsional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini menuju financial freedom.

Sebagai dosen sekaligus akademisi di lingkungan kampus, Hendri Sucipto, M.M., turut memberikan pandangannya terkait pentingnya kegiatan literasi finansial bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan kini menjadi bagian penting dari kecakapan hidup yang harus dimiliki generasi muda.

“Mahasiswa saat ini hidup di tengah arus informasi dan tren gaya hidup yang bergerak sangat cepat. Kemampuan mengelola keuangan menjadi life skill yang wajib dimiliki. Seminar seperti ini menjadi ruang edukatif agar mahasiswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga konsep self reward tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan tujuan finansial di masa depan,” ujar Hendri Sucipto, M.M. Ia menambahkan, mahasiswa—khususnya di bidang akuntansi—tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dalam praktik pengelolaan keuangan yang sehat, baik secara personal maupun profesional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain mendapatkan materi dari OJK, peserta juga memperoleh edukasi mengenai produk dan layanan keuangan dari Pegadaian. Seminar semakin menarik dengan adanya program open account yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai layanan keuangan secara langsung sebagai bentuk edukasi praktik.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia turut menghadirkan sesi kuis interaktif dan tanya jawab. Berbagai hadiah diberikan kepada peserta yang aktif bertanya maupun peserta dengan nilai tertinggi pada kuis, menjadikan suasana seminar lebih komunikatif, edukatif, sekaligus sesuai dengan karakter pembelajaran generasi Z.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, sponsor, dan seluruh peserta. Seminar ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Bank BJB, PT BPR Muhadi Setiabudi, Pegadaian, Snek Kita, SM Bakery, dan Ron 88.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025