Universitas Muhadi Setiabudi

Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau: KKN UMUS Wujudkan Hilirisasi Produk Lokal dan Konservasi Lingkungan Berbasis Keilmuan di Bantarbolang

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Mengusung tema “Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau”, sebanyak 22 mahasiswa KKN UMUS di bawah bimbingan Abdul Bashar, M.TP. melaksanakan berbagai program inovatif yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat, hilirisasi produk pangan lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Peguyangan dan Desa Kebon Gede.

Program tersebut menjadi representasi nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat desa. Di Desa Peguyangan, tim KKN mengembangkan inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan baku teh herbal. Inovasi ini merupakan bentuk hilirisasi komoditas pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Ketua tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Silfi, menjelaskan bahwa rambut jagung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus memiliki sifat diuretik alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Melalui proses pengolahan yang tepat, limbah pertanian tersebut dapat diubah menjadi produk herbal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut diperkuat oleh kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui strategi digital marketing, penyusunan branding produk, serta desain kemasan modern agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika mengembangkan website desa sebagai media promosi, komunikasi, dan pusat informasi produk unggulan desa sehingga pemasaran produk menjadi lebih terintegrasi dengan teknologi digital.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Berbeda dengan Desa Peguyangan, program di Desa Kebon Gede lebih difokuskan pada aspek konservasi lingkungan melalui pembangunan desain broncaptering, yaitu sistem perlindungan mata air yang bertujuan menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber air bersih bagi masyarakat.

Mahasiswa pelaksana dari Program Studi Teknik Sipil, Jafar, menjelaskan bahwa sistem broncaptering dirancang untuk menangkap mata air secara higienis sehingga terlindung dari kontaminasi eksternal. Program tersebut diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang yang mampu menjaga ketersediaan air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat desa.

Selain dua program unggulan tersebut, mahasiswa KKN UMUS juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung yang menyentuh berbagai aspek pembangunan desa, di antaranya pemasangan plang identitas desa, pengolahan sampah anorganik, pembiasaan karakter disiplin bagi remaja, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta pendampingan literasi melalui pembacaan puisi bagi siswa sekolah.

Seluruh rangkaian program mendapatkan sambutan dan apresiasi positif dari pemerintah desa maupun masyarakat. Pendekatan kolaboratif yang memadukan inovasi teknologi, pemberdayaan ekonomi, pendidikan karakter, dan konservasi lingkungan dinilai mampu memberikan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan pembangunan desa. Dosen Pembimbing Lapangan, Abdul Bashar, M.TP., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar implementasi program akademik, melainkan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi keilmuan dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara kampus dan desa diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara mandiri. Melalui semangat “Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau”, mahasiswa KKN UMUS membuktikan bahwa inovasi tidak hanya lahir di ruang laboratorium, tetapi juga tumbuh dari potensi desa yang diolah dengan pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Program ini menjadi cerminan komitmen Universitas Muhadi Setiabudi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat menuju desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

UMUS Curi Perhatian Presiden RI pada Saresehan Kebangsaan KSPTI 2026, Perkuat Komitmen Akademik Menuju Indonesia Emas 2045

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

JAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Delegasi UMUS yang menghadiri Saresehan Kebangsaan KSPTI Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Hall B, Jakarta, pada 26–28 Juni 2026, mendapat momen istimewa ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung menyalami Kaprodi Magister Manajemen UMUS, Dr. Slamet Riyanto, M.M., sesaat sebelum menyampaikan arahan penutupan kegiatan.

Momen tersebut menjadi perhatian peserta yang hadir dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UMUS. Kehadiran UMUS pada forum nasional tersebut menunjukkan eksistensi perguruan tinggi dalam ruang strategis yang mempertemukan para akademisi, peneliti, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan Indonesia berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Delegasi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd.; Kaprodi Magister Manajemen, Dr. Slamet Riyanto, M.M.; Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan, Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc.; serta Staf Ahli Rektor, Prof. Pranoto, bersama istri. Kehadiran para pimpinan UMUS tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus berkontribusi aktif terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Saresehan Kebangsaan KSPTI 2026 mengangkat tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” dengan diikuti sekitar 2.600 guru besar, doktor, dosen, peneliti, rektor, pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, delegasi UMUS mengikuti berbagai sesi pemaparan dari para Menteri Kabinet Merah Putih yang membahas strategi pembangunan nasional, penguatan ekonomi, transformasi pendidikan tinggi, pengembangan riset dan inovasi, hilirisasi industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai materi tersebut menjadi bekal penting bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam arahan penutupannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan kekuatan intelektual bangsa yang memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan nasional. Menurut Presiden, kekayaan sumber daya alam Indonesia hanya akan memberikan manfaat optimal apabila didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Presiden juga menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Indonesia, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan harus mampu menghasilkan produk bernilai tinggi melalui dukungan riset, teknologi, dan inovasi dari perguruan tinggi.

Selain itu, Presiden mengapresiasi berbagai rekomendasi yang disampaikan para akademisi selama pelaksanaan saresehan, mulai dari penguatan pendanaan riset, perluasan beasiswa doktor, peningkatan kualitas dosen, hingga kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah, BUMN, dan dunia industri. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional.

Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan global yang semakin kompleks, seperti dinamika geopolitik, transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan ketahanan energi, menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul, inovatif, adaptif, serta berintegritas. Oleh karena itu, budaya kerja kolaboratif, produktif, disiplin, dan berbasis inovasi harus terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi.

UMUS Lepas Mahasiswa KKN 2026, Perkuat Sinergi Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 melalui sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Aula UMUS, Selasa (30/6). Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri”, kegiatan ini menegaskan komitmen universitas dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang adaptif terhadap tantangan era transformasi digital sekaligus selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Tema tersebut juga telah menjadi arah utama pelaksanaan KKN UMUS 2026 sejak tahap koordinasi bersama pemerintah daerah.  Acara dihadiri oleh Rektor UMUS, jajaran pimpinan universitas, para wakil rektor, Ketua LPPPM, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dari Kabupaten Brebes, Cirebon, Tegal, dan Pemalang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam merancang program pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Muhadi Setiabudi, dilanjutkan penampilan seni mahasiswa yang menggambarkan semangat kreativitas generasi muda. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memiliki sensitivitas terhadap budaya, masyarakat, dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Kepala LPPPM Universitas Muhadi Setiabudi Dr(Cand) Prasetyo Yuli Kurniawan,M.Pd menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa didorong untuk mengoptimalkan kompetensi akademik yang dimiliki melalui program-program inovatif, aplikatif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Dr Roby Setiadi,S.Kom.,MM secara resmi membuka sekaligus melepas peserta KKN Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi problem solver yang hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan etika, kolaborasi, serta inovasi berbasis teknologi.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun kepercayaan, memberdayakan masyarakat, dan menghasilkan solusi yang relevan terhadap permasalahan lokal. Salah satu agenda strategis dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Rancangan Program Kerja (RPK) serta Nota Kesepahaman (MoA) antara UMUS dengan pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan kemitraan dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Langkah ini menjadi fondasi penting agar program KKN terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah dan mampu menghasilkan manfaat yang berkesinambungan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Suasana haru turut mewarnai acara melalui penayangan video kilas balik pelaksanaan KKN tahun sebelumnya. Tayangan tersebut memperlihatkan berbagai capaian mahasiswa dalam mendampingi masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi kesehatan, penguatan literasi digital, hingga pengembangan potensi desa berbasis kearifan lokal.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi Tahun 2026. Dengan semangat kolaboratif, para mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, dan Cirebon untuk melaksanakan program pengabdian yang berorientasi pada digitalisasi layanan masyarakat, penguatan ekonomi desa, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, serta optimalisasi potensi lokal melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data. Pelaksanaan KKN ini merupakan hasil sinergi yang telah dipersiapkan bersama Bapperida empat kabupaten tersebut. 

Melalui pelaksanaan KKN 2026, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan insan intelektual yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta komitmen kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. KKN menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di era transformasi digital.

Tim KKN UMUS Kecamatan Moga Perkuat Kolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Pemalang untuk Akselerasi Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Tim KKN Kecamatan Moga mengusung tema “Moga Berkah dan Barokah: Kolaborasi Service Learning untuk Penguatan Desa Wisata, UMKM, Pertanian, Kesehatan Masyarakat, dan Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal” sebagai komitmen menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak, adaptif, dan berkelanjutan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Agiezta Premana, M.Kom. Program yang dilaksanakan di Desa Banyumudal dan Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang ini diawali dengan kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pemalang. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menyelaraskan program kerja mahasiswa dengan arah pembangunan daerah sehingga pelaksanaan KKN mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di bawah arahan Agiezta Premana, M.Kom., mahasiswa didorong untuk mengimplementasikan pendekatan service learning, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan desa.

Kolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Pemalang menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program kerja selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berdampak serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program prioritas meliputi penguatan desa wisata, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pertanian, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan literasi digital berbasis potensi lokal. Seluruh program dirancang melalui pendekatan partisipatif sehingga masyarakat menjadi subjek utama dalam setiap proses pemberdayaan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui semangat “Moga Berkah dan Barokah”, Tim KKN Kecamatan Moga optimistis mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi desa, mengembangkan potensi wisata, serta mempercepat transformasi digital di Desa Banyumudal dan Desa Moga.

Pelaksanaan KKN ini sekaligus menjadi implementasi komitmen UMUS sebagai Kampus Berdampak, yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan pendampingan Agiezta Premana, M.Kom., Tim KKN Kecamatan Moga diharapkan mampu menjalankan program pengabdian yang berkelanjutan, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.

UMUS Wujudkan Kampus Berdampak, pembekalan 271 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi di Empat Kabupaten melalui SMART-KKN

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak melalui penyelenggaraan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti 271 mahasiswa. Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS Brebes di Aula UMUS, Rabu (25/6), menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon.

Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri,” pembekalan tahun ini menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga wahana penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian. Jadilah agen perubahan yang mampu membangun kolaborasi, menjaga nama baik almamater, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Untuk memperkaya perspektif peserta, pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Riset dan Publikasi LPPM UMUS Brebes, Andi Yulianto, S.Si., M.M. Sesi ini menghadirkan Dwi Kusumayanti, S.K.M., M.K.M., Peneliti Ahli Muda Bapperida Kabupaten Cirebon, Nurul Hidayat, S.H., M.T., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Brebes, Sulistyaminah, S.Sos., M.E., Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan Bapperida Kabupaten Tegal, serta Deri Surachman, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Pemalang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keempat narasumber membahas strategi pembangunan daerah, penguatan riset dan inovasi, serta pentingnya penyusunan program KKN yang berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat. Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kebermanfaatan, keberlanjutan program, serta kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Andi Yulianto, S.Si., M.M. juga memaparkan implementasi SMART-KKN, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi tata kelola Kuliah Kerja Nyata yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh proses pelaksanaan KKN, mulai dari penyusunan program kerja, pengisian logbook harian, unggah dokumentasi, pelaporan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi secara real-time oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurut Andi, kehadiran SMART-KKN merupakan salah satu inovasi UMUS dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Melalui SMART-KKN, proses pelaksanaan dan pelaporan KKN menjadi lebih mudah, cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain memudahkan mahasiswa dan DPL, aplikasi ini juga menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala LPPM UMUS Brebes, Dr. (Cand.) Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., mengapresiasi seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah mitra, yang telah mendukung penyelenggaraan KKN Tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dan berdampak.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal, menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan wilayah, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kehadiran SMART-KKN juga menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam menghadirkan tata kelola KKN yang modern, berbasis teknologi, dan selaras dengan semangat Kampus Berdampak,” ungkapnya.

Selama masa pengabdian, 271 mahasiswa UMUS akan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan, penguatan UMKM, hingga digitalisasi desa sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah penempatan. Melalui pembekalan ini, UMUS kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.

Dengan dukungan SMART-KKN dan kolaborasi bersama pemerintah daerah di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon, pelaksanaan KKN 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya inovasi dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

UMUS Brebes Diabadikan dalam Perangko Prisma PT Pos Indonesia, Ketua Yayasan dan Rektor Jadi Ikon Pendidikan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menorehkan kebanggaan. PT Pos Indonesia Cabang Brebes melalui Arifiyan menyerahkan Perangko Prisma kepada Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., sebagai simbol apresiasi atas dedikasi dan kontribusi UMUS dalam memajukan dunia pendidikan.

Perangko Prisma tersebut menampilkan foto Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi dan Rektor UMUS Brebes yang diabadikan dalam perangko resmi Indonesia. Kehadiran perangko ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus dokumentasi sejarah atas kiprah tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes.

Penyerahan Perangko Prisma berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna. Arifiyan menyampaikan bahwa Perangko Prisma merupakan inovasi PT Pos Indonesia yang memungkinkan tokoh, institusi, maupun peristiwa penting untuk diabadikan dalam media filateli yang memiliki nilai historis dan koleksi.

“Perangko bukan sekadar alat pengiriman surat, tetapi juga menjadi media yang dapat merekam perjalanan dan kontribusi seseorang maupun lembaga bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Pos Indonesia Cabang Brebes atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghormatan yang diberikan melalui Perangko Prisma tidak hanya ditujukan kepada figur yang ditampilkan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan bagi seluruh keluarga besar UMUS. Baca Juga: Family Gathering FEB UMUS 2026: Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi Tri Dharma “Ini merupakan kebanggaan bagi UMUS Brebes.

Perangko ini menjadi simbol perjalanan panjang yang dibangun bersama oleh yayasan, civitas akademika, mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Semoga menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMUS Brebes berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diabadikannya Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi dan Rektor UMUS dalam Perangko Prisma menjadi bukti bahwa dedikasi di bidang pendidikan mampu mendapatkan pengakuan dan apresiasi yang lebih luas.

Melalui Perangko Prisma ini, semangat pengabdian dan perjuangan dalam membangun pendidikan yang dilakukan oleh Yayasan Muhadi Setiabudi dan UMUS Brebes kini turut terukir dalam lembar filateli Indonesia.

Momentum ini semakin mengukuhkan posisi UMUS Brebes sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif membangun inspirasi, karakter, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebuah penghormatan yang sederhana, namun sarat makna, karena mengabadikan dedikasi pendidikan dalam sebuah karya yang akan dikenang lintas generasi.

Kepala LPPM UMUS Dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah 4 Forkom LPPM Jawa Tengah

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SEMARANG — Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah 4 Forum Komunikasi (Forkom) LPPM Perguruan Tinggi Jawa Tengah Periode 2026–2030.

Prosesi pengukuhan yang didasarkan pada Keputusan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Nomor 691/LL6/AL.04/2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., di Gedung H Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, Senin (22/6/2026).

Sebagai Koordinator Wilayah 4, Prasetyo membawahi koordinasi perguruan tinggi di kawasan eks-Karesidenan Pekalongan, Tegal, Brebes, hingga Kendal. Ia mengemban tugas memperkuat sinergi, komunikasi, dan kolaborasi antarlembaga penelitian dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Prasetyo menyampaikan bahwa amanah baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kelembagaan dan mengembangkan program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga dengan dikukuhkannya kepengurusan periode baru ini, kapasitas penelitian dan pengabdian masyarakat dapat terus ditingkatkan. UMUS siap bersinergi dengan perguruan tinggi lain, khususnya di Wilayah 4, dalam mengembangkan inovasi secara berkelanjutan,” ungkap Prasetyo.

Selain mengukuhkan koordinator wilayah, agenda ini juga meresmikan jajaran pengurus pusat Forkom LPPM Jateng, di antaranya Drs. Agus Wibowo, S.H., M.Si. (Untag Semarang) sebagai Ketua Umum dan Dr. Iswoyo, S.Pt., M.P. (Universitas Semarang) sebagai Sekretaris Umum.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam arahannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menekankan pentingnya pembentukan konsorsium penelitian lintas perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, hilirisasi inovasi, serta menghasilkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Tim Riset dan Pengembangan LLDIKTI Wilayah VI, pengurus forum periode sebelumnya, serta perwakilan dari sekitar 40 LPPM perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Jawa Tengah.

LPPM UMUS Sosialisasikan SMART-KKN kepada Tim Monitoring dan Evaluasi KKN 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar kegiatan sosialisasi SMART-KKN (Sistem Manajemen Administrasi dan Registrasi Terpadu-KKN) kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi digital dalam pengelolaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar lebih efektif, terintegrasi, dan akuntabel.

Pada tahun ini, KKN UMUS mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.” Tema tersebut menjadi arah pelaksanaan berbagai program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh tim monitoring dan evaluasi memahami mekanisme operasional sistem yang akan digunakan selama pelaksanaan KKN 2026. Melalui pemanfaatan SMART-KKN, berbagai proses administrasi dan pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dikelola melalui satu platform digital yang terintegrasi.

Menariknya, SMART-KKN merupakan inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh Tim Panitia KKN UMUS Tahun 2026 (Andi Yulianto, S.SI., M.M. sebagai developer dan Elinda Umisara, M.Pd. sebagai konseptor sistem) sebagai respons terhadap kebutuhan pengelolaan KKN yang semakin kompleks dan dinamis. Pengembangan sistem ini dilakukan untuk mendukung digitalisasi tata kelola KKN, mulai dari proses registrasi peserta hingga monitoring dan evaluasi kegiatan di lapangan. Kehadiran SMART-KKN menjadi wujud komitmen panitia dalam menghadirkan layanan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kemudahan pengguna.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan SMART-KKN merupakan bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kualitas tata kelola program pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi informasi. Menurutnya, digitalisasi pengelolaan KKN menjadi kebutuhan penting untuk mendukung efektivitas koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, tim monitoring dan evaluasi, serta pengelola KKN.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“SMART-KKN dirancang untuk menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih tertata, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh pihak yang terlibat. Melalui sistem ini, proses administrasi, monitoring, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya. Dalam kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai fitur utama yang tersedia pada SMART-KKN.

Sistem tersebut mencakup layanan registrasi peserta, pengelolaan data kelompok dan lokasi KKN, penugasan dosen pembimbing lapangan, monitoring kegiatan mahasiswa, unggah laporan, dokumentasi kegiatan, hingga penyusunan laporan monitoring dan evaluasi secara digital.

Tim Monitoring dan Evaluasi KKN 2026 diberikan pelatihan terkait penggunaan dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan perkembangan kegiatan mahasiswa secara real time. Melalui fitur tersebut, tim monev dapat mengakses informasi mengenai kehadiran mahasiswa, progres program kerja, laporan kegiatan, serta berbagai dokumentasi yang diunggah dari lokasi KKN.

Selain memberikan kemudahan dalam proses pengawasan, SMART-KKN juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan selama pelaksanaan program. Data yang tersimpan secara terpusat memungkinkan LPPM dan tim monev melakukan analisis terhadap capaian kegiatan, identifikasi kendala di lapangan, serta penyusunan rekomendasi perbaikan untuk pelaksanaan KKN pada periode berikutnya.

Diskusi yang berlangsung selama sosialisasi menunjukkan antusiasme peserta terhadap implementasi sistem baru tersebut. Berbagai masukan disampaikan untuk penyempurnaan fitur dan penguatan aspek teknis agar SMART-KKN dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui implementasi SMART-KKN, LPPM UMUS berharap pelaksanaan KKN Tahun 2026 dapat berlangsung dengan tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berbasis data. Kehadiran sistem ini juga menjadi bagian dari transformasi digital institusi dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

SMART-KKN diharapkan tidak hanya menjadi sarana administrasi dan pelaporan, tetapi juga menjadi platform kolaborasi yang memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelaksanaan KKN yang berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan. Pengembangan sistem ini sekaligus menunjukkan kemampuan dan inovasi internal UMUS dalam menghasilkan solusi digital yang mendukung peningkatan mutu layanan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa PBSI UMUS Sukses Pentaskan Drama “Benta-Benti”, Wujudkan Luaran OBE melalui Panggung Teater

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Auditorium Gedung Utama Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dipenuhi antusiasme penonton dalam pementasan drama “Benta-Benti” yang dipersembahkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMUS. Kegiatan yang dibimbing oleh Drs. Ghufroni, M.Pd. ini merupakan luaran akhir Mata Kuliah Apresiasi Kajian Drama yang dirancang sebagai implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE).

Melalui kolaborasi dengan UKM Teater Brambang UMUS, mahasiswa diberikan ruang untuk mengaktualisasikan capaian pembelajaran dalam bentuk karya nyata yang dapat dinikmati publik. Sebagai bagian dari pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori drama dan apresiasi sastra secara konseptual, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi melalui proses kreatif yang komprehensif, mulai dari pembacaan naskah, interpretasi tokoh, penyusunan artistik, manajemen pertunjukan, kerja kolaboratif, hingga pementasan di atas panggung.

Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena menghasilkan luaran yang terukur, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri kreatif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Drama Benta-Benti mengangkat kisah kehidupan masyarakat desa yang menghadapi kemarau panjang, ketimpangan sosial, serta konflik antara kepentingan ekonomi dan nilai kemanusiaan. Melalui alur cerita yang kuat dan penuh makna, mahasiswa berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, kebersamaan, serta ketulusan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Konflik yang diperankan oleh para tokoh mampu menggambarkan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga memberikan pengalaman reflektif bagi para penonton.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, pegiat seni, serta para pecinta sastra yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pementasan. Penampilan para pemeran yang mampu menghidupkan karakter, didukung tata panggung, tata suara, dan penghayatan yang baik, membuat suasana auditorium terasa hidup dan penuh emosi dari awal hingga akhir pertunjukan.

Ketua Program Studi PBSI UMUS, Robet Rizkiyono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh mahasiswa yang telah bekerja keras mempersiapkan pementasan tersebut. Menurutnya, kegiatan teater merupakan bagian penting dalam pembelajaran PBSI karena mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. “Pementasan drama seperti ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam karya nyata.

Kami sangat mengapresiasi semangat, kerja sama, dan kreativitas mahasiswa PBSI yang telah menampilkan pertunjukan berkualitas dan sarat nilai edukatif. Ini menunjukkan bahwa sastra dapat hidup dan memberi makna melalui panggung pertunjukan,” ujarnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., menilai bahwa kegiatan seni pertunjukan merupakan salah satu bentuk pembelajaran transformatif yang mampu membentuk karakter mahasiswa secara utuh. “Drama bukan hanya tentang kemampuan berakting, tetapi juga tentang membangun empati, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap realitas sosial.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi insan akademik yang humanis, kreatif, dan berbudaya. FKIP UMUS akan terus mendukung kegiatan akademik berbasis praktik yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berkarakter,” tuturnya.

Dosen pengampu sekaligus pembimbing kegiatan, Drs. Ghufroni, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa selama proses latihan hingga pementasan berlangsung. Menurutnya, teater merupakan media pembelajaran yang efektif untuk mengasah kemampuan berbahasa, apresiasi sastra, kreativitas, serta sensitivitas mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Dosen FKIP UMUS Brebes Raih Gelar Doktor di UNY, Kembangkan Model REAPQ Berbantuan Teks Multimoda Interaktif

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Atikah Mumpuni, M.Pd., berhasil menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model REAPQ (Read, Encode, Annotate, Ponder, Question) Berbantuan Teks Multimoda Interaktif dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar.”

Sidang terbuka tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Atikah Mumpuni yang selama ini dikenal sebagai dosen PGSD FKIP UMUS dengan rekam jejak penelitian yang kuat di bidang literasi, pembelajaran bahasa, dan pendidikan dasar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Disertasi yang dikembangkan menawarkan inovasi pembelajaran membaca pemahaman melalui model REAPQ, yang mengintegrasikan aktivitas membaca, mengodekan informasi, memberikan anotasi, melakukan refleksi mendalam, serta menyusun pertanyaan kritis dengan dukungan teks multimoda interaktif. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengonstruksi makna dari berbagai bentuk informasi digital.

Dalam paparannya, Atikah Mumpuni menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakteristik generasi digital. Melalui model REAPQ berbantuan teks multimoda interaktif, siswa didorong menjadi pembaca aktif yang mampu berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif dalam memahami informasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari keluarga besar FKIP UMUS. Hadir dalam sidang terbuka tersebut Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., serta Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nurpratiwiningsih, M.Pd., yang memberikan dukungan langsung kepada promovendus. Keduanya merupakan bagian dari sivitas akademika FKIP UMUS yang selama ini aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik di lingkungan kampus.

Didik Tri Setiyoko menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UMUS dalam meningkatkan kualitas dosen melalui studi lanjut dan penguatan budaya riset. Menurutnya, lahirnya doktor-doktor baru akan memperkuat kontribusi UMUS dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang pendidikan dasar yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Laelia Nurpratiwiningsih menilai bahwa hasil penelitian disertasi tersebut memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi membaca yang saat ini menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Keberhasilan Atikah Mumpuni meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FKIP dan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk terus berinovasi dalam menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Dengan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan inovasi pendidikan berbasis riset, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025