Universitas Muhadi Setiabudi

Mahasiswa Manajemen UMUS Praktik Kelola Modal dan Pemasaran di Perpustakaan Kampus

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melakukan terobosan metode pembelajaran pada mata kuliah Manajemen UMKM dan Perusahaan. Alih-alih terpaku di ruang kelas konvensional, para mahasiswa diajak menyelami dunia usaha melalui praktik langsung yang dipusatkan di Perpustakaan UMUS, belum lama ini.

Di bawah bimbingan dosen pengampu, Hendri Sucipto, M.Si., suasana perpustakaan disulap menjadi ruang laboratorium bisnis yang dinamis. Mahasiswa tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung disuguhi simulasi pengelolaan permodalan dan strategi pemasaran untuk usaha kecil.

​Pemilihan perpustakaan sebagai lokasi belajar bukan tanpa alasan. Hendri Sucipto menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki basis data yang kuat saat menyusun konsep bisnis.

“Mahasiswa perlu memahami cara menghitung kebutuhan modal, mengatur arus kas, hingga menentukan strategi pemasaran. Dengan belajar di perpustakaan, mereka bisa langsung mengakses rujukan jurnal dan buku relevan untuk memperkuat analisis mereka,” ujar Hendri.

(Dok HUMAS UMUS Brbes)

Dalam sesi tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk:

  • Menyusun perencanaan modal usaha.
  • Menentukan struktur harga produk yang kompetitif.
  • ​Merancang strategi promosi yang efektif dan aplikatif.

Metode pembelajaran yang interaktif ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Juita Limbong, salah satu mahasiswa, mengaku lebih mudah menyerap materi karena suasana belajar yang tidak monoton. Hal senada diungkapkan oleh Nur Hikmahwati.
​”Kami jadi tahu bahwa mengelola usaha butuh perencanaan matang, terutama soal keuangan. Bimbingan Pak Hendri sangat membantu kami memahami langkah-langkah praktisnya,” tutur Nur.

​Pihak pengelola Perpustakaan UMUS turut mendukung penuh inisiatif ini. Kegiatan tersebut dinilai berhasil mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang kolaborasi akademik yang mendukung kreativitas, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
​Melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif ini, lulusan Manajemen UMUS diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang profesional serta siap menghadapi tantangan nyata di dunia industri. 

UMUS Brebes Perkuat Jejaring Akademik Mahasiswa melalui Studi Banding HIMPRO PGSD, Tekankan Kolaborasi sebagai Ruang Belajar Nyata

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat peran strategis organisasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan studi banding yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMPRO PGSD) UMUS Brebes periode 2025/2026 bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA (HMPS PIPA) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal periode 2025/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Benih Pengetahuan, Memetik Hasil Kolaborasi” ini diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Universitas Pancasakti Tegal. Studi banding ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, pengalaman organisasi, serta memperluas jejaring akademik lintas perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina HIMPRO PGSD UMUS Brebes, Ibu Diah Sunarsih, M.Pd, serta Ketua Program Studi Pendidikan IPA UPS Tegal, Fahmi Fatkhomi, M.Pd. Turut hadir Ketua Umum HIMPRO PGSD UMUS Brebes Khofifah Yuliana Sari, Ketua Umum HMPS PIPA UPS Tegal Salsa Bilahasna, Ketua Pelaksana kegiatan Annis Fadhila, serta jajaran pengurus dan anggota dari kedua himpunan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Ketua Umum HIMPRO PGSD UMUS Brebes dan Ketua Umum HMPS PIPA UPS Tegal. Dalam sambutannya, para pimpinan organisasi mahasiswa menekankan pentingnya sinergi, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari penguatan soft skills dan kepemimpinan mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pembina HIMPRO PGSD UMUS Brebes, Ibu Diah Sunarsih, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan studi banding merupakan bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang belajar nyata yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan kolaboratif mahasiswa.

“Studi banding ini bukan sekadar bertukar program kerja, tetapi menjadi proses menanam nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Organisasi mahasiswa harus berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan agar mahasiswa, khususnya calon guru PGSD, memiliki kesiapan akademik dan sosial secara seimbang,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan IPA UPS Tegal, Fahmi Fatkhomi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap agar kerja sama antarmahasiswa dapat terus berlanjut dan berkembang ke arah kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang kemahasiswaan maupun akademik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMUS Brebes, Ibu Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd. Menurutnya, kegiatan studi banding antarhimpunan mahasiswa merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Prodi PGSD. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kolaboratif lintas perguruan tinggi mampu membentuk calon guru yang adaptif, komunikatif, dan memiliki kemampuan kerja sama yang kuat.

Apresiasi serupa turut disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMUS Brebes, Didik Trisetyoko, M.Pd. Meski tidak hadir secara langsung, beliau menyampaikan dukungan dan apresiasinya saat ditemui di sela-sela kesibukan akademik dan kelembagaan.

Menurutnya, kegiatan studi banding antarorganisasi mahasiswa merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan budaya kolaborasi, memperluas wawasan organisasi, serta memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.

Agenda inti kegiatan diisi dengan sesi sharing organisasi yang membahas program kerja unggulan, tata kelola organisasi, dinamika kepengurusan, serta inovasi kegiatan kemahasiswaan. Sesi ini berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan selanjutnya diisi dengan pembacaan kesan dan pesan dari perwakilan masing-masing himpunan sebagai bentuk refleksi bersama.

Sebagai simbol persahabatan dan penguatan sinergi, kedua himpunan saling menyerahkan kenang-kenangan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama, pembuatan konten kreatif, serta salam-salaman guna mempererat tali silaturahmi antarmahasiswa.

Melalui kegiatan studi banding ini, UMUS Brebes berharap terbangun hubungan kelembagaan yang semakin erat antara HIMPRO PGSD UMUS Brebes dan HMPS PIPA UPS Tegal. Semangat berbagi pengetahuan, pengalaman organisasi, dan kolaborasi lintas disiplin diharapkan menjadi fondasi lahirnya program-program inovatif yang berkontribusi pada pengembangan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing di masa depan.

UMUS Perkuat Akuntabilitas KIP Kuliah Aspirasi Lewat Evaluasi Ketat

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi dan kualitas tata kelola bantuan pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui agenda Pembinaan dan Evaluasi KIP Kuliah Aspirasi Angkatan 2025 yang digelar di Ruang Senat Pascasarjana UMUS, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan rutin tiap semester ini diikuti oleh 59 mahasiswa penerima beasiswa. Selain sebagai bentuk kewajiban institusi terhadap LLDikti Wilayah VI, evaluasi ini menjadi barometer krusial untuk menentukan keberlanjutan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa di semester mendatang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMUS, Mohammad Hasdar, MSc., Ph.D., didampingi staf Bagian Kemahasiswaan Agiezta Premana, M.Kom., serta Kepala PMB UMUS, Hendri Sucipto, M.M. Istimewanya, agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, yang memberikan dukungan langsung terhadap efektivitas program aspirasi tersebut di lingkungan kampus.

“KIP Kuliah Aspirasi bukan sekadar bantuan finansial, melainkan instrumen strategis untuk pemerataan akses pendidikan tinggi. Mahasiswa wajib menjaga integritas, disiplin, dan capaian akademik sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah negara,” tegas Mohammad Hasdar dalam sambutannya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sesi teknis, Agiezta Premana, M.Kom. memaparkan sejumlah poin evaluasi yang menjadi syarat mutlak keberlanjutan beasiswa, di antaranya:

  • ​Kepatuhan Regulasi: Memenuhi standar IPK minimal yang ditetapkan.
  • Kedisiplinan Administratif: Ketepatan waktu dalam pelaporan laporan perkembangan studi.
  • ​Integritas Personal: Keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan karakter.

Kehadiran pihak Komisi X DPR RI semakin mempertegas sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa beasiswa KIP Kuliah tepat sasaran dan transparan bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu namun memiliki potensi akademik unggul.

​Melalui evaluasi ini, UMUS tidak hanya membidik prestasi angka di atas kertas, tetapi juga mendorong angkatan 2025 untuk tumbuh menjadi lulusan yang berdaya saing dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Dengan tata kelola yang akuntabel dan berorientasi mutu, UMUS optimis mampu menjalankan mandat pembangunan pendidikan nasional serta menghasilkan SDM yang berkualitas bagi bangsa. 

Perkuat Kolaborasi Akademik, FBS Undiksha dan FKIP UMUS Brebes Jalin MoU dalam Kegiatan KKL

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali menjalin kerja sama akademik dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa.

Kolaborasi ini mempertemukan dua fakultas yang sama-sama telah mengantongi akreditasi Unggul, sebagai wujud komitmen bersama dalam penguatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dan karakter. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 1 Februari 2026.

Kegiatan KKL diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester VI FKIP UMUS Brebes, serta mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keterlibatan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi ini menciptakan ruang kolaborasi akademik yang memperkaya perspektif keilmuan sekaligus memperkuat praktik pembelajaran lintas institusi.
Hadir mewakili FKIP UMUS Brebes, Dekan FKIP Didik Trisetyoko, M.Pd, didampingi Ketua Program Studi PGSD Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd, Ketua Program Studi PBSI Robert Rizkiyono, M.Pd, Kepala LP3M Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd, serta sejumlah dosen di lingkungan PGSD dan PBSI.

Dari pihak Undiksha, kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd, Ketua Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum, Sekretaris Jurusan Dr. I Ketut Paramarta, S.S., serta Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Ni Made Rai Wisudariani, M.Pd.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan visiting lecture sebagai forum akademik lintas kampus yang berlangsung interaktif. Dosen FKIP UMUS Brebes, Mu’amar, M.Pd.I, menyampaikan materi bertema “Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal sebagai Sarana Pendidikan Karakter”, yang menekankan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembentukan nilai-nilai karakter peserta didik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Dr. I Wayan Arsita dari Undiksha memaparkan materi mengenai bahasa dan kearifan lokal sebagai fondasi pelestarian budaya dan penguatan pendidikan karakter. Paparan kedua narasumber tersebut disambut antusias oleh peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi aktif antara mahasiswa UMUS Brebes dan mahasiswa Undiksha dengan para narasumber.

Melalui sesi ini, mahasiswa menggali lebih dalam penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal, integrasi bahasa dan budaya daerah dalam pembelajaran, serta relevansinya dalam konteks pendidikan masa kini.

Melalui kegiatan KKL yang terintegrasi dengan penandatanganan MoU dan visiting lecture interaktif ini, FBS Undiksha dan FKIP UMUS Brebes yang sama-sama terakreditasi Unggul berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penguatan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pembentukan karakter peserta didik sekaligus peningkatan kompetensi mahasiswa calon pendidik di era global. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Perkuat Sinergi Akademis, Kapolres Brebes Sambangi Kampus UMUS

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam upaya memperkokoh kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan kunjungan silaturahmi resmi ke Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada Kamis, 29 Januari 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektor UMUS tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam menjaga stabilitas wilayah serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Brebes.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kapolres Brebes hadir didampingi oleh jajaran pejabat utama (PJU) Polres Brebes, di antaranya, AKP Suhermanto, S.H. (Kasat Intelkam),
​Kompol Mulyono, S.H., M.H. (Kabag Ren) dan Iptu Indra (Kasi Humas).

Rombongan disambut hangat oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., yang didampingi oleh ketiga Wakil Rektor: Dr. Moh. Toharudin (Bidang I), Otong Syaeful Bachri, M.Kom. (Bidang II), dan Mohammad Hasdar, Ph.D. (Bidang III).

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni biasa. Ada beberapa poin krusial yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut:

  • Stabilitas Keamanan: Memastikan lingkungan kampus tetap kondusif sebagai pusat pembelajaran.
  • Penguatan Edukasi Kebangsaan: Menanamkan nilai-nilai nasionalisme guna menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa.
  • Kolaborasi Akademik: Peluang sinergi dalam kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan peran kepolisian sebagai mitra edukasi hukum dan ketertiban.

“Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran hukum yang kuat,” ujar perwakilan rombongan dalam sesi tersebut.

Pertemuan ditutup dengan suasana akrab, menandai babak baru kerja sama yang lebih erat antara Polres Brebes dan UMUS dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

UMUS Peringati Hari Gizi Nasional ke-66 Lewat Seminar “Safe Food, Better Life”

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 dengan menggelar seminar bertema “Safe Food, Better Life: Integrasi HACCP dalam Pangan Bergizi”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.

Seminar tersebut diikuti oleh ahli gizi SPPG, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu pangan dan gizi. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan, khususnya terkait penerapan keamanan pangan dalam praktik sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Rifatul Masrikhiyah, S.TP., M.Gizi, dosen Gizi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Nurly Qurrota Aini, S.Gz., M.Gizi, ahli gizi dari RSUI Mutiara Bunda. Keduanya memaparkan pentingnya penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai pendekatan preventif untuk menjamin keamanan pangan sejak proses produksi hingga konsumsi.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Gizi UMUS, Anggray Duvita Wahyani, S.Gz., M.Gizi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Gizi Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam menjawab tantangan gizi masyarakat.

Ia menekankan bahwa isu keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya di lingkungan akademik tetapi juga di masyarakat luas.

“Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa, ahli gizi, dan masyarakat umum dapat memahami bahwa pangan bergizi harus dibarengi dengan jaminan keamanan. Inilah esensi dari tema Safe Food, Better Life yang kita gaungkan bersama,” ujar Anggray Duvita Wahyani.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (PIKES) UMUS, Dr. Yan El Rizal UD., M.Sc., memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan gizi dan kesehatan masyarakat saat ini, terutama dalam memastikan pangan yang dikonsumsi tidak hanya bernilai gizi tinggi tetapi juga aman.

“Seminar ini memberikan edukasi yang penting dan aplikatif. Keamanan pangan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari kualitas gizi, sehingga pemahaman tentang HACCP perlu terus diperluas,” ungkapnya.

Pada sesi materi, Rifatul Masrikhiyah menegaskan bahwa pangan bergizi tidak akan bermakna apabila tidak aman untuk dikonsumsi. Integrasi prinsip HACCP dinilai mampu meminimalkan risiko kontaminasi biologis, kimia, dan fisik yang berdampak pada kesehatan.

Senada dengan itu, Nurly Qurrota Aini menyoroti pentingnya penerapan HACCP di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, guna mendukung proses penyembuhan pasien dan meningkatkan mutu layanan gizi.

Melalui seminar ini, UMUS berharap peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara keamanan pangan dan gizi seimbang. Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Safe Food, Better Life.

Transformasi Budaya Riset: Mahasiswa PGSD UMUS Hibahkan Laporan PTK ke Perpustakaan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mengambil langkah konkret dalam mewujudkan visi sebagai kampus berbasis riset (Research-Based University). Pada Rabu (28/1/2026), mahasiswa Semester 5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) secara resmi menyerahkan kumpulan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) orisinal mereka kepada UPT Perpustakaan UMUS.

Langkah ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan sebuah terobosan untuk mengubah tugas kuliah menjadi aset pengetahuan yang dapat diakses oleh publik ilmiah secara luas.

​Selama ini, laporan penelitian mahasiswa sering kali hanya berakhir sebagai tumpukan berkas tak tersentuh. Namun, di bawah arahan dosen pakar pendidikan, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., paradigma tersebut diubah total.

​”Kami ingin menciptakan ekosistem di mana mahasiswa bangga akan karyanya. Dengan menyerahkan laporan ini ke perpustakaan, mereka sedang membangun rekam jejak intelektual. Ini adalah langkah awal mewujudkan UMUS sebagai kampus riset yang membumi,” ujar Dr. Toharudin dalam sambutannya.

Selama satu semester penuh, para mahasiswa terjun langsung ke berbagai sekolah dasar di wilayah Brebes untuk membedah masalah nyata di lapangan—mulai dari rendahnya minat baca hingga pemanfaatan media pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang tengah tren di tahun 2026.

Beberapa poin penting dalam riset mereka meliputi:
​Inovasi Model Pembelajaran: Penerapan Problem Based Learning dan Project Based Learning.
​Kearifan Lokal: Penggunaan budaya khas Brebes sebagai media pembelajaran tematik.
​Solusi Spesifik: Strategi peningkatan numerasi di sekolah-sekolah pesisir.

Natasya, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan bahwa bimbingan ketat yang mereka terima memacu validitas data yang tinggi. “Kami diajarkan bahwa setiap data harus valid karena akan menjadi rujukan bagi adik tingkat dan praktisi pendidikan,” tuturnya.

​Pihak UPT Perpustakaan UMUS menyambut hangat penyerahan ini. Koleksi riset terapan ini diproyeksikan menjadi referensi primer bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyusun skripsi. Secara institusional, pengarsipan karya ilmiah yang sistematis ini juga menjadi poin krusial dalam penilaian akreditasi program studi.

Dr. Toharudin menekankan bahwa guru masa depan harus memiliki jiwa peneliti yang reflektif dan solutif. Dengan tradisi baru ini, PGSD UMUS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih menjadi agen perubahan yang kredibel melalui literasi dan riset nyata.
​Gerakan ini diharapkan menular ke program studi lain di UMUS, sehingga semangat “Kampus Berbasis Riset” tidak lagi sekadar jargon, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari ruang kelas dan diabadikan di rak perpustakaan.

UMUS Cetak Doktor Baru: Dr. Yan El Rizal Raih IPK Sempurna 4,00 Lewat Inovasi Pakan Itik

Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes. Dr. Yan El Rizal Unzilatirrizqi D., S.Si., M.Sc., salah satu putra terbaik sekaligus dosen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), sukses menyabet gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan predikat Cumlaude dan IPK Sempurna 4,00.

Prestasi gemilang ini diraih melalui riset inovatif yang menyulap limbah kulit bawang merah menjadi solusi pakan ternak fungsional.

Brebes dikenal sebagai tulang punggung bawang merah nasional yang menyumbang sekitar 18,5% produksi Indonesia. Namun, di balik kejayaan tersebut, gunungan limbah kulit bawang seringkali menjadi masalah lingkungan yang belum teratasi.

Dalam disertasinya, Dr. Yan berhasil membuktikan bahwa limbah yang dianggap “tak bernilai” tersebut mengandung senyawa bioaktif tinggi seperti Flavonoid, Quercetin, dan Antioksidan Alami.

“Senyawa ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Bukan hanya untuk manusia, tapi juga krusial bagi kesehatan hewan ternak,” ujar Dr. Yan dalam laporan risetnya.

Solusi Itik Rendah Kolesterol
​Riset yang didampingi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes ini memberikan hasil yang cukup mengejutkan bagi industri peternakan:

  • Penurunan Kolesterol: Penambahan ekstrak kulit bawang merah efektif menurunkan kadar kolesterol pada itik pedaging.
  • Dosis Optimal: Temuan kunci riset menunjukkan bahwa dosis 5% adalah takaran paling optimal untuk menekan angka kolesterol, baik dalam darah maupun jaringan daging itik.

Hasil ini menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan daging itik yang lebih sehat dan rendah lemak.

​Sidang terbuka ini berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan serta dosen UMUS yang datang memberikan dukungan moral.

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M.,menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut.
​”Prestasi Dr. Yan El Rizal dengan IPK 4,00 adalah kebanggaan luar biasa bagi UMUS. Ini membuktikan bahwa dosen kita mampu bersaing di level nasional dengan inovasi yang aplikatif. Kami berharap ilmu ini segera diimplementasikan untuk membantu UMKM dan peternak di Brebes agar memiliki nilai tambah ekonomi yang nyata,” ungkap Dr. Roby Setiadi.

​Inovasi ini dirancang agar mudah diadopsi oleh masyarakat. Melalui proses sederhana—mulai dari pengumpulan, pengeringan, hingga pengolahan menjadi tepung—para peternak dan pelaku UMKM dapat menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan kualitas produk ternak mereka.

Dengan lahirnya doktor baru ini, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang fokus pada solusi masalah lokal berbasis ilmu pengetahuan.

UMUS Konsisten Cetak Talenta Global, Kembali Terbangkan Mahasiswa Magang ke Taiwan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali membuktikan konsistensinya dalam memperluas jejaring internasional. Untuk kesekian kalinya, kampus kebanggaan masyarakat Brebes ini menerbangkan mahasiswa terbaiknya ke luar negeri, kali ini melalui program internship profesional di Taiwan.

Keberlanjutan program ini menjadi bukti nyata bahwa UMUS telah memiliki sistem pembinaan yang matang dan kepercayaan yang tinggi dari mitra industri global.

Pada pengiriman kali ini, dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Muhamad Rizal Fadilah dan Ramadhan Saputra, resmi memulai debut profesional mereka di LI SHEIA ENTERPRISE CO., LTD, Taiwan, sejak Senin (26/1).

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyatakan bahwa pengiriman mahasiswa ke luar negeri telah menjadi bagian dari tradisi akademik yang terus diperkuat.

“Ini bukan pertama kalinya, dan dipastikan bukan yang terakhir. Keberhasilan mahasiswa kita menembus industri Taiwan secara konsisten adalah indikator bahwa kualitas lulusan UMUS semakin diakui oleh pasar kerja internasional,” tegas Dr. Roby.

​Kepercayaan industri di Taiwan terhadap mahasiswa UMUS tidak terlepas dari etos kerja dan kompetensi yang ditunjukkan oleh angkatan-angkatan sebelumnya. Hal ini pula yang membuat pihak industri berani memberikan fasilitas kelas wahid bagi mahasiswa UMUS, mulai dari akomodasi, uang saku, hingga tiket penerbangan gratis.

Agyztia Premana, M.Kom., selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Beasiswa, menambahkan bahwa pihaknya terus mengawal setiap tahapan seleksi agar standar kualitas tetap terjaga. “Kami menjaga amanah dan kepercayaan mitra internasional dengan mengirimkan mahasiswa yang benar-benar siap secara mental dan skill,” ujarnya.

​Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, MSc., Ph.D., berharap keberangkatan Rizal dan Ramadhan yang menyusul jejak senior-senior mereka ini dapat menjadi pelecut semangat bagi mahasiswa lain.
​Dengan rutinitas pengiriman mahasiswa magang internasional ini, UMUS kian mantap bertransformasi menjadi Global University yang tidak hanya jago di tingkat lokal, tapi juga kompetitif di level mancanegara.

​Goes to School, Warek 1 UMUS Berikan Motivasi dan Pentingnya Pendidikan Tinggi

 

Menyongsong era disrupsi dan ketatnya persaingan dunia kerja di masa depan, Universitas Muhadi Brebes (UMUS) terus bergerilya melakukan literasi pendidikan ke berbagai sekolah menengah di wilayah Jawa Tengah. Pada Jumat, 23 Januari 2026, tim “UMUS Goes to School” menyambangi Kabupaten Tegal untuk menggelar sesi motivasi akbar bagi ratusan siswa yang bertempat di Aula Utama MAN 1 Tegal, Slawi.

​Hadir sebagai pembicara utama, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., didampingi oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Rila Melyana Fitri, M.Pd. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sebagai investasi jangka panjang bagi generasi Z.

Dalam paparannya di hadapan para siswa kelas XII, Dr. Moh Toharudin menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan gelar, melainkan proses transformasi pola pikir.

Menurutnya, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di daerah harus terus ditingkatkan agar daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) lokal mampu berbicara di level nasional maupun internasional.

“Adik-adik sekalian, dunia tahun 2026 dan seterusnya tidak lagi hanya bertanya apa ijazahmu, tapi apa yang bisa kamu kerjakan dengan ilmu tersebut. Namun, untuk memiliki kompetensi yang mumpuni, kalian butuh ekosistem akademis yang tepat. Di situlah peran universitas,” ujar Dr. Toharudin dengan penuh semangat.

Ia juga menyoroti fenomena “langsung kerja” setelah lulus sekolah yang sering kali menjebak lulusan pada pekerjaan dengan upah rendah tanpa jenjang karier yang jelas. “Kami ingin mengubah pola pikir bahwa kuliah itu mahal atau sulit. UMUS hadir untuk memberikan akses seluas-luasnya, karena pendidikan adalah hak dasar yang akan memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.

Senada dengan Warek 1, Rila Melyana Fitri, M.Pd., yang merupakan pakar di bidang pendidikan dasar, memberikan sudut pandang mengenai peluang karier di dunia pendidikan. Mengingat ia adalah dosen PGSD, Rila menyoroti betapa besarnya kebutuhan akan tenaga pendidik yang profesional dan melek teknologi di masa depan.

​”Menjadi mahasiswa di bidang pendidikan, seperti PGSD, bukan hanya belajar mengajar di depan kelas. Kita belajar psikologi anak, manajemen kelas, hingga pengembangan konten digital. Di UMUS, kami menyiapkan calon guru yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki empati tinggi,” jelas Rila.

Ia juga memberikan tips praktis bagi siswa MAN 1 Tegal dalam memilih program studi. Rila menyarankan agar siswa mengenali potensi diri sejak dini dan tidak sekadar ikut-ikutan tren. “Pilihlah jurusan yang membuat kalian merasa ‘hidup’ saat mempelajarinya. Jika kalian suka berinteraksi dan ingin membentuk karakter bangsa, bidang kependidikan adalah jawabannya,” tuturnya di sela-sela sesi tanya jawab.

​Komitmen UMUS untuk Masyarakat Tegal dan Indonesia, ​kegiatan “Goes to School” ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhadi Setiabudi Brebes untuk mendekatkan diri kepada masyarakat di wilayah Slawi, Tegal, dan sekitarnya. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMUS menawarkan berbagai skema pendaftaran jalur mandiri, beasiswa, mulai dari Beasiswa KIP-Kuliah, beasiswa prestasi, hingga beasiswa bagi hafidz Al-Qur’an.

Dr. Toharudin menjelaskan bahwa UMUS saat ini telah melakukan banyak inovasi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri (Link and Match). Hal ini dilakukan agar masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan semakin singkat.

“Kami memiliki laboratorium yang lengkap, dosen-dosen praktisi, dan kerja sama dengan berbagai instansi. Siswa dari MAN 1 Tegal memiliki potensi yang luar biasa. Banyak alumni dari sini yang terbukti memiliki kedisiplinan tinggi dan akhlakul karimah yang baik, yang mana itu adalah modal utama di kampus kami,” ungkap pria yang akrab disapa Doktor Toha tersebut.

​Antusiasme dan Dialog Interaktif. Suasana aula tampak hidup saat sesi dialog dibuka. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai cara membagi waktu antara kuliah dan organisasi, serta bagaimana menyikapi biaya pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, tim UMUS memberikan jawaban yang solutif. Dr. Toharudin menegaskan bahwa saat ini banyak jalan menuju bangku kuliah. Pemerintah dan pihak kampus telah menyediakan banyak subsidi. “Jangan jadikan biaya sebagai tembok penghalang. Jadikan itu sebagai tantangan yang harus ditembus dengan prestasi,” tegasnya.

Pihak sekolah MAN 1 Tegal menyambut baik kehadiran jajaran akademisi UMUS. Kepala Sekolah Dr. Kasturi, M.Pd mengungkapkan bahwa bimbingan motivasi langsung dari pejabat universitas seperti Wakil Rektor memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa yang sedang dalam masa bimbang menentukan masa depan.

Di akhir acara, Dr. Moh Toharudin dan Rila Melyana Fitri memberikan apresiasi berupa cinderamata kepada siswa-siswi yang aktif selama sesi berlangsung. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan layanan konsultasi gratis mengenai pemilihan program studi yang dibuka oleh tim pendaftaran UMUS di lokasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Kabupaten Tegal, khususnya dari lulusan Madrasah Aliyah, dapat meningkat secara signifikan pada tahun akademik 2026/2027. UMUS berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis sekolah-sekolah dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025