Universitas Muhadi Setiabudi

LPPM UMUS Sosialisasikan KKN 2026 Bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan Mahasiswa

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES— Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar kegiatan sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Selasa (2/6). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Sosialisasi tersebut menjadi forum strategis bagi LPPM dan para DPL untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan KKN 2026, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa UMUS di berbagai lokasi penempatan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa Dosen Pembimbing Lapangan memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Selain memberikan arahan akademik, DPL juga berfungsi sebagai fasilitator dalam menjalin komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, serta masyarakat di lokasi KKN.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah koordinasi teknis pelaksanaan KKN 2026. Pada sesi tersebut, Ketua Panita KKN, Elinda Umisara, M.Pd., memberikan penjelasan mengenai jadwal kegiatan, mekanisme pembimbingan, tata cara monitoring dan evaluasi, sistem pelaporan, serta berbagai ketentuan yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh DPL selama masa pengabdian mahasiswa di lapangan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Agenda berikutnya adalah penandatanganan Pakta Integritas DPL KKN 2026. Penandatanganan pakta integritas ini merupakan bentuk komitmen para dosen pembimbing untuk melaksanakan tugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui komitmen tersebut, diharapkan seluruh proses pembimbingan dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip akademik dan etika yang berlaku.

Selain kedua agenda tersebut, kegiatan juga diisi dengan pembahasan berbagai aspek teknis lainnya terkait pelaksanaan KKN, mulai dari mekanisme koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, prosedur penanganan kendala di lapangan, strategi pendampingan mahasiswa, hingga proses penilaian dan pelaporan hasil kegiatan KKN.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai masukan dari para Dosen Pembimbing Lapangan terkait kesiapan pelaksanaan program di masing-masing wilayah penempatan. Berbagai saran yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi LPPM dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kesempatan tersebut, Panitia KKN juga menyampaikan bahwa sosialisasi KKN Tahun 2026 bagi mahasiswa peserta KKN dilaksanakan secara daring (online). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada mahasiswa mengenai pedoman pelaksanaan KKN, tata tertib peserta, penyusunan program kerja, mekanisme pelaporan, serta berbagai ketentuan teknis lainnya sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian. Pelaksanaan secara daring diharapkan dapat menjangkau seluruh peserta secara efektif dan memastikan keseragaman informasi yang diterima oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, LPPM UMUS berharap seluruh Dosen Pembimbing Lapangan dan mahasiswa peserta KKN memiliki kesiapan yang optimal dalam melaksanakan program KKN Tahun 2026. Dengan koordinasi yang baik, komitmen yang kuat, serta sinergi antara seluruh pihak yang terlibat, KKN UMUS diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa.

Rektor UMUS Tegaskan Internalisasi Nilai Pancasila bagi Generasi Muda pada Sarasehan Kebangsaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menghadiri sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Sarasehan 81 Tahun Pancasila yang diselenggarakan di Padepokan Kalisoga, Kampus 3 Universitas Harkat Negeri (UHN) dibawah kepemimpinan Sudirman said di Slatri, Brebes, Senin (1/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi kebangsaan yang mempertemukan akademisi, pimpinan perguruan tinggi, tokoh publik, mahasiswa, serta elemen masyarakat dalam memperkuat relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.  Mengusung tema “Pancasila, di antara Otoritas dan Legitimasi Kekuasaan”, sarasehan ini menjadi ruang dialog intelektual yang menyoroti pentingnya moralitas publik, etika kepemimpinan, dan penguatan kesadaran kolektif dalam penyelenggaraan kehidupan demokrasi. Forum ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga nalar kritis kebangsaan dan membangun karakter generasi penerus bangsa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam forum tersebut, Rektor UMUS menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya menjaga eksistensi Pancasila sebagai dasar negara, tetapi memastikan nilai-nilainya benar-benar terinternalisasi dalam karakter generasi muda. Menurutnya, era digital, derasnya arus globalisasi, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila secara lebih kontekstual, adaptif, dan relevan dengan kehidupan generasi saat ini.

“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau simbol formalitas. Tugas perguruan tinggi adalah memastikan nilai gotong royong, toleransi, integritas, keadilan sosial, dan cinta tanah air tumbuh menjadi budaya berpikir serta perilaku generasi muda,” tegasnya dalam sesi dialog kebangsaan. Ia menambahkan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara etik dan kebangsaan. Menurutnya, legitimasi kepemimpinan masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam memadukan kompetensi, empati sosial, dan moralitas publik sebagai manifestasi nilai-nilai Pancasila.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Turut hadir para dosen serta mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi sebagai bagian dari komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang aktif merespons isu-isu kebangsaan, sosial, dan pendidikan karakter berbasis nilai luhur bangsa. Sarasehan ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh nasional, serta berbagai tokoh publik lainnya yang bersama-sama mendiskusikan hubungan antara otoritas, legitimasi kekuasaan, dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan demokrasi Indonesia.  Keikutsertaan UMUS dalam agenda tersebut menegaskan komitmen kampus sebagai kampus berdampak yang tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga aktif mengambil peran dalam membangun kesadaran kebangsaan, memperkuat karakter generasi muda, serta menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

UMUS Gelar Qurban Idul Adha, Wujud Kampus Berdampak

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menggelar agenda tahunan qurban dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai bentuk penguatan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan pengabdian nyata di lingkungan kampus, Kamis (28/5). Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi semangat “Kampus Berdampak”, di mana perguruan tinggi hadir tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, empati, dan kebermanfaatan sosial. Kegiatan qurban dihadiri langsung oleh Rektor Dr. Roby Setiadi beserta jajaran wakil rektor, para dekan, ketua program studi, kepala lembaga, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Kehadiran unsur pimpinan kampus menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga tradisi keagamaan yang sarat nilai edukatif dan sosial.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pada pelaksanaan tahun ini, UMUS menyembelih 1 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang selanjutnya didistribusikan kepada seluruh civitas akademika serta masyarakat di lingkungan kampus sebagai bentuk nyata semangat berbagi dan kepedulian sosial. Prosesi penyerahan hewan qurban dilakukan langsung oleh Rektor sebagai simbol penguatan solidaritas dan kebersamaan di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi.

Kegiatan qurban kali ini diketuai oleh Ketua DKM Kampus Nurul Ilmi, Drs. Ghufroni bersama pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Sinergi lintas unsur tersebut menjadi refleksi nyata budaya kolaboratif kampus dalam membangun nilai religiusitas dan kepedulian sosial.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Dr. Roby Setiadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan qurban tahunan yang dinilai memiliki makna strategis dalam membangun budaya berbagi di lingkungan akademik. Menurutnya, semangat Iduladha perlu dimaknai lebih luas sebagai pendidikan karakter tentang keikhlasan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. “Melalui qurban, kita belajar bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga sejauh mana kita mampu memberi manfaat bagi sesama. Inilah wujud nyata UMUS sebagai kampus berdampak, yang menghadirkan nilai kebermanfaatan bagi civitas akademika dan lingkungan sekitar,” ungkapnya. Momentum Iduladha di UMUS diharapkan terus menjadi tradisi baik yang memperkuat budaya berbagi, gotong royong, serta menumbuhkan karakter mahasiswa yang humanis, religius, dan memiliki sensitivitas sosial tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

UMUS Brebes Terima Kunjungan PKTJ Tegal, Perkuat Sinergi Strategis Pendidikan Tinggi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan akademik dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal sebagai bagian dari penguatan jejaring kelembagaan dan penjajakan kerja sama strategis antarperguruan tinggi, Jum’at (22/5). Pertemuan yang berlangsung di ruang Rektor UMUS tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi konstruktif guna mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rombongan PKTJ Tegal diterima langsung oleh Rektor UMUS Brebes, Roby Setiadi di ruang rektor. Dalam kesempatan tersebut, Rektor didampingi oleh Otong Syaeful Bachri selaku Wakil Rektor II, Mohammad Hasdar selaku Wakil Rektor III, serta Pranoto sebagai Staf Ahli Rektor yang turut memberikan penguatan perspektif strategis terkait arah pengembangan kolaborasi kelembagaan.

Sementara itu, dari pihak PKTJ Tegal hadir langsung Bambang Istiyanto selaku Direktur PKTJ dan Setya Wijayanta selaku Wakil Direktur III. Kehadiran pimpinan PKTJ tersebut menunjukkan komitmen kuat institusi dalam membangun kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi jalan dan pendidikan vokasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan strategis tersebut, kedua institusi membahas rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan formal pelaksanaan berbagai program bersama. Sejumlah agenda kolaboratif yang menjadi fokus pembahasan meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, pengembangan teknologi tepat guna, pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan daerah. Selain itu, kerja sama ini dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan isu-isu strategis seperti transportasi berkelanjutan, keselamatan jalan, lingkungan hidup, inovasi teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan sosial.

Di tengah dinamika transformasi pendidikan tinggi saat ini, sinergi antara UMUS Brebes dan PKTJ Tegal diharapkan mampu melahirkan berbagai program unggulan yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Melalui komunikasi yang intensif serta komitmen bersama yang terbangun, kolaborasi antara UMUS dan PKTJ diyakini akan berkembang menjadi kemitraan akademik yang kuat, produktif, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional Indonesia.

UMUS Perkuat Mutu Pascasarjana melalui Sinergi Akademik dengan Universitas Muria Kudus

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan tinggi dan pengembangan kualitas akademik pada jenjang pascasarjana, delegasi Program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan agenda strategis berupa Memorandum of Understanding (MoU), kerja sama akademik, studi banding, serta pengenalan Program Pascasarjana bersama Universitas Muria Kudus, Kamis (21/5). Kegiatan berlangsung di Gedung Senat Utama Pascasarjana Universitas Muhadi Setiabudi Brebes lantai dasar dan menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antarperguruan tinggi guna memperluas jejaring akademik, berbagi praktik baik (best practices), serta memperkuat daya saing institusi di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam forum akademik tersebut, Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Muria Kudus, Dr. Mulyanto, S.E., S.H., M.Si., M.M., M.H. bersama Sekretaris Program Studi Magister Manajemen, Dr. Ahmad Mukhlisin, S.Pd., S.M., M.M., memperkenalkan berbagai program unggulan Pascasarjana, sistem pengelolaan akademik, serta tantangan pengembangan kualitas program magister di era transformasi digital.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan semangat saling belajar dan bertukar pengalaman mengenai inovasi tata kelola akademik, penguatan kurikulum, peningkatan mutu lulusan, sistem penjaminan mutu, hingga strategi pengembangan institusi yang berkelanjutan. Delegasi dari Universitas Muhadi Setiabudi Brebes dipimpin oleh Dumadi, M.M. beserta jajaran Program Magister Manajemen (MM) UMUS Brebes. Turut hadir pula Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), M. Syariful Ikhwan, M.M. beserta jajarannya yang turut memperkaya diskusi, khususnya terkait penguatan budaya mutu, tata kelola kelembagaan, peningkatan standar akademik, serta strategi pengembangan kualitas program pascasarjana yang berkelanjutan. Kehadiran berbagai unsur kelembagaan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di lain tempat, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda kerja sama akademik dan studi banding tersebut. Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan program pascasarjana agar semakin adaptif, inovatif, dan kompetitif. Ia berharap kegiatan ini mampu menghasilkan tindak lanjut nyata berupa penguatan tata kelola akademik, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan riset kolaboratif, serta inovasi pendidikan yang memberikan dampak positif bagi kemajuan institusi dan kualitas lulusan di masa mendatang.

LPPM UMUS Bahas Peluang Kerja Sama Strategis dengan Bapperida Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES— Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pertemuan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penguatan riset, serta pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan program yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam agenda tersebut hadir Kepala Bapperida Kabupaten Brebes, Dra. Tety Yuliana, M.Pd., Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapperida Brebes, Nurul Hidayat, S.H., M.T., serta tim LPPM UMUS yang terdiri dari Andi Yulianto, M.M. dan Elinda Umisara, M.Pd.

Diskusi berlangsung produktif dengan menyoroti berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan. Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana perguruan tinggi dapat berperan lebih aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program-program kolaboratif yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Di bidang riset, kedua pihak juga membahas kemungkinan pengembangan kerja sama penelitian yang lebih terstruktur. Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi strategis sebagai mitra intelektual pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian ilmiah, pemetaan potensi wilayah, hingga rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan evidence.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain agenda pendidikan dan penelitian, pembahasan secara khusus juga diarahkan pada rencana pelaksanaan KKN UMUS Tahun 2026. Program ini diproyeksikan menjadi wadah pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas lapangan, tetapi juga dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam memperluas dampak tridarma perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri jika ingin menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis agar program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan di lapangan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapperida Brebes, Dra. Tety Yuliana, M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan daerah merupakan bentuk kolaborasi yang sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadirkan pendekatan yang lebih ilmiah dan solutif terhadap berbagai tantangan pembangunan.

Melalui pertemuan ini, LPPM UMUS dan Bapperida Brebes membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis yang memperkuat pembangunan daerah melalui pendidikan, riset, serta pemberdayaan masyarakat yang terimplementasi secara nyata. 

Pertemuan Kampus dengan Alumni dan Mahasiswa Internship di Jepang

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengadakan pertemuan bersama alumni dan mahasiswa yang sedang menjalani program internship di Jepang. Kegiatan ini menjadi bentuk silaturahmi sekaligus upaya mempererat hubungan antara kampus, alumni, dan mahasiswa peserta internship.

Beberapa alumni UMUS yang kini kembali bekerja di Jepang sebelumnya merupakan peserta internship di perusahaan Jepang. Karena memiliki kinerja yang baik serta etos kerja yang tinggi, mereka kembali dipercaya oleh perusahaan untuk bekerja di Jepang sekaligus membimbing mahasiswa UMUS lainnya yang sedang menjalani program internship. Hingga saat ini, UMUS telah menjalin kerja sama dengan 14 perusahaan di bidang pertanian dan pengolahan makanan yang berada di wilayah Prefektur Gunma dan Saitama, Jepang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, pihak kampus juga mendengarkan berbagai masukan dari para alumni terkait pengembangan kurikulum. Masukan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan industri dan perkembangan di perusahaan, sehingga dapat diterapkan menjadi mata kuliah maupun bagian dari materi perkuliahan yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Pertemuan ini dilaksanakan di salah satu restoran halal di Prefektur Gunma, Jepang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Muhamad Hasdar selaku Wakil Rektor III UMUS, Abdul Khamid selaku Dekan Fakultas Teknik UMUS, serta Wahidin selaku Kepala Pengabdian kepada Masyarakat UMUS. 

UMUS Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PURWOKERTO — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kelembagaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, di Hall Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, khususnya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi berbasis kolaborasi multidisipliner. Ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pendidikan, penelitian dan publikasi ilmiah, teknologi informasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penyelenggaraan forum ilmiah dan diseminasi informasi di bidang hukum, pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif, program kunjungan studi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, hingga penempatan mahasiswa magang sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Dr. Heni Susilo Wardoyo. Turut hadir sebagai tuan rumah, Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. Ridwan, M.Ag., bersama 18 pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam forum kolaboratif tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah dengan hadirnya Bupati Banyumas dan Wali Kota Semarang yang memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Dari pihak Universitas Muhadi Setiabudi, kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Muhamad Hasdar, M.Sc., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama lintas institusi yang dinilai mampu membuka ruang inovasi, meningkatkan kualitas akademik, serta memperkuat kompetensi mahasiswa di era transformasi digital dan globalisasi pendidikan tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, M.Kom., M.M., menyatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada aspek administratif kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan program-program implementatif yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia mahasiswa. Program tersebut meliputi penelitian bersama, publikasi ilmiah, magang, forum akademik, serta penguatan literasi hukum di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Hukum menjadi langkah progresif dalam membangun kultur akademik yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam penguatan wawasan hukum, pengembangan kompetensi profesional mahasiswa, serta akselerasi inovasi berbasis riset dan teknologi.

Melalui perjanjian kerja sama ini, Universitas Muhadi Setiabudi optimistis dapat terus memperluas perannya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Hukum — yang saat ini terbagi menjadi Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan — difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, edukasi hukum, hak kekayaan intelektual (HaKI), serta sosialisasi kebijakan baru. Bentuk implementasi kerja sama meliputi program Goes to Campus, pembentukan pusat studi HAM, kuliah umum, hingga pengembangan Corporate University. 

Prodi ITP UMUS Kembali Go International: 10 Mahasiswa Batch 5 Resmi Dikirim Magang ke Jepang

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global melalui pengiriman 10 mahasiswa Program Magang Jepang Batch 5 ke Prefektur Saitama, Jepang. Program internasional ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang pengolahan pasca panen hasil pertanian berbasis teknologi dan industri modern.

Kegiatan pelepasan mahasiswa dilaksanakan secara resmi dengan pengantar dari Ketua Program Studi ITP UMUS, Abdul Bashar, M.TP., serta didukung penuh oleh Wakil Rektor III UMUS, M. Hasdar, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Abdul Bashar, M.TP., menyampaikan bahwa program magang internasional ini bukan sekadar pengalaman kerja luar negeri, tetapi juga bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik global yang mampu meningkatkan keterampilan teknis, etos kerja, hingga kemampuan adaptasi lintas budaya mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknologi pengolahan pasca panen hasil pertanian, tetapi juga belajar disiplin, budaya kerja Jepang, serta penguatan karakter profesional di dunia industri internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMUS, M. Hasdar, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa Batch 5 ini menjadi bukti nyata keseriusan UMUS dalam membuka akses pengalaman internasional bagi mahasiswa. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi kampus dalam menciptakan lulusan unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era industri modern.

Menariknya, program magang ini dilaksanakan tanpa melalui lembaga pelatihan kerja (LPK), melainkan merupakan hasil kerja sama langsung antara UMUS dengan Nippon Academy Jepang serta perusahaan pertanian modern Arai Farm dan Yamazaki Farm. Kolaborasi ini menjadi bentuk kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas mahasiswa UMUS.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di Jepang, para mahasiswa diterima langsung oleh Presiden Direktur Nippon Academy, Hasegawa Sohei. Para peserta magang nantinya akan ditempatkan di wilayah Prefektur Saitama dengan fokus kegiatan pada sektor pengolahan pasca panen hasil pertanian modern yang mengedepankan efisiensi, kualitas produk, serta teknologi pertanian berkelanjutan.

Di lain tempat, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Prodi ITP UMUS dalam mengirimkan mahasiswa magang ke Jepang Batch 5. Menurutnya, program internasional tersebut menjadi salah satu capaian strategis kampus dalam memperluas jejaring kerja sama global sekaligus meningkatkan kualitas lulusan yang kompetitif di tingkat internasional.

Dalam keterangannya, beliau menyampaikan bahwa keberangkatan mahasiswa ke Jepang bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga bukti nyata bahwa mahasiswa UMUS mampu bersaing dan dipercaya oleh mitra industri luar negeri. Program magang internasional ini dinilai sejalan dengan visi universitas dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, inovatif, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja global di era transformasi digital dan industri modern.

“Kepercayaan dari mitra Jepang menjadi motivasi besar bagi kampus untuk terus memperkuat kolaborasi internasional, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Beliau juga berharap mahasiswa peserta magang dapat menjaga nama baik institusi, menunjukkan etos kerja yang tinggi, serta mampu menyerap pengalaman dan teknologi baru yang nantinya dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian dan pangan di Indonesia.

Program magang Jepang Batch 5 ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Prodi ITP UMUS untuk terus memperluas jejaring internasional dan memperkuat implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kehadiran mahasiswa UMUS di Jepang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi, keberanian bersaing secara global, serta membawa nama baik institusi di tingkat internasional.

Dengan semangat “local to global”, Prodi ITP UMUS terus membuktikan bahwa mahasiswa daerah pun mampu menembus dunia internasional melalui kompetensi, kerja keras, dan kolaborasi strategis yang berkelanjutan.

UKM Seni Tari Mahadaya Terima Pembinaan dan Apresiasi dari Universitas Muhadi Setiabudi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Komitmen dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa terus diwujudkan oleh Universitas Muhadi Setiabudi melalui berbagai bentuk pembinaan organisasi kemahasiswaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pemberian apresiasi kepada UKM Seni Tari Mahadaya yang selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan kampus maupun di luar kampus.

UKM Seni Tari Mahadaya dikenal sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang konsisten menghadirkan kreativitas, pelestarian budaya, serta partisipasi aktif dalam mendukung agenda civitas akademika. Kehadiran UKM ini tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat mahasiswa di bidang seni, tetapi juga menjadi representasi identitas budaya kampus di berbagai forum akademik dan nonakademik.

Kegiatan pembinaan tersebut berada di bawah binaan Kaprodi PGSD, Laelia Nur Pratiwiningsih, M.Pd., yang selama ini aktif memberikan pendampingan dan motivasi kepada mahasiswa agar mampu berkembang secara akademis maupun nonakademis. Menurutnya, aktivitas seni tari memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang kreatif, disiplin, komunikatif, dan memiliki jiwa kolaboratif.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan, universitas menyerahkan uang pembinaan kepada UKM Seni Tari Mahadaya. Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh Sindiyani selaku Ketua UKM Seni Tari Mahadaya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., didampingi Kepala Unit Kemahasiswaan, Agista Premana, M.Kom.. Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota UKM yang terus menunjukkan semangat berkarya dan membawa nama baik kampus melalui berbagai penampilan seni dan kegiatan budaya.

Melalui pembinaan ini, diharapkan UKM Seni Tari Mahadaya semakin berkembang sebagai ruang ekspresi kreatif mahasiswa sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya di tengah dinamika era modern. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan soft skills, karakter, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, UKM Seni Tari Mahadaya diharapkan mampu terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk aktif berkontribusi, berprestasi, dan mengharumkan nama universitas di berbagai tingkat kegiatan.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025