Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Brebes Gelar English Club: Tingkatkan Skill Komunikasi, Siapkan Karier Masa Depan

(Dk. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Pusat Bahasa Universitas Muhadi Setiabudi menyelenggarakan kegiatan English Club sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini mengangkat tema “Empowering Communication Skills, Preparing Future Careers”.

English Club ini menghadirkan dua mentor, yaitu Miss Fifi (Ibu Fitriana Kartika Sari, M.Pd) sebagai Mentor 1 dan Miss Elinda (Elinda Umi Sara, M.Pd) sebagai Mentor 2. Keduanya memberikan pendampingan kepada mahasiswa melalui pembelajaran interaktif, praktik percakapan, penguatan kosakata, serta pengembangan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris.

(Dok. English Club UMUS)

Secara keseluruhan, kegiatan English Club ini sangat baik untuk dilanjutkan secara berkelanjutan. Ke depan, kegiatan dapat dikembangkan dengan beberapa variasi seperti praktik public speaking, simulasi interview kerja berbahasa Inggris, diskusi kelompok, presentasi mahasiswa, English debate sederhana, serta pelatihan membuat CV dan perkenalan diri dalam bahasa Inggris.

Dengan demikian, English Club dapat menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang lebih terarah, produktif, dan berdampak nyata bagi kesiapan karier mereka. Menurut Agyztia Premana, koordinator acara ECU Bidang Kemahasiswaan. dalam pelaksanaannya, mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi English Club. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak aktif berdiskusi, berlatih berbicara, serta membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris.

(Dok. English Club UMUS)

Secara keseluruhan, kegiatan English Club ini sangat baik untuk dilanjutkan secara berkelanjutan. Ke depan, kegiatan dapat dikembangkan dengan beberapa variasi seperti praktik public speaking, simulasi interview kerja berbahasa Inggris, diskusi kelompok, presentasi mahasiswa, English debate sederhana, serta pelatihan membuat CV dan perkenalan diri dalam bahasa Inggris.

Dengan demikian, English Club dapat menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang lebih terarah, produktif, dan berdampak nyata bagi kesiapan karier mereka. Menurut Agyztia Premana, koordinator acara ECU Bidang Kemahasiswaan. dalam pelaksanaannya, mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi English Club. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak aktif berdiskusi, berlatih berbicara, serta membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris.

Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dan menyenangkan, sehingga mahasiswa dapat belajar dengan lebih percaya diri. Melalui kegiatan ini, Pusat Bahasa Universitas Muhadi Setiabudi berharap English Club dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional, baik dalam kegiatan akademik, organisasi, wawancara kerja, maupun pengembangan karier di masa depan.

UMUS Peduli Mangrove Bersama Menteri Lingkungan Hidup, Wujudkan Brebes ASRI Menuju Pesisir Tangguh dan Berkelanjutan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Berdampak melalui partisipasi aktif dalam Gerakan Brebes ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) berupa aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jumat (3/7). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Gerakan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Brebes tersebut mendapat kehormatan dengan kehadiran Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, serta difasilitasi oleh Rektor Harkat Negeri, Sudirman Said, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal, perangkat daerah, unsur TNI/Polri, akademisi, pelaku usaha, pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat pesisir yang bersama-sama menunjukkan komitmen terhadap pelestarian ekosistem pantai.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Mewakili Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dumadi, M.M., serta Ketua Program Studi Magister Manajemen Dr. Slamet Riyanto, S.Ag., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan UMUS menjadi bukti nyata dukungan institusi terhadap berbagai program strategis pemerintah dalam bidang pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama sebagai simbol penguatan komitmen seluruh peserta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya dilakukan penanaman mangrove secara serentak oleh seluruh instansi dan undangan di kawasan pesisir Randusanga Kulon. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergi dan gotong royong dalam mewujudkan pesisir Brebes yang lebih hijau dan lestari.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah perjalanan menuju lokasi penanaman menggunakan perahu klotok milik nelayan setempat. Menyusuri perairan pesisir Randusanga Kulon menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus memperlihatkan keindahan bentang alam mangrove Brebes. Suasana yang asri, udara yang segar, dan panorama pesisir semakin menegaskan pentingnya menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami dari abrasi, intrusi air laut, dan ancaman perubahan iklim.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Partisipasi UMUS dalam Gerakan Brebes ASRI merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Penanaman mangrove tidak hanya berfungsi mengurangi abrasi dan menjaga kualitas lingkungan pesisir, tetapi juga meningkatkan daya serap karbon (blue carbon), menjadi habitat berbagai biota laut, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan dan ekowisata.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi Gerakan Brebes ASRI. “Kami mengapresiasi terselenggaranya Gerakan Brebes ASRI sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Kehadiran UMUS merupakan wujud komitmen perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Penanaman mangrove merupakan investasi ekologis yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ungkap Dr. Moh. Toharudin.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Magister Manajemen UMUS, Dr. Slamet Riyanto, S.Ag., M.M., menilai bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” tuturnya.

Melalui keikutsertaan dalam Gerakan Brebes ASRI, UMUS kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pengabdian. Semangat menjaga mangrove hari ini bukan sekadar aksi menanam pohon, melainkan menanam harapan bagi terwujudnya pesisir Brebes yang lebih aman, hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS Perkuat Pondasi Menuju Program Studi Magister Manajemen yang Unggul

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus memperkuat komitmennya dalam membangun Program Studi Magister Manajemen (M.M.) sebagai program studi yang unggul dan berkualitas.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan koordinasi dan penguatan internal yang melibatkan jajaran pimpinan fakultas serta pengelola Program Studi Magister Manajemen dan Mahasiswa pasca sarjana umus. Ketua Program Studi Magister Manajemen UMUS, Dr. Slamet Riyanto, M.M., menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kita harus bersama-sama saling berkoordinasi. Bila perlu, semangat militer kita kobarkan, yakni semangat disiplin, solid, dan pantang menyerah, untuk membawa Program Studi Magister Manajemen menjadi program studi yang unggul,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Dengan koordinasi yang kuat, budaya kerja yang disiplin, serta semangat untuk terus berinovasi, Program Studi Magister Manajemen UMUS diyakini mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS, Dumadi, S.Mn., M.M., menyampaikan bahwa meskipun Program Studi Magister Manajemen merupakan program studi yang relatif baru di Universitas Muhadi Setiabudi, pihaknya memiliki tekad kuat untuk menjadikannya sebagai program studi magister yang berkualitas dan berdaya saing.

“Magister Manajemen memang merupakan program studi baru di Universitas Muhadi Setiabudi. Namun, justru ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk membangun M.M. sebagai program studi yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Brebes,” ungkapnya. Ia berharap kehadiran Program Studi Magister Manajemen UMUS dapat memberikan akses pendidikan jenjang magister yang lebih dekat bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya.

“Harapan kami, masyarakat Brebes atau warga berpelat kendaraan ‘G’ tidak perlu lagi jauh-jauh melanjutkan studi ke luar daerah. Kini, pendidikan Magister Manajemen yang berkualitas dapat ditempuh di Kabupaten Brebes melalui Universitas Muhadi Setiabudi,” tambahnya.

Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta budaya akademik yang unggul, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS optimistis Program Studi Magister Manajemen akan mampu menjadi salah satu program studi magister terbaik di Kabupaten Brebes dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, kompetitif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan global.

UMUS Luncurkan English Club, Perkuat Kompetensi Global dan Siapkan Lulusan Berdaya Saing Internasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) secara resmi meluncurkan English Club sebagai program strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, Rabu 1 Juli 2026. Mengusung tema “Penguatan Karir dan Motivasi Kerja” dengan tagline “Empowering Communication Skills, Preparing Future Careers”, program ini menjadi wujud komitmen UMUS dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Program English Club diinisiasi oleh Zam Zam Katsir, M.P. selaku Kepala Tracer Study UMUS, bersama Hasdar, M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Rektor III, H. Dedi Romli Triputra, Lc., M.S.I. dari Pusat Bahasa UMUS, serta didukung oleh Luis Figo dari SIMPGROUP sebagai mitra pengembangan kompetensi mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia profesional dalam membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan global.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Acara launching dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk mahasiswa Program Magister Manajemen (S2 MM) yang pada hari yang sama mengikuti Konsolidasi Persiapan Tugas Akhir (Tesis) bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Ketua Program Studi Magister Manajemen. Kehadiran mahasiswa pascasarjana menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi komunikasi menjadi kebutuhan seluruh jenjang pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Zam Zam Katsir, M.P. menegaskan bahwa peluncuran English Club bukan sekadar membentuk komunitas belajar bahasa Inggris, tetapi merupakan gerakan untuk membangun masa depan mahasiswa UMUS. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Perusahaan dan berbagai institusi kini mencari lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, berkolaborasi lintas budaya, dan percaya diri dalam lingkungan global.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ia menjelaskan bahwa pembentukan English Club merupakan tindak lanjut dari berbagai hasil Tracer Study dan masukan para pengguna lulusan yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan di dunia profesional.

Karena itu, English Club dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan, interaktif, dan aplikatif melalui kegiatan public speaking, English conversation, presentasi akademik, diskusi ilmiah, simulasi wawancara kerja (job interview), hingga pelatihan komunikasi profesional. “Belajar bahasa Inggris bukan sekadar mempelajari sebuah bahasa, tetapi membuka pintu menuju ilmu pengetahuan, peluang karier, dan kolaborasi global. Jangan takut salah ketika berbicara, karena setiap kesalahan adalah bagian dari proses menjadi lebih baik,” ujar Zam Zam Katsir di hadapan para peserta.

Sementara itu, Wakil Rektor III Hasdar, M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa English Club merupakan bagian dari upaya UMUS dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan soft skills yang terintegrasi dengan kompetensi akademik. Program ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang komunikatif, inovatif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital dan Society 5.0.

Melalui kolaborasi dengan Pusat Bahasa UMUS dan SIMPGROUP, English Club diharapkan menjadi wadah berkelanjutan dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi komunikasi global, memperluas akses terhadap beasiswa, pertukaran pelajar, publikasi ilmiah internasional, serta peluang karier di perusahaan multinasional.

UMUS Serahkan 10 Mahasiswa Magang/Intern Batch II ke Bapperida Brebes, Perkuat Kolaborasi Dukung Innovative Government Award

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui penyerahan 10 mahasiswa peserta Magang/Intern Batch II periode Juli 2026 kepada Bapperida Kabupaten Brebes. Kesepuluh mahasiswa yang berasal dari lintas program studi tersebut telah dinyatakan lolos melalui serangkaian tahapan seleksi yang kompetitif berdasarkan kompetensi akademik, kemampuan teknis, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam mendukung Program Innovative Government Award (IGA).

Prosesi penyerahan dilaksanakan di Gedung KPT Kabupaten Brebes Lantai 3. Rombongan mahasiswa diantarkan oleh Humas Universitas Muhadi Setiabudi sebagai representasi institusi. Kehadiran para mahasiswa disambut hangat dan diterima secara resmi oleh jajaran Bapperida Kabupaten Brebes yang akan menjadi pembimbing sekaligus mitra selama pelaksanaan program magang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dari pihak Bapperida Kabupaten Brebes, mahasiswa diterima oleh M. Agus Yulianto, S.T., M.T. selaku Peneliti Ahli Muda, didampingi Ira Amanda Hirbasari, S.E., M.Si. (Peneliti Ahli Pertama), Mustovia Azahro, S.T., M.T. (Peneliti Ahli Pertama), M. Siwi Nugraha, S.I.P., M.P.A. (Peneliti Ahli Pertama), Fitri Susiyanti, S.Si., M.Sc. (Peneliti Ahli Pertama), Felta Indriyani, S.Ak. (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja/PPPK sekaligus staf bidang), serta Tri Unggul Widyayanti, S.Pd. selaku Kepala Subbagian Kepegawaian Bapperida Kabupaten Brebes.

Program Magang/Intern Batch II ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik birokrasi pemerintahan. Selama menjalani magang, mahasiswa akan terlibat secara langsung dalam proses inventarisasi, dokumentasi, validasi data, penyusunan data dukung, hingga pelaporan inovasi daerah sebagai bagian dari penguatan penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kehadiran mahasiswa lintas program studi diharapkan mampu menghadirkan perspektif multidisipliner dalam mendukung pengembangan inovasi daerah. Selain memperkuat kapasitas Bapperida dalam pengelolaan data dan pelaporan inovasi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman nyata mengenai tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, riset kebijakan, serta budaya kerja profesional yang berbasis kolaborasi, integritas, dan inovasi.

Di tempat terpisah, Wakil Rektor III Universitas Muhadi Setiabudi, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian dari strategi UMUS dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global. “Program magang bukan sekadar memenuhi capaian pembelajaran, tetapi menjadi ruang transformasi kompetensi mahasiswa.

Keterlibatan mereka dalam mendukung Program Innovative Government Award memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana inovasi dirancang, dikelola, dan diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan. Kami berharap mahasiswa mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, serta menghadirkan ide-ide kreatif yang memberikan nilai tambah bagi Bapperida Kabupaten Brebes,” ujar Mohammad Hasdar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ia menambahkan bahwa UMUS akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak. Menurutnya, kemitraan strategis seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis, kepemimpinan, serta kemampuan berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui inovasi.

Dampak dari program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan. Bagi mahasiswa, magang menjadi ruang pembelajaran autentik untuk meningkatkan kompetensi profesional, kemampuan analisis kebijakan, penguasaan tata kelola pemerintahan, serta keterampilan dalam mendukung inovasi sektor publik. Pengalaman tersebut akan memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang relevan terhadap kebutuhan zaman.

Bagi Bapperida Kabupaten Brebes, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat proses inventarisasi, dokumentasi, validasi, dan pelaporan inovasi daerah dalam mendukung peningkatan capaian Innovative Government Award (IGA). Kehadiran mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan perspektif akademik dan gagasan inovatif yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif. Sementara itu, bagi Universitas Muhadi Setiabudi, kolaborasi ini semakin memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kemitraan produktif dengan pemerintah daerah.

Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan birokrasi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, Program Magang/Intern Batch II tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dan profesional, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem inovasi Kabupaten Brebes, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau: KKN UMUS Wujudkan Hilirisasi Produk Lokal dan Konservasi Lingkungan Berbasis Keilmuan di Bantarbolang

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Mengusung tema “Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau”, sebanyak 22 mahasiswa KKN UMUS di bawah bimbingan Abdul Bashar, M.TP. melaksanakan berbagai program inovatif yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat, hilirisasi produk pangan lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Peguyangan dan Desa Kebon Gede.

Program tersebut menjadi representasi nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat desa. Di Desa Peguyangan, tim KKN mengembangkan inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan baku teh herbal. Inovasi ini merupakan bentuk hilirisasi komoditas pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Ketua tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Silfi, menjelaskan bahwa rambut jagung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus memiliki sifat diuretik alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Melalui proses pengolahan yang tepat, limbah pertanian tersebut dapat diubah menjadi produk herbal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut diperkuat oleh kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui strategi digital marketing, penyusunan branding produk, serta desain kemasan modern agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika mengembangkan website desa sebagai media promosi, komunikasi, dan pusat informasi produk unggulan desa sehingga pemasaran produk menjadi lebih terintegrasi dengan teknologi digital.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Berbeda dengan Desa Peguyangan, program di Desa Kebon Gede lebih difokuskan pada aspek konservasi lingkungan melalui pembangunan desain broncaptering, yaitu sistem perlindungan mata air yang bertujuan menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber air bersih bagi masyarakat.

Mahasiswa pelaksana dari Program Studi Teknik Sipil, Jafar, menjelaskan bahwa sistem broncaptering dirancang untuk menangkap mata air secara higienis sehingga terlindung dari kontaminasi eksternal. Program tersebut diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang yang mampu menjaga ketersediaan air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat desa.

Selain dua program unggulan tersebut, mahasiswa KKN UMUS juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung yang menyentuh berbagai aspek pembangunan desa, di antaranya pemasangan plang identitas desa, pengolahan sampah anorganik, pembiasaan karakter disiplin bagi remaja, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta pendampingan literasi melalui pembacaan puisi bagi siswa sekolah.

Seluruh rangkaian program mendapatkan sambutan dan apresiasi positif dari pemerintah desa maupun masyarakat. Pendekatan kolaboratif yang memadukan inovasi teknologi, pemberdayaan ekonomi, pendidikan karakter, dan konservasi lingkungan dinilai mampu memberikan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan pembangunan desa. Dosen Pembimbing Lapangan, Abdul Bashar, M.TP., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar implementasi program akademik, melainkan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi keilmuan dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara kampus dan desa diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara mandiri. Melalui semangat “Inovasi Hijau, Desa Maju Memukau”, mahasiswa KKN UMUS membuktikan bahwa inovasi tidak hanya lahir di ruang laboratorium, tetapi juga tumbuh dari potensi desa yang diolah dengan pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Program ini menjadi cerminan komitmen Universitas Muhadi Setiabudi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat menuju desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

UMUS Curi Perhatian Presiden RI pada Saresehan Kebangsaan KSPTI 2026, Perkuat Komitmen Akademik Menuju Indonesia Emas 2045

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

JAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Delegasi UMUS yang menghadiri Saresehan Kebangsaan KSPTI Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Hall B, Jakarta, pada 26–28 Juni 2026, mendapat momen istimewa ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung menyalami Kaprodi Magister Manajemen UMUS, Dr. Slamet Riyanto, M.M., sesaat sebelum menyampaikan arahan penutupan kegiatan.

Momen tersebut menjadi perhatian peserta yang hadir dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UMUS. Kehadiran UMUS pada forum nasional tersebut menunjukkan eksistensi perguruan tinggi dalam ruang strategis yang mempertemukan para akademisi, peneliti, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan Indonesia berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Delegasi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd.; Kaprodi Magister Manajemen, Dr. Slamet Riyanto, M.M.; Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan, Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc.; serta Staf Ahli Rektor, Prof. Pranoto, bersama istri. Kehadiran para pimpinan UMUS tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus berkontribusi aktif terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Saresehan Kebangsaan KSPTI 2026 mengangkat tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” dengan diikuti sekitar 2.600 guru besar, doktor, dosen, peneliti, rektor, pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, delegasi UMUS mengikuti berbagai sesi pemaparan dari para Menteri Kabinet Merah Putih yang membahas strategi pembangunan nasional, penguatan ekonomi, transformasi pendidikan tinggi, pengembangan riset dan inovasi, hilirisasi industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai materi tersebut menjadi bekal penting bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam arahan penutupannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan kekuatan intelektual bangsa yang memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan nasional. Menurut Presiden, kekayaan sumber daya alam Indonesia hanya akan memberikan manfaat optimal apabila didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Presiden juga menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Indonesia, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan harus mampu menghasilkan produk bernilai tinggi melalui dukungan riset, teknologi, dan inovasi dari perguruan tinggi.

Selain itu, Presiden mengapresiasi berbagai rekomendasi yang disampaikan para akademisi selama pelaksanaan saresehan, mulai dari penguatan pendanaan riset, perluasan beasiswa doktor, peningkatan kualitas dosen, hingga kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah, BUMN, dan dunia industri. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional.

Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan global yang semakin kompleks, seperti dinamika geopolitik, transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan ketahanan energi, menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul, inovatif, adaptif, serta berintegritas. Oleh karena itu, budaya kerja kolaboratif, produktif, disiplin, dan berbasis inovasi harus terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi.

UMUS Lepas Mahasiswa KKN 2026, Perkuat Sinergi Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 melalui sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Aula UMUS, Selasa (30/6). Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri”, kegiatan ini menegaskan komitmen universitas dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang adaptif terhadap tantangan era transformasi digital sekaligus selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Tema tersebut juga telah menjadi arah utama pelaksanaan KKN UMUS 2026 sejak tahap koordinasi bersama pemerintah daerah.  Acara dihadiri oleh Rektor UMUS, jajaran pimpinan universitas, para wakil rektor, Ketua LPPPM, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dari Kabupaten Brebes, Cirebon, Tegal, dan Pemalang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam merancang program pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Muhadi Setiabudi, dilanjutkan penampilan seni mahasiswa yang menggambarkan semangat kreativitas generasi muda. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memiliki sensitivitas terhadap budaya, masyarakat, dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Kepala LPPPM Universitas Muhadi Setiabudi Dr(Cand) Prasetyo Yuli Kurniawan,M.Pd menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa didorong untuk mengoptimalkan kompetensi akademik yang dimiliki melalui program-program inovatif, aplikatif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Dr Roby Setiadi,S.Kom.,MM secara resmi membuka sekaligus melepas peserta KKN Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi problem solver yang hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan etika, kolaborasi, serta inovasi berbasis teknologi.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun kepercayaan, memberdayakan masyarakat, dan menghasilkan solusi yang relevan terhadap permasalahan lokal. Salah satu agenda strategis dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Rancangan Program Kerja (RPK) serta Nota Kesepahaman (MoA) antara UMUS dengan pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan kemitraan dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Langkah ini menjadi fondasi penting agar program KKN terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah dan mampu menghasilkan manfaat yang berkesinambungan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Suasana haru turut mewarnai acara melalui penayangan video kilas balik pelaksanaan KKN tahun sebelumnya. Tayangan tersebut memperlihatkan berbagai capaian mahasiswa dalam mendampingi masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi kesehatan, penguatan literasi digital, hingga pengembangan potensi desa berbasis kearifan lokal.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi Tahun 2026. Dengan semangat kolaboratif, para mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, dan Cirebon untuk melaksanakan program pengabdian yang berorientasi pada digitalisasi layanan masyarakat, penguatan ekonomi desa, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, serta optimalisasi potensi lokal melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data. Pelaksanaan KKN ini merupakan hasil sinergi yang telah dipersiapkan bersama Bapperida empat kabupaten tersebut. 

Melalui pelaksanaan KKN 2026, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan insan intelektual yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta komitmen kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. KKN menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di era transformasi digital.

Tim KKN UMUS Kecamatan Moga Perkuat Kolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Pemalang untuk Akselerasi Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Tim KKN Kecamatan Moga mengusung tema “Moga Berkah dan Barokah: Kolaborasi Service Learning untuk Penguatan Desa Wisata, UMKM, Pertanian, Kesehatan Masyarakat, dan Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal” sebagai komitmen menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak, adaptif, dan berkelanjutan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Agiezta Premana, M.Kom. Program yang dilaksanakan di Desa Banyumudal dan Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang ini diawali dengan kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pemalang. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menyelaraskan program kerja mahasiswa dengan arah pembangunan daerah sehingga pelaksanaan KKN mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di bawah arahan Agiezta Premana, M.Kom., mahasiswa didorong untuk mengimplementasikan pendekatan service learning, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan desa.

Kolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Pemalang menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program kerja selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berdampak serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program prioritas meliputi penguatan desa wisata, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pertanian, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan literasi digital berbasis potensi lokal. Seluruh program dirancang melalui pendekatan partisipatif sehingga masyarakat menjadi subjek utama dalam setiap proses pemberdayaan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui semangat “Moga Berkah dan Barokah”, Tim KKN Kecamatan Moga optimistis mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi desa, mengembangkan potensi wisata, serta mempercepat transformasi digital di Desa Banyumudal dan Desa Moga.

Pelaksanaan KKN ini sekaligus menjadi implementasi komitmen UMUS sebagai Kampus Berdampak, yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan pendampingan Agiezta Premana, M.Kom., Tim KKN Kecamatan Moga diharapkan mampu menjalankan program pengabdian yang berkelanjutan, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.

UMUS Wujudkan Kampus Berdampak, pembekalan 271 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi di Empat Kabupaten melalui SMART-KKN

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak melalui penyelenggaraan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti 271 mahasiswa. Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS Brebes di Aula UMUS, Rabu (25/6), menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon.

Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri,” pembekalan tahun ini menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga wahana penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian. Jadilah agen perubahan yang mampu membangun kolaborasi, menjaga nama baik almamater, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Untuk memperkaya perspektif peserta, pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Riset dan Publikasi LPPM UMUS Brebes, Andi Yulianto, S.Si., M.M. Sesi ini menghadirkan Dwi Kusumayanti, S.K.M., M.K.M., Peneliti Ahli Muda Bapperida Kabupaten Cirebon, Nurul Hidayat, S.H., M.T., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Brebes, Sulistyaminah, S.Sos., M.E., Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan Bapperida Kabupaten Tegal, serta Deri Surachman, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Pemalang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keempat narasumber membahas strategi pembangunan daerah, penguatan riset dan inovasi, serta pentingnya penyusunan program KKN yang berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat. Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kebermanfaatan, keberlanjutan program, serta kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Andi Yulianto, S.Si., M.M. juga memaparkan implementasi SMART-KKN, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi tata kelola Kuliah Kerja Nyata yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh proses pelaksanaan KKN, mulai dari penyusunan program kerja, pengisian logbook harian, unggah dokumentasi, pelaporan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi secara real-time oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurut Andi, kehadiran SMART-KKN merupakan salah satu inovasi UMUS dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Melalui SMART-KKN, proses pelaksanaan dan pelaporan KKN menjadi lebih mudah, cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain memudahkan mahasiswa dan DPL, aplikasi ini juga menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala LPPM UMUS Brebes, Dr. (Cand.) Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., mengapresiasi seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah mitra, yang telah mendukung penyelenggaraan KKN Tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dan berdampak.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal, menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan wilayah, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kehadiran SMART-KKN juga menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam menghadirkan tata kelola KKN yang modern, berbasis teknologi, dan selaras dengan semangat Kampus Berdampak,” ungkapnya.

Selama masa pengabdian, 271 mahasiswa UMUS akan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan, penguatan UMKM, hingga digitalisasi desa sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah penempatan. Melalui pembekalan ini, UMUS kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.

Dengan dukungan SMART-KKN dan kolaborasi bersama pemerintah daerah di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon, pelaksanaan KKN 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya inovasi dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025