Universitas Muhadi Setiabudi

Dukung Kemandirian Ekonomi, Tim KKN UMUS Moga Olah Limbah Nanas Jadi Sabun Kreatif

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal direalisasikan oleh TIM KKN Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kecamatan Moga. Pada Minggu, 12 Juli 2026, mereka resmi meluncurkan program kerja unggulan bertajuk EKONAS (Ekonomi Kreatif dari Limbah Nanas). Acara peluncuran ini melibatkan kolaborasi aktif antara mahasiswa KKN, perangkat desa, serta warga dari Desa Moga dan Desa Banyumudal.

​Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di pemukiman warga tersebut diawali dengan Senam Sehat Bersama pada pagi hari. Musik yang enerjik dan gerakan instruktur yang dinamis menarik kehadiran puluhan warga yang memadati lokasi sejak pagi.

​Menurut perwakilan mahasiswa, King Ahmad Cahyono, selain untuk menjaga kebugaran fisik, senam bersama ini dirancang sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat.

​Setelah kegiatan senam, agenda langsung bergeser ke sesi inti, yaitu Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan EKONAS. Langkah ini menjadi penting mengingat buah nanas merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kecamatan Moga, namun kulit dan bagian limbahnya kerap kali dibuang begitu saja tanpa nilai guna. Melalui program EKONAS, TIM KKN UMUS mendemonstrasikan cara mengolah limbah nanas tersebut menjadi produk sabun kreatif bernilai ekonomi tinggi.

​Produk EKONAS yang diperkenalkan hadir dalam bentuk varian Briliant Ekonas dengan metode pengolahan kreatif. Sabun berbasis limbah kulit nanas ini memiliki beberapa keunggulan teknis, di antaranya efisien membersihkan lemak, memiliki aroma nanas segar alami (Pina-Scent), serta lembut di tangan dengan formulasi pH seimbang untuk mencegah iritasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Inovasi teknologi ekstraksi yang diterapkan mahasiswa KKN UMUS memungkinkan diversifikasi produk menjadi beberapa varian aplikasi, meliputi:

​Sabun Cair Tangan Mewah
​Sabun Mandi Batang Artisan
​Sabun Cair Tubuh Aromatik
​Pembersih Alat Makan Premium

Koordinator Desa (Kordes), King IDI Salis, menyampaikan bahwa antusiasme warga dalam sesi pelatihan ini sangat tinggi. Berbagai elemen masyarakat turut hadir memeriahkan dan mempraktikkan langsung proses pembuatan produk EKONAS. Di antaranya tampak hadir Ibu Sri Rejeki selaku Ibu RW 03, Ibu RT 02, serta tokoh masyarakat dan ibu-ibu kader setempat yang menyimak setiap instruksi dari mahasiswa.

​Program berbasis ekonomi sirkular dan keramahan lingkungan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat karena dinilai memberikan solusi yang aplikatif bagi pengurangan sampah organik sekaligus membuka peluang kemitraan UMKM baru.

​”Program seperti ini sangat kami butuhkan. Selain mengurangi sampah organik di lingkungan kami, pelatihan EKONAS membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu di sini untuk menambah pemasukan keluarga dengan bahan baku yang sangat mudah didapat,” ujar Ibu Sri Rejeki di sela-sela kegiatan praktikum pembuatan produk.

Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Desa: Tim KKN UMUS “Moga Berkah Barokah” Sukses Sosialisasikan Program GUMUS di Desa Banyumudal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kelompok “Moga Berkah Barokah” resmi meluncurkan salah satu program kerja unggulan mereka yang berfokus pada lingkungan, yaitu GUMUS (Gerakan Mengelola Sampah Mahasiswa UMUS).

Sosialisasi program unggulan ini dilaksanakan di Balai Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, dan dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa setempat serta seluruh mahasiswa KKN.

Program GUMUS diinisiasi sebagai langkah nyata mahasiswa dalam merespons isu lingkungan hidup, khususnya penanganan dan pengelolaan sampah di tingkat desa. Melalui sosialisasi ini, Tim KKN memaparkan strategi pengelolaan sampah yang adaptif, efektif, dan memiliki nilai guna, dengan harapan program ini dapat diintegrasikan ke dalam program lingkungan Desa Banyumudal.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kepala Dusun (Kadus) Banyumudal, Adiyat, menyambut baik inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa tersebut. Pihak pemerintah desa menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi demi menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkah.

Dukungan senada juga disampaikan oleh Ketua RT 04, Nurahman. Ia mengapresiasi kehadiran program GUMUS ini di wilayahnya.
“Kegiatan ini sangat positif. Kami berharap program pengelolaan sampah ini bisa berjalan berkelanjutan di tingkat RT dan RW,” ujar Nurahman.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN UMUS Banyumudal, King Idi Salis, menegaskan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Langkah awal menuju perubahan dimulai dari kolaborasi. Melalui GUMUS, kami ingin membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kecamatan Moga, khususnya di Desa Banyumudal,” ungkap King Idi Salis.

Acara sosialisasi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen dan sinergi awal antara civitas akademika UMUS dan Pemerintah Desa Banyumudal dalam mewujudkan perubahan lingkungan yang lebih baik.

Lanal Tegal dan UMUS Brebes Survei Lahan Kalibakung, Siapkan Penanaman Kedelai untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Sinergi antara Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal dan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus diperkuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebagai langkah awal, tim melaksanakan survei dan pengambilan sampel tanah di kawasan Kalibakung pada Kamis pagi, sebagai persiapan program penanaman kedelai yang menjadi bagian dari penguatan sektor pangan strategis.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Komandan Lanal Tegal, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, yang menekankan pentingnya pemetaan potensi lahan sebelum pelaksanaan budidaya. Melalui pendekatan berbasis data, setiap tahapan diharapkan mampu menghasilkan program pertanian yang efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan survei yang dipimpin oleh Wadanlanal Mayor Laut Taufik, Danposal Kluwut Brebes, Lettu Laut (P) Dwi Budi Christianto, memimpin koordinasi lapangan bersama tim. Dari pihak UMUS Brebes, kegiatan didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan (PIKES) Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc., Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan, Ketua Program Studi Agribisnis, serta Prof. Dr. Pranoto.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Survei dan pengambilan sampel tanah dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kesuburan, kondisi fisik, serta kandungan unsur hara lahan yang akan digunakan sebagai lokasi penanaman kedelai. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dalam menentukan pola budidaya yang sesuai sehingga produktivitas lahan dapat dioptimalkan.

Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc. menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap isu ketahanan pangan.

“Pengembangan pertanian modern harus diawali dengan kajian ilmiah. Analisis tanah menjadi fondasi penting agar setiap keputusan budidaya memiliki dasar akademik yang kuat dan mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Lettu Laut (P) Dwi Budi Christianto menyampaikan bahwa kolaborasi antara TNI AL dan perguruan tinggi menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sinergi ini diharapkan mampu mengintegrasikan disiplin lapangan dengan inovasi dan hasil riset akademik.

Melalui kegiatan survei di lahan Kalibakung ini, Lanal Tegal dan UMUS Brebes menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sistem pertanian berbasis ilmu pengetahuan. Program penanaman kedelai yang akan dilaksanakan diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi model kolaborasi antara institusi pertahanan dan perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia.

Inovasi Riset Bawang Merah UMUS Warnai FGD BRIDA Jawa Tengah, Dorong Transformasi Komoditas Lokal Menuju Ekonomi Hijau

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SEMARANG — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset terapan berbasis potensi lokal melalui partisipasi aktif pada Focus Group Discussion (FGD) Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah yang mengangkat tema Transformasi Bawang Merah Menuju Ekonomi Hijau.

Forum strategis tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan arah pengembangan komoditas bawang merah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan, inovasi, hilirisasi, dan ekonomi sirkular. Agenda ini sejalan dengan upaya BRIDA Jawa Tengah memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah melalui kolaborasi multipihak.

Dalam forum tersebut, tim peneliti UMUS mempresentasikan berbagai hasil riset inovatif berbasis bawang merah Brebes yang telah dikembangkan sebagai solusi atas tantangan sektor pertanian sekaligus membuka peluang lahirnya produk bernilai tambah.

Beragam inovasi yang dipaparkan meliputi pemanfaatan limbah kulit bawang merah menjadi produk pangan fungsional kaya antioksidan, pengembangan pakan ternak berbasis limbah bawang merah, hingga berbagai inovasi hilirisasi yang mendukung pengurangan limbah pertanian dan peningkatan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keikutsertaan UMUS dalam FGD tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai knowledge partner dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi diarahkan menjadi solusi nyata yang dapat diimplementasikan oleh petani, pelaku UMKM, industri, maupun pemerintah daerah.

Diskusi juga menyoroti pentingnya memperkuat rantai nilai bawang merah melalui pendekatan ekonomi hijau. Paradigma baru tersebut menempatkan komoditas pertanian tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi sebagai sumber inovasi yang mampu menghasilkan produk pangan, kesehatan, pakan, hingga bahan baku industri yang ramah lingkungan.

Bagi Kabupaten Brebes sebagai sentra bawang merah nasional, transformasi ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hilirisasi hasil riset diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, mengurangi limbah, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Partisipasi UMUS dalam forum BRIDA Jawa Tengah sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem riset yang berdampak serta mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Melalui semangat riset untuk masyarakat, UMUS terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, memperkuat posisi Brebes sebagai pusat inovasi bawang merah nasional, sekaligus mendukung terwujudnya transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

LPPM UMUS Perkuat Dampak Pengabdian, Monitoring dan Evaluasi KKN 2026 Tekankan Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan Program

(Dok. LPPM UMUS)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di berbagai desa lokasi KKN di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam memastikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

Tim Monitoring dan Evaluasi turun langsung ke lapangan untuk meninjau implementasi program kerja mahasiswa, berdialog dengan pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, serta masyarakat penerima manfaat. Pendekatan ini dilakukan tidak hanya untuk mengukur ketercapaian program, tetapi juga mengidentifikasi praktik-praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi pada pelaksanaan KKN berikutnya.

(Dok. LPPM UMUS)

Dalam proses evaluasi, sejumlah kepala desa memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UMUS yang dinilai mampu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Berbagai program pemberdayaan, edukasi kesehatan, penguatan UMKM, literasi digital, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan dinilai memberikan nilai tambah bagi pembangunan desa.

Di sisi lain, Tim Monev juga mencatat berbagai masukan strategis sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan KKN. Sinkronisasi antara program kerja mahasiswa dengan prioritas pembangunan desa, keberlanjutan program setelah KKN berakhir, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi beberapa poin penting yang mendapat perhatian dalam evaluasi.

Ketua LPPM UMUS menegaskan bahwa Monitoring dan Evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen peningkatan mutu pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. LPPM UMUS)

“KKN harus menjadi laboratorium sosial yang mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, evaluasi dilakukan agar setiap program benar-benar relevan, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.”

Pelaksanaan Monev juga menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan memecahkan persoalan riil di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial.

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, LPPM UMUS berharap pelaksanaan KKN tidak hanya menghasilkan luaran program, tetapi juga memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Semangat kolaborasi yang dibangun selama KKN 2026 menjadi bukti bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menghadirkan solusi, memberdayakan potensi lokal, serta mengakselerasi pembangunan desa menuju masyarakat yang mandiri, produktif dan berdaya saing.

Mahasiswa UMUS Asah Daya Saing Global, 10 Peserta Ikuti Tes TOEIC di Taiwan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TAIWAN — Komitmen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global kembali diwujudkan melalui penguatan kompetensi bahasa asing. Sebanyak 10 mahasiswa UMUS mengikuti Tes TOEIC (Test of English for International Communication) di The Affiliated Senior High School of National Taiwan Normal University, yang berlokasi di No. 143, Section 3, Xinyi Road, He’an Village, Da’an District, Taipei City 106, Taiwan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas mahasiswa dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan di dunia kerja internasional. TOEIC merupakan salah satu standar kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara luas oleh perusahaan, institusi pendidikan, dan berbagai organisasi di tingkat global.

(Dok., HUMAS UMUS Brebes)

Para mahasiswa tampak mengikuti ujian dengan penuh semangat dan percaya diri setelah menjalani berbagai persiapan akademik. Melalui sertifikasi internasional tersebut, mereka diharapkan memiliki nilai tambah yang mampu membuka peluang lebih luas, baik untuk studi lanjut, program magang internasional, maupun karier profesional di berbagai negara.

Program ini sekaligus mencerminkan keseriusan UMUS dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Penguatan kompetensi bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan menjadi kebutuhan strategis dalam membentuk lulusan yang adaptif, komunikatif, dan siap bersaing di era global.

Keikutsertaan mahasiswa UMUS dalam tes TOEIC di Taiwan juga menjadi pengalaman akademik yang berharga. Selain mengukur kemampuan berbahasa Inggris sesuai standar internasional, mereka memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan global dan membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di tingkat internasional.

Melalui kegiatan ini, UMUS terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berwawasan internasional, serta mampu menjadi representasi generasi Indonesia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Sinergi Kampus dan TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanal Tegal Kunjungi UMUS Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES– Komitmen membangun ketahanan pangan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, didampingi Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Kluwut Brebes, Lettu Laut (P) Dwi Budi Christianto, ke Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, yang berlangsung di Gedung Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan.

Kunjungan kehormatan tersebut disambut langsung oleh Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan, Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc., bersama Staf Ahli Rektor Prof. Pranoto, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Abdul Bashar, S.TP., M.P., serta Ketua Program Studi Agribisnis Khusnul Khotimah, S.P., M.Sc.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus utama membahas penguatan ketahanan pangan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan TNI Angkatan Laut. Diskusi menitikberatkan pada pengembangan inovasi pangan, riset terapan, pemberdayaan masyarakat, hingga potensi kolaborasi dalam mendukung program strategis pemerintah menuju kemandirian pangan nasional.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Sinergi Kampus dan TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanal Tegal Kunjungi UMUS Brebes”
Baca selengkapnya di: https://www.panturapost.com/pendidikan/2077458105/sinergi-kampus-dan-tni-al-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-danlanal-tegal-kunjungi-umus-brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kesempatan tersebut, Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis riset bagi berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, isu ketahanan pangan saat ini menuntut kolaborasi multipihak agar inovasi yang lahir dari laboratorium dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara TNI Angkatan Laut dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat inovasi, pengembangan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi menuju kemandirian pangan Indonesia.

Berbagai peluang kerja sama turut dibahas, mulai dari pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal, hilirisasi hasil riset, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara institusi pertahanan dan dunia akademik. Dengan mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan menuju Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Sinergi Kampus dan TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanal Tegal Kunjungi UMUS Brebes”
Baca selengkapnya di: https://www.panturapost.com/pendidikan/2077458105/sinergi-kampus-dan-tni-al-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-danlanal-tegal-kunjungi-umus-brebes

Dosen UMUS dan Mitra ASEAN Edukasi Warga Ciomas Ubah Limbah Plastik Jadi Paving Block

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

KUNINGAN – Dua dosen dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. dan Andi Yulianto, S.Si., M.M., berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional bertajuk International Community Service 2026.0

Kegiatan yang berfokus pada tema “Penguatan Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Paving Block” ini diselenggarakan pada Senin (13/7/2026) bertempat di Balai Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

​Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas negara dan lintas institusi yang melibatkan beberapa perguruan tinggi. Di antaranya adalah ASEAN Higher Education International Consortium (AHEIC), Politeknik SCI, INTI International University & Colleges dari Malaysia, serta Universitas Kuningan. Sinergi ini berjalan selaras dengan gagasan Connecting Universities, Empowering ASEAN yang diusung oleh AHEIC guna mempererat hubungan antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rangkaian program dirancang melalui empat fokus utama kegiatan, yakni memberikan edukasi pengelolaan sampah plastik kepada warga, menyelenggarakan pelatihan pembuatan paving block dari limbah plastik, melaksanakan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, serta memperkuat kolaborasi pengabdian masyarakat antara Indonesia dan Malaysia.

​Melalui skema pemberdayaan ini, limbah plastik yang kerap memicu masalah lingkungan di area pedesaan dikumpulkan, dicacah, dan diproses hingga dicetak menjadi material paving block yang bernilai guna. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelatihan praktis ini ditujukan agar warga setempat dapat menguasai keterampilan pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Bagi UMUS, keterlibatan Dr. Roby Setiadi dan Andi Yulianto dalam program ini menjadi bagian penting dari komitmen universitas untuk memperluas jangkauan kontribusi akademis. Partisipasi aktif dalam jejaring ASEAN tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan eksternal institusi sekaligus membuka peluang kolaborasi riset serta pengabdian internasional yang lebih luas di masa mendatang.

Perkuat Jejaring Global, Universitas Muhadi Setiabudi Jalin Kerja Sama Internasional dengan INTI International University Malaysia

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

KUNINGAN — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka asal Malaysia, INTI International University. Langkah strategis ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua belah pihak.

​Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., bersama Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi selaku Director of International Relations and Collaboration Centre (IRCC) INTI International University.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Kerja sama lintas negara ini dirancang untuk berlaku selama lima tahun ke depan. Melalui payung kemitraan ini, kedua institusi sepakat untuk membuka ruang kolaborasi pada sejumlah aspek penting tridarma perguruan tinggi, yang meliputi:

​Program mobilitas mahasiswa dan dosen tamu (student mobility and visiting scholar programs).
​Kolaborasi program akademik antar-kedua universitas.
​Publikasi bersama dan kegiatan penelitian kolaboratif.
​Pertukaran materi akademik dan informasi keilmuan.
​Pengembangan pusat internasional (International Centre).
​Penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama seperti kuliah umum, pelatihan, konfeqrensi, dan simposium.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang kampus dalam memperluas jejaring internasional di kawasan ASEAN. Selain meningkatkan mutu akademik melalui riset bersama, kemitraan ini juga diproyeksikan dapat memfasilitasi program pengabdian masyarakat lintas negara yang melibatkan dosen serta mahasiswa.

​Sebagai mitra strategis, INTI International University membawa rekam jejak akademik yang kuat. Berdasarkan data QS World University Rankings 2025, universitas yang berpusat di Nilai, Negeri Sembilan tersebut menempati peringkat 516 dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia untuk kategori mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange) versi QS 2024. Saat ini, INTI mengelola lebih dari 30.000 mahasiswa dari hampir 100 negara serta memiliki jaringan alih kredit dengan ratusan universitas global.

​Melalui penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjutinya dengan implementasi program-program konkret. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi sivitas akademika UMUS dalam kancah internasional sekaligus memperkuat posisi institusi dalam jaringan pendidikan tinggi Asia Tenggara.

Perkuat Tata Kelola Akademik dan Budaya Mutu, UMUS Brebes Laksanakan Benchmarking ke UNIKAL

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEKALONGAN – Dalam upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Pekalongan (UNIKAL). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat sistem akademik, penjaminan mutu, serta transformasi layanan pendidikan tinggi berbasis inovasi.

Rombongan UMUS Brebes dipimpin oleh Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Nur Ariesanto, M.Kom. Turut hadir Suci Sri Utami, M.Sc. dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) serta Bambang Priyono, S.T. dari Bagian Teknologi Informasi (IT) Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Pekalongan yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Zahro, S.E., M.Si., didampingi Kepala BAAK, Feny Yulita, S.Pd., beserta jajaran pengelola akademik dan penjaminan mutu UNIKAL.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam suasana penuh keakraban, kedua perguruan tinggi berdiskusi mengenai berbagai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan akademik, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), digitalisasi administrasi akademik, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa. Forum ini menjadi ruang kolaboratif untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital.

Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan salah satu bentuk continuous quality improvement yang penting bagi pengembangan institusi.

“Benchmarking bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi merupakan proses belajar bersama untuk memperoleh praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan institusi. Melalui kolaborasi seperti ini, kami optimistis kualitas tata kelola akademik dan layanan pendidikan di UMUS Brebes akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, berbagai topik strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan tata kelola akademik berbasis digital, optimalisasi layanan BAAK, implementasi sistem informasi akademik, pengembangan budaya mutu, hingga strategi peningkatan kinerja institusi dalam mendukung pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Wakil Rektor I UNIKAL, Zahro, S.E., M.Si., menyambut baik kunjungan dari UMUS Brebes. Menurutnya, benchmarking merupakan media yang efektif untuk mempererat jejaring antarlembaga sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada kegiatan benchmarking, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan transformasi kelembagaan. Hasil benchmarking diharapkan menjadi referensi dalam penyempurnaan sistem tata kelola akademik, penguatan penjaminan mutu, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi sehingga mampu mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

× Penerimaan Mahasiswa Baru