BREBES — Prestasi di bidang olahraga kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Juans Speedy, mahasiswa Program Studi Manajemen semester 5, berhasil mengamankan tiket untuk bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Keberhasilan Juans menembus babak kualifikasi ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut menjadi capaian positif bagi kontingen daerah sekaligus civitas akademika UMUS Brebes.
Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswanya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMUS Brebes memiliki daya saing tinggi dan mampu mengukir prestasi di tingkat regional. ”Lolosnya Juans Speedy ke Porprov Jateng 2026 merupakan wujud kerja keras, disiplin, serta komitmen dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan prestasi olahraga,” ujar Dr. Roby Setiadi.
Rektor menambahkan bahwa dukungan dari pihak kampus akan terus diberikan secara optimal agar atlet yang bertanding dapat meraih hasil terbaik di ajang tersebut. Baca Juga: Sinergi UMUS dan Baznas Brebes Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa Kurang Mampu ”Pihak kampus memberikan dukungan penuh agar Juans dapat tampil maksimal pada pelaksanaan Porprov Jateng 2026.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UMUS Brebes untuk terus mengembangkan potensi diri,” ungkapnya. Saat ini, Juans Speedy bersiap memasuki tahap pemusatan latihan guna menghadapi persaingan di Porprov Jateng 2026. Civitas akademika UMUS Brebes berharap Juans mampu mencatatkan performa terbaik dan membawa pulang medali untuk Kabupaten Brebes serta nama kampus.
BREBES — Kaprodi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setia Budi (UMUS), Kol. Inf. (Purn) Dr. Slamet Riyanto, S.Ag., M.M., menilai bahwa salah satu persoalan mendasar dalam demokrasi Indonesia adalah kecenderungan menjadikan pendidikan politik sebagai kegiatan musiman yang hanya menguat saat pemilu mendekat. Hal tersebut mengemuka dalam forum akademik bedah buku bertajuk “Merawat Ketahanan Demokrasi melalui Pendidikan Politik: Strategi Pendidikan Politik untuk Masyarakat di Masa Antar-Pemilu,” yang digelar Rabu (30/9/2026) di KPU Brebes, di mana Dr. Slamet Riyanto hadir mewakili Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M.
Forum ini menegaskan bahwa pendidikan politik harus diposisikan sebagai proses jangka panjang guna membentuk warga negara yang kritis, rasional, berintegritas, dan mampu mengawasi kekuasaan. Di tengah peningkatan status akreditasi Prodi MM FEB UMUS menjadi Unggul, Dr. Slamet menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh direduksi sekadar menjadi aktivitas pencoblosan lima tahunan.
Ketahanan demokrasi justru ditentukan oleh dinamika di masa antar-pemilu—mulai dari cara masyarakat mengakses informasi, memahami kebijakan publik, hingga menghadapi disinformasi. Pandangan ini sejalan dengan arah kebijakan Bawaslu pada 2026 yang mendorong penguatan literasi politik pada masa non-tahapan melalui Instruksi Nomor 2 Tahun 2026.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Lima Kritik Utama terhadap Praktik Pendidikan Politik Bedah buku ini menghasilkan sejumlah catatan kritis penting terkait arah pendidikan politik saat ini:
• Masih Terlalu Elektoral: Pendidikan politik kerap berhenti pada tata cara memilih dan teknis pencoblosan, bukan pada substansi seperti kemampuan membaca kebijakan publik, menilai rekam jejak berbasis fakta, dan mengawasi lembaga negara.
• Masyarakat Masih Diposisikan sebagai Objek: Model sosialisasi satu arah perlu ditingkatkan menjadi pembelajaran partisipatif, di mana warga memiliki ruang untuk berdiskusi, mengkritik, dan mendalami kebijakan publik (active citizenship).
• Harus Independen dari Kepentingan Elektoral: Pendidikan politik wajib dibedakan dari mobilisasi politik. Tujuannya adalah memperbesar kapasitas warga dalam mengambil keputusan secara mandiri, bukan mengarahkan pada kelompok atau kandidat tertentu.
• Belum Optimal di Ruang Digital: Mengingat masifnya arus informasi, misinformasi, dan konten sintetis berbasis AI di media sosial, literasi politik wajib diintegrasikan dengan literasi digital serta kemampuan verifikasi fakta.
• Dampak Belum Terukur: Keberhasilan program semestinya tidak diukur dari jumlah peserta atau kegiatan semata, melainkan dari peningkatan outcome—seperti naiknya daya kritis masyarakat terhadap informasi sesat dan kualitas pengawasan partisipatif.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Mengusulkan Model Democracy Learning Cycle Sebagai solusi, Dr. Slamet mengusulkan siklus pembelajaran demokrasi berkelanjutan (Democracy Learning Cycle) yang berjalan secara kontinu:
Literasi → Dialog → Verifikasi → Partisipasi → Pengawasan → Refleksi → Kembali ke Literasi.
Perguruan tinggi, tambah Dr. Slamet, memegang peranan strategis sebagai laboratorium demokrasi yang aman untuk pertukaran gagasan ilmiah, riset, serta wadah pelibatan mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Sorotan Khusus: Tantangan Partisipasi Pemilih di Brebes
Menutup sesi tanya jawab, Dr. Slamet menyoroti PR besar bagi Kabupaten Brebes terkait rendahnya partisipasi pemilih. Ia mengungkapkan adanya persoalan krusial mengenai sekitar 27.000 warga Brebes yang berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI) di luar negeri, namun tidak dapat menyalurkan hak suaranya karena terkendala regulasi.
“Bila persoalan 27 ribu pemilih PMI ini tidak terakomodasi dan regulasinya tidak segera dibenahi, maka selamanya angka partisipasi pemilih di Kabupaten Brebes akan selalu rendah,” ujar Dr. Slamet sekaligus menutup rangkaian diskusi.
BREBES — Upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata terus digelorakan di Daerah. Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes resmi memperkuat sinergi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes. Kolaborasi ini ditandai melalui pertemuan kelembagaan yang berlangsung khidmat di Ruang Meeting Wakil Rektor 1 Kampus UMUS pada Selasa (29/9/2026).
Langkah kolaboratif ini dirancang untuk membuka peluang emas bagi generasi muda berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya. Melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), kedua lembaga berkomitmen memastikan tidak ada anak bangsa yang terhenti cita-citanya menempuh pendidikan tinggi hanya karena kendala finansial.
Misi Kemanusiaan dan Penguatan SDM Daerah Pertemuan penting yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan tinggi dari kedua belah pihak. Dari jajaran BAZNAS Kabupaten Brebes, hadir Wakil Ketua I Nursidik, S.Pd., Wakil Ketua II Ahmad Munsip, M.Pd., serta Wakil Ketua IV KH. Mujib Shodiq Sukhaimi yang akrab disapa Gus Mujib. Baca Juga: BNN Kota Tegal dan UMUS Brebes Matangkan Persiapan Pemilihan Duta Anti Narkoba Tegal 2026 Sementara itu, dari pihak tuan rumah, jajaran pimpinan rektorat UMUS menyambut secara penuh.
Hadir Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Moh Toharudin, M.Pd., Wakil Rektor 2 Bidang Keuangan dan Sumber Daya Otong Saeful Bachri, M.Kom., serta Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Muhammad Hasdar, Ph.D. Wakil Rektor 1 UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., mengapresiasi tinggi atas inisiatif dan kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Brebes.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat merupakan langkah nyata dalam membangun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
”Kami menyambut hangat kedatangan para pimpinan BAZNAS Kabupaten Brebes. Sinergi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi ‘menara gading’ yang tidak tersentuh oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui kemitraan strategis ini, kita ingin memastikan bahwa akses kuliah di UMUS terbuka lebar bagi calon mahasiswa kurang mampu yang berprestasi,” ujar Dr. Moh Toharudin di sela-sela diskusi.
Toharudin menambahkan bahwa UMUS terus berbenah secara akademik maupun tata kelola untuk menyediakan lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja serta pengabdian masyarakat. Dalam diskusi mendalam yang berlangsung hangat di Ruang Meeting Warek 1, BAZNAS Kabupaten Brebes dan UMUS membahas pemetaan skema penyaluran bantuan pendidikan serta program beasiswa berkelanjutan.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Brebes, Nursidik, S.Pd., menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki program prioritas di bidang pendidikan, yakni Brebes Cerdas, yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal. Menurutnya, zakat tidak hanya berdampak pada jaring pengaman sosial bersifat konsumtif, tetapi juga harus didayagunakan secara produktif dan jangka panjang. ”Pendidikan adalah investasi sosial terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.
Melalui kolaborasi bersama UMUS, BAZNAS Kabupaten Brebes ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan oleh para muzakki benar-benar memberikan dampak penyelesaian masalah mendasar masyarakat, salah satunya melalui penyediaan beasiswa kuliah,” papar Nursidik.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Brebes, Ahmad Munsip, M.Pd., menekankan pentingnya akurasi data dan mekanisme seleksi penerima manfaat. Pihaknya bersama jajaran kemahasiswaan UMUS akan menyusun kriteria yang transparan dan terukur agar beasiswa yang disalurkan tepat sasaran. ”Sistem verifikasi bersama akan dijalankan secara akuntabel. Kita akan menyisir para calon mahasiswa atau mahasiswa aktif yang benar-benar memenuhi syarat secara ekonomi (mustahik) namun memiliki semangat belajar serta keunggulan akademik maupun non-akademik,” jelas Ahmad Munsip.
Dari perspektif spiritual dan keumatan, Wakil Ketua IV BAZNAS Brebes, KH. Mujib Shodiq Sukhaimi (Gus Mujib), menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk pengejawantahan dari nilai-nilai kepedulian sosial dalam Islam. ”Mengentaskan kemiskinan lewat ilmu pengetahuan adalah dakwah yang sangat mulia. Ketika seorang anak dari keluarga tidak mampu bisa sarjana dan berkarya, maka derajat keluarganya terangkat, dan kemaslahatan masyarakat terpelihara. Inilah esensi utama pendayagunaan zakat yang membawa keberkahan,” tutur Gus Mujib dengan menyejukkan.
Guna menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UMUS, Muhammad Hasdar, Ph.D., menegaskan pentingnya pembinaan karakter dan pendampingan prestasi bagi para mahasiswa penerima beasiswa kelak. ”Kami tidak ingin mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS ini hanya sekadar kuliah dan lulus.
Melalui jajaran di bawah Kemahasiswaan, kami siapkan program pendampingan khusus, seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kegiatan pengabdian masyarakat. Mereka harus menjadi ‘duta perubahan’ yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan akhlak mulia,” tegas Hasdar.
Hasdar meyakini bahwa sentuhan pembinaan yang komprehensif akan mencetak lulusan UMUS yang tidak hanya unggul secara intelektual dan keterampilan teknis, melainkan juga memiliki ketahanan moral serta empati sosial yang kuat di masyarakat. Pertemuan strategis pada Selasa siang tersebut akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan formulasi draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang bakal ditandatangani resmi dalam waktu dekat.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan percontohan (pilot project) antara institusi pendidikan tinggi swasta dan lembaga pengelola zakat daerah di Jawa Tengah dalam mengakselerasi pemerataan akses pendidikan tinggi. Melalui sinergi kokoh antara BAZNAS Kabupaten Brebes dan UMUS, asa baru kini terbuka lebar bagi generasi muda kurang mampu di Brebes untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya di bangku kuliah, sekaligus menjadi pilar pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa depan.
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, khususnya upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui persiapan pelaksanaan Pemilihan Duta Anti Narkoba Tegal 2026, yang rangkaian kegiatannya direncanakan akan dilaksanakan di Kampus Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Dalam rangka mematangkan persiapan kegiatan tersebut, Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, S.Pd.I., M.H., melakukan anjangsana dan silaturahmi kelembagaan dengan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., Kamis (24/9/2026).
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Pertemuan berlangsung di Ruang Utama Rektor UMUS Brebes dalam suasana hangat, komunikatif, dan produktif. Kepala BNN Kota Tegal hadir didampingi Satria beserta rombongan, sementara Rektor UMUS Brebes didampingi jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas koordinasi dan pematangan berbagai aspek penyelenggaraan Pemilihan Duta Anti Narkoba Tegal 2026, mulai dari kesiapan lokasi, teknis pelaksanaan, koordinasi kepanitiaan, hingga penguatan substansi edukatif yang akan menjadi ruh dari seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi UMUS Brebes, keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut memiliki makna strategis. Kampus bukan hanya menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Pemilihan Duta Anti Narkoba juga diharapkan tidak berhenti pada seremoni maupun penyematan selempang. Lebih dari itu, para duta nantinya diharapkan mampu menjadi peer educator, komunikator, sekaligus agen perubahan yang membawa pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan karakter generasi muda saat ini.
Sinergi antara BNN Kota Tegal dan UMUS Brebes sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan pencegahan narkoba melalui edukasi, literasi, penguatan karakter, dan partisipasi aktif generasi muda.
Berdasarkan agenda yang telah disiapkan panitia, Pemilihan Duta Anti Narkoba Tegal 2026 mengusung tema “Bhaktiku untuk Negeri Bersinar Berprestasi.” Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran pada 6 September–4 Oktober 2026, dilanjutkan technical meeting pada 6 Oktober, seleksi awal 10 Oktober, sashing ceremony 17 Oktober, karantina offline 14 November, dan puncaknya Grand Final pada 21 November 2026.
Kegiatan tersebut terbuka bagi generasi muda berusia 15–25 tahun yang berdomisili di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes, sesuai dengan persyaratan penyelenggara. Dengan cakupan tersebut, ajang ini diharapkan mampu mempertemukan generasi muda lintas wilayah dalam satu semangat yang sama: membangun lingkungan yang sehat, produktif, berprestasi, dan memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba.
Pertemuan di Ruang Utama Rektor UMUS Brebes menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara matang, profesional, dan memiliki dampak yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, BNN Kota Tegal dan UMUS Brebes menegaskan bahwa pencegahan narkoba bukan semata tugas satu institusi, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, serta generasi muda.
Dari kampus, semangat Bersinar digaungkan. Dari generasi muda, perubahan diharapkan lahir. Pemilihan Duta Anti Narkoba Tegal 2026 bukan sekadar mencari figur terbaik, tetapi menyiapkan anak-anak muda yang siap menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju generasi sehat, berintegritas, dan berprestasi.
BREBES — Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Nadia Nur Alifiana, dari Prodi Teknik Informatika, berhasil diterima dalam program Maganghub Batch 2 Angkatan 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Nadia lolos untuk menempati posisi Pengadministrasi Umum di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Program pemagangan ini akan berlangsung selama 181 hari atau sekitar enam bulan, dimulai sejak pertengahan September 2026.
Capaian ini menjadi bukti komitmen UMUS Brebes dalam mendorong para mahasiswanya untuk aktif mengambil peluang pengembangan kompetensi dan pengalaman kerja profesional di instansi pemerintah maupun swasta nasional.
Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kelulusan Nadia dalam program nasional tersebut. ”Kelulusan mahasiswi kami di instansi strategis seperti Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN merupakan pencapaian yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa kualitas serta daya saing mahasiswa UMUS Brebes mampu diperhitungkan di tingkat nasional,” ujar Dr. Roby Setiadi.
Ia menambahkan bahwa program Maganghub menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu akademis yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam dunia kerja nyata. ”Kami berharap pengalaman magang di Jakarta Pusat ini dapat memberikan wawasan profesional, mengasah pemahaman administratif, serta memperkuat karakter kepemimpinan Nadia. Semoga pencapaian ini juga memotivasi seluruh mahasiswa UMUS Brebes lainnya untuk terus berprestasi dan berani bersaing di berbagai kancah nasional,” pungkasnya.
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperluas langkah internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penguatan jejaring akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.
Kali ini, UMUS menjajaki pengembangan kerja sama strategis dengan King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, khususnya melalui School of Food Industry KMITL. Penjajakan tersebut dilakukan oleh Muhamad Hasdar, Ph.D., Wakil Rektor III UMUS, yang juga merupakan alumni KMITL, bersama Dr. Orachorn Mekkerdchoo, Wakil Dekan School of Food Industry KMITL bidang kerja sama dan akademik.
Pertemuan kedua pihak menjadi ruang dialog untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara konkret dan berkelanjutan. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari student exchange, international internship, collaborative research, joint publication, pengembangan kapasitas akademik, hingga berbagai aktivitas yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara sivitas akademika kedua institusi.
Dari Jejaring Menuju Kolaborasi Nyata
Wakil Rektor III UMUS, Muhamad Hasdar, Ph.D., mengatakan bahwa penguatan hubungan dengan KMITL merupakan bagian dari komitmen UMUS dalam membuka akses internasional yang semakin luas bagi mahasiswa dan dosen. “Kerja sama ini merupakan salah satu langkah UMUS untuk memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik yang lebih maju dan berstandar internasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri,” ujar Muhamad Hasdar.
Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada hubungan kelembagaan. Kolaborasi perlu diarahkan pada program yang memiliki dampak akademik terukur, baik terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa maupun produktivitas dan kapasitas akademik dosen. Karena itu, penjajakan bersama KMITL diarahkan tidak hanya pada mobilitas mahasiswa melalui pertukaran dan magang internasional, tetapi juga pada riset kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengembangan kompetensi dosen, serta transfer pengetahuan dan teknologi.
Kolaborasi dengan School of Food Industry KMITL memiliki relevansi strategis terutama bagi pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pangan UMUS. Kekuatan akademik dan pengalaman KMITL di bidang industri pangan membuka ruang kolaborasi yang luas dalam pengembangan ilmu dan teknologi pangan, gizi, kesehatan, keamanan dan mutu pangan, teknologi pengolahan, inovasi produk pangan, hingga penelitian multidisipliner. Kerja sama tersebut juga berpotensi mempertemukan keunggulan dan isu penelitian yang berkembang di masing-masing institusi.
Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya berorientasi pada aktivitas akademik jangka pendek, tetapi dapat diarahkan pada lahirnya ekosistem riset internasional yang produktif dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa UMUS, peluang mengikuti student exchange maupun internship internasional dapat menjadi pengalaman akademik yang bernilai. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang perkuliahan, tetapi juga berkesempatan beradaptasi dengan kultur akademik berbeda, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, membangun jejaring global, serta meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
BREBES — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Rumah Makan Teras Padi Brebes pada hari Minggu, 20 September 2026. Ratusan kepala sekolah dan guru PAUD serta Sekolah Dasar se-Kabupaten Brebes berkumpul dalam sebuah Workshop Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Agung Widyantoro, M.Si, bekerja sama dengan Kemendikdasmen Republik Indonesia.
Acara ini menghadirkan Wakil Rektor I Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Dr. Moh Toharudin, M.Pd, sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk: “Revitalisasi Pendidikan Menuju Pendidikan Aman, Nyaman, dan Berkualitas.”
Dalam sambutannya, Dr. H. Agung Widyantoro, M.Si menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan dasar akan menentukan arah masa depan Indonesia. Revitalisasi pendidikan bukan sekadar jargon.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Ini adalah komitmen nyata untuk menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan berkualitas, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi emas yang siap menghadapi tantangan global, ujar,” Agung Widyantoro. Agung menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pendidikan.
Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya lahir dari ruang rapat legislatif, tetapi juga dari dialog langsung dengan para guru dan kepala sekolah di lapangan. Direktur PAUD Kemendikdasmen, Ir. Harris Iskandar, Ph.D, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa revitalisasi pendidikan harus dimulai dari jenjang paling dasar, yakni PAUD dan Sekolah Dasar, karena di sanalah fondasi karakter dan kompetensi anak dibentuk.
“Guru PAUD dan SD adalah garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa. Pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan unggul secara akademik. Kemendikdasmen berkomitmen mendukung penuh upaya sinergi ini,” ujar Harris Iskandar.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sambutan tersebut semakin menegaskan bahwa pemerintah pusat, DPR RI, dan perguruan tinggi memiliki visi yang sama: menghadirkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan relevan dengan tantangan zaman.
Sebagai narasumber, Dr. Moh Toharudin, M.Pd menyampaikan gagasan inspiratif tentang bagaimana PAUD dan sekolah dasar dapat bertransformasi menghadapi era digital sekaligus menjaga nilai-nilai lokal. Dalam paparannya, beliau menekankan tiga pilar utama revitalisasi pendidikan:
Pendidikan Aman: Sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan. Sistem manajemen sekolah perlu mengintegrasikan kebijakan perlindungan anak.
BREBES – Fakultas Teknik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menjadi ruang pertemuan strategis dalam Rapat Penguatan Kelembagaan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, kehutanan, lingkungan hidup, Forum DAS, dan perguruan tinggi dalam upaya memperkuat tata kelola DAS Pemali secara terpadu dan berkelanjutan.
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mengaktifkan kembali peran dan fungsi Forum DAS Pemali sebagai wadah koordinasi multipihak. Agenda tersebut sesuai dengan undangan resmi BPDAS Pemali Jratun mengenai Rapat Peningkatan Kelembagaan Forum DAS Pemali.
Pertemuan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis. Dari BPDAS Pemali Jratun hadir Medawati, S.Hut. Unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dihadiri Kepala Dinas Mochamad Sodik, S.S.TP., M.Si. bersama Rojikin, S.Si.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Provinsi Jawa Tengah hadir dua orang perwakilan, salah satunya Rokip, S.Hut., M.T. Sementara unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diwakili Miswari, S.Hut. Unsur kelembagaan DAS turut diperkuat dengan kehadiran Suparno, M.T. dari Forum DAS Provinsi Jawa Tengah dan Dr. Abdul Hamid, M.T. dari Forum DAS Pemali. Kehadiran lintas lembaga tersebut mencerminkan semangat collaborative governance, yakni pengelolaan lingkungan yang dibangun melalui koordinasi dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan.
Forum tersebut menjadi strategis karena pengelolaan DAS tidak hanya berkaitan dengan persoalan aliran air. Di dalamnya terdapat dimensi konservasi sumber daya alam, tata guna lahan, rehabilitasi hutan dan lahan, keberlanjutan lingkungan, aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, hingga mitigasi risiko ekologis.
Dalam konteks tersebut, Fakultas Teknik UMUS Brebes menjadi ruang akademik yang relevan untuk mempertemukan gagasan, kebijakan, dan kebutuhan implementatif di lapangan. Perguruan tinggi dapat mengambil posisi strategis melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, inovasi teknologi, edukasi lingkungan, serta penyediaan rekomendasi berbasis data dalam mendukung tata kelola DAS yang berkelanjutan.
Momentum ini sekaligus memperkuat relasi antara dunia akademik dan pemangku kebijakan. Persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Sinergi pemerintah, Forum DAS, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi modal penting untuk menghasilkan tata kelola lingkungan yang partisipatif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Rapat penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali peran strategis Forum DAS Pemali sebagai simpul koordinasi multipihak, sekaligus mendorong lahirnya agenda kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat di wilayah DAS Pemali.
DAS bukan sekadar aliran air dari hulu menuju hilir. DAS merupakan ruang kehidupan yang mempertemukan manusia, lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan antargenerasi. Karena itu, menjaga DAS pada hakikatnya adalah menjaga keberlanjutan kehidupan.
TEGAL — Memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Madrosah Roudhoh At Tohar Tegal berkolaborasi dengan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kegiatan kepedulian sosial melalui penyaluran santunan bagi anak yatim piatu.
Kegiatan kolaborasi ini berlangsung khidmat di Madrosah Roudhoh At Tohar, Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (9/9/2026). Dalam aksi sosial ini, sebanyak 13 anak yatim piatu menerima bantuan santunan yang diserahkan langsung oleh Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., bersama sang istri, Rila Melyana Fitri, M.Pd.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan civitas akademika UMUS Brebes, antara lain Wakil Rektor III Muhamad Hasdar, Ph.D., Dekan FKIP Dr. Didik Trisetiyoko, M.Pd., Kepala LPPM Dr. Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., serta Kepala LPM Drs. Ghufroni, M.Pd., bersama pengurus Madrosah Roudhoh At Tohar dan tokoh masyarakat setempat.
Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., menyampaikan bahwa aksi kepedulian ini berakar dari ajaran mulia Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 220, Allah SWT menegaskan bahwa mengurus dan memelihara urusan anak-anak yatim secara patut adalah sebuah kebaikan besar di sisi-Nya.
”Rasulullah SAW juga menjanjikan kedudukan yang amat dekat di surga bagi orang-orang yang mengasihi anak yatim, sebagaimana sabda beliau bahwa orang yang menanggung anak yatim akan berdampingan dengan Nabi di surga bak jari telunjuk dan jari tengah. Momentum Maulid ini menjadi ajang bagi kita untuk mengamalkan tuntunan tersebut secara nyata,” ujar Dr. Moh Toharudin.
Pihak Madrosah Roudhoh At Tohar menyambut hangat kehadiran dan kerja sama dari pimpinan UMUS Brebes. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada momentum peringatan hari besar Islam saja, tetapi juga berlanjut dalam program-program pendidikan dan pengabdian masyarakat lainnya di wilayah Tegal dan Brebes.
BREBES — Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, resmi meraih status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Capaian prestisius ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor SK. 280/DE/A.5/LAMEMBA-U/IX/2026. Raihan akreditasi peringkat tertinggi ini menegaskan komitmen UMUS Brebes dalam menjaga mutu pendidikan tinggi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pencapaian penting yang diraih oleh FEB UMUS tersebut. ”Raihan Akreditasi Unggul ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh civitas akademika UMUS Brebes.
Capaian ini menjadi dorongan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola akademis serta melahirkan lulusan yang berintegritas, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin di berbagai sektor,” ujar Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M.
Ia menambahkan bahwa raihan akreditasi ini selaras dengan visi institusi untuk menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas. ”Kami berkomitmen untuk memperkuat inovasi, riset, dan kolaborasi strategis agar hadirnya Prodi Magister Manajemen ini dapat terus memberikan kontribusi substantif bagi pembangunan daerah maupun nasional,” tegasnya.
Dengan berpatokan pada nilai-nilai integritas, inovasi, dan keberlanjutan, UMUS Brebes terus optimis memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mencetak generasi unggul untuk Indonesia.