Universitas Muhadi Setiabudi

Cegah Stunting Berbasis Pangan Lokal, Mahasiswa KKN UMUS Edukasi PKK Desa Cibuyur Olah Jagung Menjadi Puding Bergizi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Upaya percepatan penurunan angka stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui pemanfaatan potensi pangan lokal yang tersedia di masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes Posko Warungpring menyelenggarakan Sosialisasi Pembuatan Olahan Pangan Lokal “Puding Jagung” sebagai Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu anggota PKK Desa Cibuyur serta mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Cibuyur, Bapak Yoyok Kusnodo. Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan edukasi gizi, pemberdayaan keluarga, dan optimalisasi potensi pangan lokal sebagai strategi preventif dalam menekan risiko stunting pada balita.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sekaligus mendemonstrasikan proses pembuatan puding jagung sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Jagung dipilih karena merupakan komoditas lokal yang mudah diperoleh, kaya akan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan praktik memasak. Para anggota PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi jagung, tetapi juga dibekali keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang menarik, lezat, dan disukai anak-anak. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga untuk memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi sehat sehari-hari.

Ketua Kelompok KKN, Rifqi Muslim, menjelaskan bahwa edukasi pangan lokal merupakan salah satu langkah strategis dalam membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis potensi desa. Menurutnya, inovasi sederhana seperti pengolahan jagung menjadi puding dapat menjadi alternatif menu bergizi yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Abdul Khamid, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan potensi lokal. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan seperti PKK merupakan modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UMUS berharap masyarakat Desa Cibuyur semakin terdorong untuk memanfaatkan komoditas lokal sebagai sumber pangan bergizi yang bernilai tambah. Selain mendukung peningkatan status gizi balita, inovasi olahan pangan lokal juga berpotensi dikembangkan sebagai produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi, sehingga mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mewujudkan pembangunan desa yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dari Limbah Menjadi Energi: Mahasiswa KKN UMUS Latih Warga Warungpring Olah Bonggol Jagung Menjadi Briket Ramah Lingkungan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Komitmen mendorong pembangunan desa berbasis inovasi dan keberlanjutan terus diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Tim KKN Posko Warungpring menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Briket Arang Berbahan Dasar Bonggol Jagung di Dusun Bengkeng, Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan pendekatan circular economy melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Bonggol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diperkenalkan sebagai bahan baku energi alternatif berupa briket arang yang ekonomis, ramah lingkungan, dan berpotensi mendukung ketahanan energi rumah tangga.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pelatihan dihadiri oleh Kepala Dusun Bengkeng, Ketua RW, serta jajaran Ketua RT se-Dusun Bengkeng, yang menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah desa terhadap pengembangan inovasi berbasis potensi lokal. Antusiasme masyarakat terlihat selama sesi sosialisasi maupun praktik langsung pembuatan briket, mulai dari proses karbonisasi, penghalusan bahan, pencampuran perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan.

Ketua Kelompok KKN, Rifqi Muslim, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai solusi atas persoalan limbah pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Menurutnya, bonggol jagung yang selama ini dianggap sebagai limbah sesungguhnya memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai jual serta mendukung pengurangan limbah di lingkungan pedesaan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Abdul Khamid, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan riil di tingkat desa. Menurutnya, hilirisasi inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal menjadi strategi penting dalam memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek energi bersih, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMUS tidak hanya mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara produktif. Diharapkan inovasi pembuatan briket berbahan dasar bonggol jagung dapat terus dikembangkan sebagai produk unggulan desa yang memiliki manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

Monev KKN UMUS 2026 Perkuat Kualitas Pengabdian, Pastikan Program Berdampak di Kabupaten Tegal dan Pemalang

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menjamin mutu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi implementasi program kerja mahasiswa sekaligus memastikan seluruh kegiatan KKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Pada tahun 2026, mahasiswa KKN UMUS melaksanakan pengabdian di 12 desa yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Di Kabupaten Tegal, lokasi KKN meliputi Desa Randusari, Surakidul, Margasari, Dukuh Tengah, Penyalahan, Sumbarang, dan Cibuyur yang berada di Kecamatan Margasari. Sementara di Kabupaten Pemalang, mahasiswa ditempatkan di Desa Mereng (Kecamatan Warungpring), Banyumudal dan Moga (Kecamatan Moga), serta Kebongede dan Peguyangan (Kecamatan Bantarbolang).

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dihadiri oleh Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, M.M., didampingi para Wakil Rektor, Kepala LPPM UMUS Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tim Monitoring dan Evaluasi KKN, serta panitia pelaksana KKN, yaitu Elinda Umisara, M.Pd. dan Andi Yulianto, S.Si., M.M.. Turut hadir pula perwakilan pemerintah desa dari masing-masing lokasi KKN di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program pengabdian. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, dosen, panitia, dan pemerintah desa tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mengawal pelaksanaan KKN agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri,” kegiatan Monev tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi ruang refleksi akademik bagi mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan strategi penguatan program agar lebih berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Tim monitoring melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai program unggulan mahasiswa di setiap desa. Aspek yang dievaluasi meliputi kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, tingkat partisipasi warga, kualitas kolaborasi dengan pemerintah desa, inovasi yang dihasilkan, serta potensi keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Dalam sambutannya, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.M., menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari dampak positif, keberlanjutan inovasi, serta kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa Monitoring dan Evaluasi merupakan instrumen penting dalam sistem penjaminan mutu pengabdian kepada masyarakat. Melalui Monev, LPPM memastikan setiap kelompok KKN menjalankan program secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan KKN pada tahun-tahun mendatang.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak (Impactful University) yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dosen pembimbing, mahasiswa, dan masyarakat di Kabupaten Tegal maupun Kabupaten Pemalang diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pengabdian yang inovatif dan berbasis potensi lokal.

Dari KKN untuk Negeri: UMUS Ikuti Groundbreaking Industri Sapi Perah Kelas Dunia di Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui keterlibatan aktif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada momentum bersejarah groundbreaking kawasan peternakan sapi perah modern milik PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kabupaten Brebes. Kehadiran mahasiswa KKN UMUS dari Kecamatan Brebes dan Kecamatan Larangan menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi sektor peternakan menuju industri persusuan berstandar dunia.

Groundbreaking tersebut dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Brebes, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sekitar seribu petani dan peternak. Kawasan peternakan modern ini diproyeksikan menjadi salah satu sentra sapi perah terbesar di Asia Tenggara yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya swasembada susu nasional.

Partisipasi mahasiswa KKN UMUS dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat dan berbagai agenda pembangunan strategis daerah, mahasiswa memperoleh pengalaman empiris yang memperkaya kompetensi akademik sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kolaborasi.

Perwakilan mahasiswa KKN UMUS Kecamatan Brebes, Diyah Sukma Wati, menyampaikan apresiasi atas hadirnya investasi strategis tersebut. Menurutnya, pembangunan kawasan peternakan modern harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, transfer teknologi, peningkatan kapasitas peternak rakyat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, perguruan tinggi seperti UMUS diharapkan dapat terus dilibatkan dalam kegiatan riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat guna memperkuat ekosistem industri peternakan nasional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ketua Kelompok KKN UMUS Kecamatan Brebes, Agung Laksono, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam momentum bersejarah tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memahami secara langsung arah kebijakan pembangunan sektor peternakan Indonesia.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus hadir menyaksikan dan mengawal proses pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami berharap investasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan membuka peluang kolaborasi antara dunia industri dengan perguruan tinggi, khususnya UMUS,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Suci Nur Utami, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan strategis seperti ini merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pemahaman mengenai pembangunan berkelanjutan, hilirisasi sektor peternakan, serta pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Melalui program KKN, UMUS terus mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kehadiran mahasiswa dalam groundbreaking kawasan peternakan sapi perah berkelas dunia ini sekaligus menegaskan komitmen UMUS sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung penguatan sektor pertanian dan peternakan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan semangat “Dari KKN untuk Negeri”, UMUS optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Brebes sebagai pusat industri persusuan nasional yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kolaborasi Hijau di Kawasan Konservasi: Mahasiswa KKN UMUS Bersama MPA dan BKSDA Gelar Aksi Bersih Cagar Alam Kebongede

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Komitmen mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kelompok Kecamatan Bantarbolang berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja bakti membersihkan kawasan Cagar Alam Desa Kebongede, Kabupaten Pemalang, bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Kebongede dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pemalang.

Kegiatan diawali dengan apel dan pengarahan yang disampaikan oleh Kepala BKSDA Resor Pemalang, Heru Wijanarko, S.H., yang menegaskan bahwa kawasan cagar alam merupakan aset ekologis yang memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.

Setelah apel, seluruh peserta bergotong royong membersihkan sampah di kawasan konservasi, merapikan jalur akses, serta mengangkat ranting dan semak yang berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjaga kualitas kawasan konservasi sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran lapangan kepada mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi.

Aksi konservasi ini turut mendapat dukungan penuh dari Kepala Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Kebongede, Warsito, yang mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UMUS dalam menjaga kelestarian kawasan cagar alam. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Partisipasi mahasiswa KKN UMUS berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Abdul Bashar, S.TP., M.TP., dengan koordinasi lapangan dipimpin oleh Ketua Kelompok KKN Kecamatan Bantarbolang, Silfi Nur Indah Sari. Melalui koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, efektif, dan penuh semangat kebersamaan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Selain memberikan kontribusi terhadap pelestarian kawasan konservasi, mahasiswa juga menginternalisasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan, tanggung jawab sosial, serta semangat gotong royong sebagai karakter yang harus dimiliki oleh generasi muda.

Kolaborasi antara Mahasiswa KKN UMUS, MPA, dan BKSDA Resor Pemalang mencerminkan praktik collaborative environmental governance, yaitu tata kelola lingkungan yang mengedepankan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Model kolaborasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran ekologis masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berpartisipasi dalam menjaga kawasan konservasi.

Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN UMUS menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga pada upaya pelestarian lingkungan sebagai investasi bagi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. Semangat kolaborasi yang terbangun di Cagar Alam Kebongede menjadi bukti bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi nyata.

Dari Kampus untuk Desa: KKN UMUS Hadirkan Perencanaan Teknis Plang Arah Jalan, Perkuat Tata Kelola Infrastruktur Kebon Gede

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Komitmen mahasiswa dalam membangun desa tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan fisik, tetapi juga melalui penyusunan dokumen perencanaan yang berbasis kajian teknis dan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) yang menyerahkan Dokumen Perencanaan Teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Plang Arah Jalan untuk dua desa di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, yakni Desa Kebongede dan Peguyangan.

Dokumen tersebut disusun oleh Muhammad Helmi Mustakim, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMUS, sebagai program kerja Tim KKN Bantarbolang yang berorientasi pada penguatan tata kelola pembangunan infrastruktur desa. Penyusunan dokumen dilakukan melalui survei lapangan, identifikasi kebutuhan masyarakat, analisis kondisi eksisting, serta koordinasi bersama Pemerintah Desa Kebon Gede sehingga menghasilkan perencanaan yang komprehensif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Penyerahan dokumen diterima langsung oleh Kepala Desa Kebon Gede sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis perencanaan. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan dalam pembangunan plang arah jalan yang merupakan program kerja kelompok KKN sekaligus menjadi arsip teknis yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa pada masa mendatang.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Penyusunan dokumen perencanaan tersebut mencerminkan implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pendekatan evidence-based planning, yakni pembangunan yang disusun berdasarkan data lapangan, analisis kebutuhan, dan prinsip akuntabilitas. Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Keberadaan plang arah jalan nantinya diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memudahkan mobilitas pengguna jalan, memperkuat identitas wilayah, serta mendukung pelayanan publik yang lebih informatif. Infrastruktur informasi ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi Desa Kebon Gede.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UMUS kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga menghadirkan solusi akademik yang aplikatif bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan lebih berdampak ketika didukung oleh perencanaan yang matang dan berbasis ilmu pengetahuan.

Inovasi Olahan Jagung Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa KKN UMUS Dampingi Produksi Corn Ribs dan Perhitungan HPP

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mendorong penguatan sektor usaha mikro melalui program pendampingan berbasis potensi lokal. Kali ini, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan nilai tambah komoditas jagung melalui inovasi produk corn ribs sekaligus pelatihan penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP) bagi pelaku UMKM di Desa Margasari.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata untuk mengubah komoditas jagung yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui praktik langsung, mahasiswa KKN memperkenalkan teknik pengolahan corn ribs yang menarik, memiliki cita rasa khas, dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Tidak hanya pada aspek produksi, mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai manajemen usaha, khususnya cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Materi ini dinilai penting agar pelaku UMKM mampu menentukan harga jual secara rasional, menghitung biaya produksi secara akurat, serta memperoleh keuntungan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar. 

Antusiasme para pelaku UMKM terlihat selama proses pendampingan berlangsung. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam diversifikasi produk berbahan dasar jagung, tetapi juga memahami pentingnya pencatatan biaya produksi sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pemerintah Desa Margasari menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UMUS yang menghadirkan program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha diharapkan mampu melahirkan UMKM yang lebih inovatif, adaptif, dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Melalui kegiatan ini, KKN UMUS kembali menegaskan komitmennya sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Pendampingan inovasi produk corn ribs yang dipadukan dengan edukasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai jual komoditas jagung sekaligus memperkuat kapasitas manajerial UMKM, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi desa yang lebih berkelanjutan.

UMUS dan Taman Baca Tipar Berkolaborasi Bangun Ekosistem Literasi Berbasis Dongeng Lokal di Margasari

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL — .Penguatan budaya literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan bacaan yang dekat dengan kehidupan anak. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) bersama Taman Baca Tipar membangun kolaborasi melalui Program Literasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengusung pendekatan berbasis dongeng lokal sebagai strategi inovatif meningkatkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kegiatan koordinasi yang berlangsung di Taman Baca Tipar, Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Sabtu (18/7). Pertemuan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa KKN UMUS, serta pengelola Taman Baca Tipar, Farkhaeni, guna mematangkan pelaksanaan Festival Mendongeng Anak yang akan menjadi puncak rangkaian program pengabdian masyarakat.

Dalam forum tersebut, seluruh pihak menyepakati konsep kegiatan, jadwal pelaksanaan, sasaran peserta, hingga pembagian tugas agar program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Festival mendongeng dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari gerakan literasi berbasis budaya lokal yang berorientasi pada keberlanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan budaya baca, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UMUS turut menyerahkan bantuan koleksi buku kepada Taman Baca Tipar. Penyerahan tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan serta memperluas akses literasi bagi anak-anak dan masyarakat Desa Margasari.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kecamatan Margasari sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMUS, Robert Rizki Yono, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini merupakan usaha bersama untuk membangun gerakan literasi berbasis dongeng lokal sebagai bentuk partisipasi aktif dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat di Desa Margasari dan Desa Dukuh Tengah. Bacaan yang dekat dengan budaya lokal diyakini mampu meningkatkan ketertarikan anak untuk membaca sekaligus mengenal identitas budayanya,” ujarnya.

Robert menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem literasi yang adaptif terhadap kebutuhan lokal.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“Kolaborasi ini merupakan komitmen bersama antara UMUS dan masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak melalui pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Program tersebut juga berangkat dari realitas masih rendahnya kemampuan literasi membaca di Indonesia. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor kemampuan membaca peserta didik Indonesia tercatat sebesar 359, masih berada di bawah rata-rata negara-negara OECD yang mencapai 476. Kondisi tersebut diperkuat dengan meningkatnya intensitas penggunaan gawai oleh anak-anak yang menjadi tantangan tersendiri dalam menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UMUS menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran yang tidak berhenti pada pelaksanaan festival. Selama masa pengabdian, mahasiswa berhasil menyusun dua buku dongeng berbasis potensi lokal berjudul Petualangan Marga dan Sari: Jejak Kebaikan di Desa Margasari serta Legenda Suradirana: Jejak Kearifan Lokal Desa Dukuh Tengah. Keduanya dilengkapi dengan modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran digital berbentuk flipbook interaktif, serta video animasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru, taman baca, maupun masyarakat secara berkelanjutan.

Dari Limbah Menjadi Energi, Mahasiswa KKN UMUS Dampingi UMKM Produksi Briket Tongkol Jagung di Desa Margasari

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan diwujudkan dengan pendampingan kepada pelaku UMKM di Desa Margasari Kabupaten Pemalang dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut berangkat dari melimpahnya limbah pertanian pascapanen jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi sederhana dalam proses pembuatan briket, mulai dari pengolahan bahan baku, pencetakan, hingga pengeringan produk sehingga siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Koordinator KKN UMUS menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah organik, tetapi juga mendorong tumbuhnya peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa. Dengan demikian, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pendampingan juga difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM melalui peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pengenalan strategi pemasaran agar briket hasil olahan memiliki daya saing di pasar.

Pemerintah Desa Margasari menyambut positif inisiatif tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui program ini, KKN UMUS menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit. Pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket membuktikan bahwa bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat desa. Pendekatan pemberdayaan seperti ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Bersinergi Membangun Desa, KKN UMUS Hadirkan Inovasi Lingkungan dan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma melalui pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Bertempat di Balai Desa Peguyangan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Selasa (14/7/2026), mahasiswa KKN UMUS secara resmi memaparkan program kerja sebagai langkah awal membangun kolaborasi strategis bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mengusung semangat “Bersinergi Membangun Desa”, kegiatan tersebut menjadi forum komunikasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk menyelaraskan berbagai program pemberdayaan yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan analisis kebutuhan masyarakat.

Koordinator Desa KKN UMUS Desa Peguyangan, Silfi Nur Indah Sari, menjelaskan bahwa seluruh program kerja dirancang dengan pendekatan partisipatif sehingga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya pada sektor lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Salah satu inovasi yang menjadi program unggulan adalah Pembuatan Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap. Program ini merupakan inovasi sederhana namun memiliki nilai strategis dalam mendukung pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Melalui desain pembakaran yang mampu menekan emisi asap, mahasiswa berharap masyarakat dapat mengurangi praktik pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari udara sekaligus meningkatkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.

Selain program lingkungan, mahasiswa juga menghadirkan berbagai program individu sesuai disiplin ilmu masing-masing. Pada sektor pendidikan, mahasiswa akan melaksanakan pendampingan belajar, kegiatan literasi, serta edukasi kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menumbuhkan budaya belajar di kalangan siswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di bidang ekonomi, mahasiswa akan memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan manajemen usaha, penyusunan strategi pemasaran, pengembangan identitas produk, hingga optimalisasi pemasaran digital. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Peguyangan di era transformasi digital.

Sementara itu, pada bidang kesehatan, mahasiswa dari program studi gizi akan melaksanakan edukasi pencegahan stunting melalui penyuluhan mengenai gizi seimbang, pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil dan balita, serta kampanye pola hidup sehat. Program tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap agenda nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Kegiatan pemaparan program kerja mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Peguyangan, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berkolaborasi bersama mahasiswa dalam merealisasikan berbagai program yang telah dirancang.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMUS, Abdul Bashar, S.TP., M.TP., menegaskan bahwa keberhasilan Kuliah Kerja Nyata tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“KKN merupakan ruang implementasi keilmuan mahasiswa untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun desa yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi praktik baik yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Desa KKN, Silfi Nur Indah Sari, menambahkan bahwa seluruh mahasiswa berkomitmen menghadirkan program yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin KKN menjadi ruang belajar bersama masyarakat. Harapannya, seluruh program yang kami laksanakan dapat menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat Desa Peguyangan,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN UMUS di Desa Peguyangan diharapkan menjadi model pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, produktif, inovatif, dan berdaya saing menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

× Penerimaan Mahasiswa Baru