BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengadakan pertemuan bersama alumni dan mahasiswa yang sedang menjalani program internship di Jepang. Kegiatan ini menjadi bentuk silaturahmi sekaligus upaya mempererat hubungan antara kampus, alumni, dan mahasiswa peserta internship.
Beberapa alumni UMUS yang kini kembali bekerja di Jepang sebelumnya merupakan peserta internship di perusahaan Jepang. Karena memiliki kinerja yang baik serta etos kerja yang tinggi, mereka kembali dipercaya oleh perusahaan untuk bekerja di Jepang sekaligus membimbing mahasiswa UMUS lainnya yang sedang menjalani program internship. Hingga saat ini, UMUS telah menjalin kerja sama dengan 14 perusahaan di bidang pertanian dan pengolahan makanan yang berada di wilayah Prefektur Gunma dan Saitama, Jepang.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, pihak kampus juga mendengarkan berbagai masukan dari para alumni terkait pengembangan kurikulum. Masukan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan industri dan perkembangan di perusahaan, sehingga dapat diterapkan menjadi mata kuliah maupun bagian dari materi perkuliahan yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Pertemuan ini dilaksanakan di salah satu restoran halal di Prefektur Gunma, Jepang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Muhamad Hasdar selaku Wakil Rektor III UMUS, Abdul Khamid selaku Dekan Fakultas Teknik UMUS, serta Wahidin selaku Kepala Pengabdian kepada Masyarakat UMUS.
PURWOKERTO — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kelembagaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, di Hall Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, khususnya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi berbasis kolaborasi multidisipliner. Ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pendidikan, penelitian dan publikasi ilmiah, teknologi informasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.
Selain itu, kerja sama juga mencakup penyelenggaraan forum ilmiah dan diseminasi informasi di bidang hukum, pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif, program kunjungan studi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, hingga penempatan mahasiswa magang sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Dr. Heni Susilo Wardoyo. Turut hadir sebagai tuan rumah, Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. Ridwan, M.Ag., bersama 18 pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam forum kolaboratif tersebut.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah dengan hadirnya Bupati Banyumas dan Wali Kota Semarang yang memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Dari pihak Universitas Muhadi Setiabudi, kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Muhamad Hasdar, M.Sc., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama lintas institusi yang dinilai mampu membuka ruang inovasi, meningkatkan kualitas akademik, serta memperkuat kompetensi mahasiswa di era transformasi digital dan globalisasi pendidikan tinggi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sementara itu, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, M.Kom., M.M., menyatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada aspek administratif kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan program-program implementatif yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia mahasiswa. Program tersebut meliputi penelitian bersama, publikasi ilmiah, magang, forum akademik, serta penguatan literasi hukum di lingkungan perguruan tinggi.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Hukum menjadi langkah progresif dalam membangun kultur akademik yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam penguatan wawasan hukum, pengembangan kompetensi profesional mahasiswa, serta akselerasi inovasi berbasis riset dan teknologi.
Melalui perjanjian kerja sama ini, Universitas Muhadi Setiabudi optimistis dapat terus memperluas perannya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Hukum — yang saat ini terbagi menjadi Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan — difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, edukasi hukum, hak kekayaan intelektual (HaKI), serta sosialisasi kebijakan baru. Bentuk implementasi kerja sama meliputi program Goes to Campus, pembentukan pusat studi HAM, kuliah umum, hingga pengembangan Corporate University.
TEGAL – Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global melalui pengiriman 10 mahasiswa Program Magang Jepang Batch 5 ke Prefektur Saitama, Jepang. Program internasional ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang pengolahan pasca panen hasil pertanian berbasis teknologi dan industri modern.
Kegiatan pelepasan mahasiswa dilaksanakan secara resmi dengan pengantar dari Ketua Program Studi ITP UMUS, Abdul Bashar, M.TP., serta didukung penuh oleh Wakil Rektor III UMUS, M. Hasdar, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Abdul Bashar, M.TP., menyampaikan bahwa program magang internasional ini bukan sekadar pengalaman kerja luar negeri, tetapi juga bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik global yang mampu meningkatkan keterampilan teknis, etos kerja, hingga kemampuan adaptasi lintas budaya mahasiswa.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknologi pengolahan pasca panen hasil pertanian, tetapi juga belajar disiplin, budaya kerja Jepang, serta penguatan karakter profesional di dunia industri internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMUS, M. Hasdar, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa Batch 5 ini menjadi bukti nyata keseriusan UMUS dalam membuka akses pengalaman internasional bagi mahasiswa. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi kampus dalam menciptakan lulusan unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era industri modern.
Menariknya, program magang ini dilaksanakan tanpa melalui lembaga pelatihan kerja (LPK), melainkan merupakan hasil kerja sama langsung antara UMUS dengan Nippon Academy Jepang serta perusahaan pertanian modern Arai Farm dan Yamazaki Farm. Kolaborasi ini menjadi bentuk kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas mahasiswa UMUS.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Di Jepang, para mahasiswa diterima langsung oleh Presiden Direktur Nippon Academy, Hasegawa Sohei. Para peserta magang nantinya akan ditempatkan di wilayah Prefektur Saitama dengan fokus kegiatan pada sektor pengolahan pasca panen hasil pertanian modern yang mengedepankan efisiensi, kualitas produk, serta teknologi pertanian berkelanjutan.
Di lain tempat, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Prodi ITP UMUS dalam mengirimkan mahasiswa magang ke Jepang Batch 5. Menurutnya, program internasional tersebut menjadi salah satu capaian strategis kampus dalam memperluas jejaring kerja sama global sekaligus meningkatkan kualitas lulusan yang kompetitif di tingkat internasional.
Dalam keterangannya, beliau menyampaikan bahwa keberangkatan mahasiswa ke Jepang bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga bukti nyata bahwa mahasiswa UMUS mampu bersaing dan dipercaya oleh mitra industri luar negeri. Program magang internasional ini dinilai sejalan dengan visi universitas dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, inovatif, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja global di era transformasi digital dan industri modern.
“Kepercayaan dari mitra Jepang menjadi motivasi besar bagi kampus untuk terus memperkuat kolaborasi internasional, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.
Beliau juga berharap mahasiswa peserta magang dapat menjaga nama baik institusi, menunjukkan etos kerja yang tinggi, serta mampu menyerap pengalaman dan teknologi baru yang nantinya dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian dan pangan di Indonesia.
Program magang Jepang Batch 5 ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Prodi ITP UMUS untuk terus memperluas jejaring internasional dan memperkuat implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kehadiran mahasiswa UMUS di Jepang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi, keberanian bersaing secara global, serta membawa nama baik institusi di tingkat internasional.
Dengan semangat “local to global”, Prodi ITP UMUS terus membuktikan bahwa mahasiswa daerah pun mampu menembus dunia internasional melalui kompetensi, kerja keras, dan kolaborasi strategis yang berkelanjutan.
TEGAL – Komitmen dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa terus diwujudkan oleh Universitas Muhadi Setiabudi melalui berbagai bentuk pembinaan organisasi kemahasiswaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pemberian apresiasi kepada UKM Seni Tari Mahadaya yang selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan kampus maupun di luar kampus.
UKM Seni Tari Mahadaya dikenal sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang konsisten menghadirkan kreativitas, pelestarian budaya, serta partisipasi aktif dalam mendukung agenda civitas akademika. Kehadiran UKM ini tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat mahasiswa di bidang seni, tetapi juga menjadi representasi identitas budaya kampus di berbagai forum akademik dan nonakademik.
Kegiatan pembinaan tersebut berada di bawah binaan Kaprodi PGSD, Laelia Nur Pratiwiningsih, M.Pd., yang selama ini aktif memberikan pendampingan dan motivasi kepada mahasiswa agar mampu berkembang secara akademis maupun nonakademis. Menurutnya, aktivitas seni tari memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang kreatif, disiplin, komunikatif, dan memiliki jiwa kolaboratif.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan, universitas menyerahkan uang pembinaan kepada UKM Seni Tari Mahadaya. Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh Sindiyani selaku Ketua UKM Seni Tari Mahadaya.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., didampingi Kepala Unit Kemahasiswaan, Agista Premana, M.Kom.. Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota UKM yang terus menunjukkan semangat berkarya dan membawa nama baik kampus melalui berbagai penampilan seni dan kegiatan budaya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan UKM Seni Tari Mahadaya semakin berkembang sebagai ruang ekspresi kreatif mahasiswa sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya di tengah dinamika era modern. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan soft skills, karakter, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, UKM Seni Tari Mahadaya diharapkan mampu terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk aktif berkontribusi, berprestasi, dan mengharumkan nama universitas di berbagai tingkat kegiatan.
BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan penandatanganan kontrak hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen penerima pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menegaskan komitmen institusi terhadap penguatan budaya akademik, peningkatan produktivitas riset, serta implementasi pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan penandatanganan kontrak ini diikuti oleh para dosen penerima hibah yang berhasil lolos dalam skema pendanaan kompetitif nasional. Berdasarkan hasil seleksi pendanaan Tahun Anggaran 2026, Universitas Muhadi Setiabudi berhasil memperoleh 15 hibah pendanaan, yang terdiri atas 10 skema penelitian dan 5 skema pengabdian kepada masyarakat.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Pada bidang penelitian, capaian tersebut meliputi 8 judul pada skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan 2 judul pada skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR). Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UMUS memperoleh pendanaan untuk 4 judul skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dan 1 judul skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP).
Ketua LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini merupakan indikator positif atas meningkatnya kualitas proposal dosen UMUS dalam merespons kompetisi hibah nasional yang semakin selektif. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan semakin kuatnya ekosistem penelitian dan pengabdian di lingkungan universitas yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan kebermanfaatan.
“Pendanaan hibah ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi merupakan amanah akademik yang harus diwujudkan melalui pelaksanaan penelitian dan pengabdian yang berkualitas, tepat sasaran, serta menghasilkan luaran yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, maupun masyarakat,” ujarnya.
Penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan formal yang menandai dimulainya pelaksanaan seluruh program hibah. Melalui proses ini, para dosen penerima hibah diharapkan memiliki komitmen yang kuat terhadap tata kelola pelaksanaan kegiatan, ketepatan waktu, akuntabilitas penggunaan anggaran, pencapaian target luaran, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh DPPM Kemendiktisaintek.
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., turut memberikan apresiasi atas capaian dosen-dosen UMUS yang berhasil memperoleh pendanaan hibah nasional. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan semangat akademik sivitas akademika dalam membangun tradisi penelitian dan pengabdian yang unggul.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Lebih lanjut, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas proposal, memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Dengan terselenggaranya kegiatan penandatanganan kontrak ini, Universitas Muhadi Setiabudi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang adaptif dan melek finansial melalui penyelenggaraan Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan bertema “Cerdas Finansial dengan Tabungan Emas di Era Modern” yang digelar di Kampus 2 UMUS Brebes.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi dengan antusiasme tinggi sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Seminar yang berlangsung interaktif tersebut dimoderatori oleh mahasiswi Kampus 2 UMUS, Bunga Camelia, yang mampu membangun suasana diskusi menjadi komunikatif, hangat, dan akademis. Kehadiran moderator muda dari kalangan mahasiswa menjadi representasi bahwa generasi Gen Z tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas dalam memimpin forum ilmiah secara profesional.
Pada sesi pemaparan materi, Rifky Ramadhan, S.E. selaku pembicara pertama menekankan pentingnya literasi finansial di tengah perkembangan era digital dan gaya hidup konsumtif generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat, salah satunya melalui investasi yang aman dan terjangkau seperti tabungan emas.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sementara itu, M. Badrun Zaman, M.H. sebagai pembicara kedua menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berbicara mengenai akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami dan memanfaatkannya secara bijak. Ia menambahkan bahwa tabungan emas menjadi salah satu instrumen investasi yang relevan di era modern karena dinilai stabil, mudah diakses, serta mampu menjadi solusi perencanaan keuangan jangka panjang bagi generasi muda.
Kegiatan seminar ini menjadi ruang edukatif yang mempertemukan wawasan akademik dengan kebutuhan praktis mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengelolaan keuangan, investasi, serta kesiapan menghadapi dinamika ekonomi digital.
Melalui seminar ini, Universitas Muhadi Setiabudi berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial, pola pikir produktif, dan kemampuan mengambil keputusan ekonomi yang cerdas di era modern.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi bekerja sama dengan Bank BJB menggelar kegiatan sosialisasi produk dan layanan perbankan bagi tenaga kependidikan serta dosen dari berbagai program studi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi finansial dan penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan sektor perbankan di era transformasi digital.
Acara berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri langsung oleh pimpinan Bank BJB Cabang Brebes, Puji Hesti Handayani, S.E., yang memberikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen bank bjb dalam mendukung kebutuhan finansial civitas akademika.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi keuangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Fitri selaku perwakilan Divisi Dana dan Jasa Konsumer dari kantor pusat bank BJB.
Pada sesi pemaparan, ia menjelaskan berbagai produk unggulan bank bjb, mulai dari layanan tabungan, fasilitas pembiayaan, layanan transaksi digital, hingga berbagai inovasi perbankan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat modern, khususnya kalangan akademisi dan tenaga pendidik.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dari pihak kampus, sambutan disampaikan oleh Dr. (Cand) Otong Syaeful Bachri, M.M. yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga perbankan menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. bersama seluruh tenaga kependidikan dan dosen dari tiap program studi di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi lebih dalam terkait layanan dan peluang kerja sama dengan bank BJB.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif peserta, panitia turut menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para penanya. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi produk perbankan, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan antara dunia pendidikan dan sektor industri jasa keuangan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang edukasi finansial yang relevan dengan kebutuhan zaman. Diharapkan civitas akademika semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas, adaptif, dan berbasis teknologi sejalan dengan tantangan pendidikan serta perkembangan masyarakat digital saat ini.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan di Auditorium Utama UMUS Brebes, Kamis (7/5/2026), dengan mengangkat tema “Transformasi Pendidikan untuk Industri 5.0 dalam Menyiapkan Lulusan yang Tangguh dan Adaptif.”
Kegiatan seminar nasional ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi, alumni, mahasiswa, serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA/SMK se-Kabupaten Brebes. Seminar berlangsung penuh antusiasme dan menjadi ruang strategis dalam membahas arah pendidikan Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan dunia industri modern.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan dari Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan dalam membangun generasi unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
“Perguruan tinggi harus mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, serta daya saing tinggi di era industri 5.0,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Seminar nasional ini juga menghadirkan sambutan sekaligus paparan utama dari Prof. Apt. I Ketut Adnyana, Ph.D. yang membahas transformasi pendidikan tinggi di era society 5.0. Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran, penguatan literasi digital, serta kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
Turut hadir memberikan sambutan dan paparan, Dr. H. Abdul Fikri, M.M. yang menyampaikan pentingnya kebijakan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Adapun narasumber pertama, Edi Suryono, S.E., membawakan materi bertema “Peran Pendidikan pada Berkembangnya Industri di Daerah dalam Mensuplai SDM yang Berkualitas.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa dunia pendidikan perlu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Abdul Khamid, M.T., mengangkat tema “Mengangkat Kualitas Pendidikan Daerah dalam Mendorong Berkembangnya Industri di Daerah.” Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan daerah menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pertumbuhan industri lokal dan pembangunan ekonomi masyarakat. Kegiatan seminar dipandu oleh moderator Muamar, M.Pd.I. yang membawakan jalannya acara secara komunikatif, interaktif, dan penuh energi sehingga suasana seminar berlangsung hidup dan dinamis.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, gagasan, serta pandangan terkait tantangan pendidikan di era digital dan kebutuhan industri masa depan. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik di akhir sesi tanya jawab. Melalui seminar nasional ini, UMUS berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan mampu membangun sinergi antara dunia akademik, pemerintah, serta industri dalam menciptakan lulusan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global.
BREBES — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Himpunan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Himpro PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Memahami Karakteristik Siswa Gen Alpha di Era Digital”.
Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis dalam merespons dinamika pendidikan di tengah transformasi digital yang semakin masif.
Seminar yang diikuti oleh sekitar 300 peserta ini melibatkan siswa-siswi kelas XI dan XII SMA/SMK dari berbagai sekolah, serta mahasiswa aktif dari Program Studi PGSD dan PBSI. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu pendidikan kontemporer, khususnya terkait karakteristik generasi Alpha yang lahir dan tumbuh di tengah ekosistem digital.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ketua pelaksana kegiatan, Anastasha Fadilah, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini dirancang sebagai wadah literasi edukatif bagi calon pendidik dan peserta didik untuk memahami pendekatan pembelajaran yang relevan dengan karakter generasi masa kini.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan perspektif baru dalam membangun strategi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan humanis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Himpro PGSD, Khofifah Yulianasari, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan pendidik dalam menghadapi perubahan karakteristik peserta didik di era digital.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ia menegaskan bahwa guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memahami psikologi dan pola interaksi generasi Alpha yang cenderung visual, interaktif, dan berbasis teknologi.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP UMUS, Dr. (Cand) Didik Trusetyoko, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya transformasi pendidikan yang selaras dengan perkembangan zaman. Selain itu, ia juga memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada para siswa SMA/SMK untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, khususnya di FKIP UMUS yang telah terakreditasi unggul.
“Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan. FKIP siap menjadi ruang tumbuh bagi calon pendidik profesional,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Program Studi PGSD, Dr. (Cand) Laelia Nur Pratiwiningsih, M.Pd., Ketua Program Studi PBSI, Robet Rizkiyono, M.Pd., serta jajaran dosen di lingkungan FKIP Universitas Muhadi Setiabudi Brebes yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ilmiah ini.
Seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Muamar, M.Pd.I, mengangkat materi tentang karakteristik unik generasi Alpha di era digital.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa generasi Alpha memiliki kecenderungan sebagai digital native dengan pola pikir cepat, visual-oriented, serta memiliki ketergantungan tinggi terhadap stimulasi digital. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan mereka melalui integrasi teknologi dan strategi pembelajaran yang inovatif.
Narasumber kedua, Kustiah, M.Pd., membahas peran guru dan orang tua dalam mendampingi generasi Alpha. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak, terutama dalam menyaring informasi digital, membangun literasi, serta menanamkan nilai-nilai moral dan sosial di tengah derasnya arus teknologi.
Secara keseluruhan, seminar ini tidak hanya menjadi momentum refleksi dalam memperingati Hardiknas, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dunia akademik dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Dengan memahami karakteristik generasi Alpha, diharapkan para pendidik dan calon pendidik mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara holistik.
BREBES — Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (Bimtek Juleha) ke-12 Kabupaten Brebes kembali menjadi ruang strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu ini diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai latar belakang, dengan harapan setelah mengikuti pelatihan peserta siap menjadi juru sembelih halal yang profesional dan memiliki sertifikasi kompetensi.
Hari pertama kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes dengan agenda penguatan aspek teoretis, regulatif, dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Sementara hari kedua dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jatibarang Brebes melalui praktik langsung penyembelihan sesuai standar syariat Islam, higiene sanitasi, dan prosedur veteriner.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Brebes serta dihadiri berbagai unsur lintas sektoral, antara lain perwakilan Polres Brebes dan Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Dari unsur TNI, hadir Kodim 0713/Brebes, Peltu Ujang Taiyo, S.M. yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Salah satu sesi inspiratif diisi oleh KH Muhadi Setiabudi dengan materi “Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Sukses”. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa profesi Juru Sembelih Halal (Juleha) tidak hanya dipandang sebagai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki prospek ekonomi yang besar dalam pengembangan industri halal nasional.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Seorang Juleha harus memiliki kompetensi, integritas, dan visi kewirausahaan. Dari keterampilan ini dapat lahir peluang usaha jasa pemotongan halal, distribusi pangan halal, hingga pengelolaan usaha berbasis halal yang profesional,” ungkapnya.
Selain itu, narasumber dari DPKH Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait standar operasional penyembelihan, kesehatan hewan, dan pengawasan veteriner. Materi turut diperkaya oleh pemateri lain seperti Kusmanto, M.Pd dan Chasan Mudofar.
Dari unsur akademisi, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) diwakili oleh Muamar, M.Pd.I dan Abdul Bashar, S.TP., M.TP. Kehadiran akademisi ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi masyarakat, khususnya pada bidang halal, keamanan pangan, dan pemberdayaan profesi berbasis sertifikasi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Seorang Juleha harus memiliki kompetensi, integritas, dan visi kewirausahaan. Dari keterampilan ini dapat lahir peluang usaha jasa pemotongan halal, distribusi pangan halal, hingga pengelolaan usaha berbasis halal yang profesional,” ungkapnya.
Selain itu, narasumber dari DPKH Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait standar operasional penyembelihan, kesehatan hewan, dan pengawasan veteriner. Materi turut diperkaya oleh pemateri lain seperti Kusmanto, M.Pd dan Chasan Mudofar.
Dari unsur akademisi, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) diwakili oleh Muamar, M.Pd.I dan Abdul Bashar, S.TP., M.TP. Kehadiran akademisi ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kompetensi masyarakat, khususnya pada bidang halal, keamanan pangan, dan pemberdayaan profesi berbasis sertifikasi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Secara akademis, Bimtek Juleha ke-12 ini merepresentasikan model applied learning dan community engagement, yaitu integrasi antara teori, regulasi, nilai keislaman, dan praktik lapangan. Dengan jumlah peserta sekitar 60 orang, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan SDM Juleha yang kompeten, tersertifikasi, serta siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan industri halal yang semakin berkembang.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Brebes memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan.