Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Konsisten Cetak Talenta Global, Kembali Terbangkan Mahasiswa Magang ke Taiwan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali membuktikan konsistensinya dalam memperluas jejaring internasional. Untuk kesekian kalinya, kampus kebanggaan masyarakat Brebes ini menerbangkan mahasiswa terbaiknya ke luar negeri, kali ini melalui program internship profesional di Taiwan.

Keberlanjutan program ini menjadi bukti nyata bahwa UMUS telah memiliki sistem pembinaan yang matang dan kepercayaan yang tinggi dari mitra industri global.

Pada pengiriman kali ini, dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Muhamad Rizal Fadilah dan Ramadhan Saputra, resmi memulai debut profesional mereka di LI SHEIA ENTERPRISE CO., LTD, Taiwan, sejak Senin (26/1).

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyatakan bahwa pengiriman mahasiswa ke luar negeri telah menjadi bagian dari tradisi akademik yang terus diperkuat.

“Ini bukan pertama kalinya, dan dipastikan bukan yang terakhir. Keberhasilan mahasiswa kita menembus industri Taiwan secara konsisten adalah indikator bahwa kualitas lulusan UMUS semakin diakui oleh pasar kerja internasional,” tegas Dr. Roby.

​Kepercayaan industri di Taiwan terhadap mahasiswa UMUS tidak terlepas dari etos kerja dan kompetensi yang ditunjukkan oleh angkatan-angkatan sebelumnya. Hal ini pula yang membuat pihak industri berani memberikan fasilitas kelas wahid bagi mahasiswa UMUS, mulai dari akomodasi, uang saku, hingga tiket penerbangan gratis.

Agyztia Premana, M.Kom., selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Beasiswa, menambahkan bahwa pihaknya terus mengawal setiap tahapan seleksi agar standar kualitas tetap terjaga. “Kami menjaga amanah dan kepercayaan mitra internasional dengan mengirimkan mahasiswa yang benar-benar siap secara mental dan skill,” ujarnya.

​Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, MSc., Ph.D., berharap keberangkatan Rizal dan Ramadhan yang menyusul jejak senior-senior mereka ini dapat menjadi pelecut semangat bagi mahasiswa lain.
​Dengan rutinitas pengiriman mahasiswa magang internasional ini, UMUS kian mantap bertransformasi menjadi Global University yang tidak hanya jago di tingkat lokal, tapi juga kompetitif di level mancanegara.

​Goes to School, Warek 1 UMUS Berikan Motivasi dan Pentingnya Pendidikan Tinggi

 

Menyongsong era disrupsi dan ketatnya persaingan dunia kerja di masa depan, Universitas Muhadi Brebes (UMUS) terus bergerilya melakukan literasi pendidikan ke berbagai sekolah menengah di wilayah Jawa Tengah. Pada Jumat, 23 Januari 2026, tim “UMUS Goes to School” menyambangi Kabupaten Tegal untuk menggelar sesi motivasi akbar bagi ratusan siswa yang bertempat di Aula Utama MAN 1 Tegal, Slawi.

​Hadir sebagai pembicara utama, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UMUS, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., didampingi oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Rila Melyana Fitri, M.Pd. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sebagai investasi jangka panjang bagi generasi Z.

Dalam paparannya di hadapan para siswa kelas XII, Dr. Moh Toharudin menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan gelar, melainkan proses transformasi pola pikir.

Menurutnya, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di daerah harus terus ditingkatkan agar daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) lokal mampu berbicara di level nasional maupun internasional.

“Adik-adik sekalian, dunia tahun 2026 dan seterusnya tidak lagi hanya bertanya apa ijazahmu, tapi apa yang bisa kamu kerjakan dengan ilmu tersebut. Namun, untuk memiliki kompetensi yang mumpuni, kalian butuh ekosistem akademis yang tepat. Di situlah peran universitas,” ujar Dr. Toharudin dengan penuh semangat.

Ia juga menyoroti fenomena “langsung kerja” setelah lulus sekolah yang sering kali menjebak lulusan pada pekerjaan dengan upah rendah tanpa jenjang karier yang jelas. “Kami ingin mengubah pola pikir bahwa kuliah itu mahal atau sulit. UMUS hadir untuk memberikan akses seluas-luasnya, karena pendidikan adalah hak dasar yang akan memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.

Senada dengan Warek 1, Rila Melyana Fitri, M.Pd., yang merupakan pakar di bidang pendidikan dasar, memberikan sudut pandang mengenai peluang karier di dunia pendidikan. Mengingat ia adalah dosen PGSD, Rila menyoroti betapa besarnya kebutuhan akan tenaga pendidik yang profesional dan melek teknologi di masa depan.

​”Menjadi mahasiswa di bidang pendidikan, seperti PGSD, bukan hanya belajar mengajar di depan kelas. Kita belajar psikologi anak, manajemen kelas, hingga pengembangan konten digital. Di UMUS, kami menyiapkan calon guru yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki empati tinggi,” jelas Rila.

Ia juga memberikan tips praktis bagi siswa MAN 1 Tegal dalam memilih program studi. Rila menyarankan agar siswa mengenali potensi diri sejak dini dan tidak sekadar ikut-ikutan tren. “Pilihlah jurusan yang membuat kalian merasa ‘hidup’ saat mempelajarinya. Jika kalian suka berinteraksi dan ingin membentuk karakter bangsa, bidang kependidikan adalah jawabannya,” tuturnya di sela-sela sesi tanya jawab.

​Komitmen UMUS untuk Masyarakat Tegal dan Indonesia, ​kegiatan “Goes to School” ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhadi Setiabudi Brebes untuk mendekatkan diri kepada masyarakat di wilayah Slawi, Tegal, dan sekitarnya. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMUS menawarkan berbagai skema pendaftaran jalur mandiri, beasiswa, mulai dari Beasiswa KIP-Kuliah, beasiswa prestasi, hingga beasiswa bagi hafidz Al-Qur’an.

Dr. Toharudin menjelaskan bahwa UMUS saat ini telah melakukan banyak inovasi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri (Link and Match). Hal ini dilakukan agar masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan semakin singkat.

“Kami memiliki laboratorium yang lengkap, dosen-dosen praktisi, dan kerja sama dengan berbagai instansi. Siswa dari MAN 1 Tegal memiliki potensi yang luar biasa. Banyak alumni dari sini yang terbukti memiliki kedisiplinan tinggi dan akhlakul karimah yang baik, yang mana itu adalah modal utama di kampus kami,” ungkap pria yang akrab disapa Doktor Toha tersebut.

​Antusiasme dan Dialog Interaktif. Suasana aula tampak hidup saat sesi dialog dibuka. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai cara membagi waktu antara kuliah dan organisasi, serta bagaimana menyikapi biaya pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, tim UMUS memberikan jawaban yang solutif. Dr. Toharudin menegaskan bahwa saat ini banyak jalan menuju bangku kuliah. Pemerintah dan pihak kampus telah menyediakan banyak subsidi. “Jangan jadikan biaya sebagai tembok penghalang. Jadikan itu sebagai tantangan yang harus ditembus dengan prestasi,” tegasnya.

Pihak sekolah MAN 1 Tegal menyambut baik kehadiran jajaran akademisi UMUS. Kepala Sekolah Dr. Kasturi, M.Pd mengungkapkan bahwa bimbingan motivasi langsung dari pejabat universitas seperti Wakil Rektor memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa yang sedang dalam masa bimbang menentukan masa depan.

Di akhir acara, Dr. Moh Toharudin dan Rila Melyana Fitri memberikan apresiasi berupa cinderamata kepada siswa-siswi yang aktif selama sesi berlangsung. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan layanan konsultasi gratis mengenai pemilihan program studi yang dibuka oleh tim pendaftaran UMUS di lokasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Kabupaten Tegal, khususnya dari lulusan Madrasah Aliyah, dapat meningkat secara signifikan pada tahun akademik 2026/2027. UMUS berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis sekolah-sekolah dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.

UMUS Brebes Gagas Inovasi ESEM-UMUS: Ubah Sampah Jadi BBM dan Pakan Ternak

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes membuktikan perannya dalam pengabdian masyarakat melalui terobosan pengelolaan sampah terintegrasi. Bekerja sama dengan DLH Kabupaten Brebes dan PT TRIBALIV, UMUS meluncurkan model EDU-SEMESTA (ESEM_UMUS), sebuah solusi berbasis edukasi dan pemberdayaan untuk mengatasi persoalan lingkungan di wilayah terpencil.

Rektorat UMUS melalui tenaga ahlinya, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., menekankan bahwa keterlibatan akademisi adalah kunci agar proyek pengolahan sampah senilai Rp 4,4 triliun ini tidak hanya mengandalkan teknologi mesin, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi warga.

UMUS Hadirkan Teknologi Tepat Guna

Di bawah supervisi para pakar, UMUS memperkenalkan dua inovasi utama yang menjadi jantung dari skema ESEM_UMUS:
​PAS-PROBIOTIK: Inovasi pengolahan sampah organik di tingkat desa menjadi pupuk organik dan pakan ternak berkualitas.
​Konversi Plastik menjadi BBM: UMUS menginisiasi teknologi skala desa yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak setara Pertalite, menciptakan kemandirian energi lokal.

Desa Dukuhjeruk: Laboratorium Sosial UMUS

Sebagai bentuk nyata implementasi keilmuan, UMUS menetapkan Desa Dukuhjeruk, Kecamatan Banjarharjo sebagai pilot project. Di lokasi ini, UMUS terjun langsung memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan teknologi kepada komunitas lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini aplikatif. Mahasiswa dan dosen terlibat dalam menyusun model replikasi agar kesuksesan di Dukuhjeruk bisa diterapkan di seluruh desa di Brebes,” ujar Prof. Pranoto.

​Melalui model ESEM_UMUS ini, UMUS Brebes berupaya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar “membuang sampah” menjadi “mengolah berkah”. Hasil dari pengolahan sampah ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan desa melalui konsep ekonomi sirkular.

Kolaborasi ini mempertegas posisi UMUS sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap isu-isu krusial daerah, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi Brebes menuju daerah bebas sampah yang mandiri energi. 

Brebes Bangun Pabrik Sampah Rp 4,4 Triliun dan Gandeng Pakar UMUS untuk Solusi Biogas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam menangani persoalan sampah melalui pembangunan pabrik pengolahan senilai Rp 4,4 triliun. Proyek ambisius yang bekerja sama dengan PT TRIBALIV ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan melalui sistem biogas yang modern dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, S.STP., M.Si, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan sampah di berbagai tingkatan. Hal ini juga merespons sanksi administratif dari Menteri Lingkungan Hidup terkait penghentian sistem pembuangan terbuka (open dumping) di TPA Kaliwlingi.

Kolaborasi Pakar dan Teknologi Lokal

Pengembangan teknologi biogas dalam proyek ini melibatkan kolaborasi ilmiah yang kuat. Pemkab Brebes menggandeng pakar lingkungan dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc, serta pakar bio molekul dari Universitas Airlangga Surabaya untuk memastikan landasan ilmiah dan percepatan implementasi teknologi.

Selain pabrik utama, Pemkab Brebes juga meluncurkan model EDU-SEMESTA UMUS (ESEM_UMUS) sebagai solusi bagi wilayah terpencil yang jauh dari lokasi pabrik. Model ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dengan dua inovasi unggulan:
PAS-PROBIOTIK: Mengubah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
Konversi Plastik: Mengolah sampah anorganik menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara Pertalite.

Pilot Project di Desa Dukuhjeruk

Sebagai langkah awal, Desa Dukuhjeruk di Kecamatan Banjarharjo dipilih menjadi lokasi percontohan (pilot project). Di desa ini, masyarakat akan diberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan untuk mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah secara mandiri sebelum nantinya direplikasi ke desa-desa lain di seluruh Brebes.

“Gabungan antara pabrik skala besar dan model pemberdayaan di desa diharapkan mampu menciptakan kemandirian energi lokal serta meningkatkan ekonomi sirkular bagi masyarakat,” tulis dokumen perencanaan tersebut.

Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan

Sebagai bentuk gerak cepat, DLH Kabupaten Brebes juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Aula Kecamatan Brebes. Dalam agenda tersebut, Prof. Pranoto dihadirkan sebagai narasumber utama untuk memberikan pengarahan strategis mengenai pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

Perusahaan Jepang Berikan Kuliah Tamu di Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menerima kunjungan Nippon Academy asal Jepang dalam rangka penguatan kerja sama akademik dan industri. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen, sekaligus interview mahasiswa untuk mengikuti program internship (magang) di Jepang.

Presiden Direktur Nippon Academy Hasegawa Shohei tersebut menyampaikan materi terkait perkembangan industri pangan di Jepang, inovasi teknologi pengolahan pangan, standar mutu dan keamanan pangan, serta Pertanian dan kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Nippon Academy juga secara resmi menawarkan program internship internasional bagi mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan.

Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja langsung di lingkungan industri Jepang, meningkatkan keterampilan teknis, etos kerja, serta wawasan global mahasiswa.

Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Abdul Bashar, M.TP menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan industri.

“Melalui kuliah tamu dan penawaran internship ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja internasional serta peluang karier di industri pangan global,” ujarnya.

Lebih lanjut Dekan Pangan dan Ilmu Kesehatan Dr. Yan El Rizal U.D., M.Sc, menyampaikan bahwa program studi harus adaptif dan responsif untuk membuat peluang-peluang karir bagi mahasiswa.

“Internship menjadi program yang harus disiapkan oleh program studi agar mahasiswa berdaya saing bukan saja di tingkat nasional tapi di dunia kerja internasional”.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan perusahaan Jepang, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan berkomitmen untuk terus membuka jejaring internasional guna mendukung lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Akselerasi Mutu Institusi, Warek 1 UMUS Benchmark Strategis ke UNISSULA

Dalam upaya mempercepat transformasi kualitas pendidikan tinggi dan penguatan tata kelola akademik, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melakukan kunjungan kerja strategis ke Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang pada Rabu, 14 Januari 2026. Fokus utama dari pertemuan ini adalah melakukan benchmarking (studi banding) terkait akselerasi mutu institusi dan pengembangan kurikulum berbasis industri masa depan.

​Rombongan UMUS dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd, di dampingi Prof. Dr. Edy Suprianto, M.Si, Prof. Dr. Mutamimah, M.Si. dan Rila Melyana Fitri, M.Pd. Kedatangan tim disambut hangat oleh Wakil Rektor I UNISSULA, Dr. Abdul Basir, M.Pd., Prof. Dr. Imam Kusmaryono, M.Pd, dan Dr. Ahmad Salim, M.Ak di Gedung Biro Rektorat Kampus Kaligawe, Semarang.

Pertemuan yang berlangsung khidmat namun interaktif ini menjadi momentum penting bagi UMUS untuk menyerap praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh UNISSULA sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Jawa Tengah yang telah meraih akreditasi Unggul.

Dalam sambutannya, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. menyampaikan bahwa pemilihan UNISSULA sebagai mitra benchmark didasari oleh prestasi konsisten universitas tersebut dalam mempertahankan mutu akademik dan kecepatan adaptasi terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami hadir di UNISSULA dengan semangat untuk belajar. UMUS saat ini sedang berada pada fase akselerasi. Kami menyadari bahwa untuk mencapai mutu institusi yang kompetitif, kita tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada transformasi besar dalam tata kelola akademik, dan UNISSULA memiliki sistem yang sudah sangat matang untuk kita diskusikan bersama,” ujar Dr. Toharudin di hadapan jajaran pimpinan UNISSULA.

Salah satu poin krusial yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah strategi percepatan peningkatan Jabatan Fungsional Akademik (Jabfa) dosen, khususnya menuju jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Dr. Toharudin menekankan bahwa UMUS berkomitmen penuh untuk mendorong para dosen agar segera mencapai Lektor Kepala dan meraih gelar profesor melalui sistem pendampingan yang terintegrasi. Beliau menyadari bahwa kekuatan sebuah institusi akademik sangat ditentukan oleh jumlah SDM yang memiliki kualifikasi jabatan fungsional tertinggi.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Ahmad Salim, M.Ak., memaparkan keberhasilan UNISSULA dalam memanen Guru Besar secara masif melalui program akselerasi yang sistematis. UNISSULA menerapkan skema insentif publikasi internasional bereputasi dan tim asistensi khusus yang membantu dosen dalam memenuhi persyaratan administrasi maupun substansi karya ilmiah. Strategi ini dipadukan dengan pemantauan melalui sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang ketat untuk memastikan setiap dosen memiliki peta jalan (roadmap) karir akademik yang jelas dan terukur.”

“Selamat datang kepada kolega kami dari UMUS. Bagi UNISSULA, berbagi ilmu adalah bagian dari pengabdian. Mutu bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan proses yang terus menerus. Kami mengedepankan nilai ‘Budaya Akademik Bermutu’ di mana setiap elemen, mulai dari dosen hingga tenaga kependidikan, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga akreditasi dan layanan,” papar Dr. Abdul Basir.

Prof. Dr. Imam Kusmaryono , M.Pd menambahkan bahwa kunci dari keberhasilan akademik saat ini adalah fleksibilitas kurikulum. “Kami di UNISSULA terus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dasar institusi kami,” tambahnya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga menyentuh strategi meraih akreditasi internasional. Dr. Toharudin tampak antusias menggali informasi mengenai langkah-langkah UNISSULA dalam memetakan program studi potensial untuk mendapatkan rekognisi global.

“UMUS ingin melihat potret masa depan. Dengan belajar ke UNISSULA, kami mendapatkan gambaran konkret bagaimana menyusun roadmap menuju akreditasi unggul. Diskusi hari ini memberikan kami perspektif baru tentang pentingnya sinkronisasi antara capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan pasar global,” jelas Warek 1 UMUS tersebut.

Kunjungan ini tidak hanya berakhir pada diskusi teoritis. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan kolaborasi yang lebih konkret. Dr. Abdul Basir menyatakan kesiapan UNISSULA untuk mendampingi UMUS dalam berbagai program pengembangan kapasitas dosen dan pengelolaan administrasi akademik.
​”Kami sangat terbuka untuk kerja sama lebih lanjut, baik dalam hal pertukaran dosen, kolaborasi riset, maupun pendampingan sistem penjaminan mutu. Sinergi antar perguruan tinggi swasta adalah kunci untuk memajukan pendidikan nasional,” tegas Dr. Basir.

​Di sisi lain, Dr. Moh Toharudin merasa optimistis bahwa hasil dari benchmark hari ini akan segera diimplementasikan di UMUS. Beliau menargetkan akan ada pembaruan beberapa kebijakan akademik di UMUS yang mengadopsi efisiensi yang telah dilihat di UNISSULA.

Dua Mahasiswa Anggota KSPM UMUS Brebes Kunjungi Bursa Efek Indonesia, Perkuat Literasi Pasar Modal

Dalam rangka meningkatkan pemahaman praktis mengenai dunia pasar modal, dua mahasiswa anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Ashim Majduddin dan Maulidiya, melaksanakan kunjungan edukatif ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.

Kunjungan ini menjadi salah satu upaya nyata KSPM UMUS Brebes untuk memperkuat literasi keuangan serta menumbuhkan minat mahasiswa terhadap investasi sejak dini.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung sistem dan mekanisme perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan pemaparan materi mengenai peran Bursa Efek Indonesia dalam perekonomian nasional, perkembangan instrumen investasi, serta peluang dan tantangan dunia pasar modal di era digital saat ini.

Dengan pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang praktik pasar modal di lapangan.

Pembina KSPM UMUS Brebes, Hendri Sucipto, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan bahwa agenda kunjungan ke Bursa Efek Indonesia ini memiliki nilai strategis bagi seluruh mahasiswa, khususnya anggota KSPM. Menurut beliau, kegiatan seperti ini mampu membentuk pola pikir kritis, meningkatkan rasa ingin tahu terhadap dunia investasi, serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan wawasan ekonomi dan keuangan.

Lebih lanjut, Hendri Sucipto menekankan bahwa generasi muda saat ini perlu memiliki kesiapan menghadapi perkembangan ekonomi modern. Oleh karena itu, literasi pasar modal harus diperkenalkan sejak dini agar mahasiswa mampu menjadi investor cerdas serta agen edukasi keuangan di lingkungan sekitarnya.

Ashim Majduddin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena dapat melihat langsung aktivitas di Bursa Efek Indonesia. Ia merasa kegiatan ini memberikan motivasi baru untuk terus belajar dan mendalami dunia investasi. Senada dengan itu, Maulidiya mengungkapkan bahwa kunjungan ini membuka wawasan baru tentang peluang karier dan pentingnya peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui kegiatan ini, KSPM UMUS Brebes berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif dan inovatif guna mencetak mahasiswa yang melek investasi, berpikir visioner, serta siap berkontribusi dalam perkembangan pasar modal Indonesia di masa mendatang. 

Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan, Anggota DPR RI Komisi X Kunjungi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan silaturahmi Dr. H. Agung Widyantoro, MH, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar, dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergi strategis di bidang pendidikan tinggi.

Kegiatan ini bertempat di lantai dasar Gedung Pascasarjana, Ruang Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, dan berlangsung dalam suasana hangat, khidmat, serta penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. H. Agung Widyantoro, MH disambut langsung oleh Ketua Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. (HC). KH. Muhadi Setiabudi, beserta Ibu, serta didampingi jajaran pimpinan universitas. Turut hadir Rektor UMUS Brebes Dr. Roby Setiadi, S.Kom., MM, Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, M.Pd, Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, M.Kom, dan Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, MSc., PhD.

Sebagai Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, riset, dan inovasi, Dr. H. Agung Widyantoro, MH menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Diskusi yang berlangsung mencakup penguatan tata kelola perguruan tinggi, pengembangan tridharma perguruan tinggi, serta respons institusi pendidikan tinggi terhadap tantangan transformasi digital dan Society 5.0.

Ketua Yayasan UMUS Brebes, Dr. (HC). KH. Muhadi Setiabudi, menyampaikan bahwa silaturahmi ini memiliki nilai strategis sebagai wahana memperkuat kebersamaan, menyelaraskan visi, serta memperluas jejaring kolaborasi demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., MM, menegaskan komitmen Universitas Muhadi Setiabudi Brebes untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk legislatif, sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi.

Kunjungan silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam membangun kerja sama berkelanjutan antara dunia akademik dan pemangku kebijakan, sekaligus memperkokoh peran Universitas Muhadi Setiabudi Brebes sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Budaya Riset Menguat, 81 Usulan Hibah Penelitian dan Pengabdian Dosen UMUS Tahun 2026 Meningkat Signifikan

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mencatatkan capaian positif dalam pengusulan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2026. Berdasarkan data rekapitulasi usulan, total proposal yang diajukan dosen UMUS mencapai 81 usulan, yang terdiri atas 59 usulan hibah penelitian dan 22 usulan hibah pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan UMUS.

Pada skema hibah penelitian, dosen UMUS mengajukan total 59 proposal yang tersebar pada berbagai skema pendanaan. Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) menjadi skema yang paling dominan dengan 27 proposal, disusul Penelitian Dosen Pemula (PDP) sebanyak 26 proposal. Selain itu, terdapat 5 proposal Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi (PKPT) dan 1 proposal Penelitian Terapan Multidisiplin (PTM). Komposisi ini menunjukkan keseimbangan antara penguatan kapasitas dosen pemula dan pengembangan riset lanjutan yang bersifat kolaboratif dan aplikatif.

Ditinjau dari sebaran program studi, Program Studi Manajemen menjadi penyumbang usulan penelitian terbanyak dengan 13 proposal, diikuti oleh ITP dengan 9 proposal dan PBSI dengan 8 proposal. Program studi lain seperti Agribisnis, Akuntansi, dan PGSD masing-masing mengusulkan 5 proposal, sementara Farmasi, Gizi, Teknik Informatika, dan Teknik Sipil turut berkontribusi aktif dengan jumlah usulan yang relatif merata. Sebaran ini menunjukkan bahwa kegiatan penelitian telah berkembang secara inklusif di hampir seluruh program studi UMUS.

Selain penelitian, aktivitas pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan geliat yang signifikan. Pada tahun 2026, dosen UMUS mengusulkan 22 proposal hibah pengabdian dengan variasi skema yang cukup beragam. Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mendominasi dengan 14 proposal, diikuti Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) sebanyak 4 proposal. Skema lain yang turut diusulkan meliputi Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) sebanyak 2 proposal, Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) 1 proposal, serta Pengabdian Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PMUD) 1 proposal.

Secara kelembagaan, kontribusi terbesar usulan pengabdian datang dari Program Studi Manajemen dan PBSI yang masing-masing mengusulkan 5 proposal. Program Studi Gizi dan Teknik Informatika juga menunjukkan partisipasi aktif dengan masing-masing 3 proposal, sementara Akuntansi dan PGSD menyumbang masing-masing 2 proposal. Keterlibatan lintas program studi ini mencerminkan orientasi pengabdian UMUS yang semakin kontekstual dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Tingginya jumlah usulan hibah penelitian dan pengabdian pada tahun 2026 menandakan meningkatnya produktivitas akademik serta kesadaran dosen UMUS terhadap pentingnya riset dan pengabdian yang berdampak. Ke depan, UMUS terus mendorong peningkatan kualitas substansi proposal, penguatan kolaborasi lintas disiplin, serta hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian agar memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan pembangunan daerah.

Pimpinan UMUS Kunjungi Anggota Komisi X DPR RI, Dorong Transformasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

 

Pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melakukan kunjungan dan audiensi dengan Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Agung Widyantoro, M.Si., di Teras Padi, Bumiayu, Brebes. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan legislatif dalam mendorong transformasi sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Moh Toharudin, M.Pd., Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Otong Saeful Bachri, M.Kom., M.M., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Muhamad Hasdar, Ph.D. Turut serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd.

Dalam paparannya, Rektor UMUS Dr. Roby Setiadi menegaskan bahwa UMUS saat ini tengah melakukan akselerasi transformasi kelembagaan guna menjawab tantangan disrupsi global di bidang pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi di daerah harus mengambil peran aktif dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing.

“Perguruan tinggi tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Sinergi dengan Komisi X DPR RI menjadi jembatan penting agar kebijakan nasional selaras dengan kebutuhan riil daerah, khususnya dalam menyiapkan SDM yang kompetitif secara global,” ujarnya.

Roby menambahkan, UMUS telah menyusun peta jalan pengembangan menuju 2045 dengan fokus pada penguatan teknologi informasi, tata kelola modern, dan pengembangan kompetensi lulusan yang adaptif.

Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh Toharudin, menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang lincah dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menjelaskan bahwa UMUS mulai mengintegrasikan kearifan lokal Brebes dengan standar kompetensi nasional melalui implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, perguruan tinggi harus menjadi pusat solusi bagi persoalan daerah, khususnya di bidang pertanian dan pengentasan kemiskinan, melalui riset terapan dan program pengabdian masyarakat yang terintegrasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Otong Saeful Bachri menekankan perlunya dukungan kebijakan legislatif dalam penguatan infrastruktur dan keberlanjutan perguruan tinggi swasta di daerah. Menurutnya, tata kelola keuangan yang akuntabel perlu ditopang oleh regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pengembangan SDM.

“Investasi pada pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. UMUS berkomitmen menjalankan pengelolaan yang transparan dan efisien,” ujarnya.

Dari aspek kemahasiswaan, Wakil Rektor III Muhamad Hasdar menyoroti pentingnya perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Ia berharap Komisi X DPR RI dapat terus memperjuangkan kebijakan afirmatif bagi mahasiswa daerah.

“Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi,” katanya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Dr. H. Agung Widyantoro menyampaikan apresiasinya terhadap langkah progresif UMUS. Ia menilai UMUS memiliki potensi besar sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah barat Jawa Tengah.

“Saya melihat komitmen dan energi pembaruan dari pimpinan UMUS. Komisi X DPR RI memiliki tanggung jawab untuk memastikan perguruan tinggi seperti UMUS mendapatkan ruang yang memadai dalam kebijakan regulasi maupun anggaran,” ujarnya.

Agung menegaskan bahwa berbagai masukan dari UMUS akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara UMUS dan Komisi X DPR RI. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan tinggi di daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025