Universitas Muhadi Setiabudi

Mahasiswa FKIP UMUS Resmi Diterjunkan ke Bapperida Brebes, Perkuat Pelaporan Inovasi Daerah Periode Pertama

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komitmen penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan daerah kembali diwujudkan melalui penerjunan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Senin, (8/6).

Penerjunan ini menandai dimulainya pelaksanaan periode pertama program magang mahasiswa dalam mendukung pelaporan data dukung Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Sebanyak mahasiswa dari FKIP UMUS resmi mulai bertugas di lingkungan Bapperida Kabupaten Brebes untuk mendukung berbagai aktivitas strategis, khususnya dalam proses inventarisasi, verifikasi, digitalisasi, serta pengelolaan data inovasi daerah. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Penerjunan mahasiswa periode pertama ini sekaligus menjadi refleksi bahwa peran mahasiswa FKIP tidak lagi terbatas pada ruang pedagogis dan pembelajaran di kelas. Di era transformasi digital dan tata kelola berbasis data, mahasiswa calon pendidik juga dituntut memiliki kemampuan multidisipliner, mulai dari literasi teknologi, pengelolaan administrasi digital, hingga komunikasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Dekan FKIP UMUS menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan birokrasi pemerintahan merupakan pengalaman akademik yang sangat relevan dengan paradigma pembelajaran abad ke-21, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar membaca dinamika sosial, tata kelola kebijakan, serta praktik pengelolaan data pembangunan secara nyata.

Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. memberikan apresiasi terhadap dimulainya penerjunan mahasiswa FKIP pada periode pertama ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang semakin menekankan pembelajaran kontekstual dan berdampak. “Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga harus hadir di ruang-ruang pengabdian dan pembangunan.

Keterlibatan mahasiswa FKIP di Bapperida menjadi bukti bahwa calon pendidik juga memiliki kapasitas dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis inovasi dan data. Ini adalah pengalaman akademik yang akan memperkaya kompetensi mereka sebagai lulusan yang adaptif dan solutif,” ujar Dr. Roby.

Sementara itu, pihak Bapperida Kabupaten Brebes menyambut baik kehadiran mahasiswa FKIP UMUS sebagai bagian dari kolaborasi strategis yang diharapkan mampu mempercepat proses dokumentasi dan pelaporan inovasi daerah.

Selain membantu kebutuhan administratif dan digitalisasi data, mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan energi baru, kreativitas, dan perspektif segar dalam mendukung publikasi inovasi daerah yang lebih progresif dan berdampak. Program penerjunan ini dipandang sebagai bentuk nyata implementasi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat produksi pengetahuan, tetapi juga aktor penting dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Bagi FKIP UMUS, momentum ini sekaligus mempertegas eksistensinya sebagai fakultas yang tidak hanya mencetak pendidik profesional, tetapi juga sumber daya manusia yang siap berkontribusi di berbagai lini pembangunan masyarakat.

UMUS Brebes Dukung Inovasi Daerah, Mahasiswa Magang Diterjunkan untuk Pelaporan IID 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komitmen penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali ditunjukkan melalui pelibatan mahasiswa dalam mendukung tata kelola inovasi daerah. Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi menggandeng Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes untuk mengirimkan mahasiswa magang guna membantu pelaporan data dukung Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026.

Kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan Universitas Muhadi Setiabudi mengenai penyelenggaraan program magang mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta hilirisasi hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sinergi tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah berbasis inovasi. 

Sebanyak 25 mahasiswa akan diterjunkan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Juni hingga Agustus 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana aktualisasi kompetensi generasi muda dalam mendukung transformasi birokrasi yang semakin berbasis data, teknologi, dan digitalisasi pelayanan publik. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sebanyak 25 mahasiswa akan diterjunkan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Juni hingga Agustus 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana aktualisasi kompetensi generasi muda dalam mendukung transformasi birokrasi yang semakin berbasis data, teknologi, dan digitalisasi pelayanan publik. 

Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan strategis, mulai dari inventarisasi, verifikasi, digitalisasi, hingga pengunggahan data dukung inovasi daerah. Selain itu, mereka juga akan membantu dokumentasi serta publikasi kegiatan inovasi daerah Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan era saat ini, ketika kemampuan literasi digital, pengelolaan data, serta kreativitas pengembangan konten menjadi kompetensi penting dalam dunia kerja maupun birokrasi modern. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Bapperida Kabupaten Brebes juga menekankan pentingnya kesiapan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan aplikasi perkantoran, pengelolaan administrasi data, kemampuan editing video, serta pengelolaan konten digital. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah di era kekinian tidak lagi hanya membutuhkan sumber daya manusia yang kuat secara administratif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan ekosistem digital.  Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Brebes kepada mahasiswa UMUS dalam mendukung pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bentuk nyata implementasi link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Universitas Muhadi Setiabudi. Kami mengapresiasi langkah kolaboratif Pemerintah Kabupaten Brebes, khususnya Bapperida, yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar langsung dalam ekosistem pembangunan daerah. Ini bukan sekadar program magang, tetapi pembelajaran autentik untuk membangun kompetensi akademik, digital, dan kepemimpinan sosial mahasiswa,” ujar Dr. Roby.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kampus pada era transformasi digital harus hadir tidak hanya sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan berbasis inovasi. Menurutnya, pengalaman lapangan seperti ini akan memperkuat kesiapan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, kolaboratif, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja abad ke-21.

Program magang ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pelaporan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Brebes, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami praktik pembangunan secara langsung. Dengan demikian, kampus tidak lagi diposisikan sekadar sebagai ruang akademik, melainkan turut berperan aktif dalam mendorong inovasi dan pembangunan daerah yang lebih progresif.

Silaturahmi Bank Danamon ke UMUS Brebes: Meneguhkan Eksistensi Kampus Berdampak di Pantura

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan penjajakan sinergi kelembagaan di bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat rektor tersebut diterima langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.Kom, didampingi para wakil rektor dan jajaran pimpinan universitas. Dari pihak Bank Danamon hadir Rr. Gyasti Sununingtyas (Tyas) selaku Branch Manager Danamon Cabang Tegal Sudirman, serta Indah Tri Forniawati sebagai Syariah Product Specialist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Wilayah Jawa Tengah & DIY.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas peluang kolaborasi strategis yang dapat memperkuat layanan institusi pendidikan, termasuk pengembangan kerja sama yang berdampak langsung bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa UMUS semakin mendapat perhatian dan kepercayaan dari berbagai mitra strategis nasional. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus berkembang di kawasan Pantura, UMUS menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan zaman dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.Kom, menyampaikan bahwa kemitraan lintas sektor merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Diseminasi Penelitian Mahasiswa: Langkah Menuju Publikasi Internasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Mahasiswa sebagai bagian dari luaran pembelajaran Mata Kuliah Metode Penelitian yang diampu oleh Andi Yulianto, S.Si., M.M. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Budaya Riset Menuju Publikasi Jurnal Internasional” ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Kegiatan diseminasi dilaksanakan pada 3 Juni 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen yang memaparkan berbagai hasil penelitian pada bidang manajemen, pemasaran, sumber daya manusia, perilaku konsumen, kewirausahaan, serta berbagai isu ekonomi dan bisnis yang berkembang di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dosen pengampu sekaligus mendapatkan masukan dan evaluasi dari tim penguji.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain diampu oleh Andi Yulianto, S.Si., M.M., kegiatan ini juga melibatkan Syariefful Ikhwan, S.T., M.M. sebagai dosen penguji. Kehadiran dosen penguji bertujuan untuk memberikan penilaian akademik sekaligus masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas penelitian yang telah disusun oleh mahasiswa.

Dalam sambutannya, Andi Yulianto, S.Si., M.M. menyampaikan bahwa diseminasi hasil penelitian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran metode penelitian. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun proposal dan laporan penelitian, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mempresentasikan, mempertahankan, dan mendiskusikan hasil penelitian secara ilmiah. Menurutnya, penguatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis, sistematis, dan berbasis bukti dalam menganalisis berbagai fenomena yang terjadi di dunia bisnis maupun masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki nilai kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Tema “Membangun Budaya Riset Menuju Publikasi Jurnal Internasional” dipilih sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa penelitian tidak berhenti pada penyelesaian tugas perkuliahan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Dalam sesi presentasi, mahasiswa memaparkan latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hasil analisis data, serta implikasi dari temuan penelitian yang diperoleh. Setiap presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam argumentasi ilmiah serta meningkatkan kemampuan komunikasi akademik. Sementara itu, Syariefful Ikhwan, S.T., M.M. menekankan pentingnya ketelitian metodologis dan kekuatan analisis dalam penelitian mahasiswa. Menurutnya, kualitas sebuah publikasi ilmiah sangat ditentukan oleh ketepatan perumusan masalah, metode penelitian yang digunakan, serta kemampuan peneliti dalam menginterpretasikan data secara objektif dan ilmiah.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Tema “Membangun Budaya Riset Menuju Publikasi Jurnal Internasional” dipilih sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa penelitian tidak berhenti pada penyelesaian tugas perkuliahan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Dalam sesi presentasi, mahasiswa memaparkan latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hasil analisis data, serta implikasi dari temuan penelitian yang diperoleh. Setiap presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam argumentasi ilmiah serta meningkatkan kemampuan komunikasi akademik. Sementara itu, Syariefful Ikhwan, S.T., M.M. menekankan pentingnya ketelitian metodologis dan kekuatan analisis dalam penelitian mahasiswa. Menurutnya, kualitas sebuah publikasi ilmiah sangat ditentukan oleh ketepatan perumusan masalah, metode penelitian yang digunakan, serta kemampuan peneliti dalam menginterpretasikan data secara objektif dan ilmiah.

Antusiasme peserta terlihat dari beragam topik penelitian yang dipresentasikan serta aktifnya diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Berbagai penelitian yang disajikan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan nyata dan mengkajinya melalui pendekatan ilmiah yang sistematis. Melalui kegiatan diseminasi hasil penelitian ini, Program Studi Manajemen UMUS terus berkomitmen membangun budaya akademik yang kuat dan produktif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya peneliti-peneliti muda yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas, meningkatkan produktivitas publikasi mahasiswa, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen di tingkat nasional maupun internasional.

LPPM UMUS Sosialisasikan KKN 2026 Bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan Mahasiswa

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES— Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar kegiatan sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Selasa (2/6). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Sosialisasi tersebut menjadi forum strategis bagi LPPM dan para DPL untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan KKN 2026, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa UMUS di berbagai lokasi penempatan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa Dosen Pembimbing Lapangan memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Selain memberikan arahan akademik, DPL juga berfungsi sebagai fasilitator dalam menjalin komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, serta masyarakat di lokasi KKN.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah koordinasi teknis pelaksanaan KKN 2026. Pada sesi tersebut, Ketua Panita KKN, Elinda Umisara, M.Pd., memberikan penjelasan mengenai jadwal kegiatan, mekanisme pembimbingan, tata cara monitoring dan evaluasi, sistem pelaporan, serta berbagai ketentuan yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh DPL selama masa pengabdian mahasiswa di lapangan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Agenda berikutnya adalah penandatanganan Pakta Integritas DPL KKN 2026. Penandatanganan pakta integritas ini merupakan bentuk komitmen para dosen pembimbing untuk melaksanakan tugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui komitmen tersebut, diharapkan seluruh proses pembimbingan dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip akademik dan etika yang berlaku.

Selain kedua agenda tersebut, kegiatan juga diisi dengan pembahasan berbagai aspek teknis lainnya terkait pelaksanaan KKN, mulai dari mekanisme koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, prosedur penanganan kendala di lapangan, strategi pendampingan mahasiswa, hingga proses penilaian dan pelaporan hasil kegiatan KKN.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai masukan dari para Dosen Pembimbing Lapangan terkait kesiapan pelaksanaan program di masing-masing wilayah penempatan. Berbagai saran yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi LPPM dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kesempatan tersebut, Panitia KKN juga menyampaikan bahwa sosialisasi KKN Tahun 2026 bagi mahasiswa peserta KKN dilaksanakan secara daring (online). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada mahasiswa mengenai pedoman pelaksanaan KKN, tata tertib peserta, penyusunan program kerja, mekanisme pelaporan, serta berbagai ketentuan teknis lainnya sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian. Pelaksanaan secara daring diharapkan dapat menjangkau seluruh peserta secara efektif dan memastikan keseragaman informasi yang diterima oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, LPPM UMUS berharap seluruh Dosen Pembimbing Lapangan dan mahasiswa peserta KKN memiliki kesiapan yang optimal dalam melaksanakan program KKN Tahun 2026. Dengan koordinasi yang baik, komitmen yang kuat, serta sinergi antara seluruh pihak yang terlibat, KKN UMUS diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa.

Rektor UMUS Tegaskan Internalisasi Nilai Pancasila bagi Generasi Muda pada Sarasehan Kebangsaan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menghadiri sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Sarasehan 81 Tahun Pancasila yang diselenggarakan di Padepokan Kalisoga, Kampus 3 Universitas Harkat Negeri (UHN) dibawah kepemimpinan Sudirman said di Slatri, Brebes, Senin (1/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi kebangsaan yang mempertemukan akademisi, pimpinan perguruan tinggi, tokoh publik, mahasiswa, serta elemen masyarakat dalam memperkuat relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.  Mengusung tema “Pancasila, di antara Otoritas dan Legitimasi Kekuasaan”, sarasehan ini menjadi ruang dialog intelektual yang menyoroti pentingnya moralitas publik, etika kepemimpinan, dan penguatan kesadaran kolektif dalam penyelenggaraan kehidupan demokrasi. Forum ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga nalar kritis kebangsaan dan membangun karakter generasi penerus bangsa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam forum tersebut, Rektor UMUS menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya menjaga eksistensi Pancasila sebagai dasar negara, tetapi memastikan nilai-nilainya benar-benar terinternalisasi dalam karakter generasi muda. Menurutnya, era digital, derasnya arus globalisasi, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila secara lebih kontekstual, adaptif, dan relevan dengan kehidupan generasi saat ini.

“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau simbol formalitas. Tugas perguruan tinggi adalah memastikan nilai gotong royong, toleransi, integritas, keadilan sosial, dan cinta tanah air tumbuh menjadi budaya berpikir serta perilaku generasi muda,” tegasnya dalam sesi dialog kebangsaan. Ia menambahkan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara etik dan kebangsaan. Menurutnya, legitimasi kepemimpinan masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam memadukan kompetensi, empati sosial, dan moralitas publik sebagai manifestasi nilai-nilai Pancasila.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Turut hadir para dosen serta mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi sebagai bagian dari komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang aktif merespons isu-isu kebangsaan, sosial, dan pendidikan karakter berbasis nilai luhur bangsa. Sarasehan ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh nasional, serta berbagai tokoh publik lainnya yang bersama-sama mendiskusikan hubungan antara otoritas, legitimasi kekuasaan, dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan demokrasi Indonesia.  Keikutsertaan UMUS dalam agenda tersebut menegaskan komitmen kampus sebagai kampus berdampak yang tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga aktif mengambil peran dalam membangun kesadaran kebangsaan, memperkuat karakter generasi muda, serta menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

UMUS Gelar Qurban Idul Adha, Wujud Kampus Berdampak

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menggelar agenda tahunan qurban dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai bentuk penguatan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan pengabdian nyata di lingkungan kampus, Kamis (28/5). Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi semangat “Kampus Berdampak”, di mana perguruan tinggi hadir tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, empati, dan kebermanfaatan sosial. Kegiatan qurban dihadiri langsung oleh Rektor Dr. Roby Setiadi beserta jajaran wakil rektor, para dekan, ketua program studi, kepala lembaga, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Kehadiran unsur pimpinan kampus menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga tradisi keagamaan yang sarat nilai edukatif dan sosial.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pada pelaksanaan tahun ini, UMUS menyembelih 1 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang selanjutnya didistribusikan kepada seluruh civitas akademika serta masyarakat di lingkungan kampus sebagai bentuk nyata semangat berbagi dan kepedulian sosial. Prosesi penyerahan hewan qurban dilakukan langsung oleh Rektor sebagai simbol penguatan solidaritas dan kebersamaan di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi.

Kegiatan qurban kali ini diketuai oleh Ketua DKM Kampus Nurul Ilmi, Drs. Ghufroni bersama pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Sinergi lintas unsur tersebut menjadi refleksi nyata budaya kolaboratif kampus dalam membangun nilai religiusitas dan kepedulian sosial.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Dr. Roby Setiadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan qurban tahunan yang dinilai memiliki makna strategis dalam membangun budaya berbagi di lingkungan akademik. Menurutnya, semangat Iduladha perlu dimaknai lebih luas sebagai pendidikan karakter tentang keikhlasan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. “Melalui qurban, kita belajar bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga sejauh mana kita mampu memberi manfaat bagi sesama. Inilah wujud nyata UMUS sebagai kampus berdampak, yang menghadirkan nilai kebermanfaatan bagi civitas akademika dan lingkungan sekitar,” ungkapnya. Momentum Iduladha di UMUS diharapkan terus menjadi tradisi baik yang memperkuat budaya berbagi, gotong royong, serta menumbuhkan karakter mahasiswa yang humanis, religius, dan memiliki sensitivitas sosial tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

UMUS Brebes Terima Kunjungan PKTJ Tegal, Perkuat Sinergi Strategis Pendidikan Tinggi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan akademik dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal sebagai bagian dari penguatan jejaring kelembagaan dan penjajakan kerja sama strategis antarperguruan tinggi, Jum’at (22/5). Pertemuan yang berlangsung di ruang Rektor UMUS tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi konstruktif guna mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rombongan PKTJ Tegal diterima langsung oleh Rektor UMUS Brebes, Roby Setiadi di ruang rektor. Dalam kesempatan tersebut, Rektor didampingi oleh Otong Syaeful Bachri selaku Wakil Rektor II, Mohammad Hasdar selaku Wakil Rektor III, serta Pranoto sebagai Staf Ahli Rektor yang turut memberikan penguatan perspektif strategis terkait arah pengembangan kolaborasi kelembagaan.

Sementara itu, dari pihak PKTJ Tegal hadir langsung Bambang Istiyanto selaku Direktur PKTJ dan Setya Wijayanta selaku Wakil Direktur III. Kehadiran pimpinan PKTJ tersebut menunjukkan komitmen kuat institusi dalam membangun kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi jalan dan pendidikan vokasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan strategis tersebut, kedua institusi membahas rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan formal pelaksanaan berbagai program bersama. Sejumlah agenda kolaboratif yang menjadi fokus pembahasan meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, pengembangan teknologi tepat guna, pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan daerah. Selain itu, kerja sama ini dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan isu-isu strategis seperti transportasi berkelanjutan, keselamatan jalan, lingkungan hidup, inovasi teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan sosial.

Di tengah dinamika transformasi pendidikan tinggi saat ini, sinergi antara UMUS Brebes dan PKTJ Tegal diharapkan mampu melahirkan berbagai program unggulan yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Melalui komunikasi yang intensif serta komitmen bersama yang terbangun, kolaborasi antara UMUS dan PKTJ diyakini akan berkembang menjadi kemitraan akademik yang kuat, produktif, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional Indonesia.

UMUS Perkuat Mutu Pascasarjana melalui Sinergi Akademik dengan Universitas Muria Kudus

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan tinggi dan pengembangan kualitas akademik pada jenjang pascasarjana, delegasi Program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan agenda strategis berupa Memorandum of Understanding (MoU), kerja sama akademik, studi banding, serta pengenalan Program Pascasarjana bersama Universitas Muria Kudus, Kamis (21/5). Kegiatan berlangsung di Gedung Senat Utama Pascasarjana Universitas Muhadi Setiabudi Brebes lantai dasar dan menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antarperguruan tinggi guna memperluas jejaring akademik, berbagi praktik baik (best practices), serta memperkuat daya saing institusi di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam forum akademik tersebut, Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Muria Kudus, Dr. Mulyanto, S.E., S.H., M.Si., M.M., M.H. bersama Sekretaris Program Studi Magister Manajemen, Dr. Ahmad Mukhlisin, S.Pd., S.M., M.M., memperkenalkan berbagai program unggulan Pascasarjana, sistem pengelolaan akademik, serta tantangan pengembangan kualitas program magister di era transformasi digital.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan semangat saling belajar dan bertukar pengalaman mengenai inovasi tata kelola akademik, penguatan kurikulum, peningkatan mutu lulusan, sistem penjaminan mutu, hingga strategi pengembangan institusi yang berkelanjutan. Delegasi dari Universitas Muhadi Setiabudi Brebes dipimpin oleh Dumadi, M.M. beserta jajaran Program Magister Manajemen (MM) UMUS Brebes. Turut hadir pula Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), M. Syariful Ikhwan, M.M. beserta jajarannya yang turut memperkaya diskusi, khususnya terkait penguatan budaya mutu, tata kelola kelembagaan, peningkatan standar akademik, serta strategi pengembangan kualitas program pascasarjana yang berkelanjutan. Kehadiran berbagai unsur kelembagaan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Di lain tempat, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda kerja sama akademik dan studi banding tersebut. Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan program pascasarjana agar semakin adaptif, inovatif, dan kompetitif. Ia berharap kegiatan ini mampu menghasilkan tindak lanjut nyata berupa penguatan tata kelola akademik, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan riset kolaboratif, serta inovasi pendidikan yang memberikan dampak positif bagi kemajuan institusi dan kualitas lulusan di masa mendatang.

LPPM UMUS Bahas Peluang Kerja Sama Strategis dengan Bapperida Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES— Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pertemuan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penguatan riset, serta pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan program yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam agenda tersebut hadir Kepala Bapperida Kabupaten Brebes, Dra. Tety Yuliana, M.Pd., Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapperida Brebes, Nurul Hidayat, S.H., M.T., serta tim LPPM UMUS yang terdiri dari Andi Yulianto, M.M. dan Elinda Umisara, M.Pd.

Diskusi berlangsung produktif dengan menyoroti berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan. Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana perguruan tinggi dapat berperan lebih aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program-program kolaboratif yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Di bidang riset, kedua pihak juga membahas kemungkinan pengembangan kerja sama penelitian yang lebih terstruktur. Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi strategis sebagai mitra intelektual pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian ilmiah, pemetaan potensi wilayah, hingga rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan evidence.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain agenda pendidikan dan penelitian, pembahasan secara khusus juga diarahkan pada rencana pelaksanaan KKN UMUS Tahun 2026. Program ini diproyeksikan menjadi wadah pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas lapangan, tetapi juga dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam memperluas dampak tridarma perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri jika ingin menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis agar program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan di lapangan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapperida Brebes, Dra. Tety Yuliana, M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan daerah merupakan bentuk kolaborasi yang sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadirkan pendekatan yang lebih ilmiah dan solutif terhadap berbagai tantangan pembangunan.

Melalui pertemuan ini, LPPM UMUS dan Bapperida Brebes membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis yang memperkuat pembangunan daerah melalui pendidikan, riset, serta pemberdayaan masyarakat yang terimplementasi secara nyata. 

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025