Universitas Muhadi Setiabudi

LPPM UMUS Sosialisasikan SMART-KKN kepada Tim Monitoring dan Evaluasi KKN 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar kegiatan sosialisasi SMART-KKN (Sistem Manajemen Administrasi dan Registrasi Terpadu-KKN) kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi digital dalam pengelolaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar lebih efektif, terintegrasi, dan akuntabel.

Pada tahun ini, KKN UMUS mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.” Tema tersebut menjadi arah pelaksanaan berbagai program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh tim monitoring dan evaluasi memahami mekanisme operasional sistem yang akan digunakan selama pelaksanaan KKN 2026. Melalui pemanfaatan SMART-KKN, berbagai proses administrasi dan pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dikelola melalui satu platform digital yang terintegrasi.

Menariknya, SMART-KKN merupakan inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh Tim Panitia KKN UMUS Tahun 2026 (Andi Yulianto, S.SI., M.M. sebagai developer dan Elinda Umisara, M.Pd. sebagai konseptor sistem) sebagai respons terhadap kebutuhan pengelolaan KKN yang semakin kompleks dan dinamis. Pengembangan sistem ini dilakukan untuk mendukung digitalisasi tata kelola KKN, mulai dari proses registrasi peserta hingga monitoring dan evaluasi kegiatan di lapangan. Kehadiran SMART-KKN menjadi wujud komitmen panitia dalam menghadirkan layanan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kemudahan pengguna.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan SMART-KKN merupakan bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kualitas tata kelola program pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi informasi. Menurutnya, digitalisasi pengelolaan KKN menjadi kebutuhan penting untuk mendukung efektivitas koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, tim monitoring dan evaluasi, serta pengelola KKN.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

“SMART-KKN dirancang untuk menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih tertata, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh pihak yang terlibat. Melalui sistem ini, proses administrasi, monitoring, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya. Dalam kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai fitur utama yang tersedia pada SMART-KKN.

Sistem tersebut mencakup layanan registrasi peserta, pengelolaan data kelompok dan lokasi KKN, penugasan dosen pembimbing lapangan, monitoring kegiatan mahasiswa, unggah laporan, dokumentasi kegiatan, hingga penyusunan laporan monitoring dan evaluasi secara digital.

Tim Monitoring dan Evaluasi KKN 2026 diberikan pelatihan terkait penggunaan dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan perkembangan kegiatan mahasiswa secara real time. Melalui fitur tersebut, tim monev dapat mengakses informasi mengenai kehadiran mahasiswa, progres program kerja, laporan kegiatan, serta berbagai dokumentasi yang diunggah dari lokasi KKN.

Selain memberikan kemudahan dalam proses pengawasan, SMART-KKN juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan selama pelaksanaan program. Data yang tersimpan secara terpusat memungkinkan LPPM dan tim monev melakukan analisis terhadap capaian kegiatan, identifikasi kendala di lapangan, serta penyusunan rekomendasi perbaikan untuk pelaksanaan KKN pada periode berikutnya.

Diskusi yang berlangsung selama sosialisasi menunjukkan antusiasme peserta terhadap implementasi sistem baru tersebut. Berbagai masukan disampaikan untuk penyempurnaan fitur dan penguatan aspek teknis agar SMART-KKN dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui implementasi SMART-KKN, LPPM UMUS berharap pelaksanaan KKN Tahun 2026 dapat berlangsung dengan tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berbasis data. Kehadiran sistem ini juga menjadi bagian dari transformasi digital institusi dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

SMART-KKN diharapkan tidak hanya menjadi sarana administrasi dan pelaporan, tetapi juga menjadi platform kolaborasi yang memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelaksanaan KKN yang berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan. Pengembangan sistem ini sekaligus menunjukkan kemampuan dan inovasi internal UMUS dalam menghasilkan solusi digital yang mendukung peningkatan mutu layanan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa PBSI UMUS Sukses Pentaskan Drama “Benta-Benti”, Wujudkan Luaran OBE melalui Panggung Teater

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Auditorium Gedung Utama Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dipenuhi antusiasme penonton dalam pementasan drama “Benta-Benti” yang dipersembahkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMUS. Kegiatan yang dibimbing oleh Drs. Ghufroni, M.Pd. ini merupakan luaran akhir Mata Kuliah Apresiasi Kajian Drama yang dirancang sebagai implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE).

Melalui kolaborasi dengan UKM Teater Brambang UMUS, mahasiswa diberikan ruang untuk mengaktualisasikan capaian pembelajaran dalam bentuk karya nyata yang dapat dinikmati publik. Sebagai bagian dari pendekatan OBE, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori drama dan apresiasi sastra secara konseptual, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi melalui proses kreatif yang komprehensif, mulai dari pembacaan naskah, interpretasi tokoh, penyusunan artistik, manajemen pertunjukan, kerja kolaboratif, hingga pementasan di atas panggung.

Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena menghasilkan luaran yang terukur, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri kreatif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Drama Benta-Benti mengangkat kisah kehidupan masyarakat desa yang menghadapi kemarau panjang, ketimpangan sosial, serta konflik antara kepentingan ekonomi dan nilai kemanusiaan. Melalui alur cerita yang kuat dan penuh makna, mahasiswa berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, kebersamaan, serta ketulusan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Konflik yang diperankan oleh para tokoh mampu menggambarkan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga memberikan pengalaman reflektif bagi para penonton.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, pegiat seni, serta para pecinta sastra yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pementasan. Penampilan para pemeran yang mampu menghidupkan karakter, didukung tata panggung, tata suara, dan penghayatan yang baik, membuat suasana auditorium terasa hidup dan penuh emosi dari awal hingga akhir pertunjukan.

Ketua Program Studi PBSI UMUS, Robet Rizkiyono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh mahasiswa yang telah bekerja keras mempersiapkan pementasan tersebut. Menurutnya, kegiatan teater merupakan bagian penting dalam pembelajaran PBSI karena mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. “Pementasan drama seperti ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam karya nyata.

Kami sangat mengapresiasi semangat, kerja sama, dan kreativitas mahasiswa PBSI yang telah menampilkan pertunjukan berkualitas dan sarat nilai edukatif. Ini menunjukkan bahwa sastra dapat hidup dan memberi makna melalui panggung pertunjukan,” ujarnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., menilai bahwa kegiatan seni pertunjukan merupakan salah satu bentuk pembelajaran transformatif yang mampu membentuk karakter mahasiswa secara utuh. “Drama bukan hanya tentang kemampuan berakting, tetapi juga tentang membangun empati, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap realitas sosial.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi insan akademik yang humanis, kreatif, dan berbudaya. FKIP UMUS akan terus mendukung kegiatan akademik berbasis praktik yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berkarakter,” tuturnya.

Dosen pengampu sekaligus pembimbing kegiatan, Drs. Ghufroni, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa selama proses latihan hingga pementasan berlangsung. Menurutnya, teater merupakan media pembelajaran yang efektif untuk mengasah kemampuan berbahasa, apresiasi sastra, kreativitas, serta sensitivitas mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Dosen FKIP UMUS Brebes Raih Gelar Doktor di UNY, Kembangkan Model REAPQ Berbantuan Teks Multimoda Interaktif

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Atikah Mumpuni, M.Pd., berhasil menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model REAPQ (Read, Encode, Annotate, Ponder, Question) Berbantuan Teks Multimoda Interaktif dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar.”

Sidang terbuka tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Atikah Mumpuni yang selama ini dikenal sebagai dosen PGSD FKIP UMUS dengan rekam jejak penelitian yang kuat di bidang literasi, pembelajaran bahasa, dan pendidikan dasar.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Disertasi yang dikembangkan menawarkan inovasi pembelajaran membaca pemahaman melalui model REAPQ, yang mengintegrasikan aktivitas membaca, mengodekan informasi, memberikan anotasi, melakukan refleksi mendalam, serta menyusun pertanyaan kritis dengan dukungan teks multimoda interaktif. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut peserta didik tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengonstruksi makna dari berbagai bentuk informasi digital.

Dalam paparannya, Atikah Mumpuni menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakteristik generasi digital. Melalui model REAPQ berbantuan teks multimoda interaktif, siswa didorong menjadi pembaca aktif yang mampu berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif dalam memahami informasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari keluarga besar FKIP UMUS. Hadir dalam sidang terbuka tersebut Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., serta Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nurpratiwiningsih, M.Pd., yang memberikan dukungan langsung kepada promovendus. Keduanya merupakan bagian dari sivitas akademika FKIP UMUS yang selama ini aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik di lingkungan kampus.

Didik Tri Setiyoko menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UMUS dalam meningkatkan kualitas dosen melalui studi lanjut dan penguatan budaya riset. Menurutnya, lahirnya doktor-doktor baru akan memperkuat kontribusi UMUS dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang pendidikan dasar yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Laelia Nurpratiwiningsih menilai bahwa hasil penelitian disertasi tersebut memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi membaca yang saat ini menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Keberhasilan Atikah Mumpuni meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FKIP dan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk terus berinovasi dalam menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Dengan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor, UMUS semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan inovasi pendidikan berbasis riset, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa KKN UMUS Brebes Lakukan Survei Lapangan di Warungpring Pemalang untuk Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan survei lapangan di Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, sebagai langkah awal dalam melakukan pemetaan potensi wilayah dan identifikasi kebutuhan masyarakat sebelum pelaksanaan program kerja KKN. Kegiatan survei ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan program pengabdian yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Selain melakukan observasi lapangan, mahasiswa juga menjalin silaturahmi dan koordinasi dengan unsur pemerintah kecamatan serta tokoh masyarakat guna membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Rombongan mahasiswa KKN diterima secara langsung oleh Budiarjo, S.IP., M.M., selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Warungpring. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Abdul Khamid, yang memberikan arahan terkait pelaksanaan program KKN agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah setempat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dr. Abdul Khamid menjelaskan bahwa survei lapangan merupakan tahapan strategis untuk memastikan setiap program yang dirancang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan. Melalui proses identifikasi potensi serta permasalahan yang ada, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program kerja yang inovatif, aplikatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui program KKN ini, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya berkontribusi di Kabupaten Brebes, UMUS juga terus memperluas peran pengabdiannya ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Mahasiswa KKN yang berasal dari berbagai program studi diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menghadirkan gagasan kreatif, inovasi teknologi tepat guna, serta program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Potensi lokal Warungpring yang beragam menjadi peluang besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kehadiran mahasiswa KKN UMUS merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat posisi UMUS sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah, serta berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. “KKN bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami dinamika masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” demikian semangat yang terus diusung oleh UMUS dalam setiap pelaksanaan program pengabdiannya.

UMUS Brebes, PKTJ, dan Pemkot Tegal Satukan Aksi: Sungai Kemiri Dijernihkan dengan Eco-Enzim

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Sinergi tiga lembaga dalam upaya pelestarian lingkungan hidup kembali diperlihatkan melalui kolaborasi antara Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, dan Pemerintah Kota Tegal dalam aksi penjernihan Sungai Kemiri menggunakan eco-enzim, Jumat (5/6/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia. Kegiatan dipusatkan di kawasan selokan Abdul Syukur yang berada di depan PKTJ Kampus 2, yang terhubung dengan aliran Sungai Kemiri dan menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Mengusung tema “Kolaborasi Hijau untuk Sungai Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kesadaran ekologis berbasis aksi nyata melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. Kehadiran pimpinan UMUS menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik dalam memperkuat gerakan keberlanjutan melalui pengabdian kepada masyarakat dan edukasi lingkungan.

Dari unsur PKTJ Tegal, kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur Bambang Istiyanto, S.SiT., M.T., bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Direktur I Edi Purwanto, A.TD., M.T., Wakil Direktur II Sugianto, A.TD., M.M., serta Wakil Direktur III Dr. Setya Wijayanta, S.Pd.T., M.T. Kehadiran jajaran pimpinan PKTJ memperkuat semangat institusi pendidikan vokasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal memberikan dukungan penuh melalui kehadiran Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., yang membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir pula unsur teknis pemerintah daerah, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan secara kolaboratif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, sambutan Direktur PKTJ dan Rektor UMUS Brebes, pembukaan resmi oleh Wali Kota Tegal, edukasi pemanfaatan eco-enzim, hingga aksi bersama berupa penuangan eco-enzim di aliran Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, pembersihan bantaran sungai, serta penanaman pohon bersama civitas akademika, relawan lingkungan, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan kolaboratif ini juga dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS Brebes, para relawan pecinta lingkungan, serta civitas akademika PKTJ Tegal yang turut berpartisipasi aktif dalam aksi penjernihan sungai. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pelestarian lingkungan di lapangan.

Salah satu paparan penting dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Prof. Pranoto, Guru Besar UMUS Brebes sekaligus Staf Ahli Rektor, yang selama ini aktif melakukan riset di bidang eco-enzim untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Prof. Pranoto menjelaskan bahwa eco-enzim merupakan hasil fermentasi bahan organik yang memiliki manfaat ekologis, termasuk membantu memperbaiki kualitas air, mengurangi pencemaran, serta mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Menurutnya, pemanfaatan eco-enzim tidak hanya menjadi solusi alternatif dalam menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai gerakan sosial berbasis masyarakat. “Kesadaran lingkungan harus dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Eco-enzim menjadi salah satu inovasi sederhana, murah, dan berbasis sains yang dapat diterapkan secara luas,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi akademik dengan pemerintah dan institusi lain mampu menghadirkan dampak positif yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan UMUS Brebes dalam aksi penjernihan Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur di depan PKTJ Kampus 2 merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keberlanjutan lingkungan.

Dr. Roby menambahkan, pemanfaatan eco-enzim dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kontekstual bagi mahasiswa agar memiliki kepedulian ekologis dan kemampuan problem solving terhadap isu lingkungan di masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa UMUS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena masa depan pembangunan tidak hanya bicara ekonomi, tetapi juga keberlanjutan,” tambahnya.

Kolaborasi tiga lembaga ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan dampak berkelanjutan, seperti peningkatan kualitas air di kawasan Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik, tumbuhnya gerakan lingkungan berbasis komunitas, hingga penguatan riset dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi ramah lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini semakin mempertegas komitmen UMUS Brebes sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada penguatan akademik, UMUS juga aktif membangun budaya kampus hijau (green campus) melalui riset terapan, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Bagi generasi muda yang ingin berkembang di kampus yang unggul sekaligus memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, UMUS Brebes hadir sebagai pilihan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Gen Z Tak Sekadar Self Reward, HIMAAKSI UMUS Dorong Mahasiswa Melek Finansial lewat Seminar Literasi Keuangan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah tren gaya hidup generasi muda yang semakin dinamis dan kerap dipengaruhi fenomena fear of missing out (FOMO), mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAAKSI) sukses menyelenggarakan seminar literasi keuangan bertajuk “Gen Z & Money: Antara Self Reward dan Financial Freedom” yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 70 peserta ini berhasil mencapai target kehadiran yang telah ditetapkan panitia. Seminar dipimpin oleh Ketua Umum HIMAAKSI, Najwa Aulia Rahmah dengan Ketua Pelaksana Alena Najwa Nawari. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi dan berlangsung dengan partisipasi aktif dari mahasiswa.

Menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni Kukuh Harisman, seminar ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan generasi Z. Dalam pemaparannya, Kukuh menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah budaya konsumtif yang berkembang melalui media sosial dan kecenderungan mengikuti gaya hidup orang lain. “Generasi muda perlu memiliki kesadaran finansial agar tidak terjebak pada pola konsumsi berlebihan. Self reward boleh, tetapi tetap harus dibarengi dengan perencanaan keuangan jangka panjang,” jelas Kukuh Harisman.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui seminar ini, peserta diajak memahami strategi pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur menggunakan formula 10-20-30-40, yaitu pembagian keuangan untuk tabungan, investasi, kebutuhan pokok, hingga pengeluaran gaya hidup secara proporsional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini menuju financial freedom.

Sebagai dosen sekaligus akademisi di lingkungan kampus, Hendri Sucipto, M.M., turut memberikan pandangannya terkait pentingnya kegiatan literasi finansial bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan kini menjadi bagian penting dari kecakapan hidup yang harus dimiliki generasi muda.

“Mahasiswa saat ini hidup di tengah arus informasi dan tren gaya hidup yang bergerak sangat cepat. Kemampuan mengelola keuangan menjadi life skill yang wajib dimiliki. Seminar seperti ini menjadi ruang edukatif agar mahasiswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga konsep self reward tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan tujuan finansial di masa depan,” ujar Hendri Sucipto, M.M. Ia menambahkan, mahasiswa—khususnya di bidang akuntansi—tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dalam praktik pengelolaan keuangan yang sehat, baik secara personal maupun profesional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain mendapatkan materi dari OJK, peserta juga memperoleh edukasi mengenai produk dan layanan keuangan dari Pegadaian. Seminar semakin menarik dengan adanya program open account yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai layanan keuangan secara langsung sebagai bentuk edukasi praktik.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia turut menghadirkan sesi kuis interaktif dan tanya jawab. Berbagai hadiah diberikan kepada peserta yang aktif bertanya maupun peserta dengan nilai tertinggi pada kuis, menjadikan suasana seminar lebih komunikatif, edukatif, sekaligus sesuai dengan karakter pembelajaran generasi Z.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, sponsor, dan seluruh peserta. Seminar ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Bank BJB, PT BPR Muhadi Setiabudi, Pegadaian, Snek Kita, SM Bakery, dan Ron 88.

UMUS Brebes Beri Apresiasi Khusus untuk Bupati Brebes dan Wali Kota Tegal atas Raihan Penghargaan Nasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., beserta segenap civitas akademika menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada dua kepala daerah di wilayah Pantura, yakni Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

Kedua pemimpin daerah tersebut sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 atas dedikasi dan inovasi mereka dalam membangun daerah masing-masing. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, meraih penghargaan atas kontribusi dan keberhasilannya memperkuat posisi Kabupaten Brebes sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Tengah. Pembangunan di sektor pertanian dan ketahanan pangan yang dipimpinnya dinilai berdampak nyata bagi stabilitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dianugerahi penghargaan untuk kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan inovasinya dalam mendorong pertumbuhan UMKM, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan lewat kolaborasi multipihak.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, menyampaikan bahwa capaian kedua kepala daerah ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat dan menjadi inspirasi besar bagi dunia pendidikan tinggi.

“Selamat dan sukses kepada Ibu Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dan Bapak Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., atas penghargaan bergengsi tingkat nasional ini. Prestasi ini menjadi bukti komitmen kuat dan lahirnya kebijakan progresif yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Dr. Roby.

Menurut civitas akademika UMUS Brebes, penguatan sektor pangan di Kabupaten Brebes merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan tantangan masa depan, terutama dalam mengoptimalkan potensi agraris dan komoditas unggulan lokal. Di sisi lain, lompatan inovasi ekonomi kreatif di Kota Tegal juga menjadi pemantik penting bagi lahirnya wirausaha muda yang mandiri.

Dr. Roby berharap, momentum penghargaan Disway Awards 2026 ini dapat menjadi energi positif untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Semoga capaian ini terus menghadirkan inovasi pembangunan. Kami di perguruan tinggi siap terus berkolaborasi menghadirkan dampak nyata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Sebagai informasi, ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi nasional yang diberikan kepada para kepala daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, pelayanan publik yang prima, serta pembangunan daerah yang berdampak nyata.

Gandeng Pakar dari UMUS Brebes, BKPSDM Kabupaten Tegal Bedah Konsep Wastepreneurship di Webinar misBela Seri 18

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal menghadirkan akademisi dari Universitas Muhadi Setiabudi dalam Webinar Kamis Belajar (misBela) Seri 18 yang digelar pada Kamis (11/6). Kegiatan edukatif ini merupakan program rutin yang ditayangkan setiap hari Kamis guna terus meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat. Pada seri ke-18 ini, kolaborasi yang dibangun berfokus untuk mengupas tuntas materi penting mengenai ekonomi sirkular berbasis lingkungan melalui tema “Konsep Wastepreneurship: Kolaborasinya antara Membangkitkan Inisiatif Masyarakat, Teknologi Tepat Guna dan Daya Guna Ekonomi Sampah.”

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dosen UMUS Brebes yang hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Dr. Drs. Pranoto. Kompetensi dan kepakaran beliau dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana mengubah tata kelola sampah dari sekadar persoalan lingkungan menjadi peluang kewirausahaan yang bernilai ekonomis tinggi.

Kegiatan ini dibuka secara resmi melalui opening speech oleh Mujahidin, dan dipandu oleh Bro Ryan selaku host dari internal BKPSDM. Kolaborasi pemikiran antara instansi pemerintah dan akademisi UMUS Brebes ini menjadi langkah penting dalam mengedukasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat luas. Melalui pemaparan materi tersebut, peserta diajak memahami integrasi antara mobilisasi inisiatif warga dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan daya guna ekonomi sampah

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Diskusi interaktif ini berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.15 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BKPSDM Kabupaten Tegal. Selain mendapatkan ilmu aplikatif dari pakar UMUS Brebes, peserta yang mengisi daftar hadir elektronik juga memperoleh penghargaan berupa e-sertifikat 3 Jam Pelajaran (JP). Melalui webinar ini, diharapkan lahir dampak nyata bagi masyarakat dan aparatur pemerintah dalam membangun paradigma baru pengelolaan sampah yang lebih produktif, inovatif, dan bernilai ekonomi.

Konsep wastepreneurship yang mengintegrasikan inisiatif masyarakat, teknologi tepat guna, dan penguatan ekonomi sirkular diyakini mampu mendorong terbentuknya ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Kehadiran akademisi UMUS Brebes dalam forum strategis ini sekaligus menegaskan komitmen kampus sebagai perguruan tinggi berdampak yang aktif menghadirkan solusi akademik atas persoalan riil di masyarakat. Dengan dukungan dosen-dosen kompeten, jejaring kemitraan yang luas, serta semangat mencetak generasi unggul dan adaptif, UMUS Brebes terus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

UMUS Mantapkan Pengajuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana 2026 Bersama Wali dan Calon Mahasiswa

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar Pertemuan Orang Tua/Wali dan Calon Mahasiswa Pengajuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana Tahun 2026 pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Gedung Senat Pascasarjana Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan pemantapan proses pengajuan beasiswa sekaligus mendukung suksesnya program Pemerintah Kabupaten Brebes dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pertemuan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi dan komunikasi antara kampus, orang tua/wali, serta calon mahasiswa terkait mekanisme pengajuan program Satu Keluarga Satu Sarjana, khususnya mengenai pemberkasan persyaratan administrasi, tahapan verifikasi dokumen, serta penjelasan sistem pembayaran perkuliahan agar seluruh proses berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai regulasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMUS, Hendri Sucipto, M.M., yang didampingi oleh Agus Afifuddin, M.M. Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMUS, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., bersama Agiesta Premana, M.Kom., serta Fitriyani, M.M., dari bagian kemahasiswaan.

Dalam pemaparannya, pihak kampus menegaskan bahwa program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif, pendidikan tinggi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, ekonomi, dan kebutuhan industri masa depan. Selain membahas teknis administrasi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembayaran biaya pendidikan, registrasi mahasiswa baru, hingga layanan akademik dan kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan UMUS. Dengan demikian, wali mahasiswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai proses pendidikan putra-putrinya sekaligus kesiapan dalam mendukung keberlangsungan studi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para wali dan calon mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait kelengkapan berkas, skema pembiayaan pendidikan, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan di masa depan. Dampak dari kegiatan ini dinilai sangat positif, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi dan meminimalkan kendala administratif pada proses pengajuan beasiswa. Pertemuan ini juga memperkuat kepercayaan wali calon mahasiswa terhadap sistem layanan kampus yang transparan dan responsif. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu memperluas angka partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes, mengurangi kesenjangan akses pendidikan, serta mendorong lahirnya generasi sarjana yang mampu meningkatkan kualitas ekonomi keluarga. Sebagai bentuk komitmen dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas, UMUS juga terus memberikan berbagai kemudahan bagi calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026, mulai dari beragam pilihan beasiswa, sistem pembayaran yang fleksibel, hingga layanan pendampingan akademik dan kemahasiswaan. Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terbebani biaya besar, UMUS hadir sebagai kampus yang mengedepankan kualitas, keterjangkauan, dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Saatnya kuliah, saatnya menjadi bagian dari generasi unggul bersama UMUS Brebes.

Silaturahmi KPU Brebes ke UMUS: Kampus Berdampak yang Dipercaya Mengawal Demokrasi Cerdas

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dalam rangka membangun sinergi strategis penguatan pendidikan politik dan literasi demokrasi masyarakat. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal kelembagaan, melainkan menjadi penanda penting bahwa UMUS semakin diposisikan sebagai mitra intelektual yang kredibel dalam mendukung kualitas demokrasi lokal. Di tengah tantangan demokrasi era digital—mulai dari disinformasi politik, pragmatisme pemilih, hingga rendahnya literasi kepemiluan—kehadiran kampus tidak lagi cukup hanya menjadi “menara gading” akademik. Kampus dituntut hadir sebagai knowledge hub sekaligus ruang produksi gagasan kebangsaan. Dalam konteks inilah, kehadiran KPU Brebes ke UMUS memiliki makna strategis: sebuah bentuk kepercayaan publik terhadap kapasitas akademik UMUS dalam mengawal lahirnya demokrasi yang lebih cerdas, partisipatif, dan berintegritas.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Silaturahmi tersebut membahas peluang kerja sama konkret antara KPU Brebes dan UMUS, mulai dari penguatan pendidikan politik berbasis kampus, sosialisasi kepemiluan, riset partisipasi pemilih, hingga pemberdayaan generasi muda sebagai agen demokrasi. UMUS dipandang memiliki modal sosial dan akademik yang kuat untuk menjadi episentrum penguatan kesadaran politik masyarakat, terutama di kalangan pemilih muda yang kini menjadi aktor dominan dalam kontestasi demokrasi.

Momentum ini sekaligus mempertegas eksistensi UMUS sebagai kampus yang semakin diperhitungkan di Kabupaten Brebes. Tidak berlebihan jika silaturahmi ini dibaca sebagai bentuk legitimasi sosial bahwa UMUS bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, tetapi juga ruang strategis lahirnya gagasan, solusi, dan transformasi sosial berbasis ilmu pengetahuan. Kepercayaan dari lembaga negara seperti KPU menunjukkan bahwa kampus lokal mampu tampil sebagai aktor penting dalam menjawab problem riil masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rektorat UMUS menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari penguatan triple helix collaboration antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga publik. UMUS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman—bukan hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga warga negara yang kritis, melek demokrasi, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Di era ketika kualitas demokrasi sering kali diuji oleh polarisasi dan banjir informasi yang belum tentu benar, UMUS menunjukkan posisi strategisnya sebagai kampus berdampak (impactful university). Karena demokrasi yang sehat tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari masyarakat yang tercerahkan. Dan pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kecerdasan demokrasi itu tumbuh. Silaturahmi KPU Brebes ke UMUS akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan kelembagaan. Ia adalah simbol tumbuhnya kepercayaan terhadap peran kampus dalam membangun masa depan Brebes yang lebih cerdas, demokratis, dan berkemajuan—dengan UMUS berada di garis depan perubahan tersebut.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025