KUNINGAN – Dua dosen dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. dan Andi Yulianto, S.Si., M.M., berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional bertajuk International Community Service 2026.0
Kegiatan yang berfokus pada tema “Penguatan Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Paving Block” ini diselenggarakan pada Senin (13/7/2026) bertempat di Balai Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas negara dan lintas institusi yang melibatkan beberapa perguruan tinggi. Di antaranya adalah ASEAN Higher Education International Consortium (AHEIC), Politeknik SCI, INTI International University & Colleges dari Malaysia, serta Universitas Kuningan. Sinergi ini berjalan selaras dengan gagasan Connecting Universities, Empowering ASEAN yang diusung oleh AHEIC guna mempererat hubungan antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Rangkaian program dirancang melalui empat fokus utama kegiatan, yakni memberikan edukasi pengelolaan sampah plastik kepada warga, menyelenggarakan pelatihan pembuatan paving block dari limbah plastik, melaksanakan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, serta memperkuat kolaborasi pengabdian masyarakat antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui skema pemberdayaan ini, limbah plastik yang kerap memicu masalah lingkungan di area pedesaan dikumpulkan, dicacah, dan diproses hingga dicetak menjadi material paving block yang bernilai guna. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelatihan praktis ini ditujukan agar warga setempat dapat menguasai keterampilan pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Bagi UMUS, keterlibatan Dr. Roby Setiadi dan Andi Yulianto dalam program ini menjadi bagian penting dari komitmen universitas untuk memperluas jangkauan kontribusi akademis. Partisipasi aktif dalam jejaring ASEAN tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan eksternal institusi sekaligus membuka peluang kolaborasi riset serta pengabdian internasional yang lebih luas di masa mendatang.
KUNINGAN — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka asal Malaysia, INTI International University. Langkah strategis ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua belah pihak.
Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., bersama Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi selaku Director of International Relations and Collaboration Centre (IRCC) INTI International University.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kerja sama lintas negara ini dirancang untuk berlaku selama lima tahun ke depan. Melalui payung kemitraan ini, kedua institusi sepakat untuk membuka ruang kolaborasi pada sejumlah aspek penting tridarma perguruan tinggi, yang meliputi:
Program mobilitas mahasiswa dan dosen tamu (student mobility and visiting scholar programs). Kolaborasi program akademik antar-kedua universitas. Publikasi bersama dan kegiatan penelitian kolaboratif. Pertukaran materi akademik dan informasi keilmuan. Pengembangan pusat internasional (International Centre). Penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama seperti kuliah umum, pelatihan, konfeqrensi, dan simposium.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang kampus dalam memperluas jejaring internasional di kawasan ASEAN. Selain meningkatkan mutu akademik melalui riset bersama, kemitraan ini juga diproyeksikan dapat memfasilitasi program pengabdian masyarakat lintas negara yang melibatkan dosen serta mahasiswa.
Sebagai mitra strategis, INTI International University membawa rekam jejak akademik yang kuat. Berdasarkan data QS World University Rankings 2025, universitas yang berpusat di Nilai, Negeri Sembilan tersebut menempati peringkat 516 dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia untuk kategori mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange) versi QS 2024. Saat ini, INTI mengelola lebih dari 30.000 mahasiswa dari hampir 100 negara serta memiliki jaringan alih kredit dengan ratusan universitas global.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjutinya dengan implementasi program-program konkret. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi sivitas akademika UMUS dalam kancah internasional sekaligus memperkuat posisi institusi dalam jaringan pendidikan tinggi Asia Tenggara.
PEKALONGAN – Dalam upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Pekalongan (UNIKAL). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat sistem akademik, penjaminan mutu, serta transformasi layanan pendidikan tinggi berbasis inovasi.
Rombongan UMUS Brebes dipimpin oleh Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Nur Ariesanto, M.Kom. Turut hadir Suci Sri Utami, M.Sc. dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) serta Bambang Priyono, S.T. dari Bagian Teknologi Informasi (IT) Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Pekalongan yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Zahro, S.E., M.Si., didampingi Kepala BAAK, Feny Yulita, S.Pd., beserta jajaran pengelola akademik dan penjaminan mutu UNIKAL.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam suasana penuh keakraban, kedua perguruan tinggi berdiskusi mengenai berbagai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan akademik, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), digitalisasi administrasi akademik, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa. Forum ini menjadi ruang kolaboratif untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital.
Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan salah satu bentuk continuous quality improvement yang penting bagi pengembangan institusi.
“Benchmarking bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi merupakan proses belajar bersama untuk memperoleh praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan institusi. Melalui kolaborasi seperti ini, kami optimistis kualitas tata kelola akademik dan layanan pendidikan di UMUS Brebes akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, berbagai topik strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan tata kelola akademik berbasis digital, optimalisasi layanan BAAK, implementasi sistem informasi akademik, pengembangan budaya mutu, hingga strategi peningkatan kinerja institusi dalam mendukung pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Wakil Rektor I UNIKAL, Zahro, S.E., M.Si., menyambut baik kunjungan dari UMUS Brebes. Menurutnya, benchmarking merupakan media yang efektif untuk mempererat jejaring antarlembaga sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada kegiatan benchmarking, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan transformasi kelembagaan. Hasil benchmarking diharapkan menjadi referensi dalam penyempurnaan sistem tata kelola akademik, penguatan penjaminan mutu, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi sehingga mampu mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.
CIREBON -.Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang bertugas di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program penataan kawasan pesisir di Destinasi Wisata Pantai Imut Jongor (PIJ), Kecamatan Mundu.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi membersihkan tepian pantai dan penanaman mangrove sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kualitas destinasi wisata berbasis lingkungan. Program ini sejalan dengan tema KKN UMUS 2026, “KKN Berdampak”, yang menekankan pentingnya pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara kolaboratif dengan melibatkan Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Pemerintah Desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), organisasi kemasyarakatan, serta Aliansi Peduli Lingkungan. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
(Dok. KKN Mundu UMUS)
Koordinator Desa (Koordes) KKN UMUS Kecamatan Mundu, Sandi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung penuh program penataan ini karena selaras dengan tema KKN UMUS 2026, yaitu ‘Berdampak’. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, serta menjadi program yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMUS Kecamatan Mundu, M. Erwin Dwi Lisyanto, M.M., turut memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, instansi pemerintah, komunitas, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan tinggi merupakan implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat yang berdampak.
(Dok. KKN Mundu UMUS)
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan penataan kawasan pesisir dan penanaman mangrove ini. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat Pantai Imut Jongor sebagai destinasi wisata yang bersih, hijau, dan bernilai edukatif,” ungkapnya.
Selain memperindah kawasan wisata, penanaman mangrove memiliki manfaat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota laut, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMUS Brebes tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat budaya kolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan pesisir yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
BREBES – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi memulai realisasi anggaran dengan menyalurkan dana hibah Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026 tahap pertama kepada para dosen penerima. Langkah ini dilakukan menyusul pengumuman 15 proposal dosen UMUS yang berhasil lolos seleksi pendanaan.
Penyaluran dana tahap awal ini merujuk pada surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026. Pada tahap pertama, LPPM UMUS mencairkan dana sebesar 80% dari total anggaran yang disetujui untuk masing-masing proposal. Alokasi tersebut diperuntukkan bagi 15 proposal yang lolos, yang terdiri atas 10 proposal skema penelitian dan 5 proposal skema pengabdian kepada masyarakat.
Merespons capaian ini, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap para dosen yang berhasil meloloskan proposal mereka di tingkat nasional. Menurutnya, pendanaan hibah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan iklim akademik dan kualitas pemikiran ilmiah di lingkungan kampus.
”Tersalurnya dana hibah ini harus menjadi pemantik bagi para dosen untuk menghasilkan riset yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami di jajaran rektorat mendukung penuh optimalisasi anggaran ini agar luaran yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi institusi dan masyarakat luas,” ujar Dr. Roby Setiadi.
(Dok. LPPM UMUS)
Merespons capaian ini, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap para dosen yang berhasil meloloskan proposal mereka di tingkat nasional. Menurutnya, pendanaan hibah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan iklim akademik dan kualitas pemikiran ilmiah di lingkungan kampus.
”Tersalurnya dana hibah ini harus menjadi pemantik bagi para dosen untuk menghasilkan riset yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami di jajaran rektorat mendukung penuh optimalisasi anggaran ini agar luaran yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi institusi dan masyarakat luas,” ujar Dr. Roby Setiadi.
Adapun sisa dana sebesar 20% baru akan dicairkan pada tahap akhir. Pencairan sisa anggaran tersebut bergantung pada penyelesaian kewajiban administratif oleh masing-masing tim pelaksana, berupa laporan kemajuan (progress report) dan capaian luaran (output) sesuai ketentuan Kemendiktisaintek.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa mekanisme pencairan bertahap ini sesuai dengan prinsip tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Skema 80:20 menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan riset dan pengabdian di lapangan.
”Pencairan tahap pertama ini adalah bentuk kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek kepada dosen-dosen UMUS. Karena itu, kami mendorong seluruh tim untuk segera menyusun rencana kerja, menyiapkan instrumen penelitian atau program pengabdian, serta menjadwalkan kegiatan di lapangan agar tidak terkendala waktu,” tambah Prasetyo.
Guna memastikan kelancaran program, LPPM UMUS telah menyiapkan pendampingan teknis bagi para dosen. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan laporan kemajuan, dokumentasi kegiatan, hingga persiapan artikel ilmiah maupun produk luaran lain yang menjadi syarat pencairan tahap akhir.
Dengan cairnya dana tahap awal ini, para pengusul diharapkan segera bergerak merealisasikan programnya. Fokus kegiatan lapangan kali ini mencakup penelitian di bidang pangan, lingkungan, dan pendidikan berbasis teknologi. Sementara untuk skema pengabdian masyarakat, program difokuskan pada pemberdayaan ekonomi warga pesisir serta pelaku UMKM di wilayah Brebes.
BREBES — Pusat Bahasa Universitas Muhadi Setiabudi menyelenggarakan kegiatan English Club sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini mengangkat tema “Empowering Communication Skills, Preparing Future Careers”.
English Club ini menghadirkan dua mentor, yaitu Miss Fifi (Ibu Fitriana Kartika Sari, M.Pd) sebagai Mentor 1 dan Miss Elinda (Elinda Umi Sara, M.Pd) sebagai Mentor 2. Keduanya memberikan pendampingan kepada mahasiswa melalui pembelajaran interaktif, praktik percakapan, penguatan kosakata, serta pengembangan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris.
(Dok. English Club UMUS)
Secara keseluruhan, kegiatan English Club ini sangat baik untuk dilanjutkan secara berkelanjutan. Ke depan, kegiatan dapat dikembangkan dengan beberapa variasi seperti praktik public speaking, simulasi interview kerja berbahasa Inggris, diskusi kelompok, presentasi mahasiswa, English debate sederhana, serta pelatihan membuat CV dan perkenalan diri dalam bahasa Inggris.
Dengan demikian, English Club dapat menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang lebih terarah, produktif, dan berdampak nyata bagi kesiapan karier mereka. Menurut Agyztia Premana, koordinator acara ECU Bidang Kemahasiswaan. dalam pelaksanaannya, mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi English Club. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak aktif berdiskusi, berlatih berbicara, serta membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris.
(Dok. English Club UMUS)
Secara keseluruhan, kegiatan English Club ini sangat baik untuk dilanjutkan secara berkelanjutan. Ke depan, kegiatan dapat dikembangkan dengan beberapa variasi seperti praktik public speaking, simulasi interview kerja berbahasa Inggris, diskusi kelompok, presentasi mahasiswa, English debate sederhana, serta pelatihan membuat CV dan perkenalan diri dalam bahasa Inggris.
Dengan demikian, English Club dapat menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang lebih terarah, produktif, dan berdampak nyata bagi kesiapan karier mereka. Menurut Agyztia Premana, koordinator acara ECU Bidang Kemahasiswaan. dalam pelaksanaannya, mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi English Club. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak aktif berdiskusi, berlatih berbicara, serta membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris.
Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dan menyenangkan, sehingga mahasiswa dapat belajar dengan lebih percaya diri. Melalui kegiatan ini, Pusat Bahasa Universitas Muhadi Setiabudi berharap English Club dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional, baik dalam kegiatan akademik, organisasi, wawancara kerja, maupun pengembangan karier di masa depan.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Berdampak melalui partisipasi aktif dalam Gerakan Brebes ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) berupa aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jumat (3/7). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Gerakan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Brebes tersebut mendapat kehormatan dengan kehadiran Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, serta difasilitasi oleh Rektor Harkat Negeri, Sudirman Said, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal, perangkat daerah, unsur TNI/Polri, akademisi, pelaku usaha, pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat pesisir yang bersama-sama menunjukkan komitmen terhadap pelestarian ekosistem pantai.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Mewakili Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dumadi, M.M., serta Ketua Program Studi Magister Manajemen Dr. Slamet Riyanto, S.Ag., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan UMUS menjadi bukti nyata dukungan institusi terhadap berbagai program strategis pemerintah dalam bidang pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama sebagai simbol penguatan komitmen seluruh peserta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya dilakukan penanaman mangrove secara serentak oleh seluruh instansi dan undangan di kawasan pesisir Randusanga Kulon. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergi dan gotong royong dalam mewujudkan pesisir Brebes yang lebih hijau dan lestari.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah perjalanan menuju lokasi penanaman menggunakan perahu klotok milik nelayan setempat. Menyusuri perairan pesisir Randusanga Kulon menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus memperlihatkan keindahan bentang alam mangrove Brebes. Suasana yang asri, udara yang segar, dan panorama pesisir semakin menegaskan pentingnya menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami dari abrasi, intrusi air laut, dan ancaman perubahan iklim.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Partisipasi UMUS dalam Gerakan Brebes ASRI merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Penanaman mangrove tidak hanya berfungsi mengurangi abrasi dan menjaga kualitas lingkungan pesisir, tetapi juga meningkatkan daya serap karbon (blue carbon), menjadi habitat berbagai biota laut, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan dan ekowisata.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UMUS, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi Gerakan Brebes ASRI. “Kami mengapresiasi terselenggaranya Gerakan Brebes ASRI sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Kehadiran UMUS merupakan wujud komitmen perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Penanaman mangrove merupakan investasi ekologis yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ungkap Dr. Moh. Toharudin.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Magister Manajemen UMUS, Dr. Slamet Riyanto, S.Ag., M.M., menilai bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.
“Gerakan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam Gerakan Brebes ASRI, UMUS kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pengabdian. Semangat menjaga mangrove hari ini bukan sekadar aksi menanam pohon, melainkan menanam harapan bagi terwujudnya pesisir Brebes yang lebih aman, hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
BREBES – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus memperkuat komitmennya dalam membangun Program Studi Magister Manajemen (M.M.) sebagai program studi yang unggul dan berkualitas.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan koordinasi dan penguatan internal yang melibatkan jajaran pimpinan fakultas serta pengelola Program Studi Magister Manajemen dan Mahasiswa pasca sarjana umus. Ketua Program Studi Magister Manajemen UMUS, Dr. Slamet Riyanto, M.M., menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
“Kita harus bersama-sama saling berkoordinasi. Bila perlu, semangat militer kita kobarkan, yakni semangat disiplin, solid, dan pantang menyerah, untuk membawa Program Studi Magister Manajemen menjadi program studi yang unggul,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Dengan koordinasi yang kuat, budaya kerja yang disiplin, serta semangat untuk terus berinovasi, Program Studi Magister Manajemen UMUS diyakini mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS, Dumadi, S.Mn., M.M., menyampaikan bahwa meskipun Program Studi Magister Manajemen merupakan program studi yang relatif baru di Universitas Muhadi Setiabudi, pihaknya memiliki tekad kuat untuk menjadikannya sebagai program studi magister yang berkualitas dan berdaya saing.
“Magister Manajemen memang merupakan program studi baru di Universitas Muhadi Setiabudi. Namun, justru ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk membangun M.M. sebagai program studi yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Brebes,” ungkapnya. Ia berharap kehadiran Program Studi Magister Manajemen UMUS dapat memberikan akses pendidikan jenjang magister yang lebih dekat bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya.
“Harapan kami, masyarakat Brebes atau warga berpelat kendaraan ‘G’ tidak perlu lagi jauh-jauh melanjutkan studi ke luar daerah. Kini, pendidikan Magister Manajemen yang berkualitas dapat ditempuh di Kabupaten Brebes melalui Universitas Muhadi Setiabudi,” tambahnya.
Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta budaya akademik yang unggul, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMUS optimistis Program Studi Magister Manajemen akan mampu menjadi salah satu program studi magister terbaik di Kabupaten Brebes dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, kompetitif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan global.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) secara resmi meluncurkan English Club sebagai program strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, Rabu 1 Juli 2026. Mengusung tema “Penguatan Karir dan Motivasi Kerja” dengan tagline “Empowering Communication Skills, Preparing Future Careers”, program ini menjadi wujud komitmen UMUS dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Program English Club diinisiasi oleh Zam Zam Katsir, M.P. selaku Kepala Tracer Study UMUS, bersama Hasdar, M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Rektor III, H. Dedi Romli Triputra, Lc., M.S.I. dari Pusat Bahasa UMUS, serta didukung oleh Luis Figo dari SIMPGROUP sebagai mitra pengembangan kompetensi mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia profesional dalam membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan global.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Acara launching dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk mahasiswa Program Magister Manajemen (S2 MM) yang pada hari yang sama mengikuti Konsolidasi Persiapan Tugas Akhir (Tesis) bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Ketua Program Studi Magister Manajemen. Kehadiran mahasiswa pascasarjana menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi komunikasi menjadi kebutuhan seluruh jenjang pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Zam Zam Katsir, M.P. menegaskan bahwa peluncuran English Club bukan sekadar membentuk komunitas belajar bahasa Inggris, tetapi merupakan gerakan untuk membangun masa depan mahasiswa UMUS. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Perusahaan dan berbagai institusi kini mencari lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, berkolaborasi lintas budaya, dan percaya diri dalam lingkungan global.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ia menjelaskan bahwa pembentukan English Club merupakan tindak lanjut dari berbagai hasil Tracer Study dan masukan para pengguna lulusan yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan di dunia profesional.
Karena itu, English Club dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan, interaktif, dan aplikatif melalui kegiatan public speaking, English conversation, presentasi akademik, diskusi ilmiah, simulasi wawancara kerja (job interview), hingga pelatihan komunikasi profesional. “Belajar bahasa Inggris bukan sekadar mempelajari sebuah bahasa, tetapi membuka pintu menuju ilmu pengetahuan, peluang karier, dan kolaborasi global. Jangan takut salah ketika berbicara, karena setiap kesalahan adalah bagian dari proses menjadi lebih baik,” ujar Zam Zam Katsir di hadapan para peserta.
Sementara itu, Wakil Rektor III Hasdar, M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa English Club merupakan bagian dari upaya UMUS dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan soft skills yang terintegrasi dengan kompetensi akademik. Program ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang komunikatif, inovatif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital dan Society 5.0.
Melalui kolaborasi dengan Pusat Bahasa UMUS dan SIMPGROUP, English Club diharapkan menjadi wadah berkelanjutan dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi komunikasi global, memperluas akses terhadap beasiswa, pertukaran pelajar, publikasi ilmiah internasional, serta peluang karier di perusahaan multinasional.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui penyerahan 10 mahasiswa peserta Magang/Intern Batch II periode Juli 2026 kepada Bapperida Kabupaten Brebes. Kesepuluh mahasiswa yang berasal dari lintas program studi tersebut telah dinyatakan lolos melalui serangkaian tahapan seleksi yang kompetitif berdasarkan kompetensi akademik, kemampuan teknis, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam mendukung Program Innovative Government Award (IGA).
Prosesi penyerahan dilaksanakan di Gedung KPT Kabupaten Brebes Lantai 3. Rombongan mahasiswa diantarkan oleh Humas Universitas Muhadi Setiabudi sebagai representasi institusi. Kehadiran para mahasiswa disambut hangat dan diterima secara resmi oleh jajaran Bapperida Kabupaten Brebes yang akan menjadi pembimbing sekaligus mitra selama pelaksanaan program magang.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dari pihak Bapperida Kabupaten Brebes, mahasiswa diterima oleh M. Agus Yulianto, S.T., M.T. selaku Peneliti Ahli Muda, didampingi Ira Amanda Hirbasari, S.E., M.Si. (Peneliti Ahli Pertama), Mustovia Azahro, S.T., M.T. (Peneliti Ahli Pertama), M. Siwi Nugraha, S.I.P., M.P.A. (Peneliti Ahli Pertama), Fitri Susiyanti, S.Si., M.Sc. (Peneliti Ahli Pertama), Felta Indriyani, S.Ak. (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja/PPPK sekaligus staf bidang), serta Tri Unggul Widyayanti, S.Pd. selaku Kepala Subbagian Kepegawaian Bapperida Kabupaten Brebes.
Program Magang/Intern Batch II ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik birokrasi pemerintahan. Selama menjalani magang, mahasiswa akan terlibat secara langsung dalam proses inventarisasi, dokumentasi, validasi data, penyusunan data dukung, hingga pelaporan inovasi daerah sebagai bagian dari penguatan penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kehadiran mahasiswa lintas program studi diharapkan mampu menghadirkan perspektif multidisipliner dalam mendukung pengembangan inovasi daerah. Selain memperkuat kapasitas Bapperida dalam pengelolaan data dan pelaporan inovasi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman nyata mengenai tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, riset kebijakan, serta budaya kerja profesional yang berbasis kolaborasi, integritas, dan inovasi.
Di tempat terpisah, Wakil Rektor III Universitas Muhadi Setiabudi, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian dari strategi UMUS dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global. “Program magang bukan sekadar memenuhi capaian pembelajaran, tetapi menjadi ruang transformasi kompetensi mahasiswa.
Keterlibatan mereka dalam mendukung Program Innovative Government Award memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana inovasi dirancang, dikelola, dan diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan. Kami berharap mahasiswa mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, serta menghadirkan ide-ide kreatif yang memberikan nilai tambah bagi Bapperida Kabupaten Brebes,” ujar Mohammad Hasdar.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ia menambahkan bahwa UMUS akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak. Menurutnya, kemitraan strategis seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis, kepemimpinan, serta kemampuan berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui inovasi.
Dampak dari program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan. Bagi mahasiswa, magang menjadi ruang pembelajaran autentik untuk meningkatkan kompetensi profesional, kemampuan analisis kebijakan, penguasaan tata kelola pemerintahan, serta keterampilan dalam mendukung inovasi sektor publik. Pengalaman tersebut akan memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang relevan terhadap kebutuhan zaman.
Bagi Bapperida Kabupaten Brebes, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat proses inventarisasi, dokumentasi, validasi, dan pelaporan inovasi daerah dalam mendukung peningkatan capaian Innovative Government Award (IGA). Kehadiran mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan perspektif akademik dan gagasan inovatif yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif. Sementara itu, bagi Universitas Muhadi Setiabudi, kolaborasi ini semakin memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kemitraan produktif dengan pemerintah daerah.
Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan birokrasi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, Program Magang/Intern Batch II tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dan profesional, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem inovasi Kabupaten Brebes, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.