Universitas Muhadi Setiabudi

Lanal Tegal dan UMUS Brebes Survei Lahan Kalibakung, Siapkan Penanaman Kedelai untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Sinergi antara Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal dan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus diperkuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebagai langkah awal, tim melaksanakan survei dan pengambilan sampel tanah di kawasan Kalibakung pada Kamis pagi, sebagai persiapan program penanaman kedelai yang menjadi bagian dari penguatan sektor pangan strategis.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Komandan Lanal Tegal, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, yang menekankan pentingnya pemetaan potensi lahan sebelum pelaksanaan budidaya. Melalui pendekatan berbasis data, setiap tahapan diharapkan mampu menghasilkan program pertanian yang efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan survei yang dipimpin oleh Wadanlanal Mayor Laut Taufik, Danposal Kluwut Brebes, Lettu Laut (P) Dwi Budi Christianto, memimpin koordinasi lapangan bersama tim. Dari pihak UMUS Brebes, kegiatan didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan (PIKES) Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc., Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan, Ketua Program Studi Agribisnis, serta Prof. Dr. Pranoto.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Survei dan pengambilan sampel tanah dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kesuburan, kondisi fisik, serta kandungan unsur hara lahan yang akan digunakan sebagai lokasi penanaman kedelai. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dalam menentukan pola budidaya yang sesuai sehingga produktivitas lahan dapat dioptimalkan.

Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc. menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap isu ketahanan pangan.

“Pengembangan pertanian modern harus diawali dengan kajian ilmiah. Analisis tanah menjadi fondasi penting agar setiap keputusan budidaya memiliki dasar akademik yang kuat dan mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sementara itu, Lettu Laut (P) Dwi Budi Christianto menyampaikan bahwa kolaborasi antara TNI AL dan perguruan tinggi menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sinergi ini diharapkan mampu mengintegrasikan disiplin lapangan dengan inovasi dan hasil riset akademik.

Melalui kegiatan survei di lahan Kalibakung ini, Lanal Tegal dan UMUS Brebes menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sistem pertanian berbasis ilmu pengetahuan. Program penanaman kedelai yang akan dilaksanakan diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi model kolaborasi antara institusi pertahanan dan perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia.

Inovasi Riset Bawang Merah UMUS Warnai FGD BRIDA Jawa Tengah, Dorong Transformasi Komoditas Lokal Menuju Ekonomi Hijau

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SEMARANG — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset terapan berbasis potensi lokal melalui partisipasi aktif pada Focus Group Discussion (FGD) Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah yang mengangkat tema Transformasi Bawang Merah Menuju Ekonomi Hijau.

Forum strategis tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan arah pengembangan komoditas bawang merah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan, inovasi, hilirisasi, dan ekonomi sirkular. Agenda ini sejalan dengan upaya BRIDA Jawa Tengah memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah melalui kolaborasi multipihak.

Dalam forum tersebut, tim peneliti UMUS mempresentasikan berbagai hasil riset inovatif berbasis bawang merah Brebes yang telah dikembangkan sebagai solusi atas tantangan sektor pertanian sekaligus membuka peluang lahirnya produk bernilai tambah.

Beragam inovasi yang dipaparkan meliputi pemanfaatan limbah kulit bawang merah menjadi produk pangan fungsional kaya antioksidan, pengembangan pakan ternak berbasis limbah bawang merah, hingga berbagai inovasi hilirisasi yang mendukung pengurangan limbah pertanian dan peningkatan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Keikutsertaan UMUS dalam FGD tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai knowledge partner dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi diarahkan menjadi solusi nyata yang dapat diimplementasikan oleh petani, pelaku UMKM, industri, maupun pemerintah daerah.

Diskusi juga menyoroti pentingnya memperkuat rantai nilai bawang merah melalui pendekatan ekonomi hijau. Paradigma baru tersebut menempatkan komoditas pertanian tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi sebagai sumber inovasi yang mampu menghasilkan produk pangan, kesehatan, pakan, hingga bahan baku industri yang ramah lingkungan.

Bagi Kabupaten Brebes sebagai sentra bawang merah nasional, transformasi ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hilirisasi hasil riset diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, mengurangi limbah, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Partisipasi UMUS dalam forum BRIDA Jawa Tengah sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem riset yang berdampak serta mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Melalui semangat riset untuk masyarakat, UMUS terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, memperkuat posisi Brebes sebagai pusat inovasi bawang merah nasional, sekaligus mendukung terwujudnya transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

LPPM UMUS Perkuat Dampak Pengabdian, Monitoring dan Evaluasi KKN 2026 Tekankan Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan Program

(Dok. LPPM UMUS)

BREBES — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di berbagai desa lokasi KKN di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam memastikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

Tim Monitoring dan Evaluasi turun langsung ke lapangan untuk meninjau implementasi program kerja mahasiswa, berdialog dengan pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, serta masyarakat penerima manfaat. Pendekatan ini dilakukan tidak hanya untuk mengukur ketercapaian program, tetapi juga mengidentifikasi praktik-praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi pada pelaksanaan KKN berikutnya.

(Dok. LPPM UMUS)

Dalam proses evaluasi, sejumlah kepala desa memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UMUS yang dinilai mampu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Berbagai program pemberdayaan, edukasi kesehatan, penguatan UMKM, literasi digital, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan dinilai memberikan nilai tambah bagi pembangunan desa.

Di sisi lain, Tim Monev juga mencatat berbagai masukan strategis sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan KKN. Sinkronisasi antara program kerja mahasiswa dengan prioritas pembangunan desa, keberlanjutan program setelah KKN berakhir, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi beberapa poin penting yang mendapat perhatian dalam evaluasi.

Ketua LPPM UMUS menegaskan bahwa Monitoring dan Evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen peningkatan mutu pengabdian kepada masyarakat.

(Dok. LPPM UMUS)

“KKN harus menjadi laboratorium sosial yang mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, evaluasi dilakukan agar setiap program benar-benar relevan, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.”

Pelaksanaan Monev juga menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan memecahkan persoalan riil di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial.

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, LPPM UMUS berharap pelaksanaan KKN tidak hanya menghasilkan luaran program, tetapi juga memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Semangat kolaborasi yang dibangun selama KKN 2026 menjadi bukti bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menghadirkan solusi, memberdayakan potensi lokal, serta mengakselerasi pembangunan desa menuju masyarakat yang mandiri, produktif dan berdaya saing.

Mahasiswa UMUS Asah Daya Saing Global, 10 Peserta Ikuti Tes TOEIC di Taiwan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TAIWAN — Komitmen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global kembali diwujudkan melalui penguatan kompetensi bahasa asing. Sebanyak 10 mahasiswa UMUS mengikuti Tes TOEIC (Test of English for International Communication) di The Affiliated Senior High School of National Taiwan Normal University, yang berlokasi di No. 143, Section 3, Xinyi Road, He’an Village, Da’an District, Taipei City 106, Taiwan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas mahasiswa dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan di dunia kerja internasional. TOEIC merupakan salah satu standar kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara luas oleh perusahaan, institusi pendidikan, dan berbagai organisasi di tingkat global.

(Dok., HUMAS UMUS Brebes)

Para mahasiswa tampak mengikuti ujian dengan penuh semangat dan percaya diri setelah menjalani berbagai persiapan akademik. Melalui sertifikasi internasional tersebut, mereka diharapkan memiliki nilai tambah yang mampu membuka peluang lebih luas, baik untuk studi lanjut, program magang internasional, maupun karier profesional di berbagai negara.

Program ini sekaligus mencerminkan keseriusan UMUS dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Penguatan kompetensi bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan menjadi kebutuhan strategis dalam membentuk lulusan yang adaptif, komunikatif, dan siap bersaing di era global.

Keikutsertaan mahasiswa UMUS dalam tes TOEIC di Taiwan juga menjadi pengalaman akademik yang berharga. Selain mengukur kemampuan berbahasa Inggris sesuai standar internasional, mereka memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan global dan membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di tingkat internasional.

Melalui kegiatan ini, UMUS terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berwawasan internasional, serta mampu menjadi representasi generasi Indonesia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Sinergi Kampus dan TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanal Tegal Kunjungi UMUS Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES– Komitmen membangun ketahanan pangan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, didampingi Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Kluwut Brebes, Lettu Laut (P) Dwi Budi Christianto, ke Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, yang berlangsung di Gedung Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan.

Kunjungan kehormatan tersebut disambut langsung oleh Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan, Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro, M.Sc., bersama Staf Ahli Rektor Prof. Pranoto, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Abdul Bashar, S.TP., M.P., serta Ketua Program Studi Agribisnis Khusnul Khotimah, S.P., M.Sc.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus utama membahas penguatan ketahanan pangan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan TNI Angkatan Laut. Diskusi menitikberatkan pada pengembangan inovasi pangan, riset terapan, pemberdayaan masyarakat, hingga potensi kolaborasi dalam mendukung program strategis pemerintah menuju kemandirian pangan nasional.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Sinergi Kampus dan TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanal Tegal Kunjungi UMUS Brebes”
Baca selengkapnya di: https://www.panturapost.com/pendidikan/2077458105/sinergi-kampus-dan-tni-al-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-danlanal-tegal-kunjungi-umus-brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam kesempatan tersebut, Dr. El Yan Unzilatirizqi Dewantoro menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis riset bagi berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, isu ketahanan pangan saat ini menuntut kolaborasi multipihak agar inovasi yang lahir dari laboratorium dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara TNI Angkatan Laut dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat inovasi, pengembangan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi menuju kemandirian pangan Indonesia.

Berbagai peluang kerja sama turut dibahas, mulai dari pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal, hilirisasi hasil riset, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara institusi pertahanan dan dunia akademik. Dengan mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan menuju Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Sinergi Kampus dan TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanal Tegal Kunjungi UMUS Brebes”
Baca selengkapnya di: https://www.panturapost.com/pendidikan/2077458105/sinergi-kampus-dan-tni-al-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-danlanal-tegal-kunjungi-umus-brebes

Dosen UMUS dan Mitra ASEAN Edukasi Warga Ciomas Ubah Limbah Plastik Jadi Paving Block

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

KUNINGAN – Dua dosen dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. dan Andi Yulianto, S.Si., M.M., berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional bertajuk International Community Service 2026.0

Kegiatan yang berfokus pada tema “Penguatan Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Paving Block” ini diselenggarakan pada Senin (13/7/2026) bertempat di Balai Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

​Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas negara dan lintas institusi yang melibatkan beberapa perguruan tinggi. Di antaranya adalah ASEAN Higher Education International Consortium (AHEIC), Politeknik SCI, INTI International University & Colleges dari Malaysia, serta Universitas Kuningan. Sinergi ini berjalan selaras dengan gagasan Connecting Universities, Empowering ASEAN yang diusung oleh AHEIC guna mempererat hubungan antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rangkaian program dirancang melalui empat fokus utama kegiatan, yakni memberikan edukasi pengelolaan sampah plastik kepada warga, menyelenggarakan pelatihan pembuatan paving block dari limbah plastik, melaksanakan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, serta memperkuat kolaborasi pengabdian masyarakat antara Indonesia dan Malaysia.

​Melalui skema pemberdayaan ini, limbah plastik yang kerap memicu masalah lingkungan di area pedesaan dikumpulkan, dicacah, dan diproses hingga dicetak menjadi material paving block yang bernilai guna. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelatihan praktis ini ditujukan agar warga setempat dapat menguasai keterampilan pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Bagi UMUS, keterlibatan Dr. Roby Setiadi dan Andi Yulianto dalam program ini menjadi bagian penting dari komitmen universitas untuk memperluas jangkauan kontribusi akademis. Partisipasi aktif dalam jejaring ASEAN tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan eksternal institusi sekaligus membuka peluang kolaborasi riset serta pengabdian internasional yang lebih luas di masa mendatang.

Perkuat Jejaring Global, Universitas Muhadi Setiabudi Jalin Kerja Sama Internasional dengan INTI International University Malaysia

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

KUNINGAN — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka asal Malaysia, INTI International University. Langkah strategis ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua belah pihak.

​Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., bersama Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi selaku Director of International Relations and Collaboration Centre (IRCC) INTI International University.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Kerja sama lintas negara ini dirancang untuk berlaku selama lima tahun ke depan. Melalui payung kemitraan ini, kedua institusi sepakat untuk membuka ruang kolaborasi pada sejumlah aspek penting tridarma perguruan tinggi, yang meliputi:

​Program mobilitas mahasiswa dan dosen tamu (student mobility and visiting scholar programs).
​Kolaborasi program akademik antar-kedua universitas.
​Publikasi bersama dan kegiatan penelitian kolaboratif.
​Pertukaran materi akademik dan informasi keilmuan.
​Pengembangan pusat internasional (International Centre).
​Penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama seperti kuliah umum, pelatihan, konfeqrensi, dan simposium.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang kampus dalam memperluas jejaring internasional di kawasan ASEAN. Selain meningkatkan mutu akademik melalui riset bersama, kemitraan ini juga diproyeksikan dapat memfasilitasi program pengabdian masyarakat lintas negara yang melibatkan dosen serta mahasiswa.

​Sebagai mitra strategis, INTI International University membawa rekam jejak akademik yang kuat. Berdasarkan data QS World University Rankings 2025, universitas yang berpusat di Nilai, Negeri Sembilan tersebut menempati peringkat 516 dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia untuk kategori mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange) versi QS 2024. Saat ini, INTI mengelola lebih dari 30.000 mahasiswa dari hampir 100 negara serta memiliki jaringan alih kredit dengan ratusan universitas global.

​Melalui penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjutinya dengan implementasi program-program konkret. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi sivitas akademika UMUS dalam kancah internasional sekaligus memperkuat posisi institusi dalam jaringan pendidikan tinggi Asia Tenggara.

Perkuat Tata Kelola Akademik dan Budaya Mutu, UMUS Brebes Laksanakan Benchmarking ke UNIKAL

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

PEKALONGAN – Dalam upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan, Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Pekalongan (UNIKAL). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat sistem akademik, penjaminan mutu, serta transformasi layanan pendidikan tinggi berbasis inovasi.

Rombongan UMUS Brebes dipimpin oleh Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Nur Ariesanto, M.Kom. Turut hadir Suci Sri Utami, M.Sc. dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) serta Bambang Priyono, S.T. dari Bagian Teknologi Informasi (IT) Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Pekalongan yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Zahro, S.E., M.Si., didampingi Kepala BAAK, Feny Yulita, S.Pd., beserta jajaran pengelola akademik dan penjaminan mutu UNIKAL.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam suasana penuh keakraban, kedua perguruan tinggi berdiskusi mengenai berbagai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan akademik, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), digitalisasi administrasi akademik, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa. Forum ini menjadi ruang kolaboratif untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital.

Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan salah satu bentuk continuous quality improvement yang penting bagi pengembangan institusi.

“Benchmarking bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi merupakan proses belajar bersama untuk memperoleh praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan institusi. Melalui kolaborasi seperti ini, kami optimistis kualitas tata kelola akademik dan layanan pendidikan di UMUS Brebes akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, berbagai topik strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan tata kelola akademik berbasis digital, optimalisasi layanan BAAK, implementasi sistem informasi akademik, pengembangan budaya mutu, hingga strategi peningkatan kinerja institusi dalam mendukung pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Wakil Rektor I UNIKAL, Zahro, S.E., M.Si., menyambut baik kunjungan dari UMUS Brebes. Menurutnya, benchmarking merupakan media yang efektif untuk mempererat jejaring antarlembaga sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada kegiatan benchmarking, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan transformasi kelembagaan. Hasil benchmarking diharapkan menjadi referensi dalam penyempurnaan sistem tata kelola akademik, penguatan penjaminan mutu, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi sehingga mampu mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Mahasiswa KKN UMUS Brebes Berkolaborasi Lestarikan Pesisir melalui Penataan Pantai dan Penanaman Mangrove di Pantai Imut Jongor

(Dok. KKN Mundu UMUS)

CIREBON -.Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang bertugas di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program penataan kawasan pesisir di Destinasi Wisata Pantai Imut Jongor (PIJ), Kecamatan Mundu.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi membersihkan tepian pantai dan penanaman mangrove sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kualitas destinasi wisata berbasis lingkungan. Program ini sejalan dengan tema KKN UMUS 2026, “KKN Berdampak”, yang menekankan pentingnya pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara kolaboratif dengan melibatkan Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Pemerintah Desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), organisasi kemasyarakatan, serta Aliansi Peduli Lingkungan. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

(Dok. KKN Mundu UMUS)

Koordinator Desa (Koordes) KKN UMUS Kecamatan Mundu, Sandi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami sangat mendukung penuh program penataan ini karena selaras dengan tema KKN UMUS 2026, yaitu ‘Berdampak’. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, serta menjadi program yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMUS Kecamatan Mundu, M. Erwin Dwi Lisyanto, M.M., turut memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, instansi pemerintah, komunitas, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan tinggi merupakan implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat yang berdampak.

(Dok. KKN Mundu UMUS)

“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan penataan kawasan pesisir dan penanaman mangrove ini. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat Pantai Imut Jongor sebagai destinasi wisata yang bersih, hijau, dan bernilai edukatif,” ungkapnya.

Selain memperindah kawasan wisata, penanaman mangrove memiliki manfaat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota laut, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMUS Brebes tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat budaya kolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan pesisir yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.

Dukung Akselerasi Riset, LPPM UMUS Salurkan Dana Hibah Kemendiktisaintek 2026 Tahap Pertama

(Dok. LPPM UMUS)

BREBES – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi memulai realisasi anggaran dengan menyalurkan dana hibah Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026 tahap pertama kepada para dosen penerima. Langkah ini dilakukan menyusul pengumuman 15 proposal dosen UMUS yang berhasil lolos seleksi pendanaan.

​Penyaluran dana tahap awal ini merujuk pada surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026. Pada tahap pertama, LPPM UMUS mencairkan dana sebesar 80% dari total anggaran yang disetujui untuk masing-masing proposal. Alokasi tersebut diperuntukkan bagi 15 proposal yang lolos, yang terdiri atas 10 proposal skema penelitian dan 5 proposal skema pengabdian kepada masyarakat.

​Merespons capaian ini, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap para dosen yang berhasil meloloskan proposal mereka di tingkat nasional. Menurutnya, pendanaan hibah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan iklim akademik dan kualitas pemikiran ilmiah di lingkungan kampus.

​”Tersalurnya dana hibah ini harus menjadi pemantik bagi para dosen untuk menghasilkan riset yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami di jajaran rektorat mendukung penuh optimalisasi anggaran ini agar luaran yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi institusi dan masyarakat luas,” ujar Dr. Roby Setiadi.

(Dok. LPPM UMUS)

​Merespons capaian ini, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap para dosen yang berhasil meloloskan proposal mereka di tingkat nasional. Menurutnya, pendanaan hibah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan iklim akademik dan kualitas pemikiran ilmiah di lingkungan kampus.

​”Tersalurnya dana hibah ini harus menjadi pemantik bagi para dosen untuk menghasilkan riset yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami di jajaran rektorat mendukung penuh optimalisasi anggaran ini agar luaran yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi institusi dan masyarakat luas,” ujar Dr. Roby Setiadi.

​Adapun sisa dana sebesar 20% baru akan dicairkan pada tahap akhir. Pencairan sisa anggaran tersebut bergantung pada penyelesaian kewajiban administratif oleh masing-masing tim pelaksana, berupa laporan kemajuan (progress report) dan capaian luaran (output) sesuai ketentuan Kemendiktisaintek.

​Sejalan dengan hal tersebut, Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa mekanisme pencairan bertahap ini sesuai dengan prinsip tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Skema 80:20 menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan riset dan pengabdian di lapangan.

​”Pencairan tahap pertama ini adalah bentuk kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek kepada dosen-dosen UMUS. Karena itu, kami mendorong seluruh tim untuk segera menyusun rencana kerja, menyiapkan instrumen penelitian atau program pengabdian, serta menjadwalkan kegiatan di lapangan agar tidak terkendala waktu,” tambah Prasetyo.

​Guna memastikan kelancaran program, LPPM UMUS telah menyiapkan pendampingan teknis bagi para dosen. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan laporan kemajuan, dokumentasi kegiatan, hingga persiapan artikel ilmiah maupun produk luaran lain yang menjadi syarat pencairan tahap akhir.

​Dengan cairnya dana tahap awal ini, para pengusul diharapkan segera bergerak merealisasikan programnya. Fokus kegiatan lapangan kali ini mencakup penelitian di bidang pangan, lingkungan, dan pendidikan berbasis teknologi. Sementara untuk skema pengabdian masyarakat, program difokuskan pada pemberdayaan ekonomi warga pesisir serta pelaku UMKM di wilayah Brebes.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025