Universitas Muhadi Setiabudi

UMUS Brebes, PKTJ, dan Pemkot Tegal Satukan Aksi: Sungai Kemiri Dijernihkan dengan Eco-Enzim

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Sinergi tiga lembaga dalam upaya pelestarian lingkungan hidup kembali diperlihatkan melalui kolaborasi antara Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, dan Pemerintah Kota Tegal dalam aksi penjernihan Sungai Kemiri menggunakan eco-enzim, Jumat (5/6/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia. Kegiatan dipusatkan di kawasan selokan Abdul Syukur yang berada di depan PKTJ Kampus 2, yang terhubung dengan aliran Sungai Kemiri dan menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Mengusung tema “Kolaborasi Hijau untuk Sungai Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kesadaran ekologis berbasis aksi nyata melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. Kehadiran pimpinan UMUS menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik dalam memperkuat gerakan keberlanjutan melalui pengabdian kepada masyarakat dan edukasi lingkungan.

Dari unsur PKTJ Tegal, kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur Bambang Istiyanto, S.SiT., M.T., bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Direktur I Edi Purwanto, A.TD., M.T., Wakil Direktur II Sugianto, A.TD., M.M., serta Wakil Direktur III Dr. Setya Wijayanta, S.Pd.T., M.T. Kehadiran jajaran pimpinan PKTJ memperkuat semangat institusi pendidikan vokasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal memberikan dukungan penuh melalui kehadiran Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., yang membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir pula unsur teknis pemerintah daerah, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan secara kolaboratif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, sambutan Direktur PKTJ dan Rektor UMUS Brebes, pembukaan resmi oleh Wali Kota Tegal, edukasi pemanfaatan eco-enzim, hingga aksi bersama berupa penuangan eco-enzim di aliran Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, pembersihan bantaran sungai, serta penanaman pohon bersama civitas akademika, relawan lingkungan, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan kolaboratif ini juga dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS Brebes, para relawan pecinta lingkungan, serta civitas akademika PKTJ Tegal yang turut berpartisipasi aktif dalam aksi penjernihan sungai. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pelestarian lingkungan di lapangan.

Salah satu paparan penting dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Prof. Pranoto, Guru Besar UMUS Brebes sekaligus Staf Ahli Rektor, yang selama ini aktif melakukan riset di bidang eco-enzim untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Prof. Pranoto menjelaskan bahwa eco-enzim merupakan hasil fermentasi bahan organik yang memiliki manfaat ekologis, termasuk membantu memperbaiki kualitas air, mengurangi pencemaran, serta mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Menurutnya, pemanfaatan eco-enzim tidak hanya menjadi solusi alternatif dalam menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai gerakan sosial berbasis masyarakat. “Kesadaran lingkungan harus dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Eco-enzim menjadi salah satu inovasi sederhana, murah, dan berbasis sains yang dapat diterapkan secara luas,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi akademik dengan pemerintah dan institusi lain mampu menghadirkan dampak positif yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan UMUS Brebes dalam aksi penjernihan Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur di depan PKTJ Kampus 2 merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keberlanjutan lingkungan.

Dr. Roby menambahkan, pemanfaatan eco-enzim dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kontekstual bagi mahasiswa agar memiliki kepedulian ekologis dan kemampuan problem solving terhadap isu lingkungan di masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa UMUS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena masa depan pembangunan tidak hanya bicara ekonomi, tetapi juga keberlanjutan,” tambahnya.

Kolaborasi tiga lembaga ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan dampak berkelanjutan, seperti peningkatan kualitas air di kawasan Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik, tumbuhnya gerakan lingkungan berbasis komunitas, hingga penguatan riset dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi ramah lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini semakin mempertegas komitmen UMUS Brebes sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada penguatan akademik, UMUS juga aktif membangun budaya kampus hijau (green campus) melalui riset terapan, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Bagi generasi muda yang ingin berkembang di kampus yang unggul sekaligus memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, UMUS Brebes hadir sebagai pilihan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Gen Z Tak Sekadar Self Reward, HIMAAKSI UMUS Dorong Mahasiswa Melek Finansial lewat Seminar Literasi Keuangan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah tren gaya hidup generasi muda yang semakin dinamis dan kerap dipengaruhi fenomena fear of missing out (FOMO), mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAAKSI) sukses menyelenggarakan seminar literasi keuangan bertajuk “Gen Z & Money: Antara Self Reward dan Financial Freedom” yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 70 peserta ini berhasil mencapai target kehadiran yang telah ditetapkan panitia. Seminar dipimpin oleh Ketua Umum HIMAAKSI, Najwa Aulia Rahmah dengan Ketua Pelaksana Alena Najwa Nawari. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi dan berlangsung dengan partisipasi aktif dari mahasiswa.

Menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni Kukuh Harisman, seminar ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan generasi Z. Dalam pemaparannya, Kukuh menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah budaya konsumtif yang berkembang melalui media sosial dan kecenderungan mengikuti gaya hidup orang lain. “Generasi muda perlu memiliki kesadaran finansial agar tidak terjebak pada pola konsumsi berlebihan. Self reward boleh, tetapi tetap harus dibarengi dengan perencanaan keuangan jangka panjang,” jelas Kukuh Harisman.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Melalui seminar ini, peserta diajak memahami strategi pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur menggunakan formula 10-20-30-40, yaitu pembagian keuangan untuk tabungan, investasi, kebutuhan pokok, hingga pengeluaran gaya hidup secara proporsional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini menuju financial freedom.

Sebagai dosen sekaligus akademisi di lingkungan kampus, Hendri Sucipto, M.M., turut memberikan pandangannya terkait pentingnya kegiatan literasi finansial bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan kini menjadi bagian penting dari kecakapan hidup yang harus dimiliki generasi muda.

“Mahasiswa saat ini hidup di tengah arus informasi dan tren gaya hidup yang bergerak sangat cepat. Kemampuan mengelola keuangan menjadi life skill yang wajib dimiliki. Seminar seperti ini menjadi ruang edukatif agar mahasiswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga konsep self reward tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan tujuan finansial di masa depan,” ujar Hendri Sucipto, M.M. Ia menambahkan, mahasiswa—khususnya di bidang akuntansi—tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dalam praktik pengelolaan keuangan yang sehat, baik secara personal maupun profesional.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain mendapatkan materi dari OJK, peserta juga memperoleh edukasi mengenai produk dan layanan keuangan dari Pegadaian. Seminar semakin menarik dengan adanya program open account yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai layanan keuangan secara langsung sebagai bentuk edukasi praktik.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia turut menghadirkan sesi kuis interaktif dan tanya jawab. Berbagai hadiah diberikan kepada peserta yang aktif bertanya maupun peserta dengan nilai tertinggi pada kuis, menjadikan suasana seminar lebih komunikatif, edukatif, sekaligus sesuai dengan karakter pembelajaran generasi Z.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, sponsor, dan seluruh peserta. Seminar ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Bank BJB, PT BPR Muhadi Setiabudi, Pegadaian, Snek Kita, SM Bakery, dan Ron 88.

UMUS Brebes Beri Apresiasi Khusus untuk Bupati Brebes dan Wali Kota Tegal atas Raihan Penghargaan Nasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., beserta segenap civitas akademika menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada dua kepala daerah di wilayah Pantura, yakni Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

Kedua pemimpin daerah tersebut sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 atas dedikasi dan inovasi mereka dalam membangun daerah masing-masing. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, meraih penghargaan atas kontribusi dan keberhasilannya memperkuat posisi Kabupaten Brebes sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Tengah. Pembangunan di sektor pertanian dan ketahanan pangan yang dipimpinnya dinilai berdampak nyata bagi stabilitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dianugerahi penghargaan untuk kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan inovasinya dalam mendorong pertumbuhan UMKM, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan lewat kolaborasi multipihak.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, menyampaikan bahwa capaian kedua kepala daerah ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat dan menjadi inspirasi besar bagi dunia pendidikan tinggi.

“Selamat dan sukses kepada Ibu Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dan Bapak Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., atas penghargaan bergengsi tingkat nasional ini. Prestasi ini menjadi bukti komitmen kuat dan lahirnya kebijakan progresif yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Dr. Roby.

Menurut civitas akademika UMUS Brebes, penguatan sektor pangan di Kabupaten Brebes merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan tantangan masa depan, terutama dalam mengoptimalkan potensi agraris dan komoditas unggulan lokal. Di sisi lain, lompatan inovasi ekonomi kreatif di Kota Tegal juga menjadi pemantik penting bagi lahirnya wirausaha muda yang mandiri.

Dr. Roby berharap, momentum penghargaan Disway Awards 2026 ini dapat menjadi energi positif untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Semoga capaian ini terus menghadirkan inovasi pembangunan. Kami di perguruan tinggi siap terus berkolaborasi menghadirkan dampak nyata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Sebagai informasi, ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi nasional yang diberikan kepada para kepala daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, pelayanan publik yang prima, serta pembangunan daerah yang berdampak nyata.

Gandeng Pakar dari UMUS Brebes, BKPSDM Kabupaten Tegal Bedah Konsep Wastepreneurship di Webinar misBela Seri 18

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

TEGAL – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal menghadirkan akademisi dari Universitas Muhadi Setiabudi dalam Webinar Kamis Belajar (misBela) Seri 18 yang digelar pada Kamis (11/6). Kegiatan edukatif ini merupakan program rutin yang ditayangkan setiap hari Kamis guna terus meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat. Pada seri ke-18 ini, kolaborasi yang dibangun berfokus untuk mengupas tuntas materi penting mengenai ekonomi sirkular berbasis lingkungan melalui tema “Konsep Wastepreneurship: Kolaborasinya antara Membangkitkan Inisiatif Masyarakat, Teknologi Tepat Guna dan Daya Guna Ekonomi Sampah.”

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dosen UMUS Brebes yang hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Dr. Drs. Pranoto. Kompetensi dan kepakaran beliau dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana mengubah tata kelola sampah dari sekadar persoalan lingkungan menjadi peluang kewirausahaan yang bernilai ekonomis tinggi.

Kegiatan ini dibuka secara resmi melalui opening speech oleh Mujahidin, dan dipandu oleh Bro Ryan selaku host dari internal BKPSDM. Kolaborasi pemikiran antara instansi pemerintah dan akademisi UMUS Brebes ini menjadi langkah penting dalam mengedukasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat luas. Melalui pemaparan materi tersebut, peserta diajak memahami integrasi antara mobilisasi inisiatif warga dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan daya guna ekonomi sampah

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Diskusi interaktif ini berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.15 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BKPSDM Kabupaten Tegal. Selain mendapatkan ilmu aplikatif dari pakar UMUS Brebes, peserta yang mengisi daftar hadir elektronik juga memperoleh penghargaan berupa e-sertifikat 3 Jam Pelajaran (JP). Melalui webinar ini, diharapkan lahir dampak nyata bagi masyarakat dan aparatur pemerintah dalam membangun paradigma baru pengelolaan sampah yang lebih produktif, inovatif, dan bernilai ekonomi.

Konsep wastepreneurship yang mengintegrasikan inisiatif masyarakat, teknologi tepat guna, dan penguatan ekonomi sirkular diyakini mampu mendorong terbentuknya ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Kehadiran akademisi UMUS Brebes dalam forum strategis ini sekaligus menegaskan komitmen kampus sebagai perguruan tinggi berdampak yang aktif menghadirkan solusi akademik atas persoalan riil di masyarakat. Dengan dukungan dosen-dosen kompeten, jejaring kemitraan yang luas, serta semangat mencetak generasi unggul dan adaptif, UMUS Brebes terus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

UMUS Mantapkan Pengajuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana 2026 Bersama Wali dan Calon Mahasiswa

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar Pertemuan Orang Tua/Wali dan Calon Mahasiswa Pengajuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana Tahun 2026 pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Gedung Senat Pascasarjana Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan pemantapan proses pengajuan beasiswa sekaligus mendukung suksesnya program Pemerintah Kabupaten Brebes dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pertemuan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi dan komunikasi antara kampus, orang tua/wali, serta calon mahasiswa terkait mekanisme pengajuan program Satu Keluarga Satu Sarjana, khususnya mengenai pemberkasan persyaratan administrasi, tahapan verifikasi dokumen, serta penjelasan sistem pembayaran perkuliahan agar seluruh proses berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai regulasi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMUS, Hendri Sucipto, M.M., yang didampingi oleh Agus Afifuddin, M.M. Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMUS, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., bersama Agiesta Premana, M.Kom., serta Fitriyani, M.M., dari bagian kemahasiswaan.

Dalam pemaparannya, pihak kampus menegaskan bahwa program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif, pendidikan tinggi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, ekonomi, dan kebutuhan industri masa depan. Selain membahas teknis administrasi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembayaran biaya pendidikan, registrasi mahasiswa baru, hingga layanan akademik dan kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan UMUS. Dengan demikian, wali mahasiswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai proses pendidikan putra-putrinya sekaligus kesiapan dalam mendukung keberlangsungan studi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para wali dan calon mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait kelengkapan berkas, skema pembiayaan pendidikan, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan di masa depan. Dampak dari kegiatan ini dinilai sangat positif, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi dan meminimalkan kendala administratif pada proses pengajuan beasiswa. Pertemuan ini juga memperkuat kepercayaan wali calon mahasiswa terhadap sistem layanan kampus yang transparan dan responsif. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu memperluas angka partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes, mengurangi kesenjangan akses pendidikan, serta mendorong lahirnya generasi sarjana yang mampu meningkatkan kualitas ekonomi keluarga. Sebagai bentuk komitmen dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas, UMUS juga terus memberikan berbagai kemudahan bagi calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026, mulai dari beragam pilihan beasiswa, sistem pembayaran yang fleksibel, hingga layanan pendampingan akademik dan kemahasiswaan. Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terbebani biaya besar, UMUS hadir sebagai kampus yang mengedepankan kualitas, keterjangkauan, dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Saatnya kuliah, saatnya menjadi bagian dari generasi unggul bersama UMUS Brebes.

Silaturahmi KPU Brebes ke UMUS: Kampus Berdampak yang Dipercaya Mengawal Demokrasi Cerdas

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dalam rangka membangun sinergi strategis penguatan pendidikan politik dan literasi demokrasi masyarakat. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal kelembagaan, melainkan menjadi penanda penting bahwa UMUS semakin diposisikan sebagai mitra intelektual yang kredibel dalam mendukung kualitas demokrasi lokal. Di tengah tantangan demokrasi era digital—mulai dari disinformasi politik, pragmatisme pemilih, hingga rendahnya literasi kepemiluan—kehadiran kampus tidak lagi cukup hanya menjadi “menara gading” akademik. Kampus dituntut hadir sebagai knowledge hub sekaligus ruang produksi gagasan kebangsaan. Dalam konteks inilah, kehadiran KPU Brebes ke UMUS memiliki makna strategis: sebuah bentuk kepercayaan publik terhadap kapasitas akademik UMUS dalam mengawal lahirnya demokrasi yang lebih cerdas, partisipatif, dan berintegritas.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Silaturahmi tersebut membahas peluang kerja sama konkret antara KPU Brebes dan UMUS, mulai dari penguatan pendidikan politik berbasis kampus, sosialisasi kepemiluan, riset partisipasi pemilih, hingga pemberdayaan generasi muda sebagai agen demokrasi. UMUS dipandang memiliki modal sosial dan akademik yang kuat untuk menjadi episentrum penguatan kesadaran politik masyarakat, terutama di kalangan pemilih muda yang kini menjadi aktor dominan dalam kontestasi demokrasi.

Momentum ini sekaligus mempertegas eksistensi UMUS sebagai kampus yang semakin diperhitungkan di Kabupaten Brebes. Tidak berlebihan jika silaturahmi ini dibaca sebagai bentuk legitimasi sosial bahwa UMUS bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, tetapi juga ruang strategis lahirnya gagasan, solusi, dan transformasi sosial berbasis ilmu pengetahuan. Kepercayaan dari lembaga negara seperti KPU menunjukkan bahwa kampus lokal mampu tampil sebagai aktor penting dalam menjawab problem riil masyarakat.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rektorat UMUS menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari penguatan triple helix collaboration antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga publik. UMUS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman—bukan hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga warga negara yang kritis, melek demokrasi, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Di era ketika kualitas demokrasi sering kali diuji oleh polarisasi dan banjir informasi yang belum tentu benar, UMUS menunjukkan posisi strategisnya sebagai kampus berdampak (impactful university). Karena demokrasi yang sehat tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari masyarakat yang tercerahkan. Dan pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kecerdasan demokrasi itu tumbuh. Silaturahmi KPU Brebes ke UMUS akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan kelembagaan. Ia adalah simbol tumbuhnya kepercayaan terhadap peran kampus dalam membangun masa depan Brebes yang lebih cerdas, demokratis, dan berkemajuan—dengan UMUS berada di garis depan perubahan tersebut.

Mahasiswa FKIP UMUS Resmi Diterjunkan ke Bapperida Brebes, Perkuat Pelaporan Inovasi Daerah Periode Pertama

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komitmen penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan daerah kembali diwujudkan melalui penerjunan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Senin, (8/6).

Penerjunan ini menandai dimulainya pelaksanaan periode pertama program magang mahasiswa dalam mendukung pelaporan data dukung Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Sebanyak mahasiswa dari FKIP UMUS resmi mulai bertugas di lingkungan Bapperida Kabupaten Brebes untuk mendukung berbagai aktivitas strategis, khususnya dalam proses inventarisasi, verifikasi, digitalisasi, serta pengelolaan data inovasi daerah. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Penerjunan mahasiswa periode pertama ini sekaligus menjadi refleksi bahwa peran mahasiswa FKIP tidak lagi terbatas pada ruang pedagogis dan pembelajaran di kelas. Di era transformasi digital dan tata kelola berbasis data, mahasiswa calon pendidik juga dituntut memiliki kemampuan multidisipliner, mulai dari literasi teknologi, pengelolaan administrasi digital, hingga komunikasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Dekan FKIP UMUS menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan birokrasi pemerintahan merupakan pengalaman akademik yang sangat relevan dengan paradigma pembelajaran abad ke-21, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar membaca dinamika sosial, tata kelola kebijakan, serta praktik pengelolaan data pembangunan secara nyata.

Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. memberikan apresiasi terhadap dimulainya penerjunan mahasiswa FKIP pada periode pertama ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang semakin menekankan pembelajaran kontekstual dan berdampak. “Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga harus hadir di ruang-ruang pengabdian dan pembangunan.

Keterlibatan mahasiswa FKIP di Bapperida menjadi bukti bahwa calon pendidik juga memiliki kapasitas dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis inovasi dan data. Ini adalah pengalaman akademik yang akan memperkaya kompetensi mereka sebagai lulusan yang adaptif dan solutif,” ujar Dr. Roby.

Sementara itu, pihak Bapperida Kabupaten Brebes menyambut baik kehadiran mahasiswa FKIP UMUS sebagai bagian dari kolaborasi strategis yang diharapkan mampu mempercepat proses dokumentasi dan pelaporan inovasi daerah.

Selain membantu kebutuhan administratif dan digitalisasi data, mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan energi baru, kreativitas, dan perspektif segar dalam mendukung publikasi inovasi daerah yang lebih progresif dan berdampak. Program penerjunan ini dipandang sebagai bentuk nyata implementasi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat produksi pengetahuan, tetapi juga aktor penting dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Bagi FKIP UMUS, momentum ini sekaligus mempertegas eksistensinya sebagai fakultas yang tidak hanya mencetak pendidik profesional, tetapi juga sumber daya manusia yang siap berkontribusi di berbagai lini pembangunan masyarakat.

UMUS Brebes Dukung Inovasi Daerah, Mahasiswa Magang Diterjunkan untuk Pelaporan IID 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Komitmen penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali ditunjukkan melalui pelibatan mahasiswa dalam mendukung tata kelola inovasi daerah. Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi menggandeng Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes untuk mengirimkan mahasiswa magang guna membantu pelaporan data dukung Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026.

Kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan Universitas Muhadi Setiabudi mengenai penyelenggaraan program magang mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta hilirisasi hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sinergi tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah berbasis inovasi. 

Sebanyak 25 mahasiswa akan diterjunkan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Juni hingga Agustus 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana aktualisasi kompetensi generasi muda dalam mendukung transformasi birokrasi yang semakin berbasis data, teknologi, dan digitalisasi pelayanan publik. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Sebanyak 25 mahasiswa akan diterjunkan secara bertahap dalam tiga periode, yakni Juni hingga Agustus 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sarana aktualisasi kompetensi generasi muda dalam mendukung transformasi birokrasi yang semakin berbasis data, teknologi, dan digitalisasi pelayanan publik. 

Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan strategis, mulai dari inventarisasi, verifikasi, digitalisasi, hingga pengunggahan data dukung inovasi daerah. Selain itu, mereka juga akan membantu dokumentasi serta publikasi kegiatan inovasi daerah Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan era saat ini, ketika kemampuan literasi digital, pengelolaan data, serta kreativitas pengembangan konten menjadi kompetensi penting dalam dunia kerja maupun birokrasi modern. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Bapperida Kabupaten Brebes juga menekankan pentingnya kesiapan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan aplikasi perkantoran, pengelolaan administrasi data, kemampuan editing video, serta pengelolaan konten digital. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah di era kekinian tidak lagi hanya membutuhkan sumber daya manusia yang kuat secara administratif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan ekosistem digital.  Rektor Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Brebes kepada mahasiswa UMUS dalam mendukung pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bentuk nyata implementasi link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Universitas Muhadi Setiabudi. Kami mengapresiasi langkah kolaboratif Pemerintah Kabupaten Brebes, khususnya Bapperida, yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar langsung dalam ekosistem pembangunan daerah. Ini bukan sekadar program magang, tetapi pembelajaran autentik untuk membangun kompetensi akademik, digital, dan kepemimpinan sosial mahasiswa,” ujar Dr. Roby.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kampus pada era transformasi digital harus hadir tidak hanya sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan berbasis inovasi. Menurutnya, pengalaman lapangan seperti ini akan memperkuat kesiapan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, kolaboratif, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja abad ke-21.

Program magang ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pelaporan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Brebes, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami praktik pembangunan secara langsung. Dengan demikian, kampus tidak lagi diposisikan sekadar sebagai ruang akademik, melainkan turut berperan aktif dalam mendorong inovasi dan pembangunan daerah yang lebih progresif.

Silaturahmi Bank Danamon ke UMUS Brebes: Meneguhkan Eksistensi Kampus Berdampak di Pantura

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan penjajakan sinergi kelembagaan di bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat rektor tersebut diterima langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.Kom, didampingi para wakil rektor dan jajaran pimpinan universitas. Dari pihak Bank Danamon hadir Rr. Gyasti Sununingtyas (Tyas) selaku Branch Manager Danamon Cabang Tegal Sudirman, serta Indah Tri Forniawati sebagai Syariah Product Specialist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Wilayah Jawa Tengah & DIY.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas peluang kolaborasi strategis yang dapat memperkuat layanan institusi pendidikan, termasuk pengembangan kerja sama yang berdampak langsung bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa UMUS semakin mendapat perhatian dan kepercayaan dari berbagai mitra strategis nasional. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus berkembang di kawasan Pantura, UMUS menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan zaman dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.Kom, menyampaikan bahwa kemitraan lintas sektor merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Diseminasi Penelitian Mahasiswa: Langkah Menuju Publikasi Internasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Mahasiswa sebagai bagian dari luaran pembelajaran Mata Kuliah Metode Penelitian yang diampu oleh Andi Yulianto, S.Si., M.M. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Budaya Riset Menuju Publikasi Jurnal Internasional” ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Kegiatan diseminasi dilaksanakan pada 3 Juni 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen yang memaparkan berbagai hasil penelitian pada bidang manajemen, pemasaran, sumber daya manusia, perilaku konsumen, kewirausahaan, serta berbagai isu ekonomi dan bisnis yang berkembang di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dosen pengampu sekaligus mendapatkan masukan dan evaluasi dari tim penguji.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Selain diampu oleh Andi Yulianto, S.Si., M.M., kegiatan ini juga melibatkan Syariefful Ikhwan, S.T., M.M. sebagai dosen penguji. Kehadiran dosen penguji bertujuan untuk memberikan penilaian akademik sekaligus masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas penelitian yang telah disusun oleh mahasiswa.

Dalam sambutannya, Andi Yulianto, S.Si., M.M. menyampaikan bahwa diseminasi hasil penelitian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran metode penelitian. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun proposal dan laporan penelitian, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mempresentasikan, mempertahankan, dan mendiskusikan hasil penelitian secara ilmiah. Menurutnya, penguatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis, sistematis, dan berbasis bukti dalam menganalisis berbagai fenomena yang terjadi di dunia bisnis maupun masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki nilai kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Tema “Membangun Budaya Riset Menuju Publikasi Jurnal Internasional” dipilih sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa penelitian tidak berhenti pada penyelesaian tugas perkuliahan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Dalam sesi presentasi, mahasiswa memaparkan latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hasil analisis data, serta implikasi dari temuan penelitian yang diperoleh. Setiap presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam argumentasi ilmiah serta meningkatkan kemampuan komunikasi akademik. Sementara itu, Syariefful Ikhwan, S.T., M.M. menekankan pentingnya ketelitian metodologis dan kekuatan analisis dalam penelitian mahasiswa. Menurutnya, kualitas sebuah publikasi ilmiah sangat ditentukan oleh ketepatan perumusan masalah, metode penelitian yang digunakan, serta kemampuan peneliti dalam menginterpretasikan data secara objektif dan ilmiah.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Tema “Membangun Budaya Riset Menuju Publikasi Jurnal Internasional” dipilih sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa penelitian tidak berhenti pada penyelesaian tugas perkuliahan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Dalam sesi presentasi, mahasiswa memaparkan latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hasil analisis data, serta implikasi dari temuan penelitian yang diperoleh. Setiap presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam argumentasi ilmiah serta meningkatkan kemampuan komunikasi akademik. Sementara itu, Syariefful Ikhwan, S.T., M.M. menekankan pentingnya ketelitian metodologis dan kekuatan analisis dalam penelitian mahasiswa. Menurutnya, kualitas sebuah publikasi ilmiah sangat ditentukan oleh ketepatan perumusan masalah, metode penelitian yang digunakan, serta kemampuan peneliti dalam menginterpretasikan data secara objektif dan ilmiah.

Antusiasme peserta terlihat dari beragam topik penelitian yang dipresentasikan serta aktifnya diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Berbagai penelitian yang disajikan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan nyata dan mengkajinya melalui pendekatan ilmiah yang sistematis. Melalui kegiatan diseminasi hasil penelitian ini, Program Studi Manajemen UMUS terus berkomitmen membangun budaya akademik yang kuat dan produktif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya peneliti-peneliti muda yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas, meningkatkan produktivitas publikasi mahasiswa, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen di tingkat nasional maupun internasional.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025