Universitas Muhadi Setiabudi

Sepuluh Mahasiswa UMUS Ikuti Magang Internasional di Restoran Ternama Taiwan

(Dok. Pribadi)

BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengirimkan sepuluh mahasiswa untuk mengikuti program internship internasional di Le Ble Dor, salah satu jaringan restoran elite di Taiwan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi institusi dalam memperluas wawasan global serta mengasah kompetensi praktis mahasiswa di industri internasional.

Mahasiswa yang terpilih berasal dari lintas disiplin ilmu, meliputi lima orang dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, satu orang dari Agribisnis, serta empat orang dari Program Studi Manajemen. Selama di Taiwan, mereka akan terlibat langsung dalam operasional harian, mulai dari teknik pengolahan pangan modern, manajemen dapur, hingga standar pelayanan pelanggan berskala dunia di bawah bimbingan chef profesional.

(Dok. Pribadi)

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari visi universitas untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing di level mancanegara.

​”Pengalaman bekerja di lingkungan internasional memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai standar profesionalisme global. Kami ingin memastikan bahwa lulusan UMUS tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memiliki mentalitas dan keterampilan yang diakui oleh industri luar negeri,” ujar Dr. Roby Setiadi.

(Dok. Pribadi)

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa aspek adaptasi dan pengembangan karakter menjadi poin penting dalam program magang ini. Menurutnya, berinteraksi dengan budaya kerja yang berbeda akan membentuk kemandirian dan kedisiplinan yang tinggi.

​”Keberangkatan sepuluh mahasiswa ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring internasional universitas. Selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja global sangat penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan karier di masa depan. Kami berharap sekembalinya dari Taiwan, mereka dapat membagikan pengalaman ini kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya,” jelas Mohammad Hasdar.

​Program internship ini direncanakan berlangsung selama enam bulan. Melalui kolaborasi lintas negara ini, UMUS terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang aktif mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam program-program internasional guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap kerja. 

Universitas Muhadi Setiabudi Berhasil Kirim Dua Tim di Ajang PKM Nasional

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

 BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mencatatkan pencapaian dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan keberhasilan dua tim mahasiswa melewati tahap pengajuan (submit) proposal. Kedua tim tersebut menghadirkan inovasi berbasis riset dan kewirausahaan yang berfokus pada penguatan pangan lokal serta solusi atas permasalahan sosial.  

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMUS, Muhamad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Keberhasilan ini dianggap sebagai langkah awal yang penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara luas di tingkat nasional.  

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Dua tim yang berhasil lolos berasal dari skema yang berbeda, yakni Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dan Kewirausahaan (PKM-K):

Inovasi Linguistik Makanan Tradisional: Tim PKM-RSH yang diketuai oleh Afroh Makhmoedah Al’adawiyah dari prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan dosen pendamping Prasetyo Yuli Kurniawan, S.Pd, M.Pd.. Mereka mengangkat judul penelitian mengenai strategi reframing linguistik pada label makanan tradisional. Riset ini bertujuan mengurangi stigma negatif dan merevitalisasi konsumsi pangan lokal di kalangan generasi muda melalui pembingkaian istilah yang lebih modern.  

​Strategi Bisnis Pencegahan Stunting: Tim PKM-K yang dipimpin oleh Titin Astina dari prodi S1 Gizi, didampingi oleh Diah Ratnasari. Tim ini mengembangkan produk nugget dari ikan kuniran dan tepung okara. Produk ini dirancang sebagai alternatif pangan sehat yang terjangkau untuk membantu pencegahan stunting pada anak-anak sekaligus mengoptimalkan potensi bahan baku lokal. 

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Kepala UPT Kemahasiswaan sekaligus Operator, Agyztia Premana, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan komitmen mahasiswa UMUS dalam melahirkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pihak universitas memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa serta dosen pendamping yang telah bekerja keras hingga tahap ini.  

​Setelah berhasil melewati tahap pengiriman, kedua tim kini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi proses seleksi berikutnya. Inovasi-inovasi ini diharapkan mampu bersaing di level nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta ekonomi kreatif.

Mahasiswa PGSD UMUS Brebes Angkat Peran Kesenian dalam Membentuk Jiwa Kepemimpinan

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan kontribusi akademik-kultural melalui diskusi bertajuk peran kesenian dalam pembentukan jiwa kepemimpinan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa semester 6 ini menegaskan bahwa kesenian tidak sekadar berfungsi sebagai media hiburan, melainkan sebagai instrumen strategis dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Diskusi tersebut mengkaji beragam bentuk kesenian, baik tradisional maupun modern, seperti tari daerah, musik akustik, hingga teater edukatif. Dalam perspektif pedagogis, kesenian yang kerap dipraktikkan melalui pagelaran tidak hanya menjadi ruang ekspresi estetis, tetapi juga laboratorium sosial yang memungkinkan mahasiswa mengasah kompetensi kepemimpinan secara kontekstual dan aplikatif.

Agung Laksono, mahasiswa PGSD UMUS Brebes yang pernah menjabat sebagai ketua panitia dalam pagelaran seni, menuturkan bahwa proses penyelenggaraan kegiatan seni sarat dengan dinamika kepemimpinan.

“Pagelaran seni mengajarkan kami bagaimana mengelola tim, mengambil keputusan strategis, serta menyelesaikan konflik secara konstruktif. Ini adalah praktik kepemimpinan yang tidak kami dapatkan hanya dari teori di kelas,” ujarnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Lebih lanjut, kesenian dinilai memiliki dimensi afektif yang kuat dalam membentuk kepekaan sosial dan emosional mahasiswa. Proses latihan hingga pementasan menuntut adanya kolaborasi, toleransi, serta kemampuan menjaga kohesi tim. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter pemimpin yang humanis, komunikatif, dan adaptif terhadap keberagaman.

Di sisi lain, kesenian juga berperan sebagai medium internalisasi nilai budaya dan identitas lokal. Pemahaman terhadap akar budaya dipandang sebagai elemen esensial dalam membentuk pemimpin yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kultural yang kuat. Hal ini menjadi relevan di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis identitas lokal generasi muda.

Agung menambahkan bahwa integrasi kesenian dalam pendidikan sangat strategis, khususnya bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. “Guru memiliki peran multidimensional, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter. Kesenian menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan kepemimpinan sekaligus kreativitas peserta didik,” jelasnya.

Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan mampu merekonstruksi pemahaman tentang kepemimpinan yang tidak semata-mata berbasis pada posisi formal, tetapi juga tercermin dalam sikap tanggung jawab, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut tumbuh secara organik dalam praktik kesenian yang kolaboratif dan reflektif.

Kegiatan ini mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengapresiasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui kesenian. Seni bukanlah domain eksklusif bagi individu berbakat, melainkan ruang terbuka bagi siapa pun yang bersedia belajar dan berproses. Dalam konteks kehidupan akademik dan profesional, kesenian terbukti memiliki relevansi yang luas—mulai dari penguatan kepekaan sosial, keterampilan komunikasi, hingga pembentukan kepemimpinan yang inklusif.

Partisipasi aktif sebagai pelaku seni juga dipandang penting untuk menumbuhkan disiplin, rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Lebih dari itu, keterlibatan mahasiswa dalam kesenian merupakan bentuk nyata kontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas yang berdampak positif bagi dunia pendidikan. 

UMUS Brebes dan BPS Jalin Kolaborasi Strategis Amankan Data Sensus Ekonomi 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes resmi memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes melalui kesepakatan kerja sama strategis. Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026, sebuah agenda nasional yang menjadi pijakan dalam memetakan kondisi ekonomi terkini di tingkat daerah maupun nasional.

​Pembahasan kolaborasi tersebut berlangsung dalam kunjungan kerja jajaran BPS Kabupaten Brebes ke Kampus UMUS pada Rabu (08/04). Pertemuan ini menjadi forum diskusi mengenai rencana pelibatan mahasiswa, terutama dari program studi ekonomi, untuk terjun langsung dalam proses penguatan literasi statistik dan pendataan teknis di lapangan.

​Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan negara. Menurutnya, keterlibatan akademisi dalam agenda besar seperti sensus ekonomi merupakan bagian penting dalam memastikan data yang dihasilkan memiliki akurasi tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

​Melalui program ini, mahasiswa UMUS tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam metodologi sensus, tetapi juga berfungsi sebagai agen literasi bagi masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada warga mengenai dampak positif dari ketersediaan data statistik yang valid bagi pembangunan ekonomi lokal.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Integrasi program ini juga akan dilakukan melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Mahasiswa yang diterjunkan ke desa-desa akan membawa misi khusus untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang melek statistik. Dengan demikian, partisipasi aktif warga dalam proses pendataan ekonomi dapat meningkat secara signifikan.


​Pihak BPS Kabupaten Brebes menegaskan bahwa sinergi antara unsur pemerintah dan akademisi adalah kunci utama efektifitas pendataan yang menyeluruh. Dukungan dari UMUS diharapkan mampu menjembatani kendala komunikasi di lapangan, sehingga proses Sensus Ekonomi 2026 dapat menjangkau seluruh lapisan pelaku usaha di wilayah Brebes.

​Melalui kemitraan yang solid ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mewujudkan basis data ekonomi yang berkualitas. Data yang akurat tersebut nantinya akan menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi Indonesia di masa depan.

UMUS Jadi Pusat Penguatan Program “1 Keluarga 1 Sarjana”, Disdikpora Brebes Gelar Sosialisasi dan Monitoring Beasiswa

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat penguatan akses pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan sosialisasi dan monitoring program beasiswa “1 Keluarga 1 Sarjana”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) pukul 13.00 WIB di ruang Senat Pascasarjana UMUS, lantai dasar, dengan menghadirkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Brebes.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Disdikpora Kabupaten Brebes, Bapak Sugeng dan Bapak Untung, yang selama ini dikenal aktif dalam pengelolaan program beasiswa daerah. Dari pihak UMUS, turut hadir Wakil Rektor III, para dekan, ketua program studi (kaprodi), tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), serta mahasiswa penerima beasiswa “1 Keluarga 1 Sarjana” angkatan tahun 2025.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam paparannya, Disdikpora menegaskan bahwa program “1 Keluarga 1 Sarjana” merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pada pembentukan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

UMUS sebagai tuan rumah sekaligus mitra strategis pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendukung keberhasilan program ini. Wakil Rektor III UMUS menyampaikan bahwa kampus memiliki peran penting dalam memastikan mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya bertahan secara akademik, tetapi juga berkembang secara karakter dan sosial.

Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, yang menilai program ini sebagai langkah konkret dan progresif dalam memperluas akses pendidikan tinggi di daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.

“UMUS berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan integritas yang kuat,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan. Mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2025 diberikan penguatan terkait tanggung jawab akademik, kedisiplinan, serta kontribusi sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai program.

Diskusi interaktif antara mahasiswa, pihak kampus, dan Disdikpora memperkaya dinamika kegiatan. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan beasiswa di masa mendatang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMUS semakin meneguhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan melalui program “1 Keluarga 1 Sarjana”.

UMUS Brebes Jadi Pusat Seleksi Perangkat Desa Bangsri, Proses Transparan dan Berbasis Kompetensi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES — Proses seleksi calon perangkat Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, diselenggarakan secara profesional dan berbasis kompetensi di lingkungan kampus Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS). Kegiatan ini diikuti oleh lima peserta yang telah lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti tahapan ujian selanjutnya.

Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan pengawasan ketat serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Bangsri beserta Sekretaris Desa yang secara langsung memantau jalannya proses seleksi guna memastikan objektivitas dalam penjaringan perangkat desa yang kompeten dan berintegritas.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Ketua panitia seleksi independen, Dr Abdul Hamid, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UMUS, memimpin langsung rangkaian kegiatan seleksi. Ia didampingi oleh tim dosen lintas program studi di lingkungan UMUS yang berperan sebagai penguji profesional sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Seleksi ini dirancang untuk mengukur kemampuan riil peserta, tidak hanya secara teoritis tetapi juga praktis, khususnya dalam penguasaan teknologi dan kompetensi dasar akademik yang relevan dengan tugas perangkat desa,” ungkapnya.

Adapun materi yang diujikan meliputi praktik komputer dan tes kemampuan dasar akademik. Ujian praktik komputer difokuskan pada keterampilan operasional yang mendukung pelayanan administrasi desa berbasis digital, sementara tes akademik mengukur aspek logika, pemahaman umum, serta kemampuan analitis peserta.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, proses seleksi turut dihadiri oleh perwakilan aparat keamanan dari Polsek Bulakamba dan Kodim Bulakamba. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat serta wartawan yang hadir untuk menyaksikan langsung jalannya proses seleksi, sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus memastikan keterbukaan informasi kepada publik.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, institusi pendidikan tinggi, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional. Dengan sistem seleksi yang objektif dan terstandar, diharapkan perangkat desa terpilih nantinya mampu memberikan pelayanan publik yang optimal serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

UMUS Ambil Peran dalam Promosi Pariwisata Brebes melalui BP2D

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

 BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes guna memperkuat strategi promosi pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

BP2D dibentuk sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Brebes. Kehadiran lembaga ini menjadi penting dalam menjawab tantangan promosi wisata di era digital yang menuntut inovasi, kreativitas, serta pendekatan berbasis data dan teknologi. Dalam hal ini, UMUS berkontribusi melalui pendekatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Andi Yulianto, M.M. selaku perwakilan UMUS, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam BP2D menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi dalam promosi wisata.

“Kami mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga turut mendampingi implementasi program di lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., turut memberikan pandangannya terkait pembentukan BP2D. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan pariwisata daerah.

“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Brebes, namun diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam strategi promosi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Lebih lanjut, Fajar Adi Widiarso menjelaskan bahwa BP2D diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun citra positif pariwisata Brebes di tingkat regional maupun nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UMUS, program pengembangan pariwisata di Brebes diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Kabupaten Brebes sendiri memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan pantai, wisata budaya yang sarat nilai kearifan lokal, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif. 

Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi tersebut dapat dikemas secara lebih menarik dan profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

UMUS juga berencana mengintegrasikan program-program akademik, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan agenda pengembangan pariwisata daerah. Mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam membantu digitalisasi promosi wisata desa, pembuatan konten kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.

Melalui keterlibatan dalam BP2D, UMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Brebes.

LPPPM UMUS Koordinasi dengan Bapperida Empat Kabupaten untuk Persiapan KKN 2026

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 melalui kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

Kegiatan koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan program KKN dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus memastikan kontribusi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Adapun tema KKN 2026 yang diusung adalah “Inovasi melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.”

Baca Juga:Dorong Budaya Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Brebes Gandeng Dosen PBSI UMUS Bekali Pelajar Menulis Resensi Buku

Ketua LPPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam merancang program kerja mahasiswa yang kontekstual dan aplikatif.

“Pendekatan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci agar program KKN tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga solutif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam forum tersebut, masing-masing Bapperida memaparkan fokus pembangunan daerah. Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Tegal secara khusus menyoroti pentingnya program digitalisasi dan penerapan aplikasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, penguatan layanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis teknologi. Sementara itu, Kabupaten Brebes menitikberatkan pada sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan, dan Kabupaten Pemalang mengarahkan perhatian pada pengembangan potensi pariwisata serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain itu, dibahas pula aspek teknis pelaksanaan KKN, termasuk penentuan lokasi desa sasaran, skema pendampingan, serta integrasi program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Pendekatan partisipatif dan berbasis data menjadi prinsip utama dalam perencanaan kegiatan.

Pelaksanaan KKN UMUS tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 30 Juni hingga 8 Agustus 2026. Rentang waktu tersebut diharapkan cukup untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan program kerja secara optimal sekaligus membangun interaksi yang konstruktif dengan masyarakat.

Melalui sinergi ini, LPPPM UMUS berharap KKN 2026 dapat menjadi instrumen pengabdian yang tidak hanya meningkatkan kapasitas mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.

Dorong Budaya Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Brebes Gandeng Dosen PBSI UMUS Bekali Pelajar Menulis Resensi Buku

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan pembekalan lomba resensi buku koleksi perpustakaan pada Kamis, 16 April 2026 di Aula Perpustakaan Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lomba resensi buku tahun 2026 yang ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Brebes.

Secara substantif, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kompetisi, melainkan juga sebagai instrumen penguatan budaya literasi serta optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar yang kontekstual.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Robert Rizki Yono, M.Pd., C.Ed., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhadi Setiabudi.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa literasi membaca tidak dapat direduksi semata-mata sebagai aktivitas membaca, tetapi harus dipahami sebagai proses kognitif yang mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan teks. Perspektif tersebut menjadi landasan dalam penyampaian materi yang meliputi strategi pemilihan buku bacaan, penguatan literasi membaca, serta ketentuan lomba resensi buku koleksi perpustakaan.

Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa pemilihan buku bacaan merupakan tahapan awal yang bersifat determinatif terhadap kualitas pemahaman dan hasil resensi. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk mampu memilih bahan bacaan yang tidak hanya sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan dan kebutuhan intelektual mereka.

Dalam kerangka ini, resensi diposisikan bukan sebagai aktivitas reproduksi isi bacaan, melainkan sebagai bentuk artikulasi pemikiran kritis yang menuntut kemampuan analisis dan argumentasi yang memadai.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang dialogis. Interaksi antara peserta dan narasumber menunjukkan adanya keterlibatan intelektual yang cukup intens, yang tercermin melalui pertanyaan-pertanyaan yang tidak hanya bersifat klarifikatif, tetapi juga eksploratif. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pembekalan tidak hanya berfungsi sebagai media transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang diskursif dalam membangun kesadaran literasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program lomba resensi buku yang telah dimulai sejak Januari 2026. Dalam konteks yang lebih luas, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang tidak sekadar menyediakan sumber informasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya berpikir kritis.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Muhadi Setiabudi, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., memandang bahwa kegiatan lomba resensi buku memiliki signifikansi pedagogis yang penting. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam mengonstruksi serta mengomunikasikan gagasan. Dalam perspektif pendidikan, resensi dapat dipahami sebagai bentuk latihan intelektual yang mengintegrasikan kemampuan memahami, menilai, dan merepresentasikan pengetahuan secara terstruktur.

Dengan demikian, kegiatan pembekalan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan karya resensi yang kompetitif, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pelajar yang memiliki kapasitas literasi yang lebih komprehensif. Literasi dalam konteks ini tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai kemampuan membaca, melainkan sebagai kemampuan membangun cara berpikir yang reflektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai realitas pengetahuan.

UMUS Ambil Peran dalam Promosi Pariwisata Brebes melalui BP2D

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes guna memperkuat strategi promosi pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

BP2D dibentuk sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Brebes. Kehadiran lembaga ini menjadi penting dalam menjawab tantangan promosi wisata di era digital yang menuntut inovasi, kreativitas, serta pendekatan berbasis data dan teknologi. Dalam hal ini, UMUS berkontribusi melalui pendekatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Andi Yulianto, M.M. selaku perwakilan UMUS, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam BP2D menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi dalam promosi wisata.

“Kami mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga turut mendampingi implementasi program di lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., turut memberikan pandangannya terkait pembentukan BP2D. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan pariwisata daerah.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Brebes, namun diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam strategi promosi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Lebih lanjut, Fajar Adi Widiarso menjelaskan bahwa BP2D diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun citra positif pariwisata Brebes di tingkat regional maupun nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UMUS, program pengembangan pariwisata di Brebes diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Kabupaten Brebes sendiri memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan pantai, wisata budaya yang sarat nilai kearifan lokal, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif. 
Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi tersebut dapat dikemas secara lebih menarik dan profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
UMUS juga berencana mengintegrasikan program-program akademik, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan agenda pengembangan pariwisata daerah. Mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam membantu digitalisasi promosi wisata desa, pembuatan konten kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.

Melalui keterlibatan dalam BP2D, UMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Brebes.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025