Universitas Muhadi Setiabudi

Gandeng UMUS, MSB Cinema Gelar Presentasi Sinopsis dan Preview Film Lokal

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

MSB Cinema sukses menyelenggarakan agenda strategis dalam rangka memperkuat ekosistem industri kreatif di Kabupaten Brebes. Dengan menggandeng Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) sebagai mitra tempat dan kolaborasi akademik, acara bertajuk “Presentasi Sinopsis Film Lokal Daerah dan Preview Film Lokal Brebesan” digelar pada Sabtu (14/02/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Sinematografer Brebes ini mengambil tempat di Gedung Universitas Muhadi Setiabudi. Langkah ini diambil untuk mendorong kemajuan perfilman lokal melalui sinergi antara praktisi industri kreatif dengan dunia pendidikan.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Fokus utama acara ini adalah pemaparan gagasan kreatif serta preview eksklusif film bertajuk “Mbutik”. Melalui karya ini, MSB Cinema ingin menunjukkan bahwa sineas lokal Brebes memiliki daya saing tinggi dalam menciptakan karya yang inovatif dan berkelanjutan.

Ketua Panitia, Dyandre Helga Fairuzzahran, didampingi Sekretaris Nur Rama Data Kapentas, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kampus UMUS bertujuan untuk membuka ruang diskusi antara pembuat film dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Meski berstatus sebagai mitra tempat, UMUS memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., didampingi oleh sejumlah civitas akademika dan dosen, termasuk Hj. Yanti Ria Anggraeni, S.E., M.M.

Kehadiran jajaran pimpinan dan dosen ini menunjukkan dukungan moral terhadap perkembangan industri kreatif di wilayah Brebes, sekaligus memberikan masukan dari sudut pandang akademis terhadap konten film yang dipresentasikan.

Tingkatkan Kualitas SDM, BKPSDM Kabupaten Tegal Perkuat Sinergi Pendidikan dengan UMUS Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Fakultas Teknik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menerima kunjungan resmi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah guna mendorong peningkatan kualifikasi akademik Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Kunjungan yang dipimpin oleh perwakilan BKPSDM Kabupaten Tegal, Agus Triono, disambut langsung oleh jajaran pimpinan UMUS, di antaranya Dr. Muhamad Hasdar, Dr. Abdul Khamid, dan Wahidin, M.T.

​Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap ASN Pemerintah Kabupaten Tegal yang saat ini sedang menempuh studi lanjut di Program Studi Teknik Sipil UMUS. Langkah ini diambil guna memastikan para abdi negara tersebut dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan standar akademik yang terjaga.

​Pihak BKPSDM menegaskan bahwa peningkatan kompetensi melalui jalur pendidikan tinggi harus selaras dengan kebutuhan organisasi di lingkungan Pemda.

​Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa UMUS kini menjadi destinasi studi favorit bagi ASN di wilayah Tegal dan sekitarnya. Hal ini didorong oleh kualitas institusi yang telah mengantongi akreditasi “Unggul” dan “Baik Sekali” pada sejumlah program studinya.

​”Akreditasi ini menjadi jaminan kualitas bagi kami. Dengan terpenuhinya syarat administratif dan mutu pendidikan, peluang ASN Pemda Tegal untuk melanjutkan pendidikan ke UMUS kini terbuka semakin lebar,” ungkap perwakilan BKPSDM.

​Selain urusan akademik formal, kedua belah pihak menjajaki kolaborasi strategis melalui program Webinar “Kamis Belajar (MisBela)”. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi ASN dengan menghadirkan dosen-dosen pakar dari UMUS sebagai narasumber.

​Bagi UMUS, keterlibatan dalam MisBela merupakan bentuk nyata implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sementara bagi Pemda Kabupaten Tegal, ini adalah langkah efisien dalam memperbarui pengetahuan pegawainya di berbagai bidang teknis dan manajerial.

​Pertemuan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, demi mencetak SDM aparatur yang lebih kompeten dan profesional di masa depan. 

Perkuat Basis Data Ekonomi Nasional, Pimpinan UMUS Ikut Serta dalam FGD Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS Kabupaten Brebes

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

BREBES – Di tengah dinamika ekonomi global yang kian tak menentu, akurasi data menjadi “kompas” utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Menyadari hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan Sensus Ekonomi (SE) Selasa, 10 Februari 2026.

Acara yang berlangsung khidmat di Meeting Room King Royal Hotel Brebes ini menjadi momentum penting karena mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari akademisi, birokrat, hingga praktisi bisnis.

​Hadir sebagai akademisi dalam diskusi tersebut adalah pimpinan akademik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. Kehadirannya bukan sekadar representasi institusi pendidikan, melainkan wujud nyata keterlibatan intelektual dalam memastikan transisi menuju Indonesia Emas 2045 berpijak pada data yang valid dan tepercaya.

Kepala BPS Kabupaten Brebes, Windy Prabowo Setyawan, S.Si., M.A., dalam sambutan pembukanya menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 adalah hajatan sepuluh tahunan yang memiliki urgensi tinggi. Menurutnya, SE2026 tidak hanya memotret wajah ekonomi daerah, tetapi juga memetakan potensi usaha kecil hingga korporasi besar yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. BPS membutuhkan mata dan telinga dari dunia akademisi untuk membantu literasi data, serta dukungan dari pemerintah daerah melalui OPD dan tokoh agama untuk memastikan masyarakat terbuka terhadap pendataan ini,” ujar Windy Prabowo di hadapan para undangan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Dr. Akrom Jangka Daosat, M.S.I, yang memberikan perspektif menarik mengenai keterkaitan ekonomi umat dengan kebijakan publik. Selain itu, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Brebes serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Brebes juga tampak antusias memberikan masukan terkait kondisi riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi panel, Dr. Moh Toharudin, M.Pd. memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal suksesnya Sensus Ekonomi 2026. Sebagai pimpinan akademik di UMUS, ia menegaskan bahwa data yang dihasilkan oleh BPS nantinya akan menjadi bahan mentah yang sangat berharga bagi riset-riset akademis yang dapat memberikan solusi nyata bagi kemiskinan dan pengangguran di Brebes.

​”Dunia kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kami di UMUS berkomitmen untuk menerjunkan mahasiswa dan dosen dalam membantu sosialisasi SE2026. Data yang akurat adalah kunci. Tanpa data yang benar, intervensi kebijakan ekonomi yang kami teliti pun tidak akan tepat sasaran,” ungkap Dr. Moh Toharudin dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan bahwa UMUS terus memperkuat peran Pojok Statistik sebagai pusat literasi data bagi mahasiswa. Hal ini selaras dengan upaya BPS dalam menciptakan masyarakat yang “melek data.”

Pengurus Apindo Brebes yang hadir juga memberikan apresiasi atas pelibatan pelaku usaha dalam FGD ini. Menurut mereka, pengusaha seringkali ragu untuk memberikan data ekonomi karena kekhawatiran terkait privasi atau perpajakan. Di sinilah peran penting komunikasi yang ditekankan dalam FGD tersebut.

Kepala Kemenag Brebes, menambahkan bahwa pendekatan persuasif melalui tokoh agama dan penyuluh di lapangan dapat membantu BPS menembus hambatan psikologis masyarakat. “Ekonomi adalah bagian dari kemaslahatan umat. Jika data ekonominya baik, maka perencanaan program kesejahteraan rakyat pun akan lebih efisien,” tuturnya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan beberapa poin strategis, di antaranya:
Integrasi Data: Perlunya sinkronisasi data antar OPD di Kabupaten Brebes agar tidak terjadi tumpang tindih informasi.
Literasi Massif: Kampanye Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan mahasiswa UMUS dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Brebes sebagai agen perubahan di tingkat desa.
Digitalisasi Pendataan: Pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat proses entri data dan meminimalisir kesalahan manusia (human error).

Pimpinan OPD Kabupaten Brebes menyatakan kesiapannya untuk menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan dan desa guna mendukung petugas lapangan BPS saat pelaksanaan sensus nantinya. Sinergi ini diharapkan mampu membuat Brebes menjadi salah satu kabupaten dengan kualitas data ekonomi terbaik di Jawa Tengah.

FGD ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap tahapan SE2026. Dr. Moh Toharudin kembali menegaskan bahwa Universitas Muhadi Setiabudi akan selalu terbuka menjadi mitra strategis BPS dalam pengolahan dan analisis data lanjutan.

Pertemuan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah simfoni kolaborasi antara birokrasi, akademisi, dan praktisi Kabupaten Brebes optimistis mampu memberikan kontribusi signifikan bagi basis data ekonomi nasional.
​”Sensus Ekonomi 2026 adalah milik kita bersama. Hasilnya bukan untuk BPS, tapi untuk pembangunan Indonesia yang lebih merata dan berkeadilan,” tutup Windy Prabowo Setyawan dalam pernyataan penutupnya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Hadir di Rakor LLDIKTI VI, Rektor UMUS Tekankan Akselerasi Transformasi Pendidikan Berbasis Inovasi

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

SURAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes turut mengambil peran strategis dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Surakarta, Rabu (11/02/2026).

Pertemuan bergengsi ini menjadi momentum penting bagi UMUS untuk menyelaraskan visi dengan kebijakan LLDIKTI Wilayah VI dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

Mengusung tema “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah: Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan,” acara ini menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pembangunan daerah. Slogan “Kampus Berdampak, Daerah Berdaya” menjadi ruh utama dalam diskusi yang dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Tengah tersebut.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kehadiran UMUS dalam forum ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman.

“UMUS siap menjadi garda depan dalam mengimplementasikan transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Bagi kami, teknologi dan manajemen yang efektif adalah kunci untuk memastikan pendidikan yang kita berikan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Dr. Roby Setiadi.

Ia juga menambahkan, “Sesuai dengan arahan LLDIKTI VI, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar lulusan UMUS tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan pemberdayaan di daerah.” (*)

Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, UMUS optimis dapat mempercepat peningkatan mutu akademik dan memperluas jaringan kerja sama strategis, baik di tingkat wilayah maupun nasional, demi mewujudkan visi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif. 

Akselerasi Mutu Riset, Pimpinan LPPM UMUS Perkuat Jejaring di UAD, USD, dan UGM

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat ekosistem akademik. Bersama Forum LPPM Perguruan Tinggi Jawa Tengah, jajaran pimpinan LPPM UMUS melakukan kunjungan kolaboratif ke tiga kampus besar di Yogyakarta pada 10-11 Februari 2026.

​Delegasi UMUS dipimpin langsung oleh Ketua LPPM, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., didampingi oleh Kepala Pusat Publikasi, Andi Yulianto, MM., M.Si., serta Kepala Pusat Penelitian, Elinda Umisara, M.Pd. Kehadiran tim lengkap ini menegaskan keseriusan UMUS dalam membedah tata kelola riset dari hulu hingga hilir.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Rangkaian kunjungan dimulai di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), di mana fokus diskusi tertuju pada strategi peningkatan publikasi ilmiah bereputasi. Andi Yulianto, MM., M.Si. selaku Kapus Publikasi, secara aktif mendalami sistem pendampingan jurnal internasional yang diterapkan di UAD guna diadaptasi di lingkungan UMUS.

Selanjutnya, di Universitas Sanata Dharma (USD), rombongan meninjau praktik baik riset bidang humaniora dan etika penelitian. Sementara itu, kunjungan di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi momentum bagi Elinda Umisara, M.Pd. selaku Kapus Penelitian, untuk mengeksplorasi pengelolaan pusat studi dan kolaborasi riset multidisiplin yang menjawab tantangan global.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

​Ketua LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan kolaboratif ini merupakan bagian dari transformasi institusi untuk meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kami tidak hanya membawa pulang teori, tetapi strategi konkret. Sinergi dengan UAD, USD, dan UGM ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat di UMUS, sehingga kontribusi kami bagi masyarakat Jawa Tengah semakin nyata,” ujar Prasetyo.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Hilirisasi Potensi Pesisir: UMUS Brebes dan Bank Indonesia Dorong Transformasi Produk Rumput Laut di Randusanga Kulon

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui kegiatan Capacity Building bagi Kelompok Ekonomi Subsisten di Desa Randusanga Kulon. Menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, program ini fokus pada inovasi pengolahan aneka produk berbahan baku rumput laut.

​Langkah strategis ini merupakan sinergi antara akademisi, otoritas moneter, dan pemerintah desa untuk mengubah wajah ekonomi pesisir dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi pusat produksi olahan bernilai tambah

​Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci yang mempertegas pentingnya kolaborasi pentahelix:
​Wadli,S,TP.,M.Si. (Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS) selaku pakar teknologi pangan.
​Riana Ciptawati (Kepala Pengembangan UMKM BI Tegal).
​Afan (Lurah Randusanga Kulon).
​Pengurus BUMDes Jagakerti Randusanga Kulon.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Dalam sesi materi, Wadli,S,TP.,M.Si. menekankan bahwa sentuhan teknologi pangan adalah kunci agar produk UMKM desa mampu bersaing di pasar modern. UMUS Brebes hadir untuk menjembatani celah antara potensi alam yang melimpah dengan standar keamanan pangan yang ketat.
​”Kami berkomitmen mendorong transformasi dari ekonomi subsisten menuju ekonomi produktif. Rumput laut harus diposisikan sebagai bahan baku strategis, bukan sekadar komoditas mentah,” tegas Wadli.

Kepala Pengembangan UMKM BI Tegal, Riana Ciptawati, menilai peran perguruan tinggi seperti UMUS sangat vital dalam memperkuat literasi usaha dan inovasi produk. Menurutnya, UMKM yang tangguh lahir dari pondasi kompetensi yang kuat.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Randusanga Kulon, Afan, mengapresiasi langkah nyata UMUS dalam mendampingi warganya. Ia berharap sinergi ini berkelanjutan agar kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dapat segera terwujud melalui optimalisasi BUMDes.

Modernisasi Pertanian, Mahasiswa Agribisnis UMUS Praktik Kendalikan Hama Pakai Drone

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Program Studi Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mendorong mahasiswa untuk akrab dengan teknologi mutakhir. Terbaru, para mahasiswa terjun langsung ke lahan pertanian di Desa Cikandang, Kecamatan Kersana, untuk mempraktikkan pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan teknologi drone pertanian, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Perlindungan Tanaman. Di bawah bimbingan Ir. M. Furqon Amperawan, M.P., mahasiswa tidak hanya sekadar mengamati, tetapi terlibat langsung dalam operasional teknologi yang dinilai jauh lebih efektif, efisien, dan presisi dibandingkan metode konvensional.

​Dosen pengampu, Ir. M. Furqon Amperawan, M.P., menjelaskan bahwa pengenalan teknologi ini sangat krusial untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan di sektor pertanian.
​“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi mempraktikkan langsung pemanfaatan drone bersama petani. Ini penting agar mereka memahami tantangan dan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Furqon.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Agribisnis FEB UMUS, Khusnul Khatimah, S.P., M.Sc., menegaskan bahwa kurikulum berbasis teknologi adalah strategi utama dalam mencetak lulusan yang adaptif. Menurutnya, penguasaan teknologi drone menjadi bekal berharga agar mahasiswa memiliki keterampilan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian modern.

​Penerapan metode belajar di luar kelas ini disambut antusias oleh para peserta. Nila Musfiroh, mahasiswa semester 2, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
​”Kami senang karena perkuliahan tidak hanya di dalam kelas, tapi langsung praktik menggunakan teknologi modern,” tuturnya. Sementara itu, Niken Anggun, mahasiswa lainnya, menilai kegiatan ini memberinya gambaran konkret tentang arah perkembangan dunia tani masa depan.

​Melalui praktik lapangan ini, Prodi Agribisnis UMUS berharap dapat melahirkan SDM pertanian yang:
​Inovatif: Mampu mencari solusi kreatif atas masalah pertanian.
​Profesional: Memiliki etos kerja dan pemahaman teknis yang kuat.
​Responsif Teknologi: Tidak gagap terhadap perkembangan alat mesin pertanian (alsintan) modern.
​Dengan langkah ini, UMUS berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang siap membawa perubahan positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Mahasiswa PGSD UMUS Brebes Sukses Bangun Bisnis Penangkaran Burung dan Ternak Jangkrik

(Dok. Pribadi)

Kreativitas mahasiswa di era modern kini tak lagi terbatas di ruang kelas. Ali Nuralif, mahasiswa semester 6 Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes membuktikan bahwa kesibukan akademik bukan penghalang untuk merintis kemandirian ekonomi. Di sela jadwal kuliahnya yang padat, Ali sukses mengelola bisnis pengembangbiakan burung kicau dan ternak jangkrik di Karangsari, Bulakamba, Kabupaten Brebes.

​Ali memilih fokus pada penangkaran burung jenis Kacer dan Murai Batu, dua komoditas yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan pangsa pasar yang stabil di kalangan penghobi burung. Namun, yang menarik adalah kecerdikannya dalam mengintegrasikan lini bisnis.

(Dok. Pribadi)

Ia juga mengembangkan ternak jangkrik sebagai usaha pendukung. Langkah ini dinilai strategis karena dua alasan:
​Efisiensi Biaya: Jangkrik menjadi pakan alami bagi burung hasil tangkarannya.
​Siklus Cepat: Jangkrik memiliki masa panen yang relatif singkat, sehingga perputaran modal menjadi lebih dinamis.

​Sebagai calon guru SD, Ali memandang wirausaha ini sebagai laboratorium hidup untuk melatih soft skills. Kedisiplinan dan tanggung jawab yang ia terapkan di kandang diakuinya selaras dengan karakter yang dibutuhkan seorang pendidik.
​”Manajemen waktu menjadi kunci utama. Usaha ini saya jalankan di luar jam perkuliahan, sehingga fokus akademik tetap terjaga. Ini justru melatih rasa tanggung jawab saya,” ujar Ali.

(Dok. Pribadi)

​Model bisnis yang dijalankan Ali mencerminkan kemampuan dalam membaca peluang pasar sekaligus mengelola sumber daya lokal secara optimal. Ketekunan Ali menunjukkan bahwa wirausaha dan perkuliahan bisa berjalan beriringan jika direncanakan dengan matang.

Kiprah mahasiswa semester 6 ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain di wilayah Brebes dan sekitarnya. Dengan berwirausaha sejak dini, mahasiswa tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga memiliki bekal kemandirian untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Mahasiswa Manajemen UMUS Praktik Kelola Modal dan Pemasaran di Perpustakaan Kampus

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melakukan terobosan metode pembelajaran pada mata kuliah Manajemen UMKM dan Perusahaan. Alih-alih terpaku di ruang kelas konvensional, para mahasiswa diajak menyelami dunia usaha melalui praktik langsung yang dipusatkan di Perpustakaan UMUS, belum lama ini.

Di bawah bimbingan dosen pengampu, Hendri Sucipto, M.Si., suasana perpustakaan disulap menjadi ruang laboratorium bisnis yang dinamis. Mahasiswa tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung disuguhi simulasi pengelolaan permodalan dan strategi pemasaran untuk usaha kecil.

​Pemilihan perpustakaan sebagai lokasi belajar bukan tanpa alasan. Hendri Sucipto menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki basis data yang kuat saat menyusun konsep bisnis.

“Mahasiswa perlu memahami cara menghitung kebutuhan modal, mengatur arus kas, hingga menentukan strategi pemasaran. Dengan belajar di perpustakaan, mereka bisa langsung mengakses rujukan jurnal dan buku relevan untuk memperkuat analisis mereka,” ujar Hendri.

(Dok HUMAS UMUS Brbes)

Dalam sesi tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk:

  • Menyusun perencanaan modal usaha.
  • Menentukan struktur harga produk yang kompetitif.
  • ​Merancang strategi promosi yang efektif dan aplikatif.

Metode pembelajaran yang interaktif ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Juita Limbong, salah satu mahasiswa, mengaku lebih mudah menyerap materi karena suasana belajar yang tidak monoton. Hal senada diungkapkan oleh Nur Hikmahwati.
​”Kami jadi tahu bahwa mengelola usaha butuh perencanaan matang, terutama soal keuangan. Bimbingan Pak Hendri sangat membantu kami memahami langkah-langkah praktisnya,” tutur Nur.

​Pihak pengelola Perpustakaan UMUS turut mendukung penuh inisiatif ini. Kegiatan tersebut dinilai berhasil mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang kolaborasi akademik yang mendukung kreativitas, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
​Melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif ini, lulusan Manajemen UMUS diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang profesional serta siap menghadapi tantangan nyata di dunia industri. 

UMUS Brebes Perkuat Jejaring Akademik Mahasiswa melalui Studi Banding HIMPRO PGSD, Tekankan Kolaborasi sebagai Ruang Belajar Nyata

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat peran strategis organisasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan studi banding yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMPRO PGSD) UMUS Brebes periode 2025/2026 bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA (HMPS PIPA) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal periode 2025/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Benih Pengetahuan, Memetik Hasil Kolaborasi” ini diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Universitas Pancasakti Tegal. Studi banding ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, pengalaman organisasi, serta memperluas jejaring akademik lintas perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina HIMPRO PGSD UMUS Brebes, Ibu Diah Sunarsih, M.Pd, serta Ketua Program Studi Pendidikan IPA UPS Tegal, Fahmi Fatkhomi, M.Pd. Turut hadir Ketua Umum HIMPRO PGSD UMUS Brebes Khofifah Yuliana Sari, Ketua Umum HMPS PIPA UPS Tegal Salsa Bilahasna, Ketua Pelaksana kegiatan Annis Fadhila, serta jajaran pengurus dan anggota dari kedua himpunan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Ketua Umum HIMPRO PGSD UMUS Brebes dan Ketua Umum HMPS PIPA UPS Tegal. Dalam sambutannya, para pimpinan organisasi mahasiswa menekankan pentingnya sinergi, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari penguatan soft skills dan kepemimpinan mahasiswa.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Pembina HIMPRO PGSD UMUS Brebes, Ibu Diah Sunarsih, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan studi banding merupakan bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang belajar nyata yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan kolaboratif mahasiswa.

“Studi banding ini bukan sekadar bertukar program kerja, tetapi menjadi proses menanam nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Organisasi mahasiswa harus berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan agar mahasiswa, khususnya calon guru PGSD, memiliki kesiapan akademik dan sosial secara seimbang,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan IPA UPS Tegal, Fahmi Fatkhomi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap agar kerja sama antarmahasiswa dapat terus berlanjut dan berkembang ke arah kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang kemahasiswaan maupun akademik.

(Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMUS Brebes, Ibu Laelia Nur Pratiwi Ningsih, M.Pd. Menurutnya, kegiatan studi banding antarhimpunan mahasiswa merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Prodi PGSD. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kolaboratif lintas perguruan tinggi mampu membentuk calon guru yang adaptif, komunikatif, dan memiliki kemampuan kerja sama yang kuat.

Apresiasi serupa turut disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMUS Brebes, Didik Trisetyoko, M.Pd. Meski tidak hadir secara langsung, beliau menyampaikan dukungan dan apresiasinya saat ditemui di sela-sela kesibukan akademik dan kelembagaan.

Menurutnya, kegiatan studi banding antarorganisasi mahasiswa merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan budaya kolaborasi, memperluas wawasan organisasi, serta memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.

Agenda inti kegiatan diisi dengan sesi sharing organisasi yang membahas program kerja unggulan, tata kelola organisasi, dinamika kepengurusan, serta inovasi kegiatan kemahasiswaan. Sesi ini berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan selanjutnya diisi dengan pembacaan kesan dan pesan dari perwakilan masing-masing himpunan sebagai bentuk refleksi bersama.

Sebagai simbol persahabatan dan penguatan sinergi, kedua himpunan saling menyerahkan kenang-kenangan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama, pembuatan konten kreatif, serta salam-salaman guna mempererat tali silaturahmi antarmahasiswa.

Melalui kegiatan studi banding ini, UMUS Brebes berharap terbangun hubungan kelembagaan yang semakin erat antara HIMPRO PGSD UMUS Brebes dan HMPS PIPA UPS Tegal. Semangat berbagi pengetahuan, pengalaman organisasi, dan kolaborasi lintas disiplin diharapkan menjadi fondasi lahirnya program-program inovatif yang berkontribusi pada pengembangan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing di masa depan.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025