BREBES – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan kegiatan donor darah pada Senin, 27 April 2026. Mengusung tema “Satu Aksi Nyata, Bergerak untuk Kemanusiaan,” acara ini dipusatkan di depan area Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap ketersediaan stok darah di wilayah Brebes dan sekitarnya. Melalui aksi ini, diharapkan kesadaran civitas akademika akan pentingnya berbagi melalui donor darah dapat terus meningkat.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ketua Pelaksana, Nur Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa, dosen, serta staf universitas yang ingin berkontribusi langsung bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa. Beliau menekankan bahwa peran mahasiswa dalam aksi kemanusiaan memiliki nilai edukasi yang besar.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dedikasi mahasiswa UMUS dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. Donor darah bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian penting dari pengabdian kepada sesama. Kami berharap aksi ini dapat menginspirasi seluruh civitas akademika untuk terus konsisten dalam menebar manfaat bagi orang banyak,” ujar Dr. Roby Setiadi.
Pelaksanaan kegiatan ini juga berada di bawah pengawasan langsung Komandan KSR, Ariella Zahra Ashari, untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan adanya agenda ini, UMUS terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
BREBES – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (BEM FEB UMUS) Brebes menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Merawat Indonesia: Peran Strategis Generasi Muda di Era AI” pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan yang bertempat di Aula Gedung Pascasarjana UMUS ini terlaksana atas kolaborasi dengan Eska Unggul Indonesia.
Ketua BEM FEB UMUS, Rio Febrian, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan mendalam serta kesiapan mental dalam menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
”Kami bekerja sama dengan Eska Unggul Indonesia yang dipimpin oleh Herwanto, S.Kom., M.A.P., untuk menghadirkan narasumber berskala nasional. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan perspektif luas mengenai posisi dan peran mereka di tengah disrupsi teknologi,” ujar Rio.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dua pakar dihadirkan sebagai pembicara utama, yakni Iskandar Saharuddin dari Penabulu Jakarta dan Andika Rikarno Putra dari CKI Semarang. Jalannya diskusi dipandu oleh peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang, Sri Rahayu, sebagai moderator.
Mewakili Dekan FEB UMUS, Kaprodi Manajemen Slamet Bambang Riono, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa pemahaman terhadap teknologi kecerdasan buatan sudah menjadi kebutuhan dasar. Ia menilai literasi AI sangat penting bagi mahasiswa untuk menunjang produktivitas akademik maupun profesional.
”Mahasiswa perlu mengenal AI, terutama untuk pemanfaatan positif dalam menunjang tugas perkuliahan. Di era digital ini, generasi muda bukan sekadar penonton, melainkan penggerak perubahan. Sudah saatnya melakukan upgrade pola pikir dan mengambil peran nyata bagi masa depan Indonesia melalui kegiatan literasi seperti ini,” papar Slamet.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Antusiasme peserta nampak pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Fokus pembahasan mencakup berbagai dimensi AI, mulai dari aspek etika penggunaan, peluang wirausaha berbasis digital, hingga tantangan nyata yang akan dihadapi tenaga kerja muda di masa depan.
Melalui seminar ini, BEM FEB UMUS berharap para peserta tidak hanya memiliki kecakapan teknologi, namun juga mampu memanfaatkan instrumen AI secara bijak dan produktif demi kemajuan bangsa
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mengirimkan sepuluh mahasiswa untuk mengikuti program internship internasional di Le Ble Dor, salah satu jaringan restoran elite di Taiwan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi institusi dalam memperluas wawasan global serta mengasah kompetensi praktis mahasiswa di industri internasional.
Mahasiswa yang terpilih berasal dari lintas disiplin ilmu, meliputi lima orang dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, satu orang dari Agribisnis, serta empat orang dari Program Studi Manajemen. Selama di Taiwan, mereka akan terlibat langsung dalam operasional harian, mulai dari teknik pengolahan pangan modern, manajemen dapur, hingga standar pelayanan pelanggan berskala dunia di bawah bimbingan chef profesional.
(Dok. Pribadi)
Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari visi universitas untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing di level mancanegara.
”Pengalaman bekerja di lingkungan internasional memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai standar profesionalisme global. Kami ingin memastikan bahwa lulusan UMUS tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memiliki mentalitas dan keterampilan yang diakui oleh industri luar negeri,” ujar Dr. Roby Setiadi.
(Dok. Pribadi)
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa aspek adaptasi dan pengembangan karakter menjadi poin penting dalam program magang ini. Menurutnya, berinteraksi dengan budaya kerja yang berbeda akan membentuk kemandirian dan kedisiplinan yang tinggi.
”Keberangkatan sepuluh mahasiswa ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring internasional universitas. Selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja global sangat penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan karier di masa depan. Kami berharap sekembalinya dari Taiwan, mereka dapat membagikan pengalaman ini kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya,” jelas Mohammad Hasdar.
Program internship ini direncanakan berlangsung selama enam bulan. Melalui kolaborasi lintas negara ini, UMUS terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang aktif mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam program-program internasional guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap kerja.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) mencatatkan pencapaian dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan keberhasilan dua tim mahasiswa melewati tahap pengajuan (submit) proposal. Kedua tim tersebut menghadirkan inovasi berbasis riset dan kewirausahaan yang berfokus pada penguatan pangan lokal serta solusi atas permasalahan sosial.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMUS, Muhamad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Keberhasilan ini dianggap sebagai langkah awal yang penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara luas di tingkat nasional.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dua tim yang berhasil lolos berasal dari skema yang berbeda, yakni Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dan Kewirausahaan (PKM-K):
Inovasi Linguistik Makanan Tradisional: Tim PKM-RSH yang diketuai oleh Afroh Makhmoedah Al’adawiyah dari prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan dosen pendamping Prasetyo Yuli Kurniawan, S.Pd, M.Pd.. Mereka mengangkat judul penelitian mengenai strategi reframing linguistik pada label makanan tradisional. Riset ini bertujuan mengurangi stigma negatif dan merevitalisasi konsumsi pangan lokal di kalangan generasi muda melalui pembingkaian istilah yang lebih modern.
Strategi Bisnis Pencegahan Stunting: Tim PKM-K yang dipimpin oleh Titin Astina dari prodi S1 Gizi, didampingi oleh Diah Ratnasari. Tim ini mengembangkan produk nugget dari ikan kuniran dan tepung okara. Produk ini dirancang sebagai alternatif pangan sehat yang terjangkau untuk membantu pencegahan stunting pada anak-anak sekaligus mengoptimalkan potensi bahan baku lokal.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kepala UPT Kemahasiswaan sekaligus Operator, Agyztia Premana, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan komitmen mahasiswa UMUS dalam melahirkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pihak universitas memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa serta dosen pendamping yang telah bekerja keras hingga tahap ini.
Setelah berhasil melewati tahap pengiriman, kedua tim kini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi proses seleksi berikutnya. Inovasi-inovasi ini diharapkan mampu bersaing di level nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta ekonomi kreatif.
BREBES — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan kontribusi akademik-kultural melalui diskusi bertajuk peran kesenian dalam pembentukan jiwa kepemimpinan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa semester 6 ini menegaskan bahwa kesenian tidak sekadar berfungsi sebagai media hiburan, melainkan sebagai instrumen strategis dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Diskusi tersebut mengkaji beragam bentuk kesenian, baik tradisional maupun modern, seperti tari daerah, musik akustik, hingga teater edukatif. Dalam perspektif pedagogis, kesenian yang kerap dipraktikkan melalui pagelaran tidak hanya menjadi ruang ekspresi estetis, tetapi juga laboratorium sosial yang memungkinkan mahasiswa mengasah kompetensi kepemimpinan secara kontekstual dan aplikatif.
Agung Laksono, mahasiswa PGSD UMUS Brebes yang pernah menjabat sebagai ketua panitia dalam pagelaran seni, menuturkan bahwa proses penyelenggaraan kegiatan seni sarat dengan dinamika kepemimpinan.
“Pagelaran seni mengajarkan kami bagaimana mengelola tim, mengambil keputusan strategis, serta menyelesaikan konflik secara konstruktif. Ini adalah praktik kepemimpinan yang tidak kami dapatkan hanya dari teori di kelas,” ujarnya.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Lebih lanjut, kesenian dinilai memiliki dimensi afektif yang kuat dalam membentuk kepekaan sosial dan emosional mahasiswa. Proses latihan hingga pementasan menuntut adanya kolaborasi, toleransi, serta kemampuan menjaga kohesi tim. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter pemimpin yang humanis, komunikatif, dan adaptif terhadap keberagaman.
Di sisi lain, kesenian juga berperan sebagai medium internalisasi nilai budaya dan identitas lokal. Pemahaman terhadap akar budaya dipandang sebagai elemen esensial dalam membentuk pemimpin yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kultural yang kuat. Hal ini menjadi relevan di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis identitas lokal generasi muda.
Agung menambahkan bahwa integrasi kesenian dalam pendidikan sangat strategis, khususnya bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. “Guru memiliki peran multidimensional, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter. Kesenian menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan kepemimpinan sekaligus kreativitas peserta didik,” jelasnya.
Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan mampu merekonstruksi pemahaman tentang kepemimpinan yang tidak semata-mata berbasis pada posisi formal, tetapi juga tercermin dalam sikap tanggung jawab, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut tumbuh secara organik dalam praktik kesenian yang kolaboratif dan reflektif.
Kegiatan ini mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengapresiasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui kesenian. Seni bukanlah domain eksklusif bagi individu berbakat, melainkan ruang terbuka bagi siapa pun yang bersedia belajar dan berproses. Dalam konteks kehidupan akademik dan profesional, kesenian terbukti memiliki relevansi yang luas—mulai dari penguatan kepekaan sosial, keterampilan komunikasi, hingga pembentukan kepemimpinan yang inklusif.
Partisipasi aktif sebagai pelaku seni juga dipandang penting untuk menumbuhkan disiplin, rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Lebih dari itu, keterlibatan mahasiswa dalam kesenian merupakan bentuk nyata kontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas yang berdampak positif bagi dunia pendidikan.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes resmi memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes melalui kesepakatan kerja sama strategis. Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026, sebuah agenda nasional yang menjadi pijakan dalam memetakan kondisi ekonomi terkini di tingkat daerah maupun nasional.
Pembahasan kolaborasi tersebut berlangsung dalam kunjungan kerja jajaran BPS Kabupaten Brebes ke Kampus UMUS pada Rabu (08/04). Pertemuan ini menjadi forum diskusi mengenai rencana pelibatan mahasiswa, terutama dari program studi ekonomi, untuk terjun langsung dalam proses penguatan literasi statistik dan pendataan teknis di lapangan.
Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan negara. Menurutnya, keterlibatan akademisi dalam agenda besar seperti sensus ekonomi merupakan bagian penting dalam memastikan data yang dihasilkan memiliki akurasi tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui program ini, mahasiswa UMUS tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam metodologi sensus, tetapi juga berfungsi sebagai agen literasi bagi masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada warga mengenai dampak positif dari ketersediaan data statistik yang valid bagi pembangunan ekonomi lokal.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Integrasi program ini juga akan dilakukan melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Mahasiswa yang diterjunkan ke desa-desa akan membawa misi khusus untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang melek statistik. Dengan demikian, partisipasi aktif warga dalam proses pendataan ekonomi dapat meningkat secara signifikan.
Pihak BPS Kabupaten Brebes menegaskan bahwa sinergi antara unsur pemerintah dan akademisi adalah kunci utama efektifitas pendataan yang menyeluruh. Dukungan dari UMUS diharapkan mampu menjembatani kendala komunikasi di lapangan, sehingga proses Sensus Ekonomi 2026 dapat menjangkau seluruh lapisan pelaku usaha di wilayah Brebes.
Melalui kemitraan yang solid ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mewujudkan basis data ekonomi yang berkualitas. Data yang akurat tersebut nantinya akan menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi Indonesia di masa depan.
BREBES — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat penguatan akses pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan sosialisasi dan monitoring program beasiswa “1 Keluarga 1 Sarjana”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) pukul 13.00 WIB di ruang Senat Pascasarjana UMUS, lantai dasar, dengan menghadirkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Brebes.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Disdikpora Kabupaten Brebes, Bapak Sugeng dan Bapak Untung, yang selama ini dikenal aktif dalam pengelolaan program beasiswa daerah. Dari pihak UMUS, turut hadir Wakil Rektor III, para dekan, ketua program studi (kaprodi), tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), serta mahasiswa penerima beasiswa “1 Keluarga 1 Sarjana” angkatan tahun 2025.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam paparannya, Disdikpora menegaskan bahwa program “1 Keluarga 1 Sarjana” merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pada pembentukan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
UMUS sebagai tuan rumah sekaligus mitra strategis pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendukung keberhasilan program ini. Wakil Rektor III UMUS menyampaikan bahwa kampus memiliki peran penting dalam memastikan mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya bertahan secara akademik, tetapi juga berkembang secara karakter dan sosial.
Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, yang menilai program ini sebagai langkah konkret dan progresif dalam memperluas akses pendidikan tinggi di daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.
“UMUS berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan integritas yang kuat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan. Mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2025 diberikan penguatan terkait tanggung jawab akademik, kedisiplinan, serta kontribusi sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai program.
Diskusi interaktif antara mahasiswa, pihak kampus, dan Disdikpora memperkaya dinamika kegiatan. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan beasiswa di masa mendatang.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMUS semakin meneguhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan melalui program “1 Keluarga 1 Sarjana”.
BREBES — Proses seleksi calon perangkat Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, diselenggarakan secara profesional dan berbasis kompetensi di lingkungan kampus Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS). Kegiatan ini diikuti oleh lima peserta yang telah lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti tahapan ujian selanjutnya.
Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan pengawasan ketat serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Bangsri beserta Sekretaris Desa yang secara langsung memantau jalannya proses seleksi guna memastikan objektivitas dalam penjaringan perangkat desa yang kompeten dan berintegritas.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ketua panitia seleksi independen, Dr Abdul Hamid, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UMUS, memimpin langsung rangkaian kegiatan seleksi. Ia didampingi oleh tim dosen lintas program studi di lingkungan UMUS yang berperan sebagai penguji profesional sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Seleksi ini dirancang untuk mengukur kemampuan riil peserta, tidak hanya secara teoritis tetapi juga praktis, khususnya dalam penguasaan teknologi dan kompetensi dasar akademik yang relevan dengan tugas perangkat desa,” ungkapnya.
Adapun materi yang diujikan meliputi praktik komputer dan tes kemampuan dasar akademik. Ujian praktik komputer difokuskan pada keterampilan operasional yang mendukung pelayanan administrasi desa berbasis digital, sementara tes akademik mengukur aspek logika, pemahaman umum, serta kemampuan analitis peserta.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, proses seleksi turut dihadiri oleh perwakilan aparat keamanan dari Polsek Bulakamba dan Kodim Bulakamba. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat serta wartawan yang hadir untuk menyaksikan langsung jalannya proses seleksi, sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus memastikan keterbukaan informasi kepada publik.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, institusi pendidikan tinggi, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional. Dengan sistem seleksi yang objektif dan terstandar, diharapkan perangkat desa terpilih nantinya mampu memberikan pelayanan publik yang optimal serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
BREBES – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Brebes. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes guna memperkuat strategi promosi pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
BP2D dibentuk sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Brebes. Kehadiran lembaga ini menjadi penting dalam menjawab tantangan promosi wisata di era digital yang menuntut inovasi, kreativitas, serta pendekatan berbasis data dan teknologi. Dalam hal ini, UMUS berkontribusi melalui pendekatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Andi Yulianto, M.M. selaku perwakilan UMUS, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam BP2D menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi dalam promosi wisata.
“Kami mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya sebatas memberikan rekomendasi, tetapi juga turut mendampingi implementasi program di lapangan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., turut memberikan pandangannya terkait pembentukan BP2D. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengembangan pariwisata daerah.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Brebes, namun diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam strategi promosi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Lebih lanjut, Fajar Adi Widiarso menjelaskan bahwa BP2D diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun citra positif pariwisata Brebes di tingkat regional maupun nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UMUS, program pengembangan pariwisata di Brebes diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kabupaten Brebes sendiri memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan pantai, wisata budaya yang sarat nilai kearifan lokal, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Produk unggulan seperti telur asin dan bawang merah juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi tersebut dapat dikemas secara lebih menarik dan profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
UMUS juga berencana mengintegrasikan program-program akademik, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan agenda pengembangan pariwisata daerah. Mahasiswa diharapkan dapat berperan langsung dalam membantu digitalisasi promosi wisata desa, pembuatan konten kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.
Melalui keterlibatan dalam BP2D, UMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Brebes.
BREBES – Lembaga Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 melalui kegiatan koordinasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.
Kegiatan koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan program KKN dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus memastikan kontribusi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Adapun tema KKN 2026 yang diusung adalah “Inovasi melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.”
Ketua LPPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam merancang program kerja mahasiswa yang kontekstual dan aplikatif.
“Pendekatan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci agar program KKN tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga solutif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam forum tersebut, masing-masing Bapperida memaparkan fokus pembangunan daerah. Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Tegal secara khusus menyoroti pentingnya program digitalisasi dan penerapan aplikasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, penguatan layanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis teknologi. Sementara itu, Kabupaten Brebes menitikberatkan pada sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan, dan Kabupaten Pemalang mengarahkan perhatian pada pengembangan potensi pariwisata serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Selain itu, dibahas pula aspek teknis pelaksanaan KKN, termasuk penentuan lokasi desa sasaran, skema pendampingan, serta integrasi program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Pendekatan partisipatif dan berbasis data menjadi prinsip utama dalam perencanaan kegiatan.
Pelaksanaan KKN UMUS tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 30 Juni hingga 8 Agustus 2026. Rentang waktu tersebut diharapkan cukup untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan program kerja secara optimal sekaligus membangun interaksi yang konstruktif dengan masyarakat.
Melalui sinergi ini, LPPPM UMUS berharap KKN 2026 dapat menjadi instrumen pengabdian yang tidak hanya meningkatkan kapasitas mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.