BREBES – Dalam suasana penuh kehangatan pasca Idulfitri 1447 H, civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan kohesi kelembagaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi, yang memberikan sambutan, tausiah, sekaligus memimpin doa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., jajaran wakil rektor, para dekan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam sambutannya, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi menegaskan bahwa Halal Bihalal memiliki makna substansial sebagai upaya penyucian diri (tazkiyatun nafs) dan penguatan ukhuwah dalam kehidupan akademik. Ia menekankan bahwa kampus sebagai institusi pendidikan tinggi harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam praktik akademik dan kehidupan kelembagaan.
“Momentum Syawal ini hendaknya kita jadikan sebagai ruang introspeksi sekaligus rekonstruksi diri, agar seluruh civitas akademika mampu meningkatkan integritas, etos kerja, dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan berbasis nilai keislaman,” ungkapnya dalam tausiah yang sarat nilai reflektif.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Sementara itu, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi,D.Kom.MM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal yang dinilai mampu mempererat silaturahmi dan membangun suasana harmonis di lingkungan kampus. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga soliditas dan kebersamaan antar elemen civitas akademika.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi musafahah (saling bersalaman) yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan keharuan. Momen ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang merefleksikan nilai luhur saling memaafkan dan memperkuat ikatan emosional di antara seluruh peserta.
Sebagai penutup, Dr. (HC) KH Muhadi Setiabudi memimpin doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes agar senantiasa menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan humanis.
Melalui kegiatan ini, UMUS Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial di tengah dinamika tantangan global.
BREBES – Dalam upaya menyelaraskan kurikulum akademik dengan dinamika industri teknologi informasi yang kian kompleks, Program Studi Teknik Informatika (TI) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melakukan kunjungan strategis ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi ancaman keamanan siber di masa depan.
Ketua Program Studi Teknik Informatika UMUS, Bambang Irawan, menyatakan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga otoritas keamanan siber nasional menjadi krusial di era transformasi digital.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memahami bagaimana kedaulatan data nasional dijaga dan bagaimana standar keamanan siber diterapkan secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Selama kunjungan tersebut, delegasi UMUS berkesempatan mendalami berbagai aspek krusial, mulai dari perlindungan infrastruktur informasi vital hingga pentingnya literasi keamanan siber bagi masyarakat luas. Hasil dari kunjungan ini akan diimplementasikan ke dalam pemutakhiran kurikulum prodi, sehingga lulusan TI UMUS memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Dekan Fakultas Teknik UMUS, Dr. Abdul Hamid, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kunjungan saja, tetapi dapat berlanjut pada program konkret seperti magang, riset bersama, hingga sertifikasi kompetensi mahasiswa di bidang keamanan siber,” ungkapnya.
Keamanan siber kini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan pilar penting dalam ketahanan nasional. Melalui sinergi dengan BSSN, Universitas Muhadi Setiabudi berkomitmen untuk:
Penguatan Kompetensi Lulusan: Mengintegrasikan standar operasional keamanan siber ke dalam praktikum mahasiswa.
Riset Kolaboratif: Membuka peluang penelitian bagi dosen dan mahasiswa terkait pengembangan algoritma kriptografi dan deteksi ancaman digital.
Pengabdian Masyarakat: Mengedukasi warga Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengenai pentingnya menjaga privasi data di ruang digital.
Kunjungan ini juga diikuti oleh jajaran pimpinan program studi di lingkungan Fakultas Teknik, di antaranya Ketua Program Studi Teknik Informatika serta Ketua Program Studi Teknik Sipil yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi dan penjajakan kerja sama lintas bidang.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadikan Universitas Muhadi Setiabudi sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang informatika, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian barat.
Dengan adanya kunjungan industri ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru dari kampus yang mampu berkontribusi dalam menjaga ruang siber Indonesia agar tetap aman dan produktif. “Tugas kita adalah memastikan bahwa teknologi yang kita kembangkan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” tutup Bambang Irawan selaku Kaprodi TI UMUS.
BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes memperkuat dasar kebijakan lingkungan hidup dengan melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra intelektual dalam penyusunan Dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD).
Rapat pendahuluan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Lantai 2 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang berbasis data dan analisis ilmiah.
Kehadiran Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) yang diwakili oleh Prof. Pranoto menjadi unsur penting dalam memastikan dokumen yang disusun memiliki kedalaman substantif dan aplikatif. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini menjadi kunci agar SLHD tidak sekadar menjadi laporan rutin, melainkan instrumen pengambilan keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam rapat tersebut, pihak akademisi memberikan arahan penting mengenai delapan matra lingkungan yang harus menjadi prioritas penanganan di Kabupaten Brebes:
Keanekaragaman hayati.
Kualitas air dan kualitas udara.
Kondisi laut dan pesisir.
Lahan dan hutan.
Pengelolaan sampah dan limbah.
Perubahan iklim serta risiko bencana.
Untuk membedah kompleksitas tantangan lingkungan di Brebes, akademisi mendorong penggunaan metodologi DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response). Pendekatan ini memungkinkan analisis yang holistik, sehingga dokumen SLHD nantinya tidak hanya menjawab apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga mengungkap alasan di baliknya serta solusi kebijakan yang diperlukan.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Meskipun terdapat target penyelesaian dokumen dalam waktu satu bulan, akademisi mengingatkan agar percepatan tersebut tidak mengorbankan kualitas data dan kedalaman analisis. Transformasi dari paradigma pelaporan kinerja menjadi gambaran kondisi lingkungan yang komprehensif menuntut koordinasi yang kuat antar Perangkat Organisasi Daerah (POD).
Melalui kolaborasi transparan berbasis ilmu pengetahuan ini, diharapkan SLHD benar-benar menjadi pijakan kuat menuju Kabupaten Brebes yang lebih lestari dan berkelanjutan.
BREBES – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh segenap civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi momentum penguatan nilai-nilai kepedulian sosial, spiritualitas Ramadhan, serta silaturahmi antar unsur akademik dan yayasan.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Yayasan Muhadi Setiabudi, yaitu Bapak Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi, Ibu Hj. Ati Sri Subekti, Ibu Hj. Yanti Ria Anggraeni, serta Ibu Hj. Dian Ayu Merisawati. Kehadiran keluarga yayasan tersebut menambah kehangatan suasana, sekaligus menunjukkan komitmen kuat yayasan dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan kampus.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Turut hadir pula jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., Wakil Rektor I Dr. Moh. Toharudin, Wakil Rektor II Otong Syaeful Bachri, S.Kom., M.M., serta Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., bersama para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anak-anak yatim yang menjadi penerima santunan.
Dalam rangkaian acara tersebut, Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi menyampaikan tausyiah Ramadhan yang sarat makna. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat nilai kepedulian, solidaritas sosial, serta kepekaan terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Ia menyampaikan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan kemanusiaan.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan akhlak mulia. Menyantuni anak yatim adalah bagian dari pendidikan nilai kemanusiaan yang harus terus kita rawat,” tutur beliau dalam tausyiahnya yang disambut penuh khidmat oleh para hadirin.
Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, yang secara simbolis diserahkan langsung oleh jajaran rektorat bersama keluarga besar Yayasan Muhadi Setiabudi. Momen tersebut berlangsung penuh haru, ketika senyum kebahagiaan terpancar dari wajah para penerima santunan.
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian intelektual, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang empati, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap civitas akademika UMUS dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat,” ungkapnya.
Menariknya, kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut juga diwarnai dengan momen istimewa. Di penghujung acara, seluruh hadirin memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Yayasan, Dr. (HC) KH. Muhadi Setiabudi, yang bertepatan dengan hari kelahiran beliau pada momentum Ramadhan kali ini.
Dengan penuh kehangatan, civitas akademika UMUS bersama keluarga yayasan menyampaikan doa terbaik agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta terus menjadi inspirasi dalam memajukan dunia pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Suasana pun berubah menjadi penuh haru dan kebahagiaan ketika para hadirin bersama-sama melantunkan doa, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan atas dedikasi beliau dalam membangun dan membesarkan Universitas Muhadi Setiabudi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah, yang semakin mempererat kebersamaan dan spiritualitas di antara seluruh peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai religius, sosial, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
BREBES — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh segenap civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes melalui kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan kampus pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran rektorat, dosen, mahasiswa, serta pengurus organisasi kemahasiswaan LDK Nurul Ilmi UMUS.
Aksi sosial ini menjadi salah satu agenda Ramadhan yang tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas seremonial, tetapi juga sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara, serta masyarakat sekitar yang melintas di kawasan depan kampus.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kehadiran jajaran pimpinan universitas dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan akademik. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sosial yang konkret bagi mahasiswa untuk menumbuhkan karakter kepedulian, kebersamaan, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Rektor Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes merupakan bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial serta penguatan karakter kemanusiaan di lingkungan perguruan tinggi.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi momentum strategis bagi dunia pendidikan untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan akademik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki empati terhadap masyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang makna berbagi, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa kampus harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Sipil, Abdul Hamid, S.T., M.T., menilai bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membagikan makanan berbuka puasa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.
“Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi takjil ini, civitas akademika belajar bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan pembagian takjil ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan adanya aksi kepedulian tersebut. Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat citra perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dengan semangat Ramadhan yang penuh keberkahan, civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi Brebes berharap kegiatan berbagi ini dapat terus menjadi tradisi positif yang tidak hanya mempererat kebersamaan internal kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
BREBES – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali melaksanakan kegiatan pembagian bingkisan talikasih Ramadhan bagi segenap civitas akademika.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut menjadi bagian dari tradisi institusional yang terus dijaga sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan di lingkungan kampus.
Bingkisan talikasih secara simbolis diserahkan langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh para wakil rektor. Penyerahan simbolis ini mencerminkan komitmen pimpinan universitas dalam membangun kultur akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan spiritualitas.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan pembagian bingkisan talikasih Ramadhan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh universitas sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dengan seluruh civitas akademika.
“Agenda talikasih Ramadhan ini merupakan tradisi yang setiap tahun kami laksanakan di lingkungan kampus. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di antara civitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa bulan Ramadhan memberikan ruang refleksi bagi seluruh elemen kampus untuk menumbuhkan nilai empati, kebersamaan, serta semangat berbagi sebagai bagian dari karakter moral yang harus terus dijaga dalam kehidupan akademik.
Kegiatan ini pun disambut dengan penuh antusias oleh civitas akademika yang hadir. Sejumlah dosen dekan dan kaprodi, tenaga kependidikan, OB dan team security menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan universitas atas perhatian dan kepedulian yang terus diberikan kepada keluarga besar kampus.
Salah satu perwakilan dosen menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bermakna secara material, tetapi juga memiliki nilai moral dan emosional yang kuat bagi civitas akademika.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan universitas atas perhatian yang diberikan kepada seluruh dosen dan karyawan. Kegiatan talikasih Ramadhan ini menjadi bukti bahwa hubungan kekeluargaan di lingkungan kampus tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, para karyawan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kebahagiaan tersendiri, terlebih karena dilaksanakan dalam suasana Ramadhan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan keberkahan.
Melalui agenda tahunan ini, Universitas Muhadi Setiabudi terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang humanis dan berkarakter. Tradisi berbagi di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat memperkuat ukhuwah serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara seluruh civitas akademika dalam menjalankan peran dan pengabdiannya di dunia pendidikan.
JAKARTA – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional dalam upaya transformasi menjadi institusi pendidikan berkelas dunia (World Class University). Pada Selasa (10/3/2026), jajaran pimpinan tertinggi UMUS melakukan kunjungan strategis ke Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, tepatnya di Direktorat Intelijen Keimigrasian, guna mempertegas peran universitas sebagai penjamin utama (sponsor) bagi mahasiswa asing.
Langkah ini bukan sekadar urusan administratif rutin, melainkan manifestasi dari visi besar UMUS dalam memperkuat ekosistem internasionalisasi pendidikan di Jawa Tengah. Kehadiran pimpinan UMUS ini disambut sebagai bentuk kepatuhan institusi terhadap regulasi keamanan negara sekaligus upaya menjemput bola dalam menyederhanakan birokrasi bagi talenta-talenta global yang menimba ilmu di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung hangat namun formal ini dihadiri langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., didampingi oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Moh Toharudin, M.Pd., serta Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMUS, Indira Waraningtyas, M.Si.
Dalam forum tersebut, Dr. Roby Setiadi menegaskan bahwa status UMUS sebagai penjamin mahasiswa asing dari Afganistan membawa tanggung jawab moral dan hukum yang besar.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan negara kepada perguruan tinggi untuk mendatangkan warga negara asing harus dijaga dengan sistem pengawasan yang presisi namun tetap humanis.
“Kami hadir di Direktorat Intelijen Keimigrasian untuk menyamakan persepsi. UMUS berkomitmen bahwa setiap mahasiswa asing yang kami undang bukan hanya datang untuk belajar, tetapi juga menjadi duta bagi negaranya yang taat pada hukum Indonesia. Sebagai penjamin, kami bertanggung jawab penuh atas keberadaan dan kegiatan mereka selama di tanah air,” ujar Dr. Roby di sela-sela pertemuan.
Diskusi yang berlangsung di lantai gedung Direktorat Jenderal Imigrasi tersebut juga menyoroti pentingnya integrasi data antara pangkalan data pendidikan tinggi dengan sistem keimigrasian.
Hadir pihak Kemendiktinsaintek Pokja Penguatan Kelembagaan A.A. Sodikin menyampaikan bahwa di era digital ini, pemantauan keberadaan mahasiswa asing harus dilakukan secara real-time.
“UMUS harus mengembangkan sistem internal yang terkoneksi dengan pelaporan KUI, sehingga jika ada perubahan status akademik atau masa berlaku izin tinggal, pihak imigrasi mendapatkan informasi yang akurat dan cepat,” tambahnya.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi yang tengah gencar melakukan modernisasi layanan melalui skema E-Visa dan pengawasan intelijen yang lebih preventif. Dengan adanya koordinasi langsung ini, UMUS memastikan bahwa seluruh mahasiswa internasionalnya memiliki legalitas yang tak bercela, mulai dari Izin Tinggal Terbatas (ITAS) hingga urusan pelaporan keberadaan di wilayah Brebes dan sekitarnya.
Kesiapan Akademik dan Budaya
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Dr. Moh , M.Pd., menyoroti sisi kualitas akademik yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa asing.
Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya soal mendatangkan orang luar, tetapi juga menyiapkan kurikulum yang mampu bersaing secara global.
“Penjaminan yang kami lakukan bukan hanya soal stempel di paspor. Kami menjamin bahwa mahasiswa asing mendapatkan kualitas pendidikan terbaik. Sinkronisasi dengan imigrasi hari ini memastikan bahwa proses belajar mereka tidak terganggu oleh kendala administratif yang berbelit,” jelas Dr. Toharudin.
Ia menambahkan bahwa UMUS saat ini tengah menyiapkan skema beasiswa internasional yang lebih luas untuk menarik minat mahasiswa dari kawasan Asia Tenggara, dan Afrika.
“Kehadiran mahasiswa asing memperkaya atmosfer akademik kami. Mahasiswa lokal kami bisa belajar berinteraksi secara global tanpa harus keluar negeri, inilah esensi dari Internationalization at Home,” tuturnya.
Koordinasi langsung dengan Direktorat Intelijen Imigrasi pusat memberikan kami panduan terbaru mengenai prosedur keamanan dan pengawasan. “Kami di KUI berperan sebagai jembatan. Kami memastikan mahasiswa asing merasa nyaman seperti di rumah sendiri, namun tetap dalam koridor aturan yang sangat ketat mengenai aktivitas mereka di Indonesia.”
Dalam pertemuan tersebut, KUI UMUS juga disarankan proaktif dalam melaporkan dinamika mahasiswa asing secara berkala. Pola komunikasi dua arah ini berharap menjadi percontohan bagi perguruan tinggi swasta lainnya di wilayah Jawa Tengah dalam menangani isu-isu keimigrasian. Langkah UMUS ini diprediksi akan memberikan dampak domino yang positif bagi pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Brebes.
Dengan semakin banyaknya mahasiswa internasional yang tinggal secara legal dan aman, ekonomi lokal akan terstimulasi. Lebih jauh lagi, hal ini meningkatkan indeks daya saing pendidikan Indonesia di mata dunia.
Pihak Direktorat Intelijen Imigrasi pusat dalam kesempatan tersebut menyambut baik komitmen pimpinan UMUS. Sinergi antara otoritas keamanan (imigrasi) dan institusi pendidikan (UMUS) dianggap sebagai benteng pertahanan negara dalam menyaring pengaruh asing, sekaligus pintu gerbang bagi investasi intelektual global.
“Kami ingin menunjukkan bahwa universitas di daerah, seperti UMUS di Brebes, memiliki standar manajemen internasional yang sama baiknya dengan kampus-kampus di ibu kota. Kita punya fasilitas, kita punya SDM, dan yang terpenting, kita punya integritas dalam mematuhi regulasi negara,” tegas Dr. Roby Setiadi menutup pernyataannya.
Kunjungan pada Selasa, 10 Maret 2026 ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) internal UMUS yang lebih mutakhir, yang menyerap masukan dari hasil koordinasi di Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa UMUS tidak bermain-main dalam visinya untuk “Go International”.
Dengan kepemimpinan yang progresif dan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antar-lembaga, Universitas Muhadi Setiabudi kini berdiri tegak sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui tata kelola warga negara asing yang tertib dan bertanggung jawab.
BENGKULU – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes resmi menjalin kolaborasi akademik dengan Universitas Bengkulu (UNIB). Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui sinergi di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan formal tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Pihak UMUS Brebes diwakili oleh Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc. selaku Staf Ahli Rektor bidang Riset dan Inovasi. Sementara itu, Universitas Bengkulu diwakili oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S.Si., M.Si.
Dalam bidang pendidikan, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan kurikulum bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan kualitas pembelajaran berbasis riset. Melalui kemitraan ini, kedua universitas berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(Dok. Pribadi)
Pada aspek penelitian, kedua perguruan tinggi sepakat untuk memperkuat riset bersama yang berorientasi pada solusi atas permasalahan di masyarakat. Sinergi keilmuan ini mencakup bidang sains, teknologi, hingga pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal. Langkah ini dipandang sebagai momentum penting untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah serta memperluas jejaring riset di tingkat nasional.
Selain akademik dan riset, kerja sama ini juga menyasar penguatan program pengabdian kepada masyarakat. Melalui pemberdayaan berbasis hasil penelitian, kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan dapat menghadirkan solusi komprehensif terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tengah masyarakat.
Salah satu agenda strategis yang disepakati adalah kolaborasi dalam penyelenggaraan International Conference. Forum ilmiah ini direncanakan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan serta membangun jejaring internasional.
Sinergi antara UMUS Brebes dan Universitas Bengkulu ini menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi memerlukan kerja sama yang kuat. Dengan semangat keterbukaan, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
BENGKULU – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes memberikan kontribusi penting dalam proses penegakan hukum nasional. Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., pakar dari UMUS Brebes, hadir sebagai Saksi Ahli Bidang Lingkungan dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pertambangan batubara di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Kamis (5/3/2026).
Kehadiran Prof. Pranoto memberikan dimensi teknis dan akademis yang penting bagi majelis hakim dalam membedah kasus yang melibatkan aktivitas pertambangan di Provinsi Bengkulu tersebut. Selain Prof. Pranoto, persidangan juga menghadirkan Dr. Hamzah Hatrix, S.H, M.H dari Universitas Bengkulu sebagai Saksi Ahli Bidang Hukum Pidana.
Menanggapi jalannya persidangan, 12 terdakwa termasuk Bebby Hussy dkk resmi mengajukan plea bargain atau pengakuan bersalah. Langkah hukum ini diikuti dengan komitmen tertulis untuk memulihkan total kerugian keuangan negara yang mencapai Rp159.812.890.712,91.
Dalam dokumen yang ditandatangani para terdakwa, diakui adanya kekhilafan dalam rangkaian perkara yang meliputi korupsi, pencucian uang (TPPU), penyuapan, hingga perintangan penyidikan.
Pemulihan kerugian negara tersebut akan dilakukan melalui beberapa sumber dana:
Dana Sitaan: Rp110.643.869.746,29 yang saat ini sudah berada di bawah pengawasan penyidik.
Dana Tambahan: Komitmen penyerahan dana dari rekening PT Inti Bara Perdana dan rekening pribadi Sakya Hussy senilai total lebih dari Rp20 miliar.
Sisa Kewajiban: Kekurangan sebesar Rp28.309.608.981,71 dijadwalkan lunas paling lambat pada 13 Maret 2026.
Sebagai langkah antisipasi, para terdakwa juga menyatakan kesediaan jika sisa kewajiban tersebut belum terpenuhi tepat waktu, maka aset berupa stok batubara (stockpile) PT Inti Bara Perdana di Pulau Baai sebanyak 126.471,5 metrik ton akan dilelang untuk menutupi kerugian negara.
BREBES — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II kepada sekolah mitra pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara paralel di SMP Islam At Toyyib 45 Brebes dan SMA Negeri 1 Bulakamba. Penyerahan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada penguatan kompetensi calon guru.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Melalui PLP II, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami manajemen sekolah serta dinamika interaksi di lingkungan akademik. Program ini dirancang agar mahasiswa mampu menyelaraskan teori kebahasaan dengan praktik kontekstual.
Kaprodi PBSI UMUS, Robert Rizki Yono, M.Pd., menjelaskan bahwa terjunnya mahasiswa ke lapangan adalah tahapan penting dalam siklus akademik.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
”Mahasiswa bukan sekadar mengajar, tetapi mereka sedang melakukan internalisasi nilai-nilai profesi. Kami berharap mereka mampu melakukan refleksi pedagogis secara berkelanjutan sesuai tuntutan guru abad ke-21,” ujar Robert.
Dekan FKIP UMUS, Didik Trisetyoko, M.Pd., turut memberikan respons positif terkait keberlanjutan program ini. Menurutnya, kerja sama dengan sekolah mitra merupakan instrumen utama dalam menjaga kualitas lulusan FKIP.
”Sinergi institusional antara FKIP UMUS dan sekolah-sekolah di Brebes harus terus diperkuat. Ini adalah upaya bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia dan mencetak pendidik yang siap menghadapi kompleksitas di satuan pendidikan,” tegas Didik.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP II, Nurchalistiani Budiana, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah mitra atas komitmennya dalam mendukung penguatan kompetensi profesional mahasiswa PBSI FKIP UMUS. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap tantangan pembelajaran literasi di era digital.
(Dok. HUMAS UMUS Brebes)
Kepala SMP Islam At Toyyib 45 Brebes, H. Dedi Romli Triputa, Lc, MSI, serta Kepala SMA Negeri 1 Bulakamba, Sri Ningsih, M.Pd., menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Pihak sekolah berharap mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan budaya sekolah, menjaga etika profesi, serta berkontribusi aktif dalam kegiatan pembelajaran maupun administrasi akademik.
Dengan penyerahan resmi ini, mahasiswa PBSI FKIP UMUS akan melaksanakan praktik kependidikan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman empiris yang bermakna dalam membangun kesiapan profesional sebagai calon pendidik masa depan.