Universitas Muhadi Setiabudi

Mahasiswa UMUS Brebes Bikin Bangga! Ikuti SERAP 2025 dan Tampil di Hadapan Reviewer Profesional Bapperida

Geliat riset dan inovasi di Kabupaten Brebes semakin terasa dengan diselenggarakannya Seminar Riset dan Inovasi Pemerintah (SERAP) 2025 yang mengusung tema “Penguatan Kebijakan Berbasis Kajian dan Inovasi untuk Mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif dan Akuntabel.”

Kegiatan bergengsi yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes ini dihadiri berbagai kampus dari Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, salah satunya Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS).

Acara ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk menyampaikan ide serta hasil kajian yang berpotensi mendukung penguatan kebijakan pemerintah daerah.

Mahasiswa Semester 3 UMUS Mencuri Perhatian Reviewer

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah kehadiran mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen UMUS Brebes, yang tampil percaya diri membawa karya penelitian mereka.

Reviewer utama pada sesi pemaparan artikel, Andi Yulianto, S.Si., M.M., yang juga merupakan dosen UMUS, mengungkapkan kekaguman dan kebanggaannya.

“Luar biasa! Mahasiswa semester tiga sudah mampu berdiri dan berkontribusi dalam forum riset seperti ini. Ini bukti bahwa generasi muda UMUS memiliki potensi riset yang sangat kuat,” ujar Andi Yulianto dalam kesannya.

Tiga Mahasiswa Manajemen UMUS Tampil dengan Topik Penting dan Berdampak

Pada kesempatan SERAP tahun ini, beberapa mahasiswa UMUS tampil sebagai pemakalah:

  1. Ashim Majduddin – Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Ashim membawakan materi berjudul “Evaluasi Kesukaan, Preferensi Makanan, dan Keamanan Konsumsi pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Brebes.”

Penelitian ini menyoroti bagaimana penerima manfaat program MBG menilai kualitas, rasa, serta aspek keamanan makanan yang disediakan pemerintah. Kajian ini dinilai penting mengingat program MBG menjadi salah satu prioritas pengentasan gizi di Brebes.

  1. Maulidiya & Alhikam Haradhilla – Dampak Program Beasiswa KIP-K

Keduanya memaparkan penelitian berjudul“Pengaruh Program Beasiswa KIP-K terhadap Motivasi Belajar dan Keberlanjutan Studi Mahasiswa di Kabupaten Brebes.”

Studi ini menjelaskan bagaimana peran beasiswa KIP-K dalam mendorong mahasiswa kurang mampu untuk tetap berprestasi dan melanjutkan studinya hingga selesai. Hasil penelitian mereka dinilai mampu menjadi bahan pertimbangan peningkatan efektivitas program beasiswa di daerah.

Prodi Pendidikan Sekolah Dasar UMUS Juga Turut Berkontribusi

Tidak hanya dari Prodi Manajemen, mahasiswa dari Prodi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) juga ikut serta dalam mempresentasikan gagasan penelitian mereka.

Nama-nama seperti Khofifah Yuliana Sari, Annisa Salsabila, dan Nabela Ikawati turut memperkaya diskusi ilmiah dengan topik pendidikan yang relevan bagi Brebes.

Keterlibatan mahasiswa lintas prodi ini menunjukkan bahwa UMUS Brebes memiliki komitmen kuat dalam mencetak generasi akademisi yang kritis, inovatif, dan siap terjun memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah.

Bapperida Brebes Apresiasi Semangat Mahasiswa

Pihak Bapperida Kabupaten Brebes menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh pemakalah, khususnya mahasiswa muda yang telah berani menyampaikan hasil risetnya. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik.

“Kami berharap SERAP bisa menjadi langkah awal mahasiswa untuk lebih aktif melakukan riset-riset strategis yang dapat mendukung tata kelola pemerintahan,” ujar panitia Bapperida.

UMUS Brebes: Melahirkan Peneliti Muda yang Siap Berinovasi

Keikutsertaan mahasiswa semester 3 dalam forum sebesar ini menjadi bukti bahwa UMUS Brebes terus mendorong budaya ilmiah sejak dini.

Para peserta pulang membawa pengalaman berharga, jejaring baru, serta semangat tinggi untuk melanjutkan penelitian ke tahap yang lebih serius, termasuk publikasi ilmiah.

Acara SERAP hari ini tidak hanya sekadar seminar, tetapi juga menjadi panggung kebanggaan bagi UMUS Brebes—bahwa mahasiswa muda mampu berdiri sejajar dengan akademisi dan peneliti senior dalam ruang ilmiah yang kompetitif. 

UMUS Masuk Klaster Madya Klasterisasi Perguruan Tinggi 2026: Bukti Akselerasi Mutu Riset dan Pengabdian

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd (Dok. HUMAS UMUS Brebes)

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) resmi menempati Klaster Madya dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0968/C3/DT.05.00/2025, yang mengevaluasi kinerja riset dan pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi pada periode 2022–2024.

Penetapan klaster dilakukan melalui analisis berbasis data SINTA (Science and Technology Index), dengan mempertimbangkan berbagai indikator strategis seperti kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, intensitas kegiatan penelitian, dampak pengabdian kepada masyarakat, kekayaan intelektual, serta produktivitas penulisan buku akademik. Hasil pemetaan tersebut menempatkan UMUS sejajar dengan perguruan tinggi nasional lainnya yang konsisten menguatkan ekosistem riset dan inovasi pada kategori Klaster Madya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari budaya akademik yang terus ditingkatkan di lingkungan UMUS.

“Masuknya UMUS ke Klaster Madya menunjukkan bahwa kinerja penelitian dan pengabdian dosen semakin terarah, terukur, dan berdampak. Kami akan terus memperkuat riset kolaboratif, pengembangan kekayaan intelektual, serta publikasi bereputasi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa capaian ini menjadi pijakan penting dalam akselerasi mutu akademik universitas.

“Klaster Madya bukan sekadar kategori, tetapi milestone yang menegaskan bahwa UMUS berada pada jalur pengembangan yang tepat. Kami berkomitmen memperluas jejaring kerja sama riset, mendorong inovasi, serta meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Roby menambahkan bahwa hasil klasterisasi ini akan diintegrasikan dalam penyusunan roadmap penelitian dan pengabdian jangka panjang, yang berpijak pada kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan global terhadap perguruan tinggi berbasis riset.

Dengan capaian ini, UMUS memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dalam bidang riset dan pengabdian, serta berkomitmen memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan pendidikan di Jawa Tengah dan Indonesia.

UMUS Turun ke Pesisir Kaliwlingi: Dosen Gizi UMUS Dampingi Ibu Balita Susun Siklus Menu Sehat dan Murah

Pada Rabu pagi yang cerah, 12 November 2025, suasana Posyandu Sentosa 1 di Desa Kaliwlingi tampak lebih ramai dari biasanya. Para ibu balita mulai berdatangan sambil menggendong anak-anak mereka, sementara para kader posyandu mempersiapkan meja dan alat peraga edukasi gizi. Di tengah dinamika desa pesisir yang akrab dengan semilir angin dan suara perahu nelayan, kegiatan pengabdian masyarakat dari Program Studi Gizi Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menjadi momen penting yang sangat dinantikan.

Kegiatan ini dipimpin oleh dua dosen Prodi Gizi, Sulasyi Setyaningsih dan Yuniarti Dewi Rahmawati, yang sejak awal memiliki perhatian besar terhadap isu gizi anak di wilayah pesisir. Dengan mengusung tema “Edukasi dan Pembuatan Siklus Menu Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Balita Prasejahtera,” program ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan-tantangan gizi yang masih membayangi masyarakat Kaliwlingi.

Realitas Gizi Balita di Pesisir Kaliwlingi

Desa Kaliwlingi adalah kawasan yang kaya sumber daya laut, tetapi tidak semua keluarga memiliki akses merata terhadap pangan bergizi. Keterbatasan ekonomi, minimnya variasi konsumsi harian, dan rendahnya pengetahuan gizi membuat sebagian balita berisiko mengalami gizi kurang maupun stunting. Para dosen UMUS melihat kondisi ini bukan sekadar angka statistik, tetapi sebagai panggilan nyata untuk hadir dan memberi perubahan.

“Sering kali masalah gizi bukan karena tidak ada bahan pangan, tetapi karena pengetahuan dan kebiasaan konsumsi yang belum tepat,” ungkap salah satu kader saat sesi diskusi. Pernyataan sederhana itu menjadi refleksi bagaimana edukasi gizi sangat diperlukan di masyarakat.

Membangun Pemahaman: Gizi Seimbang yang Sederhana dan Terjangkau

Dalam sesi awal, para dosen memberikan edukasi tentang prinsip gizi seimbang dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami. Ibu-ibu diajak memahami kebutuhan zat gizi anak sesuai usia, pentingnya variasi warna makanan, serta cara memilih bahan pangan murah namun tetap bernutrisi.

Sulasyi menjelaskan, “Gizi seimbang bukan soal makanan mahal. Yang terpenting adalah bagaimana ibu-ibu bisa memadukan bahan lokal dengan tepat agar anak mendapatkan nutrisi lengkap.” Peserta terlihat antusias; beberapa ibu bahkan menanyakan apakah ikan kecil hasil sampingan tangkapan laut bisa menjadi sumber protein untuk MP-ASI—sebuah bukti bahwa edukasi benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

Menyusun Siklus Menu 10–14 Hari: Dari Desa, untuk Balita Desa

Sesi selanjutnya adalah kegiatan yang paling ditunggu: pendampingan menyusun siklus menu 10–14 hari. Dengan kertas warna-warni, daftar bahan pangan lokal, dan panduan porsi balita, para peserta bersama dosen merancang menu yang realistis dan aplikatif.

Menu yang disusun memperhatikan:

  • ketersediaan pangan lokal Kaliwlingi,
  • daya beli keluarga prasejahtera,
  • kebutuhan energi dan protein balita, serta
  • variasi rasa dan tekstur agar anak tidak mudah bosan.

Dalam suasana penuh keakraban, ibu-ibu berdiskusi merancang menu mulai dari bubur ikan lokal, tumis sayur sederhana, hingga camilan berbasis buah. Kegiatan ini bukan hanya bersifat top-down, tetapi menjadi ruang kolaboratif antara dosen, kader, dan masyarakat.

Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi praktik. Para dosen menunjukkan cara mengolah MP-ASI rumahan yang sederhana namun bernilai gizi tinggi. Peserta mencoba membuat bubur ikan lokal yang lembut, perkedel tempe sayur, dan puding buah tanpa tambahan gula. Aroma masakan memenuhi ruangan posyandu, sementara para ibu memperhatikan setiap langkah dengan saksama.

“Begini ternyata cara membuat MP-ASI yang benar, tidak terlalu encer dan tetap kaya rasa,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum. Bagi banyak ibu, ini bukan sekadar pelatihan, tetapi pengalaman yang membuka wawasan baru.

Harapan yang Ditanamkan dari Sebuah Kegiatan Sederhana

Di akhir kegiatan, Sulasyi dan Yuniarti menekankan pentingnya keberlanjutan. Mereka berharap materi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi para kader dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Posyandu Sentosa 1 memberikan apresiasi mendalam, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko gizi buruk pada balita di desa pesisir. Ia berharap UMUS dapat terus mendampingi masyarakat agar perubahan perilaku gizi dapat berlangsung secara konsisten.

Komitmen UMUS: Membangun Kesehatan dari Akar Rumput

Program Studi Gizi UMUS Brebes menegaskan bahwa pengabdian masyarakat seperti ini bukanlah kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen akademisi dalam membangun kesehatan dari akar rumput. Di tengah tantangan gizi yang masih menghantui beberapa wilayah, kehadiran perguruan tinggi sebagai mitra perubahan sangatlah penting.

Edukasi, penyusunan menu, dan pelatihan pengolahan pangan sederhana hanyalah langkah awal. Namun dari langkah kecil itu, tumbuh harapan besar: balita Kaliwlingi tumbuh lebih sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih cerah berkat peran bersama antara masyarakat dan dunia pendidikan.

UMUS Brebes Ubah Limbah Sekam Padi Luwungragi Jadi Briket Energi Terbarukan dan Peluang Ekonomi

Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, menjadi tempat kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadirkan solusi energi ramah lingkungan. Melalui program “Produksi Briket dari Sekam Bakar sebagai Sumber Energi Terbarukan”, tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes berupaya memberdayakan masyarakat desa dengan memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini terbuang percuma.

Program ini dipimpin oleh Nasiruddin, S.Ag., M.M., dosen ketua sekaligus penggerak pemberdayaan masyarakat. Bersama tim yang terdiri dari dosen anggota yaitu Wadli, S.TP., M.Si dosen Teknologi Pangan dan Dumadi, S.Mn., M.M dosen Akuntansi beserta mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu dari prodi Akuntansi, Manajemen, dan Agribisnis.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari KEMDIKTISAINTEK skema BEM Berdampak . Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, tim hadir untuk memberikan pelatihan teknis sekaligus pendampingan usaha kepada warga Desa Luwungragi.

Mengubah Limbah Jadi Berkah

Sebagai salah satu sentra penghasil padi di wilayah Brebes, Desa Luwungragi menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar setiap musim panen. Sayangnya, sebagian besar sekam tersebut dibakar begitu saja, menimbulkan polusi udara dan membuang potensi energi. Dari kondisi itulah, muncul ide untuk mengolah sekam menjadi briket arang sekam, bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa dikenalkan pada proses pembuatan briket mulai dari pengeringan, karbonisasi, penggilingan, pencampuran, hingga pencetakan dan pengeringan akhir. Kegiatan ini juga memperkenalkan alat teknologi tepat guna, seperti Tungku Karbonisasi Sekam Modular (TKSM) dan Pencetak Briket Sekam Otomatis Skala Rumah Tangga (PBS-ART).

Dampak Nyata di Masyarakat

Melalui pendampingan berkelanjutan, warga kini mampu memproduksi briket secara mandiri dengan kualitas yang stabil. Produk hasil pelatihan diberi label “Briket Sekam Tani Subur”, sebagai identitas lokal Desa Luwungragi. Selain menjadi solusi pengelolaan limbah, usaha ini juga mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama bagi peserta PKBM dan kelompok tani setempat.

“Tujuan kami bukan hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi menanamkan nilai kemandirian dan keberlanjutan. Kami ingin masyarakat dapat mengelola sumber daya yang ada menjadi potensi ekonomi yang terus berkembang,” ujar Nasiruddin, M.M.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan teknis masyarakat. Kapasitas produksi briket meningkat hingga lima kali lipat dibanding sebelumnya, dan produk yang dihasilkan telah mulai dipasarkan di desa-desa sekitar. Selain itu, masyarakat kini lebih memahami pentingnya energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Menuju Desa Mandiri Energi

Program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Tim UMUS juga menyiapkan strategi pemasaran digital dan pembentukan kelompok usaha bersama agar produksi briket dapat berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, Desa Luwungragi kini bergerak menuju desa mandiri energi, memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber daya baru.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus, masyarakat, dan pemerinta dapat melahirkan inovasi sederhana yang berdampak besar — mengubah limbah menjadi energi, dan pengetahuan menjadi kesejahteraan. 

UMUS Brebes Go International: Dosen Bertolak ke Fuji Co.Ltd Jepang, Bawa Misi Peningkatan Kualitas Produk Lokal

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam skala global melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional. Tepat pada Senin (10/11/2025), delegasi penting dari UMUS bertolak menuju Gunma, Jepang, untuk menjalin kerja sama dan berdiskusi intensif dengan pihak Fuji Co.Ltd, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produk karangan bunga dan dekorasi.

Kunjungan ini berfokus pada upaya transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas, khususnya dalam menjaga kualitas produk karangan bunga dan merumuskan cara packaging yang sesuai dengan standar internasional—sebuah langkah strategis untuk membuka peluang pasar ekspor bagi produk-produk lokal Brebes.

Delegasi UMUS yang berangkat ke Gunma, Jepang, diisi oleh jajaran pimpinan dan pakar di bidangnya. Mereka adalah:
• Dr. Abdul Hamid, M.T. (Dekan Fakultas Teknik)
• Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama)
• H. Wahidin, M.T. (Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat)

Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi tertinggi atas keberangkatan tim dosen dalam misi PkM Internasional ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan Fuji Co.Ltd di Jepang adalah upaya nyata kampus dalam mewujudkan visi sebagai Entrepreneur Campus.

“Misi ke Gunma ini adalah langkah sangat strategis untuk UMUS. Kami tidak hanya mengirimkan dosen untuk berdiskusi, tetapi untuk membawa pulang ilmu dan teknologi terbaik tentang standar kualitas dan packaging yang diterapkan di level global. Ini adalah upaya kami dalam memperkuat ekosistem entrepreneurship di Brebes. Dengan belajar langsung dari Fuji Co.Ltd, kami yakin produk karangan bunga mitra UMKM kami akan siap menghadapi persaingan internasional. Inilah bukti nyata komitmen UMUS dalam menghasilkan lulusan dan program yang berdampak global.”

Wakil Rektor III UMUS, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menembus batasan geografis untuk memberdayakan masyarakat.

“Kunjungan ke Fuji Co.Ltd ini bukan sekadar studi banding, melainkan adalah investasi ilmu untuk komunitas kami. Kami membawa misi besar: bagaimana produk karangan bunga yang dihasilkan oleh mitra UMKM di Brebes dapat memiliki kualitas finishing dan packaging yang setara dengan produk Jepang. Diskusi ini akan menjadi cetak biru bagi kurikulum pelatihan Pengabdian Masyarakat kami ke depan, yang ujung-ujungnya akan membuka lebar jendela ekspor bagi produk lokal Brebes. Kami berterima kasih atas sambutan Fuji Co.Ltd.”

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, H. Wahidin, M.T., yang akan langsung mengimplementasikan hasil diskusi di lapangan, memberikan pandangan yang lebih aplikatif.

“Fokus utama kami adalah membawa pulang pengetahuan konkret tentang standar kebersihan material dan teknik shrink-wrapping atau vacuum packaging yang efisien. Di sini, kami belajar bahwa kualitas tidak hanya tentang produknya, tetapi juga cara kita menghargai dan melindungi produk itu hingga sampai ke tangan konsumen. Standar Jepang ini akan segera kami sosialisasikan dan terapkan dalam program PkM kami bersama para pelaku usaha karangan bunga lokal di Brebes.”

Pengabdian Masyarakat Internasional ini diharapkan dapat menciptakan multiplier effect, tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga menaikkan kepercayaan diri pelaku usaha lokal Brebes untuk bersaing di pasar global.

Mahasiswa UMUS Raih Juara 4 Lomba Inovasi Desa KKN Bappedalitbang Kabupaten Tegal 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes dalam ajang Lomba Inovasi Desa KKN yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Tegal.

Tim KKN UMUS berhasil meraih Juara 4 melalui karya inovatif bertajuk “Tong Pembakar Sampah Minim Asap Penghasil Minyak” yang dipresentasikan pada kegiatan final di Gedung Dadali Bappedalitbang Kabupaten Tegal belum lama ini.

Inovasi ini merupakan hasil program kerja mahasiswa KKN di Desa Grobog Wetan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yang dirancang untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah rumah tangga di pedesaan. Dengan rancangan tong pembakar yang efisien dan ramah lingkungan, alat ini mampu mengurangi emisi asap sekaligus menghasilkan minyak hasil pirolisis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Tim UMUS terdiri atas tiga mahasiswa lintas program studi, yaitu Azkiyatul Maulida (Teknik Informatika), Ahmad Nur Ikhsan Fadillah (Teknik Sipil), dan Tri Murniasih (Teknik Sipil). Mereka tampil percaya diri mempresentasikan ide inovatif tersebut di hadapan dewan juri yang terdiri dari para peneliti dan praktisi teknologi terapan daerah.

Dosen pendamping tim, Wahidin, M.T., yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UMUS, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata sinergi antara pengabdian masyarakat, riset terapan, dan pemberdayaan mahasiswa.

“Inovasi ini lahir dari semangat mahasiswa untuk memecahkan masalah nyata di desa mitra. UMUS mendorong setiap mahasiswa KKN agar menghasilkan solusi kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keberhasilan tim KKN UMUS dalam kompetisi ini menegaskan komitmen universitas dalam mendukung program Kampus Merdeka serta membangun budaya inovasi di tingkat mahasiswa. UMUS terus mendorong integrasi riset, teknologi tepat guna, dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan solusi konkret bagi tantangan pembangunan daerah.

LPPPM UMUS Gelar Pelatihan Drafting HKI di Bapperida Brebes

embaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar pelatihan drafting Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pemenang Lomba Kreanova 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Selasa, 4 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memahami dan menyusun dokumen HKI, sehingga hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan dapat terlindungi secara hukum serta memberikan nilai tambah bagi institusi dan masyarakat.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber utama dari UMUS, yakni Andi Yulianto, S.Si., M.M., dan Elinda Umisara, M.Pd., yang keduanya merupakan dosen sekaligus praktisi di bidang penelitian dan perlindungan kekayaan intelektual.

Dalam pemaparannya, Andi Yulianto menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai berbagai jenis HKI — mulai dari hak cipta, paten, hingga merek dagang. Ia juga menjelaskan proses penyusunan draf pendaftaran HKI serta strategi agar karya inovatif memiliki potensi komersialisasi yang kuat.

Sementara itu, Elinda Umisara membagikan pengalaman dan praktik langsung dalam menyusun dokumen HKI, termasuk teknik menulis deskripsi inovasi dan penyusunan klaim yang efektif. Ia juga mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dan mencoba membuat draft sederhana selama sesi pelatihan berlangsung.

Kepala Bapperida Brebes yang diwakili oleh Nurul Hidayat, S.H., M.T. selaku Kabid Riset dan Inovasi Daerah menyampaikan apresiasinya atas inisiatif LPPPM UMUS dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya perlindungan karya dan inovasi. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam bentuk kegiatan lain yang mendukung pengembangan riset daerah,” ujarnya.

Ketua LPPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd. dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UMUS dalam menjalankan peran tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat dan penguatan ekosistem riset daerah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dalam mengajukan perlindungan HKI atas hasil karya mereka, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mendorong inovasi yang berdaya saing tinggi di Kabupaten Brebes.

Perkuat Jejaring Global, Pimpinan Akademik UMUS Brebes Kunjungi KUI Unwahas

Dalam upaya memperluas jejaring internasional dan memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, pimpinan akademik Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melakukan kunjungan ke Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, pada Sabtu 1 November 2025.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong internasionalisasi kampus dan membuka peluang kerja sama di bidang akademik, dan mahasiswa asing.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UMUS Dr. Moh Toharudin, M.Pd. Kehadirannyan diterima dengan hangat oleh Lebry Hapsari KUI Unwahas, yang memaparkan berbagai program dan jejaring internasional yang telah dijalankan oleh Unwahas dengan sejumlah universitas mitra di luar negeri.

Dalam sambutannya, Pimpinan Akademik UMUS menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antarperguruan tinggi dalam bidang internasionalisasi dan penerimaan mahasiswa asing.

“Kami ingin belajar dari pengalaman Unwahas yang telah lebih dahulu aktif menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri. Harapannya, UMUS juga dapat memperluas kolaborasi akademik internasional, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, riset bersama, maupun program visiting lecturer,” ujarnya.

Sementara itu, Lebry Hapsari KUI Unwahas menyambut baik inisiatif UMUS tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan daya saing global.
Beasiswa menjadi faktor penarik utama mahasiswa asing. Perguruan tinggi dapat: Menyediakan beasiswa internal kampus bagi mahasiswa asing berprestasi. Bekerja sama dengan lembaga donor seperti LPDP, SEAMEO, AUN, atau Kedutaan. Memberikan potongan biaya pendaftaran atau biaya kuliah tahun pertama.

Selain berdiskusi mengenai potensi kerja sama, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan tentang strategi internasionalisasi kampus, mekanisme pertukaran akademik, serta peluang kolaborasi riset dan publikasi internasional. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan rencana kerja (MoA) yang lebih spesifik di masa mendatang.

Melalui kunjungan ini, UMUS menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring global dan memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional. Internasionalisasi menjadi salah satu prioritas utama dalam visi UMUS menuju kampus unggul dan berdaya saing global.

Kolaborasi UMUS dan Komisi X DPR RI: Bekali Civitas Akademika dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan dengan menyelenggarakan Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Kegiatan yang terselenggara atas permintaan peserta ini, bekerja sama dengan LLDikti Wilayah VI dan bersinergi dengan anggota DPR RI Komisi X, Agung Widyantoro, S.H., M.Si, sukses digelar di Kedai Musim Semi, Brebes, pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Seminar ini dihadiri oleh civitas akademika UMUS dan tokoh-tokoh penting, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta memberikan panduan praktis mengenai pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi.

Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan registrasi dan dibuka pada pukul 08.30 WIB. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan, acara inti diawali dengan paparan dari Keynote Speaker, H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si., Anggota DPR RI Komisi X (Bidang Pendidikan, Olahraga, Sains dan Teknologi). Ia menyampaikan pentingnya peran legislatif dalam mendukung kebijakan anti-kekerasan di kampus.

Materi seminar dilanjutkan dengan:
Materi 1: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, disampaikan oleh Wakil Rektor III UMUS (Bidang Kemahasiswaan), Bapak Muhammad Hasdar, S.Pt., M.Sc., PhD.
Materi 2: Penyikapan Kekerasan dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, disampaikan oleh perwakilan dari Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi).

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB ini diakhiri dengan sesi penutupan, pemberian cenderamata, dan foto bersama.

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa isu kekerasan harus ditangani secara fundamental, dimulai dari pembentukan karakter mahasiswa.

“Sebagai Rektor, saya menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus adalah harga mati dan merupakan prioritas utama. Kita harus kembali menanamkan karakter dan kearifan lokal, karena lunturnya nilai-nilai inilah yang kerap menjadi akar masalah. UMUS bertekad menciptakan ekosistem pendidikan yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, bebas dari segala bentuk bullying, pelecehan, dan kekerasan. Perlindungan terhadap mahasiswa adalah tanggung jawab institusi,” tegas Dr. Roby Setiadi.

Anggota DPR RI Komisi X, H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si., menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan implementasi di tingkat kampus. “Kami di Komisi X DPR RI terus mendorong agar seluruh perguruan tinggi, termasuk di LLDikti Wilayah VI, segera membentuk dan mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPKPT). Komitmen ini adalah kunci. Kampus harus menjadi ruang yang aman dan nyaman, di mana mahasiswa bisa belajar dan berkreasi tanpa rasa takut akan intimidasi atau kekerasan. Kami mengapresiasi UMUS yang proaktif menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Agung Widyantoro.

Wakil Rektor III UMUS, Muhammad Hasdar, S.Pt., M.Sc., PhD., turut memperkuat komitmen ini dengan menjelaskan peran seminar sebagai langkah nyata kampus.

“Seminar ini bukan sekadar formalitas, namun upaya serius untuk membekali civitas akademika UMUS dengan pengetahuan dan prosedur yang benar dalam mencegah, melaporkan, dan menangani setiap bentuk kekerasan, sesuai dengan peraturan terbaru dari Kemendikbudristek,” ujar Muhammad Hasdar.

Dari pihak regulator, yang diwakili oleh LLDikti Wilayah VI, menyampaikan bahwa pencegahan kekerasan merupakan prioritas nasional dalam ekosistem pendidikan tinggi.

“LLDikti Wilayah VI berkomitmen penuh mengawal implementasi Permendikbudristek terkait PPKPT di seluruh perguruan tinggi swasta di wilayah kami. Kekerasan, dalam bentuk apa pun, tidak memiliki tempat di kampus. Perguruan tinggi harus proaktif, cepat tanggap, dan berani mengambil tindakan tegas untuk melindungi korban dan memberikan sanksi bagi pelaku,” demikian pernyataan dari perwakilan LLDikti Wilayah VI yang disampaikan sebelumnya dalam konteks program serupa.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika UMUS untuk bersama-sama menciptakan budaya kampus yang inklusif, humanis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai anti-kekerasan.

KSPM FEB UMUS Rayakan Dies Natalis ke-6: Wujud Konsistensi dalam Meningkatkan Literasi Pasar Modal di Kalangan Mahasiswa

Dalam semangat memperkuat literasi keuangan dan mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam pengembangan pasar modal, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar perayaan Dies Natalis ke-6, Senin 27 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk merefleksikan perjalanan panjang KSPM sebagai wadah pengembangan ilmu, praktik investasi, dan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

Didirikan sejak tahun 2019, KSPM FEB UMUS kini telah berkembang menjadi pusat kegiatan strategis di lingkungan fakultas, yang secara konsisten menyelenggarakan berbagai seminar, workshop, simulasi investasi, serta kolaborasi dengan lembaga industri keuangan nasional.

Perayaan Dies Natalis ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB UMUS, Bapak Dumadi, M.M., yang dalam sambutannya mengapresiasi semangat dan kontribusi KSPM dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang pasar modal.

“Enam tahun adalah bukti nyata bahwa KSPM FEB UMUS telah tumbuh sebagai organisasi pembelajaran yang produktif, kreatif, dan berkontribusi nyata terhadap penguatan literasi keuangan mahasiswa,” ujar Dumadi dalam sambutannya.

Keberhasilan KSPM FEB UMUS tidak lepas dari peran aktif pembina organisasi, Bapak Hendri Sucipto, M.Si., yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi agar kegiatan KSPM tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga aplikatif sesuai kebutuhan dunia industri keuangan.

Dengan mengusung tema “Meningkatkan Literasi Keuangan dan Peran Aktif Mahasiswa dalam Pengembangan Pasar Modal”, Dies Natalis ke-6 ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas anggota dalam memahami dinamika pasar modal serta peran strategis mahasiswa sebagai agen literasi keuangan di masyarakat.

Menurut Ketua Pelaksana, Kayla dari Program Studi Akuntansi, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah silaturahmi dan refleksi organisasi. Rangkaian acara meliputi seminar dan talkshow dengan narasumber praktisi pasar modal, pengumuman capaian dan prestasi KSPM, hingga sesi inspiratif bersama alumni.

Turut hadir Ketua KSPM pertama, A. Farizal, S.M., yang memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya pengalaman berorganisasi dalam membentuk profesionalisme dan jejaring di dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Upgrading Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) untuk memperkuat struktur dan kapasitas organisasi di tingkat program studi, yang turut didukung oleh jajaran pimpinan organisasi mahasiswa kampus.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi kemahasiswaan Universitas Muhadi Setiabudi, antara lain:

  • Ketua BEM Universitas, Rizalul Zikri
  • Ketua DPM Universitas, Ilma
  • Plt DPM FEB, Afi
  • Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rio

Kehadiran mereka memperkuat semangat sinergi antarlembaga kemahasiswaan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan progresif.

Dalam sambutannya, Ketua KSPM FEB UMUS, Gladi, mahasiswa Akuntansi semester 5, menegaskan komitmen KSPM untuk terus berinovasi dalam menciptakan kegiatan edukatif yang relevan dengan tantangan zaman.

“Kami akan terus menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk memahami pasar modal secara komprehensif, serta menjembatani teori akademik dengan praktik dunia nyata,” ujar Gladi.

Perayaan Dies Natalis ke-6 ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, kolaborasi, dan dedikasi dalam dunia pasar modal di kalangan mahasiswa FEB UMUS terus tumbuh dan berkembang.

Selamat Ulang Tahun yang ke-6 untuk KSPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi!
Semoga terus menjadi pelopor dalam pengembangan literasi pasar modal dan pendidikan ekonomi yang berdaya saing di tingkat nasional.

× Penerimaan Mahasiswa Baru 2025