UMUS Brebes Kembali Gelar Workshop Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi

Universitas Muhadi Setiabudi Brebes senantiasa mendukung para dosen dan civitas akademika untuk selalu berkembang dan maju. Salah satu bentuk nyata proses dukungan tersebut adalah diadakannya kembali Workshop Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi bagi seluruh dosen UMUS Brebes. Pelatihan diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMUS Brebes pada hari Rabu, 3 Juli 2019, bertempat di Ruang Senat UMUS Brebes.

 

Narasumber yang dihadirkan dalam Workshop Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi adalah Prof. Anton Satria Prabuwono, Ph.D dan Dr. Kurnianingsih, S.T., M.T. Prof Anton merupan profesor di Faculty of Computing and Information Technology, King Abdul Aziz University, sedangkan Dr. Kurnaningsih merupakan Dr di Politeknik Negeri Semarang. Keduanya tergabung dalam reviewer beberapa jurnal internasional terindeks scopus.

Materi yang disampaikan adalah tentang bagaimana membangun mindset untuk menulis jurnal  dan masuk ke jurnal internasional bereputasi dan terindeks scopus. Mindset penelitian yang akan dipublikasikan adalah bahwa harus diawali dari membaca. Membaca jurnal-jurnal yang berkaitan atau sesuai minat yang akan diteliti. Setelah dibaca, dilakukan mapping (bisa dengan microsoft excel). Mapping digunakan untuk mengetahui author, judul penelitian, masalah, metode penyelesaian masalah, hasil, pembahasan, dan kesimpulan dari sebuah penelitian.

Salah satu faktor penting menemukan bahan penelitian baru adalah dengan melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing jurnal yang dibaca. Dari bahan tersebut, dapat menjadi bahan baru untuk penelitian. Penelitian baru tidak harus berupa menemukan hal baru sepenuhnya, namun memperbaiki ataupun mengkombinasikan metode sehingga muncul metode yang lebih baik juga dapat dijadikan bahan penelitian. Bahan penelitian baru ini nantinya dapat diterbitkan dalam jurnal baik nasional maupun internasional.

Salah satu faktor utama yang menjadi penghambat penulisan jurnal internasional selain mindset adalah ketakutan akan kendala bahasa. Bahasa utama jurnal internasional adalah bahasa Inggris, dan inggris sesuai keilmuan bukan inggris sehari-hari. Sering kali banyak istilah yang terdengar asing karena memang sudah masuk ranah keilmuan. Kesulitan transalasi ke dalam bahasa inggris ini ternyata dapat diatasi dengan cara melibatkan pihak ketiga sebagai proof reader. Proof reader dapat memastikan bahwa bahasa inggris dalam jurnal sudah sesuai dan layak dipublikasikan di dalam jurnal internasional.

“Abstract is the lead step of journal production”.¬† Hal ini disampaikan karena masih banyak juga yang kurang memahami bagaimana menuliskan abstrak yang baik. Abstract merupakan cerminan singkat dari jurnal yang ditulis. Sehingga harus mengandung Problem, Methods, Result, Discussion, and Conclusion. Dan hal tersebut harus dapat dituangkan dalam maksimal 200 kata.

Pelatihan jurnal internasional bereputasi berjalan dengan sangat baik karena memang narasumber yang hadir kompeten dalam bidangnya. Selain sharing tentang teknis, narasumber juga dengan giat memotivasi peserta pelatihan. Diskusi di luar forum juga dapat dilakukan jika memang ada kendala dalam penulisan jurnal.

Universitas Muhadi Setiabudi berharap bahwa dengan digelarnya kembali workshop penulisan jurnal internasional bereputasi, kemampuan menulis jurnal dosen UMUS Brebes dapat meningkat dan dampaknya adalah jumlah jurnal internasional bereputasi yang terbit dari dosen UMUS Brebes juga meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *